The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
Visit to the Retisel Empire



aku membuka mata sedikit dan kakak kakak ada di samping tempat tidurku, kak Kevin membawa segelas air, aku berguling ke samping, "shht" bilang kak Kevin, "jangan buat Crysy bangun dulu" bisik kak Elliot, "kamu beneran mau nuang air ke Crysy?" bisik kak Micah, "nanti kalau Crysy marah aku nggak ikut ikut ya" bisik kak Bevin, dipikiranku aku berkata "ohh mau ngerjain aku ya, oke, aku sudah siap dengan senjata mematikan", "senjata apaan coba?" bilang Lexion dipikiranku, "ohh kamu juga disini toh, kamu kan sudah lihat sisiku yang Crysantle kan, aku tunjukan sisiku yang Crysy, Ellena juga" bilangku dipikiran, "oke mari kita lihat" bilang Ellena, kak Kevin menumpahkan airnya di aku dan berteriak "Crysy!! waktunya bangun~", aku beracting kaget dan duduk dengan rambut basah kuyup, "perhatikan dengan benar oke, aku cuman ngelakuin sekali" bilangku dipikiran, "iyaya" jawab Lexion, "hiks hiks huaa!" tangisku, "ehh?!" bilang kakak kakak kaget, "lho kok nangis?!" bilang kak Bevin panik, "eh eh eh, gimana nih?" bilang kak Kevin panik, "gara gara kamu ya, Kevin!" bilang kak Elliot, "emm kakak minta maaf ya Crysy" bilang kak Kevin pelan pelan, "hiks hiks, apa kakak hiks tidak suka dengan Crysy? apa kakak benci Crysy? hiks" tangisku, "bu-bukan itu maksud kakak" bilang kak Kevin, "haiss Crysy jadi nangis kan" bilang kak Micah, lalu menggendongku dan menepuk punggungku, "dah dah, jangan nagis lagi ya, Crysy" bilang kak Micah, aku lanjut nangis, tapi dipikiranku "gimana bagus kan actingku?", "aktor bintang lima deh kamu" bilang Ellena, "memang reinkarnasiku, semuanya bisa" bilang Lexion, tiba tiba pintu kamarku terbuka dan Duke muncul dipandangan, "kenapa kalian lam-" bilang Duke, lalu melihatku menangis digendongan kak Micah dan lari cepat ke aku, "Crysy kenapa? kok basah kuyup gini?!" bilang Duke marah dan mengambilku dari gendongan kak Micah, dipikiranku berkata "ehh aku nggak nyangka ayah bakalan dateng juga, yaudah lanjut acting aja", "kakak kakakmu gimana dong?" tanya Lexion, "halah gampang kalau itu" bilang dipikiranku, "siapa yang buat Crysy nangis?" tanya Duke lumayan emosi, aku cuman diam dan menangis di gendongan Duke, "emm tadi kita niatnya mau bangunin, tapi Kevin malah nyiram air" bilang Kak Micah, "Kevin! Crysy nggak kayak kakakmu apa kembaranmu yang bakalan marah ke kamu, Crysy masih kecil, beda sama mereka!" bilang Duke marah, "maaf kan aku, ayahanda" bilang kak Kevin, aku berkata dengan pelan "tidak apa apa, ayah, hiks, kak Kevin mestinya tidak bermaksud, hiks buruk", Duke menepuk punggungku, "iya, Crysy" bilang Duke, "lain kali, jangan ulangi!" bilang Duke ke kakak kakak, "haduh, pagi pagi sudah ada masalah, Crysy mandi dulu ya, apa perlu bantuan ayah?" tanya Duke, "tidak perlu, ayah, Crysy bisa sendiri" bilangku, aku turun dari gendongan Duke dan jalan ke kamar mandi, "haduh...kok malah ayah dateng sih" bilangku, "nggak apa apa lah, itu memang senjata mematikan" bilang Lexion, "tapi kak Kevin mestinya dihukum" bilangku, "santai aja lah, yang penting bukan kamu yang dihukum" bilang devil, "tunggu tunggu, sekarang ada 5 suara dipikiranku, haduh 3 aja pusing, apa lagi 5" bilangku, tiba tiba ada yang mengetuk pintu, "ya?" bilangku, "apa Crysy membutuhkan sesuatu, Crysy terdengar berbicara sesuatu" bilang Duke diluar pintu, "ehh nggak kok ayah, Crysy cuman...bingung nanti mau pakai apa" bilangku, "baiklah, kalau Crysy butuh sesuatu teriak aja" bilang Duke, "baik, ayah" jawabku, aku mendengar langkah kaki Duke menjauh, "ha...baiklah, kalian diam aku mau mandi" bilangku. Setelah selesai mandi aku mengunakan baju dan kembali ke kamarku, aku mengambil paper bag yang berisi pin untuk teman kelas, aku juga mengambil pin untuk keluargaku dan pengawal, "pastinya sudah ada yang berkumpul di tempat upacara" bilangku, aku jalan ke ruang tengah, semuanya sudah menunggu, "maaf, Crysy lama ya siap siapnya?" bilangku, "nggak apa apa kok, ayo, semuanya sudah menunggu" bilang Duke, "itu apa Crysy?" tanya kak Micah, "hadiah buat teman kelas" bilangku, "ehem ehem" bilang Duke dan kakak kakak, "hmm?" bilangku bingung, "ha...tidak apa apa, ayo kita ke tempat upacara dulu" bilang Duke, "tunggu sebentar, ayah, apa kereta kudanya ada di dekat sini?" tanyaku, "iya, itu di depan gerbang bangunan" bilang Duke, "baiklah, ada barang yang perlu Crysy taruh" bilangku dan jalan keluar duluan, aku membuka pintu kereta kudanya dan menaruh pin untuk keluargaku dan pengawal di kursi, aku kembali bersama keluargaku dan jalan ke tempat upacara. Upacara berjalan seperti biasa, tapi di akhir upacara aku meminta, Ren, untuk menetapkan murid kelas A+, "ehem untuk murid kelas A+, tolong menetap disini sebentar" bilang Ren lantang, semua murid kembali ke kelas masing masing keculai kelas A+, aku jalan ke mereka demgan membawa paper bag besar berisi pin, "ahh Crysantle" bilang kak Diez, aku tersenyum dan berkata, "Crysy punya sedikit hadiah, semoga kakak kakak suka" bilangku dan memberikan mereka satu satu sebuah pin, "wahh terima kasih Crysantle" bilang kakak kakak, "semoga kakak kakak terus semangat belajar dan bisa menggapai impian kakak kakak, kali ini Crysy ijin undur diri, semoga kita bisa bertemu lagi ya" bilangku, semuanya mengangguk, "kita pastinya akan mengirim surat" bilang kak Seith, "aku terkejut kamu menggunakan gaun" bilang kak Luxen, "ya...karena ini Crysy mau pulang, kalau Crysy pulang menggunakan pakaian laki laki, ibu pasti akan shock melihatnya, juga pakaian laki laki Crysy habis" bilangku, "baiklah, sampai jumpa lagi" bilang kak Luxen, aku mengangguk, "dadah, kakak kakak" bilangku dan jalan pergi. Semuanya sudah menunggu di kereta kuda, bahkan Sir Reuv dan Sir Jacob berada di kumpulan kesatria bersama pengawalku, "semuanya sudah lengkap, kita berangkat" bilang Duke. kakak kakak, aku dan Duke masuk ke kereta kuda, tapi pas masuk kak Micah bilang "kenapa ini disini?", "ahh itu barang milik Crysy" bilangku, kak Elliot mau membukanya, "ehh! nggak boleh dibuka dulu" bilangku, kak Elliot menyingkirkan tangannya, "haha aku ketahuan ya?" bilang kak Elliot, aku duduk dipangkuan kak Micah, kereta kudanya jalan ke arah kediaman Duke Leanor, selama di perjalanan kak Kevin minta maaf soal tadi pagi dan aku memaafkannya.


