
Simetriskan posisi duduk atau sambil rebahan, dan juga persiapkan teh dan cemilannya ya~
WARNING!
Cerita ini hanya fiktif belaka/murni khayalan penulis. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian/cerita, itu adalah kebetulan semata & tidak ada unsur kesengajaan.
...♡Jangan lupa like, rate, favorit-kan, dan feedback-nya ya, thankyou♡...
...Selamat membaca!...
...******...
...****...
...**...
“Gila! Kenapa perutku sakit sekali,” rintih Lin Yue dalam batin. Sekarang, ia sedang berada di dalam toilet sambil menekan perutnya.
“Apa karena aku terlalu gugup?”
“Tidak, aku tidak pernah gugup sampai sakit perut. Apa karena aku tidak makan? Tetapi, biasanya aku juga tidak sarapan.”
Presentasi Lin Yue di depan kelas hari ini kacau balau, ia tidak bisa mengingat 30 teknik terakhir.
Mr. Gu mengatakan bahwa niatnya cukup bagus, namun tetap saja nilainya tidak bisa ditolong.
“Di bawah 50, aku pikir kau akan berhasil karena suaramu tadi begitu kencang,” ucap Mr. Gu yang membuat seisi ruangan itu tertawa.
“Sial! Sial! Kenapa sial sekali? Ya Tuhan, perutku sangat sakit,” rintihnya lagi.
Ia pun berjalan keluar dengan perlahan, menahan rasa sakit perutnya sebisa mungkin.
Ia pun memutuskan untuk pergi ke ruang kesehatan yang disediakan universitas, karena ia bisa meminta obat gratis.
“Permisi, apa aku bisa mendapatkan obat sakit perut?” tanya Lin Yue kepada seorang wanita berjas putih yang sedang memeriksa mahasiswi lain.
“Silahkan masuk, tolong tunjukkan kartu mahasiswanya,” ucap dr. Ling.
Lin Yue memperlihatkan kartunya, dan dr. Ling menaruhnya dalam sebuah mesin scan untuk memeriksa keaslian kartu.
“Lin Yue tongxue, silahkan berbaring,” ujar dr. Ling sambil memeriksa detak jantung dan tekanan darahnya.
^^^(tongxue\=mahasiswa-mahasiswi/murid/teman sekolah, tergantung penggunaannya)^^^
Lalu, ia mulai menekan-nekan perut Lin Yue, “Ugh!” rintihnya.
“Apakah sebelah sini juga sakit?” tanya dr. Ling untuk memastikan.
“Iya, semuanya sakit.”
Dr. Ling berpindah ke meja konsultasi, diikuti oleh Lin Yue yang masih bergerak dengan perlahan, “Hm, apa yang kau makan pagi ini?” tanyanya pada Lin Yue.
“Aku tidak sarapan pagi, lalu minum sekotak susu cokelat, hanya itu,” jawab Lin Yue seadanya.
“Baiklah, sepertinya susunya sudah basi, atau kau memiliki alergi dengan makanan tertentu?” tanya dr. Ling lagi.
“Tidak, aku tidak pernah punya alergi dengan susu merek apapun,” jawab Lin Yue dengan polos.
“Baiklah, aku akan membukakan resep untukmu, ambil obatnya di bagian depan,” ucap dr. Ling.
Setelah menunggu beberapa menit, Lin Yue pun mendapatkan obatnya dan langsung memakannya.
“Apa aku tidak usah masuk kerja hari ini? Tapi, aku masih termasuk karyawan baru, aku akan mendapat ulasan buruk, aduh!” Lin Yue segera berlari ke toilet lagi.
Setelah selesai dengan urusannya di toilet, Lin Yue memutuskan untuk tetap pergi bekerja.
...****************...
Momen makan siang keluarga Chen masih belum berakhir, Tuan Laiv sibuk menanyakan tentang pengalaman anaknya selama bersekolah di Italia.
Ditemani dengan cahaya remang dari lampu mewah, pemandangan indah dari ketinggian, dan aroma makanan yang menyenangkan, restoran keluarga ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat bersantai.
