
Sesampainya di perusahaan, mereka bertiga masuk ke ruangan Eren. Sementara Cecila membereskan barang bawaannya dari asramanya.
"Apakah kau perlu bantuan Cecila?" tanya Gray
"Tidak perlu tuan Gray, aku bisa membereskanya sendiri"
"Apakah kau yakin bisa membereskan semua barang bawaan mu itu?"
"Tentu saya yakin tuan Gray"
"Baiklah jika itu maumu, setelah selesai membereskan ini kau mandi lah terlebih dahulu sebelum tidur"
"Baiklah tuan Gray"
Gray langsung berbalik badan dan memasuki ruangan istirahatnya, Cecila masih terus sibuk untuk membereskan barang bawaannya yang sangat banyak itu.
Setelah beberapa menit kemudian, Cecila selesai membereskan barang bawaannya dan segera mandi sebelum dia istirahat dan melanjutkan pekerjaannya besok.
"Aku sudah selesai berberes, dan sekarang waktunya untuk aku mandi terlebih dahulu"
Cecila mengambil handuk yang dia bawa dari asramanya dan langsung memasuki kamar mandi. Setelah selesai mandi, Cecila berencana untuk keluar sebentar.
"Setelah mandi aku ingin keluar sebentar dulu untuk mencari udara segar di malam hari"
Cecila keluar dari ruangan Eren dengan pelan-pelan membuka pintu ruangannya. Cecila mulai menulusuri semuanya di perusahaan di mulai dari ruang kerja sampai lantai atas.
Saat dia berjalan-jalan, Cecila mendengar suara seseorang dari ruangan rapat. Cecila mendekati asal usul datangnya suara tersebut.
Saat Cecila semakin mendekatinya, Cecila mendengar suara seseorang yang sedang bercinta di dalam ruangan rapat tersebut.
"*Astaga! Di malam hari seperti ini masih saja ada orang di perusahaan dan sedang melakukan hal seperti itu di dalam kantor!?*"
Tiba-tiba seseorang dari belakang Cecila membisikkan sesuatu di telinganya Cecila.
"Apakah kau ingin melakukan hal itu juga?"
Sontak Cecila kaget dan langsung membalikkan badannya dan melihat siapa yang berbicara dengannya barusan.
"Tu...tuan Eren!?"
Cecila langsung kaget karena yang di belakang nya ternyata Eren.
"Apakah kau ingin melakukannya juga Cecila sampai-sampai kau mendengarkan orang yang sedang bercinta?"
"Ti...tidak tuan Eren, bukan begitu. Aku hanya..."
Cecila kaget karena dia tiba-tiba ditarik oleh Eren dan jarak antara mereka berdua sangat dekat. Wajah Cecila sangat dekat dengan wajah Eren.
Melihat wajah Eren yang sangat tampan dari dekat membuat wajah Cecila memerah dan langsung memalingkan wajahnya dari wajah Eren.
"A...apa yang anda lakukan tuan Eren?"
"Kau lihat saja nanti apa yang ku lakukan padamu"
Pikiran Cecila langsung berantakan, Cecila berpikir bahwa dia akan melakukan hal yang jahat terhadap Cecila. Cecila ingin memberontak namun ditahan oleh Eren.
"Tuan Eren...lepaskan aku..."
"Jika aku melepaska mu, maka nanti akan ketahuan Cecila"
Eren mengucap kata tersebut di telinga Cecila, Cecila bisa merasakan nafas nya yang sangat hangat di telinga Cecila. Wajah Cecila semakin memerah karenanya.
Namun Cecila berpikir kembali, apa maksud dari Eren "akan ketahuan nantinya?". Tiba-tiba seseorang keluar dari ruangan rapat tersebut.
"Terima kasih ya sayang sudah memuaskan ku hari ini"
"Sama-sama sayang ku, jika kau mau lagi besok kita akan melanjutkannya seperti biasa di dalam ruangan ini lagi"
"Jika ku lakukan lagi sekarang?"
"Kamu ini aku sudah sangat lelah, aku ingin pulang dulu. Sampai jumpa sayang ku"
"Tunggu"
"Ada apa?"
