
Night approaching.....
The residence of Adrian Tama....
The teenager who began to turn sixteen years old is now busy making a vidio call with a sweet girl across there.In a room with a locked door, tightly locked,Space endlessly mengengawum smile while continuing to listen while observing the sweet face of a girl named Bintang who is two years older than him.Salah more than a month they are in a relationship, and,the two often meet at school at a stall near their school because SMP Angkasa and Bintang High School are indeed next to each other.Sometimes, if you miss ABG this is already unstoppable,not infrequently Angkasa infiltrated into the school of the high school children by climbing the fence that became the barrier between the First and High School Secondary School, then the two met behind the school, and then the two met behind the school,next to the Bintang High School toilet.
Tonight....
it has been two hours both of them make vidio calls, but the two teenagers who are drunk in love seem to have no desire to end their video calling activities.
tokkk.....
door knocked.
"dek...turun yuk..ada brother and sister Zev tuh outside.." said Adinda.
"iya ma bertar again Angkasa down.." said Angkasa.
"cepet yes.all eat the deck mall..mama wait outside.." said Adinda.
"yes ma.." replied Space.
While in the room, Angkasa again stared at the mobile phone screen, continuing his vidion call with the idol, Star.
"what's wrong?" ask the sweet white girl.
"no..adi mama I..nahuh I went down.ada my sister with her husband came.." said Angkasa.
"your brother who took the phone from me?" ask Stars.
"iya...resek very he..emang mak attached.." said Angkasa annoyed to make the stars chuckle.
"don't do that bie.kan he's your brother.." said the star to the man he always called the hubbie.
"yes, he did not do it." said Angkasa.
"yes already..kamu go down first gih..besok break we meet ya.." said Bintang.
"yes.but you wait first in an ordinary place, yesterday I was tired of climbing the pager even the same kemen temen your guy.diledekin deh me" said Angkasa.
Stars chuckles.....
"iya.iya.iya.besok I tingguin you.I invite Syifa deh let me not alone.." said the sweet star.
"yes, I'm dead already." said Angkasa.
"yeah..."
"Assalamu alaikum Honey." said Angkasa.
"wa alaikum hail hubbie.." replied the gentle star.
The vidio call connection of the two human children who are in love is also severed.
Angkasa kissed the screen of his cellphone which showed his photo with the girlfriend.Angkasa smiled widely.The flower of love is blooming in the chest of the teenager.
"aaahhhh.....Star in Space..ciiiiiaaaaaaaahhhhhhh....uhuuuuyyyy...." said Angkasa anxious himself while somersaulting on his bed.
Angkasa bangkit dengan sedikit menggoyangkan tubuhnya,dengan ponsel di tangannya ia berjalan dengan riang sambil bersenandung,turun dari lantai dua menuju ruang tamu dimana kedua orang tua,kakak dan kakak iparnya sudah menunggu di sana.
"eh....ada sepasang pengantin baru..." celetuk Angkasa yang baru datang.
Nabila yang duduk di samping Zev menatap sinis ke arah Angkasa.
"lama banget lo turunnya...abis ngapain lo...?berendam?" tanya Nabila.
"enggak....gue abis luluran....biar tambah kinclong...puas lo..!" jawab Angkasa kesal.
Adrian dan Dinda hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan kecil kedua putra putrinya itu.
"kalian tuh ya...udah gede masiihh aja berantem...nggak bisa apa akur dikit.." ucap Adinda.
"dia yang songong ma...anak kecil belagu lo....mentang mentang udah pu................"
Angkasa terbelalak.Baru saja Nabila hendak buka suara soal hubungan Angkasa dan Bintang namun remaja itu dengan cepat menabrakkan tubuhnya ke arah sang kakak,dan membekap mulut Nabila membuat wanita bersuami itu pun kaget dan melotot ke arah Angkasa.Zev yang duduk di samping Nabila pun di buat kaget dengan ulah Angkasa,lantaran kini Angkasa duduk di pangkuan Nabila dengan kedua tangan membekap mulut istrinya
"bisa diem nggak lu..dasar lampir...?!" ucap Angkasa dengan gigi gigi yang mengetat.
Nabila berontak,ia menghempaskan tangan Angkasa dan dengan cepat menoyor jidat adik satu satunya itu.
