The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
let's start a drama



Keesokan harinya aku bangun karena mendengar pintuku terbuka, tapi mataku masih tertutup, "ayo bangun" bilang orang yang masuk, "hmmm 5 menit" bilangku, "kamu susah bangun pagi ya?" tanya orang itu, "hmmm" jawabku, "haha nanti telat lho" bilang orang itu, "bentar bentar, memangnya telat kemana? hoam" bilangku, aku  berbalik ke samping dan berpikir sebentar, setelah berpikir sejenak aku ingat aku bukan di rumah dan di istana kekaisaran Retisel, aku langsung membuka mataku, aku melihat siapa yang ngomong sama aku, ternyata pangeran Kylian, "pangeran?!" bilangku langsung duduk, "haha, kalau kamu mau tidur, tidur lagi aja" bilang pangeran Kylian, "wahh pangeran sudah tau sisi buruk Crysy nih" bilangku, "jadi itu rahasiamu?" tanya pangeran Kylian, "iya, jangan kasih tau siapa siapa lho pangeran" bilangku sambil mengangkat jari kelingkingku, "baiklah, i keep my mouth shut" bilang pangeran Kylian sambil menggantungkan jari kelingkingnya ke aku, aku tiduran lagi, "lho kok tiduran lagi?" tanya pangeran Kylian, "nyawa Crysy belum ngumpul" jawabku, setelah beberapa detik aku duduk lagi, "apa pangeran Kylian kesini mau membangunkan Crysy?" tanyaku, "karena kamu nggak suka penbantu yang kemaren, aku ganti aja, tapi belum aku pilih, yaudah aku aja yang bangunin" bilang pangeran Kylian, "ohh, well good moring, crown prince Kylian" bilangku, "morning to you too" bilang pangeran Kylian, "pangeran tidak perlu memanggil pelayan, Crysy akan bersiap sendiri" bilangku, "nggak boleh dong, kamu kan nona kecil" bilang pangeran Kylian, "iya deh" jawabku, kita tertawa bersama, "oh ya pangeran, katanya pelayan yang kemarin, pangeran pendiam, tapi pangeran nggak pendiam tuh?" bilangku, pangeran duduk di tempat tidurku, "aku kan sudah bilang, aku ingin berubah, tapi seperti ya susah, aku nggak begitu nyaman sama orang lain, tapi pas aku ketemu kamu, aku ngerasa nyaman, kamu mudeng yang aku katakan, kamu tau gimana caranya yang ini dan itu, kamu bisa membantu banyak, nggak tau kenapa rasanya nyaman aja" bilang pangeran Kylian, "kalau pangeran ingin bercerita cerita, boleh kok cerita ke Crysy" bilangku, "pastinya, sebaiknya kamu siap siap" bilang pangeran Kylian, "lho? pangeran sudah mandi?" tanyaku, pangeran Kylian mengangguk, "waduh...pangeran sudah melihat muka bangun tidur Crysy nih" bilangku, "haha kamu tetep lucu kok, oh ya ini, kamu dapet surat dari kediaman Duke" bilang pangeran Kylian, aku menerimanya dan membukanya, "apa isinya? kalau boleh tau sih" bilang pengaran Kylian, isi suratnya adalah "Crysy ini ayah, apa Crysy baik baik saja disana? apa pangeran pangeran bersikap baik? apa ada yang marahin Crysy? apa ada yang buat Crysy nangis? apa ada yang mencoba menyerang Crysy? apa Crysy sudah lihat bunganya? apa Crysy kangen ayah? apa Crysy bersenang senang di sana? ayah bertanya banyak hal ya? Crysy jaga diri baik baik ya, ayah kangen Crysy", "isinya...ya...surat dari ayah yang sangat khawatir" bilangku, "apa Duke biasanya kayak gitu?" tanya pangeran Kylian, aku mengangkat bahuku, ada surat aatu lagi dan isinya "Crysy ini ibu, apa Crysy bersenang senang? pastinya iya kan? kalau Crysy ke pusat kota jangan lupa beli perhiasan dan gaun gaun cantik ya, ayah sangat rindu dengan Crysy hingga tidak bisa fokus bekerja, ibu juga sama, tapi ibu masih semangat, cepat kembali ya Crysy", "ini baru hari pertama kan?" tanyaku, "iya, memangnya kenapa?" jawab pangeran Kylian, "kalau hari pertama kayak gini, gimana kalau aku pergi lebih lama? pastinya suratnya lebih panjang dari ini" bilangku, "haha kehawatiran orang tua" bilang pangeran Kylian, aku dengar pangeran Kylian tidak terlalu dekat dengan ayah atau ibunya, tapi aku belum melihat ratu sampai sekarang, aku pengen tanya tapi kapan kapan aja deh, "hoam...masih ngantuk, oh ya kemarin kenapa guru dari academy Lesturn ke ke academy Teventele?" tanyaku, "katanya sih mau mengadakan lomba antar academy" jawab pangeran Kylian, "sepertinya seru, berarti pangeran juga ikut dong?" tanyaku, "tergantung" bilang pangeran Kylian, lalu pangeran berdiri dari tempat tidurku, "ayo kamu harus siap siap, aku bakalan panggilin pembantu" bilang pangeran Kylian, "tidak perlu kok" bilangku, "perlu" bilang pangeran Kylian, "nggak" bilangku, "harus" bilang pangeran Kylian, "nggak harus" bilangku, "wajib" bilang pangeran Kylian, "sunah" bilangku, "have to" bilang pangeran Kylian, "don't have to" sautku, "emm...apa ya?" bilang pangeran Kylian, "i win!" bilangku, "haha iya deh, yaudah, aku keluar ya" bilang pangeran Kylian, dia keluar dan aku memilih baju, tapi ada yang mengetuk pintu, "siapa? apa jangan jangan pangeran balik lagi?" bilangku, aku membuka pintu dan ternyata ada 3 pelayan, "hari ini kita akan menyiapkan nona" bilang salah satu palayan, didalem hati "tetep dipanggil juga ya", "baiklah" jawabku, aku mandi dan bersiap siap. Saat aku selesai, para pelayan keluar dari kamarku, aku mengambil sarung tangan berwarna putih, karena hari ini aku menggunakan