"Kau lupa memberikan salam perpisahan kita yaitu sebuah ciuman di bibir"
"Oh ya aku lupa"
Namun Cecila mengintip bersama dengan Eren juga, Cecila sangat kaget karena melihat orang yang sedang bercinta tersebut adalah Mira musuhnya sendiri.
Dia melihat Mira sedang bercinta dengan orang lain bukan dengan pacarnya yang menyelamatkanya waktu itu. Sedangkan Eren wajahnya biasa melihat mereka berdua.
Cecila bukan hanya kaget saja, namun dia terus melihat Mira. Eren membalikkan badan Cecila namun Cecila langsung memberontak dan terus melihat Mira.
Eren mencoba membalikkan badan Cecila kembali namun hasilnya tetap saja. Eren merasa curiga dan langsung membalikkan badan Cecila sangat kuat.
Eren sontak terkaget karena melihat mata Cecila akan berubah menjadi warna merah. Eren mencoba menyadarkan Cecila namun gagal.
Mata Cecila kini berubah menjadi bewarna merah semua dan mencoba untuk membunuh Mira. Namun Eren langsung menggendong tubuhnya.
Eren membawa Cecila ke tempat yang lain agar dia tenang sedikit, namun Cecila langsung menyerang Eren dan membuat Eren terluka di lehernya.
Eren langsung menurunkan Cecila, dia melihat wajah Cecila dengan penuh amarah dan dirinya berubah berbeda dengan dirinya yang sebelumnya.
Kuku Cecila memanjang dan tajam, mata yang memerah seperti darah, dan pakaiannya berubah seperti pakaiann gaun dari Kerajaan vampir.
Eren kaget melihat Cecila langsung berubah seperti itu, Eren berusaha membuat Cecila sadar kembali namun gagal. Cecila malah mencoba untuk membunuh Eren.
"Cecila sadar! Ini aku Eren!"
"AKU TIDAK PEDULI SIAPA DIRIMU! KAU MENCOBA UNTUK MENGHENTIKAN KU UNTUK MEMBUNUH WANITA ITU. KINI AKU AKAN MEMBUNUH MU SAJA!!!"
"CECILA"
Saat Cecila ingin menyerang, Eren langsung menghindari serangan dari Cecila. Dia menangkap kedua tangan Cecila dan mencoba untuk menyadarkannya kembali.
Namun Cecila malah semakin ganas dan mencoba untuk membunuh Eren. Eren tidak tahu harus berbuat apa lagi, Eren hanya menggunakan trik yang terakhir.
"Maafkan aku Cecila"
Eren langsung mencium kedua bibirnya agar Cecila kembali semula awal. Cecila yang tadi ingin memberontak langsung menjadi diam dan melihat Eren menciumnya.
Mata Cevila kembali seperti semula dan semuanya ikut seperti semula juga, Cecila awalnya menikmati ciuman tersebut namun dia langsung sadar dan mendorong Eren.
"Apa yang kau lakukan tuan Eren!?"
"Aku hanya mencium mu saja?"
"Mengapa kau mencium ku!?"
"Agar kau sadar kembali"
"Memangnya aku kena..."
Belum sempat Cecila bertanya, Eren langsung mencium Cecila kembali. Cecila ingin sekali memberontak namun dia merasakan lidah mereka berdua saling beradu.
Mata Cecila melihat mata Eren yang terlihat penuh kenafusan, akhirnya Cecila menikmati ciuman mereka berdua. Eren juga menutup matanya dan menikmatinya juga.
Mereka saling berciuman bergantian sampai mereka tidak ingat waktu, Cecila malah menikmati ciuman panas dari Eren. Sedangkan Eren sangat senang dengannya.
Eren langsung melepaskan ciuman mereka dan memberikan Cecila untuk bernafas kembali.
"Tu...tuan Eren..."
"Aku mencintaimu Cecila"
Cecila terkaget mendengar bahwa Eren mencintai dirinya, dia tidak percaya dengan perkataan Eren barusan.
"A...apa yang kau katakan barusan tuan Eren?"
"Aku mencintaimu Cecila"
"Aku tidak percaya ini"
"Kau tidak percaya?"
Eren kembali mencium Cecila dan melepaskannya kembali.
"Tu...tuan Eren"
Mereka kembali melakukan ciuman yang panas, namun mereka berdua tidak tahu bahwa ada seseorang yang sedang melihat mereka.
Bersambung