The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
nice move



keesokan harinya aku bangun dan membuka gorden, pemandangan taman bunga terlihat dengan jelas dibawah sinar matahari, "hah...udah pagi lagi ya" bilangku, "tumben bangunmu gampang" bilang angel, "hello! ini di kekaisaran orang lain, harus sopan lah, juga aku harus mikir rencana kan?" bilangku, tiba tiba ada yang mengetuk pintu, aku jalan ke pintu dan membukanya, ternyata pangeran Ackley dan Helton, "pangeran?" bilangku, "ohh kamu sudah bangun, bagus lah" bilang pangeran Helton, "kata Bevin kamu susah bangun pagi, jadi kita niatnya mau bangunin, tapi ternyata sudah bangun ya" bilang pangeran Ackley, "haha kak Bevin ya? Crysy sudah bangun kok" bilangku, "baiklah kalau begitu bersiaplah" bilang pangeran Helton dan pergi bersama pangeran Ackley, aku menutup pintu dan ada yang mengetuk lagi, "ya?" tanyaku, ternyata pambantu, "kita disini untuk menyiapkan nona Crysantle" bilang pelayan, "em...baiklah" jawabku, sebenarnya aku bisa kok sendiri, tapi ya nggak bisa ditolak, aku bersiap siap dan setelah selesai aku keluar dari kamar, "huah! pelayannya cerewet juga ya" bilangku, karena pelayan pelayan selalu bertanya tanya tentang apa saja, "pelayan yang mana?" tanya seseorang, aku menengok dan ternyata pangeran Kylian, "ahh bukan kok, cuman Crysy bukan morning person" bilangku, "well same here, ayo kita ke ruang makan, ayahanda ada di sana juga" bilang pangeran Kylian, "kaisar ada?! jangan membuat kaisar menunggu!" bilangku panik, "woah chill, dia belum di ruang makan kok" bilang pangeran Kylian, "huh untunglah, apa pangeran tidak pergi ke academy?" tanyaku, "nggak, karena kita kedatangan tamu" bilang pangeran Kylian, "siapa?" tanyaku tanpa berpikir, "well...kamu?" bilang pangeran Kylian, "ah! iyaya! kok Crysy nggak pikir ya?" bilangku penepuk kepala, "hahaha kamu lucu ya" bilang pangeran Kylian, tiba tiba para pengawalku datang, "yang mulia putra mahkota" bilang pengawalku memberi hormat, "berdirilah, kalian pengawal ya?" bilang pangeran Kylian, "iya mereka pengawal Crysy" bilangku, "pengawalmu lebih banyak dari pengawal putra mahkota ya, aku aja cuman 4" bilang pangeran Kylian, "haha ya itu karena ayah, Crysy kenalkan ini Miss Lily, Sir Cleis, Sir Ace, Sir Mark, Sir Jayden, Sir Reuv dan Sir Jacob" bilangku, "kamu hafal nama mereka juga ya? tapi aku nggak asing dengan nama 3 orang ini" bilang pangeran Kylian sambil menunjuk Sir Jayden, Reuv dan Jacob, "apa iya? mereka katanya terkenal dengan ketampanannya" bilangku, "ahh iya itu, aku tau karena kabar tentang 3 kesatria tampan dari kekaisaran Clarasis, ternyata mereka kayak gini, biasa aja sih" bilang pangeran Kylian, Sir Jayden dan Sir Jacob bermuka lurus sedangkan Sir Reuv agak nggak senang, "kalian nanti ikut keliling kekaisaran?" tanya pangeran Kylian, mereka mengangguk, "baiklah, sebaiknya kita ke ruang makan" bilang pangeran Kylian, aku mengangguk, aku dan pangeran Kylian jalan ke ruang makan, pangeran yang lain sudah duduk, aku sudah tau mana kursiku karena ada bantal tambahan, aku jalan ke sana dan mencoba naik sendiri, "sini aku bantu" bilang pangeran Glen lalu mengangkatku, aku duduk dan depanku ada pangeran Kylian yang melihat ke pangeran Glen, "ngapain tuh lihat lihat?" tanyaku dikepala, "apa jangan jangan mereka musuhan? tapi kapan?" tanya angel, "tadi malem mungkin?" bilang Ellena, "not my problem" bilang Lexion dan devil, aku duduk melihat sekeliling, "apa Crysy tidurnya nyenyak?" tanya pangeran Glen, "iya, kalau pangeran?" tanyaku, "lumayan, hari ini kita akan keliling kekaisaran Retisel, jika kamu ingin tinggal di istana juga nggak apa apa" bilang pangeran Glen, "Crysy mau ikut" bilangku, "baiklah, kalau gitu makan yang banyak" bilang pangeran Glen, pangeran Kylian tetap melihat ke arah pangeran Glen, tiba tiba kaisar masuk, semuanya berdiri dan aku lompat turun, "haha kalian tidak perlu berdiri, duduk duduk" bilang kaisar, untungnya pangeran Glen tau kalau aku juga turun dari kursi, jadi dia bantu aku lagi. Waktu sarapan hening karena ada kaisar dan setelah kaisar keluar, panveran Xavien langsung berisik bersama pangeran Ackley, "haduh mulutku" bilang pangeran Xavien, "sama, habis ini kita keliling kekaisaran kan?" tanya pangeran Ackley, "iya, nanti kita ke mana mana, tapi kita juga ke academy academy yang ada disini" bilang pangeran Xavien, "academy? apa kita juga ke academy Teventele?" tanya pangeran Kylian, "iya lah, memangnya kenapa?" tanya pangeran Xavien, "harus ya? aku males ketemu guru guru" bilang pangeran Kylian, "aku juga kali, tapi mau