These Two Vampires Love Me

These Two Vampires Love Me
Meminum Darah Cecila



"*Bagaimana dia bisa menyukai gadis biasa ini? Saat tiba nanti aku akan langsung bertanya kepadanya kenapa dia sangat menyukai gadis ini*"


Supir pribadi miliknya segera menjalankan kan mobilnya menuju ke "tempat" yang mereka katakan tadi, Cecila masih ada sedikit kesadaran dan mendengar semuanya.


Namun Cecila tidak dapat melawannya karena dia hanya punya sedikit kesadaran, Cecila langsung menutup matanya kembali karena dia merasa pusing.


Cecila merasa pusing saat dia hendak membuka seluruh kedua matanya.


...****************...


Beberapa menit kemudian, Cecila terbangun dari pingsannya dan dia langsung mendengar suara yang sangat familiar baginya.


"Sudah bangun? Bagaimana dengan tidurmu?"


"*Siapa itu? Suaranya kedengaran sangat tidak asing bagiku*"


Cecila perlahan melihat ke arah asal suara tadi, dia mulai terlihat dengan jelas lagi. Saat dia melihat dengan jelas oleh kedua matanya, dia sangat terkaget dan ingin kabur lagi.


"Kau! Bagaimana kau ada di sini!? Dimana pria yang membawa ku tadi!? Apakah dia membawa ku ke sini hanya untuk mengantarkan diriku kepada mu!?"


"Tentu saja dia membawa mu ke sini hanya mengantarkan dirimu kepada ku, benarkah itu Gray?"


"Gray?" tanya ku dengan heran


Cecila melihat ke arah mata Eren menunjukkan orang tersebut, Cecila melihat orang yang menyelamatkan dirinya saat itu berdiri di samping Eren.


"Aku ingin bertanya kepada mu Eren, mengapa kau sangat menyukai wanita ini?"


"Aku menyukai dirinya karena rasanya begitu manis, cobalah kau rasakan lehernya maka itu membuat mu sangat menyukainya dan ingin mencoba darahnya"


"Tidak terima kasih"


"Ayolah sobat, cobalah"


"Baiklah karena kau yang memaksa maka aku akan mencobanya"


Gray langsung mendekati Cecila dan ingin mencoba rasanya.


"Kau jangan mendekati ku!"


Cecila ingin melarikan diri namun gagal, kedua tangan dan kakinya diikat oleh besi yang sangat kuat. Cecila terus mencoba melepaskannya namun terus saja gagal.


Gray langsung menindih tubuhnya dan langsung mendekatkan wajahnya ke lehernya.


"A...apa yang sedang kau lakukan!? Jangan bilang kalau ka...kau adalah va...vampir sama seperti dia!"


"Kau benar nona Cecila, dia adalah vampir yang sama seperti diriku"


"Menjauhlah kau dari ku! Kau orang baik bukan!? Jika kau orang baik segera menjauh dari diriku!"


Gray baru saja ingin menjilati lehernya namun terhentikan oleh perkataan Cecila, dia langsung berdiri dan wajahnya langsung jadi memerah.


"Maaf aku tidak bisa Eren"


"Coba saja, kau tidak akan tau bagaimana rasanya wanita ini jika kau belum mencobanya"


"*Keparat ini! Aku sudah berhasil menghentikan dia agar dia tidak menjilati diriku, malah dia membuat pria itu menjadi ingin menjilati ku lagi*"


"Kau benar juga"


Gray langsung menindih tubuh Cecila dan juga langsung menjilati lehernya, Cecila merasa geli dan mengeluarkan nafas desahannya.


"Hen...hentikan!"


Gray langsung menegakkan tubuhnya kembali dengan melihat wajah Cecila yang penuh dengan merah, melihat wajah Cecila memerah membuat Gray semakin bergairah.


Gray kembali menjilati leher Cecila dan Cecila hanya bisa pasrah lehernya dijilati oleh Gray, Eren yang melihat itu tidak tahan dan langsung menjilati leher Cecila juga.


Cecila hanya bisa menahan geli, tapi tak lama kemudian Cecila merasakan kesakitan yang liar biasa sakitnya. Rasa lebih sakit dari tertusuk jarum suntik.