Sesampainya di kediaman, aku turun membawa paper bag yang berisi pin, Duchess keluar dari rumah dan menyambut kita, "wahh kalian sudah pulang ya" bilang Duchess, aku jalan ke Duchess dan memeluknya, "apa Crysy kangen ibu?" tanya Duchess, "iya" jawabku, aku melepas pelukannya, "huh? seingatku kalian hanya membawa sedikit barang, tapi kenapa barangnya jadi sebanyak itu?" tanya Duchess menunjuk kereta kuda barang, "ahh itu ya? itu hadiah dari teman kelas Crysy" bilangku, "ohh selama di academy Crysy sekolah ya?" tanya Duchess, aku mengangguk, "Crysy juga punya pengawal baru" bilangku, "haha baiklah, jika Crysy senang" bilang Duchess, kita semua masuk dan para pelayan sibuk memasukan hadiahku ke kamarku, sementara itu aku dan keluargaku ada di ruang keluarga, Duke membaca suatu dokumen, Duchess meminum teh, kak Micah membaca buku, kak Elliot nggak tau ngapain, kak Bevin dan Kak Kevin berantem, aku berdiri dan mengambil paper bag pin, "hmm? itu yang tadi kan, Crysy?" tanya kak Elliot, "iya, sekarang akan Crysy kasih tau apa isinya" bilangku, aku mengeluarkan kotak kotak pin di atas meja, "apa ini cincin?" tanya Duchess, "haa?! jangan jangan Crysy mau melamar seseorang?!" bilang Duke, kakak kakak jadi melihat ke aku, "ini bukan, cincin ayah" bilangku, aku membuka semua kotaknya, "Crysy membelikan hadiah kecil, untuk ayah pin matahari, untuk ibu pin bulan, dan kakak kakak juga Crysy pin bintang" bilangku, sambil memberikan pinnya, "ahh ternyata ini yang Crysy sembunyikan" bilang kak Elliot, "terima kasih, Crysy, ayah akan memakainya" bilang Duke, "ibu juga bisa menggunakannya sebagai kalung" bilang Duchess, aku tersenyum lebar, "tapi yang ini buat siapa?" tanya kak Kevin, "ohh itu? rahasia dong" jawabku, "baiklah" bilang kak Kevin, "Crysy akan memberikan pin ini ke orangnya" bilangku berdiri dan mengambil paper bagnya, "baiklah, apa orang itu diluar kediaman?" tanya Duke, "nggak, orangnya ada di dalam kediaman" bilangku, aku pergi ke halaman belakang, karena aku menebak pengawalku ada disitu dan benar mereka disitu, juga sama dengan pengawal baruku dan Sir Mark juga, "hi everyone" bilangku, semuanya langsung memberi salam, "no need to be like that, nice to see you again, Sir Mark" bilangku, Sir Mark tersenyum, "oh yeah, i have a little gift" bilangku dan memberikan masing masing satu kotak pin, "kita juga dapet nona?" tanya Sir Jacob, "padahal kita baru lho" bilang Sir Reuv, "tapi sekarang, Sir Jacob dan Sir Reuv adalah pengawal Crysy kan?" bilangku, "benar juga" jawab Sir Jacob, "open it" bilangku, semuanya membuka kotak bersamaan, "lho? ini kan pin yang waktu itu kita beli kan?" bilang Sir Cleis, aku mengangguk, "i pick this one because i know you all can protect me like a sword, and i want to thank you all for being with me" bilangku, "such a sweet word" bilang Sir Reuv dan meneteskan air mata, "i know" bilang Sir Cleis yang ada di sampingnya, terus mereka malah nangis bersama sabil berpelukan, "uhh...did i do something wrong?" bilangku, "nope, not at all, miss" bilang Sir Mark, "kita pasti akan memakainya, nona" bilang Sir Ace, "iya, juga pedang yang menyilang ini sangat keren" bilang Sir Jayden, "sebenarnya nona tidak perlu membelikan hadiah untuk kita" bilang Lily, "tidak apa apa, Crysy senang melihat orang tersenyum" bilangku, "apa kalian sudah selesai nangisnya?" bilang Sir Jacob ke Sir Reuv dan Sir Cleis, "sudah kok" jawab Sir Reuv, "sepertinya kalian sudah mulai dekat" bilang Sir Jayden, "ya karena mereka memiliki sifat yang sama" bilang Sir Jacob, "jadi aku dengar kalian bertiga teman dekat ya?" tanya Lily, "iya, kita memang teman dekat" jawab Sir Reuv dan merangkul Sir Jayden dan Sir Jacob, "dan kalian juga terkenal akan ketampanan kalian" bilang Lily, "iya" jawab Sir Reuv, sekarang aku tau kenapa mereka dibilang kayak gitu, jika mereka bertiga berkumpul rasanya seperti mencuci mata yang kotor menjadi bersih karena ketampanannya, "tapi kalian biasa aja tuh" bilang suara yang tidak diketahui, aku menengok dan ternyata kakak kakak, "oh kakak?" bilangku, "ternyata pin yang lain buat pengawal Crysy ya?" bilang kak Elliot, "kalian berdua pengawal baru Crysy ya?" tanya kak Micah, "benar tuan muda" bilang Sir Jacob dan Sir Reuv, "kenapa Crysy memilih mereka?" tanya kak Bevin, "jangan jangan karena mereka tampan?" bilang kak Kevin, "bukan, karena mereka teman Sir Jayden, juga katanya mereka mau jadi pengawal Crysy" bilangku, "ohh" bilang kakak kakak, "apa Crysy tidak membuka hadiah dari teman kelas Crysy?" tanya kak Micah, "ohh iya, Crysy mau buka sekarang" bilangku, aku pamit dan naik ke kamarku, sekarang kamarku penuh dengan hadiah, "sepertinya perlu waktu sehari untuk membuka ini semua" bilangku, aku membuka hadiah satu satu hingga tanganku rasanya mau patah, aku berhenti saat waktunya makan siang, padahal aku baru buka kurang dari setengah, sampai saat ini hadiah yang aku terima paling banyak adalah pendant, permata, sarung tangan, kipas, boneka, kalung dan gelang, aku belum membuka hadiah yang besar, aku turun ke ruang makan dan duduk di kursiku, "Crysy terlihat lelah" bilang kak Elliot, "itu karena tangan Crysy capek membuka hadiah" bilangku, "ohh belum selesai membuka hadiah ya?" tanya Duchess, "iya, belum ada setengah, tapi rasanya tangan Crysy mau lepas" bilangku, "hadiahnya memang banyak, padahal yang ngasih cuman 20 orang" bilang kak Micah, "pastinya satu orang memberikan lebih dari satu hadiah" bilang kak Bevin, "apa hadiah yang Crysy dapat?" tanya Duke, "pendat, batu permata, sarung tangan, kipas, boneka, kalung dan gelang" bilangku, "tidak ada cincin kan?" tanya Duke, aku menggeleng kepala, "bagus" bilang Duke, "tapi nggak tau yang lainnya" bilangku, "apa Crysy perlu bantuan?" tanya kak Micah, "tidak perlu, kakak kakak pastinya sibuk" bilangku, "baiklah" jawab kak Micah, kita makan siang dengan tenang, setelah makan siang aku tetap lanjut membuka hadiah sampai habis, ternyata setelah membuka semua kado aku nelihat jam dan