The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
princess or prince?



Diperjalanan pulang aku didalam sendirian dan memakan camilan, angel, devil, dan Phoneix muncul, "kamu nggal bosen makan makan doang?" tanya angel, "ya mau gimana lagi? Main pedang?" tanyaku, "pengawalmu juga banyak banget" bilang devil, "aku juga nggak nyangka ayah bakalan ngutus sebanyak ini" bilangku, "hmm sekarang sepertinya dia diruang kerjanya sambil marah marah" bilang Phoneix, "aduh aku lupa, pastinya aku sampai di rumah di marahin" bilangku, "bisa aja" bilang devil, "ternyata si Ace itu nggak sedingin yang aku bayangin" bilang angel, "sama, dia baik" bilangku. Setelah beberapa saat kita sampai di kediaman Duke, aku turun dari kereta kuda dan bisa melihat Duke dan kakak kakak lari kearahku, "what are they doing?" bilangku, mereka langsung memelukku, "Crysy kamu aman" bilang kak Elliot, "kenapa kamu keluar dengn satu pengawal doang?" bilang kak Micah, "nanti kalo terjadi apa apa gimana?" bilang kak Kevin, "lain kali harus membawa semua pengawal" bilang kak Bevin, "not to thight!" bilangku kesusahan nafas, mereka melepas dan aku melihat Duke berkaca kaca, "ayah? apa ayah menangis?" tanyaku, Duke mengusap matanya dan melihat ke samping, "tadi ayahanda memang menangis" bilang kak Kevin, "dan juga marah marah" bilang kak Bevin, aku jalan ke Duke dan memeluknya, "maaf membuat ayah hawatir, Crysy tidak akan mengulangnya" bilangku, Duke berlutut dan nemelukku, "apa Crysy tau seberapa hawatirnya ayah?" bilang Duke, "sebaiknya kita masuk dulu" bilang kak Micah, Duke menggendong aku dan kakak kakak mengikuti di belakang, saat masuk Duchess mondar mandir di depan tangga, "ibu" bilangku, Duchess menengok dan langsung menghampiri, "Crysy kamu baik baik saja" bilang Duchess memeluku, aku gantian di gendong Duchess, "Crysy tidak apa apa kok, ibu, maaf membuat ibu hawatir" bilangku, karena ini sudah agak telat semuanya sudah makan malam kecuali aku, aku makan sendiri di ruang makan. Setelah aku selesai makan aku kembali ke kamarku, dan melihat bayangan di balkon, aku keluar dan Light ada di situ, "hai! kita bertemu lagi" bilang Light, "kenapa kamu di sini? Kakimu kan terluka tadi" bilangku, "aku spirit owner ya, kalau spirit owner sembuhnya itu cepat" bilang Light, "iya deh, masuk nanti kedinginan lagi" bilangku, Light jalan masuk kamar tidurku dengan santai, kayaknya memang sudah sembuh, dia duduk di sofa, "tehnya mana?" tanya Light, "nggak ada" bilangku, para spirut muncul, "helah dibolehin masuk kok nawar" bilang devil, "lha iya toh" bilang Middle dan angel, tiba tiba pintu kamarku terbuka, Light belum sempat sembunyi, kita berdua lihat ke pintu dan ternyata itu Sir Ace, "lho Ash? Kenapa kamu di kamar nona?" tanya Sir Ace, "sudah aku bilang, dia masuk lewat balkon" bilangku, "kamu! enak aja masuk kamar nona malam malam tanpa ijin" bilang Sir Ace, "aku sudah dapet ijin ya" bilang Light, "hmm aku sudah hafal kamu bakalan berkunjung saat malam lewat balkon, jadi aku sengajain pintu balkon aku buka" bilangku, "setiap malam?! Ngapain?!" bilang Sir Ace kaget, "aku mendapat informasi luar dari Light" bilangku, "owhh, aku kira ngapa" bilangku, "dan juga spirit kita berteman" bilang Light, "apa Sir Ace mau duduk juga" bilangku, "dengan senang hati nona" bilang Sir Ace, "sebentar" bilangku, aku membuka pintu kamarku, untunya ada pembantu yang lewat, aku memintanya untuk membuatkan teh cangkirnya yang berbeda beda, dan masuk lagi, terkejut juga Light dan Sir Ace sedang bertengkar, "kamu ya masuk kamar nonaku seenaknya!" bilang Sir Ace, "ehh aku sudah dapet ijin ya!" balas Light, "tapi tetap aja, kan bisa lewat pintu! Masak lewat balkon!" bilang Sir Ace, "di balkon juga ada pintu! Jadi sama aja aku lewat pintu!" bilang Light, "haiss kakak adik yang sangatlah akur" bilangku, "ahh maaf nona" bilang Sir Ace, "santai aja kalau kamu lagi sama aku doang apa sama Light juga" bilangku, "iya deh, aku nggak bakalan pakai sopan santun juga lho" bilang Sir Ace, "terserah kamu, kamu juga sudah tau sifat asliku" bilangku, "tapi emangnya kamu kenapa ke sini?" tanya Sir Ace ke Light, "ohh iya, ini informasi yang kamu mau" bilang Light dan memberikan map kertas, aku duduk dan menerimanya, "apa itu?" tanya Sir Ace, aku membuma map "tentang permusuhan kekaisaran Clarasis dan kekaisaran Retisel" bilangku, "nona memang pintar dalam politik ya?" bilang Sir Ace, "hmm aku nggak suka peperangan aja, mungkin kapan kapan aku bakalan turun tangan sendiri ke medan perang" bilangku, "tidak!" jawab mereka berdua, "kenapa?" tanyaku, "jarang jarang ada putri bangsawan yang ingin berperang sih" bilang Sir Ace, "bukannya malah bagus? Aku jadi putri bangsawan pertama yang maju ke medan perang, ya walaupun masih lama, aku masih kecil kayak gini masak mau ke medan perang" bilangku, "tapi pastinya Duke dan Duchess nggek bolehin" bilang Light, "ahh iyaya, hmmm kata angel sama devil kamu bisa melatih aku berpedang kan?" tanyaku, "bisa sih" bilang Light, "jangan nona, jangan sama dia, sama aku aja" bilang Sir Ace, "gini aja, Sir Ace ngajain aku pas siang, Light pas malam" bilangku, "apa nggak terlalu menguras tenaga?" tanya Sir Ace, "nggak apa apa, kita mulai setelah aku selesai berkunjung dari academy" bilangku, "baiklah" jawab mereka berdua, tiba tiba ada yang mengetuk pintu, "ohh itu pasti tehnya, Sir Ace bisa tolong ambilkan?" bilangku, "baik nona" jawab Sir Ace, dia membuka pintu dan kembali membawa teh, dia menuangkan kita semua teh dan kembali duduk, "Sir Ace ngapain ke sini?" tanyaku, "oh ya, Duke suruh aku ngasih tau nona, 2 hari lagi waktu upacara peperangan nona harus datang bersama Duke" bilang Sir Ace, upacara peperangan adalah upacara pelepasan kesatria dan ketua yang akan berangkat, "sudah aku tebak pasti aku akan disuruh datang, lama lama aku menyesal ngasih ideku" bilangku, "namamu juga terkenal diseluruh kekakisaran Clarasis" bilang Light, "pastinya aku bakalan jadi pusat perhatian, dan orang orang pasti berkata Crysantle putri dari Duke Leanor yang berumur 8 tahun yang membuat formasi peperangan kali ini, yang bisa menggunakna pedang, yang bisa berbahasa perancis dan inggris, yang memiliki sopan santun yang sempurna untuk seumurannya, apa lagi terusan?" bilangku, "yang memiliki muka dua" bilang Light, "diam kau" bilangku.