gimana lagi?" bilang pangeran Xavien, "yaudah deh, sekalian aku ngumpulin tugas" bilang pangeran Kylian, "kamu sudah selesai? tugas yang ngerangkum itu kan?" tanya pangeran Xavien, "iya dong" bilang pangeran Kylian dan keluar dari ruang makan, "tumben dia rajin" bilang pangeran Xavien, aku dan pangeran dari Clarasis diem doang, "ahh maaf, masalah sekolah, kereta kudanya sudah siap, kalian bisa naik duluan" bilang pangeran Xavien, "baiklah, kita akan menunggu" bilang pangeran Glen, aku lompat turun dari kursi dan keluar bersama pangeran pangeran Clarasis, sampai di luar pangeran Helton bertanya "kenapa kita nggak boleh ke academy ya?", "iya juga ya, mereka berdua kan ke academy" bilang pangeran Glen, "kayaknya kita terlalu sering berdiam di istana" bilang pangeran Ackley, aku diem aja karena nggak tau mau ngomong apa, pangeran Kylian dan pangeran Xavien keluar, "lho kalian belum masuk?" tanya pangeran Xavien, "ahh iya, kita keseruan ngobrol" bilang pangeran Helton, kita masuk dan aku duduk di antara kedua putra mahkota, jadi tegang nih, "pertama kita ke academy Gracel, terus academy Glorytine, dan terakhir academy Teventele" bilang pangeran Xaviel yang di serong kananku, "banyak ya academy di sini" bilangku, "nggak sebanyak Clarasis, tapi bisa dibilang lah" bilang pangeran Kylian, "oh ya, aku dengar keluarga Crysy punya academy juga" bilang pangeran Xavien, "iya, baru beberapa minggu apa bulan yang lalu Crysy kesana" bilangku, "academy apa?" tanya pangeran Kylian, "kalau tidak salah ingat namanya academy Lesturn" bilangku, "apa Crysy sekolah di situ?" tanya pangeran Xavien, "Crysy kan baru 8 tahun" bilangku, "oh iya, belum boleh masuk ke academy ya, sama kok kakak sudah selesai tugasnya? padahalkan susah, nulis panjang lagi" bilang pangeran Xavien, "aku sudah selesai dibantu Crysantle" bilang pangeran Kylian, semuanya jadi nengok ke aku, "ihh curang, kan itu tugasmu" bilang pangeran Xavien, "kan boleh minta bantuan dan juga Crysantle hafal satu bukunya, jadi lebih gampang deh" bilang pangeran Kylian, "satu buku?! padahal tebel banget lho bukunya" bilang pangeran Xavien, "memangnya buku apa?" tanya pangeran Helton, "buku Ellena Xiltare" bilang pangeran Kylian, "ehh?! aku punya bukunya juga, bukannya itu sampai berribu ribu halaman ya?" bilang pangeran Glen, "bahkan aku membaca itu hingga berminggu minggu" bilang pangeran Helton, "Crysy hanya mengatakan bagian yang Crysy ingat" bilangku, "yang kamu hafal itu semua bagiannya" bilang pangeran Kylian, "nggak usah dibahas lagi, nah academy pertama yaitu academy Gracel itu kebanyakan murid perempuan karena lebih fokus ke ya...gimana aku jelasin, pokoknya nggak menyangkut politik dan perang, academy kedua academy Glorytine lebih fokus ke kegiatan keseharian, jadi muridnya seimbang, dan academy terakhir academy Teventele fokus ke politik dan peperangan, makanya itu academy khusus buat laki laki" bilang pangeran Xavien, "3 academy ini adalah peringkat paling atas di Retisel" bilang pangeran Kylian, "kita sampai di academy Gracel" bilang kusir, seorang membuka pintu kereta kuda, dan mestinya putra mahkota harus keluar pertama, terus pangeran pangeran lain dan aku terakhir, saat aku turun aku melihat murid murid yang menyambut melihat ke aku, aku jalan ke samping pangeran Ackley, "apa Crysy membuat kesalahan?" tanyaku, "nggak tuh, tapi kenapa pada ngelihatin kamu ya?" bilang pangeran Ackley, aku mengangkat bahu, pengawalku dan pengawal para pangeran dari Clarasis dan Retisel ada di belakang,


Kita masuk ke sebuah ruangan besar dan ada panggungnya, "kenapa ke sini?" tanya pangeran Kylian ke kepala sekolah yang mengantar, "ahh kita menyiapkan beberapa pertunjukan" bilang kepala sekolah, "baiklah" bilang pangeran Kylian, nggak tau kenapa nada bicara pangeran Kylian sedikit berbeda, kita jalan ke kursi paling depan, dan kursinya cuman ada 5, sedangkan aku nggak dapet kursi, sepertinya nggak tau kalau ada aku, "kurang satu kursi ya?" bilang pangeran Kylian, "biar aku bilang ke kepala sekolahnya" bilang pangeran Xavien, "tidak perlu" bilang pangeran Glen, semuanya menengok dan aku juga, "sini, Crysy aku pangku aja" bilang pangeran Glen, "emm itu tidak sopan untuk Crysy, pangeran Glen" bilangku, tapi dipikiran "you crazy?!", "tidak apa apa, Crysy pastinya ringan kok" bilang pangeran Glen, dipikiranku "bukan itu masalahnya!! dibelakang banyak murid murid! kalau ada rumor rumor jelek gimana?! ditambah kamu putra mahkota!", tapi diluar aku diem aja, "tidak apa apa, sini, ini perintahku lho, apa Crysy tidak kasihan pangeran Xavien harus mencari