These Two Vampires Love Me

These Two Vampires Love Me
Bertemu Dengan Musuh Sekolahnya



Cecila terus berpikir dia akan mati jika dia terus melayani mereka berdua dengan darahnya. Sampai pada akhirnya Cecila memikirkan rencana agar dia bisa terlepas.


"A...aku keluar hanya ingin membawa sebotol anggur merah untuk melayani kalian berdua"


"Mengambil sebotol anggur merah hanya untuk melayani kami berdua?"


"I...iya tuan. Bukankah tugas ku beda dari yang lain? Bukankah tugas ku hanya melayani kalian berdua saja?"


"Kau ada benarnya juga, baiklah pergi ambil kan sebotol anggur merah segera"


Eren membukakan pintu untukku dan menyuruh ku keluar sambil memukul bokong ku, aku sontak kaget dan ingin saja aku memukulinya dengan sangat kuat.


"*Ingin saja aku memukulinya karena dia memukul bokong ku, tapi aku harus bersabar saja*"


"Mengapa masih tidak mau jalan? Apakah perlu aku memegang dengan lembut bokong mu itu?"


"Baiklah aku akan pergi, dasar pria mesum!"


Cecila keluar sambil wajah nya berekspresi kesal kepadanya.


"Apa yang telah kau perbuat pada wanita itu, Eren?"


"Tidak ada apa-apa"


"Apakah kau menyukai wanita itu?"


"Iya aku menyukai wanita itu, dia berbeda dari yang lain"


"Kau benar"


"Kau menyukainya juga kan Gray?"


"Iya aku menyukainya, namun dia adalah milikmu bukan?"


"Siapa yang bilang dia adalah milikku? Bukankah dia adalah milik kita berdua karena kita berdua telah menggigit lehernya tadi malam?"


"Tapi kau yang sangat ingin memilikinya bukan?"


"Kali ini tidak Gray, dia juga akan bisa menjadi milik mu"


"Sudah aku tidak mau membahas itu, aku ingin pergi bekerja terlebih dahulu"


"Baiklah"


Di sisi lain, Cecila berada di ruang tempat penyimpanan minuman beralkohol di sana.


"Banyak kali mereka menyimpan minuman seperti ini, huh! Aku masih kesal sama dia karena dia memukul bokong ku tadi!"


"Bukankah kau seharusnya senang? Mengapa kau sangat marah?"


"Siapa yang berbicara seperti itu!?"


Cecila langsung membalikkan badan melihat siapa yang berbicara seperti itu kepadanya, saat dia melihatnya Cecila langsung kaget melihatnya di depan Cecila.


Ternyata yang mengatakan hal itu adalah musuh nya sendiri di asrama, dia selaku membully dan membedakan status Cecila dengan Lena.


"Aku tidak menyangka kau bekerja di sini juga ya Cecila?"


"Aku juga tidak menyangka kau bekerja di sini juga ya, Mira"


"Oh ternyata kau mengenal ku"


"Bagaimana aku tidak mengenal mu, kau adalah murid terkaya nomor 2 setelah Lena di sekolah bukan? Jadi wajar saja aku orang rendahan mengenal orang seperti mu"


"Bagus lah jika kau mengenal ku, oh ya kau sebagai apa di sini? Aku lihat pakaian mu sama seperti kami? Lalu kau mengapa datang ke sini ingin mengambil minuman anggur merah?"


"Itu bukan urusanmu"


"Oh sekarang kau sudah pandai melawan dengan ku ya? Apakah Lena yang mengajarimu seperti itu?"


"Aku seperti ini tidak ada hubungannya dengan Lena, aku hanya bosan kau terus merendahkanku"


"Oh begitu? Aku kira kau menyukainya"


"Menyingkir kau dari jalan ku, aku ingin mengantarkan minuman ini kepada seseorang"


"Baiklah"


Cecila langsung keluar dari tempat itu, dia tidak melihat wajahnya Mira. Saat Cecila hendak naik ke atas dengan lift, Mira mulai mempermalukan Cecila di depan umum.


"Sudah berapa pria yang kau layani Cecila?"


"Apa maksudmu Mira!?"


Semua karyawan yang melihat itu mulai membisikkan tentang mereka berdua. Namun kali ini Cecila tidak mempedulikannya dan dia hanya fokus ke arah Mira.