sudah jam 3, "lama juga ya? padahala cuman buka hadiah lho" bilangku, angel, devil dan Phoneix keluar, "ya karena kamu juga harus baca surat yang ada di dalemnya" bilang angel, "ya kan harus dibaca buat menghargai yang nulis" bilangku, ternyata hadiah yang besar berisi pedang, panah, jubah, gaun, dan ada juga pakaian laki laki, "lumayan kamu dapet senjata" bilang devil, "apa Lexion sama Ellena nggak bisa keluar kayak kalian?" tanyaku, "kita nggak bisa kayak mereka" bilang Ellena, "ohh" jawabku, "dilihat ya, kamu dapet banyak hadiah" bilang Lexion, "memang" jawabku, "kalo dijumlahkan semuanya 7 pendant, banyak banget batu permata, 5 pasang sarung tangan, 12 buah kipas, banyak banget boneka, 3 buah gelang, 5 buah kalung, 10 pedang, 10 panah, 9 buah jubah, 2 gaun, dan 5 pakaian laki laki" bilang angel, "emmm sedangkan aku cuman ngasih pin, hehe" bilangku, "santai aja, oh ya gimana bunga es biru nya?" bilang Lexion, "ya belum lah, aku juga belum ada rencana" bilangku, "ha...bakalan agak lama kayaknya" bilang Lexion, "ya iya lah, kamu pikir sehari terus bisa?" bilang Ellena, "bener tuh kata Ellena" bilangku, "sebaiknya kamu menyembunyikan beberapa pedang dan panah" bilang Phoneix, "iya juga ya, nanti kan aku sudah mulai latihan sama Light" bilangku, aku mengambil 2 pedang dan panah lalu menaruhnya di bawah tempat tidur, "semoga di situ nggak ketahuan" bilangku, "katanya kamu juga mau belajar menyulam?" bilang devil, "ahh iya, bilang dulu deh" bilangku, aku keluar dari kamar dan ke ruang kerjanya Duchess, aku mengetuk pintunya dan masuk, "ibu?" bilangku, "Crysy? apa sudah selesai membuka semua hadiahnya?" tanya Duchess, aku masuk dan menutup pintu lagi, "iya Crysy sudah selesai membuka semuanya" bilangku, aku jalan ke Duchess, "ibu, apa Crysy boleh belajar menyulam?" tanyaku, "hm? buat apa?" tanyaku, "Crysy ingin belajar saja" bilangku, "baiklah, akan ibu carikan guru yang bagus, apa Crysy mau menyulam sapu tangan untuk ayah?" tanya Duchess, aku mengangguk, padahal aslinya nggak sih, "ayah pasti akan senang" bilang Duchess, "baiklah kalau begitu Crysy mau mencari ayah dulu" bilangku, "baiklah, dia ada di ruang kerjanya" bilang Duchess, "sampai jumpa ibu" bilangku keluar pintu.


Sekarang aku ke ruang kerja Duke, waktu aku mengetuk pintunya terbuka dan aku hampir jatuh "woah", "ehh? Crysy?" bilang Duke menangkapku, "nah bagus ayah disini" bilangku, "Crysy mencari ayah?" tanya Duke, aku mengangguk, aku digendong oleh Duke, "kenapa Crysy mencari ayah?" tanya Duke, "apa kudanya belum datang?" tanyaku, "sudah, ini ayah mau mengeceknya" bilang Duke, "ikut!" bilangku, "baiklah, kita panggil kakak kakak juga" bilang Duke, sebenarnya aku mecari Duke bukan karena kuda, tapi aku ingin tanya tentang kekaisaran Retisel. Aku, Duke, dan kakak kakak keluar dari gerbang rumah, "kok keluar rumah?" tanyaku, "ini masih di dalem rumah kok" bilang kak Micah, "hah? kan sudah keluar gerbang" bilangku, "ohh itu gerbang dalam, kan ada gerbang luar" bilang kak Elliot, "perasaan Crysy sudah sering keluar rumah, tapi nggak tau ada gerbang luar" bilangku, "karena gordennya tertutup" bilang kak Bevin, kita jalan ke hutan sekitar rumah, disitu ada arena pacuan kuda yang besar dan kuda kuda berbaris, aku turun dari gendongan Duke dan lari ke kudanya, "jangan lari lari, nanti jatuh" bilang Duke, aku sampai di depan kuda kuda, "hi kuda kuda" bilangku, "kok kita bisa paham kata katamu?" tanya salah satu kuda, "haha susah menjelaskannya" bilangku, disitu ada 5 kuda biasa dan 2 kuda poni, aku jalan ke kuda poni, "kuda poni ya? lucu kok" bilangku, "jadi kamu yang akan jadi pemilikku" bilang salah satu kuda poni, "iya" jawabku, kakak kakak ke aku dengan muka aneh, "Crysy ngomong sama siapa?" tanya kak Kevin, "kuda poni" jawabku, "tapi kan mereka juga nggak bakalan mudeng" bilang kak Elliot, "paham tuh, Crysy kan bisa berbicara dengan hewan" bilangku, kakak kakak terlihat tidak percaya, "baiklah, Crysy buktikan" bilangku, aku jalan ke kuda yang besar, "maaf tuan kuda, kakak kakakku disitu tidak percaya kalau aku bisa berbicara dengan kalian, bisa bantu aku?" bisikku, "bantu apa?" tanya kudanya, "tolong ikuti apa yang aku katakan" bisikku, "baiklah" jawab kudanya, "kuda, jalan ke sana" bilangku menunjuk pohon, kudanya jalan ke sana, "sekarang balik ke sini" bilangku dan kudanya balik, kakak kakak terdiam bengong, "gimana percaya kan?" tanyaku, kakak kakak mengangguk, Duke sedang berbicara ke pengurus kandang kuda, sedangkan aku dan kakak kakakku sibuk bersama kuda kuda yang baru datang, aku kembali ke kuda poni, "jadi kalian betina atau jantan?" tanyaku, "kita berdua jantan" jawab salah satu kuda poni, "ahh baiklah, aku belum mengenalkan diri, aku Crysantle" bilangku, "sekarang kamu majikan kita, kamu harus memberi nama" bilang salah satu kuda poni, "baiklah, namamu Cloud dan kamu Blade" bilangku, "baiklah" jawab Cloud, "Blade ya? boleh" bilang Blade, kakak kakak juga menberi nama kudanya, kuda kak Micah bernama Thunder, kuda kak Elliot bernama Zeus, kuda kak Bevin bernama Arthur, dan kuda kak Kevin bernama Candy? namanta bagus, tapi...apa nggak terlalu lucu? "apa kakak betulan ingin memberi nama Candy?" tanyaku, "memangnya kenapa?" tanya kak Kevin, "kamu bilang memangnya kenapa? bro sadar, aku ini jantan" bilang kudanya kak Kevin, "ya...kayaknya kudanya kakak nggak suka deh" bilangku, "ohh iya? terus apa? Grass? Flower? Cake? Jelly? Seaweed?" bilang kak Kevin, "nama macam apa itu?" bilang kuda kak Kevin, "gimana kalau Lancelot? kan kuda kak Bevin namanya Arthur, nah punya kakak Lancelot yang merupakan kesatrianya Arthur" bilangku, "nah bagus tuh" bilang kuda kak Kevin, "ya baiklah, aku nggak punya nama lain yang bagus, namamu sekarang adalah Lancelot" bilang kak Kevin sambil mengelus Lancelot, ada satu kuda lagi yang belum di kasih nama, Duke kembali dan menggendongku, "yang ini nanti kudanya Crysy, tapi sementara dipakai ayah dulu" bilang Duke, aku mengelus kepalanya, "kamu ya