
Simetriskan posisi duduk atau sambil rebahan, dan juga persiapkan teh dan cemilannya ya~
WARNING!
Cerita ini hanya fiktif belaka/murni khayalan penulis. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian/cerita, itu adalah kebetulan semata & tidak ada unsur kesengajaan.
...♡Jangan lupa like, rate, favorit-kan, dan feedback-nya ya, thankyou♡...
...Selamat membaca!...
...******...
...****...
...**...
Senin, 18-06-2016
Musim panas
Hamparan padang rumput hijau itu mengeluarkan bau menyengat, Lin Yue segera menutup hidungnya rapat-rapat. Lalu, ia samar-samar melihat seseorang datang menunggangi kuda hitam ke arahnya dengan gagah.
"Mbeeeekkkk!" suara kuda meringkik. Itu suara kambing, gumam Lin Yue sambil menahan tawa.
Pria yang sedang menunggangi kuda aneh itu pun berseru, "Ayo naiklah bersamaku. Kita akan mencari harta karun."
Lin Yue segera menerima uluran tangannya, namun saat ia hendak naik, "Apa ini?" Ia melihat ke bawah dan mendapati kakinya secara tidak sengaja telah menginjak kotoran besar.
Ia segera mundur beberapa langkah secara spontan, dan sialnya Lin Yue malah terpeleset. Kotoran itu melumuri tubuhnya, bahkan terciprat ke wajahnya, "Tidak! Tidak! Tidaaaaak!"
Terdengar suara seorang wanita meneriaki namanya sedari tadi, "Lin Yue! Lin Yue! Anak nakal, kau masih tidak ingin bangun?"
Lin Yue segera membuka matanya dan melihat jam alarmnya yang sudah rusak. Ia segera berlari ke kamar mandi, menggosok gigi dan mengganti baju seadanya, lalu terburu-buru mengambil tasnya, dan memakai sepatu di teras.
"Anak nakal, bawa sarapanmu!" bentak ibunya sembari memberikan sebuah kantong plastik hitam berisi bekal. Lin Yue segera mengambilnya, lalu mencium pipi ibunya, dan lari dengan tergesa-gesa. "Ma, aku pergi dulu."
...----------------...
Di sisi lain, di sebuah ruang makan dalam mansion mewah berlantai tiga, sebuah keluarga sedang menyantap sarapannya dengan dingin. Menu pagi itu adalah menu ala barat yang terdiri dari scrambled egg, roti selai blueberry, sosis sapi, dan segelas jus jeruk valencia.
"Wei Yu, apa rencanamu hari ini?" ujar Tang Ma sebelum memasukkan sepotong roti gandum yang harum itu.
Wei Yu hampir menyemburkan jus jeruk yang sedang diminumnya, "Uhuk! Uhuk!"
Nyonya Ke Lin yang melihatnya pun tidak tahan untuk menegur suaminya yang lebih tua 12 tahun darinya, "Lao gong, fokuslah makan sarapan."
^^^(Lao gong\=suami)^^^
Tang Ma pun mengalihkan pandangannya ke sebelah kiri, "Yi Shan, apa rencanamu hari ini?"
"Aku akan pergi ke rumah sakit seperti biasa, lalu menemui pasien VVIP yang pertama bersama Wakil Direktur Chen."
Mendengar jawaban yang memuaskan, Tang Ma segera memelototinya putra sulungnya, membuatnya tersedak sekali lagi, "Uhuk! Uhuk!"
"Wei Yu, kau temanilah adikmu berkunjung, aku ingin proyek kali ini berjalan sesuai rencana," ujar Tang Ma sambil melanjutkan sarapannya.
"Aku sudah selesai, terima kasih makanannya," balas Yi Shan sembari memakai jas burgundy-nya dan beranjak pergi dengan tas kantor di tangannya.
Tang Ma memelototi Wei Yu, mengisyaratkannya segera menyusul. Wei Yu pun buru-buru memasukkan sosis sapi panggang ke dalam mulutnya, dan segera pergi dengan tergesa-gesa.
Pelayan lain nampak menahan tawa melihat kelakuannya yang konyol, "Anak bodoh," gumam Tang Ma.
...----------------...
Lin Yue telah sampai di depan kampus, ia merapikan rambutnya yang acak-acakan karena berdesakan naik bus umum. Lalu, menarik napas dan berjalan masuk ke dalam. Ini adalah hari pertamanya, "Da jia zao an, wo men kai shi ba."
^^^(Artinya\=selamat pagi semuanya, mari kita mulai)^^^
Lin Yue pun menatap sekelilingnya, dan berhenti pada seorang gadis cantik yang duduk paling dekat dengannya. "Permisi, bolehkah aku meminjam satu pulpenmu? Pulpenku hilang," bisiknya sambil memasang tatapan memohon.
