These Two Vampires Love Me

These Two Vampires Love Me
Pergi Berjalan-jalan



Mereka menyajikan makanan yang sangat banyak dan menyuruhku untuk mencicipi semua makanan yang mereka bawa untukku.


"Ini Cecila, cicipi makanan ku yang di sebelah kanan sana" kata Eren


"Ini Cecila, cicipi juga makanan yang aku buat di sebelah kiri sana" kata Gray


Aku menjadi pusing karena mereka memaksa ku untuk mencicipi semua makanan yang disediakan.


"*Mereka berdua menyuruh ku untuk mencicipi semua makanan ini!? Apa mereka berpikir bahwa aku ini rakus apa!? Siapa juga yang tahan dengan makan sebanyak ini!?*"


"Ada apa Cecila? Apakah kau tidak suka dengan makanannya?" tanya Eren


"Jika kau tidak menyukainya tidak apa-apa, kami akan membuatkan yang baru untuk mu" jawab Gray


"Ah tidak bukan begitu, aku sangat menyukai semua hidangan yang ada di sini"


"Kalau begitu makanlah"


"..."


"Kenapa masih diam? Apakah perlu kami berdua yang akan mensuapi mu agar kau mau makan?"


"Tidak perlu Eren"


Gray dan Eren duduk sebelahan Cecila, Eren mengambil makanan buatannya di sebelah kanan sedangkan Gray mengambil makanan buatannya di sebelah kiri.


Mereka berdua mulai mensuapi Cecila dengan penuh kelembutan, wajah Cecila menjadi merah karena ini pertama kalinya dia disuapi oleh seseorang.


Cecila mulai membuka mulutnya dan memakan makanan yang mereka berikan, setelah merasakan makanan tersebut Cecila menjadi tersentak.


Cecila merasakan makanan yang mereka buat itu sangat enak dan terasa seperti masakan ibunya sendiri.


"Bagaimana rasanya Cecila? Apakah enak?"


"Rasanya...seperti buatan ibuku"


"Jadi kau menyukainya?" tanya Gray


"Aku...sangat menyukainya"


Cecila mengatakan itu sambil menangis karena dia teringat oleh ibunya. Eren dan Gray yang melihat itu langsung memeluk Cecila dan menenangkannya.


Mereka berdua memeluk tubuh Cecila dengan penuh kehangatan seperti pelukan seorang ibu. Cecila merasakan kehangatan seorang ibu kembali dari pelukan mereka.


Cecila memeluk kembali mereka berdua sambil menangis tersedu-sedu, Gray memutuskan akan membawa Cecila berjalan-jalan terlebih dahulu.


"Cecila, aku akan membawamu pergi jalan-jalan terlebih dahulu untuk menenangkan dirimu terlebih dahulu"


"A...apa?"


Eren mengangkat tubuh Cecila dan membawanya untuk jalan-jalan, Gray mengunci pintu ruangan mereka berdua kembali dan kembali berjalan bersama.


Semua orang melihat mereka keluar bersama sambil Eren mengangkat tubuh Cecila, Cecila yang melihat bahwa semua orang melihat mereka langsung menjadi malu.


"Itu...tuan Eren, bisakah kau menurunkan aku? Aku bisa berjalan sendiri"


"Aku akan menurunkan mu setelah kita sampai di mobil"


"Siapkan mobil segera" ucap Gray


Cecila hanya bisa pasrah dengan badannya yang masih diangkat oleh Eren sambil menahan rasa malunya. Di sepanjang jalan, Cecila bertemu dengan musuhnya kembali.


Dia melihat Mira sedang bergandeng tangan dengan pria yang menyelamatkannya tadi, Mira yang melihat Cecila digendong oleh bos mereka langsung marah melihat Cecila.


Setiap Cecila melihat wajah Mira, dia selalu teringat bahwa Mira pernah mengatakan kalau ibunya dulu adalah seorang penggoda juga.


Cecila langsung menggenggam erat jas Eren dan matanya berubah menjadi merah sedikit demi sedikit. Gray yang melihat Cecila ingin berubah langsung menutup matanya Cecila.


Eren terkaget dan berbicara lewat kontak mata dengan Gray, Gray memberi pesan lewat kontak mata dengan Eren. Dia memberitahukan bahwa matanya berubah.


