Twinkle, Twinkle, You'Re My Star!

Twinkle, Twinkle, You'Re My Star!
Ch 09 - Kena SP-1.



Simetriskan posisi duduk atau sambil rebahan, dan juga persiapkan teh dan cemilannya ya~


WARNING!


Cerita ini hanya fiktif belaka/murni khayalan penulis. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian/cerita, itu adalah kebetulan semata & tidak ada unsur kesengajaan.


...♡Jangan lupa like, rate, favorit-kan, dan feedback-nya ya, thankyou♡...


...Selamat membaca!...


...******...


...****...


...**...


Kantor Manager Open World Hotel


“Lin Yue, silahkan duduk,” ujar Mr. Lele dengan ramah seperti biasanya.


“Terima kasih, Mr. Lele,” ucap Lin Yue sambil menggeser kursi dan duduk berhadapan dengan Mr. Lele yang dibatasi meja di tengah.


“Lin Yue, untuk kecerobohan saat bekerja tadi, akan dikenakan SP-1,” ucap Mr. Lele sambil memberikan sebuah formulir untuk diisi.


^^^(SP-1\=Surat Peringatan-1; jika mencapai SP-3 maka akan dipecat)^^^


Lin Yue menghela napas tanpa sadar, “Lin Yue, untuk kedepannya mohon lebih diperhatikan lagi. Bagaimanapun, masalah yang tadi adalah murni kesalahanmu dan terlebih lagi, rata-rata pelanggan disini adalah orang-orang dari kalangan atas.”


“Aku paham, Mr. Lele,” jawab Lin Yue sambil melanjutkan isian formulir tadi.


“Apa perutmu masih sakit?” tanya Mr. Lele untuk memastikan kesehatan karyawannya.


“Tidak lagi, sudah jauh lebih baik,” ucap Lin Yue lalu menanda tangani formulir itu di akhir dan menyerahkannya.


“Kalau begitu, aku permisi Mr. Lele,” pamit Lin Yue yang sudah tidak tahan ingin pulang ke rumah.


“Baik, silahkan.”


Lin Yue sudah berada dalam bus umum yang harus ia tumpangi menuju Anhuaqiao station untuk naik kereta bawah tanah.


“Untunglah, Mr. Lele adalah atasan yang baik. Ia tidak langsung memarahiku di depan umum, malahan membelaku,” gumam Lin Yue dalam hati.


“Orang-orang baik berada di sekelilingku, mulai dari Jingyi, Mr. Lele, dan pria yang menyelamatkanku dari tabrakan waktu itu."


"Salep obat yang diberikannya sangat ampuh, bengkak di kakiku benar-benar sembuh dalam tiga hari. Apa ia adalah seorang dokter? Aku bahkan tidak berani melihat wajahnya, sungguh sangat disayangkan.”


Kali ini, Lin Yue tidak mengantuk dalam bus, ia menatap langit yang sedikit berbintang dan jalanan yang selalu ramai dari pagi hingga malam.


Setelah melewati beberapa jalur darat, ia pun sampai di rumahnya, “Aku pulang,” sapanya seperti biasa.


Ibunya selalu keluar pertama kali untuk menyambut kepulangannya, namun omelannya juga selalu menjadi langganan telinga Lin Yue.


“Lin Yue, kenapa pulang malam sekali? Apa kau tidak makan malam lagi? Nanti maag kambuh baru tahu, pergi ke dokter juga mahal, makan terlalu banyak obat juga tidak baik. Hei, kau dengar ibu atau tidak?”


Lalu, disusul ayahnya, “Lin Yue, ini sudah larut malam, jangan mandi lagi, nanti masuk angin. Cepatlah pergi tidur, nanti besok terlambat bangun. Jangan main hp terus, tidak baik untuk mata. Oh ya, apa kuliah dan kerjamu lancar?”


“Iya, lancar,” jawab Lin Yue dengan malas. Ia pun segera masuk kamar, dan meletakkan tas selempangnya di tempat gantungan.


Lalu, mengambil baju tidur dan mengikat semua rambutnya ke atas.


Ia masuk ke kamar mandi, mencuci muka dan membersihkan tubuhnya dengan air dingin.


Setelah selesai berpakaian, ia rebahan di atas kasurnya sambil mengaktifkan ponselnya.


Salah satu aturan bekerja dalam Open World Hotel adalah tidak boleh bermain ponsel, sehingga ia selalu menonaktifkannya selama jam kerja.


“Tring~ la la la,” sebuah nada dering pesan masuk berbunyi.


