The Prisoner Girl of Psychopath

The Prisoner Girl of Psychopath
Nabila Story121



Afternoon.....


15:00


After doing his hot activities, Zev and Nabila choose to rest in the private room of the wolf who is still in the work room Zev.In the room is quite luxurious that Zev stared at the beautiful woman tela**ang who now appears to be scolding his mijit pa**dara


"What are you doing anyway?" Ask Zev astonished.


"Wolf...."


"What...?"


"You seem to eat it too greedily..." Say Nabila.


Zev scrunched his forehead....


"meaning?" Zev didn't understand.


"It's all pain." said Nabila while touching his chest and showing it to Zev.


Zev chuckles....


" iihihh.kok even laughed anyway.."rengek Nabila.


"Yes, you're funny..." Zev.


The man who was now drinking cold drinks on the edge of the bed was also raised.He put his canned drink on the nightstand next to rajang and then climbed into the bed and grabbed Nabila's body.


His burly hands moved gently touching the chewy object of the wife who said pain, rubbing her gently with eyes that could not be separated from her.


"illness?" Ask


"No..just a little bit of pain..Why yes..?" Ask Nabila.


Zev smiled...


"Maybe I'm less likely to date the mainin..." Zev replied casually greeted with an agitated blow from Nabila on his burly hand, making the man chuckle.


"I call the masseur?" Ask Zev.


Nabila scrunched his forehead.


"Emang ada tukang urut pay**ara?"


"Ada..."


"Cewek apa cowok?"


"Cowok....namanya Zev..." Ucap serigala jantan itu dengan senyuman nakal.Nabila hanya tersipu malu mendengar ucapan laki laki itu.


Zev mengetatkan pelukannya..


"Mandi yuk..."ucap Zev.


" Gendong...."rengek Nabila manja.


"Dih...." Ucap Zev.


"Kan sakit ini nya..." Ucap Nabila manja sambil kembali menyentuh kedua dadanya.


"Yang sakit ini kan bukan kakinya...napa jadi minta gendong?"


"Iiiiihhh.....di mintain gendong istri sendiri aja nggak mau...!!" Rengek Nabila sambil kembali memukul lengan Zev.


Laki laki itu tergelak.Makin Nabila manja,makin menggemaskan jugaa istrinya itu dimata Zev.


"Iya...iya...sini...." Ucap Zev sambil turun dari ranjang lalu merentangkan tangannya.Nabila pun dengan semangat melompat ke tubuh sang suami.Dalam kondisi tubuh tanpa sehelai benangpun keduanya masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap untuk membersihkan diri.


...****************...


17:00


Sebuah mobil mewah memasuki pelataran rumah mewah kediaman Adrian Tama.


Zev dan Nabila yang sudah kembali terlihat cantik dengan balutan gamis dan hijab pasmina itu turun dari kendaraan roda empat mereka.Zev mendekati sang hello Kitty,ia menggandeng tangan Nabila dan pelan pelan melangkah menuju pintu utama rumah tersebut.


tok....tok...tok....


pintu diketuk oleh tangan Zev.


ceklek....


seorang wanita dengan rambut mulai memutih muncul dari balik pintu.


itu sang ART..!bik Imah..!


Wanita itu menatap heran,aneh sekaligus kaget ke arah Nabila.Tentu saja tak lain adalah karena penampilan Nabila yang jauh berbeda dari biasanya.Wanita itu terlihat lebih tertutup dan feminim.


"bik..." ucap Nabila membuyarkan lamunan bik Imah..


"eh...iya non..." ucap Bik Imah setengah kaget.


"mama sama papa ada?" tanya Nabila.


"ada non...papa sama mama baru aja pulang dari toko kue..." ucap Bik Imah.


"oh..ya udah....kita masuk ya..."


"iya non silahkan...." ucap Bik Imah.


Zev dan Nabila masuk ke dalam rumah mewah itu.Saat keduanya masuk rumah,bertepatan dengan Adinda yang turun dari lantai dua.


"ma...." ucap sang kelinci kesayangan serigala.


Adinda mematung di tempat...


itu Nabila?


putrinya?


dia berjilbab?


Suatu kebiasaan baik yang coba ia tanamkan sejak kecil namun tak berhasil?


Adinda tercengang....


"mamaaa....." ucap Nabila lagi berhasil membuyarkan lamunan Adinda.


"eh....iya....iya sayang... kamu baru dateng?" tanya Adinda tanpa beranjak dari posisinya.


"iya ma...papa sama Angsa mana?" tanya Nabila lagi.


"ada...papa sama Angkasa ada di kamar...kamu tunggu dulu ya...biar mama panggilin.." ucap Adinda.


"iya ma..." jawab Nabila.


Sepasang suami istri muda itupun duduk di ruang tamu.Atau lebih tepatnya,Zev duduk,sedangkan Nabila memilih rebahan dengan paha Zev sebagai bantalnya.


