
17:00
In the family room of Adrian Tama's luxury residence....
Adinda and Adrian gawking staring at two photos in each hand.Actually both of them had thought of this after finding a change in attitude in the late princess.
Adinda looked up a little, though,staring at the princess who seemed to be sitting with her body leaning on Zev's shoulder.Both seemed to not care about the existence of Dinda and Adrian.Zev and Nabila look so happy.The man's burly hand even touched and rubbed gently nabila's flat stomach is the future successor to Zev sanh wolf.
Yes..both just returned from the hospital, to the gynecologist to check Nabila.And sure enough.according to the feeling of Adrian a few days ago....
Nabila's pregnant...!
The woman was pregnant with the road age of two months.A happy news for Zev and Nabila.And a news that is quite astonishing for Dinda and Adrian although both have been guessing since they found the difference in attitude from the the final daughter starts from being too spoiled on Zev, asks to sleep in the Space Room, asks for Adrian's perfume, says,and today ask to go to the hospital to take an angkot that leads to Zev overheating and nagging after returning from the hospital.
My sister looked towards her husband...
"mas.." said Adinda.
"what?" ask Adrian.
"kitacuc will have a grandson" said Adinda.
Adrian nodded
"yes.." replied Adrian.
"grandfather Adrian.." said Adinda.
"opa.." said Adrian justifying.
"adrian's Copa?"
"he'eh...oma Dinda..." ucap Adrian mencoba menahan tawa melihat ekspresi sang istri yang terlihat belum sepenuhnya percaya bila mereka sudah setua itu sekarang.
"kok kita udah tua sih mas...?" ucap Dinda lagi membuat Adrian terkekeh.
"Alhamdulillah sayang.....keluarga kita makin lengkap..." ucap Adrian.
"iya mas....makin rame..." ucap Adinda.
Saat mereka tengah sibuk dengan pemikiran mereka masing masing....
"assalamu'alaikum....." suara itu menggema memenuhi ruang keluarga.
Angkasa datang dengan tas ransel di punggung dan bola sepak di tangan nya.Ya....remaja itu baru pulang dari SSB
"wa alaikum salam..." jawab semua yang ada di sana.
"ada apaan nih...pada ngumpul disini...?" tanya Angkasa.
Adrian tersenyum....
"bentar lagi kamu akan punya ponakan dek..." ucap Adrian sambil menyerahkan foto hasil USG Nabila yang berada di tangannya.
Angkasa pun menerima nya.
"lu hamil kak?" tanya Angkasa pada Nabila yang masih bersandar manja di pundak sang suami.
Angkasa nampak memperhatikan foto di tangannya lalu beralih menatap kakaknya,begitu terus secara bergantian.Ia kemudian menatap ke arah sang kakak ipar yang nampak santai memainkan ponselnya dengan tangan kanan sambil tangan kirinya mengusap usap lembut pucuk kepala berbalut hijab segiempat sang istri.Tubuhnya bersandar di sandaran sofa dengan satu kaki yang ditekuk di atas kaki satunya.
Sangat santai dan tak ada rasa canggung.Ia benar benar sudah bisa masuk dan berbaur menyatu dengan keluarga Adrian.
"kak Zev...." ucap Angkasa.
"hmmmm....." ucap Zev tanpa menoleh.
Angkasa mengangkat dua ibu jarinya...
"hebat...!lo satu satunya cowok yang bisa bikin sesama cowok bunting.." ucap Angkasa yang sukses membuat semua yang ada disana pun menoleh ke arah sang remaja.
Nabila menatap tajam ke arah sang adik.
"adek....jangan mulai deh..." ucap Adinda mengingat kan.
Angkasa cengengesan.Ia pun mendudukkan tubuhnya di samping sang kakak.
"oh iya pa...ma....Zev sama Gita sekalian mau pamit...besok kita mau ke kota M....ada acara di rumah umi..." ucap Zev.
"acara apa?" tanya Adrian.
"Lusa Bryan mau nikah pa....sama Rubi sahabatnya Gita" ucap Zev.
"oh ya....kok mendadak...papa sama mama malah nggak tau sama sekali..." ucap Adrian sedikit kaget.
"iya...nenek kalian juga nggak bilang apa apa" ucap Adinda.
"emang niatnya cuma mau bikin acara pernikahan sederhana aja pa....paling juga keluarga sama tetangga tetangga deket aja yang di undang..." ucap Zev.
"jadi mereka beneran nikah?mereka beneran ada hubungan?" ucap Angkasa nyamber.
Remaja itu lantas merebahkan kembali tubuhnya di sandaran sofa.
"kasian kak Jordan....dia pasti patah hati..." ucap Angkasa.
"Jordan?Jordan temen kamu Zev?" tanya Adinda.
"iya ma...." jawab Zev.
"dia suka sama Rubi gitu?" tanya Dinda lagi.
"iya ma....!" sahut Angkasa antusias.