Aku membaca informasi yang diberi Light, "hmm jadi kedua kekaisaran berperang karena sumber daya alam yang terbelah" bilangku, "kekaisaran Clarasis ada tambang emas dan perak tapi tidak menghasilkan begitu banyak, tapi di kekaisaran Crarasis memiliki banyak tanah yang subur, sedangkan di kekaisaran Retisel mereka memiliki banyak emas dan perak dan kekurangan tanah yang subur" bilang Light, "itu aja? Bukannya itu mudah buat diselesaikan?" tanyaku, "mudah?" tanya mereka berdua, "caranya kita menjual bahan sandang dan pangan dengan harga murah, kerena kita juga terlalu banyak bahan mentah, sedangkan kekaisaran Retisel memberikan masukan emas dan perak, kita bisa membelinya atau menukarnya dengan bahan sandang dan pangan, mudah kan? Juga bisa kita silng tukar menukar pekerja, dari ketajaan Retisel mereka mengirim orang untuk dipekerjakan menjadi petani dan peternak, sedangkan dari kekaisaran Clarasis kita mengirim orang untuk menjadi penambang, dan kita saling menukar barang mentah yang dihasilkan" bilangku, "nona beneran 8 tahun nggak sih?" bilang Sir Ace, "iya lah, mana mungkin aku 80 tahun?" bilangku, "tapi biasanya kekaisaran Retisel susah diajak kerja sama" bilang Light, "hmm itu tergantung" bilangku, "tergantung apa?" tanya Light, "kita harus berpikir cerdik dengan ekonomi, misalkan kita hanya mendapat sedikit emas dan perak sedangkan sana mendapat banyak bahan sandang dan pangan, kita juga rugi, keculai kita sedang melimpah bahan itu, seperti tahun ini, kita menumpuk dalam bahan pangan, tentunya jadi terbuang buang jika tidak digunakan" bilangku, "pintar!" bilang Light, "tapi apa nona akan mengusulkan ide itu?" tanya Sir Ace, "iya, jika bertemu dengan kaisar, oh ya Sir Ace bisa tuliskan kata kataku yang tadi? Biar aku nggak lupa" bilangku, "baik, nona, untung aku punya pengingat yang bagus" bilang Sir Ace, dia menulis apa yang aku katakan tadi di kertas, setelah beberapa menit keryas yang awalnya kosong menjadi penuh, "nah, selesai" bilang Sir Ace, "terima kasih Sir Ace" bilangku, aku memasukkan kertas itu di laci meja sebelah tempat tidur, "otakmu apa nggak capek mikirin politik?" tanya Light, "itu hanya ide yang muncul, aku tidak berpikir sama sekali" bilangku, Sir Ace dan Light tepuk jidat, "kayaknya kita kalah dengan anak kecil" bilang Light, "hmm nona terlalu pintar" bilang Sir Ace, "terima kasih pujiannya" aku melihat jam dan sudah jam 8, "cepet juga udah jam segini" bilangku, "ahh iya, pastinya ibu akan memarahiku saat aku sampai rumah telat" bilang Light, "salahmu sendiri" bilang Sir Ace, "tapi kan aku kesini untuk memberikan informasi yang nonamu inginkan" bilang Light, "besok kan juga bisa" bilangku, "iya deh, aku kalah, yaudah aku pulang dulu" bilang Light dan keluar dari balkon dan melompat, "lah dia mau mati apa apa?" bilang Sir Ace, "dia nggak bakalan mati, dia selalu lompat dari balkon dan keesokan darinya dia muncul lagi" bilangku, "hmm besok aku akan kesini lagi, selamat malam nona" bilang Sir Ace dan keluar dari kamarku, aku diam di kamarku beberapa saat, "angel, devil, Phoneix" bilangku, mereka ber tiga keluar, "ya ada apa?" tanya angel tersenyum, "biasa aja napa?" bilang devil, "terserah aku lah" bilang angel, "apa benar permusuhan antara kekausatan Clarasis dan Kekaisaran Retisel karena sumber daya alam?" tanyaku, "benar" jawab Phoneix, "hmm apa caraku tadi bisa digunakan?" tanyaku, "bisa, kita juga saling membantu sesama dengan memberi pengetahuan" bioang Phoneix, "bagus, permasalahan antar kekaisaran bisa aja aku selesaikan" bilangku, "ya memang tujuanmu menyelesaikannya kan?" tanya angel, "iya, tapi aku nggak berharap banyak" bilangku, "oh ya, 2 hari lagi kamu akan ke upacara peperangan kan?" tanya devil, "iya, sebenarnya aku sudah menebaknya, tapi kata ayah aku harus datang" bilangku, "ya iya lah, orang yang membuat formasi peperangan kok nggak di undang" bilang angel, "tapi sebaiknya kamu berhati hati, bisa aja ada orang yang berniat jahat" bilang Phoneix, "aku selalu waspada, oh ya tentang kak Luxen dia lulus tes kalian kan?" tanyaku, "dia...masih tengah tengah lah" bilang devil, "kalau Grand Duke dan Grand Duchess?" tanyaku, "sama, masih tengah tengah" bilang devil, "masih harus waspada disekitar mereka, tapi mereka nggak bilang mau ngelamar aku" bilangku, "sudah, Grand Duke yang bilang, tapi lamgsung di tolak ayahmu" bilang Phoneix, "ohh sudah jelas lah kalau kayak gitu" bilangku, "bosen diam terus, mau baca buku deh" bilangku, aku keluar kamar tidur dan jalan ke arah perpustakaan rumah, aku pernah masuk sekali ke perpustakaannya besar banget kayak museum, aku membuka pintunya dan melihat sekeliling, aku melihat satu buku yang menarik tentang sihir dan aura, aku mengambilnya dan membaca di perpustakaan, disitu ada penjelasan tentang aura dan cara menggunakannya, "hah? Aura bisa digunakan?" tanyaku, "ya...bagi spirit owner doang" bilang angel, "memangnya warna auraku apa?" tanyaku, "auramu tersembunyi, jika auramu kita keluarkan banyak spirit yang akan melihatkan diri dan menawarkan perjanjian" bilang Phoneix, "ahh jadi kayak gitu...berarti Grand Duke juga bisa menggunakan aura?" tanyaku, "Grand Duke bisa menggunakannya, tapi hanya beberapa menit, karena spiritnya lemah" bilang angel, "apa aku boleh bertanya apa kekuatan kalian?" tanyaku, "aku api" jawab Phoneix, "aku dan angel bisa menggunakan apa saja, tapi aku paling bagus saat berperang" bilang devil, "aku paling bagus saat menggunakan