"kenapa lagi?" tanya Zev sambil mengusap kepala berbalut hijab itu.


"nggak tau....bawaannya tiba tiba males aja mau ngapa ngapain..." ucap Nabila.


Zev tersenyum...


"kayaknya kamu kurang fit deh akhir akhir ini....besok kita ke dokter gimana?" tanya Zev


"males ah....aku nggak apa apa kok...." ucap Nabila.


"tapi kamu akhir akhir ini sering banget kayak gini sayang..aku khawatir..." ucap Zev.


"aku nggak apa apa serigala...." ucap Nabila.


Zev hanya menghela nafas panjang.Ia kembali mengusap usap lembut kepala berbalut hijab itu dengan penuh kasih sayang...


...****************...


Sementara di lantai dua


Di kamar utama milik Adrian dan Adinda....


wanita cantik itu setengah berlari mendekati suaminya yang nampak sibuk dengan lap topnya...


"mas...mas....mas...masss......." ucap Adinda heboh.


"apa sih Din..kamu kenapa?" tanya Adrian setengah kaget.


"liat apa?"


"di bawah ada Nabil sama Zev...kamu harus liat...ayok..."


"iya...hampir tiap hari juga kita ketemu...emang kenapa sih...?"


"ini beda mas...kamu harus liat....ayokk...." ucap Adinda begitu heboh bagaikan emak emak yang melihat tetangga beli motor baru.🤣


"iya..iya bentar....aku selesaiin ini dulu ya...." ucap Adrian sambil kembali menoleh ke laptop nya


"ya udah...tapi cepetan ya...aku tungguin di bawah...aku mau manggil Angkasa dulu.." ucap Adinda.


"iya sayang..." jawab Adrian lembut.


Adinda pun segera keluar dari kamar itu dan menuju ke kamar Angkasa


Sedangkan.....


Disebuah kamar yang tak terlalu luas,di penuhi alat alat musik dan beberapa bola serta pernak pernik khas remaja pria.



Benda pipih berwarna hitam itu kembali berdering.Entah sudah yang ke berapa kalinya.Angkasa sibuk memainkan bola basket di tangannya dengan satu jari telunjuknya.Jangankan meraih ponsel yang terus berbunyi itu.Meliriknya saja tidak.


Sudah ratusan panggilan dan puluhan pesan dari nomor yang ia beri nama 'B' dengan sejuta emoticon bertebaran disana,namun Angkasa sama sekali tak punya niat untuk membukanya.Sakit hati taukk....!


Bintang Kejoranya berpeluk pelukan dengan laki laki lain dimuka umum..!


Dia yang pacarnya saja tak berani melakukannya.Ia memegang teguh nasehat sang papa,pacaran yang sehat dan jangan macam macam sama anak orang...!


Angkasa kembali sibuk dengan bola basketnya...


Tiba tiba.....


tok....tok....tok...


pintu diketuk....


"dek...ada kakak sama kak Zev tuh di bawah....turun yuk..." ucap Adinda dari balik pintu kamar.


Angkasa berdecak kesal.Mau apa sih itu si burung ababil..!


"Angkasa ngantuk ma..." ucap Angkasa.


"temuin dulu dong dek.....masa kakak kesini kamu nggak temuin..." ucap Adinda lembut.


"temuin dulu ya..." ucap wanita itu lagi.


Angkasa berdecak lagi....


"iya...iya...." ucap remaja itu akhirnya.


Angkasa pun meletakkan bola basketnya di atas bantal.Ia kemudian bangkit dengan malasnya menuju ke arah pintu kamar.Namun baru selangkah ia mengayunkan kaki,ponselnya berbunyi lagi...masih dengan nama yang sam...'B'...!!


Angkasa melirik sekilas....ia kemudian melengos dengan kesal keluar dari kamar itu.


"dasar cewek...tega teganya boongin gue...!gue nggak mau ketemu lagi...ngeselin..!nggak tau apa gimana rasanya jadi gue...!!" gerutu Angkasa di sepanjang jalan menuju ruang tamu.


Remaja itu berjalan dengan malas malasan,wajah murung,bibir terus menggerutu tak jelas hingga sampai di ruang tamu.


Angkasa seketika terdiam.Ia melongo menatap wanita yang kini nampak duduk bersandar di bahu suaminya itu.


Antara tak percaya,aneh,dan heran,mulut remaja itu bahkan terbuka melihat sang burung ababil yang tampil dengam gamis panjang dan hijab.Bukan hanya Angkasa,Adrian yanh sudah terlebih dulu turun ke lantai bawah pun dibuat melongo.Putri kecilnya yang tomboy,yang bar bar,yang petakilan,sekarang menutup sempurna auratnya??


"pada kenapa sih liatin nya gitu banget...." ucap Nabila saat mendapati dua pria beda usia disana menatap nya dengan tatapan yang aneh,kaget,takjub,atau entahlah apa...