kepala sekolah?" bilang pangeran Glen, "hmm baiklah" bilangku, untungnya gaunku nggak yang puffy, aku duduk di pangkuan pangeran Glen, sedangkan sebelahku ada pangeran Kylian dan pangeran Helton, kita melihat pertunjukan yang ternyata drama. Di akhir akhir drama, "ohh sayangku Luna, kamu selalu bersinar seperti bulan dimalam hari, persis seperti namamu" bilang pemeran laki laki, "dan kamu Luc, kamu berisinar seperti matahari di siang hari" bilang pemeran perempuan, kedua pemeran saling mendekat, aku merasakan pangeran Glen jadi tegang dan pangeran Kylian melihat aku, disaat yang bersamaan kedua putra mahkota menutup mataku, "ehh?! kenapa?!" tanyaku kaget, "ahh lebih baik Crysy jangan melihat, tidak bagus untuk mata Crysy" bilang pangeran Glen, "iya...nanti matamu sakit kalau melihatnya" bilang pangeran Kylian, "haa? memangnya kenapa? apa pemeran laki lakinya membunuh pemeran perempuan?" tanyaku, "emm buk-" pangeran Glen belum selesai bicara dan diganggu pangeran Kylian "iya iya, makanya kamu jangan lihat", "ahaha iya, betul" saut pangeran Glen, aku mendengar penonton yang dibelakang bertepuk tangan, "sudah selesai kan? kalau sudah selesai apa pangeran pangeran boleh menyingkirkan tangan masing masing?" tanyaku, para pangeran menyingkirkan tangannya, "hah...untung" bilang pangeran Glen, "kenapa mereka nampilin drama yang kayak gini sih?" bilang pangeran Kylian, "hmm dramanya bagus kok" bilangku, "haha iya bagus" bilang pangeran Glen, "sebaiknya kita ke academy selanjutnya" bilang pangeran Kylian dan berdiri dari kursinya, aku turun dari pangkuan pangeran Glen, "ayo!" bilangku semangat, semuanya tertawa karena kesemangatanku, bahkan pangeran Kylian tersenyum, ya walaupun samar samar. Kita masuk lagi ke kereta kuda, "huah! pantatku rasanya agak gimana gitu" bilang pangeran Xavien, "kayaknya gara gara kelamaan duduk deh" bilang pangeran Ackley, "selanjutnya kita ke academy Glorytine" bilang pangeran Xavien, "kamu tadi bilang academy ini fokus kehidupan sehari hari kan? maksudnya gimana?" tanya pangeran Helton, "ahh itu ya? hmm gimana jelasinnya" bilang pangeran Xavien, "di academy itu ada beberapa pilihan memasak, medical, teaching, design dan ada banyak lagi, lebih mengarah ke profesi" bilang pangeran Kylian, "ahh jadi kayak gitu" bilang pangeran Helton, "apa pangeran Glen tidak apa apa? kok diam aja?" tanyaku, "aku...nggak apa apa kok" bilang pangeran Glen, tapi dipikiran pangeran Glen "gimana aku jelasin ke Duke sama ayahanda?! pastinya aku jelas jelas bakalan di marahin", "apa jarak academynya jauh?" tanyaku, "lumayan, mungkin 20 menit" bilang pangeran Xavien, tiba tiba pangeran Ackley mengambil sesuatu dari kantongnya dan ternyata itu permen, "ini aku bawakan buat Crysy" bilang pangeran Ackley, "wahh permen, terima kasih, pangeran Ackley" bilangku senang dan mengambil permennya, "sini aku bukain" bilang pangeran Glen dan membukanya, "kenapa permennya berwarna warni?" tanya pangeran Xavien, "bukannya permen memang berwarna warni ya?" tanya pangeran Helton, "disini permennya berwarna antara coklat atau kuning" bilang pangeran Xavien, "itu permen dari Clarasis, warnanya terbuat dari buah buahan" bilang pangeran Helton, "ahh buah ya?" bilang pangeran Xavien, "ini aku bawa banyak kok" bilang pangeran Ackley sambil mengambil permen dari sakunya, semuanya mengambil satu kecuali pangeran Kylian, "apa pangeran tidak suka permen?" tanyaku, "aku tidak terlalu suka manis" jawab pangeran Kylian, "ohh" bilangku, setelah itu pangeran pangeran mengobrol dan aku hanya mendengarkan. Setelah beberapa menit, kita sampai di academy kedua yaitu academy Glorytine, kita juga disambut dengan meriah, tapi tentu aja pada nggak menyangka keberadaanku, "selamat datang ke academy Glorytine, yang mulia" bilang kepala sekolah, pangeran Kylian mengangguk, "hari ini kita menyiapkan cooking class, apa pangeran tidak keberatan?" tanya kepala sekolah, "tidak apa apa kok" jawab para pangeran, kita jalan ke sebuah ruangan yang berisi peralatan masak yang lengkap, "ahh dan apa saya boleh bertanya siapa nona ini?" tanya kepala sekolah, "ahh saya Crysantle Estena Leanor" bilangku, "hah?! anda nona Crysantle?! ah maaf karena tidak mengenali anda" bilang kepala sekolah, "tidak apa apa, pastinya pada tidak menyangka keberadaan saya disini" bilangku, "nah ini guru kalian hari ini" bilang kepala sekolah sambil mengenalkan seorang laki laki, "selamat pagi, yang mulia, saya Alden, senang bertemu anda" bilang Alden, "dia adalah guru masak terbaik disini, baiklah saya ijin undur diri dulu, selamat menikmati waktu anda yang