The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
New life



Keesokan harinya aku bangun dan Nanny, Audrey, dan Nina sudah siap, "pagi, Nanny, Audrey, dan Nina" bilangku, "pagi juga nona" bilang Audrey, setelah itu aku mandi dan bersiap untuk sarapan. Saat aku masuk ruang makan hanya Duke yang sedang membaca beberapa dokumen, "pagi ayah" bilangku, "pagi, Crysy" bilang Duke, aku duduk di kursiku dan melihat sedikit dokumen, aku melihat nama Sir Jayden, "itu dokumen apa ayah?" tanyaku, "dokumen orang yang lulus buat jadi pengawal, Crysy" bilang Duke, "apa aku boleh lihat?" tanyaku, Duke memberikan kertasnya dan aku menerimanya, ternyata ada 2 lembar kertas, "apa semua ini pengawalku?" tanyaku, "iya" bilang Duke, "tapi satu atau dua sudah cukup ini bahkan puluhan" bilangku, "lebih tepatnya ratusan, tapi itu dibagi menjadi beberapa bagian, pengawal yang ada di samping Crysy, pengawal yang berjarak 5 meter, pengawal rahasia, pengawal under cover, pengawal saat perjalanan jauh, pengawal luar kamar, pengawal saat ada pesta atau undangan, dan banyak lagi" bilang Duke, "apa itu tidak berlebihan?" tanyaku, "tidak ada kata berlebihan buat Crysy, kalau Crysy lihat yang lulus jadi pengawal disamping Crysy ada Sir Jayden, Sir Cleis, Miss lily, Sir Mark, dan Sir Ace, 5 kesatria itu akan selalu mengikuti Crysy" bilang Duke, "lima? Apa nggak terlalu menarik perhatian?" tanyaku, "tidak masalah, hari ini mereka akan langsung bertugas, setelah sarapan temui para kesatria di halaman belakang" bilang Duke, "terima kasih ayah" bilangku, "aww, keselamatan putriku adalah tanggung jawab ayah" bilang Duke, setelah itu Duchess dan kakak kakak datang, "Crysy, baca apa?" tanya kak Kevin, "daftar pengawal" bilangku, "pengawal? Sebanyak itu?" tanya kak Bevin, "ayah yang ngasih Crysy kertasnya" bilangku, kak Elliot dan kak Micah berdiri di belakang kursiku dan melihat daftar kesatria yang aku pegang, "pengawal yang berjarak 5 meter?" bilang kak Elliot, "pengawal under cover?" tanya kak Micah, "Duke, apa harus sebanyak itu?" tanya Duchess, "bayak sekali kesatria yang lulus tes, baru kali ini banyak sekali yang lulus dari tes, pertama aku juga mengira cuman 10 orang yang bisa lulus, tapi hasilnya sampai ratusan" bilang Duke, "tapi berjaga jaga lebih baik dari tidak berjaga" bilang Duchess, semuanya duduk di tempat masing masing dan makan sarapan, saat selesai makan Duchess berkata "nanti siang, Crysy jalan jalan beli baju baru bareng ibu ya", "baik, ibu" jawabku, saat sarapan selesai "Micah, antar Crysy ke halaman belakang" bilang Duke, "baik, ayahanda" jawab kak Micah, aku keluar ruangan dan jalan bersama kak Micah ke halaman belakang, "kenapa ke halaman belakang?" tanya kak Micah, "kayanya mau bertemu dengan pengawal baru, Crysy" bilangku, "ohh, tapi pengawal yang mana? Di daftar yang ada di tanganmu banyak banget pengawalnya" bilang kak Micah, "kata ayah, pengawal yang akan selalu mengikuti, tapi aku nggak tau maksud ayah" bilangku, "pengawal yang selalu mengikuti adalah pengawal yang selalu ada di sampingmu kapan aja dimana aja" bilang kak Micah, "kapan saja dimana saja? Berarti kalau Crysy tidur?" tanyaku, "nggak, kalau pas Crysy tidur ada pengawal lain yang menjaga di depan pintu kamar" bilang kak Micah, "ohh, perasaan banyak banget deh pengawalku" bilangku sambil melihat daftar pengawal yang ada di tanganku, "bisa dibilang, pengawalku aja cuman 1" bilang kak Micah, kita sampai di depan pintu, "kakak masih ada latihan pagi, jadi nggak bisa nemenin, kakak latihan dulu ya" bilang kak Micah melambaikan tangan dan pergi, aku membuka pintu dengan sekuat tenaga, karena pintunya terbuat dari kayu yang berat, aku berhasil membuka sedikit pintunya, "ughh! Ini pintu apa sih?!" bilangku kesusahan membuka pintu, tiba tiba pintunya kebuka sendiri dan aku hampir jatuh, "woah!" bilangku kaget, tapi ada tangan yang menangkapku, dan aku melihat siapa yang mengkapku ternyata Sir Jayden, "opss! maafkan saya nona" bilang Sir Clais yang membuka pintu, "tidak apa apa" bilangku, aku berdiri tegak lagi, "itu apa yang ada di tangan nona?" tanya sir Jayden, "ini? Ini daftar pengawal, Crysy" bilangku, "sebanyak itu?!" bilang Sir Clais kaget, "iya, sebenyak itu" bilangku, "boleh pinjam sebentar, nona?" tanya Sir Jayden, aku memberikan kertasnya, "eh ternyata 2 lembar, pangawal under cover? pengawal jarak 5 meter?" bilang Sir Jayden, "Crysy, juga bingung, apa nggak berlebihan?" bilangku, tiba tiba ada yang berkata "kalian lama banget ngapain sih?!", kita bertiga balik badan dan melihat Sir Ace, "ohh ada nona?" bilang sir Ace, "itu kenapa kita lama" bilang sir Cleis, setelah itu kita jalan ke halaman belakang dan ada Miss lily dan Sir Mark, aku melambaikan tangan dan mereka melambai kembali, "Miss lily juga lulus? Padahal sepertinya tesnya susah, pastinya Miss lily hebat" bilangku, "terima kasih, atas pujiannya nona, panggil saya Lily saja" bilang Lily, "baik, Lily" bilangku, "bonjour, Monsieur Mark" bilangku, "bonjour, mademoiselle Crysantle, ehem i can speak english to" say Sir Mark, "ohh good than, now everybody can understand what we were saying" bilangku, "i understand, French though, Miss Crysantle say hi mister Mark, dan Mark say Hi Miss Crysantle" bilang Sir Cleis, "*comprenez-vous ce que je dis en ce moment?" tanyaku, (*apa kamu mengerti apa yang aku katakan sekarang?), "emm...the weather is...really nice?" bilang Sir Cleis bingung, aku dan Sir Mark tertawa "hahahaha", "what so funny?" tanya Sir Cleis, "kayaknya kamu jangan sok tau deh, Cleis" bilang Lily, "emang kamu tau?" tanya Sir Cleis, "nggak, tapi kan aku memang nggak bisa bahasa perancis" bilang Lily, "what is the meaning of the word though?" tanya Sir Ace, "the meaning is, do you understand what am i saying right now?" bilang Sir Mark, "ohhh, than no" bilang sir Cleis. Setelah itu aku mengobol dengan pengawal pengawalku, hingga siang hari Duchess datang, "Crysy, ayo berangkat" bilang Duchess, "ohh iya, aku harus pergi jalan jalan bersama, ibu" bilangku, "kita akan mengikuti nona, menggunakan kuda" bilang Sir Jayden, "baiklah, sampai bertemu nanti" bilangku dan melambaikan tangan dan mereka melambai kembali.


