
Morning's....
Kumandang adzan dawn echoed break the silence of the night.The married woman was ready to run one of her five-time worship with a pink face given by the wolf as her wedding dowry first.
Nabila approached the bed.The male wolf was still asleep with a supine position showing a hairy field chest filled with red marks bite marks of the little rabbit because now he sleeps with the condition only wearing a red boxer that covers after a heated fight last night, Zev went straight to sleep, probably from being too tired.
The smooth hand with mature brown skin was moved swaying the body of the wolf.
"wolves wake up.." said Nabila.
"hmmm...."
"the dawn solat.udah adzan tuh.kuru time his abis.." he said.
Zev wriggled.The man's foot was indeed easy to wake up to sleep, making Nabila was not so difficult.
Zev sat his body, he rubbed his eyes while trying to collect his consciousness which is still running somewhere.
Nabila smiled....
"shower first gih..all wudhu yes.do not long ago..kamat keburu.." said Nabila.
Zev just nodded.
Zev moved, then stepped into his bathroom, while Nabila held two prayer mats that they would use for congregational prayer at home, because the time was up,make him think to pray at home without having to go to the mosque.Tak forgot he also prepared clothes, sarongs and peci for the husband and then put it on the bed.
It did not take long Zev came out of the bathroom with a towel wrapped around his waist.The man then wore the clothes that Nabila had prepared on the bed and prepared to lead the prayer.
Zev approached his wife with a smile, and moved his hand, picking up some of his own hair
"aurat" he said while pointing at a hair that was not wrapped up Nabila face.
Nabila was touching his face.Truely, there is a hair that is not covered face.Nabila also immediately tidied his face and slipped a strand of hair until closed perfectly.
Zev smiled gently, making Nabila more moved, how much attention the man even a strand of hair was still Zev noticed
"ready?" asked Zev when he heard the iqomah reverberating from the mosque toa which was not too far from his residence.
"ready.." answered Nabila.
The two began to take a position with Zev as priest and Nabila as his teacher.
"Allahu Akbar...."
The chanting of takbir that is so melodious is heard from the red lips of Zev the former killer is cold-blooded.Both also carry out their morning worship solemnly.Leave a moment of worldly affairs and focus on worshiping the all-giver of life.
...****************...
The dawn prayer service is finished...
The two decided to connect their worship by reading the holy book of the Quran.
Sekitar setengah jam,
Baca Quran pun selesai,keduanya pun mengakhiri rentetan ibadah subuh mereka.Zev dan Nabila melipat pakaian ibadah mereka masing masing dan meletakkannya di atas ranjang..
"serigala...." ucap Nabila..
"apa kelinci?" tanya Zev.
"hari ini libur kerja ya...." ucap Nabila meminta.
Zev mengernyitkan dahinya...
"kenapa?" tanya Zev.
"aku nggak mau ditinggal....." rengeknya manja.
Zev terkekeh...
Laki laki itu lantas bangkit lalu duduk di sisi ranjang dan menatap lembut ke arah sang istri.
"aku harus kerja sayang....hari ini ada meeting penting...aku harus ada disana..nggak bisa di tinggal.." Ucap Zev sambil melepas peci dan baju kokonya.
Nabila nampak cemberut di atas sajadahnya....
"perasaan tiap hari meeting mulu nggak ada liburnya..." ucap Nabila kesal.
Zev tersenyum...
"aku kan sibuk kelinci..kamu tau sendiri kan....kamu ikut ke kantor aja gimana?hari ini kamu nggak ada kuliah kan?" tanya Zev.
Nabila masih cemberut...
"jangan ngambek dong...kan aku kerja buat kamu juga cantik..." ucap Zev lagi sambil kini melucuti sarungnya,hingga hanya tersisa celana pendek hitamnya
"tapi sehari ini aja libur kan nggak apa apa..." rengek Nabila lagi.Wanita ini benar benar seperti anak kecil sekarang.
Zev tersenyum lembut..
"sini..." ucap Zev pada Nabila sambil menepuk sisi ranjang yang kosong di sampingnya.
Nabila pun bangkit...ia mendekati sang suami dengan wajah murungnya..
Wanita itu lantas naik ke pangkuan sang serigala dengan posisi menghadap wajah tampan berjambang tipis itu.
"kan aku tadi mintanya duduk di samping aku bukan di pangkuan aku.." ucap Zev.
