The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
sword class



sesampainya di tempat upacara dengan Daniel, aku turun dari kuda dibantu Sir Jayden dan betemu ayah juga kakak kakak, "gimana academynya?" tanya kak Elliot, "bagus, besar juga" bilangku, "nah nona Crysantle sudah sampai, murid murid belum sampai semua" bilang Ren, "hmm? memangnya kenapa?" tanyaku, "upacara penyambutan, karena datangnya mendadak jadi tidak sempat menyiapkan, ini baru bisa dimulai" bilang Ren, "hee?! apa harus seberlebihan itu?" tanyaku, "menurut ayah sih juga, tapi ya...cuman Ren yang bisa membujuk ayah" bilang Duke, Ren tersenyum lebar bangga, "haha...iya deh" bilangku, semua murid sudah berkumpul, hampir 80% adalah murid laki laki dan 20% murid perempuan, "hari ini kita kedatangan tamu mendadak yaitu tuan Duke Leanor, putra putranya dan juga putrinya, mari kita sambut dengan meriah!" teriak Ren kepada seluruh murid, "selamat datang tuan duke, tuan muda Micah, tuan muda Elliot, tuan muda Bevin, tuan muda Kevin, dan nona Crysantle, kami adalah putra putri dari academy Lesturn memyambut anda dengan senang hati!" bilang semua murid, suaranya menggema kemana mana, "apa memang biasanya seperti ini?" bisikku, "iya, pertama tama aku juga kaget, tapi lama lama juga terbiasa" bisik kak Kevin, "putra putri dari academy Lesturn, terima kasih telah menyambut kita, semoga kalian bisa menjalani pembelajaran dengan lancar" bilang Duke, karena kita di depan dan murid murid di kepan kita, aku ngerasa dilihatin, setelah itu kita bla bla bla, itu dan ini, lalu upacara selesai dan semua murid kembali ke pembelajaran masing masing. Aku, ayah dan kakak kakak duduk di ruang kepala sekolah, "sepertinya kita akan menetap disini beberapa hari" bilang Duke, "kenapa?" tanya aku dan kakak kakak bareng, "ternyata banyak sekali dokumen yang perlu dibaca dan di tanda tangani" bilang Duke sambil menunjuk kertas kertas yang menumpuk di atas meja, "ahh" bilangku dan kakak kakak, "mungkin 2 hari?" bilang Duke, "baiklah, tidak apa apa ayah" bilangku, "Micah, Elliot, Bevin, Kevin kalian bakalan tidur di kamar biasanya, Crysy akan ayah siapkan kamar" bilang Duke, "baiklah ayah" bilangku, aku dan kakak kakak mengobrol dengan memakan camilan, sedangkan Duke membaca dokumen dokumen, "apa ayah tidak lelah membaca semua dokumen itu?" tanyaku, "ayahanda sudah terbiasa dengan semua dokumen dokumen yang menunpuk" bilang kak Micah, "kalau aku sih pilih menyobek semua dokumen itu" bilang kak Kevin, "ya karena kamu pemalas" bilang kak Bevin, "kamu ya!" bilang kak Kevin, "kalian jangan bertengkar, tapi sepertinya akan membosankan 2 hari kedepan di academy" bilang kak Elliot, "kenapa memang?" tanyaku, "kita tetap harus latihan, dan gurunya bertambah banyak" bilang kak Elliot, "hmm? kakak kakak juga harus tetap belajar ya?" tanyaku, "namanya aja ini academy, pastinya harus tetap belajar" bilang kak Kevin, "waktu pertama kali kita berkunjung kita juga menetap selama 3 hari, kita harus mengikuti kelas" bilang kak Bevin, "dan para nona bangsawan banyak yang menggoda kita" bilang kak Kevin jijik, "eww makanya aku nggak mau sekolah di sini" bilang kak Micah, "Crysy juga mau mencoba sekolah seperti yang lainnya" bilangku dan berdiri dari tempat duduk, "Crysy mau kemana?" tanya kak Kevin, aku jalan ke samping Duke yang sedang duduk membaca dokumen, "ayah" bilangku, Duke menengok, "apa Crysy boleh bersekolah di sini selama 2 hari kedepan?" bilangku memohon dengan muka imut, Duke menjatuhkan pena yang dipegangnya, "Crysy mohon" bilangku dengan suara manis, "tapi Crysy" bilang Duke, aku menahan Duke yang mau berdiri, "ayah nggak boleh berdiri sebelum ayah bilang iya" bilangku, "apa Crysy sedang mengancam ayah?" bilang Duke, "iya" bilangku tegas, "haha ayah takut, baiklah Crysy boleh" bilang Duke, "yey! terima kasih ayah!" bilangku senang dan lompat lompat kebahagiaan, "tapi" bilang Duke, aku diam lagi, "tapi?" tanyaku, "iya, tapi Crysy harus ada penjaga, ayah dengar putra Grand Duke Vian juga sekolah di sini, kalau tidak salah namanya Luxen?" bilang Duke, "iya, kak Luxen kenapa?" tanyaku, "kamu akan diberikan jadwal yang sama dengan Luxen, kamu juga sekelas dengan Luxen, dia akan menjagamu" bilang Duke, "hee?!" bilang kakak kakak yang mendengarnya, "tapi bukannya kelasnya dibagi menjadi kelas laki laki dan perempuan ya?" tanya kak Micah, "iya memang, kelas Luxen adalah kelas paling kuat di academy, dan pastinya semuanya menjaga jaga sekitar, dengan itu Crysy juga aman, walaupun semuanya laki laki" bilang Duke, "tapi bukannya tingkat kesusahannya juga tinggi?" tanya kak Bevin, "memang, gurunya pasti juga akan tau kalau ada putri dari pemilik sekolah di kelas, jadi pastinya akan dimudahkan untuk Crysy" bilang Duke, "ada bagusnya juga, Crysy jadi jauh dari trio sampah" bilang kak Kevin, "iya juga sih" bilang kak Elliot, "baiklah, Crysy akan mengikuti perkataan ayah" bilangku, "bagus, seingat ayah Crysy dibawakan baju laki laki lagi kan? besok Crysy gunakan itu aja" bilang Duke, "baiklah, apa perlu membawa pedangnya juga, ayah?" tanyaku, "tidak perlu, tapi jika ada jadwal latihan bawa" bilang Duke, "terima kasih ayah! Crysy sayang ayah" bilangku dan memeluk Duke, "iya, sama sama putriku" bilang Duke. Selanjutnya aku cuman main dengan kakak kakak hingga malam hari, aku masuk ke kamar yang disiapkan, aku ganti baju dan menuju tempat tidur, tapi ada bayangan di balkon, "Light, jangan bilang itu kamu" bilangku, "haha kamu benar" bilang Light dan masuk lewat balkon, "kok kamu tau aku ada di sini?" tanyaku, "ya...Middle yang ngasih tau" bilang Light, "iye iye, nggak ada teh lagi oke, ini di academy" bilangku, "tau, apa Ace sedang menjaga?" tanyaku, "iya, apa mau aku panggilin?" tanyaku, "iya, ada yang perlu aku biacarakan" bilang Light, aku jalan ke pintu dan mengeluarkan kepalaku, "Sir Ace bisa masuk sebentar?" tanyaku, "baik