majikanku?" tanya kuda itu, "iya, tapi sementara ayah Crysy dulu yang pakai kamu" bilangku, "Crysy ngomong sama siapa?" tanya Duke, aku menunjuk kudanya, "Crysy mengerti bahasa hewan karena angel" bilangku, "ohh, banyak ya kemampuan mereka" bilang Duke, "tolong beri namaku yang bagus" bilang kuda yang di depanku, "hmm ayah mau beri nama apa?" tanyaku, "Crysy pilih aja" bilang Duke, "hmm kuda ini jantan kan?" tanyaku, "semua kuda disini jantan" bilang Duke, kudanya berwarna hitam pekat, "namanya Shadow" bilangku, "pilihan yang bagus" bilang Shadow, "mulai besok Crysy belajar berkuda dengan pengawal" bilang Duke, "pagi, siang, atau sore?" tanyaku, "Crysy, maunya kapan?" tanya Duke, "pagi" jawabku, "tumben Crysy mau pagi" bilang kak Elliot, "apa nggak boleh?" tanyaku, "boleh boleh aja, sih" bilang kak Elliot, "oh ya, ayah pernah ke istana kekaisaran Retisel kan?" tanyaku, "iya, kenapa Crysy?" tanya Duke, "apa istananya besar?" tanyaku, "besar, hampir sama seperti istana kekaisaran Clarasis, "berarti ada taman bunganya juga ya?" tanyaku, "iya, ada bunga yang tidak ada di sini, bunganya berwarna biru" bilang Duke, "itu! kayaknya yang dibilang ayahmu itu bunga es biru" bilang Lexion, "diam lah, aku lagi memikirkan cara" bilang dipikiranku, "apa bunganya cantik?" tanyaku, "iya, cantik seperti Crysy" bilang Duke, "wahh sayangnya tidak ada di kekaisaran Clarasis ya?" bilangku sedih, "apa Crysy ingin melihatnya?" tanya Duke, "mau!" jawabku semangat, "baiklah, 2 minggu lagi para pangeran mengunjungi kekaisaran Retisel, pasti mereka tidak keberatan jika Crysy ikut" bilang Duke, "apa ayah tidak ikut?" tanyaku, "ayah tidak bisa ikut karena ada pekerjaan, tapi Crysy bawa semua pengawal ya" bilang Duke, "baik ayah" bilangku, "huh this is easy" bilang dipikiranku, "nggak nyangka akan semulus ini" bilang Ellena, "sama, tapi lebih cepat lebih baik, tinggal rintangan kedua, mengambil bunga itu" bilang Lexion, "bukannya tinggal ambil ya?" tanyaku dipikiran, "bunga yang ini berbeda, jika diambil dengan tangan akan susah walaupun kamu memiliki kekuatan spirit, perlu sebuah pisau kecil untuk memotongnya" bilang Lexion, "tinggal bawa pisau kecil kan?" tanyaku dipikiran, "bukan hanya sekedar pisau, hanya pisau perak es yang dimiliki pangeran pertama sekaligus putra mahkota kekaisaran Retisel, yang bisa memotong tangkai bunga itu" bilang Lexion, "what? padahal cuman bunga lho" bilangku dipikiran, "nah untungnya pas banget, 2 minggu itu kan pertemuan antar pangeran, mungkin kamu juga bertemu putri sih, nanti kamu basa basi suka bunga apa apa gitu, pastinya bakalan ditunjukin" bilang Lexion, "putri ya? tapi kalian tau umur dan nama mereka?" tanyaku dipikiran, "ada 2 pangeran dan 1 putri, pangeran pertama sekaligus purta mahkota bernama Kylian Cayden Astredia Retisel, dia berumur 16, kedua adalah putri Nora Carmellis Tevantre Retisel, dia berumur 20, dan ketiga pangeran Xavien Pelton Laquan Retisel, dia berumur 14" bilang Lexion, "tunggu tunggu, siapa namanya lagi?" tanyaku, "haduh lebih baik kamu tulis deh" bilang Lexion, "tapi putrinya berusia 20, apa dia sudah menikah?" tanyaku dipikiran, "sudah, dia tidak berada di istana lagi, tinggal putra mahkota dan pangeran, tapi bisa aja dia di istana karena ada tamu penting" bilang Ellena, "kenapa semenjak aku disini aku jarang bertemu perempuan?!" bilang dipikiranku marah, "ya...nasib" bilang Lexion, "bukannya bagus, kamu dikelilingi laki laki? pengawalmu yang baru itu tampan" bilang Ellena, "astaga! kamu ya mentingin ketampanan bukan kemampuan" bilang Lexion, "kenapa memangnya? apa kamu iri?" tanya Ellena, "aku adalah spirit owner pertama, ngapain aku iri?" bilang Lexion, "oke kalian, jangan bertengkar" bilangku dipikiran, "Crysy?" bilang Duke, "ahh? iya?" bilangku kaget, "kamu melamun ya? apa kamu kecapekan?" tanya Duke, "Crysy tidak apa apa kok" bilangku, "sebaiknya kita kembali" bilang Duke, "baiklah, ayahanda" bilang kakak kakak, kita jalan kembali ke rumah, sesampainya di rumah aku masuk kamarku dan mengambil kertas dan pena, lalu duduk, "tadi namanya siapa aja?" tanyaku, "pangeran pertama sekaligus putra mahkota Kylian Cayden Astredia Retisel, putri pertama Nora Carmellis Tevantre Retisel, pangeran kedua adalah Xavien Pelton Laquan Retisel" bilang Lexion, aku menulis nama nama itu, "oke, putri pertama sudah menikah, berumur 20, putra mahkota berumur 16 dan pangeran kedua 14, umurnya berbeda jauh dari aku, yang memiliki pedang perak es adalah putra mahkota" bilangku berpikir, "juga dia dingin banget" bilang Phoneix, "benar kata Phoneix, dia bahkan sangat dingin ke ayahnya" bilang Ellena, "bisa aja dia nggak peduliin kamu" bilang Lexion, "siapa yang bisa bersikap dingin ke aku yang imut ini?" bilangku, "ihh jijik" bilang Lexion, "aku yang ngomong aja jijik, tapi mana mungkin dia dingin ke aku? aku kan yang buat dua kekaisaran besar berdamai, sama aja aku memudahkan pekerjaannya dimasa depan, kalau masih bermusuhan pekerjaannya dimasa depan bisa berkali kali lipat lebih susah" bilangku, "iya juga sih" bilang Ellena, "boleh boleh" bilang Lexion, "masih 2 minggu lagi santai aja" bilangku, "iya juga sih, 2 minggu kamu mau ngapa coba?" tanya Ellena, "nanti setiap malam aku akan latihan pedang bersama Light juga Sir Ace, pagi pagi aku akan belajar menunggang kuda, siang hari aku belajar menyulam, kalo sudah ada gurunya sih, aku bakalan sibuk" bilangku, "belajar pedang? bukannya sudah ada devil?" tanya Lexion, "ya coba pikir deh, anak kecil berumur 8 tahun bisa berpedang semahir kesatria paling kuat tanpa latihan, itu kan aneh, kalau terdesak aku bisa berkata kalau aku latihan di malam hari bersama Sir Ace" bilangku, "Sir Ace pengawalmu ya? terus Light itu siapa?" tanya Ellena, "Sir Ace itu pengawalku juga kakaknya Light, mereka akan melatihku" bilangku, "memang si Light itu kuat menahan kekuatanmu?" tanya Lexion, "tenang, dia punya Middle" bilang devil, "ohh dia pemiliknya Middle? yaudah bisa kalo gitu" bilang Lexion.