Cecila terus merasakan kesakitan itu dan akhirnya dia jatuh pingsan, Eren dan Gray langsung berdiri dan mereka langsung membersihkan bibir mereka.


Mereka berdua melihat Cecila sudah pingsan karena mereka berdua, Eren langsung membuka ikatan besi pada tangan dan kakinya Cecila.


Setelah borgol itu dilepas, Mereka berdua tidur 1 ranjang dengan Cecila. Posisi Cecila di tengah-tengah mereka berdua, mereka berdua tertidur sambil memeluk Cecila.


...----------------...


Keesokan harinya, matahari menyinari ruangan itu. Cecila perlahan-lahan kembali sadar dan melihat sinar matahari yang begitu menyilaukan.


Dia duduk sebentar dan akhirnya dia sadar bahwa dia tidur semalaman dengan mereka berdua. Cecila perlahan turun dari ranjang tanpa membangunkan mereka berdua.


Setelah turun dari ranjang, Cecila terus mencari kamar mandi dan segera membersihkan dirinya.


"Karena mereka berdua, tubuhku sudah dinodai oleh mereka berdua. Aku merasa jijik dengan tubuhku ini"


Cecila menangis sambil membersihkan dirinya, setelah selesai mandi dia menggosok giginya di cermin. Saat sedang menggosok giginya, dia sadar dengan sesuatu.


Dia melihat ada bekas 2 gigitan di leher kanan dan kirinya.


"Bekas gigitan apa ini? Mengapa ada di kedua leherku? Apa jangan-jangan!?"


Cecila langsung menyadari bahwa dua gigitan yang ada di lehernya itu adalah bekas gigitan dari mereka berdua yang membuat Cecila pingsan karena merasakan kesakitan.


Cecila merasa marah dan segera mengganti pakaiannya.


"Aku harus mengganti pakaian ku dan juga langsung keluar dari tempat ini! Tapi tunggu dulu, ruang ganti baju ada di lantai bawah. Tidak mungkin aku ke sana dengan penampilan seperti ini"


Cecila terus mencari akal bagaimana dia bisa mengambil pakaian baru tanpa harus turun ke bawah lagi.


"Oh ya aku ada ide, coba aku cari nomor telepon darurat di ruang kerja ini. Mana tahu ada sesuatu yang bisa aku temukan di ruang kerja ini"


Cecila keluar dari kamar mandi dengan perlahan agar dia tidak membangunkan kedua vampir yang sedang tidur dengan terlelap itu.


Cecila melangkah maju ke depan dengan berjinjit pelan ke arah meja kerjanya Eren.


"Di meja vampir menyebalkan ini pasti ada sesuatu yang bisa aku temukan"


Benar saja, Cecila menemukan nomor telepon khusus berada di perusahaan. Dia melihat nomor telepon karyawan untuk menghantar pakaian.


"*Aku baru tahu bahwa perusahaan ini mempunyai nomor telepon yang seperti ini, mungkin saja para vampir ini sangat pemalas keluar lagi sehingga dia memiliki nomor telepon khusus digunakan di sini saja*"


Cecila langsung menghubungi nomor telepon yang menghantarkan pakaian tersebut, dia meminta karyawan tersebut untuk menghantarkan pakaian ke ruang CEO itu.


...----------------...


Beberapa menit kemudian, Cecila akhirnya selesai mengganti pakaian barunya dan langsung keluar dari ruangan bos menyebalkan itu.


"Aku harus keluar dari sini tanpa membangunkan mereka berdua terlebih dahulu"


Tiba-tiba seseorang menekan pintunya kembali dan bertanya kepada Cecila dengan nada bicaranya dipenuhi aura kematian.


"Kau mau kemana?"


"*Gawat, salah satu vampir menyebalkan ini terbangun. Apa yang harus aku lakukan sekarang?*"


"Jawab aku kau ingin kemana?"


"Hehehe...tuan...aku ingin bekerja terlebih dahulu"


"Sudah aku bilang kan kau berbeda dari yang lain, tugas mu sebagai sekretaris CEO hanya melayani apa kemauan CEO nya"


"*Apa!? Melayani!? Matilah aku kali ini jika dia terus meminta melayani darahku, aku harus bagaimana ini sekarang!?*"


Bersambung