nona" bilang Sir Ace, "yah aku ditinggal sendiri dong" bilang Sir Cleis yang juga menjaga, "kan itu tugasmu" bilang Sir Ace, aku dan Sir Ace masuk, "Ash? kok kamu bisa ada di sini?" tanya Sir Ace, "gampang, ada spirit" bilang Light, "huh...iya, kamu yang nyari aku ya?" tanya Sir Ace, "iya, kamu tau kan temanmu dulu yang bernama Elia?" tanya Light, "iya, kenapa?" tanya Sir Ace, "dia...memohon ibu dan ayah untuk menikahkanmu dengan dia" bilang Light, "??" mukaku bingung, "haha nona tutup telinga dulu" bilang Sir Ace dan melutup kedua telingaku dengan tangannya, dan perakataan selajutnya terdengar samar karena ada tangan Sir Ace di telingaku, "emm ini ngapa ya?" bilangku, Sir Ace melepas tangannya dari telingaku, "tidak apa apa nona" bilang Sir Ace, "kalau Sir Ace meminta waktu berkencan aku bolehin kok" bilangku, "ehh?! tidak kok, itu cuman hal yang sepele" bilang Sir Ace, "apa iya? yakin?" tanyaku, "yakin nona, saya pernah bersumpah untuk tidak menikah untuk mempertahankan kekaisaran" bilang Sir Ace, "bersumpah?" tanyaku, "iya, sudah jangan bahas ini lagi, Ash, apa kamu tidak dimarahi ibu pergi selarut ini?" tanya Sir Ace, "ibu dan ayah sudah tidur, jadi aku tidak akan mendapat masalah" bilang Light, "iya deh, kamu habis ini langsung pulang gitu?" tanya Sir Ace, "iya lah, masak aku tidur di hutan" bilang Light, "bisa aja gara gara kamu keliaran jadi monyet" bilang Sir Ace, "ehh enak aja, itu kamu kali" bilang Light, "iya deh, sana pulang jangan ganggu waktu tidur nona" bilang Sir Ace, "iya deh, oh ya besok kamu harus hati hati, kamu besok mau masuk kelas kan?" tanya Light, "iya, kok kamu tau?" tanyaku, "Middle yang ngasih tau, besok kamu di kelas yang berisi laki laki, belum juga nanti kalau ada gosip yang dibuat murid perempuan" bilang Light, "tenang ada angel, devil, sama Phoneix" bilangku, "iya deh, pokonya hati hati, see you when i see you" bilang Light dan lompat dari balkon, "aku heran, gimana dia selamat lompat dari balkon dan kesini secepat itu, padahal dia habis dari ibu kota" bilangku, "aku juga heran kok" bilang Sir Ace, "haduh, aku ngantuk" bilangku, "sebaiknya nona tidur, besok bangun pagi karena nona juga perlu bertemu Luxen" bilang Sir Ace, "baiklah, selamat malam Sir Ace" bilangku, "selamat malam juga, nona" bilang Sir Ace dan keluar dari kamarku.


Keesokan harinya aku bangun dan bersiap siap sendiri, aku melihat ke kaca "apa baju laki laki ini terlalu mecolok karena warna hitam ya? Nggak bakalan ada yang gagas jugaan" bilangku, aku memasang jubah dan pin keluarga Leanor, "aku kayak mau ngelayat deh" bilangku, aku mengikat rambutku menjadi kuncir satu, "nah kalau gini nggak bakalan gerah, berarti besok aku mengenakan yang warna biru ya, apa sebaiknya ku meminta ayah untuk beli lagi? nggak apa apa deh" bilangku, angel dan devil muncul, "kamu ngomong sama siapa sih?" tanya angel, "i don't know, memangnya nggak boleh ngomong sendiri?" tanyaku, "boleh, tapi jangan sampai ada yang lihat, nanti kamu dikira orang gila" bilang angel, "apa kamu nggak?" bilangku, "ohhh angel terkalahkan!" bilang devil menertawakan angel, "iya deh" bilang angel, "oh ya, setauku kamu pintar kan angel dan devil?" tanyaku, "pastinya" bilang devil, "iya dong" bilang angel, "hari ini aku ada kelas yang tingkat kesusahannya tinggi, bantu aku menyelesaikan pertanyaan pertanyaan" bilangku, "baiklah, itu gampang" bilang angel, "that's easy" bilang devil, tiba tiba ada yang mengetuk pintu, aku membukanya, "oh kak Luxen?" bilangku, "haha iya, aku mendapat perintah dari Duke buat jemput kamu juga melindungi kamu" bilang kak Luxen, "ahh iya, maaf merepotkan kak Luxen" bilangku, "tidak apa apa kok, nanti kamu duduk di sampingku, kursinya sudah dikosongkan" bilang kak Luxen, "apa sebelumnya ada orang yang duduk di situ?" tanyaku, "iya, si Tasle, apa kamu kenal?" tanya kak Luxen, "iya, berarti ada kak Seith juga kak Diez dong?" tanyaku, "kok kamu tau?" tanya kak Luxen, "kemarin Crysy ketemu" bilangku, "ohh tapi tenang aja, Tasle duduk di tempat duduk belakangnya, nanti disampingmu ada Seith" bilang kak Luxen, "baiklah, apa Crysy harus membawa sesuatu?" tanyaku, "bukumu sudah ada di laci meja, hari ini juga ada latihan, mungkin bawa pedang kecilmu" bilang kak Luxen, "baiklah, tunggu sebentar" bilangku, aku lari masuk dan memasang tempat pedangku di celana dan memasukan pedang ke situ, aku keluar dari kamar dan jalan ke gedung utama untuk kelas, aku baru sadar seragamnya berwarna putih dan aku mengenakan warna hitam, saat di lorong lantai 1 semuanya melihat aku, "emm apa Crysy terlalu menarik perhatian?" tanyaku, "iya sih, langsung ada rumor putri dari Duke akan mengikuti kelas dengan level kesusahan yang tinggi" bilang kak Luxen, "bukan itu, apa Crysy salah mengenakan baju? Crysy tidak punya pakaian laki laki berwarna putih" bilangku, "emm kamu meamakai pakaian laki laki aja sudah menonjol, apa lagi ditambah warnanya" bilang kak Luxen, kita masuk ke kelas yang hening, "apa biasanya memang sehening ini?" tanyaku, "semua orang disini sangat serius, tapi baru pertama kali mereka hening" bilang kak Luxen, "hi semuanya! aku Crysantle, mohon bantuannya ya" bilangku, semuanya langsung berubah gaduh, "iya mohon bantuannya juga", "apa nona Crysantle mengenkan pakalian laki laki?", "apa nona Crysanle juga akan mengikuti latihan? karena nona membawa pedang" kata kata itu keluar dari mulut para murid, "kalian duduk lah, Crysantle terganggu" bilang kak Luxen, "kenapa nggak kamu?", "iya, suruh suruh tapi kanu nggak" bilang para murid, "aku dapet tugas dari Duke buat jaga Crysantle ya" bilang kak Luxen, "kakak kakak panggil Crysantle aja, tidak perlu menggunakan nona" bilangku, "ayo kita duduk dulu" bilang kak Luxen, ternyata aku dapet tempat duduk ditengah tengah kelas, kak Luxen di samping kananku, kiri ada kak Seith, belakang ada kak Tasle, dan di depan ada kak Daniel, "kok kursinya tinggi juga ya" bilangku, karena aku kesusahan naik ke kursi itu, "haha sini aku bantu" bilang kak Luxen, semuanya langsung shock, "woi kayaknya Luxen kesurupan" bilang kak Tasle, teman kelas lainnya mengangguk, kak Luxen tidak mendengarkan dan mengangkat aku ke kursi, "bukunya ada di laci, coba dilihat" bilang kak Luxen, aku mengambil buku yang ada di laci, ada 3 buku di situ inggris, kebijakan politik, dan matematika, "pelajaran pertama kebijakan politik dan inggris, lalu kita istirahat dan lanjut latihan lalu matematika, lalu istirahat dan lanjut art" bilang kak Luxen, "baiklah" jawabku,


