
At the same time in a different place....
Nabila was in his room with a look of annoyance.Entahlah, how he feels at this time..
He will marry Zev, the man he really loves, but the nature of his kanakan children makes Nabila as if hesitant to become a prospective priest.Dulu Zev once said,wanted to marry the woman and ask the woman to wait for her to resolve her issues with Nora and Dave, but yesterday, after all her problems with Nora and Dave were sorted out, she said,Zev avoids him after learning that Adrian is Dave's killer.
So how did the man feel about her?does Zev really love him?or all his attention was only limited to the man's sympathy and guilt for ever desecrating him, and now the sympathy disappears after he finds out Adrian killed Dave?that so?
If indeed he is..how sad Nabila.Takdeniri life, he actually loves Zev, but again, again, he is undeniable,the doubt arises from within Nabila.Zev as if he could not show his message.The man's man was like hanging the feeling of the sweet-faced woman.
ceklekk....
the door to the room is open...
Adinda came and approached her little girl who was starting to grow up...
"mama call from earlier.kamu not nyaut nyut kak.." said Adinda.
The woman who still looks beautiful at the age of thirty years was sitting next to the princess.
"you why?" ask Adinda.
"mom...."
"yes...."
"if I marry Zev...mama agrees?" ask Nabila.
Adinda smiles....
"do you think that's it, brother?how are you?"
"what about mama?" ask Nabila again.
Adinda smiled...
"what's best for you.mama definitely support..."
"despite marrying someone like Zev?"
"why Zev?"
Nabila....
"he's labile ma..he's like a boy.he doesn't have a stand.he's a plan.."
"do you want to find what you think?you want to find something that's as perfect as what?sure....in this world there is a perfect man without sin?" ask Adinda.
Nabila looked towards the mother...
"people are not perfect, brother.married it is not looking for the perfect.but perfecting, going hand in hand.same to learn with the couple to perfection it..."
"sister...Zev is also an ordinary man who has shortcomings.Your task is to embrace him.Hove him as sincerely as you can, respect him as a priest, and close his disgrace...if indeed you are sure you want to marry him.accept all the good is bad.make him the only man who reigns in your heart.forever..guide him, ask him to walk the path that Allah is on..."
"but he was the imam ma..had to be the one who led me.." said Nabila protest.
"he will be a good priest someday.as you will patiently lead him dear..."
Adinda gently stroked the princess's hair....
"you see your papa...What was he like?all the will of God...God who touches and moves the heart of papa until it can be as it is now...Insha'allah...Allah will make it easy." said Adinda.
Nabila....
"marriage is the most important thing is from your own heart.how do you feel to the man.convince yourself...Insha'allah...God will give blessings for your marriage.mama equally papa will support whatever your decision.
Nabila...
"thank you ma.. I want to deh...can be as good as mama" said Nabila.
Adinda smiled...
"already.eat first yuk..breakfast already mama readyin.." said Adinda.
Nabila...
"mama wait at the dinner table, yeah..."
"yes ma.." answered Nabila.
She smiled, then came out of the princess' room and intended to go to the dining room where her husband and mother's children were waiting.
When he was about to go to the dining table, he met Zev who had just come from the house of Umi Atikah.
"Zev..Where are you from?" ask the gentle sister.
Zev smiled stiffly, really...My sister is very gentle and looks very patient...
"from the house of umi aunty." said Zev lowered his head.
The sister smiled, though,
"eat first yuk.om same Space already in meia eat.." said Adinda.
"i've been taught to eat at home umi aunty.tante eat only first.I wait here.ada who want me to talk about" said Zev.
"what?" ask Adinda.
"aunty please eat first." Zev said politely.
The sister smiled warmly...
"yeah already..if so.you wait here briefly ya..."
"yes aunty.." said Zev.
Adinda also stepped away from the place to the dining table.Zev sat on the living room sofa there and grabbed his phone and played it to eliminate his saturation.
As he was engrossed in his cell phone, suddenly..
Nabila came from inside his room with his busy hands tying his long hair loosely.The tie neck of a ripe brown skinned row was exposed freely showing a small mole on his right nape.Clear glasses frame a beautiful netra that, makes the natural beauty presented real in front of the eyes of Zev who sculpts motionless.
For a moment, the eyes of the wolf was stunned, the girl really looks very beautiful even without makeup polish,
"why do you see me on that cake?"ask Nabila ketus..
Zev smiled..
sweet..but fierce...
"what's wrong.hunting eat gih..has been awaited by your parents.."uucap Zev soft.
Nabila melengos.ia then headed to the dining table joined her family to enjoy their breakfast.
...****************...
Breakfast is over, Zev is still sitting in the living room waiting for the Nabila family to finish filling their stomachs.
Adrian came with Dinda and her son and father-in-law....
Zev smiled, Aldrian sitting on a single sofa, Dinda Nabila and Bu Lastri were sitting in a row on a long sofa while Angkasa grabbed a plastic chair in the room and sat there,next to papa....
" what's up Zev?what do you want to talk about?"ask Adrian.
Zev let out a long sigh, the fingers squeezing each other out of nervousness.
"begini om....saya....ingin menyampaikan niat saya....." ucap Zev gugup.Laki laki itu menatap wajah Adrian yang kini menatap ke arah Zev dengan tatapan tegas
Zev menghela nafas panjang....
