
"*Mereka ingin membawaku kemana lagi ya?*"
...----------------...
setelah memakan waktu sekitar 2 jam, akhirnya kami sampai ke sebuah tempat yang sangat indah.
"Turunlah" kata Eren
"Baiklah" jawab ku
"Bagaimana Cecila? Apakah kau menyukai tempatnya?" tanya Gray
"Ini..."
Tempat yang kami datangi sungguh indah pemandangannya di malam hari, melihat air laut yang sangat indah pada malam hari di jembatan melengkung.
Kami melihat air laut yang indah di jembatan menengking yang di atas kepala kami dihiasi oleh bunga yang berjatuhan di atas kepala kami.
Cecila sangat terpesona dengan pemandangan yang seperti itu, ini baru pertama kalinya bagi Cecila melihat pemandangan yang sangat indah.
Selama liburan sekolah nya ini ia tidak dapat pergi kemana-mana seperti teman-teman lainnya, dia hanya ada di asrama sampai liburan sekolah selesai.
Di asrama kesehariannya adalah membuat novel, membaca buku, terkadang dia juga selalu belajar. Dia keluar dari asramanya itu pun hanya untuk membeli makanan.
Cecila sangat terpesona dengan pemandangan yang ada di depannya sampai-sampai dia mengeluarkan air matanya.
"Apakah kau menangis Cecila?" tanya Gray
"Tidak, aku tidak menangis. Aku hanya terpesona melihat pemandangan yang begitu indah seperti ini"
"Apakah kau tidak pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya?" tanya Eren
"Iya kau benar, aku belum pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya"
"Mustahil kau tidak pernah melihat seperti ini sebelumnya Cecila, liburan sekolah tahun lalu kau pasti pernah melihatnya" kata Eren dengan rasa tidak percayanya
"Aku memang belum pernah melihat pemandangan yang seperti ini, tahun lalu aku hanya ada di asrama saja"
"Jadi kau tidak pernah keluar?" tanya Gray
"Aku pernah keluar dari asrama tapi hanya untuk membeli makanan saja, jika untuk berjalan-jalan yah ini pertama kalinya bagiku"
"Begitu rupanya"
Tiba-tiba semuanya seketika hening, tidak ada percakapan lagi diantara kami bertiga. Namun Eren dan Gray membuka percakapan kembali.
"Cecila, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan dengan mu"
"Katakan lah"
"Kami ingin bilang..."
Tiba-tiba suara dering telepon berbunyi, semuanya memeriksa ponsel mereka masing-maisng. Ternyata ponsel Cecila yang berdering tadi.
Cecila melihat bahwa sahabatnya itu sedang meneleponnya sekarang ini.
"Oh maaf tuan Eren, aku harus mengangkat telepon dari sahabatku"
"Huh, baiklah" jawab Eren dengan kesal
"Halo Lena..."
Gray menepuk bahu kanan Eren
"Sudah lah Eren, mungkin nanti kita bisa bicarakan dengannya"
"Kau benar. Tapi sebelumnya kau sangat tidak sabar juga kan aku mengatakan itu kepada Cecila?"
"M...mana ada" Gray langsung berpaling sambil wajah nya memerah
"Tidak perlu kau membohongi ku Gray"
"Sudahlah Eren, ini sudah malam lebih baik kita kembali ke perusahaan saja. Aku takut ada vampir lainnya yang berkeliaran di malam hari untuk mencari makan"
"Terus? Apa hubungannya dengan ku? Bukan kan kita berdua vampir?" tanya Eren dengan ekspresi tidak peduli nya
"Apakah kau lupa bahwa kita membawa Cecila, Cecila itu manusia bukan vampir apa kau lupa?"
"Baiklah, baiklah. Kau terus saja memarahi ku"
"Jika aku tidak memarahi mu, mungkin kau akan sangat tidak peduli tentang ini!"
"Baiklah kita akan segera kembali ke perusahaan dan mengembalikan Cecila ke asramanya kembali"
"Bagaimana jika kita suruh Cecila untuk tinggal di perusahaan bersama kita?"
