This Is My Choice

This Is My Choice
Eps 14. Rehan marah



Akupun membuka pintu kamar.Ternyata yang mengetuk pintu adalah Rehan. Dia mengajaku sarapan bersama kak rani dimeja makan.


"selamat pagi Elina, ayo kita sarapan bersama kakak dimeja makan"


"baiklah!!" jawabku.


Setelah itu aku dan Rehan pergi bersama kemeja makan.Terlihat sudah ada kak rani yang menunggu kami disana.Lalu Kak rani menyuruh kami duduk.


"kalian ayo cepat duduk!!"


Aku dan Rehan pun segera duduk.Kemudian kak rani, menyodorkan beberapa potong roti.Kamipun memakan roti bersama dengan susu.


Seketika kami sedang makan,Kak rani bertanya apa aku akan menginap lagi nanti malam.


"Elina,nanti malam kau menginap lagi kan??!"


"tidak hari ini aku akan pulang pasti ibu mengkhawatirkan ku dan terima kasih atas semuanya" jawabku.


"tak apa" jawab kak rani


Kemudian Rehan meledek kakaknya.


"Dasar kakak!!belum saja dia meninggalkan rumah ini,tapi kakak sudah rindu padanya"


"Jika Elina ada disini,paling tidak kakak tak terlalu merasa kesepian!! tinggal berdua denganmu itu kakak merasa bosan.Kamu selalu sibuk dengan dirimu sendiri" protes kakak.


Setelah itu, kak rani melihat jam tanganya,jam telah menunjukan pukul 06.20.Kak Rani meminta kami,untuk cepat menghabiskan sarapan kami.


Setelah selesai sarapan,kak Rani mengantarku dan Rehan kesekolah dengan mobilnya.


Aku merasa senang, karena bisa bersama mereka hari ini dan kemarin.


"coba saja kehidupanku seperti ini selamanya" pikirku dalam hati.


Tak lama kami sampai disekolah.Aku dan Rehan turun dari mobil dan melambaikan tangan pada kak rani. Setelah itu kak rani pergi kekampusnya.


Aku dan Rehan Kemudian berjalan masuk bersama kedalam sekolah.


"Aku senang kau bisa menginap dirumahku!!" ujar Rehan dengan senang.


"Terima kasih atas semuanya!!" kataku.


"jangan lupa minum obatmu,ini obatmu tadi kau meninggalkanya dimeja makan!!" Rehan mengingatkanku agar meminum obat.


Lalu aku mengambil obat yang diberikan Rehan."terima kasih!!"


Rehan tersenyum senang tak seperti biasanya.Lalu aku melihat putra yang menghampiriku dan Rehan.


"Elina!! apa kau menyukai putra??"


"ya benar!! dia sangat tampan....!"ujarku.


Wajah Rehan terlihat marah dan kesal.Lalu dia pergi meninggalkanku.


"kenapa dengan Rehan??" gumamku.


Putra yang sampai didepanku dia bertanya ada apa dengan Rehan.


"selamat pagi....Elina kenapa Rehan pergi dengan wajah marah!??"


"aku tak tau,dia pergi begitu saja" jawabku.


Setelah itu putra mengajaku berjalan kekelas bersama.


"ayo kita berjalan kekelas bersama,sebentar lagi bel masuk kelas akan berbunyi!!!"


"baiklah,ayo" jawabku bersemangat.


Aku dan putra pun,berjalan bersama kekelas.Setelah kami sampai didepan kelasku,aku dan putra berpisah masuk kekelas masing-masing.


"dahh cantik!!!" kata putra.


mendengar ucapanya itu,aku merasa melayang.


"dah!!!" jawabku malu-malu.


Akupun masuk kedalam kelas.Bel pun berbunyi.Aku berjalan kearah kursiku dan melihat wajah Rehan yang kesal.


Aku segera duduk dikursiku dan berbalik arah kebelakang,untuk bertanya pada Rehan, apa dia baik-baik saja.


"Rehan apa kau baik- baik saja??apa kau marah padaku!?"


Rehan tak menjawab,pertanyaanku dan dia memalingkan wajah nya dariku.Melihat dia yang mengacuhkanku akupun berhenti bertanya padanya.


Pak indra (guru b.indonesia) pun masuk kelas.Semua anak langsung mengeluarkan buku pelajaran bahasa indonesia.Kemudian pak indra memberi kami tugas.


#Rehan


Pak indra menulis tugas dipapan tulis.


Tugas:buatlah karangan cerita,cerita minimal 4 paragraf.