Aku dan Duchess menaiki kereta kuda dan berangkat menuju pusat kota di Duchy Leanor. Sesampainya di pusat kota, semua orang melihat kita karena bayak sekali pengawal di luar kereta kuda, "Crysy, ayo turun, kita sudah sampai" bilang Duchess, aku mengangguk dan turun dari kereta kuda, aku melihat sekeliling semua orang terlihat senang, gembira, dan tentram, "ayo, Crysy, kita beli baju!" bilang Duchess senang, kita masuk kesebuah toko baju, "selamat siang, Duchess Leanor, apa ada yang bisa saya bantu?" bilang pemilik toko, "tolong ukur badan, Crysantle dan buatkan setiap model dress yang ada" bilang Duchess, "haaa? Apa itu tidak berlebihan, ibu?" tanyaku, "tidak ada kata berlebihan untuk, putriku" bilang Duchess, "tadi ayah juga bilang gitu" bilangku, "baik, Duchess" bilang pemilik toko, setelah itu aku diukur dan memilih warna yang disukai dan tidak disukai, "nona Crysantle, pilih warna yang anda sukai" bilang pemilik toko dan memberi buku yang berisi banyak warna, dan aku menunjuk "putih, hitam, merah, biru, abu abu, dan emas" bilangku, "baik, nona Crysantle" bilang pemilik toko dan menulis ke buku catatannya, "Crysy, nggak milih warna pink apa kuning?" tanya Duchess, "Crysy, tidak begitu menyukai warna Pink" bilangku, "baiklah, nanti kalau baju bajunya sudah selesai dibuat, kirim surat ke kediaman Duke Leanor dan akan saya utus orang untuk mengambil" bilang Duchess, "baik, Duchess Leanor" bilang pemilik toko, setelah itu kita keluar dari toko itu dan masuk ke toko sebelahnya yaitu toko pita, "selamat datang, Duchess Leanor" bilang semua pegawai di toko, "tolong berikan semua warna dan jenis pita yang ada di sini" bilang Duchess, kali ini aku masih sedikit kaget, tapi mungkin aku akan terbiasa...mungkin? Semua pegawai langsung menyiapkan pesanan Duchess, setelah beberapa saat didepanku sudah ada box-box besar yang berisi pita, "emmm, banyak juga ya" bilangku, "ayo, lanjut ke toko selanjutnya" bilang Duchess, kita ke toko sebelahnya lagi yaitu toko sepatu, dan box-box tadi dibawa oleh pengawal pengawalku, "apa tidak berat?" tanyaku, "tidak berat sama sekali, nona" bilang Sir Jayden, kita masuk ke toko sepatu, seperti sebelumnya juga, Duchess berkata "berikan semua warna dan jenis sepatu yang ada di sini", tetap aja aku belum terbiasa, dan box- box mulai bertambah lagi, "emm apa beneran tidak berat?" tanyaku, "tidak apa apa, nona" Sir Ace, "aduhh, tapi berat buat aku" bilang Sir Cleis, "ish kamu kalah sama aku ya" bilang Lily, "is heavy right, Sir Mark?" tanya Sir Cleis, "not really, i can handle it" bilang Sir Mark, "selanjutnya toko perhiasan" bilang Duchess, "masih ada lagi, ibu?!" tanyaku kaget, aku kira itu sudah cukup, ehh ternyata tidak ya? "masih ada perhiasan dan Dress yang akan, Crysy pakai di acara perkenalan besok" bilang Duchess, "baiklah, tapi ibu, apa tidak makan siang dulu saja? Para kesatria juga butuh istirahat" bilangku, "ohh iya, ibu lupa, ibu tau restoran enak di sini, Crysy bilang ke para kestria buat istirahat dulu" bilang Duchess, "baik" bilangku, aku jalan ke para kesatria yang berkumpul, "tuan dan nona kesatria silahkan istirahat sejenak, Crysy mau makan siang, tuan dan nona Kesatria juga sebaiknya makan siang" bilangku, "tapi, nona harus membawa satu pengawal" bilang Sir Jayden, "hmmm, apa Lily mau ikut?" tanyaku, "sebuah kehormatan, nona" bilang Lily, "haha aku menang! Kalian nggak bisa lihat nona imut kita makan dengan imut! Haha!" bilang Lily nengejek kesatria lain, para kesatria marah kecuali Sir Mark karena dia nggak mengerti, tapi untungnya Sir Bleu juga ikut ke pusat kota, jadi Sir Mark nggak sendirian, "ayo, lily" bilangku, "segera, nona" jawab Lily. Aku, Duchess, dan Lily makan di sebuah restoran, "ahh kamu pastinya Lily Clemence, ya" bilang Duchess, "benar, nyonya" bilang Lily, "ibu, kenal Lily?" tanyaku, "iya, ibu berteman dekat dengan ibunya Lily" bilang Duchess, "nona Lily, silahkan duduk juga" bilang Duchess, "ahh itu tidak sopan untuk saya" bilang Lily, "tidak apa apa, kalau Ricardo manghukum kamu bilang saja saya yang menyuruh kamu" bilang Duchess, "baiklah, terima kasih nyonya" bilang Lily dan duduk disampingku, "nona Lily juga belum makan kan? Silahkan makan bersama juga" bilang Duchess, "tapi, nyonya" Lily belum selesai bicara dan aku berkata "iya, Lily makan bersama Crysy dan ibu", "baiklah jika itu nona dan nyonya inginkan" bilang Lily, kita memesan makanan dan makan dengan sedikit berbincang, ternyata ibunya Lily adalah kesatria juga, tapi di regu yang berbeda dengan Lily, katanya regu kesatrianya bernama elang lagit, biasanya nama belakangnya warna, tapi ini nggak, "kenapa nama belakangnya bukan nama warna?" tanyaku, "di kekaisaran ini ada 3 regu kesatria paling kuat, yaitu elang lagit, buaya darat, dan hiu laut itu adalah regu yang paling sering diutus untuk peperangan besar" bilang Duchess, "lagit, darat, dan Laut adalah paling penting di dunia ini, makanya regu regu itu tidak menggunakan nama warna" bilang Lily, "ohhh" bilangku.