“So, Chen Yu, katakan sejujurnya pada papa, mengapa memutuskan untuk balik ke China tahun ini?” tanya Tuan Laiv sambil menatap anaknya dengan serius.
“Kau ini, tentu saja untuk belajar meneruskan perusahaan darimu,” potong Nyonya Chen.
“Oh, benarkah? Itu ide yang sangat bagus, bersulang!” ucap Tuan Laiv dengan gaya khasnya yang santai.
Chen Yu pun ikut bersulang dengan mereka, mengikuti kemauan orang tua adalah anak berbakti, namun baginya itu tidak benar.
Justru mewujudkan cita-cita untuk membanggakan kedua orang tuanya adalah anak berbakti yang sejati.
“Sebenarnya, aku pulang karena aku berubah pikiran haha,” ujar Chen Yu sambil tersenyum polos.
Tuan Laiv dan Nyonya Chen menatapnya dengan bingung, “Apa maksudnya?” Tuan Laiv membuka mulut duluan.
“Pa, ma, kalian tahu kalau selama ini aku sedang naik daun, bukan?” tanya Chen Yu sambil memperlihatkan jumlah followers-nya di aplikasi 3Q88.
^^^(3Q88 dibaca San Qi Ba Ba\=thank you and bye)^^^
Kedua orang tuanya terkejut saat melihat jumlah followers anaknya mencapai angka 21,8 juta orang.
Namun, Nyonya Chen segera mengubah ekspresi wajahnya seperti semula.
“Anak mama tidak mungkin kalah dengan orang lain, tapi Chen Yu lebih cocok untuk meneruskan perusahaan papa,” harap Nyonya Chen dengan nada suara membujuk.
Sementara, Tuan Laiv berpendapat lain, “Cukup lakukan yang kau sukai, papa dan mama sudah bahagia.”
^^^(Grazie papà\=terima kasih papa)^^^
Tuan Laiv mengangkat gelasnya lagi untuk bersulang, namun tiba-tiba.
“Praaangg!”
Semua orang melihat ke arah sumber suara tersebut, “Pa, kau tidak apa-apa?” tanya Nyonya Chen yang melihat seorang pelayan wanita menumpahkan air ke jas suaminya.
“È ok,” ujarnya sambil mengambil sapu tangan untuk mengelap jasnya.
“Maaf, maaf Tuan, saya tidak sengaja menumpahkannya. Biar saya ambilkan sapu tangan,” ujar si pelayan wanita itu yang tidak lain adalah Lin Yue.
“It’s ok, I’m fine,” ucap Tuan Laiv sambil memberi isyarat dengan tangannya.
Nyonya Chen yang tidak senang malah membentak Lin Yue, “Panggil manajermu kesini sekarang!” Lin Yue masih menundukkan kepalanya, ia terus mengatakan maaf berkali-kali.
Tuan Laiv dan Chen Yu berusaha menenangkan Nyonya Chen, “Ma, ini hanya air, tenanglah.”
“Sudah, sudah cukup. Kau boleh pergi,” ucap Tuan Laiv pada Lin Yue.
“Coba kalau tadi yang tumpah adalah air panas, bagaimana kau akan bertanggung jawab pada kami?” bentak Nyonya Chen yang sudah beranjak dari tempat duduknya.
“Maaf Nyonya, tadi saya tersandung kaki kursi ini, saya tidak sengaja menumpahkannya,” ucap Lin Yue.
“Hanya kata maaf? Andai kau sudah menyiram seseorang dengan air panas, setelah itu kau hanya akan mengatakan maaf? Pokoknya panggil manajermu kemari!” hardik Nyonya Chen lagi, kali ini volume suaranya semakin tinggi.
“Pergilah, sudah tidak apa-apa,” ucap Tuan Laiv lagi pada Lin Yue, namun Mr. Lele sudah datang.
"Permisi Tuan dan Nyonya Chen, saya adalah manajer Open World Hotel, mohon maaf atas ketidaknyamanan dari pelayanan kami," ucapnya.
"Lin Yue masih karyawan baru disini dan sebenarnya ia kurang sehat hari ini. Sekali lagi, saya benar-benar minta maaf atas ketidaknyamanannya," sambungnya lagi.
