These Two Vampires Love Me

These Two Vampires Love Me
Berhadapan Dengan Bos Vampir



"Kau!"


Cecila sangat kaget karena seseorang yang keluar dari sebelah kanannya Cecila ternyata pria yang bersamanya tadi lagi.


"Kau...kau adalah CEO dari perusahaan ini!?"


"Ternyata kau masih mengingat ku ya gadis manis, oh atau harus ku panggil namamu, nona Cecila"


"Bagaimana kau mengetahui nama ku!?"


"Aku adalah CEO sekaligus bos di perusahaan ini, jadi wajar saja aku mengenal karyawan kerja ku semua"


"*Benar juga itu ya, mengapa tidak terpikir ku tadi*"


"Oh ya apakah kau mau terus memegang anggur merah itu atau mau meletakkannya ke meja?"


"Oh iya"


Cecila langsung meletakkan napan yang dia pegang tadi di atas meja. Setelah dia meletakkan di atas meja, Cecila langsung berburu pergi namun di hadang oleh pria itu.


"Kau mau kemana nona Cecila?"


"A...aku...ingin bekerja terlebih dahulu"


"Kau kan sudah bekerja di sini"


"Memang tapi...pekerjaan ku sudah selesai yaitu aku sudah mengantarkan minuman anggur merah kepadamu. Jadi pekerjaan ku sudah selesai di sini dan aku harus keluar sekarang"


"Kau tau posisi mu sebagai apa bukan?"


"Ya aku tau, aku sebagai sekretaris di sini bukan? Jadi aku sebagai sekretaris harus bekerja seperti yang lain bukan?"


"Kau sebagai sekretaris yang paling berbeda dari yang lain nona Cecila"


"Maksud mu apa"


Pria itu membalikkan tubuh ku dan dia berbicara dengan ku sambil wajah nya terus mendekati wajah ku.


"Apa yang mau kau lakukan tuan?"


"Jangan panggil aku tuan nona Cecila, panggil aku..."


Semakin lama wajah nya semakin mendekati telinga ku.


"Nama ku adalah Eren"


Setelah dia mengatakan namanya, tiba-tiba dia menjilati leher ku dan itu membuat ku sontak terkaget dengan apa yang dia lakukan.


"Apa yang kau lakukan!? Mengapa kau menjilati ku!?"


"Aku hanya merasakan dirimu nona, rasa pada dirimu sangat manis. Bagaimana dengan darah yang ada pada dirimu itu ya, pasti lebih manis"


"*Darah!? Mengapa dia mengatakan darah!? Apa jangan-jangan!!!"


Cecila menyadari bahwa CEO dari perusahaan ini ternyata seorang vampir bukan seorang manusia biasa.


"Kau...kau ternyata seorang vampir"


"Benar sekali nona, aku adalah seorang vampir. Dan aku sangat menyukai dirimu"


"Menjauhlah kau dari diriku! Kau...kau...kau jangan mendekati diriku!"


"Mengapa tidak? Kau akan segera menjadi milikku"


Cecila melemparkan barang ke arahnya, namun dia dengan cepat menghindar dan dia berada di belakang Cecila. Cecila yang menyadarinya langsung menjauh darinya.


Dia mencoba kabur dari ruangan itu, namun sayang nya salah satu tangannya di tarik oleh vampir tersebut. Cecila sangat panik dan dia akhirnya menggigit tangan vampir itu.


Cecila akhirnya pun bisa keluar dari ruangan itu dengan wajah yang dipenuhi ketakutan luar bisa, semua karyawan menjadi heran melihatnya.


"Wanita yang menarik, namun kau tidak bisa keluar kelana pun Cecila"


Cecila akhrinya sampai juga di lantai utama dan dia langsung bergegas keluar dari perusahaan tersebut. Dia terus berlari dengan tujuan ingin kembali ke asramanya.


"Aku harus melarikan diri dari tempat ini dan kembali ke asrama ku, hanya di situlah tempat yang paling aman buat ku"


Dia terus berlari dengan wajah ketakutan dan kepanikan, akhirnya dia tersesat dan dia tidak tau dimana dia sekarang ini.


