These Two Vampires Love Me

These Two Vampires Love Me
Mendapat Pekerjaan Menjadi Sekretaris



Sesampainya kami di sekolah, kami langsung masuk ke kamar asrama dan seperti biasa saat ingin memasuki kamar kami Lena terus saja menggenggam erat tangan ku.


"Lena, lepaskan, bukankah kita sudah tiba di asrama?"


Lena melepaskan pergelangan tangan ku dan memegang kedua bahuku dengan ekspresi serius di wajahnya.


"Dengarkan aku Cecila, aku tidak akan ada di sini lagi sampai liburan sekolah kita selesai. Ingat satu hal ini Cecila, jauhi pria yang di dekat mu tadi"


"Memangnya kenapa Lena? Apa ada yang salah dengan pria yang tadi?"


"Pria itu sangat berbahaya, kau tetap harus menjauhinya juga. Apa kau mengerti?"


"Baiklah aku mengerti"


"Dan sekarang bantu aku membereskan semua barangku yang ada di di sini, setelah kita membereskan semua ini, kita akan segera ke penerbangan"


"Baiklah"


Aku membantu Lena membereskan barang-barangnya, aku sangat berat hati membantunya membereskan barang-barangnya. Aku tidak rela dia pergi dariku.


Aku membereskan barang-barangnya sambil mengeluarkan air mata ku perlahan, Lena melihat ku menangis perlahan. Dia memeluk tubuhku dan kami menangis beberapa menit.


...----------------...


Sesampainya kami di penerbangan, pesawat yang akan dinaiki oleh Lena akan segera berangkat. Lena pun langsung memasuki tempat penerbangan.


Sebelum Lena memasuki tempat penerbangan, aku memeluk erat Lena dan begitu juga sebaliknya. Aku sangat menangis dan tidak merelakan dia pergi dariku.


"Sudah lah Cecila jangan menangis, kita akan bertemu lagi saat liburan sekolah berakhir ya"


"Baiklah Lena, jaga dirimu baik-baik di sana. Dan juga jangan lupa kan diriku mengerti!"


"Baiklah aku tidak akan pernah melupakan dirimu Cecila, selalu kabari aku jika kau terjadi sesuatu ya"


"Baiklah Lena"


"Oh ya jangan lupa dengan permintaanku saat di asrama tadi, jauhi pria itu"


"Baiklah Lena"


"Baiklah, sampai jumpa"


"Sampai jumpa"


Aku melambaikan tangan ku untuk terakhir kalinya, aku sangat tidak bisa merelakan dia pergi. Aku sudah merasakan kehangatan bersamanya selama 2 tahun bersamanya.


Tapi bagaimana pun, dia harus kembali ke keluarganya juga kan. Aku berbalikan badan ku dan kembali mencari taxi agar aku bisa pulang kembali ke asrama.


Saat aku menunggu taxi di tempat penerbangan, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan ku. Aku sangat heran mengapa mereka berhenti di depan ku.


Aku mungkin berpikir bahwa ada seseorang yang ingin turun dan ingin berangkat juga, aku berjalan ke depan dan sambil menunggu taxi kembali.


Aku melihat kembali mobil mewah itu berjalan dan berhenti di depan ku lagi, aku yang tidak mempedulikan itu tetap fokus mencari taxi.


Tiba-tiba beberapa pria seperti bodyguard keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil mereka.


"Nona silahkan masuk"


"Si...siapa? No...no...nona? Yang kalian maksud itu aku?"


"Iya nona"


"Tapi aku bukan nona kalian, kalian mungkin salah orang"


"Nona masuk saja tuan menyuruh kami untuk mengantarkan nyonya ke perusahaan"


"A...apa?"


Karena aku masih bingung dan tidak mau masuk ke dalam mobil mereka, para bodyguard itu langsung menarik ku dan memaksa ku untuk masuk ke mobil.


Sepanjang perjalanan aku terus menanyai mereka siapa nyonya mereka, siapa tuan mereka, dan juga berusaha mengatakan kalau aku bukan nyonya mereka.


Namun mereka tidak memperhatikan ataupun menjawab salah satu pertanyaan ku, aku hanya diam dan juga sambil melihat pemandangan di sepanjang perjalanan ku.


...----------------...


Pintu mobil dibukakan untuk ku dan mereka menyuruh ku untuk keluar, aku keluar dari mobil tersebut dan juga di sambut oleh beberapa karyawan lainnya.


"Selamat datang nyonya"


Aku ingin saja mengatakan bahwa aku bukan nyonya mereka namun nanti mereka tidak akan mendengarkan ku saat aku mengatakan seperti itu.


Mereka mengajak ku ke ruang ganti pakaian, aku baru sadar bahwa di sini bisa berganti pakaian juga ternyata aku kira berganti pakaiannya hanya bisa di dalam toilet saja.


Mereka membawakan ku baju yang terlihat sangat mahal dan juga sexy, wajah ku seketika berubah karena mereka menyuruhku memakai baju itu.


"Nyonya, segera lah pakai pakaian ini nyonya. Tuan sudah menunggu mu di atas"


"Maaf aku tidak suka memakai pakaian yang terlalu mencolok seperti ini, ini membuat merasa tidak nyaman"


"Tidak apa-apa nyonya, pakai saja"


"Tapi...di sini aku lihat hanya aku yang memakai pakaian seperti ini"


"Jika di lantai 1-5 mereka memakai pakaian kerja. Tapi jika nanti anda naik ke tas lagi, anda bisa melihat mereka semua bekerja memakai baju seperti ini. Jadi pakaian ini sudah terbiasa kami lihat"


"Tapi aku tetap tidak ingin memakainya"


"Pakai saja lah nyonya, tuan sudah menunggu nyonya di atas. Dia tidak suka menunggu sangat lama"


"Baiklah"


Aku mendengarkan perkataan mereka saja, aku menyuruh mereka keluar agar aku bisa berganti pakaian. Mereka semua keluar dan aku langsung berganti pakaian tersebut.


Saat selesai berganti pakaian, aku melihat diriku sangat mencolok memakai baju sexy seperti ini. Mereka yang menunggu ku di luar mengetuk pintu ruangan nya.


"Nyonya, apakah nyonya sudah selesai?"


"Iya, aku sudah selesai berganti pakaian"


Mereka semua langsung masukan ke ruangan lagi dan mereka menyuruh ku duduk di meja rias, mereka semua menghias ku dengan sangat indah.


Setelah selesai betapa kaget nya setelah aku melihat diriku sangat berbeda, aku melihat wajah ku sangat cantik seperti artis-artis di dunia.


Aku baru menyadari bahwa aku sangat cantik jika wajah ku di make-up seperti ini, setelah selesai mereka langsung membawa ku ke ruang "tuan" mereka.


Sesampainya aku di lantai tempat ruang tuannya, aku melihat banyak para wanita memakai pakaian sexy seperti diriku. Mereka langsung mengantar ku ke ruangannya.


Mereka mengatakan bahwa aku sudah mendapatkan pekerjaan.


"Selamat nyonya, nyonya sudah mendapatkan pekerjaan"


"Tunggu ini di mana?"


"Nyonya sekarang berada di perusahaan Vanmon"


"Apa!?"


"Anda di terima bekerja di sini sebagai sekretaris untuk CEO perusahaan ini"


"Ta...tapi...aku masih tidak mengerti"


"Nanti tuan yang akan menjelaskannya kepada nyonya"


Mereka memberikan ku gelas dan juga sebotol minuman anggur merah, mereka langsung memasukkan ku ke dalam ruangan tuan mereka.


Aku merasa takut karena di dalam ruangan itu hanya aku sendiri di dalam ruangan tuannya, aku sama sekali tidak melihat tuan mereka di sini.


"Dimana tuan mereka ya? Katanya ada di dalam ruangan ini, tapi mereka mendorong ku begitu saja tadi"


Tiba-tiba, seseorang keluar dari arah sebelah kanan.


"Kau!"


Bersambung