These Two Vampires Love Me

These Two Vampires Love Me
Cecila Mempermainkan Eren



Wajah Cecila berubah menjadi senyum yang menunjukkan wajah liciknya, di dalam pikiran Cecila dia sudah mempunyai ide agar Eren tidak jadi menciumnya.


"*Mengapa dia tersenyum seperti itu? Aku sudah merasakan firasat yang buruk*" tanya Eren di dalam hatinya


"Tu...tuan...jika kau menciumku dengan keadaan ku yang masih belum mandi dan juga belum gosok gigi, nanti..."


"Nanti apa?"


"Jika kau mencium ku maka kau bisa saja tertelan ulat yang berada di dalam gigi ku ini karena aku belum menggosok gigi ku saat ini"


Gray yang mendengar itu hampir saja tertawa keras karena mendengar dari perkataan Cecila tentang ulat yang berada di dalam gigi nya karena dia belum menggosok giginya.


Gray tahu bahwa Eren sebentar lagi akan merasa jijik karena dia tahu Eren tidak suka dengan hal-hal yang jorok, itulah sebabnya Gray tertawa pelan karena Cecila.


Sementara Cecila dia tahu sendiri bos nya seperti apa, dia tahu bahwa Eren tidak suka dengan hal yang jorok makanya dia sengaja mengatakan itu kepada Eren.


"Menjauhlah dariku Cecila! Kau sangat jorok sekali!"


"Bos yakin tidak mau mencium ku? Jika kau mencium ku kau bisa merasakan kotoran yang berada di gigi ku ini"


Gray yang sudah menahan rasa tawanya tidak tahan mendengar Cecila mengatakan seperti itu kepada Eren.


"Tidak! Aku tidak akan mencium mu dengan keadaan mu yang seperti itu! Menjauhlah!"


"Tuan..."


Cecila mencoba sedikit menggoda Eren namun Eren malah semakin jijik dengannya dan langsung lari ke kamar mandi karena tidak tahan dengan Cecila.


"AAAAAAA!!! TOLONG!!! DASAR KAU MENJIJIKKAN CECILA!!!"


Cecila yang melihat lari Eren seperti anak kecil langsung tertawa, sementara Gray yang sudah tidak tahan menahan ketawa melihat Eren seperti anak-anak saat dia lari.


"Baiklah Gray, kau sudah bisa tertawa sepuasnya"


Gray kaget karena Cecila tahu bahwa dia tadi sedang menahan tertawa dan juga sekaligus sudah bangun dari tadi mendengakan mereka berdua berbicara.


"Bagaimana kau tahu bahwa aku sedang tertawa?"


"Aku dapat melihat kaki mu yang sedang menahan ketawa"


"Baiklah aku ketahuan"


"Dan juga aku tahu bahwa tadi malam kau tidak tidur dan mendengarkan kami berdua sedang berciuman"


Sontak wajah Gray langsung menjadi memerah karena ketahuan oleh Cecila, namun Gray mencoba memberikan alasan agar Cecila tidak mempercayainya.


"M...mana ada aku mendengakan kalian sedang berciuman!"


"Aku bisa melihanya dari wajah mu yang memerah itu tuan Gray"


"Sudah lah Cecila, aku ingin mandi dulu"


"Ta...tapi..."


Cecila ingin mengatakan kepada Gray bahwa di dalam kamar mandi masih ada Eren yang sedang mandi di sana, namun Gray tidak mendengarkannya dan terjadilah.


Gray membuka pintu kamar mandi, saat dia sudah membuka pintu kamar mandi dia melihat Eren yang masih mandi dengan keadaan telanjang.


Eren yang tau ada seseorang yang masuk ke kamar mandi langsung melihat bahwa Gray memasuki kamar mandi dengan keadaannya yang masih telanjang.


"A...apa yang kau lakukan Gray!?"


Wajah Gray langsung memerah karena melihat Eren yang telanjang di depan matanya sendiri.


"Maaf aku tidak tahu bahwa kau sedang mandi"


"Keluar kau dasar mesum!"


