The Prisoner Girl of Psychopath

The Prisoner Girl of Psychopath
Nabila Story116



Day change......


Not felt for almost two months Zev and Nabila established a relationship as a couple.Their life goes by properly.Zev treats Nabila like a queen in his life.Whatever the woman wants always he gives.It seems right truly want to atone for all his sins in the past.Replace all the tears and wounds that he once inflicted with millions of love and love that never seemed to end.


But there's still one that's stuck....


Until now Nabila has not complied with Zev's request to close his aura.He seems to still doubt, because he feels very bad as a Muslimah.And again, he is used to appearing tomboy, he hesitates,he was not ready to receive the look of cynical gazes from people who saw his appearance later.


Is Zev forcing..?


No...!


He never mentioned it again....


The man seemed to want to show his wife how much he wanted to see the wife hijab in other ways such as giving her a suit to cover Nabila's arm when the woman wore a shirt sleeve short, and the like.He seemed to want to protect the woman's aura in his own way.It actually makes Nabila so unwell.He felt guilty because he could not comply with the request of the handsome wolf.


......................


This afternoon.....


In a minimalist design house owned by Zev....


The couple was in the television room spending their afternoon.


From earlier....


After coming home from work and cleaning himself in the help of the wife, the wife,the two warm human children who were mixing love did not move from the television room that was not too spacious but so comfortable it.With both hands tightly hugged Zev's waist and head rested on his shoulders the husband.Nabila never stop hugging the sturdy body of the wolf who is now peeling the fruit for his little rabbit. I don't know.several days Nabila was so spoiled on her husband.Although it is always spoiled every day,but unlike some of these days.Nabila as if to continue to follow wherever Zev went like not wanting to be far from the handsome man with the thin sideburns.Woman was always whining and thinking like if the husband was late home or do not membarbaru.Woman is also more possessive, he so easily jealous if Zev close to other women even though it's Zev's own employees or coworkers.Entahlah.


And at this time,


Diruang...


with two thighs flanking Zev's waist, both of them were engrossed in sitting in the room enjoying the fruits that Nabila had ordered for Zev to buy.


Zev finished peeling the orange in his hand.He then grabbed a piece of orange meat and pointed it to the mouth of the wife.


Nabila also received it with enthusiasm.


"rabbit...."


"yeah....."


"so umi telfon me. he said next week Bryan would preach Rubi.." said Zev.


Nabila stopped his activities for a moment....


"oh yeah.....?" ask Nabila


Zev just nodded.


Nabila was silent for a moment.


"means his ta'aruf succeeded?" ask Nabila again.


Zev hanya mengangguk lagi sambil melahap satu potong buah jeruk ke mulutnya...


"alhamdulillah..aku ikut seneng dengarnya..." ucap Nabila sambil kembali melahap jeruk suapan tangan Zev.


"dua hari lagi kita terbang ke sana ya....kamu mau kan?" tanya Zev.


"ya mau lah....kenapa nggak..." jawab Nabila.


Wanita itu mengeratkan pelukannya....


"serigala....."


"apa?"


"gimana perasaan mas Jordan ya...?" tanya Nabila.


"aku belum hubungin dia..." ucap Zev.


"dia nggak selemah itu sih menurut aku....nggak dapet satu ya cari yang lain lah..." ucap Zev.


Nabila hanya mengangguk.


"Kelinci...." ucap Zev.


"ya...."


"bikin adonan lagi yukkk...." ucap Zev.


Nabila terkekeh...


"dimana?"


"disini aja..." ucap Zev


Nabila terkekeh..


Wanita itupun naik ke atas paha Zev dan menangkup wajah pria itu....


"serigala...."


"apa?"


"maaf...."


Zev mengernyitkan dahinya...


"untuk?"


"aku belum bisa wujudin keinginan kamu untuk menutup aurat..." ucap Nabila.


Zev tersenyum.ia merengkuh pinggang sang istri dan mengecup dada putih Nabila lembut.


"aku akan nunggu kamu sampai kamu siap...karena kalau aku boleh jujur...aku benar benar ingin melihat kamu menutup sempurna bagian tubuh yang harusnya hanya milik aku...karena aku nggak mau berdosa sebagai seorang suami sayang...." ucap Zev.


Nabila terdiam...


"kamu malu ya punya istri kayak aku?" tanya Nabila yang akhir akhir ini dalam mode sensitif.Matanya kini terlihat mengembun menatap wajah berjambang sang serigala.


"enggak....bukannya malu...aku cuma ngerasa belum lengkap aja....aku pengen kita membangun keluarga kita dengan dasar agama yang kokoh.Aku pengen...mumpung kita belum punya anak...kita sama sama perbaiki diri kita masing masing...biar nanti...ketika kita sudah punya anak....kita bisa memberi contoh untuk anak anak kita...mengajarkan hal hal yang baik buat mereka..."ucap Zev sambil membelai lembut rambut sang istri.


" aku adalah anak yang terlahir dari keluarga yang tidak mengenal agama sayang....aku terlahir sebagai anak yang nggak punya pegangan di dunia ini..."


"aku nggak mau....jika apa yang terjadi sama aku dulu...juga terjadi sama anak anakku...aku nggak mau..."


"aku mau anak anak kita nantinya terlahir seperti kamu dan Angkasa...terlahir dari keluarga yang penuh kasih sayang...didikan agama yang baik....dan selalu memegang teguh pedoman Tuhan..." ucap Zev.


"aku minta maaf...jika sebagai suami banyak menuntut....aku hanya pengen...keluarga kita. menjadi seperti keluarga kamu...yang penuh kehangatan dan cinta kasih dalam selimut iman yang kokoh...aku cuma pengen itu.." ucap Zev.


Nabila mengembun.Sungguh...suaminya makin hari makin terlihat dewasa...


Zev tersenyum..


"dah...nggak usah mewek...katanya mau bikin adonan lagi...kok malah mau mewek gini?" ucap Zev sambil mengusap mata Nabila yang mulai mengeluarkan setitik demi setitik cairan bening..


"aku akan jadi seperti yang kamu mau....aku janji..." ucap Nabila.


"really?"


Nabila mengangguk pasti.


Zev tersenyum hangat...ia merengkuh pinggang Nabila dan mulai mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri.


Dan lagi....


adegan panas kembali mereka ciptakan di ruang televisi kediaman pribadi mereka.Keduanya kembali hanyut dalam kenikmatan surga dunia yang mereka ciptakan sendiri.


Nabila berjanji,ia tak akan mengecewakan harapan sang suami.Ia akan berusaha mewujudkan mimpi Zev.


Zev sudah bersedia berubah...mencoba menjadi imam yang baik untuk Nabila,sisi dewasa pria itu mulai terlihat,mengikis sisi labil yang dulu begitu kental dalam diri Zev.Jika Zev saja bisa..kenapa ia tidak.Ia akan berusaha memenuhi keinginan sang suami,ia akan menjadi makmum yanb bisa Zev banggakan kelak...


...****************...


Selamat pagi.....


yukk....klik like komen vote dan hadiahnya.....🥰🥰🥰🥰