"mama inget kan...waktu Angkasa sama kak Jordan ke kios sotonya nenek...itukan kak Jordan yang ngajakin...dia mau deketin kak Rubi ma...eh...sayangnya...udah keduluan sama kak Bryan.Dia liat kak Bryan ada dirumah nya kak Rubi...broken home lah dia.." ucap Angkasa.
"broken heart angsa....!bukan broken home...!!" ucap Nabila membenarkan.
"iye...iye....salah dikit doang juga..." ucap Angkasa asal.
Semua yang ada disana pun hanya menggelengkan kepalanya.
"iya ma...." jawab Angkasa.
Remaja itupun bergegas melangkah menuju kamarnya di lantai dua dan bersiap untuk mandi.
Obrolan di ruang keluarga pun masih terus berlanjut.
Saat tengah asyik berbincang....
drrrrtttt.......drrrrttttt......
ponsel Zev yang berada di saku celananya bergetar.Ia pun meraih ponsel tersebut....
..."*Bapak"...
memanggil*.....
itu adalah panggilan telfon dari ustad Hanif.Ayah tiri yang sudah ia anggap seperti ayah kandung sendiri.
Zev mengusap tombol hijau di layar ponselnya lalu meletakkan benda pipih itu menempel di telinganya.
"halo...Assallamuallaikum...." ucap Zev.
"...................."
Zev mematung.Matanya sedikit terbelalak mendengar ucapan sang bapak dari seberang sana.
Nabila pun menegakkan posisi duduknya.
Raut wajah Zev menunjukkan ekspresi keterkejutan.Ia menunduk dengan dada yang nampak naik turun.
"iya....iya pak....besok Zev sama Gita kesana....bapak yang sabar ya....semua pasti akan baik baik aja...." ucap Zev dengan raut wajah sedih dan nampak bingung.
"....................."
"iya pak....pasti...Zev besok pasti akan kesana...bapak jaga kesehatan ya...jangan sampai bapak ikut ikutan sakit" ucap Zev..
"............"
"wa alaikum salam...."
sambungan telefon terputus...
Zev menghela nafas panjang.
"serigala..ada apa?" tanya Nabila dengan sorot mata penuh tanya.Begitupun Adinda dan Adrian.
"ibuk masuk rumah sakit...Bryan kecelakaan...Rubi membatalkan pernikahan mereka secara sepihak..." ucap Zev
"innalillahi wa ilaihi rojiun...." ucap Adinda dan Adrian pelan bersamaan
"kok bisa?" tanya Nabila.
Zev menggelengkan kepalanya...
"nggak tau kelinci...Rubi tiba tiba membatalkan pernikahan ini dengan alasan katanya dia belum siap nikah...padahal sebelumnya semua baik baik aja" ucap Zev.
Nabila diam.Ada apa dengan Rubi?kenapa muslimah taat itu tiba tiba memilih membatalkan pernikahan nya dengan Bryan.
Apa jangan jangan ada hubungannya dengan Jordan?
Jordan kan suka sama Rubi?apa mungkin Jordan mengganggu hubungan dua anak manusia yanv sudah berniat untuk membina rumah tangga bersama itu?
Entahlah....
"kasian umi Atikah...dia pasti syok...padahal pernikahan Bryan tinggal lusa..." ucap Adinda.
Zev dan Nabila hanya mengangguk.
"Gita....besok kita ambil penerbangan pagi nggak apa apa ya...." ucap Zev.
Nabila mengangguk sambil menyentuh pundak sang suami mencoba menenangkan laki laki itu.Ia pasti sedih.Umi Atikah adalah wanita yang paling ia sayaang.Zev pasti khawatir pada wanita itu....
***End.......
Dear readers....
berhubung ini bab nya udah tiga ratusan.....
dan ceritanya udah mulai jauh dari judul awal...
jadi untuk novel Gadis Tawanan Sang Psychopath season 1 dan 2 author "tamat" kan ya.....
tapiiiiii........
kisah Zev Nabila dan keluarga Adrian masih akan berlanjut,cuma dengan judul baru digabung kisah cinta Jordan Rubi dan Bryan.
Keluarga Adrian masih akan tetap ada,tapi mungkin bukan sebagai tokoh utama.
Author mohon maaf....
soalnya ini bab nya udah terlalu panjang dan mulai jauh dari judul awal...π
sekali lagi mohon maaf karena ending nya masih gantung....
semoga nggak bosen dan bersedia baca judul selanjutnya ya....
nanti kalau udah rilis othor up pengumuman di sini
jangan lupa klik like komen vote dan hadiahnya ya.....
insya Allah up Minggu atau Senin berhubung ini masih suasana lebaran dan othornya besok masih mau mudik
...
Sekali lagi terima kasih yang sudah berkenan memilih novel ini sebagai bacaan kalian....maaf jika masih banyak kekurangan di sana sini...πππ***