The Prisoner Girl of Psychopath

The Prisoner Girl of Psychopath
Nabila Story118's



brackkkk......!


Zev broke down the door and....


it opens...!


"rabbit.." said Zev.



Seen there....


Nabila was standing in front of a mirror while tiptoeing.His hand rubbed the lower chin while grimacing in pain.


But that's not the center of Zev's attention...


More of a concern is the appearance of the wife.


Nabila's appearance looks different from usual.The woman appears to be wearing a more covered dress.A long white dress with a pasmina hijab in matching color perched covering her hair.


"Gita.." said Zev.


Nabila looked back....


"wolf...!" nabila was a little surprised.


Apparently at this time Nabila is trying to wear hijab.But because he is not used, he was a little trouble in wearing the cloth cover the aurat...many times he was hit by a pinprick on his chin causing him pain and screaming quite loudly earlier.


Yep....Nabila is determined to fulfill Zev's wishes.He will learn to be the ideal wife for the man.He will fulfill the desire of the wolf to close his urat.


Zev walked up to the rabbit....


"yeahhhh...kok you enter anyway.when I was not ready.." said Nabila felt failed.Padahat earlier wanted to give a surprise to the wolf,eh....even entered the room first when she was not finished with her hijab..!failed you...!


Zev smiled....


He stood beside his wife,leaning his body on the edge of the dressing table while folding his hands.The eyes of the wolf could not be separated staring at the face of the wife who now looks back to focus on looking at the mirror while again trying to wear a long plain white cloth.


"youngpam....!" Nabila squealed again now with a slower voice.His chin back impaled peniti.Entah already the number of times.


Zev smiled....


His hands moved grabbed the body of the wife.Bring the woman to face her.His sturdy hand touched the white hijab Nabila.In fact, he,then very painstakingly and calmly he put the hijab together and put a safety pin on the white kaim just below the chin of the wife.


seet....


perfectly installed and very neat...!


Out of nowhere and since when can Zev pair a hijab for a woman..!As he remembered this was the first time he touched the hair covering object for these Muslim women.


Zev menatap penuh cinta ke arah sang istri....


"cantik..." ucapnya.


Nabila tersipu malu...


"kok kamu pinter banget sih sekarang?" tanya Nabila polos.


Zev hanya terkekeh.Ia mengacak acak lembut rambut berbalut hijab itu.


"dah....udah siang...ayok turun...sarapan dulu...." ucap Zev.


Nabila hanya mengangguk.Ia pun menyelampirkan dua ujung hijabnya ke pundak kiri dan kanan.Wanita itu kemudian berjalan di belakang Zev,melangkah mengikuti langkah sang suami menuju meja makan.Namun.


buuuggghhh.....


"aaakkkhhh....!" pekiknya.


Nabila yang tak terbiasa mengenakan gamis panjang pun tak sengaja menginjak ujung gamis tersebut.Membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh menabrak tubuh Zev.


"kamu kenapa?" tanya Zev yang reflek menangkap tubuh wanita itu.


"kesrimpet..." rengek Nabila manja.


Zev hanya terkekeh..


"ntar aku kalau jatoh di kantor kamu gimana?malu maluin dong akunya...." rengeknya lagi.


Zev hanya tertawa....


"ntar aku gendong aja biar nggak jatoh..." ucap Zev sedikit menggoda.


"iihh...kok digendong ya malu lah...." ucap Nabila sambil memukul lengan sang suami pelan.


Zev tergelak.Keduanya pun kembali melangkah menuju ke meja makan.Lantaran masih belum terbiasa,Nabila pun mengangkat gamisnya hingga ke bawah lutut agar bisa berjalan dengan leluasa.Zev hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan adegan lucu sang istri tersebut.


...****************...


Di tempat lain....


Diwaktu yang sama....


Disebuah kamar yang tak terlalu luas,


Seorang laki laki berwajah manis nampak tengah mencoba menghubungi seseorang.Ia berkali kali menempelkan benda pipih itu ke telinga sebelah kirinya.