sihir" bilang angel, "berarti aku nggak perku belajar sihir dong, karena ada angel" bilangku, "iya, tapi kamu harus belajar mengontrolnya" bilang angel, "ya ya, aku tau" bikangku, aku membalik halaman bukunya dan pintu perpustakaan membuka, aku melihat siapa ternyata kak Bevin, "lho, Crysy masih bangun?" tanya kak Bevin, "iya, Crysy bosan di kamar, jadi baca buku aja deh, kakak di sini kenapa?" bilangku, "mau ngembaliin buku, Crysy baca apa?" tanya kak Bevin, dia melihat ke buku yang aku baca, "ahh buku yang bakalan aku nggak mudeng" bilang kak Bevin, "hm? Kakak habis baca buku apa?" tanyaku, "ohh ini buku bahasa inggris" bilang kak Bevin, "bukannya kakak capek belajar bahasa ya?" tanyaku, "iya, tapi besok ada tes dari guruku!! Huaa kenapa?!" keluh kak Bevin, "kakak duduk sini, Crysy bantu belajar" bilangku, "beneran?! Crysy terbaik!" bilang kak Bevin memeluk aku. Aku mengajari kak Bevin hingga jam 10 malam, "nah gitu kak" bilangku, "ohhh oke oke, kakak mudeng, makasih Crysy" bilang kak Bevin, "kakak harus berusaha dapat nilai yang terbaik" bilangku, "pastinya, terus kakak bilang Crysy yang ngajarin" bilang kak Bevin, "Crysy mau tidur ya kak, good night" bilangku, "good night to you too" bilang kak Bevin, aku keluar dari perpustakaan dan melihat ayah berbicara dengan captain Leo, aku berhenti dan mundur di pojokan, "Duke, tapi kita akan kalah jika kita mengusulkan itu, permasalahan antara kekaisaran Clarasis dan kekaisaran Retisel sangat rumit" bilang Sir Leo, "tapi ada kemungkinan juga kita menang, masalah kekaisaran akan rumit jika berlanjut" bilang Duke, ohh mereka membahas permusuhan antar kekaisaran, padahal tadi aku juga bahas itu, "apa nona juga ingin tau?" bisik orang di samping telingaku, aku lompat mendengar suara itu, aku melihat orangnya dan ternyata Sir Cleis, "ohh Sir Cleis, Crysy kita hantu" bilangku, "orang seganteng ini dibilang hantu?" bilang Sir Cleis, "bisa aja, kenapa Sir Cleis disini?" tanyaku, "harusnya saya yang tanya nona, kenapa nona di sini? Apa nona nguping obrolan Duke dan Sir Leo?" bilang Sir Cleis, "emmm, Crysy habis dari perpustakaan, mau kembali ke kamar, tapi...ya ada ayah dan Sir Leo, mana mungkin Crysy jalan ngelewatin aja" bilangku, "hmm ternyata seperti itu" bilang Sir Cleis, tiba tiba ada suara yang berkata "apa yang kalian kalukan disini?", aku balik badan, Duke dan Sir Leo ada di depanku, "ahh ayah, Sir Leo selamat malam, emm Crysy sedang...bertanya ke Sir Cleis tentang upacara peperangan 2 hari lagi" bilangku, aku menyiku kaki Sir Cleis, "ahh iya, nona Crysantle bertanya seperti itu" bilang Sir Cleis, Duke dan Sir Leo melihat kita, "ahh ayah kenapa belum tidur? Ayah pastinya capek" bilangku, "harusnya Crysy yang istirahat, kenapa belum tidur?" bilang Duke, "Crysy habis ngajarin kak Bevin bahasa inggris, katanya besok ada tes inggris dari guru kak Bevin, terus dijalan Crysy bertemu Sir Cleis dan bertanya apa yang dilakukan pas upacara peperangan" bilangku, "ohh sebaiknya Crysy istirahat, besok Crysy harus memilih baju untuk upacara peperangan" bilang Duke, "baik" jawabku, aku memberi salam dan masuk ke kamarku, "save, semoga Sir Cleis nggak dapet masalah" bilangku, dan aku tidur.


Saat pagi hari, "nona waktunya bangun" bilang seseorang, "10 menit lagi" bilangku, "haiss ini anak ya" bilang orang lain, tiba tiba selimutku di tarik, "Crysy waktunya bangun!!" teriak seseorang, aku membuka mata dan ternyata ada kakak kakak dan para pangawalku, wehh rame banget, "hoam...Crysy masih ngantuk" bilangku, "waktunya memilih baju!!" bilang Duchess yang baru masuk, para pengawal minggir ke samping, aku menutup mata lagi dan bergerak ke samping, "astaga, Crysy, ayo bangun" bilang kak Micah, "10 menit aja" bilangku mengantuk, "hmm tidak ada waktu lagi, Duke!!" teriak Duchess, aku masih diam, mana mungkin ayah bakalan dateng cepet banget, tapi aku mendengar langkah kaki yang berlari, "ya ada apa?! Apa Crysy sakit?!" bilang Duke panik, "bukan, Crysy nggak mau bangun" bilang kak Bevin, "Crysy, ayo bangun, ayah beliin macaroon deh" bilang Duke, "hmmm" jawabku mengantuk, "ohh nggak mempan kali ini" bilang Duke, aku mengambil bantal dan menutup telingaku, "hais adik yang ini susah dibangunin ya" bilang kak Kevin, para pengawal keluar untuk melakukan tugas lainnya, didalam kamarku tinggal keluargaku yang berusaha membangunkanku dari tempat tidur, bantalku yang buat aku menutup telinga diambil kak Elliot, "ayo bangun!! Nanti naganya menghampiri Crysy lho"bilang kak Elliot, "angel, devil, Phoneix keluar, kalau ada naga bilang" bilangku, angel, devil, dan Phoneix keluar, "ahh lupa, Crysy punya spirit" bilang kak Elliot, "ini waktunya bangun Crysy" bilang angel, "angel, diam lah, 10 menit aja" bilangku, "kayaknya spirit Crysy ada di sisi kita" bilang Duchess, "woii!! Bangun!!" teriak devil, "devil, kenapa kamu juga" bilangku mengantuk, "bangun sekarang juga atau kamu dapat hukuman dariku" bilang Phoneix, "hukuman apa memang?" tanyaku mengantuk, "tidak bisa merasakan makanan manis selama satu minggu" bilang Phoneix, "sebentar lagi umurku juga sepuluh, aku harus membiasakan sedikit makan gula" bilangku, "kayaknya spiritnya kalah" bilang kak Micah, "hemmm" semuanya berpikir, tiba tiba devil berkata "nanti nggak aku kasih tau cara berpedang yang mematikan lho", aku langsung duduk tegak, "apa katamu?!" bilangku, "nah duduk juga!" bilang keluargaku, "aku bisa mengajari kamu, tapi bangun sekarang juga" bilang devil, aku tiduran