
Simetriskan posisi duduk atau sambil rebahan, dan juga persiapkan teh dan cemilannya ya~
WARNING!
Cerita ini hanya fiktif belaka/murni khayalan penulis. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian/cerita, itu adalah kebetulan semata & tidak ada unsur kesengajaan.
...♡Jangan lupa like, rate, favorit-kan, dan feedback-nya ya, thankyou♡...
...Selamat membaca!...
...******...
...****...
...**...
15-06-2016
Musim panas
Sebuah mansion mewah pribadi dengan konsep neoklasik yang membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk menyelesaikan proyek ini. Rumah ini lebih identik dengan istana presiden ketimbang rumah mewah orang biasa.
Kolam renang besar berlapis emas yang mengelilinginya membuat rumah ini seperti oasis yang dikelilingi oleh sumber mata air jernih yang menyegarkan.
Yang bisa menjadi pemilik mansion ini hanyalah orang terpilih yang telah terdaftar dalam majalah Forbes dengan kategori 'Top 50 Richest People In the World'.
Beliau adalah Tang Ma atau biasa dijuluki 'Crazy Rich Tang Ma’ merupakan pemilik Tang Ma Holdings yang memiliki banyak anak perusahaan bergerak di bidang hiburan, kesehatan, dan teknologi.
Tang Ma menikah dengan seorang mantan aktris bernama Ke Lin, yang kini menjabat sebagai kepala eksekutif QT Boutique. Walau bisnisnya tidak sebesar suaminya, namun butiknya cukup terkenal hingga memiliki 150 cabang yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
Pernikahan Tang Ma dan Ke Lin menjadi topik terhangat dalam 32 minggu berturut-turut, pemberitaannya disiarkan di seluruh negeri.
Begitu pula, saat kelahiran putra pertamanya yang bernama Tang Wei Yu yang langsung mendapatkan sertifikat saham sebesar 30% di tangannya, sehingga ia mendapatkan julukan 'bayi terkaya'.
Namun, sayangnya Tang Wei Yu tumbuh menjadi pria yang tidak bermoral dan cenderung terlibat dalam skandal perselingkuhan. Ia juga memiliki temperamen buruk dan tidak peduli terhadap kondisi perusahaan yang sedang kritis saat ini.
Hal ini membuat saham perusahaan semakin anjlok, sehingga Tang Ma memutuskan untuk membawa pulang putranya yang bernama Yi Shan. Ia adalah seorang dokter magang di Chang-An Hospital yang sedang berjuang untuk mendapatkan sertifikat ahli bedahnya.
Yi Shan lahir dari perselingkuhan Tang Ma dengan seorang aktris musikal pendatang baru bernama Song Ye. Sayangnya, ibunya meninggal dunia saat ia baru berusia 5 tahun karena kecelakaan lalu lintas.
Sejak saat itu, Yi Shan diasuh oleh neneknya di kota Chengdu sampai Tang Ma menjemputnya saat ia baru tamat SMA dan tinggal dalam mansion mewah itu.
Yi Shan bisa dikatakan beruntung, namun kehidupannya tidak dapat dikatakan bahagia juga.
Di dalam mansion, ibu tiri dan saudara tirinya tidak pernah berhenti menganggunya. Walaupun ayahnya tahu, ia juga tidak membelanya.
Yi Shan hanya akur dengan putra bungsu Tang Ma yang berusia enam tahun lebih muda darinya, bernama Tang Wei Long. Anak itu sedang melanjutkan studinya ke luar negeri, tepatnya di Kanada.
Yi Shan selalu menghadapi semuanya sendirian, dengan bekerja lembur sehingga ia jarang berada di rumah, atau ia akan menginap di tempat neneknya selama liburan.
Namun, Tang Ma akan membawanya pulang dengan paksa, untuk membantu memantau keadaan perusahaan.
Selain memiliki kemampuan dalam medis, Yi Shan juga merupakan pribadi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Saat ada tamu dari luar negeri yang datang berkunjung ke perusahaan, Yi Shan adalah orang yang akan menggantikan Tang Wei Yu untuk melakukan presentasi atas nama perusahaan. Meskipun begitu, saudara tirinya itu tetap saja merendahkannya di depan semua orang.
Namun, kepribadian Yi Shan tidak pernah berubah, ia tetap menjadi seseorang yang suka menolong dan memiliki hati yang hangat.
...****************...
...****************...
Malam ini adalah pesta perjamuan bergaya Perancis di skybar mansion yang menghadirkan koki ternama dari negeri asal.
Perjamuan ini dihadiri oleh para pemegang saham dari Tang Ma Holdings, para investor asing dan dalam negeri, serta kepala direktur rumah sakit tempat Yi Shan bekerja.
Yi Shan terlihat sangat tampan dalam balutan jas hitam yang dipadukan dengan celana kain panjang berwarna hitam.
Ia datang mengendarai sepeda motornya, dan langsung menuju tempat parkiran. Ia terlihat sedang membenarkan kancing lengannya saat berjalan keluar dari parkiran.
"Tuan Yi Shan sudah datang," ujar salah seorang pelayan yang bertugas menuangkan Chateau Cheval Blanc, anggur merah produksi tahun 1995 yang memiliki aroma ceri itu.
Pelayan itu segera mengambil gelas untuk Yi Shan dan menuangkannya dengan cekatan dan tanpa ragu-ragu.