Setelah selesai makan kita lanjut jalan jalan, kesatria yang lian juga sudah selesai makan siang. Kita masuk ke toko perhiasan kali ini aku berkata, "tidak perlu beli semuanya, ibu, nanti kereta kudanya penuh" bilangku, "iya, juga ya, baiklah Crysy suka yang mana?" tanya Duchess, aku berkeliling dan menemukan kalung dan gelang berlian berwarna biru, "wahh cantik" bilangku, "pilihan yang bagus, nona, itu adalah the Hope diamond" bilang salah satu pegawai, "ibu, aku mau yang ini" bilangku, "baik, saya ambil yang ini, apa lagi Crysy?" bilang Duchess, "lagi?" tanyaku, "iya, Crysy harus berganti ganti perhiasan" jawab Duchess, aku keliling lagi dan bertemu kalung dan gelang berlian hitam, "ini juga cantik" bilangku, "pilihan yang bagus lagi nona, ini adalah berlian hitam alami carbonado" bilang pegawai, "yang itu juga, sekalian yang berwarna putih, merah, dan biru yang disampingnya" bilang Duchess, "ehh?" bilangku, "perhiasan, Crysy harus senada dengan dress Crysy" bilang Duchess, "sudah itu aja, ibu, masih ada yang lebih penting lagi kan?" bilangku, didalam hatiku aku berkata "lebih baik pergi dulu sebelum ibu membeli setokonya", "ohh iya, dress Crysy buat besok, saya ambil itu semua" bilang Duchess. Setelah itu kita ke toko dress yang sangatlah besar dan mewah, berbeda dengan toko yang pertama kita kunjungi, disitu besar dan mewah juga, tapi yang ini jauh lebih besar dan mewah, kita masuk dan disitu cuman ada para bangsawan, tiba tiba ada yang memanggil "ahh, Duchess Leanor", Duchess menengok dan berkata "oh countess Emaric, senang bertemu anda" bilang Duchess, Countess Emeric jalan kearah kita, "ohh apa ini putri terakhir anda yang akan diperkenalkan besok?" tanya Countess Emaric, "iya, Crysy beri salam" bilang Duchess, "selamat siang, Countess Emaric, saya Crysantle Estena Leanor, senang bertemu anda" bilangku memberi salam, "lucu sekali putri anda, Duchess Leanor" bilang Countess, "terima kasih, apa yang membawa, Countess Emaric, kesini?" tanya Duchess, "besok saya juga diundang ke acara perkenalan, Nona Crysantle, saya membeli Dress untuk dipakai" bilang Countess Emaric, aku berpikir "kenapa jauh jauh ke wilayah Duchy Leanor? Pastinya di County Emaric juga ada butik yang bagus" tapi setelah beberapa saat berpikir aku memenukan jawaban "ahhh aku tau, karena di Duchy Leanor terkenal dengan kain kain berkualiatas tinggi dan juga berlian berlian, tapi apa harus sejauh itu ya? Butuh waktu sekitar 3 jam untuk perjalanan dari County Emaric ke pusat kota Duchy Leanor", "saya tidak akan mengganggu lagi, selamat siang Duchess dan nona Leanor" bilang Countess Emaric, aku dan Duchess bertemu dengan pemilik toko, ternyata juga teman dekatnya Duchess, "ahh Duchess Leanor, lama tidak berjumpa" bilang Pemilik toko, "iya, miss Lina, saya kesini mencari gaun buat putri saya di acara besok" bilang Duchess, "selamat siang, saya Crysantle Estena Leanor" bilangku, di dalam hatiku aku berkata "lama lama capek juga ya memperkenalkan diri kayak gini", "wahh, putri anda imut sekali, sayang baru dikenalkan besok" bilang Miss Lina, "haha iya, Duke tidak memeperbolehkan sebelumnya" bialng Duchess, "silahkan kesini" bilang Miss Lina. Kita masuk ke sebuah ruangan yang berisi dress yang seukuran denganku, "saya hanya punya beberapa karena ini masih projek tahun depan, tapi untuk nona tidak apa apa" bilang Miss Lina tersenyum, "terima kasih, Miss Lina!" jawabku tersenyum senang, karena Duchess dan Miss Lina lama tidak bertemu mereka berbincang dan meminum teh, dan aku disuruh memilih baju dengan para pengawalku, ya walaupun kebanyakan laki laki yang mungkin tidak tau fashion perempuan, tapi untungnya ada Lily, aku melihat lihat dan berkata "you guys can help me pick" bilangku, semuanya langsung lari kearah yang mereka mau dan memilih keculai Sir Jayden, aku tidak menyangka kalau Sir Ace juga ikut memilih, "oh cepat juga mereka responnya" bilangku, "saya akan menemani, nona" bilang Sir Jayden, "terima kasih, Sir Jayden" bilangku, aku melihat lihat dan tiba tiba Sir Jayden berkata "apa nona tidak suka yang itu?" sambil menunjuk dress berwarna pink dan dipenuhi pita, "emmm...Crysy, sebenarnya tidak suka warna pink" bilangku, "ohh, baiklah nona, saya kira nona suka warna yang cerah" bilang Sir Jayden, "suka, tapi cuman biru muda dan putih" bilangku, aku menemukan dress hitam, "ini bagus" bilangku, "tapi...nona, ini acara perkenalan, bukan acara kematian seseorang" bilang Sir Jayden, "oh ya, tidak boleh warna hitam ya?" bilangku, setelah beberapa menit memilih, pengawal pengawalku yang memilih kembali membawa pilihan masing masing, Sir Clais membawa Dress kuning cerah dengan hiasan hiasan yang mencolok, Sir Mark membawa Dress berawarna rosé dengan hiasan hiasan renda, Sir Ace yang aku tidak sangka bakalan memilih membawa dress berawarna biru laut dengan hiasan hiasan silver, dan terakhir Lily dia memilih dress putih bersih dengan hiasan hiasan emas, "good choice everyone, but i have to reject the dres that, Sir Clais pick" bilangku, "why?!" tanya Sir Clais, "is to...bright?" bilangku, "okay, than" bilang Sir Clais, berarti pilihannya dress berwarna merah rosé, biru muda, dan putih, aku dan pengawalku berbicara dengan serius memilih dressku yang akan aku pakai besok, setelah beberapa menit kita mendapat hasilnya yaitu dress putih yang dipilih Lily, "haha, i win!" bilang Lily, kita memilih itu karena, dress yang berwarna merah rosé terlalu dewasa, dress yang berwarna biru muda terlalu berat karena acaranya kurang lebih 1 hari, aku aja kaget denger itu, dan akhirnya dress putih itu terpilih. Aku bilang ke Duchess dan langsung membelinya, "pilihan yang nagus, Nona Crysantle, saya memberi nama gaun ini 'the white angel' saya mendapat inspirasi ini saat membaca buku tentang spirit" bilang Miss Lina, "ada namanya juga ya?" tanyaku, aku melihat Duchess dan mukanya agak gimana, yang bisa di jelaskan adalah berbeda dari biasanya, aku bingung kenapa muka Duchess kayak gitu? "ahh sudah sore aja, Duke pastinya hawatir tentang, Crysy" bilang Duchess, "sebaiknya anda pulang, Duchess Leanor" bilang Miss Lina, "iya, bilang selamat tinggal, Crysy" bilang Duchess, "selamat tinggal, Miss Lina" bilangku. Setelah itu kita pulang, di kereta kuda aku berpikir "kenapa Duchess mukanya aneh tadi? Apa gara gara Miss Lina bilang Spirit? Apa gara gara takut dimarahi Duke waktu sampai di rumah?" pikirku, "nah Crysy, besok Crysy harus bangun pagi ya, buat berdandan" bilang Duchess, "baik, ibu, apa besok akan ada banyak orang yang datang?" tanyaku, "iya, seluruh bangsawan di kekaisaran Clarasis datang" bilang Duchess, "hii?!" bilangku kaget, "besok Crysy pastinya jadi pusat perhatian, Crysy juga bisa mencari teman seumuran" bilang Duchess, "tapi apa harus seluruh bangsawan di kekaisaran?" tanyaku, "Crysy adalah nona tertinggi diklangan bangsawan, pastinya semuanya penasaran" bilang Duchess, dipikiranku aku langsung mengerti "ahh iya, aku anaknya Duke Leanor, Duke Leanor adalah Duke yang paling tinggi di kekaisaran, terlebih lagi kaisar tidak memiliki putri, makanya dulu pas kecil katanya aku hampir dibunuh orang berkali kali" pikirku. Sesampainya sikediaman Duke Leanor semua pelayan langsung sibuk menata barang barangku, sedangkan aku dan pengawalku main di halaman belakang, lebih tepatnya nyantai, kita semua duduk di rumput "hah, capek juga ya, padahal cuman jalan jalan" bilangku, "nona, apa nona beneran tidak membutuhkan kursi atau carpet?" tanya Sir Cleis, "tidak perlu, kalian santai aja, kalian bekerja karas hari ini, you work hard today, so relax" bilangku, semua menghela nafas panjang, setelah itu bercerita tentang sesama, "apa nona ingat apa yang nona katakan pertama kali kepada saya?" tanya Sir Cleis, "apa? Selamat pagi? Semalat siang? Selamat sore? Hai?" tanyaku, "bukan, nona berkata 'wahh rambut Sir Cleis putih, cantik' nona bilang begitu" bilang Sir Cleis, "ohh? Masak?" bilangku, "iya, nona bilang gitu" bilang Sir Cleis, "itu biasa aja, aku denger dari Leomord, Jayden dibilang tampan oleh nona" bilang Lily, "masak?!" bilang Sir Cleis dan Sir Ace, "ohh Sir Ace bereaksi" bilangku di dalem hati,  "ehem, Leomord berkata yang sesungguhnya" bilang Sir Jayden malu, "ohh Sir Jayden bisa malu juga" bilangku di dalem hati, "than do you know what miss say to Sir Mark?" bilang Sir Clais, "hmm? I bet you can't say it" bilang Sir Mark, "is like, bonjour something" bilang Sir Cleis, "hahhaha" tawa kita semua, "walaupun kesatria diluar kelihatan dingin, tapi ternyata mereka seperti manusia biasanya" bilangku di dalem hati, "oh yeah, i wanna ask something" bilangku, semuanya memperhatikan aku, "why is every knight's sword's different? I try to hold Sir Jayden's, Sir Ace's, and Sir Mark's Sword and there is some that is heavier than other" bilangku, "ohh maybe that is because the tipe is different, some is heavier because it have more iron than other" bilang Sir Ace, "oh now i know why" bilangku, tapi muka para kesatria agak berbeda dari biasanya, aku tidak memikirkannya dan kita berbincang hingga makan malam. Saat makan malam semuanya berkumpul dan makan, kakak kakak terlihat capek lagi, "kalian kenapa kayak gitu?" tanya Duke, "capek" bilang kakak kakak serempak, "kalian belajar apa sih? Kok kalihatannya capek dan melelahkan?" tanya Duchess, "inggris" jawab kakak kakak bareng, "mereka bener bener keturunanmu ya, Duke" bilang Duchess, "hehe" bilang Duke malu, "apa ayah tidak bisa bahasa inggris?" tanyaku, Duke kaget dan menunduk seperti anak yang dihukum, "ayah belum menguasai bahasa inggris" bilang Duchess, "tapi waktu di kereta kuda ayah fasih menggunakan bahasa inggris" bilangku, Duke mengangkat kepalanya dan berbinar "apa iya, putriku?!" bilang Duke, "tapi pronunsiationnya bisa lebih diperbaiki" bilangku, Duke langsung sedih lagi, "tuh, putrimu sendiri jadi gurumu, bukannya harusnya kebalikan?" bilang Duchess.


Setelah makan malam aku tidur tapi ada sesuatu yang mengganggu yaitu mimpiku, aku bermimpi aku bertemu 2 orang bertopeng, yang satu mengenakan baju seluruh putih dan satu seluruh hitam, dimimpi itu aku berbincang dengan mereka, "kalian siapa?" tanyaku, "aku adalah darah angel yang ada di tubuhmu, panggil saja angel" bilang orang yang mengenakan baju putih, "aku adalah darah devil yang ada di tubuhmu, panggil aku devil" bilang orang yang mengenakan baju hitam, "darahku? Tapi aku masih hidup kan?" tanyaku, 2 orang itu tertawa, "hahahha" tawa mereka, aku bingung, "kami adalah spirit yang ada di tubuhmu, tapi kami spirit paling kuat diantara mereka semua yang memiliki darah spirit" bilang angel, "ya bisa di bilang kita berdua raja diantara mereka semua" bilang devil, "raja? Tapi apa spirit itu berbahaya?" tanyaku, "spirit rendahan bisa membahayakan" bilang angel, "bahkan bisa dibilang kesialan" bilang devil, "tapi kita bukan spirit rendahan, kita paling tinggi diantara spirit spirit lainnya" bilang angel, "tadikan kamu sudah bilang kalau kamu rajanya, ya kamu pastinya tinggi lah" bilangku, "bahkan dia aja lebih pintar dari pada kamu" bilang devil, "ya kalau dijelasih lebih jauh nggak masalah kan?!" bilang angel, "jadi apa aku ini mati? Kenapa aku melayang?" tanyaku, karena sekelilingku haya putih dan aku melayang di udara, "ini di alam bawah sadarmu" bilang angel, "tapi kamu di dunia nyata belum mati" bilamg devil, "ohh jadi kenapa aku di sini? Besok aku ada acara penting buat didatengin" bilangku, "kita akan membahas soal itu" bilang angel, "karena setengah dari darahmu adalah darah spirit kamu akan bisa melihat aura orang lain, dari aura yang buruk hingga yang baik, kamu juga bia melihat orang lain yang memiliki darah spirit yang lebih sedikit dari kamu, besok jangan kaget kalau ada yang bereaksi buruk" bilang devil, "setengah dari darahku? Banyak juga ya" bilangku, "iya, setengah adalah jumlah terbanyak dalam sejarah, ya karena spiritnya kita" bilang angel, "lama lama kamu jadi kayak Sir Cleis ya" bilangku, "enak aja aku dibandingin sama manusia" bilang angel, "makanya diem, kayaknya kamu memang spirit paling cerewet" bilang devil, "emang biasanya spirit itu berbentuk manusia seperti kalian?" tanyaku, "tidak, spirit seperti kita hanya ada aku dan devil, lainnya kebanyakan berbentuk hewan" bilang angel, "tapi jika spirit sial kebanyakan tidak berbentuk, spirit sial biasanya menempel ke orang bukan menjadi satu" bilang devil, "hmm apa kalian bisa keluar dari tubuhku?" tanyaku, "bisa, tapi yang bisa melihat hanya kamu" bilang angel, "kenapa?" tanyaku, "karena kamu pemilik kita" bilang devil, "jadi hanya pemilik spirit yang bisa melihat spirit, tapi apa spirit bisa saling melihat sesama?" tanyaku, "karena kita adalah spirit tertinggi kita bisa melihat spirit lain, tapi kamu tidak bisa, biar aman juga sih" bilang angel, "apa berbahaya jika aku melihat spirit lain?" tanyaku, "bau darahmu menarik banyak spirit, lebih baik kamu tidak membuat kesepakatan dengan spirit lain" bilang devil, "kesepakatan?" tanyaku, "biasanya spirit biasa melakukan kesepakatan kepada pemiliknya, tapi jika aku dan devil kita memilih" bilang angel, "ohh baiklah, tapi kenapa kalian memilih aku?" tanyaku, "sebelum kita menjadi spiritmu ada darah spirit lain di tubuhmu" bilang angel, "walaupun cuman sedikit tapi darah itu adalah darah phoneix" bilang devil, "phoneix adalah spirit yang sangat keras kepala dan langka, hanya ada satu atau dua, sebenernya phoneix ada di sini, tapi dia tidak mau memunculakn diri" bilang angel, "hmm apa tidak ada efek di tubuhku jika aku memiliki banyak spirit?" tanyaku, "jika badanmu tidak bisa menahan ada efeknya, yaitu mati" bilang devil, "hii?!" bilangku takut, "tapi jika kamu bisa menahan kekuatan spirit tidak terjadi apa apa, phoneix susah diajak membuat kesepakatan karena kekuatannya yang tinggi" bilang angel, "tapi kamu bisa menahannya, bahkan saat kita berdua membuat kesepakantan" bilang devil, "hah? Kapan kalian buat kesepakatan sama aku? Phoneix juga?" tanyaku, "kalau phoneix nggak tau ya, tapi kalau kita kan memilih" bilang angel, "tapi apa gunanya spirit?" tanyaku, "melindungi" bilang mereka berdua, tiba tiba ada suara yang berkata "dan memberi kekuatan" aku menengok dan angel berkata "phoneix akhirnya kamu muncul", dan di depanku ada burung phoneix yang cantik dan berwibawa, "senang bertemu kalian angel dan devil, dan juga pemilikku Crysantle" bilang phoneix, "kalian semua tau namaku dari mana?" tanyaku, semuanya diam, "dah deh ,itu nggak usah di bahas, tapi apa maksudnya memberi kekuatan?" bilangku, "banyak tanya juga ya kamu" bilang angel, "kamu apa nggak?" bilang phoneix, "maksudnya memberi kekuatan adalah hmm gimana cara jelasinnya...ah aku tau, kemarin pagi kamu masih ingat pedang kayu yang kamu patahkan? Itu contohnya" bilang devil, "ada contoh lagi, kemarin kamu juga bisa mengangkat Pedang para kesatriakan?" bilang phoneix, "hmm bener juga, buat anak perempuan seumuranku mungkin tidak kuat mengangkat pedang yang berat, tapi apa aku boleh tanya kenapa pedang pedang kesatria lebih berat dari kesatria yang lain? Bukannya pedang mereka terlihat sama?" bilangku, "itu juga sebagian dari kekuatan dari kita" bilang phoneix, "lebih tepatnya kekuatanku, pedangnya lebih berat dari yang lain karena seberapa banyak pedang itu membunuh orang, semakin banyak pedang itu membunuh orang, semakin beratlah pedang itu" bilang angel, "ohh berarti pedang ayahku berat banget dong" bilangku, "ya kalau itu nggak usah di tanya" bilang mereka semua, "tapi gimana ayahku bisa ngangkat pedang?" tanyaku, "ini cuman berpengaruh ke orang yang memiliki spirit angel yaitu aku, seperti kamu ini" bilang phoneix, "dibilang juga spirit owner" bilang devil, "jadi besok kamu jangan kaget kalau kamu melihat aura orang orang orang" bilang angel, "apakan aura berbentuk seperti asap berwarna?" tanyaku, "iya, kok kamu tau?" tanya angel, "ya karena aku pernah lihat, tapi aku abaikan" bilangku, "bagus lah, abaikan semua aura yang ada, tapi berhati hati dengan aura hitam dan merah" bilang angel, "aura hitam adalah aura ingin membunuh kamu, dan aura merah adalah aura spirit sial yang menempel" bilang phoneix, "hmm baiklah, aku mengerti" bilangku, "sebaiknya kamu bangun, Crysantle, sudah pagi sekarang" bilang devil, "gimana caranya?" tanyaku, "tutup matamu" bilang devil, aku menutup mata dan saat aku mambuka mata lagi aku berada di tempat tidurku, "heh mimip yang aneh" bilangku, tiba tiba Angel dan devil muncul di samping tempat tidurku, "wahh!" bilangku kaget, "hi! kita bertemu lagi" bilang angel, "jangan bikin kaget, woi" bilang devil, "ohh kalian, aku kira siapa, tapi aku kira wujud kalian bakalan kecil kayak di cerita cerita, bukan kayak orang sungguhan" bilangku, "kita bisa berubah wujud kayak gitu" bilang angel, dia memetik jarinya dan berubah menjadi kecil dengan sayap, tentunya aja melayang, "ohh cute" bilangku, "kita nggak akan ganggu lagi, ayo balik" bilang devil, "baiklah, kamu tinggal panggil nama kita aja, kita bakalan muncul, bye bye, Crysantle" bilang angel, dan mereka menghilang.


Setelah itu kita sarapan dan berangkat ke istana kekaisaran, aku berada di kereta kuda bersama Duke dan Duchess, kakak kakak di kereta kuda yang lain, "ibu, apa ibu tau tentang spirit?" tanyaku, Duchess langsung menghadap ke Duke, "dia sudah tau" bilang Duke, "iya, ibu tau, Crysy juga punya kan?" tanya Duchess, "iya, mereka berdua baik dan tampan, ada satu lagi tapi jarang muncul" bilangku, "tampan? Baik?" tanya Duchess, "spirit yang Crysy miliki adalah angel dan devil, tapi apa Crysy punya satu spirit lagi?" tanya Duke, "angel dan devil! Bukannya itu pemimpin spirit?!" bilang Duchess, "makanya tadi aku juga kaget" bilang Duke, angel dan devil muncul dengan wujud kecil, "kalian terkenal juga ya?" bilangku, "pemimpin spirit kok nggak terkenal" bilang angel, "tapi lebih terkenal aku" bilang devil, "Crysy ngomong sama siapa?" tanya Duke, "apa dia kelelahan?" tanya Duchess, "tidak, aku ngomong sama angel dan devil" bilangku, "hah! Dimana!!" bilang Duke dan Duchess, "ini" bilangku menunjuk masing masing samping kepalaku, "salam kepada pemimpin spirit" bilang Duke dan Duchess membungkuk, "tuh bahkan Duke dan Duchess takut sama kita" bilang devil, "devil, itu kata kata yang tidak baik" bilangku, "bukan cuman kamu ya, aku juga di takuti" bilang angel, "tapi angel lucu, aku nggak takut" bilangku, "aku menakutkan ya" bilang angel, "tapi menurutku devil lebih menakutkan" bilangku, "haha! Aku menang" bilang devil, "kata kata yang kurang baik apa?" tanya Duchess, "bukan apa apa kok" bilangku, angel dan devil kembali, dan kita sampai di istana kekaisaran, kereta kudaku disambut dengan para kesatria kaisar, aku turun bersama Duke dan Duchess, dibelakang kita ada kereta kuda kakak kakak, mereka turun mengenakan baju formal berwarna hitam, aku baru sadar Duke mengenakan pakaian formal hitam juga, Duchess mengenakan dress biru tua, sedangkan aku putih, well nobody care...maybe, "Crysy nanti pas didalam akan ada banyak orang, Crysy jangan gugup dan pegang tangan ayah" bilang Duchess, "Crysy tidak jalan bersama ibu?" tanyaku, "tidak, ibu akan berjalan bersama kakak kakak, Crysy nanti terakhir bersama ayah" bilang Duchess, "baiklah" bilangku, kita masuk ke istana dan anehnya sepi, "kok sepi ayah?" tanyaku, "semuanya sudah di ballroom menunggu putri ayah" bilang Duke, "apa semuanya menanti nantikan keberadaanku?" tanyaku, "pastinya iya" bilang Duke, pertama ibu dan kakak kakakku masuk ke ballroom, dan saat pintunya terbuka ada yang berteriak nama Duchess dan kakak kakakku, "ehem, Duchess Leanor, Micah Faltore Leanor, Elliot Ace Leanor, Kevin Nolen Leanor dan Bevin Nolen Leanor datang!" semuanya menghadap ke red carpet, Duchess dan kakak kakakku jalan melewati red carpet, di ujung red carpet ada kaisar, permaisuri, dan para pangeran yang duduk di singgasana, saat sudah sampai di ujung Duchess dan kakak kakakku memberi hormatke kaisar dan duduk di kursi yang sudah di sediakan di samping para pangeran, "selanjutnya, Duke Leanor dan putri kecilnya yang akan dikenalkan di hari yang special ini, dipersilahkan masuk" bilang orang itu, aku memenggandeng tangan ayah dan jalan melewati red carpet, semua orang menatapku, saat aku melewati mereka aku melihat asap yang berwarna warni mengelilingi ballroom ini, apa ini yang dimaksud aura? Aku jalan hingga ujung dan memberi salam kepada kaisar, saat itu kaisar berdiri dan semua juga berdiri, kaisar jalan ke sampingku, jadi di kanan ada Duke di kiri ada kaisar, "berikan tangan Crysy ke kaisar" bilang Duke, aku memberi tanganku yang satunya kepada kaisar, aku, Duke dan Kaisar menghadap ke para tamu, "dengan ini saya perkenalkan putri dari Duke Leanor sekaligus nona dari keluarga Duke Leanor, Crysantle Estena Leanor" bilang Kaisar keras, semuanya tepuk tangan, "terima kasih kepada semua orang yang sudah datang ke acara ini, dan terima kasih kepada yang mulia kaisar sudah membuat acaranya terwujud" bilang Duke, "Crysantle silahkan berikan beberapa kata" bilang Kaisar, aku bingung dan berpikir, tapi angel muncul dan berkata "ikuti kata kataku, terima kasih kepada semua orang yang sudah datang di acara perkenalanku, hari ini saya merasa terhormat untuk berdiri di sini, bersama yang mulia kaisar, yang mulai permaisuri, yang mulia pangeran pangeran, dan keluarga saya, semoga kalian semua menikmati acara ini" bilang angel, "ehem, terima kasih kepada semua orang yang sudah datang ke acara perkenalanku, hari ini saya mereka terhormat berdiri di sini bersama yang mulia kaisar, yang mulai permaisuri, yang mulia pangeran pangeran, dan keluarga saya, semoga kalian menikmati acara ini" bilangku lantang, "lantang, jelas, dan percaya diri, bagus Crysy" bilang Duke.


Setelah itu semua orang memikmati acara, dan aku dapat tempat duduk di tempat yang tidak aku sangka, di tengah tengah diantara pangeran, kananku ada pangeran Glen dan di kiriku ada pangeran Helton dan Ackley, aku bisa melihat Duke yang memandangi kaisar dengan tatapan marah, lucu juga sih, tapi aku juga nggak nyaman di sini, menurut cara cara sopan santun harus yang kedudukan lebih tinggi yang memulai pembicaraan, tiba tiba pangeran Glen bilang "kenapa diam saja?", "karena seingatku kedudukan yang lebih rendah tidak boleh berbicara duluan" bilangku, "nona Crysantle, sudah memahami sopan santun ya" bilang pangeran Glen, "tidak semuanya, tapi hanya setengah buku" bilangku, "setengah buku?!" bilang pangeran Elliot, "iya" jawabku, "aku aja yang lebih tua dari kamu baru seper empat kurang" bilang pangeran Ackley, "tapi bukannya pangeran harusnya sudah selesai bila berumur 10?" tanyaku, pangeran Glen dan Helton melihat ke Ackley, "ehh ya...emm" bilang pangeran Ackley, "tapi semua orang berbeda beda, pastinya pangeran Ackley punya alasan tersendiri" bilangku tersenyum, 3 pangeran tiba tiba menengok mengalihkan pandangan dari aku, "hmm?" bilangku, aku melihat ke para tamu dan asap asap berwarna warni mengelilingi setiap orang, aura ya? aku penasaran warna auraku, "ehem, nona Crysantle, apa anda ingin meminum sesuatu?" tanya pangeran Helton, "boleh" bilangku, pangeran Helton berdiri dan jalan ke depanku mengulurkan tangannya, diwaktu itu juga angel dan devil muncul, "enak aja kamu ya?! Mentang mentang pangeran, menggoda pemilik kami ya" bilang angel, "you wanna fight?!" bilang devil, dipikiran aku berkata "kalian! kembali dulu! Nanti kalau aku bicara ke kalian terlihat aneh" bilangku, "baiklah, tapi kalau ada orang lain yang menggoda atau aneh aneh kepemilik kita" bilang angel, "kita tidak akan cuman diam" bilang angel dan devil bersama, lalu menghilang, aku menerima tangan pangeran dan jalan berpegangan tangan ke arah tempat minuman dan makanan, "nona Crysantle, mau meminum apa?" tanya pangeran Helton, aku melihat di meja dan karena ini acara untuk seluruh umur ada juga makanan anak anak, misalkan susu dan makanna manis, karena aku pendek dan tidak bisa menggapai benda di atas meja jadi aku pastinya nggak bisa ngambil sesuatu sendirian, "emm bisa tolong ambilkan susu, pangeran Helton?" bilangku, "tentu saja" bilang pangeran Helton, pangeran mengambilkan susu dan memberikannya kepadaku, "terima kasih" bilangku, tentunya kita dilihatin oleh banyak orang, tiba tiba pangeran Glen dan Ackley ikutan dateng, "ohh kalian juga di sini?" tanya pangeran Glen, "tadi kan aku bilang mau ambil minuman, ya pastinya kesini lah" bilang pangeran Helton, aku meminum susunya karena niatku nggak mau ikut campur urusan pangeran pangeran, ehh malah pangeran pangeran ngelihatin aku, "pangeran tidak sopan lho melihat perempuan seperti itu" bilangku, "ahh maaf maaf" bilang pangeran pangeran, "tidak apa apa, pastinya kita semua tidak selalu mematuhi peraturan" aku berbisik "jujur, Crysy sering melanggar aturan sopan santun, jangan kasih tau siapa siapa" bilangku, para pangeran tertawa tarbahak bahak "bwahahaha", "hihi" tawaku, "kalian sudah mulai dekat ya?" bilang kaisar yang jalan ke arah kita bersama permasuri, Duke dan Duchess, aku dan para pangeran memberi hormat, aku masih memegang segelas susu jadi agak susah memberi hormat, "Crysantle, sepertinya sudah menganggap pangeran sebagai teman ya?" bilang permaisuri, aku mengangguk senang, "ahh imutnya, Duke kamu beneran nggak mau jadiin, Crysantle menan-" kaisar belum selesai berkata dan Duke bilang, "jangan berkata seperti itu di depan anak anak" bilang Duke, Duke menggendongku dan berkata, "putriku masih kecil, apa kamu ingin menyiksanya?" bilang Duke, "benar juga, tapi Crysantle sering sering main ke sini ya" bilang permaisuri, "iya, kalau bosan di rumah datang ke sini" bilang kaisar, "baiklah" bilangku, aku meminum sisa susu yang ada di gelas, "apa Crysy suka susu?" tanya Duke, "iya, Crysy suka" bilangku, "ahh masih muda bisa makan gula sebanyak mungkin, tapi kalau sudah tua, haduh..." bilang kaisar, "untungnya aku nggak suka manis" bilang Duke, "siapa bilang? Dulu pas kecil kamu bahkan bisa makan gula doang" bilang kaisar, "apa ayah juga suka manis?" tanyaku, "ehh..." bilang Duke, "iya, dulu ayah Crysy suka banget manis, tapi sekarang sudah nggak" bilang kaisar, "ohh" bilangku, gelas kosongku diambil Duke dan menaruhnya di meja, "Duke, aku juga mau menggendong" bilang kaisar, "tidak boleh" bilang Duke cepat, "ayolah, jangan pelit pelit, nanti bisa aja aku memberi perintah untuk Crysantle tinggal di istana kekaisaran" bilang kaisar, "jangan! baiklah, hati hati menggendongnya" bilang Duke, Duke memberikan aku ke kaisar dan aku di gendong kaisar, semua pandangan jadi mengarah ke aku, "emm yang mulia kaisar, apa menjadi kaisar itu susah?" tanyaku, "hmm bisa dibilang susah, Apa Crysanle mau jadi kaisar? Atau mungkin permaisuri?" bilang kaisar, "heh! Jaga kata kata" bilang Duke, "apa kalau aku jadi permaisuri bisa belajar berpedang?" tanyaku, "Duke, kamu ngajarin apa sih ke putrimu? Berperang iya, politik iya, bahasa iya, bisa jadi dia incaran semua tuan tuan muda" bilang kaisar, "bukan aku yang ngajain, dia belajar sendiri" bilang Duke, "itu tambah lebih berbahaya" bilang kaisar, "berbaya?" tanyaku, "iya, Crysantle bisa menggunakan pedang, bahasa inggris dan perancis, sopan santun juga sudah sempurna, juga bisa sedikit politik" bilang kaisar, "saya banya baru membaca setengah buku sopan santun" bilangku, "setengah?!" bilang para orang tua, "Ackley, padahal kamu lebih tua, kamu seperempat aja belum lho" bilang permaisuri, "hehe" bilang Ackley, "pastinya pangeran Ackley punya alasan sendiri" bilangku, "pastinya iya, ayo kita menyapa tamu, Crysantle" bilang kaisar dan langsung jalan, "heh! Aku juga ikut, masak ayahnya ditinggal" bilang Duke menyusul.


Kaisar jalan kesebuah gerombolah tuan tuan bangsawan, ya lebih tepatnya bapak bapak, "Yang mulia kaisar dan Duke" bilang bapak bapak itu memberi hormat, "nggak usah terlalu formal" bilang kaisar, "Crysantel, beri salam kepada tuan tuan bangsawan" bilang Duke, di gandongan kaisar aku berkata "selamat pagi, tuan tuan bangsawan" bilangku senang, "ahh apa ini putrimu Duke?" tanya seorang bangsawan, "sopan santunnya sangat sempurna" bilang bangsawan lainnya, "iya, dia putriku" bilang Duke, "saya dengar dari istri saya kemarin dia bertemu dengan Duchess dan nona Leanor di pusat kota Leanor" bilang salah satu bangsawan, didalam hati aku berkata "kemarin? Kemarin aku ketemu Countess Emaric, bererti dia Count Emaric ya?", tiba tiba angel dan devil keluar, "benar, dia Count Emaric" bilang angel, dipikianku aku berkata "kalian lagi!", "sudah aku bilang ini ide yang buruk, angel" bilang devil, "hmm tapi aku melihat sesuatu yang aneh, lihat bangsawan yang di sana, auranya berwarna ungu, jarang banget ada yang berwarna ungu" bilang angel sambil menenjuk satu orang bangsawan, aku menengok ke arah yang angel tunjuk dan bangsawan yang dia tunjuk adalah kakakku yang dulu, Xenion, dipikiranku aku berkata dengan gembira "astaga! Itu kak Xenion! Aku pengen kesana! Tapi ada kaisar sama ayah, juga bangsawan bangsawan lain" tapi di luar aku tersenyum lebar dan aku baru nenyadarinya, "ahh anda pasti Count Emaric kan? Kemarin saya bertemu dengan Countess Emaric dengan ibu" bilangku, "iya, benar saya Count Emaric" bilang Count Emaric, "Countess Emaric sangat cantik dan baik hati" bilangku, "terima kasih atas pujiannya, istri saya pasti sangat senang jika mendengar ini" bilang Count Emaric, "saya dengar nona Crysantle bisa berbahasa perancis" bilang seorang bangsawan, "dia Marquess Charon" bilang angel, "iya, saya bisa berbahasa perancis, Marquess Charon" bilangku, "anda mengetahui saya?" tanya Marquess Charon, "ehh Marquess Charon memiliki rambut emas putih yang khas, siapa yang tidak mengenali Marquess?" bilangku basa basi, padahal aku ngarang, "terima kasih, nona Leanor, apakah nona bisa sedikit berbicara bahasa perancis?" bilang Marquess Leanor, "emm, *bonjour monsieur, ravi de vous rencontrer tous" bilangku, (*salam tuan tuan, senang bertemu kalian semua), "wahh putrimu berbakat, Duke" bilang Marquess Cheron, "terima kasih, Marquess Cheron, tapi aku ingin bilang putriku juga bisa berbahasa inggris, dan menggunakan pedang" bilang Duke, dia niatnya mau pamer ya? Tapi para tuan tuan bangsawan juga menjawab "wahh hebat sekali" atau "putri anda berbakat sekali" atau yang lebih parah "apa anda mau menjodohkan purta saya dengan nona Crysantle?" kayaknya pikiran bangsawan menantuuu terus aja, kapan ini selesainya? Aku pengen ketemu kak Xenion!! Angel dan devil masih di samping kepalaku, "ehh kayaknya habis ini ada masalah" bilang devil, "iya, siap siap Crysantle" bilang angel, aku tertinggal kebingungan, setelah angel dan devil bicara itu ada seseorang yang berkata "Duke Leanor lama tidak bertemu", aku melihat ke Duke dan ternyata Duke melihat dia sinis, "ahh Grand Duke Vian, lama tidak bertemu juga" bilang Duke, dia Grand Duke Vian? Musuh dekat tapi jauh Duke Leanor, "kaisar, saya dengar baru baru ini ada penyelinap masuk di perbatasan kekaisaran Clarasis, dan penyelinap itu berasal dari kekaisaran Retisel, sepertinya akan terjadi perang kecil" bilang Grand Duke Vian, "apa rencanamu, Grand Duke Vian?" tanya kaisar, "saya memikirkan, kasatria saya dan saya akan memasuki perbatasan dan mengebom diluar perbatasan dengan peledak, dan semua orang yang bersembunyi dari kekaisaran Retisel akan keluar semua dan menyerang mulai menyerang" bilang Grand Duke, dipikiranku aku barkata "tunggu, kalau dia melepar bom kemungkinan besar akan membuat kaisar dari kerajaan Retisel bisa mendengar ledakan itu dan mengirimkan lebih banyak kesatria, dan juga kemungkinan besar tidak semua kesatria akan keluar, tapi akan menyelinap kebelakang mereka dan menyerang dari belakang dan depan, misalkan itu terjadi kaisar dari Retisel akan mengirim lebih banyak orang untuk mengganti pasukan yang menyerang dari depan ke belakang, dengan begitu pasukan kita akan terkepung", "pintar, Crysantle" bilang angel dan devil, "coba kamu bilang deh pendapatmu" bilang devil, "iya, biar tau kalo si Grand Duke itu salah" bilang angel, aku masih bimbang tapi aku berkata "ehem permisi tapi saya ingin menanggapi, jika Grand Duke melempar bom ke arah lawan, bom akan membuat suara yang keras dan membuat kaisar dari kerajaan Resitel mengetahui bahwa Lawannya memiliki senjata yang menakutkan, maka dia akan mengirim lebih banyak kesatria, dan anda berkata jika di bom semua orang yang bersembunyi akan keluar? Tidak, mereka akan menyelinap kebelakang dan menyerang dari belakang, dan kesatria yang baru datang akan bergabung dan ikut menyerang dari depan dan hasilnya kita terkepung dari depan dan belakang, memang di samping ada celah, tapi pastinya kerajaan Retisel sudah menjebak kita di perbatasannya, dan pastinya ada penjaga lain di perbatasan itu, kita bisa memanggil bantuan, tapi kita tetap kalah karena peperangan terjadi di perbatasan kekaisaran Retisel, juga suara bom yang keras akan menarik perhatian kekaisaran lain, jika kekaisaran lain mengetahui kita yang menggunakn bom, kakaisaran lain akan mengira kita yang memulai perang" bilangku, semuanya melihat aku shock, tapi yang paling terlihat shock adalah Duke, "Duke!...putrimu genius!" bilang para bangsawan dan kaisar, kecuali Grand Duke Vian, Duke masih terdiam Shock, "jadi apa Crysantle punya rencana?" tanya kaisar, "hmm ada!" bilangku, semuanya melihat aku dengan seksama di gendongan kaisar, "hmm jadi kita pancing kekaisaran Resitel dengan sekelompok kesatria dan satu ketua yang penting, dengan itu mereka pasti akan mengincar ketua itu dari pada yang lain, kita memulai perangnya, tapi itu bukan perang yang sesungguhnya, selanjutnya ketua dan prajurutnya akan mundur perlahan halan agar tidak tetlihat aneh atau merencanakan sesuatu, kita menarik mereka keperbatasan kita dan kita mempersiapkan pasukan yang bersembunyi dari kerajaan kita, lalu bengepungnya dari belakang, perang sesungguhnya baru di mulai, dengan itu kesatria dari kerajaan Retisel akan terkepung dan tidak bisa kembali, sama seperti kita jika kita masuk ke perbataasan kekaisaran Retisel, kemungkinan akan ada pasukan Retisel yang bersembunyi jadi harus siap siap pasukan kesatria yang lainnya" bilangku, semuanya mendiskusikannya, "Crysantle, apa kamu reinkarnasi dari dewa perang?!" tanya Duke, "saya hanya memikirkan karena jika kita langsung mengebom kerugian kita banyak dan keuntungan mereka banyak, dengan cara ini kita mendapat keuntungan lebih banyak" bilangku, "yang Crysantle katakan benar, kita lebih banyak mendapatkan keuntungan, baiklah kita akan menggunakan cara Crysantle, Grand Duke Vian kamu akan menjadi ketua pasukan yang memancing ke perbatasan kekaisaran kita, Count Awalt akan memimpin pasukan yang bersembunyi, minggu depan kita melakukan serangan" bilang kaisar, "baik" bilang Grand Duke Vian dan Count Awalt, "bagaimana Crysantle tau tentang politik dan peperangan?" tanya kaisar, "saya hanya terpikir" bilangku, "apa nona Crysantle baru memikirkanya?" tanya Count Americ, "iya, karena apa yang dikatakan Grand Duke Vian lumayan rumit buat kita dan mudah buat lawan, kita harus menggunakan kelemahan lawan dan kekebihan kita" bilangku, selanjutnya banyak tuan bangsawan yang berbicara ke Duke dan kaisar tentang aku, Padahal orang yang mereka bicarakan ada di depan mereka, tapi ada yang lebih penting, kapan aku diturunin dari gendongan kaisar!!!