
Aku lari ke arah harimau yang tadi, karena disini banyak pohon pohon jadi aku bisa kehilangan arah, juga kalau pangeran apa putra dari duke mengejar pastinya bakalan susah, aku berheti saat melihat harimaunya, "emmm hi Tiger?" bilangku, harimaunya mendekat pelan pelan ke aku, akunya juga bergerak mundur, Tiger berkata "apa kamu Crysantle?", aku mengangguk, "jangan takut, aku nggak akan memakanmu, Angel yang memberi tahu" bilang Tiger, "well good than, nah sekarang kamu dah bilang kalau kamu nggak makan aku, sekarang aku perlu bantuanmu" bilangku, "bantuan?" tanya Tiger, "kan aku lagi membuat...emm gimana bilangnya, drama kecil kecilan, nah alurnya aku mengorbankan diri untuk menyelamatkan orang orang terhormat, kalau orang orang kira aku pasti mati kan, tapi aku nggak, jadi apa kamu keberatan kalau aku naik di punggungmu?" bilangku, "okay, why not? jadi aku harus ke mereka dengan kamu dipunggungku?" tanya Tiger, aku mengangguk, "bagus, nanti kamu pura pura liar di depan mereka ya, tapi jangan liar liar banget" bilangku, "itu keahlianku" bilang Tiger, aku naik ke atas Tiger dan Tiger mulai jalan, "apa kamu tau dimana mereka?" tanyaku, "tau lah, penciumanku dan pengelihatanku itu tajam" bilang Tiger, "oh ya, tadi pangeran bilang kalau kamu keluar kandang, apa kamu aslinya didalam kandang?" tanyaku, "iya, aku bosen di kandang, jadi aku keluar sendiri" bilang Tiger, "wahh Tiger pintar ya" bilangku, "iya dong, oh ya berapa umurmu? kamu telihat lebih kecil dari pangeran yang meneliharaku" bilang Tiger, "aku 8 tahun, iya memang aku jauh lebih muda dari mereka" bilangku, "8 tahun ya? tapi kamu menahan kekuatan dengan baik, aku tau ada angel, devil, juga Phoneix, perjanjian dengan 3 spirit terkuat itu tidaklah mudah" bilang Tiger, "aku aja juga baru tau beberapa bulan ini kok" bilangku, Tiger berhenti dan berkata "mereka didepan", aku melihat sekeliling "mana? nggak ada tuh" tanyaku, "ke arah jam 12 ada 3 orang dan arah jam 1 ada 5 orang" bilang Tiger, "kamu belajar militer apa gimana? aku aja bingung, dan pokoknya kamu jalan palan pelan ke arah mereka" bilangku, Tiger jalan pelan pelan dan aku mulai melihat para pangeran dan putra Duke, putra Duke berkumpul dan berbicara, pangeran Ackley menangis dan pangeran Helton mencoba menenangkannya, sedangkan pangeran Xavien duduk diam, para putra mahkota sedang berbincang dengan serius, "kayaknya mereka ngira kamu mati beneran deh" bilang Tiger, "haha actingku bagus kan? coba berhenti dulu" bilangku, Tiger berheti, "kenapa?" tanya Tiger, "aku mau nguping bentar" bilangku, aku medengar tagisan pangeran Ackley, "huaaa! Crysy! kenapa?! hiks padahal kamu masih kecil!" tangis pangeran Ackley, "jangan nangis lagi lah, aku juga sedih Crysy ya...itu, tapi namanya pastinya akan diingat karena menyelasaikan tugas besar, juga menyelamatkan kita dari bahaya" bilang pangeran Helton, "tapi itu nggak adil! kenapa kita harus hidup sedangkan Crysy...ahh! aku nggak mau ngomong itu!" bilang pangeran Ackley, pangeran Xavien yang duduk di dekat pangeran Ackley terdiam melihat tanah, para putra mahkota ke pangeran Ackley, "ini harapan terakhir Crysy, kita harus hidup sesuai keinginan Crysy" bilang pangeran Kylian, "iya, walaupun memang susah dipercaya, tapi kita harus melakukan sesuai keinginan terakhir Crysy, kita akan merencanakan penguburan Crysy" bilang pangeran Glen, saat mendengar itu aku kaget dan sedikit emosi, "what?! kenapa mereka bilang gitu?! apa mereka ngira aku selemah itu?!" bilangku, "ya karena kamu masih anak kecil, kau kelihatan lemah juga" bilang Tiger, "hais iya deh, tapi kan aku kuat, bahkan kamu takut sama aku kan?" bilangku, "ya...iya sih" bilang Tiger, "ayo maju pelan pelan" bilangku, "oke" bilang Tiger. Tiger jalan pelan