These Two Vampires Love Me

These Two Vampires Love Me
Jack Memberi Saran Rencana Untuk Gray



"A...apa yang kau katakan tuan Eren?"


"Aku mencintaimu Cecila"


"A...aku tidak percaya ini"


"Kau tidak percaya?"


Cecila menggelengkan kepalanya, Eren yang melihat bahwa Cecila tidak percaya dengan cintanya dia langsung mencium Cecila dan langsung melepaskanya.


"Sekarang masih tidak percaya Cecila?"


"Tu...tuan Eren..."


Mereka kembali berciuman panas, namun mereka tidak percaya bahwa ada seseorang dari kejauhan melihat mereka sedang berciuman.


"Ternyata benar, Eren sudah mendapatkanya duluan"


"Astaga Gray, dengan melihat mereka berciuman seperti itu saja kau sudah akan langsung menyerah?"


Ternyata seseorang yang sedang melihat mereka dari kejauhan ternyata Gray dengan temannya bernama Jack.


"Lalu? Dia sudah menjadi milik Eren, untuk apa aku harus mengejarnya lagi?"


"Kau sudah menyerah begitu saja? Apakah ini Gray teman ku yang aku kenal tidak pernah menyerah dalam mengejarkan apapun?"


"Itu adalah Gray yang dulu Jack, Gray yang sekarang hanya bisa menyerah mengejar seseorang saja Jack"


"Ck, cepat sekali kau menyerahnya. Apakah kau tidak ingat bahwa kau akan mengejar gadis yang kau temui dulu saat dia masih kecil?"


"Gadis itu...aku tidak bisa menemukannya lagi Jack"


"Kau sudah menemukannya lagi Gray"


"Benarkah?"


"Tentu, apakah kau pernah melihat foto waktu dia masih kecil?"


"Aku pernah melihanya saat aku membantunya membereskan barang bawaannya dari asramanya di sana"


"Apakah kau tidak merasa aneh bahwa anak kecil yang ada di foto nya itu adalah gadis kecil yang kau temui beberapa tahun yang lalu?"


"Aku merasa seperti itu, namun dia berkata saat masih kecil dia tidak pernah bertemu dengan seseorang"


"Aku merasa bahwa dia adalah gadis kecil yang kau cari selama ini Gray"


"Apakah itu benar?"


"Tentu saja itu benar, hanya karena dia sudah dimiliki oleh Eren kau tidak dapat mengejarnya kembali?"


"..."


"Pikirkan lah Jack, kau harus mendapatkanya juga dan jadikan lah dia milikmu juga Gray"


"Jika seseorang sudah memiliki satu, bagaimana dia bisa memiliki dua orang yang mencintai dirinya Jack?"


"Tentu saja bisa Gray, hanya saja jangan terlalu berlebihan semua lelaki menyukainya atau dia bisa dikatakan sebagai wanita murahan yang hanya tau menggoda pria saja"


"Lalu apa yang harus aku lakukan?"


"Kau pikirkan saja sendiri bagaimana caranya mengejar dan menjadikan dia milikmu"


"Aku butuh pertolongan mu Jack"


"Wah wah, apakah ini CEO Gray yang tidak pernah meminta pertolongan sebelumnya kini tiba-tiba meminta pertolongan kepada seseorang?"


"Jack aku serius!"


"Baiklah Gray jika itu mau mu, aku punya rencana"


"Apa itu?"


"Kau manfaatkan saja kedaan besok untuk rencana mu?"


"Memang ada apa besok?"


"Kau lihat saja sendiri, jika kau tau situasinya maka kau akan langsung menemukan rencananya. Baiklah tuan Gray, pembicaraan kita sampai di sini dulu karena aku harus kembali ke kastil ku"


Jack langsung pergi, namun sebelum pergi dia langsung mengucapkan sesuatu untuk Gray.


"Semoga kau berhasil dan tau rencana mu besok Gray dan jangan lupa untuk selalu memanfaatkan situasinya besok Gray. Sampai jumpa lagi"


"Sampai jumpa lagi juga Jack"


Setelah Jack pergi, Gray langsung berpikir untuk situasi yang akan datang besok dan memikirkan rencana yang bagus untuk mengejar Cecila.