Hari aku berkunjung ke kekaisaran Retisel pun tiba, dan juga aku terlalu sibuk jadi aku lupa membuat rencana, waktu perjalanan ke istana kekaisaran Clarasis, Lexion memarahinku singa yang kehilangan mangsanya, "kamu tuh ya! malah santai santai, pikirin cara dong! nanti lho kamu sampai ke istana Retisel, bukan besok! kalo nanti kamu dibunuh di sana gimana?! kalo ada apa apa gimana?! kalo putra mahkota nggak suka kamu gimana?! kalo kamu nggak deket sama putra mahkota gimana kamh mau dapetin bunganya?!" teriak Lexion marah dipikiranku, untung aku di kereta kuda sendiri, "diam lah! aku juga baru belajar nggak kayak kamu yang sudah tua dan tau apa aja!" bilangku marah, "dia benar Lexion, dia masih anak anak, pastinya masih ada kesempatan lain" bilang Ellena, "udah deh, ini mau sapai ke istana Clarasis, nanti kalian jangan ngomong atau keluar kecuali kalo aku manggil, biar aku bisa fokus" bilangku, "iya iya" jawab mereka semua. Sesampainya di istana kekaisaran Clarasis aku turun bersama pengawalku disamping, "huwah...nanti Crysy bertemu kaisar Retisel ya" bilangku, "iya, nona harus bertindak sopan ya" bilang Sir Cleis, "memang kapan Crysy bertindak tidak sopan?" tanyaku, "iya tuh, nggak kayak kamu" bilang Sir Reuv, "udah kalian jangan berantem, kita harus menghadap kaisar dan pangeran dulu" bilang Lily, semuanya mengangguk, kita masuk ke ruang singgasana dan kaisar duduk di singgasananya, aku dan pengawalku memberi hormat, "ahh sudah datang ya? pastinya kaisar Retisel senang dengan kedatangan Crysantle ke kekaisarannya" bilang kaisar, "Crysy juga senang berkunjung ke sana" bilangku, para pangeran datang, "semuanya sudah siap ya, baiklah kalian boleh pergi" bilang kaisar, kita memberi hormat terakhir kalinya dan keluar ke kereta kuda, aku masuk ke kereta kuda bersama para pangeran, pengawalku bersama kesatria lain yang menjaga. Kita pun berangkat ke kekaisaran Retisel, "apa kabar para pangeran?" tanyaku, "kita baik baik saja, kalau Crysy?" jawab pangeran Glen, "Crysy juga baik baik saja" bilangku, "kenapa Crysy mau ikut ke kekaisaran Retisel? pastinya kan membosankan, bahkan katanya putra mahkotanya dingin" bilang pangeran Ackley, "ayah bilang ada bunga cantik disana" bilangku, "ahh Crysy ikut karena bunga ya?" tanya pangeran Helton, "hmm bukan juga, karena masalah kekaisaran diselesaikan oleh Crysy, pastinya Crysy harus mengecek situasinya, apa berjalan lancar atau tidak" bilangku, "ohh" jawab para pangeran, "dan tentu saja untuk menemui pangeran pangeran" bilangku, "bentar bentar, biar aku nggak salah paham nih, aku mau tanya, maksudnya Crysy pangeran kita atau pangeran sana?" tanya pangeran Ackley, "tentu saja pangeran kalian" bilangku tersenyum, hati pangeran terpanah dengan keimutanku, "wahh kamu jago juga ya" bilang Lexion, "udah aku bilang kamu diem!" bilangku dipikiran, "apa Crysy tidak bosan dirumah terus?" tanya pangeran Helton, "tidak begitu, Crysy sedang belajar berkuda dan menyulam" jawabku, "berkuda ya? wahh kasihan Dash dong, nggak bisa bertemu Crysy, karena Crysy memiliki kuda baru" bilang pangeran Glen, "apa Dash baik baik saja? apa pangeran memberikan dia wortel?" tanyaku, "iya aku memberinya wortel tiap hari" bilang pangeran Glen, "Crysy bilang belajar menyulam kan?" tanya pangeran Helton, "iya, ternyata menyulam susah juga, kadang kadang Crysy tertusuk jarumnya" jawabku, "apa tangan Crysy baik baik saja?" tanya pangeran Ackley, "tangan Crysy baik baik saja" jawabku, "kalau Crysy sudah bisa menyulam jangan lupa menberikan kita sapu tangan sulaman Crysy ya" bilang pangeran Helton, aku nggak tau kalau pangeran Helton kayak gini, tapi yang lebih penting...aku aja belum nenyelesaikan sapu tangan buat kak Luxen dan Daniel, sekarang tambah 3 sapu tangan, bekum nanti kalau kakak kakka dan Duke meminta, "Crysy akan berusaha membuat sebagus mungkin" bilangku, karena kita berangkat di pagi hari mungkin kita akan sampai saat sore hari, sekitar jam 5, dan juga karena tadi malam aku latihan pedang aku sedikit kelah dan mengantuk, tapi aku tidak boleh tertidur sebelum pangeran tertidur. Masih ada 5 jam perjalanan lagi dan rasanya mataku tidak bisa terbuka, "apa Crysy mengantuk?" tanya pangeran Glen, aku mengangguk dan manguap, "Crysy tidur aja nggak apa apa, tidak perlu mematuhi sopan santun" bilang pangeran Helton, "iya, kamu juga pernah bilang sering melanggarnya kan?" bilang pangeran Ackley, "haha wah pangeran sudah tau sisi buruk Crysy, jangan kasih tau siapa siapa" bilangku. Akhirnya aku tertidur hingga sampai di dekat istana kekaisaran Retisel, "Crysy bangun, kati hampir sampai" bilang pangeran Glen, aku membuka mataku dan ternyata aku bersandar ke pangeran Glen saat tertidur, "ahh maaf pangeran Glen" bilangku, "tidak apa apa, memang aku yang menyandarkanmu di pundakku" bilang pangeran Glen, untungnya