Itu Bryan...!


Ia tengah mencoba menghubungi Rubi,sang calon pengantinnya.


Sejak siang...Rubi tak bisa dihubungi..di chat pun juga hanya dibuka dan tak dibalas...membuat Bryan makin tak karuan.


tutt....tutt....tutt....


Bryan mencoba menghubungi Rubi lagi....


namun lagi lagi...tak diangkat..!


tutt....tutt....tutt....


"Assalamu alaikum...." ucap seorang wanita dari seberang sana dengan suara lirih.


Bryan bernafas lega....


"wa alaikum salam...Rubi...akhirnya kamu mau ngangkat telfon aku..." ucap Bryan.


"Bi...kamu kenapa?dari siang mas coba terlfon kamu,chat kamu...tapi nggak merespon..." ucap Bryan.


Rubi diam di seberang sana....


"mas....boleh Rubi tanya sesuatu?" tanya wanita itu.


"kamu mau tanya apa?" tanya Bryan lembut.


"sudah mantapkah hati mas Bryan untuk menjadikan saya istri mas?" tanya Rubi begitu lembut selayaknya muslimah taat yang selalu menjunjung tinggi adap kesopan santunan dalam bersikap dan bersuara.


"kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Bryan.


"maaf...bukan maksud Rubi ikut campur urusan pribadi mas Bryan...Rubi sadar Rubi belum pantas untuk mencampuri urusan mas...karena kita belum terikat dalam ikatan pernikahan....tapi sebagai seorang wanita yang katanya akan mas pilih sebagai calon makmum mas...ada rasa ragu dalam hati Rubi mas...." ucap Rubi.


"maksud nya?kamu ragu sama mas?kenapa?" tanya Bryan lagi.


"maaf....sekali lagi saya minta maaf....kemarin Rubi ke pasar niatnya mau bantuin bapak jualan...tapi Rubi nggak sengaja menemukan dompet coklat yang jatuh di depan warung bapak...Rubi mengambil dompet itu,niat Rubi ingin tau...dompet siapa itu....dan akan mengembalikannya pada pemiliknya jika Rubi mengenalnya..." ucap Rubi.


deeggghhh....


Bryan terdiam....


jangan jangan itu dompetnya...!


Kemarin ia mengantar umi ke pasar...!dan umi memang mampir ke warung bakso orang tua Rubi untuk membelikan bakso ustad Hanif.Namun saat sampai dirumah,Bryan baru sadar bahwa dompetnya tak ada disaku celananya.Dan sore harinya,ayah Rubi datang mengantarkan dompet Bryan yang katanya jatuh di depan warungnya.


Jadi apakah dompetnya itu ditemukan oleh Rubi...?jika iya.......astaga....!!mampus..!!


Bryan memejamkan matanya,namun ia belum berucap,seolah ingin menunggu sang wanita selesai dengan penjelasannya.


"mas Bryan....tolong jawab Rubi....apakah mas benar benar yakin memilih Rubi sebagai calon istri mas?" tanya Rubi.


"jujur....Rubi sedih mas....jika laki laki yang katanya akan menjadi imam untuk Rubi nyatanya masih menyimpan foto wanita lain dalam dompetnya..." ucap Rubi.


.


.


.


.


.


duuaaaarrrrr....


Astaga Tuhan.....!!!


Bryan terdiam seketika..!


Lidahnya seolah kelu tak bisa berucap apapun.


Ya...Bryan menyimpan foto Nabila dalam dompetnya...!


Jujur...dari dalam hatinya ia masih belum bisa melupakan wanita itu.Meskipun ia tak pernah mengungkapkan rasa sukanya pada Nabila lantaran sikap Nabila yang terlalu cuek padanya,namun tak bisa dipungkiri,Nabila adalah sosok wanita yang Bryan idolakan sejak pertama kali Bryan melihat wanita itu di masjid saat sholat subuh berjamaah.


