Will End Up Happy With You

Will End Up Happy With You
Bab 26



Setelah Karin membuka pintu kamar itu, dirinya tertabrak oleh sebuah pria yang tinggi dan kurus. Tanpa Karin sadari Karin memegang otot yang ada diperut pria ini.


"Eeehhh?" kata Karin.


"Ekhem," Berdehem Syasya yang melihat Karin bertabrakan dengan Kevin.


Kevin hanya senyum kecil, tidak ada yang bisa melihat senyumnya kecuali dirinya sendiri.


Karin melihat siapa yang telah ia tabrak, Karin melihat orang tersebut dan membuat kaget membuat dirinya terkejut.


"Maaf!" ucap Karin sambil menundukan kepalanya lagi.


"Kenapa kamu keluar dari kamar?" tanya Kevin.


"Memangnya gak boleh keluar ya?" tanya balik Karin.


"Yaaa, gak papa sih," jawab Kevin.


"Karin sini bantu aku letakan masakan dimeja makan," kata Syasya.


"Letakan sendiri saja, kan masih ada Luki disamping elo," kata Kevin yang sedikit kesal.


"Kenapa lo gak trima, kalau Karin bantuin Syasya buat letakan masakan?" tanya Luki.


"Nah benar tuh Yank," kata Syasya.


Sih Karin senyum sambil menundukan kepalanya.


"Dah lah, biar gue aja yang bantuin lo Sya," ucap Kevin yang langsung mengambil masakan Syasya.


Karin menuju ke meja makan dan menarik kursi. Setelah makan sudah tersedia, mereka makan malam bersama. Karin terkejut, karna Kevin duduk disampingnya.


Sekian lama Karin tidak pernah duduk bersampingan lagi dengan Kevin. Setelah makan Karin mengambil piring sisa makan Kevin, tapi tangan Karin langsung dipegang oleh Kevin.


"Biar aku saja," ucap Kevin sambil mengambil piring kotor ditangan Karin.


"Sudah biar aku saja, kamu tetap duduk aja disini," kata Karin.


Syasya dan Luki melihat Karin dan Kevin rebutan piring kotor itu. Akhirnya Syasya mengambil piring kotor itu dan berkata kepada Karin dan Kevin.


"Mending kalian berdua balik kekamar kalian gih! Dari pada ribut disini, bikin merusak pemandangan saja," ucap Syasya sambil berjalan menuju pencucian piring.


"Kok gitu sih kamu sya?" kata Karin.


"Makanya jangan ribut didepan Syasya, dia gak suka keributan." jawab Luki.


"Karin ikut aku ke taman belakang yuk! Ada sesuatu yang mau katakan ke kamu," kata Kevin.


"Sangat penting bagi ku, ntah ini penting atau nggak bagi mu?" ucap Kevin.


"Kamu duluan aja ke belakang," kata Karin.


"Oke..." jawab Kevin.


Kevin berjalan menuju ke taman belakang, sebenarnya Kevin mau menyatakan perasaannya kembali dan tidak ingin kehilangan Karin lagi. Pikirannya terbuka saat dirinya makan bersama.


"Semoga saja Karin mau kembali dengan ku, aku tidak ingin lagi kehilangan dirinya." batin Kevin.


Sesampainya Kevin ditaman belakang dia duduk ditempat duduk yang berada ditaman itu. Karin masih tetep diruang makan dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Kevin tadi.


"Yank, aku kekamar duluan ya!" kata Luki.


"Iya, nanti aku nyusul keatas." jawab Syasya.


Selesai Syasya mencuci piring kotor itu, Syasya menuju ke tangga dan melihat Karin melamun diruang makan.


"Apa yang akan dibicarakan oleh Kevin? Mengapa ini sangat penting katanya? Bikin aku pusing aja, mending aku samperin aja deh." Batin Karin.


Syasya menyamperin Karin yang sedang melamun ditempat makan itu dan memegang tangan Karin. Dan itu membuat Karin terkejut.


"Kamu lamunin apa Rin?" tanya Syasya.


"Eeehhh nggak kok," jawab Karin.


"Ya sudah, kalau gitu aku kekamar duluan ya? kasian Luki sendiri dikamar," kata Syasya.


"Oke," jawab Karin sambil berdiri, lalu berjalan menuju ke taman belakang.


Sesampainya dipintu belakang Karin melihat Kevin yang duduk dikursi taman itu, Karin berjalan menuju kursi dan mendaratkan pantatnya dikursi itu.


Maaf ya lama up nya 🙏🙏🙏


Pekerjaan ku di real sangat banyak jadi gak sempet nulis, baru bisa up sekaranglagi.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, RATE, AND VOTE YA. 😊😊


AKU SEBAGAI AUTHOR NGGAK MAKSA KOK 😊


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA KARYA KU 🙏😊


SAMPAI BERTEMU KEMBALI DI EPISODE SELANJUTNYA..


SEE YOU 😊🤗