aku nggak ngiler jadi aman, kita sampai di gerbang istana, "wahh gerbangnya besar" bilangku, "iyaya, perasaan gerbang kita lebih kecil ya" bilang pangeran Helton, "gerbang istana juga besar kok" bilangku, kita sampai dan turun dari kereta kuda, kita disambut banyak orang dan juga ada kaisar Retisel dan putra mahkota, kita memberi hormat, "senang bertemu kalian pangeran pangeran dari Clarasis" bilang kaisar Retisel, "senang bertemu yang mulia juga, saya Glen Clé Clarasis, putra mahkota kekaisaran Clarasis" bilang pangeran Glen, "saya Helton Passerelle Vers Clarasis, pangeran kedua" bilang pangeran Helton, "dan saya Ackley Lumiére Clarasis, pangeran ketiga" bilang pangeran Ackley, ohh ternyata pangeran Glen itu putra mahkota ya? kok aku baru tau ya?, "dan putri kecil ini?" tanya kaisar, "ahh saya Crysantle Estena Leanor, putri terakhir dari keluarga Duke Leanor" bilangku, "ahh kamu ya yang namanya Crysantle, ternyata masih kecil ya, berapa umurmu?" tanya kaisar Retisel, "8 tahun, yang mulia" jawabku, tiba tiba pintu terbuka dan ada laki laki yang keluar, "ahh maaf saya terlambat" bilang laki laki itu, kayaknya itu pangeran kedua, "maaf kan putra saya" bilang kaisar Retisel, "saya perkenalkan diri, saya Kylian Cayden Astredia Retisel, puta mahkota kakaisaran Retisel" bilang pangeran Kylian, "dan saya Xavien Pelton Laquan Retisel, pangeran kedua" bilang pangeran Xavien, "sebaiknya kita masuk, kami akan menyiapkan kamar untuk tempat beristirahat" bilang kaisar Retisel, ayah memang sudah bilang kalau kita menginap disitu selama 5 hari, jadi kesempatanku banyak. Kita masuk dan kaisar meninggalkan kita di ruang...nggak tau ruang mana tapi sofanya banyak, buku buku dan ada tempat perapian, kita duduk minum teh, aku tidak memasukan gula sama sekali karena aku ingin terlihat sebagai proper lady, tapi didalam hati "huaa! pahit, hambar, asem! ini teh apaan sih?!", "ahh saya dengar nona Crysantle yang membuat rencana perdamaian, apa itu benar?" tanya pangeran Kylian, aku kaget sih pas dia ngomong ke aku, "ahh iya benar, saya yang membuat rencananya, yang mulia putra mahkota" jawabku, "panggil saya pangeran Kylian, saya belum terbiasa dengan panggilan itu" bilang Pangeran Kylian, "baiklah, kalau begitu panggil saya Crysantle saja" bilangku, aku menaruh teh ku dimeja, "apa Crysy tidak menggunakan gula?" tanya pangeran Glen, "Crysy ingin melatih mengurangi makanan dan minuman manis" bilangku, "lucunya Crysy mertingkah seperti proper lady" bilang pangeran Ackley, "masukan satu balok gula aja" bilang pangeran Helton sambil memasukan satu balok gula, "baiklah" bilangku, "kalian terlihat sangat dekat ya?" tanya pangeran Xavien, "ahh iya, Crysy seperti adik kita sendiri" jawab pangeran Helton, "Crysy?" tanya kedua pangeran Retisel, "ahh itu nama panggilan yang sering dipakai untuk nemanggil saya, jika pangeran ingin memanggil mengunakan itu juga tidak apa apa" bilangku, "begitu ya" jawab pangeran Xavien, pangeran Kylian hanya mengangguk, memang benar dia lumayan dingin, tapi jangan menilai terlalu awal, bisa aja dia baik, "saya juga dengar kamu bagus dalam berpedang" bilang pangeran Xavien, "ahh benar, saya menguasai sedikit cara berpedang" bilangku, "Crysy bilang sedikit tapi jangan percaya sama kata kata yang itu, Crysy bisa mengalahkan kita" bilang pangeran Ackley, "apa iya? wahh hebat dong" bilang pangeran Xavien, dalam bersamaan para putra mahkota memanggil nama adiknya, "Xavien" bilang pangeran Kylian, "Ackley" bilang pangeran Glen, "sifat kalian berdua kelihatannya sama" bilang pangeran Helton, "ayolah, nggak cuman aku yang gitu, bahkan kak Glen kadang kadang juga" bilang pangeran Ackley, "Ackley! jaga kata katamu" bilang pangeran Glen ke pangeran Ackley, "maaf, Ackley selalu membuat kegaduhan" bilang pangeran Glen, "tidak apa apa, Xavien juga sering membuat masalah, kamu juga tidak perlu menggunakan bahasa formal, aku lumayan bingung jika menggunakannya" bilang pangeran Kylian, "kalau begitu aku tidak akan sungkan" bilang pangeran Glen, sekarang aku terjebak di tengah tengah para pangeran dan juga kedudukanku paling rendah disini, aku tidak boleh berbicara sepuasku, pengawalku juga diluar ruangan lagi, haduh...sabar, tiba tiba aku melihat jendela dan ada banyak bunga disitu dan itu adalah bunga es biru, "itu itu itu! itu bunganya!" bilang Lexion semangat dipikiranku, "iya tau, kita memiliki banyak kesempatan, bersabar lah" bilang dipikiranku, "kenapa Crysy diam aja?" tanya pangeran Xavien, "ahh tidak apa apa kok, saya hanya berpikir sebentar" bilangku, "kamu juga tidak perlu menggunakan bahasa formal, kamu juga masih kecil" bilang pangeran Xavien, "baiklah, jika itu yang pangeran inginkan" bilangku tersenyum, "awhh, kamu imut banget!! sekarang aku tau kenapa pangeran pangeran menganggap Crysy sebagai adik