pelan ke arah mereka, aku berkata "apa yang pangeran maksud?" bilangku, karena mereka melingkar otomatis aku nggak kelihatan, "huaa! bahkan aku masih bisa mendengar suara lucunya!" tangis pangeran Ackley, "aku juga bisa mendengarnya" bilang pangeran Glen, mereka semua diam melihat sesama bingung, "ehh aku juga denger tuh" bilang pangeran Kylian, "sama" bilang pangeran Xavien, "mereka tetep nggak mudeng ya?" bilang devil, "apa pangeran tidak ingin bertemu Crysy lagi?" bilangku, pangeran Kylian menengok ke aku, "Crysy?!" teriak pangeran Kylian, aku hanya tersenyum, pangeran Xavien sepertinya melihatku juga, karena langsung berdiri, semuanya jadi langsung nengok ke aku, mata mereka lebar dan sedikit berkaca kaca, aku diam di atas punggung Tiger, "apa ini nyata?!" bilang pangeran Helton, "Tiger jalan ke mereka pelan pelan" bisikku, Tiger jalan dan para pangeran terdiam, Tiger berhenti sekitar 1 meter dari para pangeran, aku turun dan berdiri di depan tiger, "pangeran pangeran Crysy disini" bilangku, "a-apa ini mimpi?" bilang pangeran Kylian, aku jalan ke depan pangeran Kylian dan Glen, lalu aku memegang tangan mereka, "ini bukan mimpi" bilangku, tiba tiba pangeran Glen meneteskan air mata, "lho? apa pangeran tidak ingin melihat Crysy lagi?" tanyaku, dalam sekejap kedua putra mahkota memeluk aku, "Crysy, aku kira kamu...sudah tidak ada di dunia" bilang pangeran Glen, pangeran Kylian terdiam memelukku. Setelah beberapa saat menangis dan berkata mengira aku sudah tidak ada didunia ini, alias meninggal atau yang lebih kasar lagi mati, semuanya kembali seperti semula, "sekarang aku nyesel nggak bawa pengawal" bilang pangeran Kylian, "tapi kamu tadi kesini naik Tiger, apa dia sejinak itu sekarang? aku aja nggak berani deket deket, apa lagi naik dipunggungnya" tanya pangeran Xavien, "Tiger baik tuh" bilangku, aku melihat Tiger yang tidur di bawah pohoh, "yang penting Crysy baik baik aja" bilang pangeran Glen, semuanya diam menyesuaikan suasana, "tadi...pangeran mengungkapkan kesalahan masing masing ya?" tanyaku hati hati, semuanya jadi melihat sesama, "ahhh haha, iya...mungkin" bilang pangeran Ackley, "heh! kalian bilang kalian sengaja ninggalin aku sendiri waktu latihan berat?! hari itu aku latihan dari pagi sampai sore!" bilang pangeran Glen, "kamu juga sama pas acara berburu!" bilang pangeran Helton dan Ackley bareng, mereka berdua ngelihat sesama, "tokenku!" bilang pangeran Ackley, "jubahku!" bilamg pangeran Kylian, sedangkan pangeran Kylian melihat pangeran Xavien dengan tatapan mematikan, "hehe maaf, nggak aku ulangi deh" bilang pangeran Xavien, suasananya udah nggak tegang lagi, tiba tiba ada kesatria datang bersama kak Falco, "kalian kemana aja sih? aku sampai dimarahin, Nora, gara gara kalian nggak balik balik, katanya dia punya firasat buruk terus minta aku nyari kalian, kalian di tempat latihan nggak ada, ternyata kalian malah disini" bikang kak Falco, "heh tau nggak? kita masih shock, jangan buat tambah pikiran lagi deh!" bilang pangeran Kylian, "shock kenapa?" tanya kak Falco, "nanti aja deh ceritanya" bilang pangeran Xavien, "kita semua balik dulu, Crysy pastinya capek" bilang pangeran Xavien, "tunggu sebentar" bilangku, aku berdiri dan jalan ke arah Tiger, kak Falco yang baru menyadari keberadaan Tiger langsung lari menangkapku, "jangan! bahaya!" bilang kak Falco, "nggak apa apa kok, Tiger baik" bilangku, "tapi itu harimau buas, nanti kalau kamu terluka gimana?" bilang kak Falco, "percaya deh sama Crysy, sekali ini aja" bilangku, "tapi...baiklah, hati hati" bilang kak Falco, aku jalan ke arah Tiger dan mengelus kepalanya, Tiger terbangun, "Tiger kembali ke kandang ya" bisikku, "kenapa? aku bosen disana" bilang Tiger, "tidak perlu di dalam kandang, aku akan