mulia dan nona Crysantle" bilang kepala sekolah dan keluar dari ruangan, "baiklah, kita belah menjadi 2 tim, apa itu tidak apa apa yang mulia?" tanya Alden, semuanya mengangguk, "karena pengaran dari Clarasis berjumlah 3, apa nona Crysantle tidak apa apa bersama pangeran dari Retisel?" tanya Alden, aku mengangguk, "baiklah, ini buku resep, silahkan pilih hidangan yang akan dimasak" bilang Alden sambil memberikan masing masing tim buku, aku dan pangeran dari Retisel memasak di sebelah kanan, dan pangeran dari Clarasis di sebelah kiri, "buat apa nih?" bilang pangeran Xavien sambil membalik halaman bukunya, aku dan pangeran Kylian melihat juga, "jujur sih, Crysy belum pernah memasak" bilangku, "tidak apa apa" bilang pangeran Xavien, "apa pangeran bisa memasak?" tanyaku, "bisa, dulu waktu kita kecil, ibu kita selalu mengajak kita ke dapur pribadinya dan memasak makanan" bilang pangeran Xavien, "wahh pengeran hebat" bilangku, "apa kita buat pie apel aja? kan gampang juga enak" bilang pangeran Kylian, "boleh" jawabku dan pangeran Xavien bersama, kita menyiapkan bahan bahan dan memulai, katanya pangeran dari Clarasis membuat biskuit, kita sibuk membuat makanan kita sendiri, "Xavien kamu motong apel" bilang pangeran Kylian, "Crysy kamu...lihat aja ya" bilang pangeran Kylian, "baik" jawabku, haha aku malah seneng nggak ngapa ngapain, aku melihat pangeran Xavien memotong apel dengan cepat dan pangeran Kylian menyampurkan bahan bahan untuk membut adonan, "kayaknya mereka beneran pro deh" bilangku dipikiran, "dan juga ternyata pangeran Kylian nggak dingin" bilang Ellena, "itu berkat aku lah" bilangku, "iya deh" jawab Lexion, "Crysy coba kesini sebentar" bilang pangeran Xavien, aku jalan ke sana, "ini coba" bilang pangeran Xavien memberikan sepotong apel, aku menerimanya dan memakannya, "apelnya nggak terlalu manis ya, tapi enak, pangeran Xavien juga memotongnya dengan rapi" bilangku, "haha iya dong" jawab pangeran Xavien, aku melihat ke pangeran Kylian, yang mukanya dipenuhi tepung, "haha muka pangeran ada tepungnya" bilangku, "dimana?" tanya pangeran Kylian dan memegang mukanya, sekarang tepungnya tambah banyak gara gara tangannya, aku mengambil sapu tanganku, "haha pakai ini aja" bilangku, pangeran Kylian mengambilnya dan menggunakan itu untuk mengelap mukanya, "sudah?" tanya pangeran Kylian, "tunggu sebentar, bisa menunduk sebentar?" tanyaku, pangeran Kylian menunduk dan aku membersihkan sisa tepung yang ada di pipinya, "sudah" bilangku, pangeran Kylian terlihat kaget, "kenapa?" tanyaku, "cuman belum ada yang berani memegang mukaku" bilang pangeran Kylian, oh ya! dia putra mahkota! "ahh! maaf pangeran, Crysy lupa kalau nggak boleh" bilangku, semoga aja nggak di hukum, "tidak apa apa, kalau ada tepung lagi bilang ya" bilang pangeran Kylian, aku mengangguk, kita menyelesaikan memasaknya hingga makan siang.


Pangeran Kylian mengeluarkan pie apelnya dari tempat memasak, baunya kemana mana dan saat bersamaan pangeran dari Clarasis juga mengeluarkan biskuitnya dari tempat memasak, "bagus bagus, silahkan taruh masaknnya di meja, ini sudah waktunya makan siang, akan ada yang mengantar ke tempat makan siang" bilang Alden, kita keluar dari ruangan itu dan ada kepala sekolah, "apa yang mulia dan nona Crysantle bersenang senang? mari saya antar" bilang kepala sekolah, kita diantar ke ruangan bersar dan ditangah tengah ruangan ada meja dan kursi, makanan sudah dihidangkan di atas meja, kita semua duduk dan makan. Setelah selesai makan, masakan kita tadi dikeluarkan, "wahh pangeran juga menghias biskuitnya ya?" bilangku, "iya, itu idenya Ackley" bilang pangeran Helton, "dari pada biskuit lingkaran biasa dan polos mending di bentuk dan dihias" bilang pangeran Ackley, "tadi kita memperhatikan kalian, dan sepertinya kalian mahir dalam memasak" bilang pangeran Glen, "biasa aja kok" bilang pangeran Xavien, kita semua mendapat satu potong pie dan biskuit buatan kita untuk makanan penutup, aku menyendok pienya, "oh my god!" bilangku kaget karena saking enaknya, semuanya nengok ke aku, "ini...enak banget" bilangku menangis kebahagiaan, "iya, ini enak banget" bilang pangeran Ackley, "bagus kalau kalian suka" bilang pangeran Xavien, aku sudah menyelesaikan sepotong pieku, dan aku mencoba biskuit yang dibuat pangeran dari Clarasis, "emm apa...pangeran memasukan gula kesini?" tanyaku, "iya" jawab pangeran pangeran dari Clarasis, "apa pangeran yakin yang dimasukan gula?" tanyaku pelan pelan, pangeran Helton mencoba biskuitnya juga dan mukanya berubah, "ehem kayaknya kita...salah masukin garam deh" bilang pangeran