"Baiklah aku akan menyuruhnya untuk bersama kita selama liburan sekolahnya ini"
"Baiklah"
"Cecila"
Cecila langsung mematikan ponselnya dan langsung kembali ke mereka berdua.
"Ada apa tuan?"
"Kita akan pergi"
"Kemana?"
"Kembali ke perusahaan"
"Baiklah tuan, saat kita kembali ke perusahaan aku akan membereskan barang-barang ku di kantor tuan dan kembali ke asrama untuk beristirahat"
"Kau tidak akan ke asrama lagi Cecila" jawab Gray
"Kenapa?"
"Karena selama liburan sekolah kau akan tinggal bersama kami berdua"
"Apa!? Tinggal bersama kalian berdua!?"
"Kenapa? Apakah kau tidak menyukainya!?" tanya Eren dengan wajah kesal
"Aku menyukainya, tapi..."
Cecila sangat takut tidur berdua dengan mereka berdua apa yang akan dikatakan oleh orang-orang lagi tentang nya, dia pasti dikatakan sebagai wanita penggoda.
Cecila tidak mau dia dipanggil sebagai wanita ****** atau wanita suka menggoda semua pria, dia sudah sangat sulit melawan musuhnya apalagi semua karyawan disana.
"Sudah turuti saja kemauan kami Cecila, kami akan berhenti di asrama mu sambil menunggu mu membawa beberapa benda penting yang akan kau bawa untuk tinggal di perusahaan bersama kami"
"Baiklah"
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan langsung pergi menuju asrama Cecila. Cecila masih memikirkan apa yang akan terjadi jika dia tinggal di sana nantinya.
...----------------...
Sesampainya di depan asrama, Cecila dan Gray langsung turun dari mobil dan segera masuk ke dalam kamar Cecila.
"Tunggu Gray, untuk apa kau turun juga? Biarkan Cecila saja yang turun membawa barang-barang nya nanti"
"Tidak apa-apa Eren, aku akan membantu Cecila membereskan barang-barangnya"
"Baiklah terserah mu saja"
Sesampainya di dalam kamar Cecila, Gray terkejut dan langsung berbalik badannya.
"Ada apa tuan Gray? Apakah kau tidak nyaman dengan kamar ku?"
"Bukan begitu, aku hanya ah lupakan saja. Aku akan membantu mu membawa barang-barang mu"
"Baiklah"
Sebenarnya Gray tidak tahan mencium aroma Cecila di seluruh kamarnya, dia takut bahwa dia tidak dapat menahan dirinya untuk memakan Cecila kembali.
Mereka berdua mulai membereskan barang-barang yang akan dibawa Cecila seperti pakaian, buku, dan juga yang lainnya. Cecila yang membawa barang yang penting baginya.
Saat membantu membereskan barang, Gray menemukan sebuah foto dibawah ranjang milik Cecila. Dia melihat sebuah foto keluarga.
"Cecila"
"Iya tuan Gray?"
"Ini foto siapa?"
"Oh itu adalah foto keluarga ku"
"Siapa yang di tengah ini?"
"Itu adalah aku saat aku masih kecil"
Gray sangat tidak asing melihat foto anak kecil yang ada di dalam foto keluarga milik Cecila, terutama lagi dia mengatakan anak kecil itu adalah dirinya.
"Aku seperti pernah jumpa dengan anak kecil ini"
"Apa katamu tuan Gray?"
"Ah tidak ada lupakan, sudah selesai semuanya?"
"Iya sudah selesai"
"Kalau begitu kita harus kembali jika tidak si pemarah itu akan mengamuk jika kita terlambat kembali ke mobil"
"Oh baiklah"
Mereka berdua keluar dari kamar Cecila dan langsung kembali ke mobil, namun sepanjang jalan mereka Cecila terus berpikir tentang perkataan Gray barusan.
"*Apa maksud dari tuan Gray tadi? Dia mengatakan barusan pernah bertemu dengan anak kecil dalam foto tersebut? Setelah sampai, aku akan bertanya kepadanya nanti*"
Bersambung