"saya ingin meminta izin pada om dan tante...saya ingin meminang Nabila menjadi istri saya..." ucap Zev yakin.
Jantung Nabila berdetak lebih cepat.Wanita itu menunduk.Ada raut bahagia bercampur deg degan di sana.Zev melamarnya...?memintanya pada orang tuanya itu secara langsung??
Adrian mengangkat dagunya.Zev benar benar mengutarakan keinginannya menikahi Nabila.Seriuskah ia???
.
.
.
Adrian menghela nafas panjang,pria bertato dengan jambang menghiasi paras bulenya itu lantas menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa yang ia duduki.
"kau ingin menikahi putriku?" tanya Adrian.
Zev terlihat makin gugup.Pemuda itu menunduk sambil ******* ***** jari jemarinya sendiri.
"iya om" ucap Zev yakin.
"meskipun dia anak Adrian?" tanya nya lagi yang sukses membuat Zev mendongak menatap wajahnya.
Zev diam sesaat,lalu mengangguk di sepersekian detik berikutnya....
"iya om..."
Adrian diam sesaat,ia masih menatap pemuda itu dengan tatapan datar nan tegas.Laki laki itu kembali menghela nafas,dilihatnya sang putri yang kini terlihat menunduk kan wajahnya di samping Adinda.
"Zev....pernikahan bukan hanya tentangmu dan istrimu....tapi juga tentang keluarga wanita pilihanmu...ketika kau memilih wanita sebagai istrimu maka kau juga harus bisa menerima semua anggota keluarga nya sebagai keluarga mu.."
"apa kau yakin...bisa menerimaku sebagai ayahmu?" tanya Adrian lagi.
Zev makin gugup...
"Nabila adalah putri yang sangat ku banggakan.Dia adalah gadis kecil yang ku didik dan ku persiapkan untuk seorang laki laki baik dan tepat..yang akan meminangnya saat ia dewasa.."
"aku berharap...laki laki itu adalah laki laki yang bisa menggantikan posisiku...menyayangi nya,menjaganya,membahagiakannya,dan selalu berusaha untuk tidak membuatnya menangis..."
"aku berharap....laki laki yang kelak menjadi imamnya adalah laki laki yang lebih baik dariku,baik itu dari segi akhlak ataupun perbuatannya...aku tidak meminta yang sempurna...aku hanya meminta yang bisa menjaga Nabila melebihi aku...bisa membawanya menuju keluarga yang sakinag mawaddah warahmah,menjadikannya ratu dalam hidupnya dan menuntunnya menjadi istri solehah...seperti ibunya" ucap Adrian sambil menatap Adinda di akhir kalimat.
"apa kau yakin...kau bisa melakukan itu?" tanya Adrian.
Zev diam lagi...mencoba mengumpulkan keberaniannya ,dan....
Zev mendongak menatap Adrian dengan tatapan pasti...
"saya mencintai Nabila om....saya sangat menyayangi dia.Saya berjanji akan menjadi pria seperti yang om inginkan...menjaga,menyangi dan membawanya menuju kebahagiaan..."
"saya minta maaf...atas semua kesalahan yang saya lakukan pada om dan keluarga...saya salah...saya bodoh...dan saya ingin menebus semuanya dengan membahagiakan putri om..."
"bukan karena kasihan ataupun rasa bersalah...tapi saya ingin meminang putri om karena saya kagum...saya jatuh cinta,dan saya ingin memiliki wanita istimewa,wanita luar biasa yang dididik oleh kedua orang tua yang sangat luar biasa..."
"saya tau...saya masih banyak kurangnya...saya belum bisa menjadi laki laki bijaksana seperti om...maka dari itu,saya mohon...bimbing saya...izinkan saya masuk dan menjadi anggota keluarga om yang sangat saya kagumi sekarang...saya ingin menjadi imam untuk putri anda..."
Nabila makin bergetar.Ia tak menyangka kata kata itu keluar dari mulut Zev yang labil.
Adrian menoleh ke arah Nabila...
"aku menyerahkan semua pada putriku...karena dia yang akan menjalaninya..." ucap Adrian tenang.
"kak....apa kamu mau...menerima Zev sebagai suami kamu?" tanya Adrian.
Nabila makin menunduk.Ia meremas ujung kaosnya menyalurkan kegugupannya.
Nabila menoleh ke arah sang mama,Adinda tersenyum lembut.Lalu Nabila menoleh ke arah sang papa,Adrian masih bersikap tenang...
Nabila memejamkan matanya,menarik nafas panjang...lalu.....
.
.
.
.
.
.
.
"bismillahi rahmanirahim...." gumamnya...
Nabila mengangguk....
"Nabila mau pa..." ucapnya akhirnya......
Zev memejamkan matanya,seutas senyum terbentuk dari bibir merahnya.Raut wajah bahagia terlihat jelas disana.Perjuangannya mengumpulkan keberanian hari ini tak sia sia.
Ia mendapatkan hello kittynya.
Ia berjanji..ia akan memenuhi semua ucapannya pada Adrian tadi.Ia akan menjadi laki laki yang bisa keluarga itu banggakan.Ia akan menjadikan Nabila satu satunya ratu dalam hidupnya dan menghujani gadis manis itu dengan kebahagiaan yang tak akan pernah habis.
❤❤❤❤
...----------------...
up 22:00
klik like komen vote dan hadiahnya please....🥺