Gray menutup kembali pintu luar dan kembali ke ranjang untuk beristirahat, sedangkan Eren dan Cecila langsung kembali ke perusahaan untuk istirahat juga.


Eren membawa Cecila masuk ke ruangannya dengan menggendong Cecila ala Bride Style sampai ke ranjangnya. Mereka berdua melihat Gray yang sudah tertidur pulas.


Eren menurunkan Cecila dengan perlahan dan langsung ingin berciuman dengannya sekali lagi. Namun Cecila melarangnya untuk berbuat seperti itu lagi.


"Jangan lakukan lagi tuan Eren"


"Mengapa tidak?"


"Apakah kau tidak melihat bahwa tuan Gray sudah tertidur cukup pulas?"


"Aku tidak peduli, aku mau sekali lagi"


"Jika kau ingin sekali lagi maka kau bisa menggunakan bantal guling sebagai pengganti ciuman ku"


"Tidak perlu aku ingin tidur saja"


"Katanya ingin berciuman"


"Tidak jadi, kau tidak menyenangkan"


"Baiklah kita akan berciuman lagi"


"Benarkah?"


"Ten..."


Eren langsung mencium bibir Cecila dengan penuh ke nafsuan. Mereka berdua saling menikmati ciuman mereka berdua, mereka berdua tidak peduli ada Gray di atas ranjang.


Saking menikmati ciuman panas mereka berdua, Cecila sesekali mengeluarkan suara desahannya dan membuat Eren semakin bersemangat menciumnya.


Gray yang yang tadi tertidur mendegar ******* Cecila langsung terbangun dan wajah nya langsung memerah karena mendengar suara ******* Cecila.


"*Apakah mereka masih memiliki hati? Mereka berciuman secara sengaja atau apa?*"


Eren memberhentikan ciuman mereka berdua dan langsung memeluk Cecila untuk segera tidur.


"Selamat malam Cecila"


"Selamat malam juga Eren"


Sedangkan di dalam hati Gray


"*Dasar Eren jahat, aku juga ingin memeluk dan mengucapkan selamat malam kepada Cecila╥﹏╥*"


...****************...


Keesokan harinya, seperti biasa yang bangun pertama itu selalu Cecila. Cecila tidak bisa tertidur lagi jika dirinya sudah terkena cahaya matahari.


Cecila terbangun sambil merilekskan tubuhnya terlebih dahulu, dia terbangun sambil melihat Gray yang tadi ada di atas ranjang kini dia tertidur di bawah lantai.


Cecila tertawa sedikit melihat Gray yang tiba-tiba tidur di bawah lantai, lalu Cecila melihat Eren yang masih tertidur sangat pulas. Cecila menyentuh pipi Eren secara pelan-pelan.


Dia melihat wajah Eren yang sangat tampan saat tertidur dengan pulas seperti ini, dia menarik tangannya dan segera ingin mandi terlebih dahulu sebelum bekerja.


Namun saat dia ingin beranjak dari ranjang tersebut, tangannya ditarik oleh Eren dan wajah mereka berdua kembali berdekatan. Sontak wajah Cecila menjadi memerah.


"A...apa yang kau lakukan tuan Eren?"


"Apa yang ku lakukan? Bukankah kau tadi mengelus pipiku kan?"


"Ba...bagaimana kau tahu tuan?"


Eren mengangkat salah satu tangannya dan mencium telapak tangannya.


"Bagiaman aku tidak tahu bahwa yang mengelus pipiku hanya seseorang yang memiliki telapak tangan yang lembut dan juga indah ini"


"Tu...tuan..."


Eren mendekati wajah nya perlahan ke wajah Cecila, tujuannya ingin berciuman dengan Cecila lagi.


"Tu...tuan aku belum mandi...dan juga aku belum gosok gigi"


"Lalu? Memangnya kenapa jika kau belum mandi dan menggosok gigi?"


"*Dasar pria ini, bagaimana aku bisa menghentikannya nya? Aku punya rencana*"


Wajah Cecila menjadi berbeda dan membuat Eren menjadi curiga dengannya, Eren memiliki firasat yang buruk dari balik wajahnya yang tiba-tiba senyum itu.


Sementara Cecila berharap rencananya ini membuat dia langsung menolak untuk menciumnya saat ini.


Bersambung