gaun pendek berwarna biru muda dan ungu, "not bad" bilangku, saat aku menggunakan sarung tangan bagian kanan, pintuku terbuka dan pangeran Xavien masuk terengah enagah, "hosh hosh, haduh hah...capek" bilang pangeran Xavien, aku melihat pangeran Xavien bingung, "hosh hosh, maaf kalau aku nggak sopan, tapi ini darurat" bilang pangeran Xavien dan menarikku keluar, "eh eh! kenapa?! sarung tangan yang kiri belum Crysy pakai" bilangku, aku masih memegang sapu tangan yang kiri, "pakai kalau sudah sampai sana" bilang pangeran Xavien, dia lari aku mengikutinya dari belakang juga berlari, "apa ada kecelakaan?" tanyaku sambil lari, "bukan, lebih parah" bilang pangeran Xavien, "lebih parah?!" bilangku, "iya, makanya ayo cepat" bilang pangeran Xavien, kita lari keluar istana, "lho mau kemana?" tanyaku, "ikutin aja" bilang pangeran Xavien, kita masih lari, untung hari ini aku nggak pakai gaun yang berat dan puffy, kita sampai di gerbang depan kekaisaran, disana ada pangeran pangeran yang sudah berpakaian rapi, sampai disitu aku dan pangeran Xavien terengah engah, "hah hah hah...kenapa harus lari lari, hah hah, apa masalahnya?" bilangku kehabisan nafas, "putri pertama datang" bilang pangeran Xavien, aku membungkuk memegang lututku kecapekan, "kenapa kalian lari lari?" tanya pangeran Glen, "Xavien, apa kamu tau kalau perempuan tidak harus menyapa di pintu? apa lagi Crysantle masih belum harus memakai seluruh sopan santun yang ada" bilang pangeran Kylian, "oh iyaya? kenapa aku buru buru terusan?" bilang pangeran Xavien, aku masih kecapekan gara gara lari lumayan jauh, pangeran Kylian jalan ke aku dan berlutut di depanku, "hah hah, pangeran jangan berlutut di tanah" bilangku masih kehabisan nafas, "Xavien!" teriak pangeran Kylian marah, "maaf kan aku, aku nggak tau" bilang pangeran Xavien menunduk, "tidak apa apa pangeran, Crysy baik baik saja" bilangku, pangeran Kylian kembali melihat ke aku, aku tersenyum, tiba tiba pandanganku mulai gelap dan kabur, "Crysantle!" aku mendengar suara itu dan setelah itu semuanya gelap.


Aku mencoba membuka mata sedikit, walaupun samar samar, tapi sepertinya aku kembali ke kamar yang aku tinggali di istana kekaisaran Retisel, dan mataku tertutup kembali, aku mencoba menggerakan badanku tapi badanku terasa berat, mataku serasa ingin menutup lagi, aku susah mengeluarkan suara, pandanganku masih samar samar, aku bisa mendengar Lexion berkata "woi bangun", "aku kenapa?" tanyaku dipikiran, "kamu pingsan, tapi cuman sebentar kok, paling hampir satu jam" bilang Ellena, "kamu kehabisan tenaga karena berlari, kondisi fisikmu masih belum siap" bilang Phoneix, "apa putri pertama sudah datang?" tanya dipikiranku, "yaelah malah mikir orang lain, pikir dirimu dulu" bilang angel, "iya, kamu kecapekan, sebelum kamu kesini kamu juga terlalu memaksa diri untuk latihan pedang dan berkuda berjam jam" bilang devil, "sepertinya aku membuat masalah" bilang dipikiranku, "ya lumayan, tapi untungnya kamu ditangkep sama pangeran Kylian, kalau nggak kamu udah jatuh ke tanah" bilang angel, "aku harus berterima kasih nanti, tapi aku ini lagi dimana? di kamar kan?" bilang dipikiranku, "iya, kamu lagi dikamar" bilang Ellena, "pangawalmu yang mengangkatmu kesini, mereka kaget saat melihatmu pingsan" bilang Lexion, "ada yang masuk kamarmu" bilang devil, "siapa?" tanyaku dipikiran, "para pangeran dan putri Nora juga suaminya ehh siapa namanya?" bilang Lexion, "Falco Leinton Tevantre, dia ikut nama putri karena kedudukannya lebih rendah, dia anak dari Grand Duke disini tapi aku lupa siapa" bilang Ellena, "mereka semua ke sini?! ngapain?" tanyaku dipikiran, "aku nggak bisa baca pikiran" bilang Ellena, "tapi yang jelas, mereka sekarang ada di samping tempat tidurmu" bilang angel, "badanku masih kerasa berat, gimana nih?!" bilangku dipikiran, "you asking us?" tanya Lexion, "well yeah! than who else? i can't talk, my throat is dry" bilangku, "diem aja dulu deh" bilang Ellena, aku bisa mendengar apa yang dikatakan mereka, "ahh ini nona Crysantle ya? kamu bilang nona Crysantle kayak gini gara gara Xavien kan?" bilang seseorang, itu suara perempuan, jadi pastinya itu putri Nora, "iya, Xavien menarik dan mwmbuat Crysantle lari dari sini ke gerbang depan" bilang pangeran Kylian, karena aku sudah hafal semua suara orang yang deket sama aku, "ya kan aku nggak tau" bilang pangeran Xavien, "nona Crysantle sangat imut saat tidur" bilang putri Nora, "ehh enak aja lihat lihat aku tidur, eh yang lebih bener pingsan" bilangku dipikiran, "ya mau gimana lagi?" bilang Lexion, "kok aku nggak denger suara dari pangeran pangeran Clarasis?" tanyaku dipikiran, "karena mereka nggak disini, mereka mengurus beberapa urusan tentang kekaisaran" bilang Phoneix, "terus yang dikamarku siapa aja dong?" tanyaku dipikiran, "pangeran Kylian dan Xavien, putri Nora dan suaminya Falco" jawab devil, "you for real?! aku yang sendiri yang bukan keluarga kekaisaran Retisel" bilangku dipikiran, "yup, 100% correct" bilang devil, "kalo aku bangun sekarang gimana? aku harus bertingkah kaget lalu