Mr. Lele memberi isyarat dari matanya untuk menyuruh Lin Yue membujuk keluarga kaya itu sekali lagi.
“Maafkan saya, Nyonya Chen, saya benar-benar tidak sengaja,” pinta Lin Yue lagi.
“Sebagai kompensasinya, pihak hotel akan memberikan satu set free main course A, dan membayar kerugian 2 juta yuan atas ketidaknyamanan ini,” ucap Mr. Lele sambil membungkuk hormat.
“Aku tidak ingin kompensasi dalam bentuk apapun, tadi kau mengatakan bahwa pelayan ini masih dalam masa training kan? Aku ingin dia dipecat!” seru Nyonya Chen sambil menunjuk ke arah Lin Yue.
“Mati aku! Kalau sampai dipecat, gaji pekerjaan baru pasti tidak akan setinggi ini,” batin Lin Yue.
“Nyonya Chen, bagaimana kalau kompensasinya adalah saya disiram dengan air juga? Saya kira solusi ini yang paling adil,” usul Lin Yue.
Mr. Lele yang baik hati merasa tidak enak, ia menatap Lin Yue sesaat, dan berkata, “Saya yakin karyawan kami benar-benar tidak sengaja melakukannya, kami akan memberikan pelayanan lebih baik lagi untuk ke depannya. Tolong berikan kami kesempatan sekali lagi.”
“Sudahlah sayang, yang disiram itu papa, kok malah kamu yang kesal sih? Chen Yu, suruh mereka pergi,” ucap Tuan Laiv.
Chen Yu pun menarik lengan Lin Yue dan Mr. Lele pergi dari sana, “Maaf atas sikap kasar mamaku ya, sebenarnya beliau berhati lembut, hanya saja temperamennya sangat buruk hahaha,” ujar Chen Yu dengan ramah.
“Berhati lembut apanya? Bahkan, ia tadi hampir setuju untuk menyiramku kembali. Dasar sok kaya!” ucap Lin Yue dalam hati.
“Tuan muda Chen, sesuai dengan yang saya katakan tadi, pihak hotel akan memberikan kompensasi yang sesuai,” tutur Mr. Lele.
“Ah tidak, kami tidak perlu kompensasi apapun. Lagipula hanya air kok, aku rasa sekarang jasnya pun sudah mengering haha,” jawab Chen Yu.
“Untung putra mereka sangat baik, tampan lagi,” ucap Lin Yue dalam hatinya lagi.
“Kalau begitu, aku akan pergi. Tidak perlu kompensasi ya, selamat bekerja kembali. Jiayou semuanya!” seru Chen Yu mendadak, lalu ia pun berjalan pergi.
^^^(Jiayou\=semangat)^^^
“Pria itu sangat baik dan ramah,” ucap karyawan lain.
“Iya, tampan lagi, kau lihat senyumnya tadi?” timpal yang lain.
“Iya, iya aku lihat.”
“Aaahh, sangat manis!”
“Seharusnya, aku tadi mengajaknya kenalan.”
“Tapi ibunya sangat galak.”
“Iya, mungkin kau akan langsung dijambak di tempat hahaha.”
“Seperti singa, Aummm! Grrr!”
“Tapi apa kalian tahu, siapa mereka?” tanya Lin Yue yang tiba-tiba bergabung dengan para penggosip itu.
“Tentu saja, pemiliki The Ricco Chen!”
“Wahhh bukankah itu Department Store terbesar di Beijing?”
“Iya, aku pernah membacanya di artikel, tentang daftar orang terkaya.”
“Kalian ini, jangan gosip terus. Ayo lanjutkan pekerjaan!” ujar Mr. Lele dengan ketus.
“Lin Yue, tolong temui saya di kantor,” panggil Mr. Lele yang membuat jantung Lin Yue hampir lepas.
“Baik, Mr. Lele,” jawab Lin Yue dengan singkat.
“Apa aku akan dipecat? Ya Tuhan, tolong jangan sampai hal itu terjadi. Kalaupun aku dipecat, semoga aku diberi uang kompensasi tiga bulan ke depan,” gumam Lin Yue gugup.
...****************...
...****************...