
Lalu aku duduk dibangku itu,dengan nafas terengah-engah aku mengoceh.
"kenapa aku harus..takut padahal itukan hanya pojokan yang gelap dan aku hanya harus menerangi pojokan itu dengan lampu!!!" aku mengoceh sendiri.
Rasa terengah-engahku dan takutku mulai hilang dan rasa tenang muncul.Aku memandangi sekelilingku yang mulai semakin sepi.
"uhh..sudah semakin sepi dan sekarang aku mulai mengantuk..,aku harus berani masuk kedalam rumah,aku harus tidur karena besok harus kesekolah!!!" kataku sambil menahan kantuku.
Kemudian akupun masuk kedalam rumah dengan memberanikan diri dan menganggap aku tak takut pada apapun.
Aku langsung mengunci pintu dengan cepat,menaruh piring bekas makanku,mematikan tv.Lalu bergegas masuk kekamar.
Dikamar aku mencoba tak memikirkan hal yang membuatku takut.Setelah itu aku mulai membayangkan hal-hal lucu yang pernah kualami untuk menghilangkan rasa takutku.
Setelah aku berhasil membayangkan hal lucu,akupun mulai menguap dan tertidur.
*pagi hari
Aku merasa matahari sudah terbit dan sinarnya masuk kekamarku melalui jendela. Akupun mulai membuka mataku perlahan-lahan.
"woaah....sudah pagi sekarang sudah jam 06.00,sebaiknya aku segera mandi"
ujarku sambil menguap dan bangun dari kasur.
Kemudian aku mengambil seragam dan handuk,lalu masuk kekamar mandi.Dengan rasa kantuku dan baru setengah sadar aku mandi.
Selepas mandi aku langsung memakai sepatuku dan berangkat kesekolah tanpa sarapan.
"Mungkin aku takkan sempat sarapan,aku akan makan dikantin sekolah saja saat istirahat nanti" gumamku sambil mengunci pintu rumah.
Di bus,menuju perjalanan sekolah,aku masih saja mengantuk Sampai-sampai beberapa orang di bus memperhatikanku.Namun aku berpura-pura tak memperhatikan lirikan mereka.
Beberapa menit kemudian,aku sampai dihalte tujuanku.Aku segera turun dari bus dan melanjutkan langkahku masuk kesekolah.
Rasa kantuku belum hilang sampai sekarang dan aku masih menguap.Dikooridor sekolah tak sengaja aku menabrak olivia dan dua teman setianya itu.
"ma'maaf olivia aku tak sengaja menabramu!!" aku langsung meminta maaf padanya dan mengulurkan tanganku kepada olivia untuk membantunya berdiri.
Namun olivia menyinkirkan tanganku dan dia lebih memilih dibantu temanya.
"jalan itu pakai mata,aku lihat dari tadi kau memejamkan matamu sepajang jalan!!" Olivia memarahiku.
Aku mencoba berkali-kali meminta maaf pada Olivia.
"ma'maaf aku tadi mengantuk!!"
"Oh iya kau dicariin oleh Rehan tadi,sebenarnya apa yang kau lakukan pada Rehan, Sampai-sampai dia dekat sekali denganmu??" Olivia bertanya padaku dengan nada marah.
"Bukanya kau sudah punya pacar,Putra itu pacarmu kan??" tanya salah satu teman Olivia.
Belum sempat aku menjawab pertanyaan mereka,salah satu teman Olivia mememotong pembicaraanku.
"i'itu rehan itu...."
"Dasar serakah sudah punya pacar masih saja mendekati cowok lain!!!"
Akupun langsung menjawab pertanyaan mereka dengan nada cukup tinggi dan langsung meninggalkan mereka dikoridoor.
"Kalian tak tau apa-apa,jadi jangan menyimpulkan tanpa fakta yang sebenarnya!!"
Aku langsung masuk kedalam kelas dan duduk dikursiku dengan wajah marah.
Melihat wajahku yang marah,Kemudian bulan bertanya padaku apa yang terjadi.
"kenapa kau marah Elina?? apa yang terjadi??"
Akupun menceritakan kejadian dikoridoor tadi kepada bulan.
"Huh Olivia memang menyebalkan,jangan menghiraukan dia oke??!" ujar bulan mencoba menenangkanku.
"ya,aku akan mencoba menghiraukanya!!" jawabku.
Setelah menceritakan kejadian tadi,bel pun berbunyi dan semua murid masuk kedalam kelas.Kemudian aku melihat Rehan yang masuk kekelas dan berjalan kekursinya dengan tatapan kosong dan tak bergairah.
Akupun mengingat ucapan Olivia tadi.
"ohh iya Olivia bilang tadi Rehan mencariku,sebenarnya ada apa??"
Aku tak bertanya pada saat itu juga,karena Bu Nadya (guru IPA) sudah masuk kekelas dan siap mengajar.
"Aku akan bertanya saat istirahat saja"
pikirku dalam hati.
*2 jam Kemudian
Setelah selesai belajar IPA selama dua jam,Saat istirahat pun tiba.Kemudian aku mengejar Rehan yang telah keluar duluan.
"Rehan!!!" teriaku mendekati Rehan.
Mendengar teriakanku,langkah kaki Rehan pun berhenti ditempat.Lalu akupun sampai didepan Rehan.
Dengan nafas terengah-engah akupun bertanya kepada Rehan.
"O'olivia....tadii..."
Sebelum aku menyelesaikan pertanyaanku,Rehan pun langsung menutup mulutku.
"diamlah dan bernafas...." suruh Rehan.
Akupun langsung menarik nafas yang panjang.
"huuuuuu.......huuuu"
Setelah itu Rehan menariku kekantin.Lalu kami duduk dimeja kosong.
"Lanjutkanlah perkataanmu tadi!!" Dengan wajah dingin Rehan menyuruhku melanjutkan perkataanku tadi.
"Hmmm...Kata olivia kau mencariku,sebenarnya ada apa.Dan kenapa wajahmu....sangat...Kaku,dingin dan tak bergairah!!" tanyaku
Rehan pun mulai membuka mulutnya.
"Sebenarnya aku ingin meminta maaf padamu,atas perkataanku yang kasar.Aku sekarang mengerti,kau sangat terbebani atas hal yang kau alami.Apa...kau akan memaafkanku??"
"hmm,aku akan memaafkanmu,jikaaa...!!" aku menghentikan perkataanku yang membuat Rehan penasaran.
"Jikaaa???apa!!" tanya Rehan.
Lalu aku membisikan sayaratku ke telinga Rehan.