Universe D-01 | Returns Of The Legend

Universe D-01 | Returns Of The Legend
BAB 03 : Masa Lalu Dan Kutukan.



Dunia D-01, tahun 1700.


Terlihat seorang pemuda tampan berambut putih berjalan sendirian. Dia mengenakan jubah hitam untuk melindungi dirinya dari segala cuaca, meski sebenarnya itu tidak perlu. Dia berjalan tanpa arah dan tujuan setelah perang besar 1 tahun lebih yang lalu. Entah ia ingin menjelajahi tempat-tempat yang ada di Dunia atau apa.


Disaat lapar, ia hanya berburu hewan atau monster yang ada di hutan. Bila minum, ia akan mencari sumber mata air yang ada bawah kaki gunung. Meski ia abadi, tetap saja rasa lapar dan haus akan membuatnya menderita. Ia terus berjalan entah sampai kapan ia berhenti, lagi pula, ia tak tau harus pergi kemana lagi.


Lelaki berambut putih pernah mencoba bunuh diri, akan tetapi mengingat dirinya abadi tetap saja itu akan mencegahnya untuk mati. Mendapat luka kecil ataupun besar, tubuhnya akan regenerasi menghilangkan lukanya, itulah salah satu efek dari kehidupan abadinya. Kenapa dia bisa abadi ? Jawabannya adalah kutukan.


Dia mendapat kutukan sehingga membuatnya abadi. Selain beregenerasi, efek dari kutukan abadi lainnya adalah kekuatan fisik yang luar biasa. Meski terkesan hebat, ia akan menderita kalau ia terus menahan rasa lapar dan haus. Bila ingin istirahat, ia hanya cukup berhenti dan tidur di sembarang tempat.


Itulah yang terus membuatnya menderita. Menginginkan kematian karena kelaparan, keabadiannya tak bisa dicegahkan. Semua halangan yang ada didepannya akan terus ia singkirkan. Jadi yang bisa lakukan sekarang terus berjalan tanpa arah dan tujuan.


Waktu terus berjalan, hari demi hari, minggu demi minggu, tahun demi tahun. Entah sudah ratusan tahun ia berjalan. Meksi begitu, dia mendapat pengalaman dari setiap tempat yang ia lewati. Membunuh Monster, membantu warga desa, pengetahuan, dan lainnya. Bahkan zaman di Dunia ini telah mulai berkembang.


Semua Ras bersatu dan membangun teknologi, untuk memajukan Negara mereka. Tentu saja Sihir masih diperlukan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Entah harus senang atau sedih akan perubahan zaman, dia hanya bisa menikmati kehidupan abadinya yang sudah menjadi kutukan.


Di pun pernah menikah dengan salah satu wanita dan memiliki anak.


Sesuai harapan, kutukannya tidak menurunkan kepada anaknya. Anaknya tumbuh layaknya manusia normal, dan memiliki rambut hitam. Hingga anaknya dewasa dan memiliki keluarga kecil, ia pun senang karena kutukannya tak menurunkan ke keturunannya. Bertahun-tahun berlalu, istrinya pun meninggal karena usia, karena juga tidak abadi seperti dirinya.


Dia pun segera pergi sejauh mungkin dari dunia luar, karena keabadiannnya bisa jadi aib. Dirinya tak ingin mengganggu kehidupan anak dan turunannya, meski anaknya tak menginginkan hal itu. Bertahun-tahun terus berjalan, hingga Dunia ini telah berubah sangat jauh dan maju, dia hanya bisa duduk berdiam di hutan yang jauh dari kota.


Dia kembali seperti dulu saat sebelum bertemu istrinya. Kalau lapar, ia berburu hewan di hutan itu. Waktu terus berjalan, ratusan tahun, hingga Dunia ini sudah memasuki tahun 2199, dia masih saja berdiam di hutan. Harapannya, cucu, cicit, dan seterusnya dari anaknya masih hidup dan memiliki keluarga besar, meski ia tak tau, karena dirinya tidak pernah bertemu dengan mereka.


Itupun kalau turunan dari cicitnya masih hidup. Bila turunannya masih hidup dan kalai dihitung, mungkin sekarang turunannya yang ke-10. Dia masih tak ingin keluar dari hutan untuk mengikuti perubahan zaman. Yah, karena dia tidak memiliki siapa-siapa karena tak ingin pergi ke Dunia luar. Ras Manusia, Elf, dan DemiHuman di luar sana bisa mengikuti akan zaman yang sudah maju.


