
Matahari mulai terang dan dua sepasang suami-istri ini masih setia dengan tidurnya. Syasya merasa terusik dengan cahaya matahari, Syasya membuka matanya perlahan, sebuah tangan kekar berada diatas perutnya, Syasya tau pemilik tangan tersebut. Syasya membalikan badannya menghadap ke Luki, Syasya memerhatikan setiap inci dari wajah Luki.
"Ternyata kamu bisa lebih tenang saat kamu tidur," gumam Syasya.
"Aku sangat mencintai mu dari dulu dan seterusnya, hanya kamu yang selalu ada didalam hati ku." gumam syasya sambil mengelus wajah Luki.
Luki dari tadi memang sudah bangun, cuma Luki malas yang mau beranjak dari tempat tidurnya, dan tak lama dari itu Syasya bangun dan Luki berpura-pura tidur, dan Luki mendengar gumaman Syasya.
"Dan aku sangat sangat mencintai mu Sya sampai mati hanya kamu yang aku cintai, tidak ada orang yang aku cintai kecuali kamu." ucap Luki.
Cup
Syasya terkejut mendengar perkataan dari Luki dan mendapat ciuman mendadak.
"Iiihhh Luki kalau sudah bangun dari tadi kenapa gak mandi dan kenapa cium aku secara tiba-tiba gitu sih," kata Syasya sambil memukul dada Luki.
"Itu namanya morning kiss Sayang," kata Luki sambil tersenyum manisnya.
"Tau ah aku mau mandi dulu," kata Syasya sambil berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian suara pintu terbuka dan Luki melihatnya, Syasya hanya memakai handuk saat keluar dari kamar mandi dan itu membuat Luki mendadak melebarkan matanya. Syasya berjalan menuju ke lemarinya yang berada disamping Luki. Luki berdiri langsung memeluk Syasya dari belakang.
"Kenapa kamu pakek handuk aja sih kan bisa bikin aku khilaf Sya," kata Luki.
"Aku mau minta tolong kamu ambil tadi tapi dah males jadi ambil sendiri, kamu sana mandi bentar lagi turun." ucap Syasya sambil melepaskan tangan Luki yang melingkar di perutnya.
"Iya aku mandi dulu," kata Luki yang langsung berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Syasya memakai baju Syasya menyiapkan baju buat Luki dan turun kebawah buat bantu mamanya.
"Pagi Mom ..." kata Syasya.
"Pagi juga Sayang, loh kok udah bangun aja" kata Mommy.
"Kan ini udah pagi Ma, memangnya mau bangun jam berapa Mom." kata Syasya yang heran sama mommynya.
"Biasanya kan kalau bangun selalu siang, hehehe." ucap Mommy sambil ketawa,
"Brati masih nggak jadi tuh," batin mommy, mereka pun memasak bersama sampai masakan sudah jadi.
"Akhirnya selesai juga ya Mom," kata Syasya
"Sana gih panggil suami kamu, Mommy mau panggil Papi mu." ucap Mommy.
"Iya Mom," kata Syasya, Syasya menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya, Syasya langsung membuka pintu kamarnya dan tampak lah seseorang di depannya yang mau turun kebawah.
"Loh kok kesini Sayang," kata Luki.
"Aku mau manggil kamu buat sarapan, eeeh ... ternyata udah mau turun toh," kata Syasya.
"Iya, ayo turun," kata Luki yang langsung menarik tangan Syasya.
Keluarga kecil ini pun langsung melakukan sarapan bersama dan setelah makan Luki berbicara.
"Mom Pi aku sama Syasya mau pindah kerumah yang sudah Aku beli, boleh kan Mom Pi?" kata Luki.
"Loh memangnya luki punya rumah sendiri ya" tanya syasya ke luki.
"Iya sya rumah itu sudah lama aku beli dan akan aku tempati saat aku sudah nikah" kata luki
"Ya bagus dong kalau kamu sudah punya rumah sendiri jadi bisa mandiri kan kalau gitu" kata papi
"Terus syasya gak bisa tinggal sama mommynya sama papi dong" kata syasya yang sedikit sedih
"syasya sayang denger mommy ya, mommy dulu sama kayak kamu nak mikir kalau gitu, tapi itu buat kamu belajar mandiri, kalau kamu kangen mommy kamu boleh kok nginap disini, ini kan rumah kamu juga sya" kata mommy
"Iya deh syasya nurut aja" kata syasya
"Kapan kamu mau pindah ki" kata papi
"Sekarang pi, luki sudah beresin semua hanya tinggal berangkat saja" kata luki
"yasudah kalau gitu" kata papi
"kok cepet banget sih, kenapa kamu gak bilang dulu sama aku kalau mau pindah sekarang kan aku bisa bantu kamu beresin" kata syasya
"Kan tadi kamu turun buat bantu mommy sya, jadi aku beresin sendiri" kata luki
"mommy syasya sama luki mau ambil barang dulu ya" kata syasya
"Iya sudah sana" kata mommy
Syasya dan luki berjalan memasuki kamarnya dah membawah barang yang akan di letakan dirumah barunya itu.
