
Sampailah dikelas, gak sampai beberapa menit dosennya sudah masuk, Syasya mendengarkan apa yang dosen jelaskan dan Luki juga sama fokus menatap dosennya. jam pulang pun telah berbunyi.
"Sya jalan-jalan yuk? aku lagi males mau pulang nih," ajak Luki.
"Yaudah ayok aku juga males mau pulang, gimana kalau kita nonton aja?" kata Syasya yang ingin nonton bioskop dengan Luki.
"Baiklah ayo!" ucap Luki. Luki langsung mengendarai mobilnya menuju ke tempat bioskop, sampailah mereka dibioskop.
"Aku beli tiket dulu ya, kamu yang beli minuman sama popcorn nya oke." ucap Luki ke Syasya.
"Iya, nanti aku duduk dibangku itu ya," kata Syasya yang sambil menunjuk ketempat duduk yang paling pojok.
"Yasudah aku beli tiket dulu ya," kata Luki.
Selang beberapa jam mereka nunggu, akhirnya masuk dan mereka mencari tempat duduk.
"Mau duduk disebelah mana Sya?" tanya Luki.
"Ditengah aja ya biar enak liatnya, Gimana?" kata Syasya sambil menunjuk tempat itu.
"Iya," jawab Luki.
"Kok yang nonton dikit banget ya?" tanya Syasya yang merasa heran karna yang nonton cuma sedikit.
"Kan ini film horor Sya kesukaan kamu jadi yang nonton ya sedikit," kata Luki yang sudah tau apa yang akan ditonton oleh Syasya.
"Hehehe iya aku gak tau kalau kita mau nonton film horor, kamu gak bilang sih tadi," ucap Syasya.
"Aku gak bilang ke kamu soalnya aku sudah tau apa yang mau kamu tonton Syasya ku sayang," ucap Luki sambil cubit pipi Syasya yang tembem itu.
"Iyain aja deh bilang cepet," kata Syasya yang sedikit kesel karna pipinya dicubit.
"Udah gak usah marah ntar tuh pipi sering aku cubit kok, setiap hari malahan. ππ" ucap Luki sambil cengingisan.
"Tau ahhh, tuh filmnya dah mulai," kata Syasya.
Mereka menonton film itu sampai selesai, dan mereka akan menuju ke lestoran untuk mengisih perut Syasya yang sudah bunyi.
"Mau makan dimana Sya?" tanya Luki.
"Terserah kamu deh yang penting perut ku terisi penuh,ππ" kata Syasya sambil cengingisan.
"Yasudah ketempat Bang Udin aja ya?" tanya Luki, tempat itu terlewat dipinggir jalan yang selalu mereka datangi karna tempatnya bersih dan nyaman.
"Iya, aku rindu makan di warung Bang Udin, dah lama soalnya gak makan disitu." ucap Syasya dan setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu jauh, mereka sampai ditempat makan Bang Udin itu.
"Eeehhh Den Luki sama Neng Syasya, lama gak kesini ya kalian?" tanya Bang Udin.
"Iya Bang, banyak kerjaan soalnya Bang," kata Luki.
"Mau pesen apa Den, Neng." ucap Bang Udin.
"Aku nasi goreng pedes aja," kata Syasya dengan semangat karna perutnya udah konser sedari tadi.
"Nasi goreng pedas satu sama nasi goreng biasa satu Bang," kata Luki.
"Mau minum apa Sya?" tanya Luki.
"Es teh aja deh biar seger," kata Syasya.
"Es tehnya dua Bang jangan manis-manis ya bang takut dia betes π" ucap Luki sambil cengingisan.
"Baik Den ditunggu sebentar ya Den," kata Bang Udin.
"Habis makan kita langsung pulang aja ya Sya, takut kemalaman ntar," kata Luki.
"Iya sekalian mau main game. π" ucap Syasya.
"Ini Den, Neng pesenanya," kata Bang Udin.
"Iya makasih ya Bang." ucap Syasya.
"Yasudah Neng, Den saya kesana dulu ya mau bantu Ibu," kata Bang Udin.
"Iya Bang makasih ya," kata Luki.
"Iya Den silahkan menikmati," ucap Bang Udin sambil mengundurkan diri.
Berasa kek kerja aja, pakek mengundurkan diri. π€£π€£π€£
"Sya HP kamu bunyi tuh," kata Luki ke Syasya karna hpnya bunyi sedari tadi.
"Ohhh iya, Mommy nih nelpon," kata Syasya.
"Yaudah angkat gih!" kata Luki.
"Hallo iya ada apa mom!" kata Syasya.
"...... " Dari seberang telpon.
"Emangnya Mommy brangkat sekarang ya gak bisa besok aja gitu?" tanya Syasya.
"....... " Dari seberang telpon.
"Yaudah nanti aku bilang ke Luki Mom," kata Syasya.
"....... " Dari seberang telpon.
"Iya Mom, Mommy hati-hati ya sama Papi, ya sudah aku matiin dulu," ucap Syasya.
"Gimana kata Mommy?" tanya Luki yang penasaran, karna namanya telah disebut tadi saat Syasya berbincang dengan Mommy nya.