memberi salam, apa acting pusing?" bilangku, "coba gini aja deh, kamu coba membuka matamu pelan pelan, terus kamu melihat ke arah mereka lalu duduk pelan pelan, memberi salam ke mereka juga memperkenalkan diri, meminta maaf karena nggak bisa menyambut putri Nora dan suaminya lebih awal, dan kelanjutannya tergantung gimana keadaannya" bilang Ellena, "baiklah" bilangku dipikiran, aku membuka pelan pelan mataku, aku bisa melihat dengan jelas sekarang, "Crysy!" bilang pangeran Xavien, "Crysantle" bilang pangeran Kylian, mereka berempat ada di samping tempat tidurku, aku mengedipkan mata beberapa kali dan duduk, "ahh maaf saya tidak bisa menyambut lebih awal, saya Crysantle Estena Leanor" bilangku, "tidak apa apa, nona Crysantle, silahkan tiduran kembali, saya putri Nora dan ini suami saya Falco" bilang Putri Nora, "senang bertemu anda" bilangku tersenyum, "maafkan adik saya, Xavien perlu lebih banyak belajar lagi" bilang putri Nora, "tidak apa apa, pangeran Xavien tidak tau" bilangku, "awas ya kamu Xavien!!" bilang Putri Nora, "ampun kak, ampun, aku nggak bakalan ngulangi lagi kok" bilang pangeran Xavien, "nona Crysantle adalah tokoh penting yang mengubah semuanya, kalau sakita gara gara kamu gimana?" bilang putri Nora, pangeran Xavien hanya diam, "putri silahkan memanggil saya Crysantle atau mungkin panggilan saya Crysy" bilangku, pangeran Kylian masih melihat pangeran Xavien dengan tatapan mematikan, aku meraih tangan pangeran Kylian, dia kaget saat aku pegang tapi lama lama santai, "pangeran Kylian tidak perlu marah ke pangeran Xavien, kesalahan bisa terjadi kapan aja" bilangku, "tapi kamu sampai pingsan" bilang pangeran Kylian, "itu karena kondisi fisik Crysy kurang baik, jadi jangan salahkan pangeran Xavien, pangeran Xavien berniat baik kok" bilangku, "baiklah, tapi kalau lain kali diulang, nggak tau bakalan aku apain kamu Xavien" bilang pangeran Kylian, aku melepas tanganku dari tangan pangeran Kylian, "ahh maaf, Crysy jadi merepotkan ya?" bilangku, aku melihat ke arah Putri Nora dan Falco, mereka melihatku katak nelihat anak kucing lucu, "emm?" bilangku, "astaga! imut banget! aku jadi pengen meluk deh! apa boleh?" tanya putri Nora, dan sedangkan Falco matanya berbinar binar, "ahaha silahkan saja" bilangku, putri Nora langsung memeluk aku dengan erat, "astaga! kamu imut banget! kenapa aku nggak punya adik perempuan?!" bilang putri Nora, setelah itu putri Nora melepas pelukannya, "kamu nggak perlu berbicara formal kok" bilang putri Nora, "baiklah" jawabku tersenyum, aku melihat Falco, sepertinya ada yang ingin dia katakan, "apa tuan Falco ingin berkata sesuatu?" tanyaku, "ahh iya, pertama kamu panggil aku kak Falco aja" bilang Falco, "ihh nggak cocok lah" bilang pangeran Kylian, "kok bisa?" tanya Falco, "karena umur Crysantle baru 8, sedangkan kamu 21" bilang pangeran Kylian, "8 tahun?!" bilang Falco, "tunggu 8 tahun? tapi pengetahuan Crysantle sudah selevel dengan putra mahkota" bilang putri Nora, "terus kamu kok bisa mendamaikan kedua kekaisaran dengan mudah? aku aja bingung lho" bilang Falco, "emm, itu hanya ide yang muncul dipikiran Crysy" jawabku, semuanya diem, "aku aja kaget" bilang pangeran Kylian, "ahh aku ngerasa harga diriku turun drastis" bilang Falco, "makanya toh, selisih umurmu aama Crysantle aja 13 tahun, kamu baru ngurus keluarga, Crysantle sudah ngurus kekaisaran" bilang pangeran Kylian, "seperti biasa, mulut tajam putra mahkota" bilang Falco, "kalian keluar dulu, aku mau ngomong sama Crysantle" bilang putri Nora, pangeran Kylian, pangeran Xavien, dan Falco keluar dari kamarku, aku mulai deg degan, "Crysy ya? menurutmu bagaimana sifat putra mahkota? berkatalah dengan jujur" tanya putri Nora, "pangeran Kylian baik, pintar, juga cerdas" bilangku, "oh ya? apa kamu pernah ditatap dingin dia?" tanya putri Nora, "tatapan dingin? kayaknya belum, apa pangeran Kylian seperti itu?" tanyaku, kali ini aku bertingkah bodoh biar bisa menggali informasi, "bahkan kamu diperbolehkan memanggil dengan pangeran Kylian ya? apa kamu tau kenapa aku berkata sepertinini kepada Crysy?" tanya putri Nora, aku menggeleng, "Kylian jarang berbicara, bahkan hampir tidak pernah, walaupun kita berkumpul seperti tadi, Kylian selalu diam dan tidak mempedulikan orang lain, tapi ini pertama kali Kylian berbicara banyak, biasanya dia hanya berkata ya atau tidak, aku bahkan pernah mengira apa dia nggak bisa berbicara, ini aku pertama kali dalam seumur hidupku, aku melihat Kylian berbicara banyak dan mempedulikan orang lain" bilang putri Nora, "ahh apa iya? pangeran selalu berbicara kepada Crysy, bahkan kemarin malam pangeran Kylian membacakan dongeng, walaupun cuman sedikit" bilangku, "Kylian?! baca dongeng?!" tanya putri Nora shock, aku mengangguk, "ini juga pertama kali sih, hmm aku nggak tau apa yang dipikirannya, tapi dia sepertinya berubah" bilang putri Nora, "berubah?" tanyaku, "iya, dah nggak usah ngomongin ini lagi, kamu istirahat lagi aja, aku disini sampai besok kok" bilang putri Nora, dia keluar dan aku tiduran di tempat tidurku lagi.


Aku melihat atas, disitu ada banyak gambar bunga es biru, "disini bunga es biru ada dimana mana ya?" bilangku dipikiran, "iya lah, jadinya gimana nih?" tanya Lexion, "sabar aja lah, ini baru hari ke-2, masih ada 3 hari lagi" bilang ku dipikiran, "well at least make a plan or something!" bilang Lexion, "mana mungkin tiba tiba aku ngomong apa aku boleh minta bunga es bitu, ya aneh lah" bilangku, "makanya, ini lebih susah dari yang kamu pikirkan" bilang Lexion, "at least aku ketemu putri" bilangku dipikiran, "nggak nyambung woi" bilang Lexion, "serah aku lah" bilangku dipikiran, tiba tiba pintuku terbuka dan aku duduk untuk melihat siapa itu, "oh! tuan Falco?" bilangku, "ahh iya, ini aku, maaf menggangu waktu istirahatmu" bilang Falco, "nggak apa apa kok, ada apa tuan kesini?" tanyaku, "aku ingin bertanya sedikit tentang masalah kekaisaran, apa tidak apa apa?" tanya Falco, "tidak apa apa kok" bilangku, Falco menarik kursi ke samping tempat tidurku, "pertama aku ingin tanya, umurmukan 8 tahun, berarti kamu belum masuk ke academy?" tanya Falco, aku mengangguk, "harga diriku tambah turun" bilang Falco, "haha tidak apa apa, tuan masih bisa belajar lebih banyak" bilangku, "iya, karena aku salah satu keluarga kekaisaran, aku juga harus terlibat dengan mengurus kekaisaran, bagaimana kamu mengurus masalah peperangan antar kekaisaran besar dengan mudah? seperti kata putra mahkota, aku aja ngurus keluarga masih berantakan apa lagi kekaisaran" bilang Falco, "sebenarnya Crysy tidak bisa berkata apa apa lagi, karena ide itu muncul dengan sendirinya" jawabku, "ohh, aku dengar kemarin kamu dan pangeran yang lain berkunjung ke academy" bilang Falco, aku mengangguk senang, "terus katanya kamu juga ngalahin Ray" bilang Falco, "kok tau?" tanyaku, "Ray, itu adikku" bilang Falco, "ehh?! masak?" bilangku nggak percaya, "iya, beneran, pastinya harga dirinya juga turun drastis, karena dikalahkan sama anak kecil yang imut, haha rasain tuh" bilang Falco, aku hanya tersenyum, "ahh juga, aku baru pertama kali lihat purta mahkota peduli sama orang lain, apa kamu dekat dengan putra mahkota?" tanya Falco, "emm Crysy baru sampai disini 2 hari yang lalu" bilangku, "baru 2 hari?" tanya Falco, "iya, pangeran Kylian juga baik" bilangku, "baik?" tanya Falco, aku mengangguk, "aku nggak tau a


maksudmu gimana, tapi aku yang bertahun tahun mencoba berbicara sama putra mahkota cuman dijawab singkat, apa nggak nyebelin?" bilang Falco, "haha tapi pangeran Kylian sering berbicara sama kak Ray tuh" bilangku, "ya karena Ray temen sekolahnya, ehh kok kamu manggil, Ray pakai kak, kalau aku tuan?" bilang  Falco, "apa mau dipanggil kak? tapikan keluarga kekaisaran" bilangku, "helah santai aja" bilang Falco, "baiklah, kak Falco" bilangku, "kamu ikut pangeran kesini ya?" tanya kak Falco, "yup, apa kakak Sudah ketemu?" tanyaku, "sudah, ada 3 kan? mereka masih muda muda" bilang kak Falco, "apa kak Falco, nggak dicari kalau disini?" tanyaku, "aku sudah bilang aku perlu belajar dari Crysantle" bilang kak Falco, "kok lama lama Crysy rasanya jadi guru ya?" bilangku, "juga tadi aku denger pelayan pelayan pada ngegosip, katanya kamu masuk kamarnya putra mahkota saat malam" bilang kak Falco, "iya memang" bilangku, "hah?! kalian ngapain?!" bilang kak Falco panik, "pangeran Kylian bertanya tentang masalah kekaisaran sama minta bantuin tugas" jawabku, "ohh...aman aman" bilang kak Falco, "memangnya kenapa?" tanyaku, "bukan kok, tapi tumben dia bolehin orang masuk ke kamarnya" bilang kak Falco, "apa kak Falco pernah masuk ke kamar pangeran Kylian?" tanyaku, "lewat aja kadang nggak boleh, apalagi masuk, aku juga kaget kamarmu cuman beberapa pintu dari kamarnya, juga kamar yang ini" bilang kak Falco, "memang ini biasanya kamar buat apa?" tanyaku, "ini kamar yang nggak boleh dimasukin sembarang orang, karena ini kamar masa kecil putra mahkota" bilang kak Falco, "ehh masak?! tapi kok Crysy boleh masuk kesini?" tanyaku, "nggak tau" jawab kak Falco, "kayaknya Crysy pangilnya kak Elang aja deh" bilangku, "hah...lama nggak denger orang bilang kayak gitu" bilang kak Falco, "kan bahasa inggris elang itu falcon" bilangku, "kamu paham bahasa inggris?"  tanya kak Falco aku mengangguk, "hmm aku fasih bahasa inggris pas umur 13, sedangkan kamu baru 8 sudah mudeng, hah...yaudah, aku nggak bakalan ganggu lagi, cepet sembuh" bilang kak Falco dan keluar dari kamarku, "ehh sejak kapan aku sakit? aku kan cuman pingsan kecapekan" bilangku, "sama aja!" bilang semua yang dipikiranku, aku tiduran lagi, "bosen kalau tiduran doang, keluar nanti disuruh istirahat mestinya" bilangku, tiba tiba pintuku terbuka lagi, "siapa?" tanyaku, "ini kita, nona" bilang Sir Jacob, pengawal yang lain masuk, "huwaaa...nona, apa nona tau seberapa hawatirnya kita?" bilang Sir Cleis, "tiba tiba nona jatuh dan tidak sadarkan diri, kita langsung panik" bilang Sir Reuv, "sepertinya karena nona lari lari" bilang Sir Ace, "haha tapi sekarang Crysy sudah tidak apa apa kok" bilangku, "apa karena akhir akhir ini nona lumayan sibuk?" tanya Lily, "iya, nona berkuda di pagi dan siang nona belajar menyulam, bahkan bisa hingga sore atau malam jika nona tidak diingatkan" bilang Sir Jayden, aku hanya bisa tersenyum karena ini memang betul, "sepertinya nona harus mengurangi kegiatan" bilang Sir Ace, dan aku tau apa yang dimaksud Sir Ace, yaitu tidak berlatih di malam hari, "Crysy beneran tidak apa apa kok" bilangku, "apa nona ingin makan sesuatu, saya akan mengambilnya" bilang Lily, "tidak perlu, apa hari ini nhgak jadi pergi ke pusat kota?" tanyaku, "tidak, mukin besok, karena hari ini putri pertama datang dan juga em...nona tiba tiba pingsan" bilang Lily, "baiklah, Crysy akan istirahat lagi" bilangku, "baiklah nona, Jacob dan saya berjaga di depan pintu" bilang Sir Jayden, "kalau nona butuh sesuatu teriak aja" bilang Sir Jacob, aku mengangguk dan pengawalku keluar, "hmm disini nggak ada yang bisa dilakuin selain tiduran" bilangku, aku melihat ke jendela, bunga es biru tersebar dimana mana, "arghhh! bosen!" bilangku lantang, setelah aku ngomong itu ada yang ngetuk pintuku, "ya?" bilangku, "apa nona baik baik saja? nona berteriak barusan" bilang Sir Jayden yang menjaga di depan pintu, "ahhh Crysy tidak apa apa kok!" jawabku, "aduh kok kedengeran ya?" bilangku pelan, aku berdiri dari tempat tidur dan jalan ke meja, aku baru tau di meja itu ada laci laci, pertama aku mau membukanya, ehh tapi dikunci, "tadi kak Falco bilang kalau ini kamar masa kecilnya pangeran Kylian, mungkin isinya kertas kertas atau foto" bilangku, aku duduk di kursi dan menaruh kepalaku di meja, "bruh...bosen! sampai aku nggak bisa mikir mau ngomong apa" bilangku, "lha tuh kamu ngomong" bilang Lexion, "uh huh" bilangku, "kenapa kamu nggak keluar aja?" tanya Ellena, "kalau keluar terus ketemu siapa gitu, gimana? mestinya disuruh istirahat lagi" bilangku, "lah bilang aja udah baik baik aja" bilang Lexion, "iya deh" jawabku. Aku keluar dari kamar, Sir Jacob dan Sir Jayden melihat ke aku, "kenapa nona keluar?" tanya Sir Jacob, "nona perlu istirahat" bilang Sir Jayden, "Crysy udah baik baik aja, dikamar nggak ada yang bisa dilakukan" bilangku, tiba tiba aku mendengar pintu kamar terbuka dan tertutup, aku menengok dan ternyata pangeran Kylian keluar dari kamarnya, "lho? Crysantle? kok kamu keluar dari kamar? istirahat dulu" bilang pangeran Kylian, "ahhh ketahuan deh" bilangku, dia jalan ke arahku, "kamu istirahat dulu, kita ke pusat kotanya besok kok" bilang pangeran Kylian, "Crysy bosen dikamar, jadi pengen keluar" bikangku, "tapi kamu beneran udah nggak apa apa kan?" tanya pangeran Kylian, "iya beneran" bilangku, "apa kamu mau ikut ketaman belakang? kakakku lagi minum teh sama pangeran pangeran yang lain" bilang pangeran Kylian, "baiklah, apa kak Falco juga ada?" tanyaku, "kamu jadinya manggil di kak ya?" bilang pangeran Kylian, "dia maunya dipanggil gitu" bilangku, kita jalan ke arah taman belakang, yaitu taman yang di luar jendelaku, sebelum masuk kesana ada pintu besar dan mewah dihiasi emas emas, "wahh pintunya besar" bilangku, pangeran Kylian mengeluarkan sebuah kunci emas dan membuka pintunya, "ini pintu khusus, yang punya kunci cuman aku, Xavien, sama kaisar" bilang pangeran Kylian, kita masuk dan ternyata itu taman indoor, diatasnya ada kaca kaca, jadi tamannya itu rumah kaca, "wahh Crysy tidak menyangka kalau tamannya rumah kaca" bilangku, "tapi disini lumayan dingin karena ini bunga es biru, walaupun terkena sinar matahari, bunyanya tetap dingin" bilang pangeran Kylian, "Crysy kira kira cuman bunga biasa, ternyata bukan ya?" bilangku, setelah dia bilang kayak gitu baru sadar kalau lumayan dingin, aku melihat putri Nora dan pangeran yang main duduk di gazebo putih, aku dan pangeran Kylian jalan ke sana, "lho? Crysy? kamu nggak istirahat lagi?" tanya pangeran Helton, "apa ada yang sakit? ada yang pusing?" tanya pangeran Glen, "Crysy sudah tidak apa apa kok" bilangku, "sini duduk" bilang putri Nora, aku duduk di sampingnya, "apa tidak dingin? bunga es biru disini banyak lho" bilang putri Nora, "emm sedikit" bilangku, tiba tiba ada yang memakaikan aku sesuatu, aku melihatnya dan ternyata jas pangeran, aku membalik badanku, ternyata itu pangeran Kylian, "jangan sampai sakit lagi, pakai aja, aku nggak kedinginan kok" bilang pangeran Kylian, "terima kasih pangeran" bilangku tersenyum, pangeran Kylian duduk disampingku, putri Nora melihat pangeran Kylian kayal lihat hantu, "what?" tanya pangeran Kylian, "bukan apa apa kok" bilang putri Nora dan meminum tehnya.