____________________________________________


27-06-2016 / 17.50 BST


Kepada seluruh peserta kontes pemilihan Putra & Putri Teladan, silahkan menghadiri audisi yang diselenggarakan pada:


Hari/tanggal : Jumat, 29-06-2016


Waktu : 14.00 BST


Tempat : Aula Utama International Music & Theatre University (Lt. 6, tepat di samping kantor dekan)


Dress code :



Celana panjang hitam dan sepatu kantor (mahasiswa)


Rok hitam selutut dan high heels (mahasiswi)


Diusahakan memakai make up dan rambut tertata rapi



Terima kasih atas partisipasinya, goodluck guys!


^^^Ketua kontes,^^^


^^^Xiao Xing Yu^^^


_____________________________________________


“Mati aku! Jingyi benar-benar mendaftarkan namaku,” ucap Lin Yue sambil membaca ulang pesan itu sekali lagi.


“Aduh! Aku juga harus pergi kerja jam segitu, disuruh pakai high heels lagi, jalannya nanti bengkok-bengkok. Aku juga tidak pandai make up, rambutku bakal hancur sampai di kampus,” gerutu Lin Yue sambil membayangkan bagaimana ia akan menempuh jalan panjang yang berlika-liku untuk sampai ke kampus.


“Kalau aku tidak datang, uang pendaftarannya hangus dong. Kenapa aku bisa sampai mengiyakan ajakannya waktu itu?” racau Lin Yue sambil mengacak-acak rambutnya.


"Aku akan pergi membatalkannya di kampus besok, semoga uang pendaftarannya bisa dikembalikan," Lin Yue berusaha menghibur dirinya sendiri.


Malam itu, ia tidur nyenyak karena kelelahan.


...****************...



Besoknya saat Lin Yue baru sampai di kampus pagi-pagi, ia sudah mengantri di lobby administrasi kampus.


Setelah menunggu beberapa menit, gilirannya pun tiba, “Ni hao, namaku Lin Yue, aku ingin mengajukan pengembalian uang pendaftaran kontes Putra & Putri Teladan, apakah bisa?”


^^^(Ni hao\=apa kabar)^^^


“Baik, mohon tunggu sebentar,” staff administrasi tersebut terlihat sedang menelepon ke suatu tempat untuk menanyakan permintaan Lin Yue tadi.


“Lin Yue! Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Jingyi yang tiba-tiba muncul entah darimana.


Lin Yue terperanjat dengan mulut menganga, “Mati aku!” gumamnya.


“Hahaha kebetulan sekali, aku sedang mengajukan pengembalian uang pendaftaran kontes kemarin,” ngaku Lin Yue.


Ia merasa tidak benar menyembunyikan hal ini dari Jingyi, terlebih lagi uang itu adalah miliknya.


“Lho kenapa? Kenapa kau berubah pikiran?” tanya Jingyi dengan heran.


“Aku tidak bisa ikut audisi, jam segitu aku harus pergi kerja,” balas Lin Yue.


“Kan bisa ambil cuti, lagipula kita harus menikmati masa-masa kuliah. Setiap ada kegiatan seperti ini, usahakan untuk ikut,” ujar Jingyi.


“Ya, aku juga ingin, tapi kondisinya tidak mendukung. Lagipula, aku masih dalam masa training, tidak boleh cuti,” sanggah Lin Yue.


“Lin Yue, bukankah kita adalah mahasiswi jurusan akting? Kontes seperti ini, kita harus banyak mengikutinya untuk membangun kepercayaan diri,” ucap Jingyi masih berusaha membujuk temannya.


“Jingyi, aku minta maaf. Aku benar-benar tidak bisa, aku harus pergi kerja jam segitu. Mungkin lain kali saja,” ujar Lin Yue.


Jingyi mengerucutkan bibirnya, dan berkata dengan nada memelas.


“Lin Yue, ayolah. Katakan padaku, apa yang bisa kubantu?” ujar Jingyi sambil memeluk lengan Lin Yue.


“Aku ingin kau menjemputku dari rumah, pergi meminta izin pada Mr. Lele untukku, dan membayar gaji sehariku,” ucap Lin Yue.


Tentu saja, Lin Yue mengucapkannya dalam hati. Jika ia mengatakan yang sejujurnya, bukankah akan terdengar sangat sembrono.


Memangnya Jingyi itu pembantunya? Supirnya? Ia harus menghargai kebaikan temannya, akhirnya hanya dua kata yang bisa keluar dari mulutnya.


“Tidak ada,” ucap Lin Yue sambil tersenyum dengan mata penuh kebohongan.


“Lin Yue tongxue, maaf pengembalian dananya tidak berhasil. Hal ini melanggar aturan yang tertera dalam formulir pendaftaran kontes, bahwa tidak boleh dilakukan pembatalan dan bersifat mutlak,” ucap staf administrasi.


“Ha? Universitas ini sungguh mata duitan, padahal sudah kaya sekali,” gumam Lin Yue dalam hati.


“Bagaimana kalau ganti dengan namaku saja?” suara seorang pria tiba-tiba nimbrung ke dalam percakapan mereka.


...****************...


...****************...