Helton, "ehhh?" bilang pangeran Ackley dan Glen bersamaan, "kesalahan bisa terjadi kapan apa" bilang pangeran Xavien, "iya sih, jangan di makan lagi deh" bilang pangeran Ackley, kita berbincang sebentar lagi dan lanjut ke academy semanjutnya, yaitu academy Teventele. Sesampaianya disana murid murid laki laki dengan pedang di tangan, "woah, wait wait apa mereka siap siap mau bunuh?" bilangku, "haha bukan kok, tadi kan aku sudah bilang academy yang ini fokus ke politik dan peperangan" bilang pangeran Xavien, "apa kamu takut pedang?" tanya pangeran Kylian, "nggak kok, cuman kalau Crysy nggak bawa pedang rasanya kurang aman" bilangku, "bawa pedang?" tanya pangeran pangeran, "iya" jawabku, "apa kamu mungkin bisa berpedang?" tanya pangeran Kylian, "sedikit" jawabku, "sedikit?!" bilang pangeran Ackley, "jangan percaya deh, Crysy bisa berpedang dengan mahir" bilang pangeran Glen, "bahkan kita bertiga aja kalah" bilang pangeran Helton, tiba tiba ada murid yang datang, "hey pangeran, kamu bolos ya" bilang laki laki itu, kita semua menengok, "aku nggak bolos ya, ada tamu aja" bilang pangeran Kylian, ohh temennya ya?, "ohh pangeran dari Clarasis ya? kenalin aku lah" bilang Ray, "haiss...iya deh, ini temenku Ray, Ray ini pangeran dari Clarasis" bilang pangeran Kylian, "senang bertemu anda, yang mulia, dan nona kecil ini?" tanya Ray, "saya Crysantle" jawabku, "Crysantle? kok agak nggak asing ya namanya? kayak pernah denger dimana gitu" bilang Ray berpikir, "karena memang nggak asing, dia Crysantle yang mendamaikan kedua kekaisaran" bilang pangeran Kylian, Ray membungkuk ke aku, "apa iya? nona kecil dan imut seperti ini bisa mendamaikan kedua kekaisaran besar?" bilang Ray, "apa kamu butuh bukti?" tanyaku, "hmm boleh" jawab Ray, "tapi nanti, Crysantle aku ajak ngumpulin tugas dulu, Ray kamu tolong perlihatkan academy" sela pangeran Kylian, "baiklah baiklah, tolong kesini pangeran" bilang Ray, "tunggu, apa Crysy tidak ikut?" tanya pangeran Helton, "emm Crysy akan menemani pangeran Kylian mengumpukan tugas dulu, lalu Crysy akan menyusul" bilangku, "baiklah, sampai jumpa" bilang para pengeran. Aku, pangeran Kylian dan para pengawal jalan ke dalam bangunan, "apa ini tempat kelas kelas berada?" tanyaku, "iya, kelasku yang itu" bilang pangeran Kylian sambil menunjuk kelas, "kelas A+ ya? namanya sama kayak di academy Lesturn" bilangku, "semua academy memang nama kelasnya kayak gini, ya kalau yang fokus ke ilmu peperangn dan politik" bilang pangeran Kylian, "ohh, apa kita akan masuk kelas ini?" tanyaku, "iya, guru yang aku cari lagi ngajar disini" bilang pangeran Kylian, "ohh...eh lho? terus kok teman pangeran yang tadi keluar kelas?" tanyaku, "Ray ya? dia ditugasin menyambut" bilang pangeran Kylian, pangeran Kylian langsung membuka pintunya dan masuk, wehh? pangeran juga langsung masuk tanpa ijin ya?, "ayo masuk, ngapain diem aja" bilang pangeran Kylian, karena pangeran Kylian sudah setengah jalan ke arah guru yang lagi duduk di kursinya, aku jalan jadi diperhatiin semua murid yang dikelas, kita jalan ke guru yang duduk, "yang mulia, anda telat masuk" bilang gurunya, "hari ini seharusnya aku nggak masuk, tapi aku cuman mengunjungi, ini tugasnya sudah aku selesaiin" bilang pangeran Kylian sambil memberikan kertasnya, gurunya membaca, "ringkasan yang sangat detail dan mudah dimengerti, apa pangeran mengerjakannya sendiri?" tanya gurunya, "aku dibantu" bilang pangeran Kylian dan melihatku, "dibantu sama nona kecil ini ya? siapa namamu?" tanya gurunya, "saya Crysantle" jawabku memberi hormat, gurunya langsung berdiri, "nona Crysantle?! maaf nona saya berbicara tidak sopan ke nona" bilang guru, "tidak apa apa" jawabku, "emm sebenarnya sekelas ini baru membahas tentang ilmu kekaisaran, karena nona sudah mendamaikan kedua kekaisaran, apa nona mau menjelaskan sedikit?" tanya guru, aku melihat ke pangeran Kylian, "jika kamu mau lakukan saja, aku juga lumayan penasaran" bilang pangeran Kylian, "baiklah, Crysy akan menjelaskannya" jawabku, gurunya berdiri dari kursinya dan pengeran Kylian duduk di sana, aku dan guru itu jalan ke tengah depan kelas, "perhatikan semuanya, kita kedatangan tamu special, nona Crysantle" bilang gurunya, "hai semuanya saya Crysantle Estena Leanor dari kekaisaran Clarasis, senang bertemu kakak kakak semua" bilangku tersenyum, karena ini academy khusus laki laki ya pastinya muridnya laki laki semua lah ya, "nona Crysantle akan menjelaskan sedikit tentang kekaisaran" bilang guru dan jalan ke arah pojok kelas, "emm agar lebih mudah mungkin ada pertanyaan tentang masalah peperangan