
Afternoon....
In a room nuanced football club identical to the blue color and logo of the singer....
The woman appears to be back in a spoiled position on the shoulder of the husband who is now sitting next to the bed.
Again, Nabila felt a tremendous laziness.Sedari earlier he did not do any activity other than follow wherever the steps of her husband and struggled spoiled there.
"we go to the doctor." said Zev.
"wrong-wrong?I'm not what a wolf is." said Nabila while struggling spoiled on Zev's shoulder.
"we go to the doctor, baby.I'm afraid you're pregnant we don't know." said Zev.
Nabila straightened her sitting position, she looked questioningly at the husband...
"pregnant?" asked Nabila while frowning her forehead.
"yes.." said Zev.
"we married two months, every day we make a dedek.seday not only once...you do not suspect that there is a small wolf here" said Zev as he touched and gently rubbed Nabila's stomach
Nabila seemed to think for a moment.If in remember remember, it was a long time he did not have the arrival of his monthly guests.Is it true she was pregnant?thought Nabila.
"kok even dumbly.." said the man in white shirt while gently touching the tip of the nose of the wife.
Nabila looked up and smiled.
"to the doctor yes." said Zev persuaded again.
"but take an angkot." said Pampered Nabila.
"what?!" zev was shocked
"rising angkot?make what?there will be a car.ngapain ride angkot.." said Zev did not think.
"pengen....pengen naik angkot..." ucap Nabila lagi dalam mode manja.
Zev menggelengkan kepalanya cepat.
"nggak...!nggak mau...!kita naik mobil aja..."
"angkooootttt......." rengek Nabila lagi.
"enggak Gita...!panas..bauk...!udahlah...naik mobil aja...." ucap Zev menolak tegas.
"iiiihhhh.....cuma minta naik angkot sekali aja nggak boleh....!pelit banget sih jadi suami..." ucap Nabila kini dalam mode ngambek.
Wanita itu nampak menekuk wajahnya,duduk membelakangi sang suami dengan kedua lengan yang dilipat di depan dadanya.
Zev mencoba tidak peduli.Membayangkan duduk berdesak desakan dengan banyak orang sudah membuatnya malas duluan.Laki laki itu bangkit menuju lemari berniat mengganti bajunya.
"buruan ganti,kita ke dokter sekarang!" ucap Zev mencoba tegas.Maksud hatinya agae wanita itu tak terlalu manja dan meminta yang aneh aneh.
Alih alih menurut.Isak tangis justru terdengar dari bibir merah muda sang hello kitty.
Nabila menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang lalu menarik selimut menutupi seluruh bagian tubuh rampingnya.Sang kelinci kecil menangis sesenggukan bak bocah yang merajuk.
Zev menghela nafas panjang....
"Gita udah deh jangan kayak anak kecil..." ucap Zev.
Nabila tak peduli.
"Gita..."
Masih tak peduli,bahkan isak tangis itu terdengar lebih jelas.
Zev menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal dengan frustasi.
"ya udah iya....kita ke dokter naik angkot....!buruan siap siap...!!"ucap Zev akhirnya.
Sudahlah....ia tak kan bisa menang melawan kelinci kecilnya itu.Tangisan dan kesedihan Nabila adalah kelemahannya sekarang.Ia tak akan bisa menolak keinginan sang kelinci kecil.
Nabila mengulum senyum di bawah selimutnya.Dengan cepat ia mengusap air matanya lalu meloncat dari ranjang,berlari mendekati sang serigala dan dengan gerakan cepat nan singkat ia mengecup pipi Zev.
" i love you...!"ucapnya lalu berlari ke kamar mandi.
Zev menggelengkan kepalanya.Dasar kelinci kecil imut...
...----------------...
***Selamat soreee.....
berhubung masih dalam suasana lebaran...jadi up nya nggak bisa efektif ya....hanya sebisa mungkin author usahakan bisa tetep up tiap hari....
yukk kasih dukungannya....
klik like komen vote dan hadiah nya....🥰***