
Tak terima, dan merasa malu, Pria Elf berotot besar itu berniat bergerak maju mendekati Alan kembali. Dugh...!! Akan tetapi, sebelum ia melangkahkan kakinya, dirinya sendikit terangkat dan terdorong beberapa meter, dan hingga akhirnya ia terjatuh. Ya, sebelum dirinya akan mendekat, Alan sudah lebih dulu bergerak cepat dan menedang tubuhnya ke arah dagu pria Elf itu.
Melihat aksi Alan yang begitu mengejutkan, tak membuat semua orang merasa takut, melainkan mereka tetap bergerak maju untuk menyerang Alan. Di sisi Alan yang sadar beberapa saat sebelum mereka akan bergerak ke arahnya, ia melompat tinggi untuk menghindari serangan pertama.
Alan yang sadar beberapa saat sebelum mereka akan bergerak ke arahnya, ia melompat tinggi untuk menghindari serangan pertama. Dugh...!! Bersamaan ia akan mendarat, ia melancarkan tendangan ke salah satu orang yang paling dekat dengannya.
Semua samakin tak terkendali, orang-orang semakin ingin sekali membuat Alan jera karena tak hanya mengganggu aktifitas mereka, melainkan sudah melakukan serangan. Alan dengan lihai menghindari serangan mereka semua. Ia tak hanya menghindar, ia juga memberi serangan pukulan dan tendangan ke mereka.
Tak ada satu pun serangan semua orang yang berhasil menyentuhnya. Meski ada beberapa serangan yang bergesekkan di anggota tubuhnya. Bayangkan saja, kalau ia menggunakan semua kekuatannya sepenuhnya yang selama ia anggap adalah kutukan, semua akan selesai dengan mudah.
Meski menahan kekuatannya, Alan berusaha untuk tidak lengah, hal itu justru membuat Alan yakin akan pendiriannya untuk terus menghindar, dan terus memukul dan menendang mereka secara bergantian, atau orang-orang yang lengah berada di dekatnya. Dari serangan Alan beberapa yang tumbang, karena Alan menyerang tengkuk mereka.
"Mati kau...!!"
"Akan kupatahkan semua tulangmu...!!"
"Jangan menghindar...!!"
"Sial, kubunuh kau...!!"
"Berhentilah menghindar, agar aku bisa memukulmu...!!"
"Aaaaggrrrrhhh..."
Semua macam ocehan terucap oleh orang-orang itu. Tapi Alan tak peduli dengan hal itu, karena sama saja omong kosong bagi orang-orang yang tak bisa menang.
Orang-orang dari kedua pihak itu terlihat masih bertahan, karena Alan menyerang anggota tubuh mereka. Bukannya tak mau menyerang tengkuk mereka, melainkan posisinya yang tak memungkinkan untuk menyerang ke bagian itu, karena tak semua keadaan aman bila ia terus menyerang ke tengkuk mereka.
Jadi, Alan akan memukul ke tengkuk mereka bila ia yakin tak ada serangan datang ke arahnya setelahnya. Sebaliknya, Alan tidak akan memukul tengkuk mereka, bila ada kemungkinan akan serangan datang dan mengenainya, karena hal itu bisa membuatnya lengah. Jadi ia memilih menyerang anggota tubuh mereka.
Orang-orang itu semakin kesal karena semua serangan mereka tak ada yang berhasil mengenainya. Mereka pun memulai untuk menggunakan serangan Sihir. Awalnya mereka mengira hanya menyerang dengan serangan fisik saja cukup membuat Alan tumbang. Itulah pemikiran hampir semua orang yang bisa menggunakan Sihir, karena merasa dirinya lebih kuat.
Mereka yang selalu berfikir, cukup dengan serangan fisik saja bila berhadapan dengan seseorang yang tak bisa menggunakan Sihir. Tapi saat ini, hal itu tak berguna lagi, karena hal itu mereka pun percaya untuk tak meremehkan siapapun, karena sosok Ras Manusia yang tiba-tiba datang ikut campur.