"eh...gerandong....apa apaan sih lo main nangkring kayak ayam aja lo...!turun..!nggak sopan banget lo...!badan udah segede gini minta pangku...!!" ucap Nabila.
"lo yang ngeselin..!mulut lemes banget lo....lama lama gue aspal tuh mulut...!" ucap Angkasa masih dalam pangkuan Nabila.
Nabila mengulum senyum usil.Ide jahil seketika muncul dalam otaknya.
Nabila menggerakkan tangannya,dengan cepat ia membekap mulut Angkasa dan...
"pa.....ma....tau nggak....dedek angsa sekarang udah pu......"
Angkasa berontak,ia pun menggerakkan tangannya membekap balik mulut Nabila.Membuat kedua nya kini saling bekap dalam posisi pangku pangkuan.Zev bahkan sampai sedikit menepi ke pinggir sofa saking dua bocah ini seolah tak ada yang mau mengalah.Nabila terus mencoba bicara,ingin memberi tahu Adrian dan Dinda tentang Bintang,namun Angkasa seolah tak membiarkan nya.
Perkelahian pun terus berlanjut,aksi saling bekap dan jambak jambakan pun tak terelakan.
Adinda dan Adrian menghela nafas panjang.Adrian memijit pelipisnya,begitupun Dinda,Zev bahkan hanya bisa mengernyitkan dahinya melihat aksi dua saudara itu.
"udah....cukup...!!" ucap Adrian.
Namun kedua saudara itu seolah tak mendengar ucapan papanya.Mereka masih sibuk dengan perkelahian mereka,bahkan yang semula hanya bekap bekapan kini berubah jadi jambak jambakan.
"Nabila Angkasa berhenti...!" ucap Adrian lagi.
Masih tak digubris.
"CUKUP...!!!" ucap Adrian lantang dan tegas.Suaranya bahkan menggema membuat Zev dan Adinda pun sedikit terjingkat.Nabila dan Angkasa pun seketika menghentikan pergerakannya.
Angkasa pun turun dari pangkuan Nabila dengan wajah menunduk,Nabila yang masih gemas pun sedikit mendorong pan*at Angkasa membuat adik satu satunya itupun menoleh ke arahnya.
"apaan sih lo...!!" ucap Angkasa kesal.
"udah...!Angkasa duduk..!Nabil diem..!" ucap Adrian.
Nabila pun kini ikut menunduk.
Entahlah...Adrian bukan tipe ayah yang gampang marah pada anak anaknya,bahkan bisa dikatakan tak pernah marah,namun setiap ucapan yang keluar dari mulut Adrian seolah memiliki magnet tersendiri yang membuat kedua saudara itu langsung tunduk dan patuh seketika.
"bisa nggak sehari aja nggak berantem....!kalian tuh udah gede...!kamu bentar lagi masuk SMA dek...!dan kamu kak...kamu udah punya suami...!kamu udah jadi ibu rumah tangga....nggak malu kamu kayak gitu?!" tanya Adrian.
"sukurin...calon emak emak bar bar lo...sein kanan belok ngiri....kondangan emas setoko di pake semua...bawa plastik buat bungkus rendang di bawa pulang masukin tas...." ucap Angkasa meledek dengan suara pelan namun masih dapat terdengar oleh Adrian Dinda dan Zev.
"diem..!gue strapless mulut lo nggak bisa ayank ayank an lo..!" ucap Nabila.
Alih alih takut,Angkasa justru menjulurkan lidahnya seolah menantang.
"kalian nggak dengerin papa?!" tanya Adrian tegas lagi membuat kedua saudara itu kembali menunduk.
"dengerin kok pa..." ucap keduanya.
"minta maaf.." ucap Adrian.
"buruan lo minta maaf ama gue.." ucap Nabila.
"enak aja...lo yang mulai...napa gue yang minta maaf duluan..!ya elo lah..!" sahut Angkasa.
"eh...dimana mana anak kecil itu minta maaf sama yang lebih tua...bukan yang tua yang minta maaf sama anak kecil...!" ucap Nabila.
"eh gue bukan anak kecil..!!"
"elu tu anak kecil...masih bocah sok sokan pacaran lo..!tidur juga masih sering ngompol lo...!"
