
Sudah 2 jam Cecila hanya diam duduk di sofa, memainkan ponselnya dan tidak melakukan apapun. Akhirnya Cecila melihat pemandangan dari luar jendela.
Eren yang melihat wajah Cecila menunjukkan ekspresi yang sedang bosan, Eren berdiri dari tempat duduk nya dan memeluk Cecila dari belakang.
"Ada apa dengan mu hari ini sayang ku?"
"Aku bosan" jawab Cecila dengan ekspresi dingin
"Apakah kau mau jalan-jalan?"
"Tidak"
Eren yang tidak suka dengan jawaban Cecila yang terasa dingin dia langsung membalikkan badan Cecila dan langsung mencium bibirnya dengan ganas.
"Umm...tuan...apa yang kau lakukan?"
"Membuat mu merasa tidak bosan lagi dengan ciuman"
"Tapi kau sangat ganas"
"Baiklah aku akan lembut"
Eren mencium bibirnya dan sesekali memainkan lidah mereka berdua, Cecila hanya bisa pasrah dan tidak bisa memberontak.
Saat mereka sedang menikmati ciuman satu sama lain, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan Eren dan itu sangat menganggu Eren berciuman dengan Cecila.
"Siapa yang menggangguku di saat seperti ini!?"
"Suruh saja dia masuk mana tahu ada hal penting yang mau dibahas dengan mu"
"Apakah kau tidak marah?"
"Tidak"
"Baiklah nanti kita akan lanjut kan ya"
Eren mengatakannya sambil mencium kening Cecila, wajah Cecila langsung berubah menjadi merah dan dia langsung duduk kembali ke sofa.
Sementara Eren langsung kembali duduk di meja kerjanya dan menyuruh seseorang yang mengetuk pintunya tadi menyuruhnya untuk masuk.
"Masuk!"
"Maaf menganggu kegiatan romantis kalian"
Ternyata yang mengetuk pintu ruangannya adalah Gray, Gray masuk dan langsung mendekati Cecila. Dia memberikan dan memasang kan sesuatu ke leher Cecila.
"Apa yang kau lakukan kepadanya Gray!?"
"Jika kau ingin tahu apa yang ku berikan dan ku pasang kan ke lehernya, kau bisa berbicara dengan ku hanya berdua di kantor ku"
Gray langsung membalikkan badannya keluar dari ruangan Eren, sebelum meninggalkan ruangan Eren Gray mengatakan sesuatu kepada Cecila.
"Jangan pernah melepaskan kalung yang berada di lehermu itu Cecila"
Cecila yang melihat Gray bertingkah aneh hanya mengangguk kepalanya saja. Eren yang ingin tahu apa yang dipasang kan oleh Gray langsung pergi ke ruangan Gray.
Namun sebelum pergi ke ruangan Gray, Eren mendekati Cecila dan mencium kening nya sekali lagi.
"Jangan pergi kemana-mana ya sayang ku, aku ingin pergi ke ruangan Gray sebentar saja. Aku akan segera kembali nanti, tunggu aku ya"
"Baiklah tuan Eren"
Sebelum pergi dia mencium bibir Cecila dengan lembut, ciuman tersebut sebagai salam perpisahan mereka.
"A...apa yang kau lakukan tuan Eren?"
"Aku mencium mu sebagai ciuman perpisahan, jadi jika kau ingin pergi kemana ingat selalu salam perpisahan di sini"
Eren menunjukkan bagian bibirnya dan membuat wajah Cecila berubah menjadi merah karenanya. Cecila langsung mendorongnya keluar dari ruangan.
...---------------...
Semantara di ruangan Gray, Eren mengetuk pintu ruangan Gray dan Gray menyuruh nya untuk masuk. Eren langsung duduk di sofa nya dan langsung menanyakan barang tadi.
"Kalung apa yang kau berikan kepadanya tadi Gray!?"
"Sudah seperti yang ku duga, kau pasti akan langsung datang dan bertanya kalung apa yang ku berikan kepadanya tadi"
"Jangan basa basi lagi Gray! Katakan sekarang juga, aku sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk berbasa-basi dengan mu!"
"Aku juga tidak mempunyai banyak waktu untuk bertengkar dengan mu"
"Ck, baiklah katakan sekarang juga. Kalung apa yang kau berikan kepada Cecila tadi?"
"Itu adalah kalung yang bisa menghentikan dia berubah menjadi lebih ganas"
"Kalung apa itu?"
"Itu namanya di sebut kalung Heart Red Moon "
"Kalung Heart Red Moon? Aku tidak pernah mendengar kalung ini sebelumnya"
"Jika kalung itu dilepaskan?"
"Maka dia akan seperti sebelumnya berubah menjadi sesosok yang ingin membunuh seseorang"
"Sebenarnya mengapa Cecila bisa berubah menjadi seperti itu?"
"Ada seseorang yang selalu menempel ke tubuhnya dan dia juga sama seperti Cecila membenci musuhnya sendiri"
"Ada seseorang yang menempel ke tubuh Cecila? Siapa orang itu!?" tanya Eren dengan nada yang tegas
"Aku tidak tahu siapa dia, namun aku sudah membaca buku yang berada di rak buku kantor ku ini beberapa menit yang lalu sebelum aku membuat kalung itu"
"Apa yang kau ketahui tentangnya?" tanya Eren dengan menaik kan alisnya
"Di buku itu di katakan..."
Saat Gray hendak menceritakannya kepada Eren, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan Gray. Mereka berhenti berbicara dan mulai bersikap normal kembali.
Gray menyuruh seseorang itu masuk ke dalam ruangannya.
"Masuk"
"Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu"
"Benarkah?"
"Iya tuan"
"Siapa dia?"
"Saya tidak tahu, dia tidak memberitahukan namanya kepada saya. Dia hanya bilang dia ingin bertemu dengan anda"
"Baiklah aku akan menemuinya, dimana dia sekarang?"
"Dia berada di kantin tuan"
"Baiklah kau bisa pergi sekarang"
"Baik tuan. Oh ya tuan Eren"
"Ada apa?"
"Ada seseorang yang menelpon mu"
"Siapa?"
"Katanya keluarga dari tuan"
Setelah mendengar hal itu wajah Eren langsung berubah menjadi sangat dingin seketika.
"Aku tidak akan mau menelponnya"
"Katanya anda harus menelponnya karena ada sesuatu hal yang sangat penting ingin di bicarakan dengan mu"
"Baiklah, baiklah. Oh ya dimana Cecila? Apakah kau melihatnya?"
"Nona Cecila dia sedang bekerja di tempat kerjanya"
"APA!!!???"
Gray langsung menepuk bahu Eren dan mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu.
"Kau boleh pergi sekarang"
"Ba...baik tuan"
Karyawan tersebut langsung meninggalkan ruangan Gray, sedangkan Gray mencoba menenangkan Eren dan membisikkan sesuatu ke telinganya.
"Tenang Eren, selagi dia masih memakainya maka dia tidak akan terjadi apa-apa"
"Benarkah?"
"Tentu, sekarang aku permisi dulu, aku harus menemui seseorang terlebih dahulu"
"Baiklah"
Gray langsung meninggalkan Eren sendirian di dalam ruangannya, sedangkan Eren masih marah karena Cecila keluar tanpa seizin nya terlebih dahulu.
"Wanita ini, padahal aku sudah melarangnya dan menyuruhnya untuk menungguku di dalam ruangan ku. Mengapa dia masih keluar dan bekerja kembali!? Bagaiaman dia nanti tidak sengaja melepaskannya!? Aku harus menemaninya sekarang dan memberikan hukuman kepadanya!"
Eren langsung bangkit dari sofa nya dan langsung keluar menemui Cecila yang tengah mengerjakan beberapa berkas yang menumpuk di dekatnya.
Saat tiba di dekat meja Cecila, Cecila menunjukkan rasa hormat kepadanya dan Eren langsung menarik tangan Cecila. Eren membawa Cecila kembali ke ruangannya.
Cecila yang hanya heran melihat Eren tiba-tiba marah kepadanya, dia bertanya sesuatu tapi malah di diemin oleh Eren.
Bersambung