Bell pun berbunyi dan guru masuk, "baik pelajaran pertama adalah kebijakan politik, hari ini kita kedatangan tamu yaitu nona Crysantle, sesuai subjek, kemarin saat pesta saya dengar nona Crysantle berhasil mendamaikan kekaisaran Clarasis dan Retisel, bukankah itu mengejutkan?" bilang guru, sekelas gaduh karena kata kata yang dikatakan guru itu, "emm dimana nona Crysantle?" tanya guru itu, aku angkat tangan, "ohh! apa benar ini nona Crysantle? kenapa sangat tampan? ahh iya perkenalkan saya Feiqi, panggil saya guru Fei" bilang guru Fei, "baiklah, guru Fei" bilangku, "saya dengar nona Crysantle juga yang membuat formasi perang kemarin ya?" tanya guru Fei, "iya" jawabku, "boleh tau, berapa umur nona?" tanya guru Fei, "8" jawabku, "8?! yang paling muda di sini umurnya berapa?!" tanya guru Fei, "saya" bilang kak Diez, "umur Diez kalau tidak salah 14 kan?" tanya guru Fei, kak Diez mengangguk, "dan kalian semua disini belum ada yang menyelesaikan masalah kecilpun, padahal kalian semua jauh lebih tua dari nona Crysantle" bilang guru Fei, "tidak apa apa" bilangku, semuanya menengok ke aku, "semua orang berbeda beda, pastinya kakak kakak disini sudah berusaha keras meningkatkan kemampuan kakak kakak, tidak harus menyelesaikan masalah kekaisaran untuk menjadi pahlawan, jika kakak kakak bisa melawan diri sendiri, kakak sudah bisa menjadi pahlawan untuk diri sendiri, Crysy saja tidak sengaja membuat rencana perang kemarin dan juga masalah kekaisaran" bilangku, "sangat memotifasi" bilang guru Fei, tiba tiba hening, "tunggu! tidak sengaja?!" bilang guru Fei kaget, "iya, ada ide yang mucul mendadak dipikiran Crysy, jadi Crysy keluarin aja ide Crysy, jangan takut menanggapi omongan orang lain jika menurutmu itu salah" bilangku, semuanya membuka mulut lebar, "haha nona Crysantle sangat cerdas dan pemberani ya, baiklah kita mulai pembelajarannya, buka buku halaman 127" bilang guru fei, aku membuka buku ke halaman itu, ternyata tentang masalah keuangan kekaisaran, kita membahas itu hingga ada pertanyaan, "jika ada masalah tentang keuangan, bagaimana kamu menanggapinya?" tanya guru Fei, semuanya diam, "angel devil waktunya beraksi" bilang dipikiranku, "siap boss" bilang mereka berdua, aku mengangkat tangan, "iya nona Crysantle" bilang guru Fei, "menurut Crysy, jika ada masalah seperti ini pertama tama selidiki bendahara dikekaisaran itu, jika tidak ada kesalahan kita akan melakukan sistem yang baru Crysy pikirkan, karena banyak bangsawan yang memamerkan barang mewah seperti kereta kuda, dan barang barang mewah lainnya, sebaiknya kita juga memberi pajak ke benda itu, bukan cuman tanah, tapi juga barang barang keseharian yang mewah, tapi hanya bangsawan yang bisa membeli barang mewah dan mahal, jadi untuk rakyat biasa tidak perlu menggunakan sistem itu, dengan itu keuangan menjadi stabil dan kekaisaran bisa membantu lebih banyak ke rakyat biasa" bilangku, "bagus nona Crysantle, tanggapan yang masuk akal" bilang guru Fei, semuanya bertepuk tangan, "tapi dengan cara pajak barang itu, apakah sudah ada yang memakainya?" tanya guru Fei, "hmm sepertinya tidak, itu cara baru yang Crysy pikirkan" bilangku, "ehem, tolong tunggu di sini sebentar, saya perlu memanggil Duke" bilang guru Fei dan lari keluar dari kelas, "??" sekelas bingung, "emm? apa Crysy membuat kesalahan?" tanyaku, "woho!! jamkos!" bilang kak Tasle, semuanya bersorak, "is this normal?" tanyaku, "yeah, always like this" bilang kak Luxen, "Crysantle, kenapa masuk kelas ini?" tanya kak Seith, "jangan jangan mau ketemu aku ya" bilang kak Tasle, "bukan, ayah yang menyuruhku masuk kelas ini, kak Luxen juga jadi penjaga Crysy" bilangku, "ohh...penjaga?" tanya kak Tasle, "iya, Duke yang menyuruhku, jadi aku bakalan di samping Crysantle" bilang kak Luxen, "enak banget, tukeran tubuh yuk" bilang kak Tasle, sementara mereka bertengkar kak Seith berkata "tapi kenapa Crysantle menggunakan pakaian laki laki?", "ayah yang menyuruh, apa mungkin biar nggak mencolok ya?" bilangku, "haha tetap saja kamu mencolok, bukan karena warna, tapi putri dari Duke mengenakan pakaian laki laki" bilang kak Seith, "pas upacara perang kemarin Crysy mengenakan pakaian laki laki juga" bilangku, "Crysantle terlihat tampan menggunakan palaian laki laki, bahkan lebih tampan dari Daniel" bilang kak Seith, "hehh enak aja sebut sebut namaku" bilang Daniel, "kenapa memangnya? bukannya Crysantle tampan dan di waktu yang sama cantik?" tanya kak Seith, "iya memang, aku juga kaget Crysantle masuk kelas menggunakan pakaian laki laki" bilang Daniel, "haha sepertinya kalian harus biasakan, besok Crysy juga dikelas ini" bilangku, "memangmya Crysantle sampai kapan disini?" tanya kak Seith, "hari ini sama besok" bilangku, "wahh 2 hari doang? nanti jadi kangen Crysantle dong" bilang kak Seith, "Crysy pastinya akan berkunjung lagi" bilangku, tiba tiba pintu kelas terbuka dan semuanya membeku, dari yang lagi lihat jendela, ngobrol, lari lari, semuanya diam, karena guru Fei datang dan di sampingnya ada Duke, setelah beberapa detik membeku semuanya langsung lari ke tempat duduk masing masing, "sepertinya kalian kira ini jamkos" bulang guru Fei, dia masuk bersama Duke dan jalan ke arahku, "apa Crysy membuat kesalahan, guru Fei?" tanyaku, "tidak