sendiri" bilang pangeran Xavien, pangeran dari Clarasis berbicara dengan panveran Xavien sedangkan pangeran Kylian hanya diam dan meminum teh, aku juga hanya diam dan mendengar kata kata para pangeran, tiba tiba pangeran Kylian berkata "apa kamu akan tinggal disini juga?", aku menjawab "iya", "apa kamu bisa membantuku dalam beberapa hal?" tanya pangeran Kylian, "dengan senang hati Crysy membantu" jawabku tersenyum, dan selanjutnya adalah sesuatu yang tidak aku duga, pangeran Kylian tersenyum dan tertawa walaupun sebentar, "haha kamu lucu", "hah? apanya yang lucu, pangeran?" bilangku, "kamu memanggil dirimu dengan namamu, buka aku, itu aja sudah lucu" bilang pangeran Kylian, dipikiranku "ternyata bisa senyum juga ya, pas senyum dia tampan, dia harus lebih sering tersenyum", tiba tiba seorang pembantu masuk dan berkata sesuatu ke pangeran Kylian, "baiklah, kamu boleh kembali" bilang pangsran Kylian, dia berdiri dan lainnya ikut berdiri, "Xavien, antar lah pangeran pangeran di kamar tamu yang bagian sayap kanan, aku akan mengantar Crysantle ke kamarnya" bilang pangeran Kylian, pangeran Xavien mengangguk, "what? dia? nganter kamu?" bilang Ellena kaget, "ternyata bukan aku doang yang kaget" bilang dipikiranku, aku dan pangeran Kylian jalan ke kamarku, "apa kamar Crysy dan pangeran Glen jauh?" tanyaku, "hmm lumayan, kamarmu ada di tengah tengah istana, pangeran Glen dan lainnya di sayap kanan, ayahanda memilih kamar ini buat kamu" bilang pangeran Kylian, "wahh Crysy jadi merepotkan ya?" tanyaku, "tidak apa apa, ini kamarmu" bilang pangeran Kylian dan berhenti didepan pintu yang besar, dia membuka pintunya dan saat masuk langsung terlihat jendela besar yang memperlihatkan halam belakang yang dipenuhi bunga dan itu bunga es biru, "wahh kamarnya bagus" bilangku, "bagus kalau kamu menyukainya, ada pembantu yang akan membantumu, dan juga pengawalmu sudah mendapat kamar" bilang pangeran Kylian, "terima kasih, pangeran" bilangku, "santai aja, ini juga kewajibanku" bilang pangeran Kylian, aku jalan ke jendela, walaupun nggak ada balkon tapi jendelanya memenuhi semua tembok yang mengarah ke halaman belakang, "ayo ini kesempatan" bilang Lexion, "oke oke, basa basi dimulai" bilangku dipikiran, "ahh bunganya banyak, itu bunga apa pangeran?"tanyaku, "itu bunga es biru, bunga itu hanya ada di sini" bikang pangeran Kylian, "wahh cantik ya" bilangku, "sayangnya agak susah jika ada terlaku banyak disini" bilang pangeran Kylian, "memangnya kenapa?" tanyaku, "bunga itu nggak bisa dipetik menggunakan tangan seperti bunga lainnya, perlu sebuah pisau khusus untuk memetiknya" bilang pangeran Kylian, "ahh bunganya spesial ya" bilangku, "spesial?" tanya pangeran Kylian, "iya, bunganya memiliki kepribadian sendiri, seperti kita" bilangku, "kita?" tanya pangeran Kylian, "iya, misalkan pangeran mahir dalam berkuda dan Crysy tidak, semua orang berbeda beda" bilangku, "ohh i thought you are flirtin with me" bilang pangeran Kylian, "no, why do i flirtin to the crown prince?" bilangku, "ehh kamu bisa bahasa inggris? lupakan apa yang aku katakan, sebaiknya kamu bersiap untuk makan malam, aku akan memanggilkan pelayan" bilang pangeran Kylian dan keluar dari kamarku, "wired, but hey he is the crown prince" bilangku, "yeah you're right" bilang devil, "kalo dia bukan putra mahkota terus?" tanya angel, aku mengangkat bahuku, "jadi gimana? apa udah kepikiran cara?" tanya Ellena, "hmm dimana pisau perak es ini?" tanyaku, "dia taruh di kamarnya" jawab Lexion, "jangan jangan kamu mau mencuri ya?" bilang Ellena, "nggak lah, kalian bilang kalau pangeran membawa pisau perak es bersama dia" bilangku, "baiklah, tapi anehnya si pangeran ini nggak dingin dingin banget tuh" bilang Lexion, "aku aja juga kaget" bilang Ellena, "ya pokonnya kita fokus ke bunganya dulu" bilangku, pembantunya masuk dan menyuapkan aku buat makan malam pertama di kekaisaran Retisel, setelah selesai siap siap aku bertemu pangeran pangeran Clarasis di sayap kanan dengan bantuan pembantu tentunya, aku mengetuk pintunya dan pangeran Glen keluar "ahh Crysy, apa sudah siap?" tanya pangeran Glen, aku mengangguk, "pangeran Helton dan pangeran Ackley mana?" tanyaku, "mereka di kamar sebelah sama sebelahnya" bilang pangeran Glen, tiba tiba pangeran Xavien datang, "wahh Crysy sudah siap ya? apa pangeran yang lain juga sudah siap?" tanya pangeran Xavien, "kayaknya udah" jawab pangeran Glen, "aku panggil dulu, kalian bisa ke ruang makan dulu" bilang pangeran Xavien, "kita kan nggak tau ruang makannya dimana" bilang pangeran Glen, "ohh iya ya, sorry" bilang pangeran Xavien, dia memanggil pangeran yang lain dan kita jalan ke ruang makan, disana nggak ada kaisar tapi ada pangeran Kylian, "ayahanda tidak bisa hadir karena ada pekerjaan, silahkan duduk" bilang pangeran Kylian, kita makan dengan tenang.


