
Hari mulai petang syasya baru bangun, "Uuhhhgg ini dah jam berapa kok udah petang aja, eehh ternyata jam 6, sholat magrib dulu deh" syasya bangun menuju ke kamar mandi untuk ambil wudhu. Setelah melakukan sholat syasya menuju kedapur untuk memasak makanan buat luki suaminya.
*Luki*
Tok tok tok
"Masuk" kata papa devan.
"Ada apa pa nyuru aku kesini" Luki
"Eehh kamu luk, gini perusahaan PT cahya mau bekerjasama sama perusahaan kamu, kamu mau apa nggk ki" kata papa devan
"Eemmm.. kalau itu biar pihak sana yang dateng sendiri ke kantor aku aja pa jadi enak ngomong nya, eeehh kok papa bisa tau" kata luki
"Yang punya PT Cahya itu temen papa" kata papa devan
"Oohh pantesan, oohh yaudah pa luki mau kekantor dulu mau meriksa dokumen luki" kata luki.
"Yasudah sana hati-hati kalau nyetir" papa devan
"Iya pa" kata luki, luki menuju kekantor nya.
"Sore Pak" kata sekretaris
"Hmmm" dehem luki
"Pak tadi ada orang yang menitipkan ini katanya buat bapak" kata sekretaris luki
"Taruh saja disitu oiya dokumen yang kamu maksud kemarin dimana" kata luki
"Ada disini pak" sekretaris itu menunjukkan keatas meja luki yang penuh dengan tumpukan.
"Baiklah, kamu boleh keluar, " kata luki. Setelah pekerjaan ku selesai semua aku menuju ke parkiran dan masuk kedalam mobil.
Sesampainya aku dirumah, aku langsung mencari keberadaan syasya, ntah mengapa aku sangat merindukannya. Dan aku mendapatkan keberadaan syasya didapur sedang memasak, aku langsung memeluknya dari belakang dan membenamkan kepalaku di tengkuk nya.
"Eeehh, luki aku kira siapa yang meluk aku," kata syasya.
"Emang siapa lagi yang berani meluk kamu kayak gini sayang, " kata luki.
"Hanya kamu yang berani luki ku cinta ku, lepasin dong aku gak bisa masak nih kalau kamu tetap kayak gini, udah tinggal dikit lagi kok," kata syasya.
"Gak, aku tetap mau kayak gini kamu masak aja sayang aku diam kok gak bakal ganggu kamu masak, " kata luki
"Luki sayang lepasin ya... kamu mandi dulu baru makan ok!! aku tunggu kamu diruang makan nanti, sana mandi dulu bau tau yang," kata syasya sambil pura-pura menutup hidungnya.
"Iya sayang, sana deh mandi dulu," kata syasya.
"Oke deh... aku mandi dulu ya", luki berjalan menaiki tangga dan bersihΒ².
Syasya menunggu luki turun untuk makan malam bersama tak lama dari itu luki turun dan menuju ke dapur tepatnya meja makan.
"Kalau sudah mandi gini kan enak diliatnya".
" Brati kalau aku gak mandi gak enak gitu diliat", sambil memanjukan bibirnya.
"Udah, makan aja jangan ngomong", kata syasya sambil mengambilkan nasi beserta lauknya. Setelah makan luki menuju keruang kerjanya dan syasya membersihkan bekas makan malamnya.
tingtung tingtung...
anggap saja bunyi bell rumah luki dan syasya ππ
"Ehh siapa malam malam gini bertamu" kata syasya. Syasya menuju pintu utama untuk melihat siapa yang bertamu malam malam gini.
"Apa benar ini rumahnya pak luki bramasta", kata seseorang itu.
"Iya benar, ada apa ya malam malam kerumah kami", Syasya.
"Bolehkah saya masuk terlebih dahulu"
"Oiya saya lupa, silahkan"
"Siapa yang bertamu yank", kata luki.
"Hey lo nikah gak kabar-kabar ke gue", kata seseorang itu sambil memeluk luki dan dibalas oleh luki.
"Eeee lo kapan datang, sorry lo kan gak ada disini jadi gue gak undang lo", kata luki.
"Loh, kamu kenal sama orang ini luki", kata syasya yang bingung dengan suaminya dan tamunya ini karna mereka kelihatan sangat akrab.
"Ini temen aku yank waktu aku masih SMP", kata luki.
"Oohh, aku ambilin air minum dulu ya", kata syasya sambil menuju kearah dapur.
Syasya memang tidak kenal sama orang itu karna dulu waktu SMP syasya berbeda sekolah dengan luki. Karna luki ingin masuk SMP A sedangkan syasya SMP B jadi mereka pisah 3 thun.
Maaf ya baru update soalnya terlalu banyak urusan sampek gak bisa update....
Jangan lupa like, vote, komen πππ