Crysy tidak membuat kesalahan" bilang Duke, "tapi nona Crysantle genius" bilang guru Fei, "karena ini masih kelas, Crysy coba tulis di kertas" bilang Duke, guru Fei memberikan pena dan kertas, aku menulis secara detail, "ini, ayah" bilangku dan memberikan kertasnya, "baiklah akan aku katakan ke kaisar" bilang Duke, "kaisar?!" bilang sekelas, "jika kalian ada ide lain bisa diberikan juga" bilang Duke, semuanya diam, "Luxen jaga putriku" bilang Duke, "baik, tuan Duke" bilang kak Luxen, Duke keluar bersama guru Fei, "jamkos lagi?" tanyaku, "bukan, kalau ini pergantian pelajaran" bilang kak Luxen, aku menaruh kepalaku di meja, not to mention dikursiku ditambahin 2 bantal biar aku bisa menulis dengan nyaman, "habis ini inggris ya?" tanyaku, kak Luxen mengangguk, "huaa ternyata sekolah bosenin juga ya, tapi enaknya bisa punya teman baru" bilangku, "sudah aku bilang bosenin kan?" kak Luxen, aku melihat ke teman teman yang lain membuka mulutnya, "emm kalian ngapain sih?" tanya kak Luxen, "kita?!", "jadi teman nona Crysantle?!" tanya mereka semua, "eh iya? kenapa memangnya?" tanyaku, "kita jadi teman nona Crysantle" bilang mereka semua bersorak, "aha..." bilangku bingung, "mereka...memang aneh" bilang kak Luxen, guru senajutnya masuk, "bonjour everyone, i hear there is a girl in the class, and it's miss Crysantle" bilang gurunya dengan accent perancis, "apa gurunya memang gitu ya?" bisikku, "iya, dia monsieur Leonardo" bisik kak Luxen, "ciao, cara mia" bilang monsieur Leonardo, "kenapa tiba tiba berubah italia?" tanyaku, "haha today we're gonna do a...pop quiz!" bilang monsieur Leonardo, "what?!" teriak sekelas, "now now easy student, so question number one, who is the creator of the starry night painting?" tanya monsieur Leonardo semuanya diam, "vincient van gogh" bilangku, "good...emm who are you?" bilang monsieur Leonardo, "*je suis Crysantle" bilangku, (*aku Crysantle), "oh! mademoiselle Crysantle? why are you wearing a boy clothes?" tanya monsieur Leonardo, "my dad told me to" bilangku, "well mademoiselle Crysantle is very very fluent at english and france, so what a tallent" bilang monsieur Leonardo, "wait France?" tanya kak Tasle, "yes, monsieur Tasle" bilangku menghadap ke belakang, "haha why yes mademoi something" bilang kak Tasle, "haha nice try Tasle" bilang monsieur Leonardo, kita melanjutkan pelajarannya hingga bell berbunyi, "oh the bell rings, okay see you next time everyone" bilang monsieur Leonardo dan keluar kelas, "ayo kita makan, apa mau makan camilan aja?" tanya kak Luxen, "camilan aja" bilangku, aku turun dari kursi dan keluar dari kelas.


Saat keluar kelas sudah ada para pengawalku, dan Sir Jayden dikelilingi murid murid, "wahh Sir Jayden terkenal ya disini" bilangku, "haha saya juga tidak menyangka ini" bilang Sir Jayden menggaruk leher, "kita mau kemana?" tanyaku, "apa mau makanan manis?" tanyaku, "mau!" bilangku senang, "baiklah, seingatku di daerah pertokoan ada toko yang jual kue yang enak" bilang kak Luxen, "ayo kesana" bilangku senang, "nona tunggu dulu, kudanya belum siap" bilang Lily, "kuda?" tanyaku dan kak Luxen, "iya, nona tidak boleh mengguras terlalu banyak tenaga" bilang Lily, "baiklah" jawabku, kita jalan ke lobby dan disitu ada 5 kuda, "apa aku naik bersama kak Luxen?" tanyaku, "apa boleh?" tanya kak Luxen, "boleh saja" jawab Sir Jayden, aku naik dibantu Sir Ace, dan kak Luxen dibelakangku, "kita bertemu lagi Pale" bilangku, "senang bertemu kamu lagi, Crysantle" bilang Pale, aku dan kak Luxen di depan sedangkan pera pengawalku dibelakang, diperjalanan kita dilihatin para murid lainnya, dan rumor pun tersebar Luxen yang dingin seperti es batu di lelehkan oleh putri duke, "kak Luxen, kok rasanya Crysy dilihatin ya?" tanyaku, "biasa, banyak murid yang penasaran" bilang kak Luxen, kita berheti di depan toko kue, "waaah!" bilangku senang, "banyak murid perempuan yang kesini" bilang kak Luxen, "Sir Ace, membawa uang Crysy kan?" tanyaku, "iya, nona" jawab Sir Ace, "ayo beli banyak!" bilangku, "haha nona tapi jangan banyak banyak, nanti perut nona sakit" bilang Sir Cleis, "apa jangan jangan Sir Cleis juga mau?" godaku, "haha kelihatan banget ya?" tanya Sir Cleis, "apa Lily, Sir Jayden, sama Sir Ace juga mau?" tanyaku, "boleh nona" bilang Lily, "tidak perlu, nona" bilang sir Ace dan Sir Jayden, kita masuk ke toko kue itu, "selamat datang di toko kue kami, nona Crysantle" bilang pemilik toko, "tolong beri semua rasa yang ada di toko ini dan juga 3 yang dark chocolate" bilangku, "baiklah nona Leanor" bilang pemilik toko, semua karyawan sibuk memasukan kue kedalam box, "emm nona apa ini tidak terlalu banyak? terlebih setelah ini kan latihan" bilang Sir Jayden, "Crysy mau bagi bagi di kelas" bilangku, "ahh baiklah" bilang Sir Jayden, aku memasukan 4 kue di paper bag, "ini ada 4 kue, yang dark chocolate buat Sir Jayden sama Sir Ace, yang vanilla buat Lily, dan caramell buat Sir Cleis" bilangku, "terima kasih, nona" bilang Lily, "wah setelah sekian lama aku nggak makan kue, akhirnya makan juga" bilang Sir Cleis, "Sir Ace sama Sir Jayden nggak suka manis kan? jadi ini dark chocolate, lumayan pahit sih" bilangku, "kayak hidup mereka juga" bilang Sir Cleis, "masih mending dari pada kamu yang menyedihkan" bilang Sir Ace, "sudah sudah, jangan berantem" bilang Sir Jayden, aku dan kak Luxen membawa banyak paper bag besar yang berisi kue, "dikelas pada suka manis nggak ya?" tanyaku, "sebagian besar iya" bilang kak Luxen, "apa ini cukup? bukannya terlalu sedikit?" tanyaku, "itu lebih dari cukup" bilang kak Luxen, "baiklah, ayo kembali ke kelas dan makan!" bilangku semagat, kue kuenya dibawa oleh pengawalku dan kita naik kuda kembali ke bangunan utama. Sesampainya di sana, karena pengawal hanya boleh menunggu di luar, aku dan kak Luxen mengambil kuenya dan masuk kelas, semuanya sudah kembali kekelas, kak Luxen menepuk