setelah beberapa jam, aku selesai membaca buku, "hah selesai, untung bukan buku dongeng, ngapain lagi ya?" bilangku, "keluar lah" bilang Lexion, "tapikan masih ada tamu, kalo tiba tiba aku muncul kan aneh, mereka ada dimana?" bilangku, "pisah pisah sih kaisar ada di ruang kerja bersama Duke itu, putra mahkota, pangeran Xavien, pangeran pangeran dari Clarasis sama anak dari Duke itu bermain di ruang tamu" bilang Phoneix, "apa kalian bisa tau apa yang mereka omongin?" tanyaku, "kamu mau nguping?" tanya Ellena, "ya...begitulah" bilangku, "itu adalah kelebihanku" bilang Phoneix, kita hening beberapa detik, "kok hening?" bilangku, "Phoneix perlu konsentrasi dan keheningan" bilang Lexion, "ohh" bilangku, beberapa menit setelah itu keheningan berlangsung, tapi akhirnya Phoneix berkata "ada kabar baik ada kabar buruk" bilang Phoneix,


"kabar baiknya?" tanyaku, "kabar baiknya, mereka ngomongin tentang kamu, tapi sisi baikmu, juga tentang kehidupan pangeran pangeran di Clarasis" jawab Phoneix, "kabar buruknya?" tanyaku, "mereka perjalanan ke kamarmu dan sekarang mereka didepan kamarmu" bilang Phoneix, setelah Phoneix selesai bicara ada yang mengetuk pintuku, aku buru buru berdiri dan melihat ke kaca, rambutku berantakan dan juga aku masih menggunakan baju yang tadi, "ohh shit! aku aku berantakan banget" bilangku, "tolong tunggu sebentar!" teriakku, aku langsung ngambil baju asal dan menyisir rambutku dengan cepat, "heh! anak kecil kok kata katanya udah kayak gitu lho!" marah Ellena, "ya sorry lah, aku keceplosan" bilangku, setelah selesai aku lari membuka pintu, didepan pintuku ada banyak orang, "ahh maaf membuat pangeran menunggu" bilangku, "nggak apa apa kok" jawab pangeran Kylian, "ada apa pangeran kesini?" tanyaku, "tamunya ingin bertemu kamu" bilang pangeran Kylian, 3 laki laki maju ke depan dan memeberi salam, "selamat sore, nona Crysantle, perkenalkan saya Victor, anak tertua dari Duke Janitra" bilang Victor, "saya Jake, anak kedua dari Duke Janitra" bilang Jake, "saya Vince, anak ketiga dari Duke Janitra" bilang Vince, "saya Crysantle, senang bertemu kakak kakak" bilangku sambil memeberi salam, "apa Crysy nggak bosen dikamar terus? mau ikut lihat latihan?" tanya pangeran Xavien, "boleh" bilangku, aku keluar dan menutup pintu kamarku, tiba tiba aku digendong, kali ini aku udah lumayan terbiasa, "nah kamu harus digendong, nanti kamu malah kena serangan lagi kayak tadi pagi" bilang pangeran Glen yang menggendongku, "hah...baiklah" bilangku. Kita jalan keluar dari istana, "lho kok keluar?" tanyaku, "tempat latihannya agak jauh dari istana, jadi kita akan naik kuda kesana, tapi kudanya belum dateng" bilang pangeran Xavien, "istananya besar ya?" bilangku, "aku dengar istana di Clarasis juga besar" bilang pangeran Xavien, "iya, istananya juga besar, disitu juga ada kuda" bilangku, "disini juga ada kuda, apa Crysy suka kuda?" tanya pangeran Xavien, aku mengangguk, "Crysy juga punya kuda di rumah, Crysy belajar setiap pagi" bilangku, "kamu belajar kuda? apa kamu bisa naik kuda besar sendiri?" tanya pangeran Helton, "bukan kuda besar, kuda poni berwarna putih, namanya Cloud sama Blade, kuda poni aja Crysy masih kesusahan naik apa lagi kuda besar" bilangku, "ohh kalau begitu Crysy naik bareng aku ya" bilang pangeran Glen, aku mengangguk, "apa pangeran pangeran dan kakak kakak mau latihan berpedang?" tanyaku, "iya, aku penasaran kemampuannya Xavien" bilang pangeran Helton, "aku juga penasaran kemampuanmu, kamu kan pendiam, jadi aku penasaran" bilang pangeran Xavien, aku melihat ke arah putra Duke, mukanya kayak familiar, "sepertinya Crysy pernah melihat kakak kakak, tapi dimana ya?" bilangku, "kita memang pernah bertemu di Academy Tevantele" bilang Victor, "oh ya? kakak yang bertanya umur Crysy kan?" tanyaku, "iya benar, sebuah kehormatan nona mengingat saya" bilang Victor, "apa nona mengingat saya?!" tanya Vince semangat, "hmmm" bilangku berpikir, terus aku menggeleng, dia Vince langsung sedih, "yah...nggak apa apa sih, aku cuman muncul pas pertunjukan" bilang Vince, kudanya datang, "nah ayo naik" bilang pangeran Glen, aku naik duluan lalu pangeran Glen. Pangeran Kylian dan pangeran Xavien didepan karena yang tau jalannya, diperjaanan kesana kita melewati banyak taman bunga, tapi bunganya bukan bunga es biru, kayaknya disini banyak yang suka bunga, suara kuda terdengar kesegala arah dan kita hening, nggak ada yang berbicara, "kok tiba tiba hening? apa ada masalah?" bisikku, "nggak tau" bisik pangeran Glen, "apa mungkin gara gara Crysy ikut?" bisikku, "mana mungkin? kan pangeran Kylian sendiri yang ngajak" bisik pangeran Kylian, "ohh" bisikku, "tapi kenapa kita bisik bisik?" bisik pangeran Glen, "iya juga ya?" bisikku, "tapi Crysy tetep bisik bisik tuh" bisik pangeran Glen, "tuh pangeran juga" bisikku, pangeran mengehela nafas "ha...", "hahaha Crysy juga bingung sendiri" bilangku dengan suara biasa, setelah itu hening lagi, "jangrik lewat, krik krik krik" bilangku, semuanya tertawa "hahahaha", bahkan pangeran Kylian tersenyum, "yah bener kan? nggak ada yang berbicara yaudah jangriknya yang bicara duluan" bilangku, "haha nih jangkriknya didepanku" bilang pangeran Glen, "ihh Crysy bukan jangkrik ya! Crysy itu singa yang menakutkan, nanti Crysy bisa menangkap pangeran dan kakak kakak, rawr!" bilangku, semuanya terdiam "...", aku melihat sekeliling, lalu berkata "habis ini jangkrik mau lewat lagi lho kalau nggak ada yang berbicara", tiba tiba ada yang berkata "krik krik krik", dan ternyata itu pangeran Xavien, "haha tuh jangkriknya dateng" bilangku, perjalanan ke tempat latihan nggak hening lagi karena bahas jangkrik.


