Universe D-01 | Returns Of The Legend

Universe D-01 | Returns Of The Legend
BAB 08 : Mencari Pekerjaan.



Alan keluar dari kosnya, karena ia akan mencari makan, dan disamping itu juga ia ingin jalan-jalan karena ia ingin menghafal daerah tersebut. Lokasi kosnya berada di dalam perumahan biasa, yang tidak mewah, tapi tidak sesederhana itu, bisa dikatakan standar pada umumnya.


Setelah Alan berjalan 100 meter lebih dari kosnya, ia pun menemukan sebuah rumah warung makan yang terlihat sederhana pada umumnya. Alan segera masuk, ia pun duduk di salah satu kursi kosong dan ia pun memesan makanan. Sama dengan halnya saat ia berjalan menuju kesini, di warung makan ini, Alan juga menjadi pusat perhatian.


Mungkin karena bukan hanya ketampannya, tetapi sebagai pendatang baru yang tak memiliki energi mana. Tak lama pesanannya datang, saat akan makan, tiba-tiba terdengar suara ribut di luar, semua pelanggan yang sedang makan pun segera beranjak dari duduknya untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar.


"Ada apa sih ?" Alan bergumam di sela-sela sedang mengunyah makanannya.


Sejenak Alan berdiri dari duduknya dan menoleh ke arah jendela. Dahinya mengerut ketika pandangannya melihat sosok Pahlawan Belati sedang bertarung melawan lelaki dewasa. Alan berdecak. "Dia lagi, dia lagi."


Alan kembali duduk dan melanjutkan makanannya, meski ia merasa terganggu, karena tak hanya dari bertarungan itu, melainkan dari suara para pelanggan di dalam warung makan yang ikut ribut memberi dukungan ke Pahlawan itu. Dan untuk Alan, ia tetap fokus dengan makanannya.


Tak lama kemudian, pelanggan maupun orang-orang di luar bersorak senang. Ya, karena Pahlawan Belati itu berhasil mengalahkan lelaki dewasa itu yang bukan lain penjahat satunya, yang kini tergelatak tak sadarkan diri. Tak lama kemudian terdengar suara sirine mobil polisi pun datang.


.....


Setelah selesai meminta keterangan dari Gadis Elf dan orang-orang sekitar, pihak kepolisian pun pergi dengan membawa penjahatnya, kini tinggal Elira yang masih berada di tempat itu. Orang-orang di tempat itu seakan-akan mencari muka dengan memberi pujian, atau memberi perhatian kepada Elira.


Ada yang menawarkan Elira untuk tinggal dalam 1 malam, karena kasihan hari memang sudah malam. Gadis Elf itu merasa tak enak dengan keadaan sekarang, karena dirinya dipuji oleh orang-orang di tempat ini, padahal ia hanya melakukan apa yang sudah seharusnya ia lakukan. Tapi ia tau, tidak semua orang menyukainya, pasti ada yang tak suka karena iri.


Elira pun segera berpamitan ke semua orang, dan pergi secepat mungkin. Sementara, di sisi Alan yang sudah selesai dan membayar makanannya, ia pun keluar dari warung makan. Alan melihat semua orang mulai membubarkan diri setelah perginya Pahlawan Belati itu, Akan yang tak begitu peduli, ia juga memilih pergi dari tempat itu.


Setelah meninggalkan tempat itu, Alan pun teringat akan sesuatu. "Ahh, benar juga, aku lebih baik membuat surat lamaran pekerjaan."


Ya, itu sebuah pemikiran yang cukup sederhana tapi terkesan bagus menurutnya, karena mengingat ia hidup sendiri dan pendatang baru di kota D, ia harus segera mencari pekerjaan mulai esok, karena uang tabungannya kira-kira hanya cukup 2 atau sampai 3 bulan. Ia pun segera mencari toko terdekat untuk membeli tas punggung ukuran standar.


.....


Keesokan harinya, hari telah pagi. Waktu sudah menunjukkan jam 8 pagi. Alan sudah siap dengan baju kemeja dan celana jeansnya. Berkas-berkas juga sudah ia siapkan yang sudah dimasukan ke dalam tas punggungnya. Harapan ia mendapat pekerjaan dengan cepat meski nyatanya semua tidak ada cara yang instan bila hanya berkemampuan sendiri.