tangannya, "semuanya diam!" teriak kak Luxen, sekelas diam, "nah sekarang Crysantle boleh ngomong" bilang kak Luxen, "terlalu berlebihan, tapi tidak apa apa, kakak kakak Crysy bawain kue, semoga kakak kakak suka ya" bilangku, "wahh terima kasih, nona Crysantle", "wahh kenapa malaikat ada di samping setan?" bilang murid murid, "kamu bilang apa?!" tanya kak Luxen, "sudah jangan betengkar, ayo makan!" bilangku, aku mengeluarkan semua kue dan semuanya berkumpul memakannya bersama, "apa ini cukup?" tanyaku, "lebih dari cukup" jawab sekelas, "apa Crysantle suka kue?" tanya kak Levi, "suka, apa lagi chocolate" bilangku, "harus pake bahasa inggris ya?" tanya kak Talse, "haha Crysy sudah terbiasa" bilangku, kak Luxen menyendok dan memakan kue, "Luxen!! kamu makan kue?!" bilang kak Diez, "kayaknya beneran dia kesurupan" bilang kak Tasle, "nggak ya, kamu aja yang kesurupan setan" bilang kak Luxen. Kita makan kue di kelas sampai bell masuk tidak terdengar, akhirnya kita telat ke lapangan buat latihan, yang tau duluan itu Daniel karena dia melihat jam, "ehhh?! buset kita telat woi!!" teriak Daniel, "haa?!!" teriak sekelas, tapi anehnya mereka nggak bergerak panik apa apa, mereka masih lanjut makan kue, "apa gurunya juga Sir Nico?" tanyaku, "ohh iya, gurunya Nico ya?!" bilang kak Seith, sekelas saling melihat, dan dalam hitungan detik mereka langsung panik, "kayaknya kita bakalan di marahin deh!", "jangan jangan nanti disuruh push up!", "jangan jangan nanti juga ditambah jam latihannya!!" teriak sekelas panik, baru pertama kali aku menyaksikan kelas yang isinya laki laki semua teriak teriak takut dimarahin, "ayo! kita juga berangkat" bilang kak Luxen, bahkan kak Luxen juga takut, aku ngambil pedangku di meja dan mengambil kue buat Sir Nico, "kamu sempet sempetnya ngambil kue ya? ayo cepat" bilang kak Luxen, semuanya lari keluar kelas dan ke lapangan, padahal lumayan jauh lho lapangannya, aku dan kak Luxen naik kuda dengan cepat, pengawalku bertanya tanya kenapa, tapi kak Luxen jawab lihat saja nanti. Sesampainya di lapangan, aku dan kak Luxen datang duluan, tapi kita belum masuk gerbang, "kenapa nggak masuk?" tanyaku, "kita nunggu dulu, biar dimarahinnya terbagi rata" bilang kak Luxen, para pengawalku ngelihatin kak Luxen aneh, "what? aku nggak mau kena marah sendiri" bilang kak Luxen, murid lainnya sampai di depan gerbang lapangan kecapekan, "hosh hosh, wah kamu curang ya, hosh" bilang kak Tasle kecapekan, "aku kan penjaganya Crysantle dan dia nggak boleh menguras tenaga, jadi aku naik kuda bareng lah" bilang kak Luxen, "sebaiknya kalian masuk, Nico kayaknya marah" bilang Sir Jayden, aku dan yang lain masuk, "kalian telat!!" teriak Sir Nico, kak Luxen turun dari kuda, aku dibantu Sir Ace turunnya, "semuanya lari lapangan 5 kali!!" teriak Sir Nico, "Nico! tunggu bentar" bilang Sir Jayden, "apa?" tanya Sir Nico, Sir Jayden jalan ke Sir Nico dan berbisik sesuatu, "ahh oke oke, semuanya kecuali nona Crysantle lari 5 lap" bilang Sir Nico, semuaya lari 5 lap kecuali aku, "kenapa Crysy nggak?" tanyaku, "nona todak boleh menguras tenaga, setelah ini nona juga harus mengikuti latihan" bilang Sir Jayden, "baiklah, oh ya ini buat Sir Nico" bilangku dan memberi paper bag berisi kue, "tadi Crysy bagi bagi di kelas, sekalian buat Sir Nico" bilangku, Sir Nico menerimanya "wah terima kasih nona, saya akan memakannya setelah latihan selesai" bilang Sir Nico, aku melihat yang lain lari, "apa Crysy boleh lari 1 putaran aja?" tanyaku, "tidak boleh!" jawab para pengawalku dan Sir Nico, "memangnya kenapa? Crysy kan nggak lemah" bilangku, "bukan masalah nona lemah apa nggak, tapi nyawa saya nona" bilang Sir Nico, "nyawa? apa hubunganya?" tanyaku, mereka saling melihat, "haha...banyak sih hubungannya" bilang Sir Ace, "apa nona Crysantle membawa pedang sendiri?" tanya Sir Nico, "iya, ayah yang memberikan pedang ini" bilangku sambil nengeluarkan pedangku, "wah pedang kecil ya boleh pinjam sebentar?" tanya Sir Nico, aku memberikan pedangku, Sir Nico melihat pedangnya dari bawah ke atas, "ini permata Ruby?" tanya Sir Nico, "permata Ruby?!" bilang para pengawalku, "ada permata di pedang Crysy?" tanyaku, "iya, ini" bilang Sir Nico, sambil memperlihatkan bagian bawah pedang, disitu ada permata merah mengkilap, aku melihatnya bingung, "memangnya kenapa?" tanyaku, para pengawal dan Sir Nico tepuk jidat, "biasanya disetiap pedang ada permata" bilang Sir Ace, "tapi biasanya cuman emerald atau crystal putih, biru, kuning, atau ungu" bilang Sir Nico, "dan red ruby adalah permata yang sangat langka" bilang Sir Jayden, "dan milik nona adalah red ruby" bilang Lily, "bahkan Duke dan tuan tuan muda menggunakan batu permata biasa" bilang Sir Cleis, "aa...Crysy nggak paham" bilangku, semuanya menghela nafas panjang, "haa...", setelah beberapa menit semuanya selesai lari keliling lapangan 5 kali, semuanya pada duduk di tanah, "baik semuanya sudah selesai? kita lanjut latihan" bilang Sir Nico, "guru, bisa nggak istirahat?" bilang kak Levi, "10 menit aja" bilang kak Tasle, "nggak-" sebelum Sir Nico selesai bicara aku menarik bajunya dan memasang muka imut, Sir Nico melihat ke arahku, "kasih waktu 10 menit aja, Sir Nico, kasihan kakak kakak" bilangku dengan muka imut, Sir Nico membeku, murid murid lain melihatku seperti melihat anak anjing yang lucu, Sir Nico berlutut di depanku, "baiklah nona Crysantle" bilang Sir Nico dan menepuk kepalaku, "ehh kamu nggak boleh pegang pegang kepala nona ya" bilang Sir Cleis dan hampir mau memukul Sir Nico, tapi diberhentikan Sir Ace dan Sir Jayden, "sabar, dari pada kamu nanti dimarahin nona" bilang Sir Jayden, "nanti kamu malah nangis" bilang Sir Ace, "oh ya apa Sir Nico dulu beteman dekat sama Sir Jayden?" tanyaku, "iya, dulu dia lebih pendiem dari sekarang" bilang Sir Nico, "Nic, diem!" bilang Sir Jayden, "okay okay, i keep my mouth shut" bilang Sir Nico.