Tak berselang lama, pintu dari sebuah mobil Bugatti hitam bercorak jingga terbuka.
Seorang pria yang memakai setelan jas hitam koleksi Fendi keluar dari dalam mobil.
Lalu, disusul seorang wanita yang memakai gaun merah yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah dengan potongan dada rendah. Wanita itu adalah pacar baru Tang Wei Yu, "Selamat datang Tuan muda dan Nona Qin. Silahkan."
"Oh ya, dimana anak itu?" tanya Wei Yu pada salah seorang pelayan yang sedang bergegas.
"Maksud Tuan muda, Tuan Yi Shan?"
"Eee.. aku tidak ingin mendengar namanya," gerutu Wei Yu sambil mengerutkan dahinya dengan kesal.
"Dia sedang duduk di mejanya, Tuan muda. Apa mau saya antarkan kesana?"
"Aku hanya ingin tahu apa dia berani muncul dalam acara penting keluargaku!" bentak Wei Yu sambil mendengus kasar.
"Sayangggg, kau tidak usah sewot begitu dong, kan sudah ada aku," goda wanita bergaun merah itu sambil mencolek pipi Wei Yu.
Mereka berdua pun berpelukkan mesra sambil berjalan menuju meja eksekutif yang berada di barisan depan.
Yi Shan tepat berada di meja sebelahnya, dan terlihat sedang menikmati anggur merahnya dengan wajah datar.
"Hohoho lihat siapa ini, penyelamat perusahaan Crazy Rich Tang Ma," ujar Wei Yu dengan suara lantang sambil bertepuk tangan.
Yi Shan terlihat sedang malas meladeninya, sehingga ia segera beranjak dari tempat duduknya.
"Hei! Berani-beraninya kau mengabaikan sapaanku! Dimana letak sopan santunmu!" bentak Wei Yu yang bersiap-siap ingin melemparkan sumpit yang sudah tertata rapi di atas meja ke arahnya.
"Wei Yu?"
"Presdir, selamat atas peresmian kerja sama dengan Chang-An Hospital. Sukses selalu," ujar Wei Yu sambil menjabat tangan ayahnya dan tersenyum puas.
Tang Ma menepuk-nepuk bahu anaknya, dan memperkenalkan seorang investor dari luar negeri yang ikut hadir.
“So, this is Mr. Roberto and this is my oldest son, Tang Wei Yu. He has good personality and ability in managing the company," puji Tang Ma.
"Mr. Tang Wei Yu, hope for your cooperation in the future with Bravo Trader," ucap investor itu.
"Sure Brother Roberto, thankyou for coming," balas Wei Yu.
Tang Ma mengubah sorot matanya menjadi tajam, "I mean Mr. Roberto, haha," Wei Yu segera memperbaiki kalimatnya menjadi lebih formal.
Mereka pun berbincang-bincang tentang visi misi bersama yang akan dikembangkan dalam perusahaan.
Tak berselang lama, Tang Ma melihat Yi Shan sedang berjalan ke arahnya sambil membawa dua gelas anggur merah yang diisi setengah penuh.
"Oh! There is my other son, he is a brilliant doctor," ucap Tang Ma yang membuat Wei Yu kembali mendengus kesal.
Yi Shan membungkuk hormat, dan memberikan gelas wine itu pada ayahnya, "Cheers, congratulations for the company merging."
Yi Shan meneguk habis segelas wine itu dan segera berpamitan, Tang Ma sudah menduganya.
Bagaimana ia tidak kesal?
Ayahnya sengaja melakukan merger dengan Chang-An Hospital, tempat Yi Shan bekerja sekarang untuk memantau segala kegiatan dan hasil pencapaiannya.
Selain itu, ia juga meminta Yi Shan membantu Wei Yu dalam mengembangkan bisnis rumah sakit ini dengan membuka pelayanan VVIP, dimana kemampuan medis Yi Shan akan dimanfaatkan sebagai alternatif lain.
Dengan begini, beban hidup Yi Shan semakin banyak dan ia bahkan tidak mendapatkan imbalan yang setimpal.
Tang Ma hanya memberikan 5% saham untuknya, meskipun ia memiliki tanggung jawab yang lebih besar.
Saat merasa putus asa, Yi Shan memilih untuk mengendarai sepeda motor sport-nya keluaran KTM RC 250 itu.
Hembusan kencang dari angin malam membuat suara-suara lain dalam kepalanya tidak terdengar lagi.
Lalu, ia berhenti di sebuah jembatan layang, di bawahnya terdapat sungai yang sedang mengalir dengan tenang.
Ia ingin mengakhiri semuanya, namun ia tidak memiliki keberanian, ia takut berada dalam kegelapan.
Ia pun memutuskan untuk pulang mengunjungi neneknya di Chengdu, tiba-tiba seorang gadis berlari ke arah sebuah truk yang sedang melaju kencang.
Yi Shan teringat dengan kecelakaan lalu lintas yang menimpa ibunya saat sedang menyeberang jalan. Ia masih mengingat jelas darah ibunya yang membuat seluruh tangannya menjadi merah.
Tanpa pikir panjang, ia pun segera berlari menyelamatkan gadis itu, dan ia marah karena ada orang bodoh yang benar-benar melakukannya.
Kepalanya memanas sehingga ia melepaskan helmnya untuk menegur gadis muda itu.
"Kau ingin cari mati ha?!"
...****************...
...****************...