bilang ke pangeran, tapi janji jangan menakut nakuti orang, juga jangan membunuh" bisikku, "baiklah, aku janji" bilang Tiger, "baiklah, mungkin kita tidak akan bertemu lagi, jadi jaga diri ya" bisikku, "kenapa kita tidak bertemu lagi? tapi baiklah, kamu pasti lelah" bilang Tiger, pangeran Kylian mendekat ke aku, aku menengok, "sini" bilangku, pangeran Kylian pelan pelan jongkok di sampingku, "coba elus Tiger, bulunya halus" bilangku, pangeran Kylian mengulurkan tangannya pelan pelan, Tiger menggeram, "tidak apa apa Tiger" bilangku, Tiger diam dan pangeran mulai mengelusnya, "Tiger mematuhi kata katamu ya" bilang pangeran Kylian, "mungkin? oh ya, pangeran, mungkin Tiger terlihat buas dan menakutkan karena dia dikandang terus, dia bosen mungkin, kayak Crysy kalau di kamar terus jadi bosen, apa mungkin pangeran bisa membuat kandang yang besar dan terlihat alami, atau mungkin melepaskan Tiger aja" bilangku, "hmm bisa aja sih, baiklah untuk sementara Tiger dilepas ditaman bagian barat dan buat gerbang untuk membatasi itu kandangnya" bilang pangeran Kylian, aku tersenyum dan mengelus Tiger untuk terakhir kalinya, "ayo kita kembali" bilang pangeran Kylian, tanpa sadar hari sudah menjelang sore, kita berkuda kembali ke istana, nggak tau kenapa aku berakhir naik bersama pangeran Kylian, "hari yang meleahkan, iya kan pangeran?" tanyaku, "sangat melelahkan, dan pastinya buat kamu juga" bilang pangeran Kylian, tiba tiba aku merasa ngantuk, kak Falco yang berkuda di samping bertanya "memangnya masalah apa sih, yang mulia?", "lebih baik aku ceritain disini, kalau di istana nanti takutnya, Nora juga dengar, jadi tadi kita latihan..." pangeran Kylian menveritakan semua yang terjadi dari awal hingga akhir, itu perkiraanku karena sepertinya aku tertidur dikuda, bangun bangun aku sudah di kamarku dan lagit sudah gelap, aku juga heran aku bisa tidur di kuda.
Aku mendengar pintuku terbuka dan aku duduk, ternyata kak Falco, "kak Falco? ada apa?" tanyaku, kak Falco menarik kursi dan duduk di samping tempat tidurku, "aku sudah mendengar ceritanya dari putra mahkota, ternyata kamu anak yang sangat berani" bilang kak Falco, "bawahan harus menghormati atasan dan Crysy paling tidak berguna disitu, itu memang harus Crysy lakukan" bilangku, "tapi kamu masih kecil, dari mana kamu dapat keberanian itu?" bilang kak Falco, "jika tidak berani gimana Crysy mau menjadi kesatria yang kuat" bilangku, "tapi untungnya kamu baik baik aja, tapi kamu juga tokoh penting, bahkan bisa dibilang lebih penting dari aku, karena kamu mendamaikan kedua kekaisaran, masalah ini selalu susah diselesaikan, bahkan kaisar kesusahan menyelesaikannya, kalau kamu tidak ada, masalah ini tidak akan pernah selesai" bilang kak Falco, "tapi pastinya akan ada yang menyelesaikan" bilangku, "tapi tidak secepat ini, juga tadi putra mahkota juga bilang kamu datang sambil naik punggung harimau" bilang kak Falco, "ahh pangeran Kylian juga cerita tentang itu ya?" tanyaku, "itu beneran? wahh! apa kamu bisa berbicara ke hewan?" tanya kak Falco, "nggak tuh" bilangku, padahal iya, "apa Crysy tadi ketiduran di kuda?" tanyaku, "iya, putra mahkota sendiri yang mengangkatmu lho, ini sejarah yang harus di catat" bilang kak Falco, "sejarah?" bilangku, "iya, baru pertama kali putra mahkota gendong seseorang, pegang orang aja nggak mau apa lagi gendong" bilang kak Falco, "aneh" bilangku, "baiklah, kamu lanjut istirahat aja, aku masih ada kerjaan" bilang kak Falco, "semangat bekerja kak Falco" bilangku, kak Falco berdiri dan keluar dari kamarku, "apa Tiger baik baik aja?" tanyaku, angel mucul, "yup, dia bahagia di hutan barat" jawab angel, "tumben kamu keluar sendiri" bilangku, "devil lagi nggak mau keluar" bilang angel, "ehh! ini jam