Disitu banyak kesatria yang berlatih, suara pedang bertabrakan terdengar dimana mana, "wahh banyak orang ya" bilangku, "mereka semua kesatria disini" bilang Sir Jayden, "kalau begitu Sir Stevano itu apa?" tanyaku, "saya ketua kesatria disini" bilang Sir Stevano, "ohh" jawabku, aku melihat sekeliling, semuanya fokus berlatih, "dimana teman, Sir Jayden?" tanyaku, "mungkin setelah ini mereka melihat sa-" sebelum Sir Jayden selesai ngomong, ada yang memanggil "Jayden!", Sir Jayden membalik badan dan aku melihat 2 laki laki tampan dan menyilaukan, "apa mereka Sir Jacob dan Sir Reuv?" tanyaku, "iya" jawab Sir Jayden, "wahh siapa tuan muda ini?" tanya salah satu dari mereka, "bukan harusnya kalian yang memperkenalkan diri dulu ya?" bilang Sir Jayden, "iyaya" bilang mereka berdua, "saya Jacob" bilang Sir Jacob, "saya Reuvel, tapi panggil saya Reuv saja" bilang Sir Reuv, "apa kalian penasaran ini tuan muda siapa?" tanya Sir Jayden, aku melihat ke Sir Jayden, dia ngewink, wahh ini kayaknya Sir Jayden mau ngerjain mereka deh, aku mengubah suaraku, "ehem, senang bertemu kalian para kesatria, apa kalian bisa tebak aku siapa?" tanyaku dengan suara rendah, mereka berdua berpikir, "hmm apa anda tuan muda Kevin atau mungkin Bevin?" bilang Sir Reuv, "tapi bukannya mereka sudah berumur 12 ya?" bilang Sir Jacob, aku mengubah suaraku ke yang biasanya "haha kalian tertipu, aku Crysantle" bilangku tersenyum, "hee?!" bilang mereka kaget, "haha nona tampan kan?" bilang Sir Jayden, dipikiran aku berkata "menurutku kalau aku jadi laki laki aku ngerasa paling nggak tampan disini, karena disini ada 3 malaikat tampan", karena aku menggunakan pakaian laki laki pada mengira aku laki laki, "apa benar ini nona Crysantle?" tanya Sir Jacob, aku mengangguk, "aku juga mengira nona Crysantle itu tuan muda" bilang Sir Stevano, "astaga nona imut sekali! apa mau saya gendong?" tanya Sir Reuv, "enak aja, nggak boleh" bilang Sir Jayden, "aku nggak tanya kamu kok! gimana nona?" tanya Sir Reuv, dipikiranku angel berkata "bilang iya, sekalian kita tes orangnya sekalian", "tapi kan malu!" bilang dipikiranku, "halah kamu masih kecil, santai aja" bilang devil, "oke oke sabar" bilang dipikiranku, "baiklah, Sir Reuv" bilangku, "nona" bilang Sir Jayden, "tidak apa apa, Sir Jayden" bilangku, "haha yes! sini nona" bilang Sir Reuv sambil membuka tangannya untuk menggendongku, "hati hati, pegang yang benar" bilang Sir Jayden sambil meberikan aku ke Sir Reuv, sekarang aku ada di gendongan Sir Reuv, Sir Reuv lebih sering tersenyum dari pada Sir Jayden, diluar aku santai, sedangkan di dalam "astaga!! aku digendong didepan banyak orang, malu!!", "apa nona bisa berpedang?" tanya Sir Jacob, "iya, pedang nona sangat kec, ehh?! itu red Ruby?" bilang Sir Reuv, aku mengangguk, "kagetkan? aku aja juga" bilang Sir Jayden, "red Ruby? wahh itu bisa gajiku setahun" bilang Sir Jacob, "apa Sir Reuv dan Sir Jacob sudah masuk regu?" tanyaku, "belum" jawab mereka berdua, "kalian ini nggak pernah lulus tes ya?" tanya Sir Jayden, "lulus ya, kalau aku" bilang Sir Jacob, "ehh aku juga ya, oh ya kamu kesini kenapa? bukannya kamu udah masuk ke regu ya?" tanya Sir Reuv, "memang sudah, tapi aku kepilih jadi pengawalnya nona" bilang Sir Jayden, "kamu? pengawal nona yang imut ini?!" bilang Sir Reuv, "ohh sangat sangat tidak cocok" bilang Sir Jacob, "terus yang cocok siapa?" tanya Sir Jayden, "aku" jawab Sir Reuv dan Sir Jacob, "ihh kepedean" bilang Sir Jayden, "hm? apa Sir Reuv dan Sir Jacob mau menjadi pengawal Crysy?" tanyaku, "inginya sih begitu, tapi kita tidak mengikuti tes seleksi" bilang Sir Jacob, "tes seleksi?" tanyaku, "iya, tes yang harus dilewati untuk menjadi pengawal nona, saya juga melewati tes itu" bilang Sir Jayden, "pastinya susah ya, kalau Sir Reuv dan Sir Jacob mau jadi pengawal Crysy boleh kok, kan tinggal Crysy bilang ke ayah" bilangku, "apa boleh nona?!" tanya Sir Jacob dan Sir Reuv, "boleh lah, biar Sir Jayden ada temannya juga" bilangku, "Ace, Cleis, Mark, dan Lily saja sudah cukup nona, tidak perlu menambah mereka" bilang Sir Jayden, "kan kasihan Sir Jacob dan Sir Reuv belum masuk regu" bilangku, "iya kasihani kucing imut ini" bilang Sir Reuv, "kucing imut mana? kamu tuh kucing gelandangan tuh lho" bilang Sir Jayden, "ughh hati saya tersakiti" bilang Sir Reuv, "Sir Jayden, itu tidak baik" bilangku, "haha rasain tuh" bilang Sir Reuv, "Sir Reuv juga jangan seperti itu" bilangku, "pfft" bilang Sir Jayden menahan tawa, "wahh kamu ya, Jacob gendong nona dulu, aku mau ngasih dia pelajaran" bilang Sir Reuv dan memberikanku ke Sir Jacob, sekarang aku di gendongan Sir Jacob, sedangkan Sir Reuv dan Sir Jayden sedang berperang kata kata, "haiss mereka ini ya" bilang Sir Jacob, "apa Sir Jacob betah melihat pemandangan seperti ini?" tanyaku, "ya nggak sih, apa nona mau melihat sekeliling?" tanya Sir Jacob, aku mengangguk, "baiklah, ayo kita ke kesatria yang lain, dari pada melihat pemandangan yang tidak enak dipandang ini" bilang Sir Jacob dan jalan pergi, "ehh lho Jacob sama nona mana?" tanya Sir Jayden, "kok ilang?" bilang Sir Reuv, "gara gara kamu ya" bilang Sir Jayden, "kok aku sih? elu!" bilang Sir Reuv, mereka lanjut perang kata kata sambil jalan. Aku dan Sir Jacob sedang memperhatikan kesatria lainnya latihan, "apa, Sir Jacob tidak latihan?" tanyaku, "sudah kok" jawab Sir Jacob, "ohh Crysy juga habis latihan" bilangku, "oh ya? nona melawan siapa?" tanya Sir Jacob, "kak Tasle" bilangku, "Tasle? bukannya dia masuk di kelas tertinggi ya?" tanya Sir Jacob, "iya, Crysy juga masuk kelas itu" bilangku, "nona masuk kelas laki laki?" tanya Sir Jacob, "iya, ayah yang menyuruh masuk situ" bilangku, "heh kalian ya!" bilang suara dari belakang, ternyata Sir Jayden Dan Sir Reuv, "apa kalian sudah selesai bertengkar?" bilang Sir Jacob, "nona ini sudah hampir masuk kelas, sebaiknya kita kembali ke lapangan dulu" bilang