Semua yang terlibat dalam tawuran pun mengerahkan semuanya. Sekarang bukan serangan fisik yang mereka lakukan, kekuatan Sihir pun kini mereka gunakan. Bugh...!! Rupanya, salah satu pengguna Sihir penguat dan kecepatan pada tubuhnya, dia berhasil memukul dada Alan.
Melihat itu, ada seseorang yang tak ingin mensia-siakan itu, ketika Alan terdorong, ia memberikan serangan tiba-tiba, ia menendang punggungnya Alan. Alan pun terdorong kembali ke arah depan. Saat Alan akan mengimbangi tubuhnya agar tidak jatuh, tiba-tiba ia merasakan sebuah cengkraman di belakang kepalanya.
Alan pun terlempar hingga belasan meter. Melihat Alan yang tergeletak, semua orang senang, karena sedikit harapan untuk memberikan Alan pelajaran, mereka bersamaan berjalan mendekati Alan yang terlihat akan bangkit. Di waktu bersamaan, kondisi luka pada tubuhnya Alan, perlahan memulih.
Ya, karena salah satu kemampuan regenerasinya dari kutukannya pun memulihkan lukanya. Alan pun berdiri, ia mengumpat dalam hatinya. Semua orang terdiam dan terbalalak karena melihat Alan yang seharusnya yang tak memiliki energi mana, tak bisa menyembuhkan diri, yang bukan lain menggunakan Sihir penyembuh.
Di sisi Alan, ia merasa tak menyangka hal ini akan terjadi. Pandangannya memandang orang-orang itu yang akan mendekatinya. Disini terpintas sebuah pemikiran datang kepadanya. Ya, Alan pun sadar, karena tidak akan semuanya akan selalu bisa menghindari segala macam serangan, meski ia memiliki kutukan yang membuatnya terus bangkit.
Dan benar, sewaktu-waktu pasti Alan akan terkena serangan dan jatuh, karena semua orang akan mengalaminya, ibaratkan hidup tak selamanya akan jaya, pasti akan jatuh juga untuk mengingat diatas langit masih ada langit. Ia pun sedikit tersenyum, Alan pun segera berdiri sebelum ia mendapat serangan lagi.
Semua orang pun berlari ke arah Alan, mereka menyerangnya dengan segala macam Sihir atau serangan fisik. Ada yang bisa menghindar, dan ada yang mengenainya. Tak hanya Alan, semua orang terus bertahan dan menyerang. Diluar dugaan, yang berawal ingin menyerang Alan bersamaan, kini kedua pihak itu malah menyerang satu sama lain.
.....
Setengah jam kemudian.
Perlahan jumlah mereka pun berkurang. Mereka Berkurang bukan karena serangan Alan sana, tetapi serangan Sihir mereka sendiri, yang dimana ketika mereka melancarkan Sihir serangannya, Alan menghindar, hingga akhirnya serangan itu mengenai rekan atau musuhnya.
Warna langit sudah mulai gelap. Saat ini Kini terlihat tinggal 3 orang yang masih bertahan, akan tetapi keadaan tubuh mereka berantakan tak kauran, salah satunya Alan. Dan untuk yang lainnya, semuanya telah tumbang, tetapi masih tak kehilangan nyawa.
Kondisi Alan pun juga sama. Sama-sama berantakan. "Sial, hari pertama setelah mencari kerja malah jadi begini." ucapnya.
Memang kondisi Alan bisa dibilang berantakan. Meski memiliki kemampuan regenerasi, ia juga bisa kelelahan. Kemampuannya hanya berlaku menyembuhkan luka saja, jadi tak berlaku untuk memulihkan tenaganya. Ya, dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, begitu sebabaliknya.
Mereka bertiga masih berdiri dan saling memandang. Alan pun bersuara. "Mari kita akhiri ini, jika ini terus berlanjut, mungkin tidak akan selesainya."
Terlihat Pria dewasa dari Ras Manusia, ia mengangguk kepalanya, lalu menjawab. "Ya, kau benar. Lagi pula aku juga sudah kelelahan. Dan juga kamu tidak ada hubungannya dengan kami, jadi pergilah." dia Ketua kelompok dari pihak pertama.
Akan tetapi Pria dewasa dari Ras DemiHuman Singa membantah. "...
_________________________
Hayo..., masih penasaran ?
Jangan Lupa Like.