berapa?" bilangku, "malem, mungkin jam 8?" bilang angel, "aku laper, aku belum makan malam gara gara tidur" bilangku, "makan lah" bilang angel, "ehh nggak segampang itu ya, ini bukan istana kekaisaran Clarasis, ini istana kekaisaran Retisel, aku nggak familiar sama tempat ini, ini baru hari ke...3 mungkin? i don't know, masih 3 hari 2 malam lagi aku di sini" bilangku. "halh tinggal ke dapur terus minta buatin sesuatu" bilang angel, "aku nggak tau dimana dapurnya oke? kalo aku tau, aku bakalan kesana dari tadi" bilangku, tiba tiba pintuku terbuka lagi dan pangeran Kylian muncul, "kamu sudah bangun ya?" bilang pangeran Kylian, aku mengangguk, pangeran Kylian duduk ditempat tidurku, "tadi Crysy tidur waktu di kuda ya? maaf Crysy jadi ngerepotin" bilangku, "nggak apa apa kok, kamu pasti juga capek, aku nggak nyangka kamu bakalan ngelakuin itu" bilang pangeran Kylian, "ngelakuin apa?" tanyaku, "ya...mau mengorbankan diri, padahal kamu masih kecil, pemikiranmu bahkan lebih dewasa dari aku" bilang pangeran Kylian, dipikiranku "itu karena ada 3 spirit dan 2 bayangan orang yang kuat di pikiranku, juga kalau umur mereka dihitung bisa sampai ribuan tahun, so maybe that's why", "itu harus Crysy lakukan, karena jika Crysy tidak lakukan bisa aja pangeran pangeran terluka atau mungkin lebih buruk, posisi Crysy disitu juga paling rendah jadi...ya gitu" bilangku, "tidak, posisi Crysy sangatlah penting, kalau Crysy tidak ada, bagaimana kedua kekaisaran damai? itu adalah masalah yang sangat susah diselesaikan" bilang pangeran Kylian, "kak Falco juga bilang gitu" bilangku, "kamu pastinya lapar, aku akan panggil pelayan" bilang pangeran Kylian, "woah! pangeran bisa baca pikiran Crysy ya?" tanyaku, "aku tau kamu pastinya lapar" bilang pangeran Kylian, dia keluar dari kamar dan beberapa detik setelah itu masuk kembali, "kok cepet banget?" tanyaku, "iya dong, aku gitu lho" bilang pangeran Kylian, dia duduk di sofa dekat perapian, "hmm?" bilangku bingung, kenapa nggak keluar dari kamarku?, "sini duduk" bilang pangeran Kylian, aku berdiri dari tempat tidur dan duduk berhadapan dengan pangeran Kylian, "aku juga belum makan, jadi aku minta pelayan bawain kesini makanannya" bilang pangeran Kylian, "pangeran belum makan? apa pangeran habis ngerjain tugas sekolah?" tanyaku, "memang sih, tugasnya bingungin, tapi udah selesai kok" bilang pangeran Kylian, "apa tugasnya?" tanyaku, "karena aku putra mahkota, aku harus belajar berbagai bahasa, tugas yang tadi itu bahasa perancis" bilang pangeran Kylian, "ohhh" jawabku, kalau aku bilang aku menguasai bahasa itu juga pastinya dia nggak percaya lah, setelah itu ada ketukan di pintuku, "masuk aja" bilang pangeran Kylian, dan pelayan pelayan masuk membawa makanan dan minuman, mereka menyapkan meja yang di depanku menjadi meja makan, dari alat makan hingga makanannya sudah siap, "kalian boleh keluar" bilang pangeran Kylian, semua pelayan keluar dan kita mulai makan, "apa tidak apa apa makan disini?" tanyaku, "iya, memangnya kenapa?" tanya pangeran Kylian, "katanya kak Falco, ini kamar pangeran waktu kecil, sembarang orang nggak boleh masuk" bilangku, "Falco ya? memang ini kamar masa kecilku, tapi dari pada nggak di pakai kamu pakai aja, memang juga sembarang orang nggak boleh masuk, terutama Xavien, kalau dia masuk pasti langsung berantakin kemarnya" bilang pangeran Kylian, "ahh tapi Crysy boleh disini kan?" tanyaku, "kamu mau disini seumur hidup aja nggak apa apa" bilang pangeran Kylian, "ya mana mungkin Crysy disini seumur hidup, Crysy masih harus banyak belajar" bilangku, "iya juga, tapi bentar lagi upacara kedewasaanku apa kamu bisa datang?" tanya pangeran Kylian, "dengan senang hati Crysy datang!" bilangku senang, "haha aku akan mengirim surat undangan ke