Eren melempar handuknya ke wajah Gray dan Gray langsung menutup pintu kamar mandi, dia langsung berbalik badan dan wajahnya langsung memerah.


"Apa yang kau tertawakan!? Mengapa kau tidak mengatakan kepadaku bahwa dia ada di dalam kamar mandi itu!?"


"Aku tadi ingin mengatakan kepada mu bahwa dia ada di dalam kamar mandi, namun kau tidak mau mendegar kan ku dan langsung masuk saja. Akhirnya kau dapat melihat tubuhnya yang sangat sexy itu bukan?"


Cecila mengatakan itu kepada Gray sambil tertawa terbahak-bahak karena mengingat kembali dia masuk ke kamar mandi dan melihat secara langsung tubuh Eren.


Gray yang tidak suka di tertawakan langsung menimpa tubuh Cecila di atas ranjang.


"A...apa yang kau lakukan tuan Gray?"


"Cecila, aku tidak suka dengan seseorang yang berani menertawakan ku"


Cecila lupa bahwa kepribadian Gray jauh berbeda dengan kepribadian Eren, Cecila tahu bahwa Gray orang yang sangat serius. Gray yang masih memasang wajah marahnya.


Cecila juga tahu bahwa Gray tidak suka bahwa ada seseorang yang berani menertawakannya secara langsung di hadapannya.


"Ma...maafkan aku tuan Gray, aku..."


Gray langsung mendekatkan wajah nya ke telinga Cecila sambil mengucapkan sesuatu di telinganya.


"Karena kau berani menertawakan ku, maka aku akan memberikan hukuman kepada mu Cecila"


"Tu...tuan Gray..."


Wajah Gray perlahan-lahan turun ke leher Cecila dan ingin menjilati leher Cecila, namun perlakuan Gray dihentikan langsung oleh Eren.


"Menjauh lah dari Cecila Gray!!!"


Gray langsung berdiri karena Eren sudah datang untuk menyelamatkannya.


"Aku lupa bahwa dia adalah milikmu, maafkan aku Eren karena sudah mendekati milikmu"


Gray langsung memasuki ke kamar mandi, namun sebelum memasuki ke kamar mandi Gray menepuk bahu Eren sambil berbisik kepadanya.


"Dia akan menjadi milikku juga Eren"


Gray langsung memasuki kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandinya, Eren yang tidak suka mendengar barusan bahwa Cecila akan menjadi milkinya nanti.


"Ada apa tuan Eren?"


"Apa hubungan mu dengan Gray?"


"Apa yang kau maksud kan tuan Eren? Aku sama dia hanya memiliki hubungan biasa antara karyawan dengan bisa saja"


Tiba-tiba Eren menimpa tubuh Cecila dengan rasa tidak percaya, sementara Cecila berusaha meyakinkan kepada Eren bahwa hubungannya dengan Gray tidak ada apa-apa.


Lalu Eren berdiri dan langsung memakai jas kantornya, Gray keluar dari kamar mandi dengan berpakaian rapi dan rambut yang ditata dengan sangat rapi.


Gray meletakkan handuk di dalam lemarinya dan langsung keluar dari ruangan Eren untuk kembali bekerja. Cecila langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Cecila hendak keluar dari ruangan Eren sama seperti Gray untuk kembali bekerja. Namun Eren menahan Cecila keluar dari ruangannya.


"Kau tidak boleh keluar!"


"Kenapa?"


Eren yang tahu bahwa ini adalah jam kerja dan tentunya akan bertemu dengan Mira, setelah melihat Mira Cecila pasti akan berubah dengan sosok yang kejam.


Itulah alasannya mengapa Eren melarang Cecila untuk keluar dari ruangannya.


"Aku katakan tidak boleh keluar ya tidak boleh! Kau boleh keluar jika ku izinkan!"


"*Huh, aku ingin bekerja mengapa dia melarang ku untuk bekerja!*"


Cecila menurutinya dan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, sementara Eren tertawa kecil melihat ekspresi kesalnya itu.


Bersambung