lagi dan berkata "aku bisa belajar sendiri" bilangku, "haiss kok tidur lagi sih" bilang kak Elliot, aku mengambil sesuatu dari laci meja samping tempat tidurku, dan mengangkatnya, "ehh?" keluagaku bingung, "ayah tolong baca" bilangku, Duke mengambilnya dari tanganku dan aku memejamkan mata, "aku kemarin kedengeran kata kata ayah sama Sir Leo, tapi cuman sedikit, aku malam malam menulis itu" bilangku, padahal alesan biar bisa tidur lebih lama. Duke mebukanya dan membacanya, "Crysy menulis ini malam malam?!" bilang Duke terkejut, "hmm" jawabku, Duke mengangkatku dari tempat tidur dan menggendongku, "huaa!" bilangku kaget, "Crysy sangat genius!! Kita tidak bisa membuang waktu, ayo ke istana kekaisaran!!" bilang Duke, "ehem" bilang Duchess, "setelah memilih baju" bilang Duke, tapi aku sudah tertidur di gendongan Duke, "astaga" bilang semuanya, aku membuka mata "iyaya, Crysy bangun, Crysy bangun" bilangku, Duke menurunkan aku dan aku berdiri dengan nyawaku belum mengumpul semua, "hey! Bagun sekarang juga" bilang angel, "iyaya, aku sudah bangun" bilangku, "jalan" bilang devil, "kakiku masih tidur" bilangku, "spirit Crysy ya?" tanya Duke, aku mengangguk, aku stretching dan melihat sekeliling, "baiklah, Crysy siap" bilangku, "bagus, waktunya memilih baju!!" bilang Duchess senang, kita jalan kekuar dari kamarku, tapi aku jalan paling pelan karena aku masih ngantuk, "kamu ini ya" bilang kak Micah dan menggendongku, setelah itu kita masuk ke sebuah ruangan besar yang penuh dengan gaun, kak Micah menurunkanku, "tempat apa ini?" tanyaku, "lemari, Crysy" jawab kak Elliot, "padalah lemari kita dibagi jadi empat ya" bilang kak Kevin, "baik waktunya memilih" bilang Duchess, semuanya sibuk mencari gaun yang cocok dengan besok, sedangkan aku duduk di sofa yang ada di situ dan mengumpulkan nyawa. Setelah aku sepenuhnya sadar aku keliling mencari gaun yang cocok untuk besok, aku melihat ada sepasang atasan dan celana, aku menariknya dan ternyata itu baju laki laki, "kenapa ini ada di sini? Tapi bagus juga, apa aku boleh pakai ini besok ya?" bilangku, aku naruhnya kembali, dan duduk di sofa yang tadi. Setelah beberapa menit hingga jam, semuanya kembali dengan gaun mereka sendiri, aku mencoba semuanya hingga yang terakhir, "apa ini sudah cukup? Crysy capek" bilangku, "tidak, belum ada gaun yang cocok buat besok" bilang Duchess, "hmm apa ada perempuan lain yang datang ke upacara peperangan?" tanyaku, "ada, permaisuri, Grand Duchess Vian, dan kesatria perempuan yang akan pergi ke peperangan" bilang Duke, "hmm ada baju yang Crysy suka" bilangku, "Crysy coba pakai" bilang Duchess, "baiklah" bilangku, aku mengambil pakaian laki laki tadi dan jalan ke tempat ganti dan ganti ke itu, para pelayan kaget aku membawa baju itu, tapi tetap membantuku memakainya, melihat ke kaca "hmm boleh, tapi coba kuncir rambutnya" bilangku, para pelayan menguncir satu rambutku, "wahh nona terlihat seperti pangeran yang tampan" bilang salah satu pelayan, aku melihat ke kaca, bener juga kata pelayan itu, aku bisa aja dikirain laki laki kalau aku berpakaian seperti ini. Aku keluar dari ruang ganti dan melihatkannya ke keluargaku, semuanya shock dan membuka mukutnya lebar lebar, "hmm? Apa bagus?" tanyaku, "apa benar ini putriku?" tanya Duchess, "kenapa jadi laki laki tampan yang keluar?" bilang Duke, kakak kakak hanya melihat, "apa boleh mengenakan ini besok?" tanyaku, "boleh saja, tapi apa Crysy tidak mau menggunakan gaun?" tanya Duchess, "pastinya besok Crysy banyak gerak, jadi lebih baik menggunakan ini" bilangku, "baiklah, Crysy bagus mengenakan apa saja, bahkan baju laki laki" bilang Duchess, "rasanya aku punya adik laki laki lagi" bilang kak Micah, "bener" bilang kak Elliot, "kayaknya Crysy lebih tampan dari Kevin deh" bilang kak Bevin, "enak aja, Crysy lebih tampan dari pada kamu" bilang kak Kevin, "gimana menurut ayah?" tanyaku, "bagus, tapi ada dua aksesori yang kurang" bilang Duke, "apa itu?" tanyaku, "pedang dan pin keluarga Leanor" bilang Duke, "pedang? Duke apa kamu gila?" bilang Duchess, "Crysy sudah bisa menggunakan pedang, jadi tidak masalah" bilang Duke, "baiklah, tapi kalau Crysy membawa pedang hati hati ya" bilang Duchess, "baik, tapi bukannya pedang pedang terlaku besar buat Crysy?" tanyaku, "ayah akan suruh orang buatkan yang seukuran dengan Crysy dan pin keluarga Leanor masih ada buat jubah Crysy" bilang Duke, karena bajunya berwarna putih dan jubahnya berwarna hitam, pastinya tidak akan mengira kalau putri yang manis akan mengenakannya, "oh ya, apa ibu dan kakak kakak tidak ikut?" tanyaku, "tidak, karena hanya orang yang penting bisa ikut, seperti Crysy, Crysy membuat rencana peperangan ini" bilang Duchess, kakak kakak mengangguk, "tapi sebaiknya dibenarkan lagi, jubahnya terlalu panjang, lengan dan celananya terlalu panjang" bilang Duchess, aku mengangguk, aku ganti ke gaun santai dan makan siang, ternyata memilih baju juga membutuhkan waktu yang lama. Setelah makan siang aku duduk di gazebo taman samping bersama pengawalku, "aduh, Crysy capek" bilangku, "tadi nona juga bagunnya susah" bilang Sir Cleis, "ya...nggak apa apa lah" bilangku, "kayak kamu nggak pernah aja, Cleis" bilang Sir Jayden, "haha sering sih" bilang Sir Jayden, setelah itu semuanya berjalan seperti biasa, kita makan malam, dan ada kabar gembira karena kak Bevin mendapat nilai tertinggi di tes bahasa inggris, diantara kakak kakak, kalau ada aku pastinya aku yang paling tinggi, dan aku tidur.


Keesokan harinya semuanya berkumpul lagi di kamarku tapi nggak ada pengawalku, cuman Duke, Duchess, dan kakak kakak, "rise and shine, Crysy!" bilang Duchess, "wake up!" teriak kakak kakak, aku duduk dan diam sebentar, "nah ini gampang" bilang Duke, dan aku tiduran lagi, "harusnya aku nggak ngomong itu" bilang Duke, setelah itu semuanya mencoba membangunkan aku, dan akhirnya aku mengalah dan bersiap siap untuk berangkat ke upacara peperangan. Aku mandi dan ganti baju ke baju yang aku pilih kemarin, semuanya sudah dipaskan ke ukuranku, kurang pin keluarga Leanor dan pedang, aku keluar dari ruang gantiku dan turun ke ruang keluarga menunggu Duke, setelah beberapa menit Duke keluar dengan mengenakan baju formal, baru aku sadari ternyata ayahku tampan juga, "ayah" bilangku dan lari ke Duke, "wahh ayah tampan" bilangku, "putriku juga, emm lebih tepat cantik apa tampan ya?" bilang Duke, aku tersenyum, "ini, pin keluarga Leanor" bilang Duke dan memasangakn pin ke bagian kanan depan jubahku, "dan ini, pedang kecil yang baru saja selesai di buat" bilang Duke, aku menerima pedang yang pegangannya berwarna hitam dan emas, pedang itu sangatlah ringan seperti bulu, devil muncul dan berkata "itu ringan karena pedang itu belum digunakan untuk membunuh orang" lalu menghilang, "terima kasih ayah, Crysy suka" bilangku, duke memasangkan tempat pedang ke celanaku dan aku memasukan pedangnya, "nah, sekarang Crysy sudah kayak pangeran" bilang Duke, "sebaiknya kita berangkat ayah, jangan sampai telat" bilangku. Kita berangkat dengan kereta kuda yang dikelilingi kesatria kesatria berjubah hitam, "ayah, jubah Crysy juga hitam, apa hitam merupakan warna keluarga kita?" tanyaku, "iya, karena ya...ayah terkenal dengan nama...ya itu, jadi ayah memilih warna hitam untuk warna keluarga" bilang Duke, "ohh warnanya bagus" bilangku, "Crysy bisa aja dikira tuan muda karena memakai baju itu" bilang Duke, "hmm Crysy mau mencoba menipu para pangeran" bilangku, "ohoho, boleh juga Crysy" bilang Duke, "apa disini ada topeng mata?" tanyaku, "tidak, tapi ada kain hitam" bilang Duke memeberikan kain hitam, aku menganbilnya dan memakainya seperti masker, "apa sekarang ayah mengenali Crysy?" tanyaku, "tidak Crysy terlihat seperti kakak kakak Crysy" bilang Duke, "bagus kalau begitu" bilangku, "misi menipu pangeran di mulai" bilangku dan duke, dan kita tertawa karena lucu. Sesampainya kita di tempat upacara aku jalan selayaknya laki laki, semua pandangan mengarah ke aku, "ayah kenapa semuanya melihat ke Crysy?" bisikku, "karena semua mengira ayah akan membawa putri tapi malah membawa putra yang misterius" bisik balik Duke, kita menunggu di tempat kita, karena kaisar dan pangeran belum datang jadi kita menggu, "ayah apa ada yang mencurigai Crysy?" tanyaku, "tidak ada, setelah ini sepertinya kaisar dan pangetan datang, misi menipu akan di mulai" bilang Duke, "kayak kita mata mata saja, ya yah" bilangku, "haha" tawa ayah, dan benar setelah itu kaisar datang dan duduk di singgasana bersama para pangeran, aku dan Duke saling melihat, "misi di mulai" bilang kita bareng, aku dan Duke jalan ke depan singgasana, "selamat pagi yang mulia" bilangku, aku memberi salam selayaknya laki laki, "selamat pagi, yang mulia sekalian" bilangku dengan suara rendah, "ahh Duke Leanor, dan ini putramu ya?" tanya kaisar, "bukan, ini bukan putraku" bilang Duke, kaisar dan para pangeran terlihat bingung, aku maju sedikit, membungkuk ala laki laki dan berkata "pernalkan saya Crys" bilangku, "ahh Crys ya, kamu siapanya Duke Leanor?" tanya kaisar, para pangeran memperhatikanku, "saya..." aku melepas kain hitam yang aku pakai sebagai masker "adalah putri dari Duke, Crysantle" bilangku, kaisar dan para pangeran membuka mulut lebar lebar, "haha maaf telah menipu anda yang mulia sekalian" bilangku, "dia Crysantle? Putrimu? Bukan putramu yang lain kan?" tanya kaisar, "iya, dia Crysy, satu satunya putriku, juga putri yang menyamar jadi laki laki kali ini" bilang Duke, "bahkan dia tampan saat menyamar jadi laki laki, akan banyak putri bangsawan yang tertarik ke Crysy, pangeran gimana menurut kalian?" bilang kaisar, pangeran Ackley berkata "em...jarang ada purti yang bepakaian laki laki, jadi...it's super cool!" bilang pangeran Ackley, "iya, bahkan Crysy terlihat lebih tampan dari Glen" bilang pangeran Helton, "heh! Tapi iya sih, i admitted" bilang pangeran Glen, setelah itu Grand Duchess Vian dan kak Luxen datang dan memberi salam, "salam hormat yang mulia" bilang Grand Duchess dan kak Luxen, "selamat datang di upacara peperangan, Grand Duchess dan Luxen" bilang kaisar, karena aku masih manghadap ke kaisar kak Luxen tidak tau itu aku, "emm apa Duke tidak mengajak Crysantle?" tanya kak Luxen, "dateng kok" bilang Duke, Duke menunjuk aku, "tapi itu bukannya putra Duke ya?" bilang kak Luxen, aku balik badan dan berkata, "ini aku kak Luxen" bilangku, kak Luxen membeku "wha-what?!" bilang kak Luxen kaget, "apa ini nona Crysantle?" tanya Grand Duchess Vian, aku mengangguk, "kenapa jadi sangat tampan?" bilang Grand Duchess Vian, "apa Grand Duchess juga berpikir seperti itu?" bilang kaisar, "iya, yang mulia, baru pertama kali saya melihat perempuan dalam pakaian laki laki" bilang Grand Duchess Vian, "aku juga baru pertama kali melihatnya" bilang kaisar, Grand Duchess ijin undur diri dengan kak Luxen, aku jalan ke arah Duke, "ayah, apa ayah membawa kertas yang kemarin Crysy berikan?" tanyaku, "iya, apa Crysy ingin memberikannya ke kaisar?" bilang Duke, aku mengangguk, Duke mengambil kertas dari kantongnya dan memberikannya ke aku, "yang mulia, ada sesuatu yang ingin Crysy berikan" bilang Duke, "bawa sini Crysantle" bilang kaisar, aku jalan ke arah kaisar dan memberikannya ke kaisar, "ohh surat ya?" bilang kaisar, dia membukanya dan mukanya langsung berubah menjadi kaget, "ini cara perdamaian antar kekaisaran!" bilang kaisar kaget, para pangeran menengok cepat, "iya, Crysy memikirkan itu karena ayah berkata dengan Sir Leo kemarin malam, jadi Crysy memikirkan caranya saat malam itu juga, ini cuman ide mendadak Crysy, jadi tidak harus digunakan" bilangku, "kayak gini ide mendadak?!" bilang kaisar, aku mengangguk, "Duke, kapan Crysy menentukan tunangan?" bilang kaisar, "hais sudah aku bilang, Crysy terlalu muda" bilang Duke, "tapi dia mengurus masalah terbesar di kekaisaran, apa Crysy mau tinggal di istana kaisar saja?" bilang kaisar, "eh eh eh, nggak boleh" bilang Duke, "jika ada masalah lagi, yang mulia bisa mengirin surat ke Crysy" bilangku, "huh bahkan sekretarisku kalah dengan kepintaran Crysy" bilang kaisar, "apa saya boleh membacanya, ayahanda?" tanya pangeran Glen yang disampingnya, kaisar memberikan kertasnya dan pangeran Glen membacanya, "ehh aku nggak mudeng sama sekali" bilang pangeran Glen, "bahkan pangeran yang lebih tua dari Crysy pun nggak mudeng" bilang kaisar, "tapi jika kaisar tidak menggunakannya juga tidak apa apa, karena ini ide mendadak, belum tentu barhasil" bilangku, "pastinya bisa, ada dua cara yang bisa digunakan di kertas itu, coba kalau Crysy sudah besar, pastinya aku memberikan gelar bangsawan" bilang kaisar, "jangan memberikannya dulu, nanti Crysy jadi pusat perhatian" bilang Duke, "iyaya" bilang kaisar, tiba tiba ada kesatria yang masuk dan berkata "yang mulai, waktunya para kesatria berangkat ke peperangan", "baik, mari kita keluar" bilang kaisar.


Aku maju menghadapi pangeran, lawan pertamaku adalah pangeran Ackley, karena dia masih muda aku go easy aja, tapi tetap aku yang menang, "huaa! kok susah sih?!" bilang pangeran Ackley, "pangeran harus sering berlatih" bilangku, yang kedua pangeran Helton, gerakannya bagus tapi terlalu banyak celah di gerakannya, dan juga aku yang menang, "whaaa? Kenapa aku kalah? Aku sering berlatih" bilang pangeran Helton, "berlatihlah menutupi celah di gerakan, pangeran, itu akan mempermudah gerakannya juga" bilangku, kenapa tiba tiba aku jadi pinter? Dan yang terakhir lawan yang palinh susah pangeran Glen, dia hampir menjadi kesatria yang sempurna, gerakannya bersih dan gesit, tidak ada celah untukku menyerang, tapi sayangnya tak tiknya terlalu gampang ditebak, gerakan gerakannya ada formasinya, jadi aku bisa menebak gerakan selanjutnya, dan pertandingan terakhir aku yang menang, walaupun hampir 30 menit, "hosh hosh, bagaimana aku kalah? Aku hampir menjadi kesatria yang sempurna" bilang pangeran Glen kecapekan, "jangan ikuti formasi yang ditentukan, buat formasi pangeran sendiri, dan juga atur nafas saat bergerak" bilangku, Kaisar dan Duke bertepuk tangan, "talenta yang bagus Crysantle" bilang kaisar, "terima kasih, yang mulia" bilangku, "apa pangeran baik baik saja?" tanyaku, para pangeran menggeleng, "sepertinya mereka kecapekan" bilang Duke, "kamu yang ngajain Crysantle?" tanya kaisar, "nggak, dia belajar sendiri" bilang Duke, "mana mungkin dia belajar sendiri?" bilang kaisar, "Crysy diajarin Xenion dari keluarga Baron Cassevert" bilangku, "ohh dia...dia siapa ya?" bilang kaisar, "anak dari baron Cassevert" bilang Duke, "ahh Crysy sering bertemu ya?" tanya kaisar, "iya, saat kecil" bilangku, aku mengembalikan pedang ke Duke, "itu pedang yang terlihat berat, pinjam bentar" bilang kaisar, Duke memberikan pedang ke kaisar, "woah! Berat ya! Gimana Crysantle bisa mengangkat ini? Pastinya otot Crysantle lebih kuat dari pada aku" bilang kaisar, "makanya latihan" bilang Duke, karena kaisar masih termasuk muda jadi dia gampang bergaul dengan yang lain, "aku sudah latihan ya" bilang kaisar, "ya tambah jadwal latihan lagi, masak kaisar kalah sama anak kecil" bilang Duke, "hemm" jawab kaisar, aku jalan ke arah pangeran pangeran dan kak Luxen yang duduk di bawah pohon kecapekan  "apa pangeran dan kak Luxen lelah?" tanyaku, semuanya berkata dengan serempak "ya", aku duduk di depan mereka semua, "apa Crysy boleh memberi saran?" tanyaku, semuanya mengangguk, "buat kak Luxen, semuanya bagus, tapi fokus ke setiap celah yang ada di tubuh lawan, jangan asal menyerang, untuk pangeran Ackley, perhatikan gerakan yang dilakukan, jangan asal mengayunkan pedang, untuk pangeran Helton, berlatihlah menutupi celah yang ada di tubuh pangeran, gerakan pedangnya sudah bagus, untuk pangeran Glen semuanya sudah bagus, tapi pangeran terlalu mengikuti formasi, seingatku itu formasi yang dibuat oleh ketua kesatria kekaisaran kan? Dan juga kelemahan yang dimiliki pangeran pangeran dan kak Luxen adalah pengaturan nafas dan perasaan" bilangku, "perasaan?" tanya mereka semua, "lawan kalian yang sebenarnya adalah diri kalian sendiri, bukan lawan yang berdiri di depan kalian, kalian harus melawan diri sendiri untuk mengendalikan tubuh, dari memegang pedang, berpikir gerakan, dan nafas" bilangku, "ternyaya kayak gitu ya" bilang pangeran Glen, "hmm masuk akal" bilang pangeran Helton, "hmm aku baru tau itu, di academy belum pernah ada yang ngasih tau" bilang kak Luxen, "oh kamu anak academy? Academy apa? Kok nggak di academy?" tanya pangeran Ackley, "aku dari academy lesturn, aku ijin karena ayahku pergi perang, kalau perangnya sudah selesai aku kembali" bilang kak Luxen, "oh pas banget, Crysy juga mau berkunjung ke academy saat perang selesai, bersama ayah juga" bilangku, "oh ya? Jangan lupa temui aku ya" bilang kak Luxen, "tentu saja, apa pangeran pernah ke academy?" bilangku, "pernah sekali, tapi langsung banyak kerumunan yang berkumpul, jadi kita nggak jadi masuk academy" bilang pangeran Glen, "tapi kita sama kayak kakak kakakmu, sekolah di rumah" bilang pangeran Helton, "apa Crysy mau sekolah di acedemy juga?" tanya pamgeran Ackley, "ayah nggak bolehin" bilangku, "jadi gitu ya" bilang kak Luxen, tiba tiba pengawalku datang, "kita memberi hormat, pangeran pangeran" bilang para pengawalku, "kalian siapa?" tanya pangeran Ackley, "kami pengawal nona Crysantle, apa mungkin pangetan melihat nona?" tanya Lily, aku balik badan, "Lily, ini Crysy" bilangku, para pengawal kaget, "no-nona?! Apa benar ini nona?" tanya Lily kaget, "iya, ini Crysy" jawabku, "kenapa nona berubah jadi laki laki tampan?" bilang Sir Cleis, "saya masih tidak percaya" bilang Sir Jayden, "miss?! Is this for real you? Or is someone else?" tanya Sir Mark, "it is me, Sir Mark" bilangku, "but why miss is so handsome?" tanya Sir Mark, "well, emm i don't know what to say, but i take that as a praise" bilangku, "i think miss is more handsome than you, Jay" bilang Sir Mark, "i think so to" bilang Sir Jayden, "hey don't forgot your work!" bilang Lily, "yeah yeah" jawab kesatria lainnya, "nona, Duke dan kaisar pergi dari istana munggkin hingga malam, jadi nona disuruh menginap di sini" bilang Lily, "ohh ayah pergi kemana?" tanyaku, "saya tidak tau, tapi perjalanannya lumayan jauh" bilang Lily, "baiklah, tapi apa ada gaun di sini?" tanyaku, "Duke sudah mengirin surak ke kediaman untuk mengirin beberapa gaun, dan anehnya juga pakaian laki laki" bilang Lily, "sekarang kita tau kenapa Duke menulis itu" bilang Sir Cleis, "karena nona terlihat tampan menggunakan pakaian laki laki, dan cantik menggunakan gaun" bilang Sir Ace, "kalian semua pengawal Crysy?" tanya pangeran Helton, "iya, pangeran Helton" jawab Sir Ace, "ahh iya, belum perkenalan ya? Ini Lily, ini Sir Cleis, ini Sir Jayden, Ini Sir Ace, dan ini Sir Mark, Sir Mark tidak bisa berbahasa indonesia, dia bisa berbicara bahasa perancis dan inggris" bilangku, "sir Ace yang dijuluki mesin pembunuh ya?" tanya kak Luxen, "benar" jawab Sir Ace, "tapi nanti Crysy tidur di mana?" tanyaku, "ada kamar yang sudah disiapkan untuk nona" bioang Sir Jayden, karena ayah kak Luxen pergi perang keluarganya akan menunggu kepulangannya di sini juga, sama aja kak Luxen juga menginap di sini, tiba tiba ada pempantu pembantu yang membawakan camilan dan teh, "ini dari yang mulia kaisar, mohon dinikmati" bilang salah satu pelayan, tiba tiba ada carpet yang di gelar dan makanan tertata rapi diatasnya, "silahkan" bilang pelayan, dan kembali masuk istana, "well unexpected, but okay" bilangku, aku berdiri dan duduk diatas carpet, sama dengan pangeran pangeran dan Kak Luxen, semuanya meminum teh kecuali aku, aku mendapat susu, "sepertinya kaisar sudah hafal Crysy suka apa" bilangku, "haha sepertinya iya, hampir semuanya makanan manis" bilang pangeran Glen, "apa pangeran tidak suka manis?" tanyaku, "hmm biasa aja sih" bilang pangeran Glen, "suka tapi jarang jarang" bilang pangeran Helton, "suka tapi yang bukan manis banget" bilang pangeran Ackley, "kalau kamu, Luxen?" tanya pangeran Glen, "aku? Suka lah, ya juga gara gara Crysantle" bilang kak Luxen, "haha iya, 2 hari yang lalu kak Luxen nggak suka manis, terus ketemu Crysy jadi suka manis" bilangku, "kamu main ke kediaman Duke Leanor?" tanya pangeran Ackley, "iya, ayah tiba tiba mau berdamai, aku juga capek sih dengan permusuhan" bilang kak Luxen, "bagus lah" bilang pangeran Helton.


Setelah itu kita memakan camilan dan bermain, hingga siang sekitar jam 2 kita memutuskan untuk berkuda, kita berada di kandang kuda, "ternyata beneran ya?" bilang kak Luxen, "iya lah, man mungkin pura pura" bilang pangeran Ackley yang mengeluarkan kudanya, sama dengan pangeran yang lain, "kamu pakai kuda yang itu" bilang pangeran Helton sambil menunjuka salah satu kuda, "baiklah" jawab kak Luxen dan mengeluarkan kuda, "tapi Crysy tidak bisa menunggang kuda" bilangku, semuanya menengok ke aku, "apa mau bersama aku?" tanya mereka semua bersamaan, "huh?" bilangku kaget, "Crysy bareng aku aja, kamu terlalu muda untuk membawa penumpang Ackley" bilang pangeran Helton, dan pangeran Ackley pun tersingkirkan, "tapi kamu juga lebih muda dari aku" bilang pangeran Glen, dari awal kak Luxen sudah disingkirkan karena lawannya pangeran, "baiklah, apa pangeran Glen tidak keberatan?" tanyaku, "nggak kok" bilang pangeran Glen, semuanya mengeluarkan kudanya dari kandang kuda, aku melihat kudanya dan dia menunduk ke aku, dipikiranku aku takut, "hua! Kenapa ni kuda bungkuk bungkuk segala?", angel membalas "itu kekuatanku, jangan takut, coba elus kepalanya" bilang angel dipikiranku, aku mengulurkan tangan dan mengelus kudanya, ternyata halus juga, "ohh sepertinya Dash suka kamu" bilang pangeran Glen, "Dash?" tanyaku, "iya, nama kudanya Dash" bilang pangeran Glen, "ohh hi Dash, pasti larimu cepat ya" bilangku, tiba tiba ada yang berkata "tentu saja", aku menengok sekitar dan semuanya sibuk sendiri sendiri, "siapa yang berbicara?" bilangku, "ini aku Dash" bilang Dash, aku hampir lompat karena kaget, "kamu berbicara?!" bisikku tidak percaga, "bukan aku yang berbicara, kamu yang mengerti aku" bilang Dash, angel muncul dan berkata "ini juga sebagian kekuatanku" dan terus menghilang, "ohhh, apa Dash lapar?" tanyaku, "tidak begitu, tapi aku menerima jika kamu membawa wortel" bilang Dash, "baiklah, aku akan segera kembali" bisikku, dan lari kearah pangeran Ackley yang memberi makan kudanya, "pangeran, apa Crysy boleh meminta wortel?" tanyaku, "ini" bilang pangeran Ackley dan memberi 5 buah wortel, "terima kasih" bilangku, aku lari kembali ke Dash, "aku membawa wortel" bilangku, pangeran Glen menengok, opss terlalu keras, "buat Dash, apa boleh aku memberi makan?" tanyaku, "kasih aja" bilang pangeran Glen, "hampir aja aku ketahuan" bisikku ke Dash, "ketahuan apa?" tanya Dash, "kalau aku spirit owner, makanya kamu bisa mengetahui apa yang aku katakan dan juga aku mengetahui apa yang kamu katakan" bisikku, "ahh jadi gitu" bilang Dash, aku memberikan wortel tadi, "apa kamu kenal dengan pemilikku?" tanya Dash, "iya, dia pangeran lho" bisikku, "iya, aku tahu, banyak orang memanggilnya manggunakan itu, dan kamu?" tanya Dash, "ohh aku Crysantle, panggil saja Crysy" bisikku, "baiklah, Crysy, apa aku boleh meminta satu hal?" bioang Dash, "boleh, apa itu?" bisikku, "tolong kasih tau pemilikku kalau aku membutuhkan banyak wortel! Dia hanya memberiku jerami yang rasanya tidak enak" bilang Dash marah, "haha aku pastinya kan bilang, apa kamu mau wortel lagi? Setelah ini kamu akan berjalan lama, di tambah aku dan pangeran Glen menunggangimu" bilangku, "iya, ambilkan banyak dan tidak masalah kamu sepertinya ringan" bilang Dash, aku pergi meminta wortel lagi, tapi ke pangeran Glen, "pangeran apa Crysy boleh meminta wortel lagi? Crysy suka memberi makan Dash" bilangku, "baiklah, ini" bilang pangeran Glen dan memberi seember besar wortel, aku membawanya dengan kesusahan, "hiakk!" bilangku mengangkat seember besar wortel, "apa Crysy kuat mengangkatnya?" tanya pangeran Glen, "tidak apa apa, ini tidak berat sama sekali" bilangku, tapi aku kesusahan berjalan dengan membawa seember besar wortel, tapi lama lama aku sudah