kamu, ajak keluargamu juga" bilang pangeran Kylian, aku mengangguk, "pastinya ayahanda juga mengundang keluarga kekaisaran" bilang pangeran Kylian, "pastinya, kapan ulang tahun pangeran?" tanyaku, "26 juli, beberapa bulan lagi" bilang pangeran Kylian, "26? kalau Crysy 27" bilangku, "ehhh kok pas banget? ulang tahun yang ke-9 ya berarti?" tanya pangeran Kylian, "iya, tapi pastinya Crysy dateng kok" bilangku, "kenapa nggak sekalian dirayain bareng?" tanya pangeran Kylian, "nggak bisa dong, kan upacara kedewasaan putra mahkota, nggak boleh dicampuri acara lain, juga pastinya acaranya berhari hari" bilangku, "hmm iya juga ya, kalau kamu nggak bisa nggak usah dateng nggak apa apa" bilang pangeran Kylian, "nggak dong, Crysy ingin lihat pangeran menggunakan mahkota" bilangku, "haha iya deh" bilang pangeran Kylian, kita makan lagi. Waktu selesai makan kita duduk meminum teh dan dessert buat aku, "aku nggak nyangka ulang tahun kita jarak sehari doang" bilang pangeran Kylian, "Crysy juga nggak nyangka" bilangku, "kamu disini berapa hari lagi?" tanya pangeran Kylian, "3 hari mungkin" bilangku, "besok kita bakalan ke pusat kota, besoknya waktu kosong, apa waktu itu kamu mau pergi bareng?" tanya pangeran Kylian, "boleh!" bilangku, dan waktu itu aku bisa bertanya tentang bunga es biru, juga kalau bisa mendapatkannya sih, "bagus, ini sudah lumayan larut, tidurlah" bilang pangeran Kylian, pelayan membersihkan kamarku dan aku tidur di tempat tidurku, aku kira pangeran Kylian sudah keluar dari kamarku, tapi ternyata belum, "lho? pangeran masih disini? Crysy kira sudah keluar, apa pangeran mata mata under cover?" bilangku, "aku hampir tingkat kesatria, kamu lupa?" tanya pangeran Kylian, "apa kesatria bisa menghilang?" tanyaku, "hmmm ada yang bisa, tapi kesatria dari kekaisaran sihir Arstle" bilang pangeran Kylian, "kekaisaran sihir Arstle? ada kekaisaran sihir?" tanyaku, "kamu baru tau? mau aku ceritain?" tanya pangeran Kylian, "mau!" bilangku semangat, "jadi dulu ada 3 karegori, yaitu manusia biasa, spirit owner, spirt, dan penyihir, tapi sekarang spirit owner sudah hampir tidak ada, susah dicarinya, spirit masih berkeliaran dan manusia biasa seperti kita nggak bisa melihatnya, dan penyihir dari dulu di kekaisarannya sendiri, yaitu kekaisaran Arstle, disitu tempat berkumpul para penyihir, para penyihir jarang mengikuti acara antar kekaisaran, bahkan hampir nggak pernah" bilang pangeran Kylian, dipikiranku "maaf, tapi aku bukan manusia biasa, aku punya spirit", "apa pangeran pernah ke Arstle?" tanyaku, "belum, biasanya selain penyihir nggak boleh masuk ke Arstle" bilang pangeran Kylian, "tertutup ya kekaisarannya" bilangku, "iya, tambah diperbatasan Arstle dikasih semacam sihir pelindung" bilang pangeran Kylian, "sihir?" tanyaku, "iya, aku juga penasaran gimana didalam kekaisaran Arstle, pastinya sihir semua, juga katanya bunga es biru terbuat dari sihir es dari Arstle" bilang pangeran Kylian, "pastinya kalau kekaisaran Arstle berperang pastinya akan menjadi lawan yang susah" bilangku, "pastinya, baiklah waktunya tidur, good night, sweet dream" bilang pangeran Kylian dan mencium jidatku, kali ini masih lumayan kaget, tapi is okay, "good night and sweet dream to the crown prince too" bilangku, "haha you don't have to call me that" bilang pangeran Kylian, dia keluar dan aku tidur berpikir tentang kekaisaran sihir Arstle, aku baru tau ada sihir disini.