Angkasa dan Adrian masih melongo,sedangkan Adinda terlihat tersenyum bangga.


"lu abis cosplay dari mana?" tanya Angkasa.


"astaghfirullah hal adzim Angsa....gue pake jilbab lu katain cosplay...?iye gue abis cosplay jadi kustilanak syar'i..!puas lo...!" ucap Nabila kesal.


Angkasa masih bengong dengan mulut terbuka.?


"mingkem...!!" hardik Nabila.


Angkasa tertawa kaku...


"jadi ceritanya lu mau tobat gitu?mau hijrah...?" tanya Angkasa.


"helleeehhh....nggak cocok lo...!kalo mama yang make tu baju...jadi keliatan anggun...cantik..bagus..!lah giliran lu yang make napa jadi mirip jubah mak lampir??" ucap Angkasa.


Nabila mengetatkan giginya.Bener bener nih bocah kalo ngomong nggak ada rem nya..!


"lu bener bener ya jadi bocah ngeselin banget...gue tenggelemin juga lu di laut Jawa...!"


"lu duluan gue kirim ke Nusa Kambangan...jadi kang pijit loh disono...!" ucap Angkasa kesal.Ia yang lagi badmood karena Bintang kini dibuat makin kesal dengam kedatangan teman debatnya itu.


"lagian lu ngapain sih kesini?ngajak debat mulu lo..." ucap Angkasa sambil melangkah menuju sofa panjang dan mendudukkan tubuhnya di samping sang kakak.


"gue malem ini mau nginep disini...tapi........" ucap Nabila menggantung sambil tersenyum sok manis ke arah Angkasa,membuat Angkasa terlihat was was...


"tapi apa lo?ngapain lo senyum senyum gitu liat gue?lu kalo senyum jadi kek joker..!ngeri gue...!" ucap Angkasa.


Adrian dan Dinda yang duduk bersebelahan pun hanya menggelengkan kepala sambil senyum senyum.Dua buah hatinya ini memang tak pernah bisa akur.


"gue mau nginep disini...tapi tidur di kamar lo" ucap Nabila sambil tersenyum sukses membuat Angkasa melotot.Begitupun Adrian dan Dinda.Mereka pun juga sedikit terkejut.


Ada angin apa tiba tiba Nabila ingin tidur di kamar Angkasa?


"apaan lo?!nggak...!nggak mau gue..!" ucap Angkasa menolak.


"adek.." ucap Adinda mencoba mengingatkan Angkasa untuk menjaga sikap.


"nggak mau ma...!masak aku sekamar ama burung ababil..!dia mah ngorokan...udah gitu kalo tidur udah kek orang ngajak tawuran...kaki kemana tangan kemana...!!ogah...!!" ucap Angkasa kesal.


"iiihhhh....Angsa kok lo jahat sih ama gue...gue cuma pengen tidur di kamar lo sekali doang pelit banget sih...!" ucap Nabila mulai merengek.


"kagak..!lagian kan lo punya suami..!tidur ama suami lo...!"


"gue maunya tidur dikamar lo..!"


"nggak boleh..!


" Angsa...!"


"nggak...!"


"Angsaaaaaaaa.....!!"


"kagak...!!"


"iihhhh....ayaaaaannkkkk...!!aku nggak di bolehin tidur di kamar nya Angsa...!!" rengek Nabila bak anak kecil membuat Angkasa nyengir geli.


"ih apaan sih lo udah tua kek bocah takut disunat lo..!manja bet lu...!geli gue liatnya...!" ucap Angkasa risih.


Zev merengkuh pundak Nabila.


"Angkasa....kakak kamu pengen banget tidur di kamar kamu malam ini..boleh ya...semalam aja..." ucap Zev.


"apaan sih kak?dia kenapa sih..napa jadi kek bocah gitu sih?"


"nggak tau...mungkin efek capek aja...boleh ya...semalam doang..." ucap Zev meminta.


Angkasa nampak berfikir sejenak...


"oke...tapi sekali doang ya...awas aja ampe besok besok minta tidur di kamar gue lagi..!" ucap Angkasa pada Nabila.Wanita itu pun mengulum senyum di balik dekapan tangan Zev.


"iya iya.....bawel lo..!" ucap sang burung ababil kemudian.


Wanita itu kemudian bangkit,mengangkat gamisnya hingga ke bawah lutut lalu melangkah mantap naik ke lantai dua menuju kamar Angkasa.


"eh mau kemana lo?!tunggu bentar...!main nyelonong aja lo...!" ucap Angkasa sambil mengejar langkah sang kakak.


Nabila tak peduli.Ia terus melangkah meninggal kan ruang tamu tanpa memperdulikan sang adik yang terus nyerocos tak henti mengeluarkan semua uneg uneg dan sumpah serapahnya.


...----------------...


up 22:15


yukk...kasih dukungan nya...🥰🥰🥰