These Two Vampires Love Me

These Two Vampires Love Me
Diajuhi Oleh Karyawan Lain



Sesampainya di depan pintu ruangan Eren, Gray mengetuk pintu ruangannya dan Eren langsung membukakan pintu ruangannya tersebut.


Eren sangat heran melihat bahwa Cecila pingsan secara tiba-tiba.


"Apa yang terjadi dengannya Gray?"


"Aku akan menjelaskan semuanya kepada mu"


Gray menceritakan semuanya apa yang terjadi kepada Cecila saat di bawah tadi, Eren sontak terkaget setelah mendengarkan semua kejadiannya.


"Mengapa Cecila bisa berubah seperti itu!? Aku sudah pernah menggigit orang lain sebelumnya, tapi tidak pernah ada kejadian seperti Cecila"


"Atau jangan-jangan dia akan menjadi vampir seperti kita berdua setelah kita menggigitnya tadi malam?"


"Mungkin aja itu terjadi, tapi jika ini terjadi akan berbahaya bagi dirinya"


"Kenapa?"


"Apakah kau tidak tahu bahwa dia bukan vampir murni seperti kita vampir dari lahir, sedangkan Cecila adalah manusia biasa yang akan berubah menjadi vampir"


"Walaupun dia akan berubah menjadi vampir, bukankah seharusnya darahnya adalah darah vampir juga?"


"Tidak, itu tidak sama. Jika dia berubah menjadi vampir, darahnya itu akan tetap sama darah manusia"


"Tapi juga ada yang aneh"


"Aneh maksudnya bagaimana?"


"Mata Cecila berubah menjadi merah tapi kedua matanya itu berubah bukan seperti mata vampir seperti kita, melainkan matanya seperti vampir yang sangat langka"


"Tapi aku berpikir juga bahwa Cecila tidak mungkin langsung berubah setelah kita berdua menggigitnya tadi malam"


"Tapi..."


"Apa yang terjadi?"


Eren dan Gray langsung kaget karena Cecila tiba-tiba sadar dari pingsannya, Eren membisikkan kepada Gray bahwa hal ini harus dirahasiakan darinya terlebih dahulu.


"Apa yang terjadi?"


"Tidak ada terjadi apa-apa Cecila"


"Dimana aku?"


"Kau berada di ruangan ku Cecila"


"Seingatku terakhir kali tadi aku sedang bertengkar dengan Mira, mengapa aku bisa ada di sini?"


"Sudah itu tidak perlu dipikirkan"


Gray mengatakan hal itu sambil memeluk Cecila, Wajah Cecila langsung berubah menjadi merah dan dia juga merasakan kehangatan di dekatnya.


"Apakah malam ini kau mau berjalan-jalan dengan kami?"


"Kemana?"


"Sudah ikut saja, aku paling benci ada orang yang bertanya ingin kemana!"


"*Huh, cuman di tanya seperti itu saja dia langsung emosian. Dasar Eren, seharusnya dia di panggil banteng mengamuk daripada CEO tau bos!*"


Wajah Cecila menunjukkan kekesalan kepada Eren, Eren yang melihat itu langsung emosi karena dia tahu bahwa Cecila sedang membencinya.


"Hei apa maksud mu menunjukkan wajah menyebalkan itu kepada ku!?"


"Tidak ada maksud apa-apa"


"Kau ini!"


"Sudah Eren, Cecila istirahat lah lagi kau pasti sangat lelah bukan?"


"Tapi aku ingin kembali bekerja"


"Tapi..."


"Sudahlah Gray, jika dia ingin bekerja biarkan saja dia"


"Terserahmu saja lah Eren, baiklah kau kembalilah bekerja Cecila"


"Baiklah"


Cecila bangkit dari ranjang dan kemudian dia keluar dari ruangan Eren untuk kembali bekerja. Saat dia keluar dari ruangan Eren, Cecila perhatikan semua Karyawan.


Cecila mencoba berkomunikasi dengan beberapa karyawan lewat pekerjaan yang mereka lakukan.


"Permisi, bisakah kau memberikan berkas lain yang ada di buku ini?"


Cecila bertanya kepada salah satu karyawan sambil wajah tersenyum, namun karyawan tersebut malah menjauhinya. Cecila melihat wajahnya dengan penuh ketakutan.