Dia hanya bisa melihat perubahan itu di balik layar saja. Yang ia harapkan hanya 1, yaitu menghilangkan kutukannya dan mengakhiri hidupnya. Disaat ia sedang duduk santai di dalam hutan, tiba-tiba adalah sebuah portal muncul di hadapannya. Tentu saja membuatnya terkejut, dan lebih mengejutkannya lagi ada sosok lelaki tua yang keluar dari portal itu.


Awalnya ia mulai waspada, dan memasang kuda-kuda bila lelaki tua itu menyerangnya. Rupanya lelaki tua itu tak menyerangnya, melainkan mengajaknya mengobrol, dia pun meladeninya. Setelah banyak mengobrol, ia pun akhirnya mengerti kalau sosok lelaki tua ini, yang tak lain Edgar, sang penjaga Multiverse.


Dan lelaki itu bernama Alan Kavaya. Setelah mendengar cerita Alan, Edgar pun menawarkan dirinya mau berpindah Dunia. Alan menolak, bukan hanya karena ia terlahir di Dunia ini, tetapi karena juga baginya percuma, kemanapun ia pergi, kutukannya akan tetap bersamanya. Edgar pun menawarkan sesuatu hal kepadanya, yaitu lelaki tua itu akan menarik kutukannya.


Laki-laki berambut putih itu sangat setuju hal itu. Sebelum dilakukan, Edgar memberitahu, ini pertama kali ia lakukan, bila kutukan Alan terlepas darinya, maka dirinya mungkin akan menjadi manusia normal, bisa juga ada konsekuensi yang diluar dugaan mereka berdua, bahkan Edgar belum mengetahuinya.


******


Kembali ke masa sekarang.


Setelah melihat dan mengingat masa lalunya. Rasa sakit di kepala dan ditubuhnya pun menghilang. Pandangannya ia menangkap sosok yang mungkin familiar baginya, dia pun terkejut melihat sosok lelaki tua itu. Tentu saja Alan terkejut bukan main melihat lelaki tua itu.


Lelaki tua itu bernama Edgar, bagi yang sudah pernah mendengar nama itu, pasti tidaklah asing sosoknya. Dengan cepat Alan berlutut dihadapan Edgar. Lelaki tua itu menghela nafasnya. "Cukup Alan, tak perlu berlutut kepadaku. Aku bukanlah Tuhan ataupun Dewa dan lainnya."


Alan pun berdiri, tetapi ia tetap menaruh hormat kepada lelaki tua itu. "Sungguh kehormatan bagiku karena sudah lama sekali tak melihat kau, Tuan penjaga Multiverse."


Edgar terkekeh setelah mendengar ucapan dari Alan. Lalu ia berkata. "Bagaimana keadaanmu ?"


Alan mengangkat kedua bahunya. "Tanpa aku menjelaskan, kau sudah pasti tau keadaanku, Tuan Edgar."


Edgar menghela nafasnya. "Kau yang sudah hidup lebih sangat lama, tapi kau masih saja betah di untuk tetap tinggal di Dunia ini."


"Aku akan tetap tinggal di Dunia ini meski kau menawarkanku kembali untuk pindah Dunia, Tuan. Aku tak akan pindah ke Dunia manapun, karena Dunia ini dimana aku dilahirkan." ucap Alan menjawab berkataan Edgar.


"Meski kau mendapat hal-hal yang tak mengenakan ?" tanya Edgar.


Alan mengangguk kepalanya. "Ya, aku akan tetap tinggal di Dunia ini."


Edgar memperhatikan penampilan Alan. Penampilannya sama persis seperti dulu. Hanya saja tinggi lelaki itu mungkin sedikit bertambah menjadi 170 cm saja.


"Meski kau sudah terlahir kembali di tubuh keturunanmu ?" sahut Edgar.


Alan mengerut dahinya. "Tubuh baru ? Keturunanku ?"


"Sepertinya, aku harus menjelaskan apa yang sudah kau lewati setelah terlahir di tubuh barumu itu." jawab Edgar.


"Tunggu dulu! Maksudmu, aku terlahir kembali ?" tanya Alan memastikan.


Edgar mengangguk kepalanya. "Ada beberapa hal yang terjadi dan tak terduga ketika aku berhasil menarik kutukanmu itu, Alan."


"Termasuk dengan hilangnya kekuatanku 'kah ?" balas Alan bertanya-tanya.


Edgar mengangguk kepalanya lagi. Alan pun terdiam, ia sangat penasaran apa yang telah terjadi. Lalu Edgar mulai menceritakan apa yang sudah terjadi setelah ia menarik kutukan pada Alan.


_________________________


Jangan Lupa Like.