"Ini beneran pindah sekarang" kata syasya
"Iya sayang aku hanya ingin hidup berdua bersama mu dan ingin menempuh hidup baru bersama mu" kata luki, syasya merasa sangat senang dengan perkataan luki.
"Yasudah deh ayo kita turun, ini gak ada yang ketinggalan kan" kata syasya
"Tenang gak ada kok" kata luki
Luki memasukan barang-barangnya ke dalam mobilnya setelah itu pamitan ke mertuanya.
"Mom Syasya bakal rindu mommy sama papi" ucap syasya
"Mommy sama papi juga bakal rindu anak perempuan mommy" kata mommy
"mom pi kita brangkat dulu ya" kata luki
"Iya hati-hati dijalan ya" kata mommy
Syasya dan luki pun masuk kedalam mobil dan langsung menancapkan gasnya, didalam mobil itu tidak ada satu suara yang ada hanya keheningan, pada akhirnya luki berdehem.
"kheemm" dehem luki
"Sya kamu kenapa sayang" kata luki yang melihat syasya hanya diam saja tidak kayak biasanya yang selalu nyerocos duluan.
"Gak papa kok luki aku hanya memikirkan besok kita kuliah atau masih libur ya" kata syasya.
"Yes masih lusa" kata syasya yang girang
"Apakah masih jauh" kata syasya
"Nggk kok deket kampus kita dan deket sama kantor aku" kata luki
"Baiklah" kata syasya, syasya menggalihkan pandangannya keluar jendela mobil lagi.
"Sayang liat aku dong jangan liat luar aku kan cemburu kalau kamu liat keluar" kata luki
"Iiihh gitu amet ya sama jalanan aja kamu cemburu" kata syasya
"Aku cemburu itu tandanya aku sayang kamu syasya" kata luki
"Iya aku tau tapi cemburumu itu gak masuk akal" kata syasya
"Pokonya kamu hanya boleh liat aku saja tidak boleh liat yang lain" kata luki yang merasa cemburu
"Brati aku hanya liat kamu saja gak boleh liat jalan sama benda gitu" kata syasya
"Iya ya tapi kan aku cemburu sayang" kata luki
"Sudah kamu gak usah cemburu sama benda cemburulah sama orang" kata syasya
"Iya deh tapi aku paling gak suka cowok megang-megang kamu" kata luki
"Kan sekarang kamu yang megang aku" kata syasya yang menunjukan tangan mereka yang masih menggenggam erat.
"Ayo turun sudah sampai loh, kamu langsung masuk aja kedalam biar barangnya aku yang bawah" kata luki
"Iya" kata syasya, syasya sangat mengagumin rumah yang dibeli luki dari hasil celengannya. Syasya mengelilingi rumah itu, dan setelah lelah berkeliling syasya menyamperin luki dikamar yang akan ditempati oleh mereka. Syasya langsung memeluk luki dari belakang.
"Makasih ya sayang" kata syasya, luki yang mendengar kata sayang langsung bahagia.
"Tadi bilang apa, coba diulangi sayang soalnya gak jelas kamu tadi bilang apa" kata luki yang ingin mengerjai syasya.
"Makasih sayang" kata syasya
"Apa coba diulangi lagi" kata luki
"iiihhh tau ah gelap" kata syasya yang langsung menbalikan badan membelakangi luki
"Gitu aja ngambek, iya sama-sama sayang" kata luki yang kembalikan badan syasya menghadap kedirinya.
".... " syasya tak menjawabnya
Cup
"Jangan ngambek dong" kata luki yang langsung mencium syasya tiba-tiba
"iiihhh luki bikin sebel deh" kata syasya yang memukuk dada luki, luki tidak merasa sakit karna menurut luki pukulan syasya tidak ada rasanya.
"Sana istirahat dulu" kata luki
"Aku mau ditemenin kamu" kata syasya
"ya sudah sini" kata luki yang langsung memeluk syasya dan syasya pun membalasnya, mereka terlelap bersama samping berpelukan.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
JANGAN LUPA LIKE SAMA KOMEN YA GAES
DAN JANGAN BOSEN BOSEN BUAT BACA BUAT KALIAN BIAR GAK TERLALU BOSEN.
ABANG RENJUN ❤❤❤❤