Sesapainya di tempat latihan, disana ada banyak pohon pohon dan juga senjata, tempat latihannya besar banget, lebih besar dari tempat pacuan kuda di kediamanku, "apa ini benar tempat latihan?" tanyaku, "iya, kenapa?" tanya pangeran Xavien, "kok besaaar banget?" bilangku, "itu karena ini dulu tempat pacuan kuda, tapi karena kita sudah handal kita ganti jadi tempat latihan" bilang pangeran Kylian, "ohhh" bilangku, pangeran Glen turun dari kuda lalu membantuku turun, naiatnya aku mau lari lari karena udara disini lebih segar nggak tau ngapa, mungkin karena dikelilingi pohon, juga ini bukan kekaisaran Clarasis, tapi pas aku mau lari ada yang menangkapku, "no no, kamu nggak boleh lari lari, bahaya nanti kalau kena serangan lagi" bilang orang yang memelukku, aku baik badan dan ternyata pangeran Xavien, "iya disini hampir level kesatria semua" bilang pangeran Kylian, "tapikan Crysantle bisa ngalahin Ray" bilang Jake, "tuh kak Jake aja bilang kayak gitu" bilangku, "no!" bilang para pangeran, putra putra Duke Janitra bingung dengan keadaan, "pake aja jurus mematikanmu" bilang devil, "ya mana mungkin aku nangis di depan para pangeran sama putra putra Duke? malu lah" bilangku dipikiran, "punya malu juga ni anak" bilang Lexion, "punya lah, nggak kayak kamu" bilangku dipikiran, pangeran Xavien masih memelukku biar aku nggak lari kemana mana, "Crysy janji nggak lari lari kok" bilangku, "beneran? Crysy nggak boleh lari lari sama sembarangan pegang senjata" bilang pangeran Xavien, "siap!" bilangku sambil memberikan hormat komandan, "haha ayo aku lihatin hutan deket sini, ada hewan hewan disitu" bilang pangeran Xavien, "heh nanti aja, latihan dulu" bilang pangeran Kylian, "ahh iya latihan ya, yaudah nanti aja ya Crysy" bilang pangeran Xavien, pengawalku nggak ikut karena ini masih di dalem istana, dan disetiap sudut ada penjaga, pengawalku juga bisa istirahat, aku melihat semuanya dari pojok tempat itu, "katanya ada hewan hewan di dekat sini, apa itu benar?" tanyaku dipikiran, "iya memang ada" bilang angel, "ada beberapa hewan buas juga" bilang Phoneix, "wow cool, jadi pengen lihat" bilangku dipikiran, "lihat aja, apa mau aku panggilin?" tanya angel, "memangnya bisa? kan jauh" tanya dipikiranku, tiba tiba di belakangku ada suara gemersik, aku lihat belakang pelan pelan dan ternyata ada seekor rusa kecil, "ohh" bilangku, "aku kira kamu manggil binatang buas, ternyata cuman rusa" bilangku dipikiran, "memang udah, tuh belakangmu" bilang angel, "belakangku? kan rusa yang tadi kan?" tanyaku dipikiran, aku balik badan dengan santai, berpikir kalau dibelakangku cuman ada rusa kecil tadi, tapi aku salah, kesalahan yang sangat fatal karena aku mengabaikan kata kata angel, dibelakangku ada harimau besar, "buset dah!" bilangku kaget, aku langsung berdiri dan lari kearah para pangeran yang belatih, "Crysy jangan lari lari, nanti kena serangan" bilang pangeran Glen, "iya tadi kan Crysy udah janji nggak lari lari" bilang pangeran Xavien, aku senbunyi dibelakang pangeran Kylian yang sudah selesai latihan, "pilih Crysy melanggar janji apa nyawa Crysy melayang?! tuh ada itu, itu lho apa namanya, lah Crysy jadi lupa kan" bilangku gemetaran, aku memegang erat baju pangeran Kylian, semuanya lelihat sekeliling, "lah Tiger?! kok dia diluar kandang?!" bilang pangeran Kylian panik, lah kalau pangeran Kylian panik berarti harimau itu bahaya dong, harimaunya diam disitu dan kita membeku tidak membuat suara sama sekali, "kok Tiger diluar kandang? kan bahaya" bisik pangeran Xavien, "siapa yang ngeluarin dia?" bisik pangeran Kylian, "kok tanya aku, kita kan baru aja sampai beberapa menit yang lalu" bisik pangeran Xavien, "apa harimaunya berbahaya?" bisik pangeran Helton, "bahaya bukan main, pernah ada kejadian penjaga terbunuh karena mendekati dia" bisik pangeran Xavien, "terus kenapa kalian melihara hewan buas?!" bisik pangeran Glen, tapi sepertinya kita terlalu berisik dan membuat harimau itu menengok ke kita, "oh shit! cepet lari!" bilang pangeran Kylian, aku diangkat pangeran Kylian dan kita semua lari menyelamatkan nyawa, "huaa! aku nggak mau mati dulu!" teriak pangeran Ackley, "woi! jangan bilang gitu lah!" bilang pangeran Helton, "jangan nakut nakutin!" bilang pangeran Xavien, karena aku digendong pangeran Kylian, aku jadi bisa lihat dibelakang, dan