sampai di depan Dash, "hah, nih, aku kesusahan membawanya karena berat tau nggak" bilangku, "terima kasih Crysantle" bilang Dash, Dash memakan wortelnya dan aku memperhatikan, "apa Crysy suka dengan Dash?" tanya pangeran Glen, "iya, dia lucu" bilangku, "lucu gimana? Aku ini kuda jantan" bilang Dash, aku tersenyum palsu ke Dash untuk mengatakan "ikutin alur aja", "ahh oke oke" bilang Dash, "Dash kuda yang susah dijinakkan, tapi kamu dengan gampang mengelusnya" bilang pangeran Glen, "itu karena kamu sangat merepotkan" bilang Dash marah, "haha Dash baik kok, pastinya Dash suka makan wortel" bilangku, "aku jarang memberinya wortel, dia sering memakan jerami" bilang pangeran Glen, "itu karena aku terpaksa makan, kalau nggak makan bisa aja aku mati!!" bilang Dash marah, "tapi Dash sepertinya menyukai wortel, kalau bisa pangeran jangan memberi jerami lagi, bisa saja kudanya bosen dengan makanannya" bilangku, "apa bisa kuda bosen dengan makanannya?" tanya pangeran Glen, "bisa saja, kita sama sama makhluk hidup" bilangku, "baiklah, aku akan memberi makan  lain, semoga Dash bisa menurut kata kataku" bilang pangeran Glen, "baiklah, ayo kita berkuda" bilang pangeran Ackley semangat, aku naik kuda dibantu dengan pangeran Glen, pangeran Glen duduk dibelakangku, "pegang yang erat" bilang pangeran Glen, dipikiranku "pegang apaan coba? Nggak ada yang bisa dugunakan untuk berpegangan" tapi untungnya tangan pangeran Glen ada di samping untuk menjagaku agar tidak jatuh sekalian mengendalikan Dash, kita semua keluar dari istana dan tentu aja ada pengawalku dan kesatria yang lain untuk melindungi jika terjadi apa apa, "padahal tadi wortelku masih!! Kenapa harus berangkat sekarang?!" bilang Dash, tapi jika Dash berkata ditelinga orang lain hanya kuda yang membuat suara kuda, "ada apa dengan, Dash?" bioang pangeran Glen, "mungkin dia...senang karena keluar" bilangku, "nggak ya!" bilang Dash, aku menarik rambut Dash yang ada di depanku, "ehh iyaya, maaf" bilang Dash, kita berkuda hingga sore sekitar jam 5, dan kita kembali ke istana, sebelum aku masuk aku memberikan wortel lagi ke Dash. Aku masuk ke istana dan jalan menuju kamar yang sudah di siapkan, baju bajuku sudah sampai, "sepertinya lebih baik aku mengenakan gaun saat makan malam" bilangku, angel, devil, dan Phoneix muncul, "haha gimana hari ini? Menyenangkan?" tanya angel, "iya seru, walaupun agak kaget aku bisa berbicara dengan hewan" bilangku, "gimana kemampuan berpedangku?" bilang devil, "very very cool, aku bahkan bisa mengalahkan kak Luxen yang handal dalam menggunakan pedang" bilangku, "jika kamu melawan Duke, kamu juga bakalan menang" bilang devil, "yaya, ngomongin tentang ayah, sebenernya dia pergi kemana sih?" tanyaku, "dia ini lagi di kekaisaran Retisel membahas perdamaian" bilang Phoneix, "lho! Kok nggak ngajak aku sih?!" bilangku, "ini masalah kekaisaran, pastinya Duke tidak mau putrinya ikut campur" bilang angel, "tapi aku ikut campur membuat rencananya" bilangku, "maksudnya bukan itu, kalau kamu bertemu dengan kaisar Retisel, itukan agak aneh" bilang angel, "yaya i know, tapi gimana berhasil nggak?" tanyaku, "kemungkinan besar iya, karena kaisar sedang berjabat tangan dengan kaisar Retisel" bilang Phoneix, "bagus lah" bilangku, tiba tiba ada banyak pembantu yang masuk untuk menyiapkanku untuk makan malam, aku mandi dan ganti baju, setelah selesai para pembantu keluar dari kamar, aku melihat di kaca "sekarang aku jadi cantik, kok jadi aneh yang ngelihat aku sendiri" bilangku, aku keluar dari kamarku dan bertemu kak Luxen, "ohh kak Luxen, ternyata kamar kak Luxen di depan kamar Crysy ya" bilangku, "iya, aku juga baru tau, apa Crysy mau ke ruang makan?" tanya ka Luxen, "iya" jawabku, "bareng aja" bilang kak Luxen, "baiklah" jawabku, kita berdua jalan ke ruang makan, "sedikit aneh sih ngelihat kamu habis pakai pakaian laki laki lalu menggunakan gaun lagi" bilang kak Luxen, "Crysy juga merasa aneh, tapi menurut Crysy, Crysy lebih suka menggunakan palaian laki laki" bilangku, "kenapa?" tanya kak Luxen, "lebih ringan, tidak menarik perhatian, tidak panas saat digunakan, dan juga Crysy bisa bergerak kenama mana" bilangku, "ternyata gaun berat ya?" bilang kak Luxen, kita mesuk ruang makan dan hanya ada para pangeran, karena tempat duduknya tinggi aku kesusahan naiknya, untunya kak Luxen membantu, "terima kasih" bilangku, kita makan dengan berbicara karena tidak ada orang tua, Grand Duchess Vian sedang melakukam sesuatu, jadi tidak ikut makan malam, setelah makan malam aku kembali ke kemar dan tebak siapa yang ada di kamar, Light! "lho sejak kapan kamu disini? kok kamu tau aku di sini?" tanyaku, "kepintaran mata mata" bilang Light, "hais iya deh, kali ini nggak ada teh karena bukan di kediama duke" bilangku, "aku tau" jawab Light, "dari mana kamu masuk? disini nggak ada balkon" bilangku, "tuh, jendela" bilang Light menunjuk jendela yang terbuka, "ohhh" bilangku, "gimana? aku dengar dari Middle katanya kaisar dan Duke baru di kekaisaran Retisel" bilang Light, "memang, aku juga dikasih tau Phoneix, tapi belum tau hasilnya" bilangku, "pastinya berhasil, karena sebentar lagi mereka sampai disini" bilang Light, "apa iya?" tanyaku, para spirit keluar, "iya, mengkin beberapa menit lagi" bilang Middle, "tapi aku ngantuk" bilangku, "tidur aja, besok pagi akan ada kabar gembira" bilang Light, "apa memang?" tanya devil, "kamu akan tau, ciao!!" bioang Light dan melompat dari jendela, aku jalan ke tempat tidur dan langsung tidur, "astaga ini anak ya, langsung tidur" bilang angel, "hmm kita juga harus balik" bilang devil, mereka semua kembali.