"Mommy bilang, kalau Mommy sama Papi mau ke AS mau ngurus perusahaan yang disana katanya dan aku dirumah disuruh temenin sama kamu, Mommy tadi sudah izin sama Mama katanya dan mbok pulang kampung selama seminggu." ucap Syasya.
"Yaudah kalau Mommy udah ijinin aku ke Mama, bentar lagi langsung pulang aja ya?" ucap Luki grogi karna tinggal dirumah Syasya hanya berdua saja, memang Luki dari kecil sering nginap dirumah Syasya tapi kali ini suasananya berbeda karna bentar lagi mereka akan melaksanakan pernikahan.
Setelah selesai makan mereka pulang kerumah Syasya, sampailah didepan gerbang Syasya, Syasya turun untuk membuka gerbang tapi dilarang oleh Luki.
"Mau kemana?" tanya Luki.
"Mau bukain kamu gerbangnya," kata Syasya.
"Iya deh," kata Syasya.
Setelah meletakan mobilnya di bagasi Luki dan Syasya langsung masuk ke dalam rumah.
"Aku naik dulu ya mau mandi gerah soalnya?" ucap Syasya.
"Yaudah sana, ehhh Syasya Abang Flora kemana ya?" ucap Luki yang sedikit bingung dengan keberadaan Abangnya.
"Katanya sih ikut Mommy ke AS, emang kenapa Luki?" tanya Syasya.
"Nggk, heran aja Abang kamu gak ada dirumah tadi pagi kan ada, yasudah sana kamu mandi aku mau mandi juga di kamar mandi sini." ucap Luki yang mau mandi dikamar mandi bawah.
"Ya deh, ntar aku turun kalau udah selesai," kata Syasya sambil jalan menaiki tangga.
*LUKI*
"Mandi dulu aja deh biar segeran," gumam Luki.
Setelah melakukan aktivitas mandinya Luki langsung menuju ke ruang televisi karna mau liat TV.
"Nonton TV aja deh sambil nunggu sih Syasya turun." ucap Luki.
Sedikit lama menunggu Syasya turun, akhirnya Syasya turun dengan mengenakan pakaian tidurnya.
"Maaf lama ya?" kata Syasya.
"Nggk kok," jawab Luki.
"Bentar dulu ya aku ambil camilan dilemari dapur," kata Syasya.
"Masih gak kenyang kah?" tanya Luki yang merasa heran dengan pacarnya ini.
"Hehehe kenyang sih cuma buat nonton aja camilan nya," kata Syasya.
"Yasudah sana ambil!" ucap Luki.
Syasya mengambil makanannya dan minuman untuk nonton TV.
"Ini makanan dan minumannya," kata Syasya.
"Sini kamu duduk disamping aku," kata Luki sambil menepuk-nepuk kursi disampingnya.
Setelah menonton filmnya Syasya merasa ngantuk sama dengan Luki tapi mereka belum mau mengakuinya kalau sama-sama ngantuk.
"Sya sana kamu tidur gih dah malam nih!" kata Luki.
"Yaudah aku tidur dulu ya, kamu tidur dimana?" tanya Syasya.
"Aku tidur disini aja," jawab Luki.
"Gak kamu temenin aku tidur dikamar aja ya?" kata Syasya.
"Boleh nih emangnya?" tanya Luki.
"Yaaa boleh kok kan dari dulu kita tidur bareng," kata Syasya dengan santaynya berbicara.
"Tapi kan sekarang status kita beda Sya," ucap Luki.
"Udahlah mau tidur bareng apa nggk nih? aku naik dulu aja deh kamu kalau masih bingung mikir sendiri aja ya, aku ngantuk banget nih soalnya," kata Syasya sedikit jengkel dengan Luki karna terlalu banyak mikir.
"Iya iya aku ikut kamu," jawab Luki sambil lari mengejar Syasya yang sudah masuk ke kamarnya.
Luki tidur disebelah Syasya dikasur yang sama dan dibatasi dengan guling di tengah-tengah mereka.
"Kenapa nih jantung gak mau diem sih?" batin Syasya yang membelakangi Luki.
"Sya kamu masih belum tidur ya?" tanya Luki yang juga masih terjaga.
"Emmm iya tapi aku mau tidur nih dah," kata Syasya.
"Aku boleh tidur sambil meluk kamu nggk?" ucap Luki yang sedikit canggung, tanpa aba-aba Syasya langsung meluk Luki.
"Kok tiba-tiba gitu sih?" kata Luki yang sedikit terkejut.
"Udah tidur aja kalau gini kan kamu bisa tidur," kata Syasya yang masih menyembunyikan wajahnya di lengan Luki. Lalu Luki membalas pelukan dari Syasya.
"Goodnight My Princess," ucap luki sambil mengecup dahi Syasya.
"Goodnight too," jawab Syasya, Syasya yang sudah berat untuk membuka matanya dan nafasnya pun mulai santay, akhirnya kedua orang ini tertidur dengan pulas.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
UHUY JANGAN BOSEN-BOSEN YA π
DAN JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTEππ