The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
Leanor Family



Hai namaku adalah Crysantle Estena Cassevert, umurku 8 tahun, aku berasal dari keluarga Baron Cassevert, aku memiliki satu kakak laki laki bernama Xenion mykhel Cassevert, dan ayahku Baron Harry Cassevert dan ibuku Baroness Caliope Cassevert. Kita tinggal di ibu kota kerajaan seperti keluarga biasanya, ayah, ibu, dan kakakku menyayangiku, tapi kejadian tak terduga terjadi. Pada suatu malam aku tertidur lelap di kasur kamarku dan aku merasa ada yang membuka pintu kamarku, aku kira itu kakakku jadi aku diamkan saja dan kembali tidur, dan keesokan harinya aku terbangun di tempat yang tidak familyar, dengan banyak orang melihat aku, aku menarik selimut ke atas untuk menutupi hingga hidungku, "ahh kamu bangun" bilang laki laki di sampingku, "dimana saya?! Ini bukan kamar Saya kan?" tanyaku, setelah itu ada seorang lady memeluk aku, "Crysantle, putriku akhirnya kamu kembali" bilang Lady itu, "maaf Lady, tapi" kata kataku belum selesai dan ada orang yang memotong pembicaraanku, "ibunda, jangan langsung sepetri itu, Crysantle kaget nanti", Lady itu melepas pelukannya dan aku melihat 4 laki laki yang kelihatannya masih muda tapi lebih tua dari aku, "emm saya ini dimana?" tanyaku, "kamu lagi di rumah Duke Leanor" bilang salah satu laki laki, "hah? Kenapa saya disini?" tanyaku, tiba tiba pintu terbuka dengan keras "BRAKK" semuanya melihat ke sumber suaranya itu, dan aku melihat Duke yang paling terkenal ditakuti yaitu Duke Leanor, "selamat datang kembali ayahanda" bilang 4 laki laki yang disamping tempat tidur, Duke Leanor jalan mendekat dan aku deg degan, "selamat pagi, yang mulia Duke Leanor" bilangku ditempat tidur merinding, Duke Leanor langsung memeluk aku, aku bingung kenapa duke yang terhormat dan mengerikan meluk aku? "Crysanyle, putriku, lama tidak berjumpa" bilang Duke Leanor, sambil mengelus kepalaku, "ehh maaf, tapi" aku belum selesai berkata kata dan Duke Leanor berkata, "kamu sebenarnya anak terakhir dariku, tapi waktu kamu berumur 1 tahun ada orang yang berusaha membunuhmu berkali kali jadi akhirnya aku dan ibumu memutuskan untuk menitipkan kamu kepada Baron Cassevert, itu satu satunya cara agar kamu aman, Crysantle" bilang Duke Leanor, pas itu aku tidak percaya dan berkata "apakah yang anda katakan itu benar, yang mulia Duke Leanor?" tanyaku, "iya, benar, bahkan Baron Cassevert juga mengetahuinya" bilang Duke Leanor, aku terdiam dipelukan Duke, semuanya melihat ke aku dengan tersenyum, "ayahanda, kenapa tidak kita memperkenalkan diri ke Crysantle?" tanya salah satu laki laki, Duke melepas pelukannya dan berkata "aku adalah Duke Genardo Leanor ayahmu", "aku adalah Duchess Sarlina Leanor, ibumu" bilang lady yang tadi memelukku, "aku Micah Faltore Leanor, kakak pertamamu" bilang laki laki yang ada di samping Duke, "aku Elliot Ace Leanor, kakak keduamu" bilang laki laki yang di samping kakak pertama, dan yang disamping lagi kayaknya anak kembar "aku Kevin Nolen Leanor" "dan aku Bevin Nolen Leanor", "dan kita adalah kakak ketigamu" bilang mereka berdua, "mulai sekarang kamu adalah orang dari keluarga Duke Leanor" bilang Duke Leanor, "berarti saya juga harus mengganti nama belakang saya?" tanyaku, "iya, sekarang namamu Crysantle Estena Leanor, kamu juga tidak perlu menggukanan bahasa sopan" bilang Duke, aku mengangguk tersenyum, "tunggu, ayahanda berarti yang kakak ketiga aku apa Bevin?" tanya kak Kevin, "aku lah" bilang kak Bevin, "enak aja pastinya aku lah" bilang kak Kevin, "astaga kalian berdua ini ya, latihan kalian ditambah 1 jam" bilang Duke Leanor yang sekarang jadi ayahku, "ehh Ayahanda Jangan!" bilang kak Kevin dan kak Bevin, "makanya ngomong hati hati" bilang kak Elliot, "Crysantle, coba panggil ibu" bilang Duchess Leanor yang sekarang jadi ibuku, astaga gimana aku bilang itu secepat ini? "i-ibu" bilangku, "kyaa! Putriku imut sekali!" bilang Duchess Leanor, sambil memelukku, aku memeluknya balik dengan bahagia, "panggil ayah juga" bilang Duke Leanor, "jangan kekanak kanakan, Duke" bilang Duchess Leanor, "a-ayah" bilangku, "astaga!! Crysantleku imut sekali!!" bilang Duke, padahal Duke Leanor terkenal dengan pembunuh darah dingin, bahkan sang kaisar yang teman dekatnya Duke Leanor pun takut dengan Duke, sekarang aku bisa lihat sisi lain Duke Leanor.


"Micah, Elliot, Bevin, sama Kevin, setelah sarapan kalian latihan bersama captain Friz" bilang Duke, "baik, ayahanda" bilang kakak kakak, "Crysantle, ayo kita mandi dan ganti baju" bilang Duchess Leanor, aku mengangguk dan turun dari tempat tidur, "kyaa! Crysyku kecil banget! Habis sarapan jalan jalan sama, ayah ya" bilang Duke, "baik" bilangku tersenyum bahagia, "aduh masalah nih" bilang Duke, "kenapa kok masalah, Duke?" tanya Duchess, "kalo punya anak seimut ini gimana mau ngelatih berperang" bilang Duke, "siapa bilang mau diajarin berperang? nggak boleh! Crysy bolehnya pergi pergi sama ibu ya" bilang Duchess, "iya sayang, jangan marah, tapi kalo diajarin memanah boleh?" bilang Duke, semuanya tepuk jidat, "tetep nggak boleh, ayo Crysy mandi" bilang Duchess, aku dan Duchess jalan ke ruang mandi, "i-ibu, apa benar aku dari keluarga ini?" tanyaku, "iya, Crysy dari keluarga ini kok, kenapa?" tanya Duchess, "tidak apa apa, kenapa ibu tidak menyuruh pelayan saja buat memandikanku?" bilangku "ibu pengen maindiin anak perempuan ibu" bilang Duchess, setelah mandi aku ganti baju dan menuju keruang makan bersama Duchess, "selamat pagi semuanya" bilangku bahagia, "adik perempuanku cantik banget" bilang kak Micah, "dia paling cantik di kerajaan dan kekaisaran" bilang Kak Elliot, "nggak dia paling cantik di dunia" bilang kak Bevin dan Kevin, "iya!" bilang Duke, Duchess ngeligat ke Duke dengan tatapan tajam, "ahh Duchessku juga cantik kok, Crysy duduk di samping ayah" bilang Duke, aku jalan ke sana dan kursinya tinggi juga ya, aku mencoba naik ke kursi itu sendiri tapi tidak bisa, Duke mengangkatku dan aku berhasil duduk dikursi, "haha adikku kecil banget" bilang kak Elliot, pas aku duduk yang kelihatan cuman hidungku ke atas, "hmm kayaknya kita harus beli kursi baru" bilang Duchess, "iya, kepala pelayan ambilkan bantal dan beli kursi baru buat Crysantle" bilang Duke, "baik, tuan" jawab kepala pelayan, setelah itu Duke menaruh bantal di kursiku dan mukaku kelihatan dan aku bisa menaruh tanganku di meja. Setelah itu kita semua makan dan semua kaget karena aku udah bisa table manners, "ahh Crysy udah pinter ya" bilang Duchess, "udah kayak proper lady" bilang kak Micah, setelah sarapan aku jalan jalan di rumah, ya bukan rumah tapi mansion yang besar banget bersama Duke, "Crysy pegang tangan ayah" bilang Duke, aku megang tangan Duke, tangangnya jauh lebih besar dari pada aku, "tangan, ayah besar" bilangku, "nanti tangan Crysy juga bisa kayak ayah" bilang Duke, aku dan Duke jalan jalan dan sampai di halaman latihan, aku melihat kakak kakak yang latihan menggunakan pedang, "Crysy mau lihat kakak kakak latihan?" tanya Duke, "mau!" jawabku senang, "ayo, apa mau ayah gendong?" tanya Duke tersenyum bahagia, "tidak, aku sudah besar" bilangku, "yahh, aku belum sempat gendong putriku dan sekarang putriku sudah besar, hiks" bilang Duke sedih, dipikiranku aku berpikir "lho lho lho, Duke yang terkenal dengan panggilan pembunuh darah dingin jadi kayak gini? Perubahannya terlalu drastis", aku ngelepas tangan Duke dan jalan ke tempat latihan sendiri, "eh Crysy tunggu ayah" bilang Duke, aku berhenti dan kakak kakakku ngelihat aku, "Crysy ngapain di sini?" tanya kak Elliot, "lihat kakak kakak latihan" bilangku, "elliot! Fokus latihan" bilang Duke yang baru jalan di belakangku, "baik ayahanda" jawab kak Elliot,


Setelah itu aku melihat kakak kakak latihan, aku jadi ingat waktu aku masih di kediaman Baron Cassevert, aku sama kakakku Xenion, ya sekarang bukan kakakku lagi sih, aku diajarain gimana cara memakai pedang, "ayah , aku juga mau belajar pedang" bilangku, "putriku! Putriku mau belajar berpedang?!" bilang Duke senang dan mengangkat aku ke udara, "kita ambil pedang kayu dulu aja ya" bilang Duke berbinar, dia menggendong aku ke ruangan yang penuh senjata, aku melihat pedang, panah, tombak, perisai, dan banyak lagi, tapi diantara semua senjata keren itu aku cuman dapat pedang kayu, "ayah, aku mau yang itu aja" bilangku menunjuk ke pedang besar, "nggak boleh, nanti kalo Crysy udah besar boleh" bilang Duke, "aku udah besar, aku udah 8 tahun" bilangku, "nanti kalau udah tambah besar kayak kakak kakak, Crysy boleh pakai pedang yang itu, astaga putriku yang masih kecil ingin memegang pedang sungguhan! Nanti kalo Crysy udah besar mau jadi apa?" bilang Duke, "aku mau jadi kayak, Ayah" bilangku, "hah? Crysy mau bunuh orang, kayak ayah?" tanya Duke, "ayah, pernah bunuh orang?" tanyaku, "ehhh bukan bukan, ayah cuman...emm" bilang Duke, di dalam hati aku bilang "elah bilang aja pernah bunuh orang, udah pada tau semua kali", aku mengalihkan pembicaraan "kakak udah boleh pegang pedang sungguhan, kok aku tidak boleh?" tanyaku, "kakak sudah lebih besar dari Crysy, nanti kalau Crysy udah umur 10 tahun, ayah buatin pedang" bilang Duke, "memangnya umur kakak kakak berapa?" tanyaku, "kalau kak Micah 15, kak Elliot 13, kak Kevin sama kak Bevin 12" bilang Duke, "aku bakalan tumbuh dengan cepat biar bisa menggunakan pedang sungguhan" bilangku semangat, "putriku memang keturunan Leanor!" bilang Duke bahagia. Aku dan Duke jalan kembali ke lapangan, "nah Crysy coba lawan ayah" bilang Duke, "aku bakalan kalah kalau melawan ayah" bilangku, "bukan, coba pukul ayah pakai pedang kayu itu" bilang Duke, "kalau ayah bilang begitu" jawabku, karena tinggiku cuman dibawah ikat pinggang Duke, aku cuman bisa memukul kakinya, karena aku pernah belajar pedang aku sudah bisa mengayunkan dengan bersih dan tidak ada kesalahan, bahkan kata kak Xenion aku sudah bisa gerakan dasar, aku mengayunkan pedang dan mengarahkannya ke kaki Duke, "BUKK!" pedangku mengenai kaki Duke, Duke terlihat terkejut, aku melihat ke atas dan melihat Duke berkaca kaca dan teriak "AKKH!" aku melepaskan pedang kayu dan berkata "apakah sakit, ayah?" tanyaku hawatir tentang kakinya, "aduh! Kakiku sakit, tapi lebih penting dari itu, Putriku bisa mengayunkan pedang dengan bersih!" bilang Duke lalu menggendongku, tiba tiba kakak kakak datang bersama gurunya captain Friz, "tadi suara apa?" tanya kak Elliot, "hmm? Aku mencoba mencoba menggunakan pedang ke ayah" bilangku, "Crysy?!" bilang kak Micah, "mencoba menggunakan pedang?!" bilang kak Elliot, "iya" jawab Duke dingin, dipikiranku "kok tiba tiba jadi dingin sih? Perasaan baru aja berbinar binar kebahagiaan", "salam, yang mulia Duke" bilang Captain Friz, "Friz, lama tidak berjumpa" bilang Duke dingin, "apakah ini putri terakhir anda?" tanya Friz, "iya, beri salam, Crysy" bilang Duke, dia menurunkanku dan aku memberi salam selayaknya Lady, "selamat pagi, saya Crysantle Estena Leanor" bilangku, "selamat pagi, nona Crysantle, saya Friz, captain dari kesatria naga hitam" bilang Captain Friz, "wahh kesatria? Sir Friz hebat dong" bilangku senang, "terima kasih, Nona Crysantle" bilang Sir Friz, "oh ya, Friz, coba kamu nilai cara berpedangnya, Crysy" bilang Duke, "baiklah, Yang mulia Duke, Nona Crysantle mari kesini" bilang Sir Friz, aku mengambil pedang kayuku dan jalan mengikuti Sir Friz. Aku disuruh memukul orang orangan kayu di depanku, aku memgayunkan pedang kayuku dan mengarahkannya ke orang orangan kayu itu, dan hasilnya "KRAKK" suara yang menggema di lapangan, aku balik badan mengarah ke yang lain, "opss pedangku patah" bilangku, semuanya shock dan terdiam, "apa aku buat kesalahan?" tanyaku bingung, "ehem, Duke kayaknya ini betul betul putrimu" bilang Sir Friz, aku lari ke Duke sambil membawa pedang kayu yang terpotong menjadi dua, "ayah, pedangnya patah" bilangku, "ayahanda, sepertinya Crysy harus dijaga dengan baik" bilang kak Micah, "aku juga berpikir yang sama, Micah" bilang Duke, "astaga, adik kecilku kuat banget" bilang kak Elliot mengelus kepalaku, "hihi" tawaku senang.


Tiba tiba ada yang berkata dengan keras "Astaga!", kita semua menengok ke sumber suaranya dan ternyata Duchess Leanor, dia berlari kearahku bersama beberapa kesatria, "astaga, Crysy! Apa kamu terluka? Duke! Kenapa kamu memberi Crysy pedang?!" bilang Duchess marah, "emm" jawab Duke tidak bisa berkata kata, "Crysy, taruh pedangnya" bilang Duchess, aku menaruh pedang kayu yang patah di tanah, "apa tanganmu terluka?" tanya Duchess, "aku tidak apa apa ibu, jangan salahkan ayah, aku hanya ingin mencoba" bilangku, "tau nggak ibunda, tadi ayahanda sampai teriak kesakitan gara gara dipukul, Crysy" bilang kak Bevin, "ya, itu bener, bahkan sekarang kakiku masih sakit, ugh" bilang Duke, "apa kaki ayah tidak apa apa? Apa aku memukul terlalu keras?" tanyaku, "ayah tidak apa apa, cuman tidak menyangka putriku yang kecil ini bisa menggunakan pedang dengan benar" bilang Duke, "Crysy, pukul ayah lagi juga tidak apa apa, biar tau rasanya dipukul putrinya sendiri" bilang Duchess, "sayang, dikau tega" bilang Duke, "iya, daku tega" bilang Duchess, "ehem, sepertinya hari ini kita akan mengumumkan, Crysy ke pada semua orang di kekaisaran" bilang Duke, "iya, tapi Crysy bakalan jadi sasaran" bilang Duchess, "sasaran apa?" tanya Duke, "nanti banyak yang mengirim surat lamaran nikah" bilang Duchess, disaat itu juga aku kaget, "hah?!" bilangku, "iya, bahkan putra kaisar belum memiliki tunangan" bilang Duke, tiba tiba Duke, Duchess, dan kakak kakak melihat ke aku, aku bingung "??", "kita harus menjaga, Crysy kita!" bilang mereka, aku jadi tambah bingung, "Crysy, hari ini kita ke istana kaisar ya" bilang Duke, "istana kaisar?" bilangku, "iya, kita harus memperkenalkanmu ke pergaulan kelas atas" bilang Duchess, "baik" jawabku. Setelah itu aku langsung ganti baju dan berangkat ke istana kaisar, aku, Duke, dan Duchess berada di satu kereta kuda dan kakak kakak di kereta kuda lain, aku nggak nyangka bakalan secepat ini, "ayah, apa aku bakalan dinikahkan?" tanyaku, "tidak akan!" bilang Duke dan Duchess bersamaan, "putriku sangat berharga, jika kamu menikah dengan putra si kaisar, aku tidak akan merestuinya" bilang Duke, "lagian ini juga baru hari pertama kamu bertemu dengan kita semua" bilang Duchess, aku mengangguk, "oh ya, Crysy kamu perlu pengawal, nanti kalau sudah kembali ke rumah, pasukan pasukan kesatria bakalan ayah suruh kumpul" bilang Duke, "harus banget ya?" tanyaku, "harus!" jawab Duke dan Duchess, "Crysy, kamu adalah putri dari Duke Leanor, kamu akan menjadi target para tuan muda dan pangeran" bilang Duchess, "tapi aku masih 8 tahun" bilangku, "anak si kaisar masih seumuran sama kakak kakak, bisa aja dia melamar kamu, ish kenapa juga si kaisar punya anak seumuran" bilang Duke, "Duke, perhatikan kata katamu di depan, Crysy" bilang Duchess, "baik baik, Crysy, setelah ini kamu akan masuk ke istana kaisar dan menghadap kaisar, pastinya juga ada permaisuri dan pangeran pangeran, kamu jangan sampai melihat ke arah pangeran, jangan!" bilang Duke, "baik, ayah, tapi apa kaisar tidak punya putri?" tanyaku, "si kaisar" sebelum Duke selesai berbicara dia dipukul oleh Duchess menggunakan kipas, "kata kata" bilang Duchess, "ehem, kaisar tidak punya putri, jadi mungkin dia akan meminta, Crysy buat duduk bersama kaisar" bilang Duke, "apa boleh?" tanyaku, "boleh saja, tapi pastinya di samping kaisar ada pangeran pangeran" jawab Duke, "aku tidak akan melihat pangeran pangeran itu, ayah, tapi jika pangeran bertanya?" tanyaku, "jawab, tapi singkat" jawab Duke, Duchess memukul Duke dengan kipasnya lagi, "apa kamu ingin purti kita memiliki masa muda yang kelam? Crysy jawab saja para pangeran, tapi kamu juga harus jaga jarak" bilang Duchess, "baik, ibu" bilangku, "ouch why do you have to hit me?" tanya Duke, "because you deserve to" jawab Duchess, "Crysy is in front of us" bilang Duke, "don't be shy, father" bilangku, Duke dan Duchess melihat aku kaget, "hm?" tanyaku, "putri kita bisa bahasa inggris!" bilang Duke dan Duchess serempak, "Duke, kita harus menjaga putri kita" bilang Duchess, "putri kita sangat berbakat! Dia bisa sopan santun dengan sempurna, menggunakan pedang, dan bahasa" bilang Duke, "memang putri kita hebat, ibu terharu" bilang Duchess, "kita harus lebih hati hati sekarang!" bilang Duke, sedangkan di dalam pikiranku "kayaknya ada yang salah deh sama pasangan ini"


Setelah beberapa saat kita sampai di istana kaisar dan disambut banyak kesatria, "wahh besar sekali" bilangku, "Crysy, suka?" tanya Duke, "iya, istananya warnanya putih, cantik warnanya" bilangku, "ayah akan buatkan satu" bilang Duke, saat itu aku tidak bisa berkata apa apa, ya karena Duke Leanor terkenal akan kekayaannya juga, kakak kakak datang menghampiri, "wahh kakak kakak tampan sekali, just like prince from a fairytale" bilangku, kakak kakak shock dengan kata kataku, "jangan bilang, Crysy baru saja bilang bahasa inggris?!" bilang kakak Micah, "iya betul, bahkan kalian nggak bisa menguasainya" bilang Duke, buat kakak kakak rasanya pastinya sakit, "ayo kita masuk, Crysy pengang tangan ibu dan ayah" bilang Duchess, aku mengulurkan tangan dan memegang tangan ayah dan ibuku, my new life starts now. Kita semua masuk dan bertemu dengan kaisar dan di sampingnya ada permaisuri dan 3 pangeran, "Duke, lama tidak bertemu" bilang kaisar, "lama tidak bertemu juga, Kaisar" bilang Duke dingin, "jangan dingin dingin lah, aku baru mendapat suratnya, kamu ngasihnya juga mendadak, jadi kamu kesini ngapa?" tanya Kaisar, "aku kesini mau ngenalin ke kaisar" Duke menariku ke depan, "ini putri terakhirku" bilang Duke, "salam hormat, yang mulia kaisar, permaisuri, dan pangeran pangeran, perkenalkan nama saya Cresantle Estena Leanor" bilangku dan memberi salam, "astaga, Duke! Jangan bilang ini putri terakhirmu yang kamu nggak bolehin keluar rumah?" tanya permaisuri, "ehh?" bilangku pelan, "haha iya, dia terlalu berharga untuk dilihatkan keorang lain" bilang Duke, di dalem hati aku bilang "wait, whaat?! Nggak bolehin keluar rumah? Kalau itu betulan terjadi ke aku, aku bakalan mati kebosanan", "Crysantle, ya? Coba kesini sebentar" bilang kaisar, aku jalan ke arah kaisar dan tiba tiba aku langsung di peluk, "woah" bilangku kaget, "aku tidak menyangka, Duke Leanor punya putri semanis ini, coba Crysantle, mana yang paling tampan dari 3 laki laki muda disamping kamu sekarang?" bilang kaisar, dan 3 laki laki muda di sampingku sekarang adalah para pangeran, "kaisar, jangan harap aku bakalan jodohin Crysantle ke pangeran" bilang Duke sedikit marah, "ayo, Crysantle coba jawab" bilang kaisar, "semua laki laki itu tampan, apa mungkin ada laki laki cantik?" tanyaku, "Duke, kamu mulai ngajarin dia umur berapa sih? Kata katanya sangat bijakasana" bilang permaisuri, "ya...dia belajar sendiri, hari ini aku berharap bisa memperkenalkan puriku ke seluruh kekaisaran" bilang Duke, "ohh belum diumumkan? Bagaimana putri seimut ini nggak kamu kenalin dari awal? Kamu pelit juga ya, Duke, baiklah sementara aku, permaisuri, Duke, dan Duchess membuat surat pernyataan, anak anak bisa main di taman" bilang kaisar, "baiklah, kaisar" bilang Duke dan Duchess, "Crysantle suka bunga?" tanya kaisar, "suka" jawabku tersenyum riang, "awww, kenapa anak secantik dan seimut kamu lahir di kuarga Leanor?! Ehem, pangeran Glen, Helton, dan Ackley akan mengantar kamu ke taman penuh bunga" bilang Kaisar. Setelah berpisah dengan Kaisar, permaisuri, Duke, dan Duchess, aku, para pangeran, dan kakak kakakku, jalan ke taman, sesampainya di taman aku langsung lari melihat bunga, "Crysy jangan lari lari nanti kamu jatuh" bilang kak Micah, kakak kakakku memang sudah berteman dekat dengan para pangeran, kakakku Micah seumuran dengan pangeran pertama Glen, kakakku Elliot semumuran dengan pangeran kedua Helton, dan kakakku Kevin dan Bevin seumuran dengan pangeran ketiga Ackley, cuman aku yang tidak punya teman seumuran.


Kak Micah menggendongku, "para pangeran katanya mau kenalan sama kamu" bilang kak Micah, "selamat pagi, saya pangeran pertama, Glen Clé Clarasis" bilang pangeran Glen, "saya pangeran kedua, Heltonia passerelle vers Clarasis" bilang pangeran Helton, "saya pengeran ketiga, Ackley lumière Clarasis" bilang pangeran Ackley, aku turun dari gendongan kakakku, "selamat pagi, pangeran pangeran, saya Crysantle Estena Leanor, senang bertemu pangeran pangeran sekalian" bilangku dan memberi salam, "Ell, ternyata adikmu lebih punya sopan santun daripada kamu deh" bilang pangeran Helton, "aku juga punya sopan santu ya" bilang kak Elliot, "kita nggak perlu pakai bahasa sopan di sini" bilang pangeran Glen, "bilang aja, kak Glen males pakai sopan santun" bilang kak Bevin, "enak aja nggak ya, sini kamu!" bilang pangeran Glen, "tapi kamu juga harus jaga sopan santun di depan, perempuan" bilang kak Micah, "hehe, Crysy, ah bukan nona Crysantle" bilang pangeran Glen, "panggil Crysy saja" bilangku, tiba tiba kakak kakakku kaget dan berkata, "Crysy?! Kamu bolehin orang yang nggak kamu kenal manggil nama panggilanmu?", "apa ada masalah, kak?" tanyaku, "iya, apa ada masalah?" tanya pangeran Ackley, aku bisa lihat muka kakak kakakku mulai marah, sebelum mereka marah harus mengubah subjek obrolan, "oh ya nama tengah pangeran pangeran diambil dari bahasa perancis kan?" tanyaku, para pangeran dan kakakku shock melihat aku, "arti nama pangeran pertama adalah Glen kunci Clarasis, pangeran kedua adalah Heltonia gerbang menuju Clarasis, dan pangeran ketiga Ackley cahaya Clarasis, Clarasis nama kekaisaran ini kan?" bilangku, semuanya diam sejenak, "kayaknya adikmu lebih pintar dari pada kamu deh, Mic" bilang pangeran Glen, "aku juga baru tau kalau adikku menguasai bahasa Perancis" bilang kak Micah, "aku aja yang punya nama nggak tau kalau namaku ada artinya" bilang pangeran Ackley, "sama" bilang pangeran Helton, setelah itu kita bermain main di taman, membuat flower crown, minum teh, dan juga sedikit latihan pedang, "heh kita lama nggak latihan bedang bareng nih, latihan gimana?" tanya pangeran Helton, "aku tadi pagi baru aja latihan, apa kamu mau menyiksa aku?" tanya kak Elliot, "tapi kita terselamatkan karena Crysy dateng" bilang kak Kevin, "memangnya ada hubungannya?" tanyaku, "ada, tadi kamu juga di tes Capitain Friz, dia juga kaget dengan hasilnya" bilang kak Bevin, "Crysy lulus di tes sama Captain Friz!" bilang semua pangeran, "apa para pangeran tau Sir Friz?" tanyaku, "tau, dia adalah guru paling sadis" bilang pangeran Glen, "hm? Nggak tuh, Sir Friz baik" bilangku, "adikmu ini sehebat apa sih? Sampe sampenya bisa menaklukan Captain Friz" bilang pangeran Ackley, "nggak tau, ya" jawab kak Micah.


Setelah makan siang selesai aku dan keluargaku kembali ke kediaman Duke, tapi sebelum kembali aku diberi sekeranjang puding, "wah terima kasih, yang mulia kaisar, saya akan memakannya dengan senang hati" bilangku, dan selama perjalanan aku memakan puding hingga Duchess hawatir, "Crysy, udah ya pudingnya, nanti kamu sakit perut" bilang Duchess, "iya, nanti kalau Crysy sakit ayah sedih lho" bilang Duke, "baiklah" bilangku, aku berhenti memakan puding dan melihat pemandangan di luar, "apa Crysy suka sama para pangeran?" tanya Duchess, "iya" jawabku, "hah!" bilang Duke kaget, "mereka baik" bilangku, "ohh aman aman" bilang Duke. Sesampainya di kediaman Duke aku istirahat dikamarku yang baru, aku keluar ke balkon, di dalam hati aku berkata "perasaan baru tadi pagi aku sampai di tempat ini dan sekarang aku sudah memanggilnya rumah, dan juga keluarga baru aku ngerasa langsung dekat dengan mereka, walaupun aku masih kerasa bingung, tapi apa aku benar benar anak dari keluarga ini?", tiba tiba pintu kamarku terbuka dan Duke Leanor masuk, "ada apa ayah?" tanyaku, "kyaaa! Putriku imut sekali!" bilang Duke dan lari kearahku lalu menggendongku, "hihi" tawaku riang, "ayah, kok dihalaman ramai banget sih?" tanyaku, "mereka adalah kesatria naga hitam, kesatria serigala putih, dan kesatria singa emas, mereka akan menjadi pengawalmu" bilang Duke, "sebanyak itu?!" tanyaku, "ya, kalo Crysy mau semua juga boleh" bilang Duke, "tidak, satu atau dua sudah cukup" bilangku, "ayo kita sambut mereka" bilang Duke, aku turun dari gendongan Duke dan jalan bergandeng tangan ke halaman yang penuh dengan kesatria. Sesampainya di halaman semua kesatria menyambut dengan hormat, "selamat siang, yang mulia Duke Leanor" setelah itu ada 3 orang yang berdiri didepan masing masing pasukan kesatria, sepertinya itu captainnya, 3 orang itu jalan ke arah aku dan Duke, "salam yang mulia Duke" bilang 3 orang itu, "Crysy, ini Captain dari masing masing regu" bilang Duke, "saya Friz dari regu naga hitam" bilang Sir Friz, dan yang di sebelahnya "saya Leo dari regu singa emas", dan di sebelahnya lagi "saya Ricardo dari regu serigala putih", "nah Crysy coba kasih salam" bilang Duke, "salam para Captain, saya Crysantle estena Leanor, mohon bantuannya" bilangku, "mohon bantuannya juga nona" bilang 3 captain itu, "hari ini saya mengumpulkan kalian disini karena, putriku Crysantle membutuhkan pengawal, saya harap kalian bersedia melakukan pekerjaan ini" bilang Duke, "itu adalah kehormatan untuk kami, yang mulia Duke Leanor" bilang semua kesatria, Duke ingin berkata sesuatu tapi diganggu oleh kepala pelayan, "maaf Duke tapi ada dokumen yang perlu anda baca dan tanda tangani" bilang kepala pelayan, "apa tidak bisa di undur?" bilang Duke, "seharusnya ada dokumen yang perlu dikirim tadi pagi, tapi karena Duke terlalu bersemangat bertemu nona-" kata kata kepala pelayan dipotong oleh Duke "iyaya, aku akan keruang kerjaku, Crysy ayah nggak bisa nemenin, jadi ditemenin sama kakak kakak kesatria" bilang Duke, "iya, selamat bekerja ayah" bilangku dan melambaikan tangan. 3 captain dari masing masing pasukan sedang berkumpul dan aku melihat mereka sedang bermain batu, gunting, kartas aku berpikir "buat apa ya?", tiba tiba 3 orang itu bubar, dan Sir Leo jalan ke aku, "selamat pagi, Nona Crysantle" bilang Sir Leo, "selamat pagi Juga, Sir Leo" bilang tersenyum, "apa nona keberatan jika saya memiliki satu permintaan?" Tanya Sir Leo, "apa permintaan, Sir Leo?" tanyaku, "apa boleh saya menggendong, Nona?" tanya Sir Leo, pertama aku berpikir malu juga sih kalau di gendong, tapi kalau nggak di gendong aku nggak bisa lihat muka para kesatria, "boleh, Sir Leo" bilangku, Sir Leo langsung berbinar binar kesenangan, aku diangkat oleh Sir Leo dan diperkenalkan ke pasukan singa emas,


"Pasukan singa emas, rapikan barisan!" bilang Sir Leo, dan barisan semua lurus rapi tidak ada yang bengkong, "apa aku boleh beri salam?" tanyaku, "silahkan nona" bilang Sir Leo, "hai semuanya, aku Crysantle Estena Leanor, senang bertemu kalian semua" bilangku sambil melambaikan tangan, "aww Nona lucu sekali", "kehormatan kita untuk melayani nona", bilang para pasukan, "dipasukan sing emas ada berapa orang?" Tanyaku, "sekitar 500 orang, tapi itu hanya yang berada di sini, kalau total seluruh pasukan singa emas ada sekitar 5.000 orang" bilang Sir Leo, "ha? Beneran Sir leo? Jadi kalau semua regu pasukan di kumpulan menjadi satu totalnya banyak banget dong?" tanyaku, "sekitar 20.000 orang, tapi itu baru 3 pasukan yang dikumpulkan di sini, Duke Leanor memiliki banyak pasukan lain" bilang Sir Leo, "wahh! Hebat!" bilangku, "apa boleh aku berbicara dengan para kesatria?" tanyaku, "silahkan, nona, saya kenalkan 3 orang terhebat di pasukan singa emas" bilang Sir Leo, Sir Leo jalan ke arah barisan pertama, "ini peringkat ke-3, Sir Leomord, dia sebenernya kembaran saya" bilang Sir Leo, "Wahh kayak kakak, Crysy, kak Kevin sama kak Bevin, hai Sir Leomord!" bilangku senang, "selamat siang, Nona Crysantle" bilang Sir Leomord, "selanjutnya peringkat ke-2, Sir Kelse" bilang Sir Leo, "senang bertemu anda Sir Kelse" bilangku, Sir Kelse melambai dan agak menunduk untuk melihatku "hai Nona" bilang Sir Kelse, "selanjutnya peringkat ke-1, Sir Jayden" bilang Sir Leo, Sir jayden memiliki mata berwarna biru gelap dan rambut berwarna hitam pekat, "wahh, Sir Jayden tampan" bilangku, "terima kasih atas pujiannya, nona Crysantle" bilang Sir Jayden, "saya tidak di bilang tampan?" tanya Sir Kelse yang ada di samping Sir Jayden, "jaga sikapmu, Kelse" bilang Sir Leo, "Sir Kelse juga tampan, Sir Leo sama Sir Leomord juga tampan" bilangku, "nona bisa saja" bilang Sir Leo, karena pasukan Naga hitam dan pasukan serigala putih sedang ada tugas jadi hanya tertinggal pasukan singa emas di halaman, tapi mereka bakalan kembali nanti, aku turun dari gendongan Sir Leo dan bermain bersama kesatria yang lain, "Sir Jayden, apa boleh pinjam pedang sebentar?" tanyaku, "buat apa nona? Berbahaya lho" bilang Sir Leo, "aku pengen lihat" bilangku, Sir Jayden diam aja tapi mengeluarkan pedangnya dan menaruhnya di sampingku, bahkan tinggi pedangnya hampir seaku, "wahh besar banget, apa boleh pegang?" Tanyaku, "silahkan, tapi hati hati nona" bilang Sir Jayden, aku mencoba mencabutnya dari tanah dan behasil mengangkatnya dengan tegak, "wahh, nona kuat ya" bilang Sir Kelse, "aku sudah pegang pedang waktu umur 6" bilangku, ya karena aku minta diajarain sama kak Xenion, "apa?! Nona pegang pedang waktu umur 6? Biasanya perempuan nggak mau pegang pedang waktu masih kecil" bilang Sir Kelse, "nona memang hebat" bilang Sir Leo, aku mengayunkan pedang beberapa kali, "ternyata pedang perang sungguhan nggak seberat yang aku kira" bilangku, "nona?! Apa nona pernah belajar pedang?!" tanya Sir Leo, Leomord, Kelse, dan Jayden kaget, "emm aku pernah belajar pedang sebentar, shht jangan kasih tau ayah apa ibu ya, nanti mereka marah, ya lebih tepatnya sih ibu" bilangku,


setelah beberapa saat gantian dengan pasukan naga hitam, "hai Sir Friz, kita bertemu lagi" bilangku, "selamat sore nona" bilang Sir Friz, "Oh sudah sore ya? Kok nggak kerasa" bilangku, "pastinya nona tau pasukan naga hitam" bilangku, "iya, apa Sir Friz tidak kesusahan saat melatih semua kesatria? Banyak banget orangnya" bilangku, "ya...lumayan susah, tapi nona mari saya kenalkan 3 peringkat teratas, peringkat ke-3 Sir Cleis" bilang Sir Friz, "selama sore nona" bilang Sir Cleis, "wah rambut Sir Cleis warna putih, cantik" bilangku, Sir Cleis terlihat kaget dan berkata "terima kasih atas pujiannya nona", "selanjutnya peringkat ke-2, Sir Hildegard" bilang Sir Friz, "wahh senang bertemu, Nona Crysantle, saya Sir Hildegard" bilang Sir Heldigard, "senang beremu, Sir Hildegard juga" bilangku, "dan peringkat pertama adalah Sir Ace, juga dikenal mesin pembunuh" bilang Sir Friz, "wahh pasti Sir Ace pintar menggunakan pedang" bilangku, "iya" jawab Sir Ace singkat, di dalem hati "pendiem juga nih", "Sir Ace, kapan kapan ajarin, Crysy cara berpedang ya" bilangku imut, kesatria yang lain tetsenyum dan Sir Ace jongkok untuk melihatku, "Sir Ace, pastinya kaget, nona Crysantle bilang kayak gitu, tapi memang nona Crysantle sudah bisa mengendalikan pedang dan bisa mengayunkan dengan bersih" bilang Sir Friz, Sir Ace menepuk kepalaku, "kehormatan untuk saya, nona Crysantle" bilang Sir Ace, aku melihat mata Sir Ace dan matanya berwarna merah darah, "wah warna mata Sir Ace merah" bilangku, Sir Ace langsung menutupi matanya, "kenapa ditutupin? cantik kok" bilangku, Sir Ace terlihat kaget lagi, "this kid is full of surprises" bilang Sir Ace, "because i am" jawabku, semua kesatria melihat aku shock, bahkan Sir Friz juga, "i can speak English and France, so don't underestimate me" bilangku, "we wont" bilang para kesatria, setelah itu kita bermain main, "Ace, tau nggak tadi, Crysy matahin pedang kayu lho" bilang Sir Friz, "ehh? Beneran? Dia anak perempuan" bilang Sir Ace tidak parcaya, "bahkan Duke kesakitan gara gara dipukul pakai pedang kayu" bilang Sir Friz, "aku sudah merasa, nona Crysantle punya insting sendiri" bilang Sir Ace, "Sir Ace, apa aku boleh pinjam pedang Sir Ace?" tanyaku, Sir Ace dan Friz Terlihat kaget dengan kata kataku, bahkan kestria lain berkata "Nona, jangan itu berbahaya", tapi Sir Ace memberikan pedangnya dan aku menerimanya, aku mengangkatnya dengan mudah, tapi nggak tau ngapa pedangnya lebih berat dari pedangnya Sir Jayden, "kok pedang Sir Ace lebih berat dari pedang Sir Jayden?" tanyaku, "padang Sir Jayden?!" bilang Sir Friz kaget, "still full of surpriseses don't you" bilang Sir Ace, aku mengayunkannya, "ehh hati hati" bilang Sir Ace, aku jadinya main pedang pedangan bareng kesatria lain.


Dan pasukan terakhir adalah pasukan serigala putih, "senang bertemu anda, nona Crysantle" bilang Sir Ricardo, "senang bertemu anda juga, Sir Ricardo" bilangku, "mari saya perkenalkan ke 3 peringkat teratas, peringkat ke-3 adalah Miss lily" bilang Sir Ricardo, "wahh ada kesatria perempuan ya? diperingkat ke-3 berarti kuat banget dong" bilangku, "terima kasih atas pujiannya, Nona" bilang Miss Lily, "selanjutnya peringkat ke-2 adalah Sir Lucas" bilang Sir Ricardo, "sore, Sir Lucas" bilangku, "sore, juga Nona Crysantle" bilang Sir Lucas, "dan peringkat pertama adalah Sir Mark, dia tidak bisa bahasa indonesia, jadi jika ada yang ingin putri katakan, katakan kepada saya dan akan saya sampaikan" bilang Sir Ricardo, "Sir Mark, bisa bahasa apa?" tanyaku, "bahasa Prancis" jawab Sir Ricardo, di dalam hati aku berkata "sorry tapi aku bisa bahasa perancis", "*bonjour, rafi de vous rencontrer, monsieur Mark"  bilangku, (*salam, senang bertemu dengan anda Sir Mark), Sir Mark terlihat kaget, "*oh! Rafi de vous rencontrer aussi, mademoiselle Crysantle"  jawab Sir Mark, (*oh! Senang bertemu anda juga, nona Crysantle). Semuanya melihat aku, sebelum ada kegaduhan aku mengubah subjek obrolan, "oh ya, Sir Ricardo, apa seragam kesatria dibedakan melalui regu pasukan?" tanyaku, "iya, betul seperti yang nona lihat, pasukan singa emas seragamnya berwarna emas dan putih, pasukan naga hitam berwarna hitam, dan pasukan serigala putih berwarna putih" bilangku, "yang paling kuat pasukan mana?" tanyaku, "semua pasukan kuat dibandingkan pasukan lain, tapi yang paling kuat adalah pasukan serigala putih, ya lebih tepatnya reguku" bilang Sir Ricardo, "hmm, apa diregu ini ada orang lain yang tidak bisa menggunakan bahasa indonesia?" tanyaku, "selain Sir mark ada, dia Sir Bleu" bilang Sir Ricardo, "sepertinya dia menggunakan bahasa perancis juga" bilangku, "iya, bagaimana, nona tau?" tanya Sir Ricardo, "karena Bleu adalah biru dalam bahasa perancis" bilangku, setelah itu kita bermain main lagi, karena ada Sir Mark dan Sir Bleu aku bisa melatih bahasa perancisku, "*Sir Mark, puis-je emprunter une épée?"  tanyaku, (* Sir Mark, Boleh pinjam pedang ?), "*pour quoi ? Dangeroux, mademoiselle" jawab Sir Mark, (*buat apa ?  Berbahaya nona), "*je sais, puis-je ?  s'il te plait" bilangku, (*aku tau, boleh ya? Please), "*d'accord, faites attention à l'utiliser, mademoiselle" bilang Sir Mark, (*baiklah, hati hati menggunakannya, nona), Sir Mark memberikan pedangnya, "*merci!" bilangku, (*terima kasih), aku mencoba mengangkatnya dan pedangnya tambah berat lagi, "woah berat juga ya, lebih berat dari Sir Leo sama Sir Jayden" bilangku, "nona pegang pedangnya Sir Jayden?" tanya miss Lily, "iya, kenapa memangnya?" tanyaku, "biasanya, Sir Jayden tidak memperbolehkan orang mendekati dia, bahkan saya juga tidak boleh" bilang Miss Lily, "ohh, tapi dia tadi baik" bilangku, "heh, Ly, kayaknya Jayden akhirnya bisa ditaklukan" bilang Sir Lucas, "iya, si es batu akhirnya meleleh" bilang Miss lily, "tapi, nona apa nggak bahaya memegang pedang?" tanya Sir Lucas, "aku bisa menggunakan pedang, tapi sedikit" bilangku, "wahh nona hebat" bilang Sir Lucas, "nanti kalau aku sudah besar, aku mau jadi kayak ayah" bilangku, semuanya diem, ya karena semuanya tau ayahku, Duke Leanor adalah pembunuh yang tidak pernah memberi ampun, "tapi aku juga mau jadi kayak, miss lily" bilangku, tiba tiba ada pelayan datang ke aku dan membawa 2 buah puding, "nona, Duchess bilang makan ini dulu, nanti kurangan tenaga" bilang pelayan itu, aku mengambil puding itu, "baiklah, kamu boleh kembali" bilangku, aku memberikan pedang Sir Mark kembali dan duduk di pinggir halaman yang dipenuhi rumput hijau dan memakan puding, "nona, imut sekali saat memakan puding" bilang Sir Lucas, "pengen aku cubit pipinya" bilang Miss lily, "*si mignon!" bilang Sir Bleu (*imut banget), Sir Lucas, Sir Dicardo, dan Miss lily duduk di sampingku, dan yang lain memperhatikan aku "Oh ya nona, nona bilang nona bisa menggunakan pedang" bilang Sir Lucas, "bisa, tadi pagi aku tidak sengaja mematahkan pedang kayu" bilangku sambil menyendok puding, semua orang membuka mulut lebar, "apa kalian juga mau puding juga?" tanyaku, setelah itu kita berbincang, sayangnya waktu sudah habis dan Ayah menjemputku, "ayah!" bilangku senang, aku lari ke Duke dan memeluknya, "apa Crysy suka bermain dengan para kesatria?" tanya Duke, "iya, semuanya baik, ada yang perempuan juga" bilangku, "ah yang mulia Duke" bilang Sir Ricardo, "Ricardo, gimana menurutmu putriku?" tanya Duke, "putrimu sangat berbakat, katanya dia mematahkan pedang kayu pagi tadi, dia juga fasih bahasa perancis" bilang Sir Ricardo, "iya, putriku memang berbakat, Bahkan aku aja nggak bisa bahasa perancis" bilang Duke, "anda kalah dengan anak anda sendiri, Duke" bilang Sir Ricardo, setelah itu aku memberi salam perpisahan dan masuk ke rumah.


"apa Crysy senang bermain dengan para kesatria?" tanya Duchess, "iya, para kesatria baik, ada yang perempuan juga, tapi ayah, kenapa pedang para kesatria berbeda beda? Ada yang lebih berat dari yang lain" bilangku, "kok Crysy bisa tau? Jangan jangan para kesatria memberikan pedang ke kamu?!" bilang Duke, "aku meminjamnya" bilangku, "haha Crysy memang anak keturunanku" bilang Duke, "tapi Crysy nggak takut sama pedang?" tanya Duchess, "tidak, oh ya kakak kakak ada di mana?" tanyaku, "mereka baru belajar" bilang Duchess, "tumben mereka belajar, megang buku aja nggak pernah" bilang Duke, "ayo Crysy mandi dulu, terus makan malam" bilang Duchess, "baik" bilangku, "aku juga ikut" bilang Duke, "nggak boleh!" bilang Duchess, "please!" bilang Duke menggunakan mata memohon, "ayah, tidak boleh, itu tidak sopan" bilangku, "Tuh bahkan putri kita lebih tau sopan santun" bilang Duchess. Setelah itu aku madi dan ganti baju, aku istirahat sejenak di kamarku dan Duchess masuk bersama 3 pelayan, "Crysy, ini Nanny yang akan mengurusmu, dan 2 pelayanmu" bilang Duchess, "selamat sore, nona, saya pegurus nona sekarang, panggil saya nanny" bilang nanny, "saya Audrey pelayan nona" bilang Audrey, "saya Nina pelayan nona" bilang Nina, "kita mohon bantuannya", "saya juga mohon bantuannya" bilangku, "tolong siapkan Crysy buat makan malam" bilang Duchess, "baik, nyonya" bilang 3 pelayan itu, "mari kita bersiap nona" bilang Audrey, "baik" bilangku, "nona, tidak perlu menggunakan bahasa sopan kepada pelayan" bilang Nina, "oke, kalian juga boleh memulai pembicaraan" bilangku, "baiklah nona!" bilang Audrey senang, aku ganti baju dan jalan ke ruang makan, kakak kakak sudah duduk di kursinya, ada kursi baru sepertinya itu kursiku, "itu kursi baru Nona, silahkan duduk" bilang kepala pengurus rumah, aku kesana dan duduk, disampingku ada kak Elliot yang terlihat kelelahan, "kakak habis belajar ya?" tanyaku, "iya, capek banget" bilang kak Elliot, "Kakak kakak, tadi belajar apa aja?" tanyaku, "bahasa inggris" bilang mereka semua lemas, "ohh ya? Semangat belajar ya kak" bilangku, setelah itu Duke dan Duchess masuk dan duduk, "apa kursinya nyaman, Crysy?" tanya Duke, "nyaman" jawabku, Setelah itu kita makan dengan tenang. Setelah makan malam aku ganti ke baju tidur dan tidur dengan nyenyak.