kekaisaran, atau yang lain?" tanyaku, ada yang mengangkat tangan, "kakak yang mengangkat tangan" bilangku, "peperangan terakhir yang terjadi antara kedua kekaisaran kemarin, saya dengar nona Crysantle yang membuat formasinya, apa itu benar?" tanya laki laki itu, "benar, saya yang membuat formasinya" bilangku, sekelas jadi heboh, ada yang mengangkat tangan lagi, "iya?" bilangku, "tadi nona Crysantle bilang kakak kakak, berapa umur nona?" tanya laki laki itu, "umur saya 8 tahun" jawabku, jadi tambah heboh, "karena tidak ada pertanyaan lagi, saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat formasi perang yang baik dan benar" bilangku, aku menjelaskan kurang lebih 10 menit, "itu bagaimana cara membuat formasi yang bagus, pikirkan keuntungan sekutu dan gunakan baik baik kelamahan lawan" bilangku, semuanya bertepuk tangan dan aku memberi hormat, "penjelasan yang bagus nona Crysantle" bilang guru, pangeran berdiri dan jalan ke aku, "sebaiknya kita menemui yang lain, kayaknya mereka mencari" bilang pangeran Kylian, "baiklah, sampai ketemu kembali kakak kakak" bilangku, aku keluar kelas bersama pangeran, "yang mulia, saya mendapat informasi dari teman yang mulia, semua pada berkumpul di tempat latihan" bilang salah satu pengawal pangeran, "baiklah kita kesana" bilang pangeran, kita jalan ke sana, "bagaimana kamu tau tentang sesuatu yang sangat susah?" tanya pangeran Kylian, "sesuatu yang sangat susah?" tanyaku, "iya, tentang formasi perang, politik, keuangan, keadaan kekaisaran, itu semua sangat susah, bahkan aku yang belajar selama 7 tahun lebih masih pusing dengan itu semua, sedangkan kamu berbicara lancar di depan kelas yang berisi orang pintar pintar, tambah kamu juga nggak sekolah di academy" bilang pangeran Kylian, "Crysy hanya menyampaikan apa yang Crysy tau" bilangku, "dan kamu tau semuanya" lanjut pangeran Kylian, "haha kalau pangeran ada tugas lagi, Crysy akan bantu" bilangku, "beneran lho ya" bilang pangeran Kylian, "selama Crysy ada di sini" bilangku.


Tiba tiba Ray dateng ke taman, "hello everyone! we meet again! the handsome guy, Ray is here to-" sebelum kak Ray selesai ngomong pangeran Kylian menutup mulutnya, "tutup mulutmu" bilang pangeran Kylian, kak Ray memberikan tanda oke dengan jarinya dan pangeran Kylian menyingkirkan tangannya, "nona Crysantle yang lucu ini masih di sini ya" bilang kak Ray sambil mencubit pipiku, "aww!" bilangku kesaiktan, tiba tiba ada suara pedang keluar dari wadahnya "sring!", kak Ray langsung menyingkirkan tangannya dari pipiku, aku baik badan dan ternyata Sir Cleis dan Sir Reuv mengeluarkan pedangnya, "pegawal yang bagus" bilang pangeran Kylian, "i approve" bilang pangeran Glen, "kenapa kak Ray kesini?" tanyaku, "oh ya, sebenernya ada beberapa guru yang ingin bertemu kamu, apa kamu ada waktu?" tanya kak Ray, aku melihat ke pangeran Glen dan Kylian, "gimana boleh nggak?" tanya kak Ray ke kedua putra mahkota, "kita masih ada waktu kok" bilang pangeran Kylian, "bagus, ayo nona Crysantle!" bilang kak Rak dan menarikku, "kyak!" kataku kaget, pangeran Kylian dan Glen melihat ke kak Ray, "opss maaf" bilang kak Ray. Aku, kak Ray, dan pangeran pangeran lain pergi ke sebuah ruangan yang di penuhi oleh guru, mereka semua memberi hormat "selamat datang yang mulia pangeran dan nona Crysantle", aku tersenyum, salah satu guru maju kedepan, karena ini sekolah khusus laki laki pastinya gurunya laki laki semua, "saya adalah kepala sekolah disini, perkenalkan saya Cristian, panggil saja guru Cris" bilang Cris, "baiklah, guru Cryis, apa guru mencari Crysy?" tanyaku, semua guru terpanah dengan kelucuanku, "iya benar, saya dengar nona bisa mengalahkan Ray dengan mudah" bilang guru Cris, aku melihat ke kak Ray dan kak Ray mengalihakn pandangannya, "tidak semudah itu kok, kak Ray sangat mahir dalam berpedang" bilangku, itu aja aku belum pakai full power, "saya juga dengar nona memberi sedikit pengetahuan tentang formasi perang ke kelas A+" bilang guru Cris, "ahh itu ya? itu hanya sebatas pengetahuan Crysy saja" bilnagku, "nona sangat lah cerdas ya? nona masuk academy mana?" tanya guru Cris, "Crysy masih 8 tahun, telum bisa masuk academy" bilangku, semua guru shock dengan kata kataku, "ja-jadi nona Crysantle, tidak pernah balajar di academy?" tanya guru Cris masih sedikit shock, "Crysy sekolah di academy 2 hari, tapi terus nggak lagi" jawabku, "ahh begitu ya?" bilang guru Cris, tiba tiba ada yang masuk ke ruang itu, semuanya menengok, "ahh maaf saya menggangu ya?" tanya orang itu, aku memperhatikan lebih lama, kok kayak kenal ya? setelah sedikit berpikir