Eren langsung segera membawa Cecila ke mobil dan langsung memasukkannya ke dalam mobil, Gray mencoba untuk menahan amarah Cecila.


Gray berhasil menenangkan kembali Cecila, dia melihat mata Cecila berubah seperti semula lagi.


"Apa yang terjadi tuan Gray? Mengapa kepala ku tiba-tiba menjadi pusing?"


"Ah mungkin kau karena lelah bekerja" jawab Gray dengan alasan


"Mungkin saja, oh ya dimana tuan Eren? Bukankah dia tadi ada bersama dengan kita?"


"Kapan kau ada di sini!? Dan siapa yang kau bilang kucing kecil!?"


"Siapa lagi kalau bukan wanita yang ada di samping ku ini"


Eren mengatakan hak itu sambil memegang dagu Cecila, Cecila yang melihat wajahnya Eren dari dekat langsung menjadi memerah karena malu.


"Ehem...bisakah kita langsung pergi?"


"Baiklah"


"Ayo jalan"


"Baik bos"


Supir tersebut langsung menyalakan mobilnya dan langsung pergi dari perusahaan, wajah Cecila masih memerah karena Eren. Eren yang melihat itu langsung membuat usil.


"Mengapa wajah kucing kecil ku menjadi merah? Apa karena tuan mu ini sangat tampan?"


"Diam kau!?"


...----------------...


Beberapa menit kemudian, kami sampai di taman hiburan. Eren langsung membelikan tibet untuk kami bertiga masuk dan Gray tetap menjaga ku.


Aku merasa canggung berada di dekatnya, kami berdua hanya berdiri sambil menunggu Eren membelikan tiket. Kami tidak ada berbicara satu sama lain sedikit pun.


Eren yang sudah selesai membelikan tiket dan langsung menyuruh kami untuk masuk bersama. Setelah kami masuk, Eren langsung mengajak kami untuk bermain.


Kami bermain bersama dengan sangat senang, Cecila yang melihat wajah mereka berdua sangat senang dan tenang tanpa memikirkan pekerjaan mereka di kantor.


...----------------...


Setelah kami selesai bermain, Gray membelikan kami berdua permen kapas yang berbentuk sangat imut. Mereka berdua sangat lahap memakai permen kapasnya.


Sedangkan Cecila tidak tega memakan permen kapasnya, dia melihat permen kapas itu seperti boneka yang sangat imut dan empuk untuk dipeluk.


"Mengapa kau tidak memakannya? Apa kau tidak suka?" tanya Gray


"Aku suka dengan permen kapas, namun aku tidak tega memakannya karena ini terlihat imut"


"Makan saja, lagian itu hanya permen kapas saja bukan boneka yang bisa di peluk seperti bisanya" jawab Eren dengan kesal


"Mengapa kau yang menjadi kesal!?"


Gray yang melihat kami berdua terus bertengkar menjadi tertawa karena lucu melihat tingkah kami seperti anak-anak yang bertengkar karena permen kapas saja.


"Mengapa kau tertawa!? Ini tidak lucu sama sekali!"


"Aku tertawa karena melihat tingkah kalian seperti anak kecil saja"


"Hah diam lah!"


...----------------...


Malam pun tiba, aku berencana untuk kembali ke asrama. Namun Eren dan Gray masih mengajak ku berjalan-jalan lagi.


"Kalian ingin membawa ku kemana lagi? Ini sudah malam, mari kita pulang saja"


"Kami ingin membawa mu ke suatu tempat terlebih dahulu Cecila"


"Tapi..."


Mereka berdua langsung memasangkan wajah bersedih dan mata yang berbinar-binar, Cecila hanya bisa pasrah dengan tingkah mereka berdua.


"Baiklah, tapi sebentar saja ya. Aku harus kembali ke asrama untuk istirahat"


"Kami akan membawa ku ke suatu tempat yang sangat indah, dan juga sekalian kami ingin berbicara sesuatu dengan mu"


"Baiklah"


Eren dan Gray sudah menyuruh supir mereka untuk pulang terlebih dahulu dan mereka menaiki mobil pribadi Eren, Eden langsung menggerakkan mobilnya.


"* Kali ini, mereka ingin membawa ku pergi kemana lagi?*"


Bersambung