
19 Tahun yang lalu, tepatnya Tahun 2199.
Disaat Edgar akan menarik kutukan Alan, ia memberitahu, hal itu adlaah pertama kali ia lakukan, bila kutukan itu berhasil terlepas dari Alan, Alan mungkin akan menjadi manusia normal, akan tetapi mungkin ada hak-hal lain atau konsekuensi yang akan Alan terima bila kutukannya berhasil dilepas darinya.
Alan pun dengan semangat setuju-setuju saja. Ia tak peduli konsekuensi apa yang aja ia terima. Bila konsekuensi ia meninggal, Alam tak mempermasalahkan hal, itu karena saat ini, impiannya bisa menjadi manusia normal, atau mengakhiri penderitaannya. Edgar pun melakukan penarikan.
Tak lama apa yang dilakukan Edgar. Dan rupanya berhasil. Ia berhasil menarik kutukan dari Alan. Ia tak langsung memusnahkannya, Edgar memilih menyegek kutukan itu, karena ia yakin, suatu saat Alan akan membutuhkan kekuatan yang dirinya anggap kutukan kembali.
Setelah menarik kutukan dari Alan, Edgar terkejut bukan main, karena tubuh Alan memudar seperti butiran debu yang bercahaya. Dengan segera ia menahan butiran cahaya itu agar tak hilang sepenuhnya. Lalu ia manipulasikan hingga berbentuk cahaya roh sebesar bola tenis.
Bola cahaya yang merupakan roh Alan, kini berada di genggaman Edgar. Mengingat Alan menginginkan kehidupan normal seperti Ras Manusia pada umumnya dan juga ia teringat salah satu cerita, ia mengatarkan membawa roh Alan ke suatu tempat. Yang dimana ia merasakan hawa keberadaan darah keturunan Alan.
Setelah sampai di rumah sederhana, Edgar melihat seorang wanita muda yang sedang mengandung diusia 4 bulan. Dia hidup sendiri dan kondisinya memperhatikan, yang dimana wanita itu dalam keadaan tak sehat, dan kandungannya tak terselamatkan. Tanpa basa-basi, Edgar pun menyembuhkan wanita itu. Ia juga menyembuhkan kondisi janinnya.
Sesuai dugaan, janin itu adalah keturunan Alan. Ia juga memasukan roh Alan ke janin itu. Dengan begini, roh Alan bereinkarnasi dalam garis turunannya. Setelah selesai, Edgar pergi, tapi sebelum itu, ia menuliskan surat agar wanita itu menjaga janinnya dengan baik dan beri nama 'Alan' setelah lahir
Berbulan-bulan pun berlalu, hingga wanita itu pun melahirkan bayi kecil berkelamin laki-laki yang lucu. Dia merawatnya dengan sepenuh hati. Bertahun-tahun ia merwatnya hingga berusia 12 tahun. Sementara di tempat lain, Edgar melihat wanita itu dari tempatnya, ia tak menyangka wanita itu benar-benar menamai anaknya 'Alan Kavaya' sesuai.
Edgar paham akan kondisi wanita itu hidup sendiri, serta merawat anaknya seorang diri, tanpa seorang suami. Dan Edgar tak menyangka Alan hidup kembali layaknya manusia normal tanpa Sihir. Dan lebih mengejutkannya, Alan tak mengingat ingatannya di masa lalu. Hingga diusianya ke-15 tahun, wanita itu pun meninggal.
Dari situlah, Alan muda mulai hidup sendiri. Ia kerja serabutan untuk memenuhi kehidupannya. Beruntung dirinya mendapat beasiswa dari sekolahnya. Alan hidup keras, karena sedari kecil bersama ibunya, mereka hidup sederhana. Jadi mau tak mau setelah kematian ibunya Alan harus bisa bertahan hidup.
Edgar melihat ke tempat lain yang jauh di Dunia itu, rupanya masih ada keturunan Alan yang hidup di Negara lain. tak hanya itu, mereka bisa menggunakan Sihir. Edgar tak ingin ikut campur dengan keturunan Alan lainnya. Ya, karena ia tak akan berhubungan langsung dengan orang-orang yang bukan ia reinkarnasi atau transmigrasikan olehnya.
******
Edgar telah menceritakan awal mula Alan kembali dilahirkan. Alan pun mengerti, rupanya tubuhnya adalah salah satu keturunannya. Edgar bersuara. "Apa kamu ingin menemui keturunanmu yang lainnya ?"