"Aku ada di mana sekarang? Ini bukan jalan ke arah asrama ku, dimana aku sekarang ini!?"


Karena dia terlalu lelah berlari terus, Cecila memutuskan untuk beristirahat dengan bersandar di dinding dan berteduh di bawah pohon besar.


"Lena, aku sangat merindukan mu, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi di sini. Jika kau ada di sini, aku tidak akan tersesat dan juga aku akan dilindungi oleh mu"


Tiba-tiba seorang pria datang dan mendekati Cecila.


"Halo nona yang cantik, apa yang kau lakukan sendirian di sini?"


Cecila melihat pria yang berbicara dengannya, Cecila langsung kaget dan segera menjauh karena pria yang berbicara dengannya ada orang yang ingin berbuat jahat kepadanya.


"A...apa yang kalian lakukan di sini?"


"Apa yang kami lakukan? Ini adalah daerah kekuasaan kami nona, mari ikut dengan kami. Jika kau ikut dengan kami, kami akan berjanji membuat mu akan menjadi senang dengan kami"


"Tidak! Jangan mendekati diriku!"


"Jika kau tidak mau ikut dengan kami, lebih baik kita bermain di sini saja ya"


"Tidak! Jangan mendekati ku! Pergi!"


Mereka menyentuh pakaian Cecila dan merobeknya, Cecila berteriak meminta pertolongan namun tidak ada yang mendengarnya.


"Nona, percuma kau berteriak dan meminta pertolongan di sini, tidak ada siapapun di sini. Di sini hanya ada kau dan kami bertiga di sini"


"Ti...ti...tidak! TOLONG AKU!"


Tiba-tiba pria yang menyentuh Cecila terlempar jauh dan kepalanya terkena tembok yang di dekat mereka.


"Bos apakah kau tidak apa-apa!?"


"Iya aku tidak apa-apa"


"Siapa yang berani mencelakai bos kami!?"


"Aku"


Cecila melihat pria yang tampan dan juga ekspresinya sangat dingin, dengan santai dia mendatangi mereka semua tanpa wajah bersalah melukai orang lain.


"Kau! Berani nya kau melukai bos kami!"


"Memangnya kenapa kalau aku melukai bos kalian? Bos kalian memang pantas mendapatkan seperti ini"


"AKAN KU BERI KAU PELAJARAN!!!"


Sebelum orang jahat itu ingin memukuli pria yang dingin itu, tangannya di hentikan oleh banyak bodyguard yang akan melindungi dirinya.


"Bereskan mereka semua, aku tidak ingin ada sampan lagi di sini"


"Siap tuan"


Pria dingin itu mendekati ku dan menepuk pundak ku.


"Kau tidak apa-apa nona?"


"Aku baik-baik saja, terima kasih sudah menolong ku"


"Nona, sekarang tatap kedua mataku"


Cecila menatap kedua mata pria itu dan dia langsung kaget melihat matanya yang tiba-tiba berubah menjadi merah bercahaya, Cecila terus melihat kedua mata itu.


Saat terus melihat kedua mata tersebut membuat Cecila jatuh pingsan dan tubuhnya diangkat oleh pria yang menyelamatkannya tadi.


"Sudah, kembali ke tempat"


"Baik tuan"


Pria itu memasuki mobil sambil menggendong tubuh Cecila, dia menyandarkan tubuh Cecila ke tubuhnya.


"Tuan, apakah kita akan kembali ke tempat atau ke rumah besar tuan?"


"Kembali ke tempat saja, nona ini adalah miliknya, dia menyuruh ku untuk menemukan nona ini"


"Baik tuan, kita akan kembali ke tempat"


"Baiklah"


Supir yang ada di dalam mobil tersebut langsung menjalankan mobil nya menuju ke "tempat" yang dia maksud.


"*Bagaimana dia bisa menyukai nona ini? Aku akan bertanya nanti*"


Bersambung