The Prisoner Girl of Psychopath

The Prisoner Girl of Psychopath
Come by in my new novel....!



Hi hi....


readers.author has a new novel....


.


Hi hi....


readers author has a new novel.....


the story is no less exciting and is still themed about ruthless mafia mafia like Adrian Tama who must make curious plus make deg deg deg an...


for those who like the theme Psycopath.....


nih author thanks leaked footage of the first chapter, cover the novel and the visual of the player...


kepoin yuk their story......


👇👇👇


Azizah paddled her bicycle casually towards her residence after stopping by for a while to the cake-booker's house.


With one bag of crackles containing a few seeds of pastry leftover orders on his bike handlebar,the speechless woman who could not use sign language continued to pedal her old paddle bike to the simple house where she lived with her aunt and two cousins.


Yep....


Her name is Azizah Rahmaniar, a twenty-year-old girl, the speechless who lived hitchhiking with his aunt and two cousins.Azizah's parents died in an accident when Azizah was only eight years old at that time.A tragic accident that managed to take the lives of his father and mother, Azizah,his older brother lost one of his legs and Azizah the second child suffered a head trauma that led to his inability to speak.


Kini Azizah dan sang kakak Amar,hanya bisa hidup menumpang di keluarga sang paman lantaran seluruh harta benda peninggalan kedua orang tua mereka habis untuk pengobatan Amar dan Azizah,namun sayangnya tidak membuahkan hasil.


Awalnya,mereka merasa bahagia,karena walaupun bukan keluarga kandung,namun sang paman,Ridwan memperlakukan dua saudara itu selayaknya anak kandung sendiri.


Namun sayang....semua berubah saat Ridwan meninggal dunia....


Tantenya yang bernama Tari dan dua sepupunya,Reza dan Aliya berubah total.Tiga manusia itu begitu sangat membenci Azizah dan Amar.Mereka selalu menganggap Azizah dan Amar adalah penyebab dari kematian Ridwan,karena pada saat itu Ridwan meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan mengantar Amar berobat ke tempat pengobatan alternatif.


Hal itu seolah menjadi alasan ketidak sukaan mereka terhadap dua anak yatim piatu yang terpaut usia sepuluh tahun itu.


Tari sang tante bahkan sempat meminta kedua anak malang itu untuk angkat kaki dari rumah itu kala usia Amar dua puluh tahun, sedangkan Azizah baru sepuluh tahun.


Dengan deraian air mata dan tangis memohon pilu dari kedua anak malang itu,akhirnya Tari mengizinkan keduanya untuk tetap tinggal dirumahnya yang sederhana.Namun dengan satu syarat.Mereka harus bekerja selayaknya pembantu.Bersih bersih dan menyiapkan segala kebutuhan Tari dan kedua anak anaknya.Selain itu,Tari juga tak mau menghidupi Amar dan Azizah.Tak ada uang sepeser pun yang keluar dari kantong Tari untuk Amar dan Azizah.


Kini ia sudah bekerja hampir lima tahun bersama Andrew dan Livia.Ia sangat bersyukur dipertemukan dengan sepasang suami istri baik hati itu.Pekerjaannya menetap.Ia tak perlu lagi panas panas an di jalan hanya demi mencari sesuap nasi untuk dirinya dan sang kakak.


Ya....Andrew dan Livia memang sangat baik padanya..


Sepeda tua peninggalan sang paman terus dikayuhnya....


Sepuluh menit berselang,ia sampai di sebuah rumah sederhana dengan halaman rumput hijau yang nampak asri dengan beberapa tanaman serta jalan setapak berbatu menuju teras rumah nya.


Dari kejauhan mata indah Azizah menyipit.


Dilihatnya disana,sebuah mobil mewah dan dua buah sepeda motor terparkir di depan rumahnya.Sekelompok pria berpakaian serba hitam nampak berkerumun di teras rumah yang tak seberapa luas itu..


Azizah mempercepat laju sepedanya.Dengan cepat ia turun dari sepeda itu dan menyandarkan kendaraan tanpa bensinnya tersebut di pagar bambu depan rumahnya.


Azizah berlari ke teras rumahnya dengan membawa kantong kresek berisi kue kering pemberian Livia.Ia sudah tak peduli dengan warga sekitar yang nampak berkerumun menyaksikan keributan yang terjadi di rumah sederhana itu


Azizah membuka mulutnya lebar.Andai ia bisa berucap ia ingin berteriak "Kakaaakkk.....!!!!”


Dilihatnya di sana Amar meringkuk di teras rumah dengan wajah penuh luka.Tongkat yang biasa ia gunakan sebagai alat bantunya berjalan sudah raib entah kemana.Sekelompok orang berbaju hitam mengepungnya.Memaki,meludahi dan sesekali menendang tubuhnya yang sudah tak berdaya penuh luka.Siapa orang orang ini??


Azizah berlari....!


..........


Ini cover novelnya....jangan lupa mampir....



ini visual tokoh utamanya....





JANGAN LUPA MAMPIRRR🥰🥰🥰