"A...anda bisa ambil sendiri saja. Sa...saya masih ada urusan yang lain, sa...saya permisi dulu, sampai jumpa!"


Karyawan tersebut langsung melarikan diri dan membuat ku bingung dengan tingkah lakunya barusan tadi, namun Cecila tidak memperdulikannya.


Cecila tetap melanjutkan pekerjaannya dan hanya fokus untuk mencari uangnya sendiri agar dia bisa mandiri dan tidak mengharapkan uang dari sahabatnya.


waktu istirahat pun tiba, semua karyawan langsung segera ke kantin untuk makan siang dan ada juga beberapa karyawan yang tetap melanjutkan pekerjaannya.


Cecila selesai dengan tugasnya dan dia berniat pergi ke kantin untuk mengisi perut kosong nya itu.


"Akhirnya pekerjaan ku selesai, sekarang waktunya untuk mengisi perut kembali"


Saat hendak berdiri, tiba-tiba tangan Cecila di tarik oleh Gray dan membawa Cecila kembali masuk ke dalam ruangan Eren.


"Gray!? Mengapa kau membawa ku kembali lagi ke sini?"


"Jangan tanyakan kepadaku, tanyakan saja kepada dia"


Gray langsung menggeser kan tubuhnya dan berdiri Eren tepat di belakang Gray.


"Untuk apa kau membawamu ke sini lagi?"


"Aku sangat lapar"


"Lalu?"


"Berikan aku makanan"


"Baiklah kau mau apa biar akan aku belikan sekalian aku ingin pergi ke kantin"


"Aku tidak ingin makanan seperti itu"


"Jadi kau ingin makan apa?"


Eren mendekati Cecila dan langsung menggendong tubuhnya, Eren membawa Cecila kembali ke ranjang dan Gray langsung mengunci ruangan Eren.


Gray mengunci ruangan Eren agar tidak ada yang bisa mengganggu kesenangan mereka berdua. Eren langsung meletakkan Cecila di atas ranjang dan menindih tubuhnya.


"Tuan Eren! Apa yang akan kau lakukan lagi terhadap diriku!? Lepaskan aku!"


"Puas kan aku dulu baru aku akan melepaskan mu"


"Apa!? Memuaskan mu!?"


"Patuhlah Cecila maka kami akan melakukannya secara lembut terhadap mu"


Cecila ingin memberontak namun tidak bisa, kedua tangannya dipegang erat oleh Eren dan kedua kakinya juga dijepit oleh kaki Eren dengan sangat kuat.


"*Aku tidak bisa memberontak, aku hanya bisa pasrah di sini. Apakah leher ku akan digigit oleh mereka berdua lagi? Aku mohon kasihanilah aku*"


Tiba-tiba Cecila terkaget melihat tingkah mereka berdua tiba-tiba saja berubah, mereka berdua membantu Cecila berdiri dari atas ranjang.


Lalu kemudian mereka langsung menyuruh Cecila untuk duduk di meja yang sudah di siapkan dengan vas bunga mawar yang sangat indah dan mekar.


Mereka berdua memakaikan Cecila serbet dan mereka berdua langsung berganti pakaian seperti pelayan restoran yang mewah.


Gray meletakkan gelas di samping tangan kanan ku dan Eren langsung menuangkan sirup ke dalam gelas kaca yang terlihat sangat mewah.


Gray meletakkan peralatan makan yang lengkap dengan gayanya yang ala pelayan restoran kelas atas. Sedangkan Cecila langsung menjadi heran melihat kelakuannya.


"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian tiba-tiba berubah menjadi seperti ini?"


Gray langsung berdiri di hadapan pintu ruangan Eren dan membukakan kunci ruangannya kembali. Eren menepuk tangannya seakan memberikan perintah.


Cecila hanya bisa menjadi heran melihat kelakuan Merek berdua yang awal menjadi CEO kini sekarang menjadi pelayan restoran kelas atas.


Setelah Eren menepuk tangannya, beberapa bodyguard masuk ke dalam ruangan Eren sambil membawa beberapa makanan yang tercium harum wanginya makanan tersebut.


Mereka menyediakan makanan yang mereka bawa satu persatu dan menyuruh Cecila untuk mencicipi rasa makanan tersebut.


Bersambung