Sir Jayden, "lapangan? bukannya itu tempat latihan kelas tinggi ya?" tanya Sir Reuv, "iya, sebenernya nona lagi latihan, tapi ingin ikut aku ke sini" bilang Sir Jayden, "nona bilang dia melawan, Tasle, apa itu benar?" tanya Sir Jacob, "iya, bahkan kata, Nico, nona memecahkan rekor mengalahkan dalam 5 menit" bilang Sir Jayden, "5 menit?!" tanya Sir Reuv dan Sir Jacob, "iya, ayo nona, nanti telat masuk kelas" bilang Sir Jayden, dan mengambil aku dari gendongan Sir Jacob, "sampai jumpa" bilangku sambil melambaikan tangan, mereka melambai balik, "Sir Jayden turunin Crysy aja nggak apa apa, kaki Crysy sudah tidak bergetar" bilangku, "kudanya sudah di depan, nona" bilang Sir Jayden, "ohh sekalian aja kalau gitu" bilangku, kita naik kuda dan kembali ke lapangan, sesampainya di lapangan semuanya duduk kecapekan kecuali kak Tasle, "apa sudah selesai?" tanyaku, "iya, tinggal ganti baju saja" bilang Sir Nico, "ganti baju?" tanyaku, "iya, tapi nona tidak berkeringat jadi tidak perlu" bilang Lily, "baiklah" bilangku, aku turun di bantu Sir Jayden, "apa nona bersenang senang tanpa saya?" tanya Sir Cleis, "iya, ada Sir Jacob dan Sir Reuv, pengganti Sir Cleis" bilangku, "ihh nona jahat" bilang Sir Cleis, "haha bercanda" bilangku, lainnya ganti baju, sedangkan aku, pengawalku dan Sir Nico berbincang, "nona bilang Sir Jacob dan Sir Reuv bukan?" tanya Sir Ace, "iya, apa Sir Ace tau?" tanyaku, "mereka terkenal akan ketampanannya bersama Jayden juga, siapa yang tidak tau" bilang Sir Ace, "aku juga tampan" bilang Sir Cleis, "terus kalau nggak tampan apa? cantik?" bilang Lily, "ya nggak lah" bilang Sir Cleis.


Setelah semuanya selesai ganti baju, kita semua kembali ke kelas untuk pekajaran matematika, "apa matematika susah?" tanyaku, "banget" jawab kak Levi yang duduknya di serong kanan depanku, "hmm Crysy baru bisa dasarnya sih" bilangku, "gurunya pasti tau, jadi Crysantle akan diberi yang mudah" bilang kak Seith, "apa kakak kakak pernah ke bangunan kesatria?" tanyaku, "aku pernah" bilang kak Luxen dan Daniel, "apa kakak Bertemu Sir Stevano?" tanyaku, "maksudmu pemimpin kesatria? belum" jawab kak Luxen, "aku juga belum, apa Crysantle bertemu?" jawab kak Daniel, "iya, Crysy ketemu sama Sir Jacob sama Sir Reuv juga" bilangku, "kesatria yang terkenal tampan ya?" bilang kak Diez, aku mengangguk, terus gurunya masuk kelas, "baik semuanya siapkan alat tulis dan kerjakan tes ini" bilang gurunya, "ehh?!" bilang sekelas, "iya, minggu lalu kalian kan sudah saya suruh mempelajari aljabar dan katanya sudah mengerti, jadi hari ini tes" bilang gurunya, semuanya mengeluh dan gurunya membagikan kertas, ternyata aku juga dapet, semuanya langsung sibuk ngerjain, dipikiranku aku berkata "woi bantuin, aku nggak mudeng sama sekali", "serahkan kepada kita" bilang angel dan devil, "caranya?" tanya dipikiranku, "fokus lah ke lembaran kertas itu" bilang angel, tiba tiba tangaku gerak sendiri, "ohh oke oke, jadi kalian yang ngendaliin tubuhku" bilangku, angel dan devil mengerjakan semuanya dalam waktu 30 menit, sedangkan aku hanya melihat kertas yang dikerjakan mereka, "oke selesai" bilang angel, "huh lama nggak ngerjain matematika, lumayan susah" bilang devil, "nggak tuh gampang" bilang angel, gurunya yang duduk di meja guru tiba tiba berdiri, "ahh iya saya lupa, nona Crysantle ada di sini, dimana nona?" tanya guru itu, aku angkat tangan, gurunya jalan ke aku, "ahh maaf nona, saya lupa, nona tidak perlu mengerjakan soal tesnya" bilang gurunya, dan berhenti di samping mejaku, gurunya melihat ke kertasku dan petir siang hari menyambar, "apa nona sudah selesai mengerjakan?!" bilang gurunya kaget, sekelas jadi nengok ke aku, aku mengangguk, "ahh baiklah, saya akan mengambil kertas nona" bilang gurunya dan mengambil kertasku, dia kembali duduk di mejanya, "25 menit lagi waktu habis" bilang gurunya, semuanya langsung panik, "astaga! habis ini diapain?!" bilang kak Tasle bingung, "aku lebih pilih latihan 2 jam dari pada tes matematika!" bilang kak Levi, yang tenang di kelas cuman aku, kak Seith, kak Luxen, dan kak Daniel, yang lainnya mengeluh kesusahan. 25 menit setelah itu, semuanya mengumpulkan lembar tes dan keluar dari kelas untuk istirahat siang, "apa Crysantle mau makan siang bareng?" tanya kak Seith, "baiklah" jawabku, "aku ikut juga" bilang kak Tasle dan Diez, "sure" jawab kak Seith, "Crysantle ikut berarti aku ikut" bilang kak Luxen, kita jalan ke lobby depan dan pengawalku disitu, "nona mau makan siang dimana?" tanya Lily, "ohh mau makan bersama teman teman nona ya?" bilang Sir Cleis, aku mengangguk, "kita mau makan di daerah pertokoan" bilang kak Seith, "baiklah, ini kuda nona" bilang Sir Ace, "apa harus naik kuda?" tanyaku, "iya nona" bilang Sir Jayden, "haiss baiklah, tapi kakak kakak?" tanyaku, "kita juga ada kuda" bilang kak Tasle, "tunggu sebentar, kita akan mengambilnya" bilang kak Diez, mereka pergi mengambil kuda kecuali kak Luxen karena dia naik bareng aku, kapan aku bisa menunggang kuda sendiri!! sebel jadinya! Setelah semuanya mengambil kuda, kita berangkat ke tempat makan yang dimaksud kak Seith, kita semua makan siang ditraktir kak Tasle. Setelah makan siang kita kembali ke kelas, "habis ini pelajarannya apa?" tanyaku, "art" jawab kak Daniel, "tapi Crysy nggak bisa gambar sama sekali" bilangku, "artnya melukis" bilang kak Seith, "sama aja tambah nggak bisa" bilangku dan menaruh kepala di meja, "setelah art nggak ada lagi kan?" tanyaku, semuanya mengangguk, "baiklah" bilangku, guru artnya dateng, "oke semuanya, hari ini kita memulai painting menggunakan cat minyak, semua ambil canvas di depan" bilang guru itu, aku dan yang lain maju kedepan, "ahh kamu siapa?" tanya gurunya, "ohh saya Crysantle" bilangku, "ah! nona Crysantle? nona menggunakan canvas yang ini saja" bilang gurunya sambil memberikan canvas yang kecil, "ahh iya" bilangku dan menerimanya, aku kembali