Alan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, lebih baik begini. Aku ingin menikmati kehidupanku yang saat ini." itulah jawabannya, meski ia sudah mendapatkan ingatannya di masa lalu.
Lagi pula ia tak tau kehidupan keturunan lainnya, karena juga Edgar tidak menceritakan kehidupan keturunannya di tempat lain. Edgar hanya memberitahu kalai ayah dari tubuhnya Alan masih hidup di tempat lain. Lagi pula Alan tidak tertarik hal itu. Ia ingin menikmati kehidupan masa sekarang.
Meski kutukannya telah kembali padanya, berkat pengalaman dan pengetahuan sebelum ingatannya kembali, ia pun tertarik dengan Dunia luar yang akan majunya zaman. Penuh dengan beragam yang mungkin akan membuatnya semangat menikmati kehidupan saat ini.
"Begitu." sahut Edgar mengangguk-angguk kepalanya.
"Apa yang telah terjadi ?" tanya Alan tiba-tiba, karena ia menangkap sesuatu dari ekpresi Edgar yang menurutnya terlihat merasa senang.
"Apa maksudmu ?" tanya Edgar balik.
Edgar tersenyum lebar. Lalu ia menjawab. "Beberapa jam yang lalu, Multiverse kedatangan ancaman yang tidak biasa."
Alan terbelalak mendengarnya, karena ia sudah paham sistem Multiverse yang dulu pernah diceritakan oleh Edgar. Lelaki tua itu pun berkata lagi. "Tapi sekarang sudah usai, karena beberapa orang yang kupercaya sudah mengakhiri ancaman itu."
Edgar menceritakan detailnya. Setelah mendengarnya Alan mengangguk-angguk kepalanya. "Lalu, setelah ini, kamu akan kemana ?" lanjutnya Edgar bertanya.
Alan menjawab. "Aku ingin menikmati kehidupan masa ini. Tapi sebelum itu, aku ingin menguji kutukan ini, apakah masih berguna setelah aku dilahirkan kembali."
"Kamu ingin mengujinya dimana ?" tanya Edgar.
Alan tersenyum. "Tentu saja ketiga orang yang sudah membuatku mati."
"Wow, langsung balas dendam nih." sahut Edgar sedikit nada bercanda.
Alan menjawab. "Aku hanya memberi balasan yang wajar saja, itu aku tidak akan membuat mereka mati. Lagi pula aku akan menahan kekuatanku." bersamaan warna rambutnya berubah kembali menjadi hitam. Ya, ini salah satu kekuatan dari kutukannya, memanipulasi penampilan pada dirinya.
Edgar melihat penampilan Alan yang hanya mengenakan celana rusak, ia pun mengeluarkan pakaian bersih berwarna hitam dari cincin ruang penyimpanannya. "Nih, kuberi pakaian baru."
Alan pun menerimanya. Edgar pun berpamitan pergi. Melihat sosok yang ia hormati telah menghilang setelah masuk ke dalam portal, ia segera memakai pakaian barunya. Tak lama ia mengganti pakaiannya, ia memenjamkan kedua matanya. Melacak keberadaan ketiga orang itu.
Rupanya ketiga orang itu sedang berada di suatu tempat yang jaraknya lumayan jauh. Alan pun manarik nafasnya dan mengeluarkannya secara perlahan. Ia pun membuka kedua matanya. "Baiklah, kumulai."
Tap, wusss...!!
Alan melompat tinggi dalam sekali hentakan ke arah tujuan. Ia tersenyum, dsri lompatannya membuat dirinya seperti melayang di udara. Jika dihitung, mungkin dirinya melompat setinggi 15 meter. Perlahan tubuhnya menurun setelah jarak 50 meter dari tempat sebelumnya.
Tap, wusss...!!
Alan kembali melompat. Gerakan perlahan dipercepat. Saat ini tujuannya adalah memberi pelajaran ketiga orang itu agar kapok. Tak peduli dianggap bangkit dari kematian oleh mereka, lagi pula ia sudah tau apa yang harus ia lakukan nantinya.
Hampir setengah jam berlalu, sudah banyak sekali pemandangan yang ia lihat di kota. Dirinya melompat-lompat dari atap ke atap bangunan. Alan tersenyum melihat pemandangan kota. Yah, lagi pula pengalaman tentang kondisi Dunia yang saat ini, ia dapatkan sebelum ingatannya kembali.
_________________________
Hayo..., masih penasaran ?
Jangan Lupa Like.