This Is My Choice

This Is My Choice
Eps 17. Putra memaksaku.



Aku merasa ini bukan waktu yang tepat untuk meminta maaf pada Elina.


*bel masuk kelas berbunyi


Tett!! tet...tet.


Aku langsung meninggalkan mereka dan masuk kedalam kelas.


#Elina


Suara bel berbunyi.Lalu aku dan Putra melepaskan pelukan kami.Putra mengajaku masuk kekelas.


Dia menggandeng lenganku disepanjang jalan,Sampai-sampai semua anak yang kita lewati,terbengong melihat genggaman tangan kami.


Setelah aku sampai didepan kelasku,kita berpisah masuk kekelas masing-masing.


"senangnya aku bisa berpacaran dengan putra!!" kataku dalam hati.


Kemudian aku berjalan menuju kursiku dan melihat wajah Rehan yang sedih.


"tadi dia memasang wajah kesal dan sekarang dia memasang wajah sedih,Dasar cepat sekali merubah suasana hatinya" pikirku dalam hati sambil duduk dikursiku.


Pelajaranpun berlanjut.Ber jam- jam pun berlalu dan sekarang sudah bel pulang.Aku langsung merapihkan barangku kedalam tas.


Semua anak diperbolehkan pulang oleh guru.Akupun berlari keluar kelas dengan bersemangat.Aku melihat Putra yang sedang menungguku didepan kelas.Lalu dia menyapaku.


"Halo sayang,ayo kita merayakan hari jadian kita dicaffe dekat sini!!"


Aku menolak ajakan putra, karena dari kemarin aku belum pulang.


"maaf aku tak bisa karena ibu takkan mengizin kanku"


Namun tolakanku itu tak mempan oleh Putra, putra tetap memaksaku merayakan hari jadian bersamanya.


"sudahlah,kau harus berani melawan ibumu.Sesekali kau harus berpesta!!"


Aku mengangguk pada putra, lalu kami pergi kecaffe terdekat dari sekolah.


Di caffe itu,putra memesan 2 botol minuman al kohol.Dia bilang kita harus benar-benar berpesta.


"Minumlah ini sayang.Ayo kita nikmati pesta jadian kita!!" suruh putra sambil menuangkan minuman kegelasku.


"Maaf putra,aku tak boleh minum kata ibu." Aku menolak minuman yang diberikan putra.


"Ayolah,untuk malam ini saja Elina!!" pinta putra.


Akupun menuruti permintaan Putra. Aku menggangguk dan langsung meminum minuman yang diberikanya.Seketika kepalaku pusing dan aku tak sadarkan diri,karena kandungan al kohol diminumanku sangat tinggi.


#Rehan


Dikamarku aku masih memikirkan pelukan Elina dan putra diperpustakaan tadi.


"Hatiku hancur melihat orang yang kucintai memeluk orang lain!!" pikirku dalam hati.


Memikirkan Elina membuatku sadar,bahwa aku sangat kasar padanya tadi saat dikantin.


"Pria macam apa aku? yang mencintai seorang gadis manis,namun aku membohongi gadis yang kucintai dan berkata kasar padanya!!Aku sangat bodoh"


Aku menyesali perbuatanku kepada Elina. Akupun berjanji mulai sekarang akan melindungi,menjaga dan mencintai Elina,walau dia tak mencintaiku.


Seketika rasa kantuk datang kepadaku dan akupun tertidur.


#Elina


Aku terbangun dari pelukan putra.Aku masih merasa pusing dan mual,dan aku kaget kenapa aku terbangun dirumahnya dan bukan dirumahku.


Lalu aku membangunkan putra dengan menepuk-nepuk pipinya.


Putra pun bangun dari tidur nya.


"ada apa Elina?!" tanya putra dengan nada kantuknya.


"Kenapa kau tak memulangiku kerumahku kemarin dan kenapa aku bisa ada dirumahmu??" protesku.


"ayo antar aku pulang kerumah!!" ajaku.


Putra mengacuhkan permintaanku.Dia masih saja tidur.Dan dia bilang.


"pulanglah sendiri!! aku tak enak badan!!"


Dengan wajah kesal,aku mengambil barangku dan pergi dari apertemen Putra.


Aku pulang berjalan kaki kerumah,karena uangku tak cukup untuk naik taxi atau bus.


Ditengah-tengah perjalanan,ada mobil yang berhenti disampingku.Mobil itu ternyata milik Gavin.Dia menawarkanku tumpangan.


"Elina!! kenapa kau jalan kaki!??dan kenapa kau masih memakai seragam!!ayo aku antar pulang".


Dengan senang hati aku naik kemobil gavin dan disepanjang perjalanan aku menceritakan semuanya padanya.


Dia kaget karena aku pacaran dengan putra.


"kau berpacaran dengan putra dan dia mengajakmu minum??apa kau tak tau siapa dia??"


"heuh,memang dia siapa!??" tanyaku penasaran.


Gavinpun menjelaskan padaku.


"Putra itu memang tampan dan cool,bahkan dia populer.Tapi dia adalah playboy's.Sebentar lagi dia akan mengkhianatimu"


Aku tak percaya dengan perkataan Gavin. Akhirnya Kamipun sampai dirumahku.Aku turun dari mobil gavin.


"aku tak percaya itu,tapi Terima kasih atas tumpanganya.Apa kau mau mampir!?"


Gavin bilang dia masih ada urusan dengan temanya jadi tak bisa mampir.Gavinpun pulang dengan ocehan dimulutnya.


"yasudah kalau tak percaya!! maaf aku tak bisa mampir,aku ada urusan dengan temanku,dahh!!"


Setelah gavin pergi,aku masuk kedalam rumah.


Setelah aku masuk satu langkah dari rumah itu,ayah langsung menjambak rambutku.


"Kemana saja kau?? kenapa kau tak pulang semalaman!! Jika besok kau melakukan ini lagi,akan kuusir kau dari rumah!!" Sontak ayah.


Akupun menjerit kesakitan dan meminta maaf pada ayah tak akan mengulangi kesalahanku.


"maaf yahhh!!! aku takkan mengulanginya lagi!!"


Ayahpun melepaskan jambakanya.Dia menyuruhku untuk rapih-rapih rumah.


"yasudah sana,cepat rapihkan rumah!!"


Aku mengangguk dan langsung pergi kekamarku. Aku mengganti bajuku dan bergegas merapihkan seluruh rumah seperti biasa.