Will End Up Happy With You

Will End Up Happy With You
Bab 24



Sebenarnya Kevin sudah bangun dari sebelum Karin tidur, Kevin membuka matanya dan menatap Karin, Karin tidak sadar kalau Kevin menatapnya. Karna Karin larut dalam lamunannya.


"Apa yang kamu pikirkan Rin? apakah kamu memikirkan laki-laki lain? kenapa aku ingin sekali memelukmu! ntah lah, aku bingung dengan diriku sendiri." batin Kevin.


Karin tiba-tiba tertidur kepalanya pun menempel di jendela mobil, Kevin hanya melihatnya dan pikirannya pun masih perang.


Kevin tersadar dari lamunannya langsung memindahkan kepala Karin ke pundaknya dengan pelan-pelan supaya Karin tidak bangun dan Kevin memejamkan matanya lagi.


Baru Kevin memejamkan mata sudah ada orang yang membuka pintu mobil, Kevin sudah tau kalau yang membuka pintu mobil itu Luki dan Syasya.


"Yank liat tuh mereka kalau gitu keliatan romantis loh," kata Syasya.


"Iya makanya kita bantu mereka bersatu lagi aja." kata Luki


"Ho'oh," kata Syasya.


Syasya dan Luki masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari parkiran Mall.


"Apa yang kalian bilang barusan?" tanya Kevin yang langsung membuka matanya.


Luki dan Syasya menatap satu sama lain dan melihat kebelakang.


"Loh kamu gak tidur Vin?" tanya Luki.


"Tadi aku tidur tapi kebangun waktu kalian berhenti, aku malas yang mau buka mata makanya aku tetap tutup mata, apa yang kalian ucap tadi?" tanya Kevin lagi.


"Udah lah, mungkin kamu salah dengar tadi," kata Syasya.


"Tuh Karin kenapa tidur dipundak lo Vin." tanya Luki.


"Gue gak tau juga, tiba-tiba dia tidur dipundak gue." jawab Kevin bohong ke Luki.


"Ohhh gue kira lo yang mindahin kepalanya Karin," kata Kevin.


"Siapa yang mindahin, dianya yang pindah sendiri ke pundak gue, ya sekalian gue tampung kepalanya." ucap Kevin.


"Lo kira kepala Karin itu apaan, enak bener kalau ngomong." tanya Luki.


"Udah lah Yank, fokus aja sama nyetirnya jangan debat mulu sama Kevin," kata Syasya.


"Siapa yang ngajak debat dulu kalau bukan suami lo Sya," kata Kevin.


"Iiihhh Kevin udah kamu diam, kalau gak diam aku usir kamu dari mobil biar kamu pulangnya jalan kaki aja." ucap Syasya.


Syasya langsung melototi Kevin dan yang di melototi pun langsung diam.


"Syasya gak garang kok Vin, dia hatinya lembut selembut kain sutra." jawab Luki sambil tersenyum.


"Iiihhh apaan sih Yank, nih kan pipi aku jadi merah kayak gini," kata Syasya yang langsung memegang pipinya yang sudah merona.


"Gak papa lah Yank, malahan aku makin suka sama kamu kalau pipi kamu merona gitu," kata Luki.


"Ekhem ... ekhem ... ekhem ..." Kevin berdehem.


"Jangan kau lupakan kalau gue masih disini," kata Kevin.


"Biarin aja, biar kamu iri sama kita ya kan Yank," kata Syasya sambil tersenyum ke Luki.


"Makanya jadian gih sama Karin biar bisa bermesraan lagi kayak kita, ya kan Yank." ucap Luki.


"Seterah lo, gue males yang mau ngomong sama kalian, yang ada ujungnya jadian-jadian mulu, males dah gue." ucap Kevin.


"Semoga aja lo balikan lagi sama Karin, langkah loh cari cewek kayak Karin," kata Luki.


"Kenapa nggak lo aja yang jadian sama Karin?" kata Kevin dengan santay nya dia ngomong kayak gitu.


"Gila lo ya, bini gue mau gue apain!" kata Luki.


"Jadikan istri muda lo aja Karin kalau gitu," kata Kevin.


"Awas ya kamu duain aku, jangan harap kamu balik lagi sama aku." ucap Syasya dengan wajah ngambeknya.


Hai gaes... 👋


Maaf ya up nya lama, pikiran masih gak ngeh yang mau up kemarin, jadi baru aku up sekarang.


Jangan lupa Vote, Rate, Like and komen bagi yang mau komen aja 😁😊


Aku sebagai author yang baik gak maksa kok 😊


👉 Mampir juga ya di karya temen aku... Chat story dia bagus loh, jangan lupa mampir ya say 😗😗