ternyata itu Ren dan Sir Stevano, "Sir Stevano? Ren?" tanyaku, "nona?" bilang mereka berdua, semuanya jadi lihat dari aku ke Sir Stevano sama Ren, "ahh maaf, saya perkenalkan diri sendiri terdahulu, saya Ren kepala sekolah dari academy Lesturn" bilang Ren, "dan saya Stevano, kepala kesatria di academy Lestrun" bilang Sir Stevano, "kita kesini karena mendapat surat dari sini" bilang Ren, "ahh iya, memang saya mengirim surat, saya permisi sebentar" bilang guru Cris, dia keluar bersama Ren dan Sir Stevano, "Crysy kenal?" tanya pangeran Helton, aku mengangguk, "aku pernah ketemu Ren itu, tapi Stevano? kayak nggak pernah denger" bilang pangeran Ackley, "Sir Stevano jarang keluar dari ruangannya, jadi susah ketemunya" bilangku. Kita berbicara dengan guru sebentar dan keluar dari ruangan, katanya murid murid membuat pertunjukan mendadak, "apa ini pertunjukan berpedang?" tanyaku, "iya, karena sekolah ini unggul dalam itu, kalau kamu nggak mau lihat nggak apa apa kok" bilang pangeran Kylian, "nggak kok, Crysy malah penasaran" bilangku, "tapi jangan kecewa jika kemampuannya nggak sebagus dan semahir kamu" bilang pangeran Kylian, "pastinya kakak kakak disini mahir kok" bilangku, kita duduk di semacam singgasana, kali ini aku dapet kursi, jadi aman, pertunjukan pedangnya dimulai, udah kayak drumband aja, tapi berpedang, "wahh apa semua ini murid murid?" tanyaku, "iya" jawab pangeran Kylian, "tapi kok seragamnya beda beda?" tanyaku, "itu levelnya, yang biru muda putih itu pemula, yang hitam putih itu mahir, yang putih itu hampir tingkat kesatria" bilang pangeran Kylian, "ohhh, kalau gitu pangeran apa?" tanyaku, "aku putih" jawab pangeran Kylian, "aku hitam putih" bilang pangeran Xavien, "dia nggak tanya kamu kok" bilang pangeran Kylian, "kan aku juga mau jawab, memangnya nggak boleh?" tanya pangeran Xavien, "iya deh" bilang pangeran Kylian, kita melihat hingga akhir, tiba tiba pangeran Xavien memberikan kain panjang, "disini ada tradisi, kalau ada perempuan, perempuan itu harus memberikan pita" bilang pangeran Xavien, "baiklah, apa Crysy harus memilih satu orang?" tanyaku, "iya" jawab pangeran Xavien, aku mengambil pita dari tangan pangeran Xavien, "apa harus di lapangan?" tanyaku, "iya, memangnya kenapa?" tanya pangeran Kylian, "kalau nggak cuman yang di lapangan, Crysy akan berikan ke pangeran Kylian, tapi nggak boleh ya?" bilangku, aku jalan ke arah lapangan, karena aku cuman kenal kak Ray, aku mencari dia, katanya dia sangat mahir dalam berpedang, berarti dia menggunakan seragam putih ya, aku kebagian sana dan kak Ray ada di depan barisan, aku memberikan pitanya, kak Ray berlutut, "apa nona Crysantle memberikan pitanya ke aku?" tanya kak Ray, aku mengangguk, "terima kasih telah memilih aku dari ribuan murid di sini, nona Crysantle" bilang kak Ray, dia mencium tanganku, aku kaget apa lagi pengawalku, tapi kali ini mereka diam, karena ini cara bangsawan, mau gimana lagi? "kak Ray panggil aku Crysantle aja" bilangku, "baiklah, Crysatle" bilang kak Ray, aku kembali dan pas aku sampai di kursiku, pangeran Glen langsung mengambil sapu tangan dan berkata "mana tanganmu yang dicium sama dia?" tanya pangeran Glen, "yang ini, kenapa?" tanyaku sambil mengangkat tangan kanan, pangeran Glen langsung mengusap tanganku menggunakan sapu tangan itu, "nah sudah bersih" bilang pangeran Glen, "Ray memang gitu" bilang pangeran Kylian, "tapi bukannya memang gitu ya? kan jika laki laki bangsawan bertemu perempuan bangsawan, yang laki laki harus mencium tangan parempuan untuk rasa hormat?" tanyaku, "kamu terlalu pintar" bilang pangeran Xavien, "kalau Crysy berkata begitu berarti aku juga harus gitu dong" bilang pangeran Glen, dia tiba tiba mencium tanganku, "pangeran Glen?! pangeran tidak harus begitu" bilangku kaget, di samping aku melihat pangeran Kylian melihat pangeran Glen dengan tatapan yang kurang bisa dijelaskan, "haha" tawa pangeran Glen, aku kembali duduk, "kenapa kamu ngasih ke Ray?" tanya pangeran Kylian, "karena Crysy nggak kenal yang lain" jawabku, "masuk akal" bilang pangeran Kylian, pertunjukannya lanjut hingga selesai. Setelah itu kita kembali ke istana, aku masih bisa lari lari sedangkan pangeran pangeran yang lain kecapekan dan duduk di sofa, "huah capek" bilang pangeran Xavien, "sama" bilang pangeran yang lainnya, "ihh masak pangeran capek sih? udah kayak orang tua aja, haha" bilangku, "kamu ya" bilang pangeran Ackley, aku lari "catch me if you can~" bilangku, aku dan pangeran Ackley lari lari kesana kemari, aku berheti berlari dan pangeran Ackley mengangkat dan memutarku, aku tertawa