Setelah selesai makan, pangeran Kylian berkata "selamat malam semua", kata kata itu membuatku kaget bahkan pangeran Xavien juga kaget, "kenapa Xavien?" tanya pangeran Ackley, "kakakku kayaknya kesurupan" bilang pangeran Xavien, "hah? kok bisa?" tanya pangeran Helton, "bukan apa apa, selamat malam semuanya" bilang pangeran Xavien, aku kembali ke kamarku bersama seorang pelayan, dia mengganti bajuku dan keluar, aku melihat langit malam dari jendela, "mana mungkin Light dateng kan? dia jauh banget dari sini...eh lho kenapa aku nyariin dia?" bilangku, tiba tiba ada yang mengetuk pintuku, aku membukanya dan pangeran Kylian ada di depan mata, "ahh pangeran? ada apa?" tanyaku, "tidak apa apa, aku hanya ingin mengecek, apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya pangeran Kylian, "tidak kok" jawabku, "emm apa kamu bisa kekamarku sebentar? ada sesauatu yang ingin aku tanyakan" bilang pangeran Kylian, walau mukanya serius tapi kata katanya terdengar gugup, "baiklah, Crysy akan mengganti baju dulu" bilangku, "kamu tidak perlu ganti baju, kamarku cuman beberapa pintu dari sini" bilang pangeran Kylian, "baiklah" bilangku, aku keluar dan menutup pintuku, kita jalan sebentar dan ternyata kamar pangeran Kylian ada di 2 pintu seletah kamarku, kita masuk dan kamarnya luas, bahkan ada peta besar Retisel di meja, "ini aku ingin bertanya tentang ini" bilang pangeran Kylian dan menunjuk petanya, aku jalan ke sana, "emm mejanya terlalu tinggi" bilangku, karena aku nggak bisa melihat petanya sepenuhnya, pangeran Kylian mengambil sebuah kursi, "pakailah ini" bilang pangeran Kylian, aku berdiri di atas kursi dan memperhatikan petanya, "apa ini peta kekaisaran Retisel?" tanyaku, "iya, karena kamu berhasil mendamaikan kedua kekaisaran pastinya masalah tentang rakyat kamu juga bisa, karena sebentar lagi musim dingin rakyat di daerah pinggiran kesusahan untuk mencari makan, dan kamu juga tau kalau tanah di Retisel tidak subur dan kadang kering, susah untuk menanam tanaman" bilang pangeran Kylian, "hmm daerah pinggiran ya? ini hampir sama seperti Clarasis, tapi di Clarasis kita hanya memberikan biji bijian dan bibit tanaman, tapi ini musim dingin dan tanahnya kering" bilangku, "apa ada cara?" tanya pangeran Kylian, "ini sulit, tapi jika mambuat sistem pengairan sesegara mungkin, bisa saja tanaman yang cepat tumbuh seperti umbi akar, sayuran hijau, dan banyak lagi, bisa tumbuh dalam waktu yang singkat" bilangku, "pengairan ya?" bilang pangeran Kylian, "disini ada sungai yang bisa dibuat untuk pengairan" bilangku menunjuk peta, "hmm baiklah" jawab pangeran Kylian, "setelah sistem pengairan selesai, pangeran hanya butuh memberikan bibit dan biji bijian, mungkin juga pakaian musim dingin, kayu bakar, dan sedikit bahan pangan" bilangku, pangeran Kylian mengangguk, "itu sudah cukup menjawab pertanyaanku, Crysantle sangat pintar dalam bidang politik" bilang pangeran Kylian, "terima kasih atas pujiannya pangeran" bilangku, "tunggu, kamu tadi bilang umurmu 8 tahun kan?" tanya pangeran Kylian, aku mengangguk, "bukannya kalau masuk academy umurnya harus 10 ya?" tanya pangeran Kylian, "Crysy tidak pergi ke academy" bilangku, pangeran Kylian melihat aku, "bearati...kamu belum pernah belajar politik?" tanya pangeran Kylian, aku mengangguk, "kamu belum belajar politik, tapi kenapa kamu lebih mahir dari aku?" bilang pangeran Kylian, aku mengangkat bahu, "ha...harga diriku tersakiti" bilang pangeran Kylian, "haha" tawaku, tunggu ini kan kamarnya jangan jangan pisau perak es ada di sini, aku melihat sekeliling, pangeran melihatku yang melihat lihat kamarnya, "apa kamu mencari sesuatu?" tanya pangeran Kylian, "bukan, Crysy hanya baru pertama kali lihat kamar pangeran" bilangku, "kamu belum pernah ke kamar pangeran?" tanya pangeran Kylian, "iya, di Clarasis saat berkunjung ke istana pasti ada ayah Crysy, jadi selalu nggak dibolehin main sama pangeran pangeran kecuali ada kakak kakak Crysy" bilangku, "ayahmu berarti Duke Leanor ya?" tanya pangeran Kylian, "iya, apa pangeran perlu bantuan lain?" tanyaku, "emm sebenarnya aku malu meminta bantuan yang ini, tapi apa kamu bisa membantu aku mengerjakan tugas dari academy?" tanya pangeran Kylian, "kenapa pangeran malu? Crysy akan membantu sebisa Crysy" bilangku, baru pertama kali mendengar seorang putra mahkota kekaisaran Retisel yang dingin meminta bantuan dengan tugasnya, pangeran Kylian mengeluarkan buku, "mungkin ini lumayan susah tapi aku akan membantu juga, tugasnya tentang Ellena Xiltare" bilang pangeran Kylian, "lho?! namaku kok kamu sebut sebut" bilang Ellena dipikiranku, "itu kamu? wahh gampang dong jadinya" bilang dipikiranku, "Ellena ya? dia spirit owner terkuat kan?" bilangku, "iya, kamu tau juga?" tanya pangeran Kylian, "Crysy hanya mengetahui sedikit tentangnya" bilangku, padahal orangnya ada dipikiranku, "kita harus membuat rangkuman tentang masa hidup, Ellena" bilang pangeran Kylian, "hmm baiklah" bilangku, "Ellena bantu aku" bilangku, "okey dokey" jawab Ellena, Ellena berbicara dipikiranku dan aku mengatakannya ke pangeran Kylian, ternyata pangerannya nggak sedingin yang aku bayangin, malah biasa aja kok. Setelah beberapa saat, kita selesai, "ha...selesai!" bilang pangeran Kylian, "panjang juga ya" bilangku melihat kertas rangkuman yang ditulis pangeran, "tapi ini lengkap dari saat Ellena kecil hingga meninggal, apa kamu menghafalkan buku tebal ini?" bilang pangeran Kylian, "nggak, Crysy hanya membacanya sekali" bilangku, padahal belum pernah baca, "otakmu terlalu pintar" bilang pangeran Kylian tersenyum dan memepuk kepalaku, "kayaknya dia beneran kasurupan" bilang Lexion, "apaan sih? diem dulu, bisa aja dia mau mengubah sifatnya" bilangku dipikiran, "pangeran sekolah di academy mana?" tanyaku, "academy Taventele, Xavien juga sekolah disitu" bilang pangeran Kylian, "pastinya pangeran memiliki banyak teman" bilangku, "nggak juga" jawab pangeran Kylian, "hmm?" bilangku, "iya, semua orang bilang aku dingin dan selalu nggak peduli" bilang pangeran Kylian, "nggak tuh, pangeran baik" bilangku, pangeran nengusap kepalaku lagi, "haha aku ingin mengubah sifatku tapi sepertinya susah" bilang pangeran Kylian, "kan dia mau berubah" bilangku dipikiran, "iya deh" bilang semua dipikiranku, "Crysantle apa suka manis? tadi pangeran Glen berkata ketika minum teh" bilang pangeran Kylian, "haha sebenarnya Cryst sangat suka manis, tapi karena sebetar lagi Crysy berumur 10 tahun, jadi harus dibiasakan sedikit makan manis" bilangku, "10 tahun harus mulai menggunakan etika sopan santun ya? tapi juga harus menggunakan gula di teh yang tadi, teh yang tadi terkenal dengan keasaman dan kepahitannya, bahkan aku menggunakan gula" bilang pangeran Kylian, "kenapa nggak bilang lebih cepat? lidah Crysy sudah terlanjur merasakan rasa yang tidak enak" bilangku, "haha" tawa pangeran Kylian, "pangeran harus lebih sering tersenyum dan tertawa" bilangku tersenyum, "aku usahakan, sebaiknya Crysy kembali ke kamar, besok kita akan keliling kekaisaran" bilang pangeran Kylian, "baiklah, Crysy ijin undur diri" bilangku, aku keluar dari kamar pangeran dan masuk ke kamarku lalu tidur.