ke tempat dudukku, "kok canvasmu kecil?" tanya kak Daniel, "dikasih guru yang ini" bilangku, canvas kakak kakak lainnya 3 kali lebih besar dari punyaku, "baiklah semuanya sketch dulu gambar yang diinginkan" bilang guru, "angel devil, gimana nih aku nggak bisa gambar sama sekali" bilang dipikiranku, "tenang, serahkan kepadaku" bilang angel, "aku juga ya, kayak tadi fokus ke canvas" bilang devil, aku fokus ke kanvas dan tanganku mulai ngesketch, setelah diperhatikan ternyata canvasku terbagi menjadi 2 gambaran, yang kanan ada air terjun dan kiri ada...apa ya? "devil yang kiri ini apa?" tanya dipikiranku, "itu istana, tapi nanti aku buat silhouette" bilang devil, "jiwa artistiknya keluar" bilang angel, "yah pokonya bantu aja deh" bilang dipikiranku, kakak kakak sudah selesai gambarnya, kurang aku yang belum, "kalian cepetan" bilang dipikiranku, "bentar tinggal bendera istananya...nah udah" bilang devil, "haduh selesai" bilangku, "bagus semuanya selesai, mari kita kita lihat gambaran kalian" bilang gurunya, dia berputar melihat gambaran gambaran, "kak Luxen, gambar apa?" tanyaku, "naga" jawab kak Luxen sambil ngelihatin gambarannya, tapi menurutku gambaranya lebih kayak kadal bersayap, "naga ya? bagus...kok" bilangku, "kalau Crysantle?" tanya kak Luxen, aku melihatkan gambaranku, "emm ini 2 tempat yang berbeda, air terjun cahaya dan istana gelap" bilangku mengarang, "ehh?! katanya nggak bisa gambar, itu bagus banget!" bilang kak Luxen, "haha sebenarnya ini pertama kalianya Crysy menggambar di canvas" bilangku, gurunya sampai di tempatku, "astaga! ini gambaran nona?" tanya guru, "ahaha iya" bilangku, "makanya nona menggambar sangat lama, ternyata membuat master piece" bilang gurunya, "haha tapi sepertinya Crysy tidak bisa menyelesaikannya disini, karena Crysy hanya disini sampai besok" bilangku, "ahh tidak apa apa, besok jadwalnya apa aja?" tanya guru, "inggris, sejarah, latihan, sopan santun, sama...satunya lupa" bilang kak Daniel, "baiklah, karena semuanya sudah selesai sketching, besok pelajaran inggris dan sejarah diganti dengan art" bilang guru, semuanya bersorak, "besok kita mulai painting" bilang guru, "tapi Crysy belum pernah mengecat menggunakan cat minyak" bilangku, "dicoba dulu aja" bilang guru, aku mengangguk. Setelah semua pelajaran selesai aku ke ruang kepala sekolah bertemu Duke, "ayah" bilangku membuka pintu, "sini Crysy" bilang Duke, aku masuk dan jalan ke Duke, "gimana sekolahnya?" tanya Duke, "seru, tapi ada yang bosenin juga" bilangku, "apa teman sekelas baik semua?" tanya Duke, "iya, oh ya ayah tadi, Crysy berkunjung ke bangunan kesatria bersama Sir Jayden, ada kesatria yang ingin Crysy jadikan pengawal Crysy, apa boleh?" tanyaku, "boleh, siapa namanya?" tanya Duke, "Sir Jacob sama Sir Reuv" bilangku, Duke melihat aku terkejut, "bukannya mereka kesatria yang terkenal akan ketampanannya?" bilang Duke, "iya, mereka juga teman Sir Jayden" bilangku, Duke menghela nafas panjang, "haa...baiklah, besok ayah panggilkan mereka" bilang Duke, "terima kasih ayah" bilangku, setelah itu karena ini masih sekitar jam 4, aku pergi keliling dengan pengawalku, kali ini kita jalan, "nona apa nona beneran nggak mau naik kuda?" tanya Lily, "tidak perlu, nanti kaki Crysy bergetar lagi" bilangku, "kaki nona bergetar gara gara naik kuda?" tanya para pengawalku kecuali Sir Jayden, "Crysy belum sekuat kalian ya" bilangku, "kaki nona bergetar gara gara naik kuda jadi aku gendong" bilang Sir Jayden, "nona digendong Jayden?!" bilang pengawalku lainnya, "iya, kenapa memangnya?" tanyaku, "apa nona mau saya gendong sekarang?!" tanya Sir Cleis semangat, Lily melewati Sir Cleis dan bilang "enak aja, aku dulu, ladies first", "haduh...Crysy juga punya kaki" bilangku dan jalan pergi, "tuh kan gara gara kamu" bilang Lily, "kok aku? kamu lah" bilang Sir Cleis, aku berhenti di depan pohon yang sangat besar, "ini adalah pohon ajaib, pohon ini melindungi academy Lesturn dengan sihir" bilang Sir Jayden, "pohon ini ada sihirnya?" tanyaku, "iya, dulu kawasan ini adalah kawasan spirit owner, tapi sering berjalannya waktu spirit owner semakin sedikit dan lama lama hilang" bilang Sir Jayden, "ohh tapi gimana pohonnya ada sihir?" tanyaku, "spirit owner memberikan sedikit kekuatannya disini, pohon ini tidak pernah gugur walaupun saat musim gugur" bilang Sir Jayden, angel dan devil keluar, "nggak nyangka pohonnya masih di sini" bilang angel, "lama nggak kesini, mungkin terakhir kali kesini berabad abad yang lalu" bilang devil, "abad?! terus umur kalian berapa?" bilang dipikiranku, "spirit tidak berumur" bilang angel, "ohh" bilangku dipikiran, "mari kembali nona, Duke dan tuan muda sudah mengunggu" bilang Sir Ace, "ehh kakak kakak sudah selesai? padahal Crysy baru keluar sebentar" bilangku. Setelah itu aku kembali ke bangunan yang aku dan keluargaku tinggali untuk sementara, aku masuk dan pengawalku ijin undur diri, semuanya sudah menunggu di ruang makan untuk makan malam, aku duduk di tempatku, "apa Crysy suka sekolah?" tanya kak Elliot, "suka, tapi juga nggak suka" bilangku, "sukanya karena?" tanya kak Micah, "bisa ketemu teman baru sama balajar hal hal baru" bilangku, "nggak sukanya?" tanya kak Bevin, "menunggu pelajaran selanjutnya" bilangku, "pergantian pelajaran malan bosenin? kalo aku malah bahagia" bilang kak Kevin, "ya karena kamu orangnya nggak sabaran, Kevin" bilang Duke, "apa ibu tidak apa apa di rumah sendiri?" tanyaku, "iya ibumu tidak apa apa, karena akhir akhir ini banyak pertemuan bangsawan yang diadakan dan ibumu diundang" bilang Duke, "bahkan katanya surat undanganya menunpuk" bilang kak Elliot, "bukannya ibu biasanya mengikuti banyak pertemuan bangsawan ya?" tanyaku, "memang banyak, tapi tidak sebanyak kali ini" bilang kak Micah, kita semua lanjut makan hingga selesai, aku kekamarku dan tidur nyenyak, kali ini Light tidak datang, nggak tau kenapa sih.