harimaunya mengejar kita, ditengan kepanikan angel berkata "helah ngapain lari? kalo kalian lari malah dia ngejar juga, karena dia mau ketemu kamu", "ehh masak? tapi dia ngejar kayak gitu, ya takut lah aku, katanya dia juga pernah bunuh orang" bilangku dipikiran, "aku nggak tau sih, kan tadi kamu yang bilang suruh manggilin" bilang angel, "heduh...iya deh, coba kamu bilang ke harimaunya biar nggak ngejar lagi" bilangku dipikiran, "okay, no prob" bilang angel, tiba tiba harimaunya berhentu berlari dan jalan dengan pelan, "pangeran, harimaunya sudah tidak berlari" bilangku, "tapi kita nggak boleh berheti lari" bilang pangeran Xavien, sambil lari semuanya jadi berteriak teriak mengatakan subjek yang berbeda beda, nggak lebih tepatnya pengakuan, "ibunda! ayahanda! kalau aku punya salah maafin!" teriak kak Vince, "padahal aku baru aja upacara kedewasaan!" bilang kak Victor, "kalau misalakn aku mati maaf kalau aku punya salah!" bilang kak Jake, "sama! Ackley pas kamu tanya dimana token emas yang kamu suka itu, sebenernya aku yang ngilangin!" bilang pangeran Helton, "aku juga, pas kamu tanya dimana jubah hitam kesukaanmu, sebenrnya aku nggak sengaja nyobek jubahmu pas berkuda!" bilang pangeran Ackley, "Ackley Helton! pas kalian tanya dimana aku saat acara berburu, sebenernya aku melarikan diri biar nggak ikut!" bilang pangeran Glen, "kita juga, waktu latihan berat bulan lalu kita alesan dapet perintah dari ayah biar nggak ikut latihan!" bilang pangeran Ackley, "iya!" lanjut pangeran Helton, "aku juga mau ngomong! kak Kylian, maaf aku yang ngerusak peta dikamarmu, aku pernah masuk diam diam ke kamarmu juga, sering kok malahan!" bilang pangeran Xavien, "aku juga minta maaf kalau aku punya salah! aku tau aku dingin ke banyak orang, tapi itu karena aku nggak tau harus ngapa, aku orang yang susah bersosialisasi!" bilang pangeran Kylian, telingaku langsung dengung rasanya, angel berkata "kayaknya mereka terlalu alay deh", "biarin dulu aja, aku penasaran apa kesalah mereka semua" bilangku dipikiran, tapi tiba tiba kita berheti, "kita salah ambil jalur" bilang pangeran Kylian, aku hadep kedepan dan ada tembok tinggi dari ujung kanan hingga ujung kiri, pangeran Kylian memeluk erat aku, sampai aku nggak bisa nafas, "pangeran, Crysy nggak bisa nafas" bilangku, pangeran Kylian menurunkanku dan berlutut di depanku, "bertemu kamu sangatlah menyenangkan, aku harap ini bisa bertahan lebih lama, maaf kalau aku mengecewakanmu, terima kasih karena sudah mendamaikan kekaisaran Retisel dan Clarsis" bilang pangeran Kylian, tiba tiba Lexion berkata "kok jadi kayak kata kata terlakhir gini sih?", "lha iya toh, belum aja mati" bilang Ellena, "let's just go with the flow" bilangku dipikiran, "kenapa nggak buat drama aja?" tanya angel, "drama apaan?" tanyaku dipikiran, "pura pura kamu mengorbankan diri, terus kamu lari ke arah harimau tadi, dia nggak bakalan bunuh kamu kok, dia udah tak kasih tau" bilang angel, "beneran lho? kalo aku mati gimana?" tanyaku dipikiran, "ngggak, percaya sama aku deh" bilang angel, "okay okay" bilangku dipikiran, aku berpikir kata kata yang akan aku katakan, harus menata kata kata dengan benar biar terlihat real, setelah aku selesai berpikir aku berkata, "pangeran pangeran, kakak kakak, maaf kalau Crysy berbuat salah, karena disini semua orang terhormat kecuali aku-" kata kataku terpotong dengan pangeran Kylian "apa maksudmu kamu bukan orang terhormat?", aku lanjut berbicara "pangeran Kylian dan Glen adalah putra mahkota jadi sangatlah penting, pangeran Xavien, Helton dan Ackley pangeran kekaisaran juga yang bisa membantu kaisar masa depan, sama juga dengan kakak kakak, kalau Crysy....Crysy masih anak anak, yang tidak punya kekuatan apapun, Crysy tidak bisa membantu apa lagi selain ini, sekali lagi maafkan Crysy kalau ada salah, semoga kalian bisa hidup dengan bahagia, selamat tinggal" bilangku, aku lari dengan cepat ke arah harimau tadi, "Crysy!" aku bisa mendengar langkah kaki mengikutiku, "lah kalo gini rencanaku batal dong" bilangku dipikiran, "buat seralistis mungkin" bilang devil, "i know just the thing" bilangku dipikiran, sambil lari aku berteriak "kalian tidak perlu mengikuti Crysy, ini adalah permintaan terakhir Crysy! tolong, hidup bahagia untuk Crysy!", langkah kaki yang mengikiutiku berhenti, "good" bisikku