Bryan terdiam....


Ada rasa bersalah dalam dirinya terhadap Rubi.Bukan maksudnya untuk menyakiti hati wanita muslimah itu.Namun tak bisa dipungkiri,ia masih sulit melupakan Nabila meskipun kini wanita itu sudah menjadi istri dari kakak tirinya sendiri.


"Bi......"


"mas....Rubi minta maaf....bukan maksud Rubi meragukan niat baik mas Bryan untuk meminang Rubi...tapi maaf....beribu kali maaf....jika boleh Rubi bertanya....apa mas Bryan benar benar yakin memilih Rubi sebagai istri mas...?sedangkan mungkin saat ini..masih ada wanita lain dalam hati dan fikiran mas Bryan..."ucap Rubi.


" mas....menikah itu adalah ibadah yang panjang dalam hidup...seumur hidup Rubi...Rubi selalu berharap...Rubi ingin bisa menikah hanya sekali seumur hidup Rubi..dengan laki laki yang benar benar mencintai Rubi lahir dan batinnya...bukan karena keterpaksaan"


"Bi...kamu bicara apa...tidak ada keterpaksaan dalam hubungan kita Bi....mas tulus ingin menikahimu...mas sungguh sungguh..."


"jika memang mas sungguh sungguh...kenapa masih ada foto wanita lain yang bukan muhrim mas di dompet mas Bryan?" tanya Rubi lagi.Bahkan kini air matanya mulai mengembun.


"Rubi...."


"mas.....tolong jangan bermain main dengan pernikahan...." ucap Rubi.


"jika memang mas Bryan belum yakin dengan niatan mas Bryan....mungkin akan lebih baik jika kita menunda rencana kita..." ucap Rubi.


"Bi...kamu bicara apa?mas yakin ingin menikahi kamu..!mas sungguh sungguh...!"


"tapi dengan adanya foto Nabila di dompet mas Bryan itu sudah berhasil mengikis rasa yakin Rubi tentang keseriusan kamu mas...." ucap Rubi menahan tangis.


"jangan dipaksakan jika memang mas Bryan masih memiliki perasaan pada wanita lain...Rubi nggak mau jika mas menikahi Rubi hanya sebagai pelarian...." ucap Rubi sukses membuat Bryan bungkam dan bergetar.


"jangan terburu buru mengambil keputusan mas...karena pernikahan itu sakral...pernikahan bukan untuk main main..." ucap Rubi.


"maaf mas..Rubi masih banyak kerjaan....Rubi tutup sambungan telefonnya....assalamu alaikum..."


"wa alaikum salam" jawab Bryan lirih.


Sambungan telefon tertutup.


Bryan menghempaskan ponselnya ke atas ranjang.Ia mencengkeram rambutnya sendiri.


Bodoh...!


itu yang Bryan rasakan.Kenapa ia tak bisa melupakan Nabila yang jelas jelas sudah tak mungkin bisa ia gapai.Ia justru masih menyimpan foto Nabila yang ia ambil diam diam menggunakan kamera ponsel itu di dompetnya.


Dan kini...Rubi sang calon istri kecewa padanya,sedangkan waktu pernikahan sudah semakin dekat...!astaga....ia harus bagaimana...?!!


"maafkan mas,Rubi....maaf...." ucap Bryan lirih sambil menatap ponsel yang ternyata wallpapernya pun juga foto candid Nabila.


...----------------...


***Selamat subuuh....


up 04:25


berhubung sebentat lagi lebaran....sebagai emak emak othor juga mulai banyak kesibukan...jadi up nya mungkin nggak beraturan ya...baik jumlah kata maupun waktu up nya....


semoga masih bisa up dua kali sehari...tapi kalau buat crazy up kayaknya susah bestie🙈🙈


yukk....klik like komen vote dan hadiahnya....🥰🥰🥰***