Alan pun pergi keluar, ia juga sudah sarapan sebelum pergi. Tempat pertama yang akan Alan datangi adalah Minimarket. Minimarket itu memiliki cabang-cabang di berbagai daerah Indonesia. Ia mendapat info lowongan pekerjaan dari internet.


Info yang ia baca, tak hanya menyediakan berita 1 lowongan saja, tapi juga terdapat iklan lowongan lainnya. Rupanya ada banyak tempat yang membuka lowongan pekerjaan. Jarak minimarket itu lumayan jauh bila berjalan kaki, jaraknya hampir 1 kilometer lebih dari kosnya.


Setelah beberapa lama Alan berjalan, ia telah sampai. Alan pun masuk ke dalam minimarket itu. Ia pun disambut karyawan yang mungkin dirinya kira pembeli. "Permisi, saya mau masukan lamaran." ucap Alan dengan sopan.


"Kak..?" panggil Alan sambil melambaikan tangannya di depan wajahnya.


Gadis Kucing itu tersadar, kedua pipi di wajah cantiknya memerah karena malu. Tapi terlihat ia menahannya agar tetap profesional dalam bekerja. "Ya, bisa kamu berikan lamarannya..?" ucapnya.


Alan tersenyum. "Sebentar." sahutnya sambil mengambil amplop coklat yang isinya sudah berisikan berkas-berkas sebagai bahan melamar pekerjaan.


Lalu Alan memberikannya, Gadis Kucing itu menerimanya, lalu berkata. "Saya terima, ya. Kamu tinggal tunggu panggilan dari Hrd kami, waktu dan tempat akan diberitahu untuk mengikuti tesnya."


"Baik, kak. Terimakasih." ucap Alan tersenyum dan berpamitan.


"Iya, sama-sama." balas Gadis Kucing itu yang juga tersenyum.


Alan pun keluar dari minimarket itu. Ia berjalan keluar menjauhi tempat itu. Alan menghela nafasnya. "Semua butuh proses. Tak ada salahnya aku menikmati proses."


Setelah lama pergi, ia telah sampai di sebuah gedung bangunan. Tempat ini adalah salah satu perusahaan ternama. Disini sedang membutuhkan lowongan pekerjaan sebagai OB. Ya, dia tak hanya membuat 1 surat lamaran saja. Karena semalam, ia membuat beberapa surat lamaran kerja.


Alan pun menitipkan lamarannya ke satpam penjaga. Setelah dari tempat itu, Alan pun datang ke salah satu restoran cepat saji. Ia juga memasukkan lamarannya di tempat ini. Sudah 3 tempat yang ia datangi. Karena, mengingat kembali, semua tak instan, jadi ia harus melamar beberapa tempat.


Karena bila dirinya tak diterima di salah satu tempat, dari tempat lain ada yang mau menerima lamarannya. Jadi, saar ini ia tetap berusaha, dan menikmati prosesnya. Tinggal jalani, karena zaman di Bumi sudah tidak seperti dulu, begitu banyaknya menjadi Petualangan sebagai pekerjaan mereka.


.....


Sudah selesai dengan makannya untuk menghilangkan rasa laparnya, Alan pun bangkit dari duduknya dan beranjak mendekati pemiliki warung makan untuk membayar makanannya. Sekarang Alan pergi ke tempat berikutnya, yaitu SMA X2. Di sekolah itu membuka beberpa lowongan, petugas kebersihan dan petugas keamanan.


Dengan cepat Alan datang ke tempat ke-4. Beberapa lama kemudian, ia telah sampai. Sebenarnya ia bisa bergerak cepat dengan kekuatannya, tetapi ia memilih jalan kaki biasa. Penampilan sekolah ini terlihat sangat mewah, ia menebak kalau semua murid yang bersekolah disini pasti konglomerat semua.


Keadaan sekolah ini sudah sepi. Yah, karena waktu sudah akan sore, dan mengingat saat ini semua murid sedang libur. Mungkin saja ada beberapa guru atau petugas lainnya yang masih tinggal karena pekerjaan. Alan segera masuk ke dalam sekolah itu. Baru melewati pintu gerbang, ia melihat seorang pria tua dari Ras DemiHuman beruang yang sedang berjalan berjalan ke arahnya.


_________________________


Hayo..., masih penasaran ?


Jangan Lupa Like.