senang, pangeran Ackley kembali menurunkanku, aku melihat pangeran yang lain, "apa jangan jangan pangeran kurang olahraga ya? dulu kan Crysy bilang harus sering sering latihan" bilangku, pangeran Glen dan Helton mengangguk, "pangeran pangeran harus sering sering latihan, banyak minum air juga" bilangku tegas, "haha baiklah" jawab pangeran Helton, kita mengobrol sebentar dan kita kembali ke kamar masing masing, pembantu yang tadi pagi dateng lagi, untung aku lagi niat ngobrol, "apa nona tau? putra mahkota sangat baik lho ke nona" bilang pembantu itu, "apa iya? bukannya pangeran Kylian memang baik?" tanyaku, "emm sebenarnya putra mahkota jarang ngobrol sama orang lain, bahkan adiknya sendiri, tapi waktu nona dan pangeran dari Clarasis datang, putra mahkota lebih banyak berbicara, apa lagi ke nona, bahkan katanya nona diajak ke kamarnya putra mahkota, bahkan pembantu nggak boleh masuk kecuali pembantu yang dipilih sama putra mahkota sendiri" bilang pembantu itu, "ahh apa iya?" bilangku, "iya nona, sepertinya putra mahkota nyaman di dekat nona" bilang pembantu itu, "hmm Crysy suka membuat orang lain senang" bilangku, "apa jangan jangan putra mahkota..." bilang pembantu itu, "pangeran kenapa?" tanyaku, "bukan kok, nona" bilang pembantu itu, setelah selesai, aku tiduran di tempat tidur membaca buku dongeng, karena kalau baca buku yang kayak peperangan nanti pada shock, "kelinci putih melompat ke arah pohon cemara, buset dah ini buku apaan?" bilangku, tiba tiba ada yang mengetuk pintuku, "masuk aja" bilangku, dan ternyata yang masuk pangeran Kylian, "ahh pangeran? maaf tidak membuka pintu, Crysy kira pembantu" bilangku, "tidak apa apa, kamu membaca buku apa?" tanya pangeran Kylian duduk di sampingku, "dongeng kelinci putih" jawabku, "ohh kamu baca buku kayak gini ya?" tanya pangeran Kylian, "emm kalau Crysy bilang, Crysy membaca buku sejarah apa pangeran Kylian percaya?" tanyaku, "percaya aja kok, apa mau aku bacain?" tanya pangeran Kylian sambil mengambil buku yang ada di tanganku, "kelinci putih bertemu dengan rusa dan meminta bantuan untuk menggali salju yang ada di depan pohon cemara, why is this story so lame?" bilang pangeran Kylian, "right? makanya Crysy nggak ngelajutin baca, pangeran ngapain ke sini?" tanyaku, "nggak apa apa kok, aku bosen aja" bilang pangeran Kylian, "oh ya, besok ke pusat kota kan? apa di pusat kota ada makanan manis?" tanyaku, "haha kamu suka banget manis ya? ada banyak kok" bilang pangeran Kylian, "yay!" bilangku senang, "nah sekarang Crysy tidur, besok kita pergi pergi lagi" bilang pangeran Kylian, "iya, pangeran juga istirahat, tadi pangeran kan kecapekan" bilangku, "iya, selamat malam Crysy" bilang pangeran Kylian, tiba tuba pangeran mencium dahiku, aku kaget, "ahh maaf, Crysy nggak terbiasa ya?" tanya pangeran Kylian, "nggak apa apa kok, selamat malam pangeran Kylian" bilangku tersenyum, pangeran Kylian tersenyum dan keluar dari kamar, setelah beberapa detik terdiam, "whaat?!" bilangku, angel, devil, dan Phoneix keluar, "same" bilang angel, "apa dia beneran pangeran Kylian?" tanya devil, "aku juga nggak percaya, apa bener dia pangeran yang dingin itu?" bilang Ellena, "dia memang bener pangeran pangeran Kylian, well not as expected, but even better" bilang Lexion, "iya memang tambah gampang buat minta bunganya, tapi kalo nggak boleh gimana?" tanyaku, "i don't know" bilang Lexion, "masih ada lain waktu kok" bilang Ellena, "well he actualy kind a sweet" bilangku, "i approve, dia tampan, pintar, caring, kemampuannya bagus, tambah dia putra mahkota, otomatis dia punya banyak harta" bilang Ellena, "haha maksudku sweet like a brother, not like a boyfriend, he probably have a fiancé" bilangku, "nope, dia belum punya tunangan" bilang Ellena, "ehh?! masak?! padahalkan putra mahkota" bilangku, "iya, aku juga bingung" bilang Lexion, "apa pangeran pangeran yang lain punya tunangan?" tanyaku, "nggak" jawab mereka semua bareng, "woah, santai lah, tapikan pangeran sama putri kekaisaran biasanya udah punya tunangan, tapi kok dua kekaisaran ini aneh ya?" bilangku, "you ask me? i don't know" bilang Lexion, "ihh kepedean" bilangku, "terus kamu tanya sapa dong?" tanya Lexion, "nggak tau juga" bilangku, "heh! jangan bikin tekanan darah tinggi lah" bilang Lexion, "kan kamu udah nggak punya darah, aku yang punya" bilangku, "huaaa! tekanan darahku naik sumpah! ni anak nganyelin banget ya!" bilang Lexion, "kayak kamu, diakan reinkarnasimu" bilang Ellena, "nah jadi salahmu kan bukan aku" bilangku, "aku kalah deh, udah tidur sana" bilang Lexion, aku tiduran dan tidur nyenyak.