This Is My Choice

This Is My Choice
Eps 22. Rehan berubah seketika



Aku dan Rehan telah sampai tepat didepan rumahku.Kami turun dari motor milik Rehan. Aku berjalan kearah pintu rumah bersama Rehan.Setelah itu,aku membuka pintu rumah yang terkunci.Pintu rumahku telah terbuka,terlihat rumahku sangat sepi,disana hanya terdengar suara jam dinding.


"Ayo Rehan masuk...jangan malu-malu" ajaku pada rehan yang hanya berdiri saja didepan pintu.


Aku yang telah membuka sepatu masuk kerumah,begitu pula dengan Rehan.Kemudian kami duduk bersebelahan disofa ruang tamu.Diantara aku dan Rehan hanya ada keheningan,Rehan masih saja melamun.Mungkin dia masih memikirkan hubunganku pada putra.


"Rehan...kamu gak bawa gitar??" tanyaku menghilangkan keheningan.


Rehan tak menjawab pertanyaanku,dia masih saja melamun melihat kearah sudut ruangan.Dirinya nampak dingin,tak bersemangat dan sedih.Aku sedih,karena telah menghancurkan hati orang lain padahal dia telah banyak membantuku,itu hal yang kupikirkan saat itu.


"Rehan..." ucapku sambil menepuk pundak Rehan perlahan.


Tepukanku dipundak Rehan, membuat dia tersadar kalau aku sedang mengatakan suatu hal padanya,yang tidak ia dengar."Ehh..apa lin??maaf aku tadi melamun.."


"kamu gak bawa gitar ya??" tanyaku kembali dengan perlahan.


"ouh iya,aku lupa.." jawab Rehan dengan dingin.


"kenapa kamu terlihat sangat sedih,apa kesedihanmu itu karena hubunganku dengan putra??" tanyaku pada Rehan, berharap Rehan akan jujur padaku.


"Maaf jika aku melukaimu...aku tak berniat menghancurkan hatimu,maafkan aku sekali lagi Rehan.."Aku meminta maaf dengan Rehan, berharap Rehan akan memaafkan kesalahanku.


Rehan yang mendengarkan perkataanku,dia akhirnya terdiam sejenak.Dia memikirkan suatu hal yang aku tidak ketahui.Lalu Rehan menoleh kearah wajahku,bola matanya memandangi wajahku,seakan ingin mengungkapkan sesuatu.


"Aku mencintaimu dengan tulus...Tapi kau malah melukai hatiku,apa hanya ada putra dihatimu??Dengar ini baik-baik, aku sangat-sangat mencintaimu"


"Tapi,Reh..."Ucapku,namun terhenti karena Rehan, mencengkram kedua tanganku dengan kuat disofa.


Rehan membuatku terbaring disofa.Seakan aku adalah miliknya.Jantungku berdebar saat Rehan perlahan-lahan mendekati wajahku,dia berusaha menyentuh bibirku.Lalu aku memejamkan mata, karena ketakutan oleh perbuatan Rehan.


Rehan yang melihatku ketakutan,memberhentikan semua itu dan duduk kembali dengan normal,Dia juga membantuku duduk kembali.


"Maafkan aku,aku hanya kesal dan merasa sangat ingin melakukan itu tadi,maaf aku tidak sopan" Rehan merasa dia bersalah padaku,karena perbuatanya.


"i'iya aku mengerti." Aku mencoba memakhlumi perasaan Rehan padaku.


"Yasudah ayo kita...lanjutkan berlatih.." aku berusaha melupakan hal yang barusan terjadi,dan kembali ke kondisi sebelumnya.Karena Rehan tak membawa gitarnya,jadi aku meminjam gitar kakak,Gitar kakak terlihat berdebu digudang,karena dia tidak memakai gitar itu lagi.Kakak sudah membeli beberapa gitar yang baru dan lebih bagus dari pada gitar lamanya yang ada digudang.


"ini,pakailah ini.." ucapku sembari menyodorkan gitar.


Kemudian aku dan Rehan berlatih bersama diruang tamu,dengan bernyanyi bersama perasaan Rehan nampak lebih baik dari sebelumnya,Dia melupakan kesedihanya dengan berlatih bernyanyi dan bermain gitar.


Dua jam kemudian


"Rehan, latihanya udahan yuk!! sekarang kita,menjalankan rencana kita,bagaimana??" ajaku dengan nada tenang.