Keesokan harinya aku bangun pagi pagi dengan pengawalku di samping tempat tidurku, nggak tau kenapa walaupun aku menutup mata aku bisa merasakan keberadaan mereka, "ada apa?" tanyaku masih menutup mata, "ehh?! nona udah bangun?" tanya Sir Cleis, "hmm" bilangku, aku membuka mata, "nona bisa tau keberadaan kita? padahak kita udah pelan pelan lho" bilang Sir Reuv, "pelan pelan tetep berisik tuh" bilangku, "sepertinya kita perlu berlatih lagi" bilang Sir Jacob, "iya, nanti pas balik ke kediaman Duke aku buat jadwal" bilang Sir Jayden, "waktu betlatih di tambah?!" bilang Sir Cleis dan Reuv, mereka sedang berbicara dan sedangkan aku tidur lagi, "nona!" teriak para pengawal, "ha? iya iya, Crysy bangun" bilangku, aku duduk dan nyawaku masih belum ngumpul, "hari ini mau ke pusat kota lho nona, ayo siap siap" bilang Lily, aku mengangguk, "Duke juga memberi uang tambahan" bilang Sir Ace, "hemm" bilangku, pintuku terbuka dengan suara yang keras "BRRAK!", aku kaget dan jatuh dari pinggir tempat tidur, "nona!" bilang pengawalku, untung Lily nangkap aku, "hehe maaf, aku terlalu senangat" bilang pangeran Ackley, aku berdiri dan melihat siapa aja yang masuk, semua pangeran Clarasis ada disini, "ada apa pangeran kesini?" tanyaku sambil mengusap mata, "ahh Crysy baru bangun ya? ayo siap siap, hari ini kepusat kota lho" bilang pangeran Ackley, aku mangangguk dengan setengah nyawa, pelayan pelayan langsung masuk, semuanya keluar dan aku ke ruang mandi, "hari ini nona mau ke pusat kota ya? berarti jangan pakai yang mencolok" bilang kepala dayang, "yang ini?" tanya pelayan yang lain sambil menunjuk gaun berwarna hijau, "jangan" bilang kepala dayang, "yang ini?" tanya pelayan lainnya menunjuk gaun berwarna kuning, "jangan, di pusat kota sedikit yang menggunakan warna cerah" bilang kepala dayang, "kalau yang ini?" tanya pelayan yang lainnya lagi, dia menunjuk gaun berwarna biru tua dan putih, "iya itu aja, siapakan pita yang sesuai juga sepatu" bilang kepala dayang, itu semua baju yang aku bawa, karena Duchess mengemas banyak gaun dan aksesoris, barangku lebih banyak dari pada para pangeran. Setelah selesai bersiap aku keluar dan para pangeran sudah menunggu, "maaf membuat pangeran menunggu" bilangku, "nggak apa apa kok, hari ini Crysy menggunakan pita ya? imut!!" bilang pangeran Xavien lalu mencubit pipiku, "Xavien kamu lupa bilang sesuatu" bilang pangeran Kylian, "ohh iya" pangeran Xavien melepas cubitannya dan berlutut di depanku, "aku Xavien Pelton Laquan Retisel, berterima kasih atas kejadian kemarin" bilang pangeran Xavien, "itu bukan apa apa kok, kaka- eh maksud Crysy pangeran tidak harus berterima kasih" bilangku, "tadi kamu mau manggil aku kakak?" tanya pangeran Xavien matanya berbinar binar, "Crysy salah ngomong" bilangku, "salah ngomong terus juga nggak apa apa kok, dengan senang hati aku dipanggil kakak" bilang pangeran Xavien, "nggak boleh dong, nanti Crysy dihukum gimana?" tanyaku, "huh yaudah, aku marah lho" bilang pangeran Xavien, "lho?! kok marah?" bilangku, "kekanak kanakan banget pangeran satu ini" bilang Lexion, "sabar aja lah, inget harus acting, just go with the flow" bilangku dipikiran, "makanya Crysy panggil kakak Xavien dulu baru aku nggak marah" bilang pangeran Xavien, "harus manggil dia kakak nih?" tanya Ellena, "mau gimana lagi? aku acting jadi anak bodoh, tapi aku aslinya anak yang super genius, biar kelihatan kayak anak anak aku ada sesuatu" bilangku dipikiran, "apa?" tanya Ellena, "lihat aja, ini selalu manjur ke kakakku, tapi nggak tau ke dia" bilangku, aku menyiapkan diri dan...memeluk pangeran Xavien yang berlutut di depanku "kakak Xavien jangan marah lagi ya~" bilangku dengan suara manis, semuanya membeku terutama pangeran Xavien, "apa kakak Xavien masih marah? biasanya kalau kakak kakak Crysy marah, Crysy memeluk kakak terus nggak marah lagi" bilangku, pangeran Xavien langsung memelukku balik lalu berdiri, sama aja dia lagi gendong aku, "aku dah nggak marah kok, tapi biar tambah nggak marah, sini cium sini" bilang pangeran Xavien sambil menunjuk pipinya, "whaaa!! i take my words back, don't go with the flow!! please somebody help me!!" bilang dipikiranku, dan sepertinya pangeran Kylian mendengar pikiranku, karena dia berkata "ayo berangkat, kereta kudanya sudah siap", "baiklah, ayo kita berangkat, Crysy" bilang pangeran Xavien, dia tetep gendong aku sampai di kereta kuda, bahkan di kereta kuda aku duduk di sampingnya, "Sir Ace dimana?" tanyaku, "dia belakang sama pengawal lain, memangnya kenapa?" tanya pangeran Kylian, "Sir Ace, yang megang uang Crysy, nanti kalau Sir Ace nggaj ada Crysy nggak bisa beli apa apa dong" bilangku, "dipusat kota ada toko gaun yang terkenal di kalangan bangsawan di Retisel, gaun gaun yang dibuat disitu selalu ada hiasan emas, perak, dan permata" bilang pangeran Xavien, "asli?" tanya pangeran Helton, "iya asli, walaupun mahal tapi common disini" bilang pangeran Xavien, "kedengarannya akan bagus, tapi nanti kalau salah satu emas, perak, atau permatanya lepas gimana? sayang dong" bilangku, semua pangeran diem, "yah nggak usah dipikir lagi, apa dipusat kota ada toko dessert?" tanyaku, "ada banyak sih" bilang pangeran Kylian, "Crysy mau kesana!" bilangku senang, "haha semangat banget ya? aku beliin coklat, tapi kamu harus cium sini dulu" bilang pangeran Xavien menunjuk pipinya, aku menyilang tanganku dan berkata "jangan jangan pangeran lagi nyogok Crysy ya? nggak bagus lho" bilangku, "ehh? nggak kok, cuman...tawaran aja" bilang pangeran Xavien, aku melihat ke pangeran Xavien dengan tatapan mata suspicious, "hmmm prince Xavien sound suspicious" bilangku, "not at all" bilang pangeran Xavien, "wahh ada detektif kecil" bilang pangeran Helton, "pam pam pam parararam, detektif Crysy! hari ini detektif Crysy akan mengintrogasi pangeran Xavien yang menurut detektif Crysy sendiri sedang menyogok, apa kelanjutannya silahkan kita lihat" bilang pangeran Ackley, "hahaha, baiklah, Crysy akan mengintrogasi pangeran Xavien, jika pangeran Xavien tidak menjawab dengan benar akan mendapat hukuman" bilangku, "wahh aku takut nih, apa hukumannya?" tanya panheran Xavien, dipikiranku berkata "kalo kamu tau sifat asliku, aku bakalan ngasih hukuman yang lumayan berat, tapi karena ini aku baru acting bodoh mau gimana lagi?", "memang hukumannya apa?" tanya Lexion, "ini role ku sekarang anak kecil polos dan pintar, jadi harus mengikuti alurnya, lihat aja deh" bilangku, "hukumannya...hmm apa ya? harus gendong Crysy?" bilangku, semuanya nengok ke aku, "hukuman yang bagus bukan? sekalian pangeran olahraga" bilangku, "hukum aku aja nggak apa apa!" bilang para pangeran lain, "kan jadi semangat mereka, aku juga lagi males jalan jadi nggak apa apa lah" bilangku dipikiran, "ehh biar aku aja, aku kan adik yang baik, jadi harus menyelamatkan kakakku dan juga tamu terhormat dari hukuman" bilang pangeran Kylian, "hmm Crysy kasih satu pertanyaan, nanti yang salah dihukum" bilangku, "oke!" jawab semua pangeran semangat, "1+1\=" bilangku, jawaban para pangeran berfariasi "1", "3", "0", "8", "11" bilang para pangeran, dipikiranku Ellena berkata "sengaja tuh", "memang aku tau" bilangku dipikiran, "salah, jawabannya 2" bilangku, "yahh kita salah semua, terus siapa yang dapet hukuman?" tanya pangeran Helton, "hmm batu gunting kertas" bilangku, semuanya melihat sesama dan mulai bermain batu gunting kertas, "yang menang dihukum" bilang pangeran Glen.