"iiiih....minta pangku aja nggak mau......!!emang kamu mau mangku siapa lagi kalau aku minta pangku aja nggak mauk...!!" rengek Nabila bak anak kecil sambil memukul dada bidang Zev
Zev hanya terkekeh.Ia kemudian meraih pinggang sang istri,memasukkannya dalam dekapan dan mendekapnya erat.
Nabila memeluk tubuh Zev erat,seolah tak mau lepas...
"jangan pergi..." rengek Nabila lagi.
"kenapa sih?"
"aku mau di rumah berdua sama kamu...." ucap Nabila lagi.
"sayang...aku punya tanggung jawab....kalau aku nggak kerja gimana?clien aku minta ketemu langsung sama aku...." ucap Zev begitu lembut.
"kamu ikut aja ya..." tawar Zev.
Nabila nampak berfikir sejenak.
"tapi aku ikut meeting...!" ucap Nabila membuat Zev terkekeh.
"astaga Gita....kayaknya kamu nggak bisa banget ya jauh dari aku....udah sih...sekarang mending kamu gantu baju..aku juga mau ganti baju....kita sarapan..trus berangkat...okey...." ucap Zev.
Nabila hanya mengangguk.Wanita itupun turun dari pangkuan sang suami.Keduanya lantas mengganti pakaian masing masing dan bersiap untuk menuju perusahaan Zev.
...****************...
Zev sudah rapi di meja makan.Laki laki yang terlihat tampan dengan setelan jas hitam itu nampak memainkan ponselnya sambil menunggu sang istri turun dari kamar utama.
Zev menatap jam tangan di lengannya kemudian beralih ke lantai dua.Sudah lima belas menit ia duduk sendirian di meja makan.Namun Nabila tak juga turun dari lantai dua.Sedang apa istrinya itu...tidak biasanya Nabila lama ganti bajunya.Mengingat wanita itu adalah wanita tomboy yang sangat jarang merias wajahnya dengan polesan make up yang berlebihan.
"kelinci...!!kok lama banget sih?" ucap Zev sedikit teriak..
Tak ada sahutan...
"kelinci..."
masih tak ada sahutan...
Zev meletakkan ponselnya.Ia pun bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya naik ke lantai dua dan menuju kamar utama.
ceklek...ceklek....
Zev mencoba membuka handle pintu kamar bercat putih itu,namun tak bisa.Sepertinya dikunci dari dalam.
ceklek...ceklek....
mencoba membuka lagi...
namun masih tak bisa...
tokk....tokk....tokk....
Zev mengetuk pintu itu.
"kelinci....kamu didalam...?"
tokk....tokk....tokk......
"kelinci?"
"iya bentar..!!" sahut Nabila dari dalam sana.
"kamu ngapain lama banget di dalam?" tanya Zev
"bentar..!!" ucap Nabila lagi.
Zev diam...apa yang sedang wanita itu lakukan di dalam sana?
"kelinci kamu nggak apa apa kan,aku tunggu di bawah ya..." ucap Zev lagi.
"iya..." jawab Nabila lagi.
Zev pun bergegas meninggalkan tempat itu untuk kembali ke meja makan,namun baru selangkah ia mengayunkan kaki...tiba tiba...
"aaakkkhhh....!" pekik Nabila dari dalam kamar.
Zev pun menghentikan langkahnya.Ia kembali ke depan pintu kamar dengan terburu buru.
"kelinci kamu kenapa?" tanya Zev sambil mengetuk ngetuk pintu kamar itu.Namun Nabila tak menjawab.
"kelinci...!"
masih tak ada jawaban
"kelinci kamu nggak apa apa kan?!"
"aduuhh...."
terdengar suara rintihan Nabila dari dalam sana.
Zev panik mendengar suara itu.Tanpa pikir panjang,ia pun lantas mengambil ancang ancang berniat untuk mendobrak pintu itu.
satu...dua....tiga....
brakkkkk......!
pintu didobrak...namun belum terbuka.
...
Zev mencoba lagi....
satu...dua....tiga....
brakkkkk......!
terbuka....!
dan....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"kelinci......."
#bersambung.....
πππππ
...----------------...
***SELAMAT MALAM....
YUKKK....KASIH DUKUNGAN DI HARI HARI TERAKHIR MENJELANG LEBARAN....
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....π₯°π₯°π₯°***