"Maksud ku, sudah berapa pria yang sudah berhasil kau goda, dan juga sudah berapa banyak uang yang kau dapatkan dari hasil jual tubuhmu?"


"Aku tidak menjual tubuhku!"


"Lalu? Apa posisi mu di sini? Setidaknya kau masih tetap rendahan ya jika kau bekerja di sini, mengapa kau memakai pakaian seperti pakaian ku?"


"Itu tidak ada urusannya dengan mu jadi permisi!"


"Mungkin kau menjadi sekretaris dengan cara menggoda pria, bagaimana aku bisa tidak tahu dibalik wajah polos mu itu bisa secara naik pangkat?"


Tiba-tiba salah satu karyawan memberitahukan posisi ku kepada Mira.


"Nona Mira, dia bekerja sebagai sekretaris"


"Yah setidaknya aku yang lebih tinggi posisi ku bukan?"


"Bukan kau nona, tapi dia"


"Apa!?"


"Dia menjadi sekretaris untuk CEO saja, jadi anda tidak boleh mengaturnya"


"Benar juga, pasti dia mendapatkan posisi ini dengan menggoda CEO kita bukan? Mana mungkin baru melamar pekerjaan sudah langsung menjadi sekretaris CEO kan?"


Setelah mendengar perkataan Mira, semua orang langsung menggosipkan Cecila. Cecila semakin marah karena Mira mencoba mempermalukan dirinya di depan umum.


"Mungkin saja dia belajar cara menggoda pria oleh ibunya sendiri bukan?"


Cecila menjatuhkan nampan dan memecahkan botol anggur merah dan dua gelas kaca.


"Oh seperti nya ada yang sedang marah"


"MIRA!!!"


"Iya, apakah kau memanggil namaku?"


Cecila berlari ke arah Mira dan langsung mencekik lehernya, Mira melihat wajah Cecila dipenuhi aura kemarahan yang besar dan juga aura pembunuh.


Dia mencekik kuat leher Mira sampai Mira tidak bisa menahan rasa sakit di lehernya lagi.


"A...a...apa yang...ka...kau...lakukan!!!"


"Kau boleh menghina diriku sepuasnya Mira, tapi jika kau menghina ibuku! AKU AKAN MELENYAPKAN MU!"


Mira melihat mata Cecila berubah menjadi merah bersinar dan membuatnya menjadi ketakutan, karyawan yang ingin menghentikan Cecila tiba-tiba tidak bisa bergerak.


Tiba-tiba seseorang datang dan melepaskan tangan Cecila dari lehernya Mira.


"APA YANG KAU LAKUKAN!? APAKAH KAU MENCOBA UNTUK MEMBUNUHNYA!?"


Mira langsung memeluk pria yang ada di sampingnya sambil batuk dan juga sambil menangis karena kesakitan.


"Sayang...uhuk...dia mencoba...men...mencoba untuk membunuhku...uhuk uhuk...tolong aku sayang...aku tidak mau mati...uhuk!"


Namun Cecila semakin lama semakin marah dan dia berniat ingin membunuh Mira sekarang juga, pria yang menyelamatkan Mira melihat mata Cecila.


Dia melihat mata Cecila berubah menjadi merah darah yang bersinar dan mengeluarkan aura membunuh di sekitar tubuhnya. Cecila langsung datang ke arah Mira.


Saat hendak datang ke arah Mira, seseorang menangkap tangan Cecila untuk menghentikan perbuatannya segera.


"Hentikan ini Cecila!"


"Siapa kau yang berhak menghentikan ku!?"


Ternyata yang menghentikan dia itu adalah Gray, Gray melihat mata Cecila berubah menjadi merah darah yang bersinar. Gray panik dengan perubahan matanya.


"Ini aku Gray, bos mu!"


"LEPASKAN AKU!!!"


Suara teriakan Cecila membuat seluruh perusahaan ini menjadi goyang, dan Gray tidak mempunyai pilihan lain. Dia memukul kuat bagian belakang leher Cecila.


Cecila langsung pingsan dan tubuhnya langsung digendong oleh Gray dan dibawa kembali keruangan Eren dan menyerahkan kepadanya.


Bersambung