"aahh...lu mah bener bener ya dasar lampir...!gue tongseng juga pala lo...!"
"idung lo gue rendang.....!"
"CUKUP...!!!"
Keduanya diam lagi...
"siapa yang udah punya pacar...?" tanya Adrian.
"dia paaaa......." ucap Nabila lantang dan bersemangat sambil menunjuk ke arah Angkasa membuat sang adik pun pucat seketika.
"burung ababiiiillll...." ucap Angkasa dengan gigi yang mengetat.
Kini giliran Nabila yang menjulurkan lidahnya mengejek Angkasa.
"beneran dek?" tanya Adrian pada Angkasa.
Angkasa hanya menunduk....
"kamu udah punya pacar?siapa?" tanya Adrian.
"i...iya pa....ta...tapi jangan minta Angkasa buat mutusin dia ya pa....Angkasa cinta mati pa sama dia....dia segalanya buat Angkasa....Angkasa nggak bisa hidup tanpa dia pa...." rengek Angkasa membuat Zev,Nabila dan Dinda pun menahan tawa.
"ah elaah....bocil sok sokan lo...!" ucap Nabila sambil mendorong pelan pundak Angkasa.
"kek ngerti aja lo cinta cintaan....ngelap ingus aja belum bener lo...!sok sokan bilang nggak bisa hidup tanpa dia...nggak sekalian lo bilang gunung kan ku daki laut kan ku seberangi...?preettt...!" ucap Nabila.
"lu diem bentar bisa nggak sih...!ah lampir lo...!!" ucap Angkasa kesal.
Angkasa yang panik takut di minta putus oleh papanya pun meringsut mendekati Adinda.
"ma....papa diem aja...ngomong dong ama papa....Angkasa nggak mau putus..." rengeknya.
Adinda hanya bisa menahan tawanya menyaksikan tingkah polos Angkasa.Di usianya yang baru akan menginjak enam belas tahun,ini kali pertama nya Angkasa punya pacar,membuatnya begitu polos dan lugu dalam urusan ini.
"ma....." rengek Angkasa.
"yang nyuruh kamu putus siapa sih dek?" tanya Adrian.
"lah itu....papa nanya nanya...papa nggak suka ya?trus minta aku putus kan....aku nggak mau....!!maaaa.....bilangin papa ma...." rengeknya lagi.
Nabila dan Zev pun ikut terpingkal dengan ucapan Angkasa.Adrian pun tak bisa menyembunyikan tawanya mendengar ucapan Angkasa yang terdengar begitu takut kehilangan sang pacar.
"yang nyuruh kamu putus itu siapa sih dek?" tanya Adrian.
"papa cuma tanya...bener kamu udah punya pacar?kalau emang punya...siapa namanya?" tanya Adrian.
"jadi papa nggak marah?" tanya Angkasa.
"apanya yang harus dimarahin?kamu udah gede...ya wajar kalau kamu punya perasaan suka sama lawan jenis...asal nggak sejenis aja...." ucap Adrian sedikit meledek.
"ih...astagfirullah hal adzim papa.....masak iya cowok ganteng pacaran ama yang ganteng juga...nggak boleh papa....jijik ih...papa mah...." ucap Angkasa.
Adrian hanya terkekeh.
"papa nggak ngelarang kamu buat pacaran,tapi papa nggak mau kalau kamu sampai lupa sama tugas,sekolah dan ibadah kamu...pacaran yang sehat dan jangan bikin pacar kamu kecewa apalagi sampai nangis karena ulah kamu...papa nggak suka..laki laki yang benar benar mencintai wanita itu....berarti dia harus siap menjaga dan melindungi wanita tersebut,bukan merusak dan menyakitinya....kamu paham maksud papa?"
"paham pa...." ucap Angkasa yakin.
Adinda menatap penuh cinta ke arah sang suami.Ia benar benar bangga pada laki laki itu,ia benar benar memilih pria yang tepat sebagai ayah dari anak anaknya.Ayah dan suami yang bisa menjaga,mengayomi dan menjadi panutan yang baik untuk anak dan istrinya.
...----------------...
***SELAMAT PAGI MENJELANG SIANG....
YUKKK KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰***