
🍁🍁🍁
"Awas ya, kamu duain aku! Jangan harap kamu balik lagi sama aku!" ucap Syasya dengan wajah ngambeknya.
"Iya, sayang. Aku gak bakal duain kamu kok, malahan aku gak bisa liat perempuan lain selain kamu!" kata Luki.
Syasya menundukan kepala sambil tersenyum sendiri karna ucapan dari Luki.
"Awas aja omongan kamu itu boong, gak bakal aku kasih jatah selama 1 tahun!" ucap Syasya.
"Wadduh ini lebih parah lagi," kata Luki.
Sesampainya didepan halaman rumah Syasya dan Luki mereka turun dari mobil kecuali Kevin dan Karin. Syasya sudah lebih dulu masuk kedalam rumah dan akan memulai aktivitasnya didalam dapur.
"Lo gak mau turun?" tanya Luki.
"Lo masuk duluan, ntar gue nyusul," jawab Kevin.
"Mau lo apain anak orang," kata Luki sambil tersenyum.
"Gak akan gue apa-apain kok. Cuma kaki gue kebas aja, makanya gue gak langsung keluar," kata Kevin.
"Oke. Gue duluan ya! Ntar bini gue ngambek lagi kalau lama-lama," ucap Luki.
"Iya," kata Kevin.
Luki masuk duluan kedalam rumahnya, tinggal Kevin dan Karin didalam mobil itu. Kevin menatap wajah Karin secara rinci dan itu cukup lama. Kevin tersadar karna sudah menatap wajah Karin cukup lama.
Kepala Karin diletakkan di sandaran Kursi mobil setelah Kevin keluar dari mobil menuju pintu satunya dan menggendong Karin memasuki rumah Luki.
"Yank, ambil kan aku air dong?" kat Luki.
"Bentar dulu! Nanti kalau masakan aku ditinggal, bisa hangus," jawab Syasya.
Luki melihat Kevin membawa Karin menuju kamar tamu tempat Kevin tidur. Setelah Kevin meletakkan Karin ditempat Kevin tidur, Kevin menuju meja makan.
"Kenapa gak lo taruh aja di kamar sebelah lo, kan itu masih ada yang kosong!" tanya Luki ke Kevin.
"Ini Yank airnya," kata Syasya.
"Serah gue lah! Mau gue taruh mana, toh dia bukan istri lo." jawab Kevin.
"Emangnya Karin istri lo, kan lo bukan apa-apa dia lagi," kata Luki sambil tersenyum.
"Udahlah diam, gue haus! Kemana perginya air diatas meja ini, biasanya selalu ada?" kata Kevin sambil merasa bingung, karna air yang diatas meja biasanya selalu ada tapi sekarang tidak ada.
"Bentar lagi dibawain sama Syasya. Lo haus, 'kan? Nih punya gue, lo minum," sambil Luki mensugukan air minumnya.
"Gila lo, kira gue apaan minum sisa lo!" ucap Kevin dengan ekpresi sedikit marah dan Luki ketawa berbahak-bahak.
"Hahaha .... Lo itu adik gue, makanya minum noh sisa gue!" kata Luki sambil ketawa.
"Dah lah, gue ambil sendiri aja didapur!" kata Kevin, Kevin berdiri menuju ke arah dapur untuk mengambil minum.
**Di**tempat lain* *
"Hoam ... ini ada dimana? Lah, kenapa ada ditempat tidur? Siapa yang mindah aku kesini?" kata Karin yang merasa bingung dengan tempat tidur yang telah ditempatinya.
Tanpa sadar Karin langsung meraih pakaiannya dan melihat apa masih utuh pakaiannya.
"Hah, syukurlah," kata Karin.
Karin melihat disekelilingnya dan memerhatikan foto yang menempel dikamar itu.
"Kenapa ada foto aku disini?" kata Karin yang bertanya apa dirinya karena ada foto dia yang menempel didinding.
"Jangan bilang kalau aku diculik? Terus gimana kalau aku memang diculik? Siapa yang mau tolong aku?" ucap Karin yang merasa ketakutan.
"Aku coba liat keluar aja. Siapa tau aku bisa kabur dari rumah ini," kata Karin.
Karin menuju ke pintu kamar Kevin, dia tidak sengaja melihat foto lagi di dekat pintu itu.
"Loh, ini kan foto Kevin! Kenapa foto Kevin ada disini juga?" kata Karin.
"Ntahlah, sekarang bukan waktunya memikirkan itu. Sekarang waktunya aku untuk melarikan diri dari rumah ini," ucap Karin sambil mencari jalan keluar
"Roti sobek," batin Karin. 😳😳😳
(•~>)
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
H
H
H
M
M
M
M
M
M
M
M
M
M
M
M
M
𝓙𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓵𝓾𝓹𝓪 𝓵𝓲𝓴𝓮, 𝓿𝓸𝓽𝓮, 𝓴𝓸𝓶𝓮𝓷 𝓪𝓷𝓭 𝓻𝓪𝓽𝓲𝓷𝓰𝓷𝔂𝓪 𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓮𝓼 ...
𝕭𝖎𝖆𝖗 𝖆𝖐𝖚 𝖑𝖊𝖇𝖎𝖍 𝖘𝖊𝖒𝖆𝖓𝖌𝖆𝖙 𝖑𝖆𝖌𝖎 𝖚𝖕 𝖓𝖞𝖆 😘
Jangan bosan-bosan ya 😊