This Is My Choice

This Is My Choice
Eps 21. Menambah luka



Setelah aku siap,Aku langsung berangkat kesekolah dengan cepat.


*Disekolah


Sampai disekolah,aku berlari dengan secepat mungkin dikooridor.Aku berharap semoga aku tidak akan dihukum,Dengan keringat dinginku,akhirnya aku sampai didepan pintu kelasku.Lalu aku menundukan badan dan mencoba bernafas dengan normal kembali.


"semoga aku tidak dihukumm" gumamku dalam hati.


Setelah aku bernafas dengan normal,aku mengetuk dan membuka pintu kelas sedikit,Aku mengintip kedalam kelas dari pintu itu.Semua anak yang sedang fokus belajar,langsung menoleh kearahku.Setelah itu pak indra membuka pintu kelas dengan lebar.


"Halo pak indra maaf aku terlambat" Aku meminta maaf kepada pak indra,karena keterlambatanku.


"Oh Elina, kau terlambat!!!cepat masuk' tenang bapak tidak akan menghukumu" ujar pak indra.


Pak indra guru yang paling baik di SMU ini,Pak indra orang yang sangat ramah dan baik,pak indra selalu bertoleransi kepada siapapun,Pak indra adalah guru yang paling disenangi di SMU ini.


"Oh iya pak,maaf ya saya terlambar dan Terima kasih sudah tidak menghukum saya" kataku dan langsung duduk dikursiku.


Dua jam pun berlalu, dan jam istirahat pun tiba.Semua anak keluar dari kelas dan berhamburan.Lalu aku menghampiri Rehan.


"Rehan...kita jadi latihankan??"


"iya jadi!!! kayaknya kau bersemangat sekali!!" jawab Rehan.


"O'oh itu,karena aku takut sendirian dan tidak ada yang menemaniku dirumah" jelasku.


Lalu Rehan mengajaku makan bersama dikantin.


"Oh begitu,yaudah mau makan bersama dikantin??"


"kalo aku menerima ajakan Rehan, nanti putra marah lagi padaku dan Rehan,sebaiknya aku tidak menerima ajakan Rehan" gumamku dalam hati.


Lalu aku menolak ajakan dari Rehan." Maaf Rehan bukanya aku tidak mau,tapi..."


Aku takut menjawab pertanyaan dari Rehan, aku takut kalau Rehan akan kecewa dengan jawabanku.


"Itu benar..."


Wajah Rehan berubah menjadi sedih Seketika.Aku khawatir kalau jawabanku tadi membuat Rehan menambah luka dihatinya."Rehan...apa kamu sedih??" tanyaku.


Rehan tidak menjawab pertanyaanku tadi,Namun dia mengerti posisiku."ya...aku mengerti" jawab Rehan, lalu dia meninggalkanku sendirian diruang kelas.Aku merasa Rehan sangat terluka.Dia menyukaiku,namun aku tidak.


Aku berjalan sendirian menuju kantin,aku masih memikirkan perasaan Rehan yang terluka.


"Aku merasa sangat bersalah pada Rehan, Aku tidak membalas cintanya padaku.Memang aku tidak menyukainya,Namun aku mulai merasa nyaman dengan rehan."


Sesampai dikantin,aku melihat Rehan yang sedang termenung duduk dikursi kantin.Aku merasa tidak enak dengan Rehan,dia telah banyak membantuku.Aku tidak hanya melihat Rehan, tapi aku juga melihat putra yang duduk sendirian dipojok kantin.Akupun menghampiri putra.


"halo putra..." sapaku sambil duduk disampingnya.


"Halo Elina,kamu mau gak ke apertemenku nanti malam?? aku pengen nunjukin sesuatu kekamu.." ajak putra.


"baiklah...aku jadi penasaran,apa hal yang kamu mau tunjukin keaku bisa membuatku terkejud??"


"bisa membuatmu sangat terkejud,jadi datanglah jam 19.00 oke!!!" kata putra.


"baik aku akan datang..."


Setelah perjanjian itu, aku dan putra makan bersama.Aku sangat penasaran dengan hal yang ingin ditunjukan,mungkin dia menyiapkan sesuatu yang romantis.


*Pulang sekolah


Aku pulang bersama Rehan, karena kami telah bersepakat untuk latihan bernyanyi dan melaksanakan rencana kami.