"Tidak apa-apa, terima kasih banyak," Lin Yue pun menerima pulpen itu dan mulai menuliskan catatannya.
"Baiklah, sekarang kumpulkan hasil catatan kalian."
Suara keributan mulai terdengar, "Laoshi, bagaimana dengan yang tidak mencatat?" ujar seorang mahasiswa.
^^^(Laoshi\=panggilan guru pengajar secara umum)^^^
"Simple, kalian akan dialihkan ke guru lain untuk mata kuliah ini," ujar professor muda yang memakai lipstik merah menyala di bibirnya itu.
"Bagaimana ini?"
"Aku tidak ingin bertemu dosen killer itu."
"Akan sangat susah lewat mata kuliahnya."
Pasalnya, untuk mata kuliah 'Teknik Dasar Pemeranan' hanya tersedia dua nama dosen, Mrs. Fang dan Mr. Gu yang terkenal sebagai dosen paling killer dari jurusan perfilman.
Kalian akan menjumpai banyak senior yang mengulang kembali karena tidak memenuhi nilai standar. Oleh karena itu, sangat sedikit yang bersedia mendaftar dalam kelasnya.
Berbeda dengan kelas Mrs. Fang yang selalu penuh, mahasiswa yang datang terakhir akan kehabisan tempat duduk, dan mereka rela berdiri di barisan belakang. Kuliah ini bukan tentang mengejar ilmu, namun sertifikat kelulusan.
"Untung saja, kita mencatatnya," ucap gadis yang meminjamkan pulpennya tadi. "Oh ya, siapa namamu? Aku Jingyi," ujarnya.
"Aku Lin Yue, senang bertemu denganmu," balas Lin Yue sambil menjabat tangannya kembali.
"Aku juga, apa kau lapar? Bagaimana kalau kita pergi mencari makan?" tanya Jingyi dengan wajah cerianya.
"Eee.. aku ingin, tetapi ini...," ujar Lin Yue sambil mengangkat plastik hitam yang ia bawa. "Aku membawa bekal dari rumah, haha," sambung Lin Yue.
"Oh kalau begitu, kita makan di kantin saja. Kau makan bekal, dan aku akan beli makan, bagaimana?" usul Jingyi sambil menarik tangannya. Lin Yue pun semakin merasa tidak enak hati untuk menolaknya, sehingga akhirnya ia ikut.
...DILARANG MEMBAWA MAKANAN DAN MINUMAN DARI LUAR! PELANGGAR AKAN DIKENAI DENDA....
Tulisan besar berwarna merah itu ditempelkan tepat di depan pintu masuk kantin, sehingga kecil kemungkinan ada orang yang tidak melihatnya. Lin Yue berdiri mematung, "Jingyi, sepertinya aku tidak ikut masuk."
"Ayolah, apa yang kau takutkan? Tinggal membayar denda saja," sanggah Jingyi dengan mudah.
Hampir seluruh mahasiswa di kampus ini berasal dari kalangan atas. Tentu saja, membayar denda adalah cara termudah yang mereka pikirkan dalam menyelesaikan segala masalah.
"Aku tidak, aku tidak mau ikut. Maaf Jingyi, nanti kita ketemu lagi di kelas ya," pinta Lin Yue sambil berjalan pergi, lalu berbalik untuk melambaikan tangannya.
'Ia tidak marah, kan?' batin Lin Yue.
Lin Yue pun menghabiskan bekalnya dengan lahap, karena ia sudah lapar sedari tadi. Ia memutuskan untuk tidak membawa bekal lagi besok demi menemani teman barunya makan.
'Tapi dipikir-pikir lagi, makanan di kantin sangat mahal. Tadi aku lihat, tiga xiao long bao saja sudah seharga 50ribu, bagaimana dengan yang lain? Atau aku tetap bawa bekal saja ya,' gumamnya dalam hati. Ia sedang membuat kesepakatan dengan dirinya sendiri.
^^^(xiao long bao\=dumpling)^^^
Bel masuk pun berbunyi menandakan jam istirahat sudah berakhir. Lin Yue melihat Jingyi masuk kelas bersama dua cewek dan dua cowok.
'Jingyi adalah anak yang pandai berbaur,' gumamnya lagi dalam hati.
"Hai!" sapa Jingyi dan segera duduk di bangku kosong di samping Lin Yue. "Aku berkenalan dengan beberapa teman baru di kantin, kau seharusnya ikut denganku tadi. Banyak cowok tampan," ucapnya sambil setengah berbisik.
Belum sempat membalas perkataannya, Mrs. Fang sudah datang, ia pun berdiri di belakang podium yang terletak di tengah auditorium megah itu.
"Baiklah, aku akan membacakan nama-nama mahasiswa yang akan tetap tinggal dalam kelasku."
...****************...
...****************...