Kita keliling pusat kota hingga sore hari, saat kita sampai di istana kekaisran Retisel, aku mandi, ganti baju, makan malam bersama, dan kembali ke kamar, Putri Nora dan kak Falco sudah pulang tadi siang waktu kita di pusat kota, "haduuh, capek" bilangku sambil melemparkan badanku ke tempat tidur, tapi tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarku, "huaa! padahal baru aja tiduran" bilangku pelan, aku membuka pintu dan pemandangan pangeran Kylian yang tinggi dan tampan terlihat di depan mata, "oh? ada apa pangeran?" bilangku, "apa aku boleh masuk dulu?" tanya pangeran Kylian, "masuk aja, kan ini juga sebenernya kamar pangeran" bilangku, pangeran masuk dan duduk di sofa, aku duduk di seberangnya, "aku kesini mau minta tolong" bilang pangeran Kylian, "minta tolong apa?" tanyaku, "ada tugas lagi" bilang pangeran Kylian sambil mengeluarkan kertas penuh pertanyaan, "baiklah, ayo kita kerjakan" bilangku, kita mencari jawabannya di buka yang ada, tapi dipertengahan pangeran Kylian tanya "kalau kamu jadi ratu kamu bakalan gimana?", "ya...tinggal jadi ratu kan? kalau sudah terlanjur mau gimana lagi? lakukan aja dengan baik" bilangku sambil membalik halaman buku, "apa kamu mau jadi ratu?" tanya pangeran Kylian, "hmm gimana ya, mau mau aja, tapi memangnya Crysy bisa jadi ratu?" bilangku, "bisa aja" bilang pangeran Kylian, setelah itu kita fokus ke tugasnya pangeran Kylian, setelah beberapa saat kita selesai, "nah selesai" bilangku, "ini tugas apa apa sih? kok susah banget" bilang pangeran Kylian, "nggak susah banget tuh" bilangku, kamu aja yang pinter" bilang pangeran Kylian sambil menjitak kepalaku main main, "haha kalau pangeran kesulitan mengerjakan bilang Crysy" bilangku, "tapi kamu bentar lagi pulang kan?" bilang pangeran Kylian, "oh iya ya" bilangku, dan aku juga lupa tentang bunganya, "pangeran boleh mengirim surat ke kediaman Crysy, walalupun lama tapi pastinya Crysy akan membalas suratnya" bilangku, "hais...coba aku punya adik kayak kamu, nggak kayak Xavien yang cerewet itu" bilang pangeran Kylian, "haha ada kok kakak Crysy yang banyak omong, namanya kak Kevin, beda sama kembarannya kak Bevin" bilangku, "kamu punya kakak kembar?" tanya pangeran Kylian, "iya, kakak Crysy ada 4, jadi di kediaman selalu berisik" bilangku, "walaupun aku punya adik satu, tapi disini sudah cukup berisik, sekarang aku berpikir kalau punya 4, haduh...aku udah sakit kepala dulu" bilang pangeran Kylian, "haha" tawaku, "aku pasti akan merindukanmu" bilang pangeran Kylian, kok geli dengernya ya?, "Crysy pastinya juga akan merindukan pangeran, oh ya!" bilangku, "apa?" tanya pangeran Kylian, aku berdiri dan mengambil permen yang aku bawa sendiri dari Clarasis, aku kembali ke pangeran Kylian, "ini, walaupun pangeran nggak suka manis, tapi pastinya harus mencoba ini" bilangku, pangeran Kylian hanya melihat permen yang ada di tanganku, "akan Crysy bukakan" bilangku, aku membuka permennya dan pangeran Kylian tetap hanya melihat permennya, "kalau begitu bilang aa~" bilangku, pangeran Kylian membuka mulut "aa~" bilang pangeran Kylian dan nemakan permennya, "enak kan?" bilangku, pangeran Kylian mengangguk, "tapi...manis ya?" bilang pangeran Kylian, aku menepuk jidat, "kan namanya permen, ya ada juga sih yang asam apa pahit" bilangku, "enak kok, sebaiknya kamu tidur, walaupun besok waktunya kosong" bilang pangeran Kylian, "besok nggak kemana mana?" tanyaku, "hmm nggak sih, tapi aku besok masuk ke academy karena ada tes, apa kamu mau ikut?" bilang pangeran Kylian, "mau! Crysy juga punya kejutan" bilangku senang, "wahh aku jadi penasaran kejutannya apa, yaudah sana tidur" bilang pangeran Kylian, aku jalan ke tempat tidurku dan tiduran, pangeran Kylian mencium dahiku dan berkata selamat malam, aku juga membalasnya, kali ini aku nggak shock sama sekali sih, malah udah jadi kebiasaan mungkin. Keesokan harinya aku bangun saat matahari terbit, "woah...biasa aja" bilangku, "nyebelin juga ya kamu" bilang Lexion, "bercanda, bagus kok" bilangku, "tumben bangun pagi" bilang devil, "memangnya nggak boleh?" tanyaku, aku berdiri dan mencari sesuatu, "nyari apaan?" tanya Ellena, "pakaian" bilangku, karena seingatku aku dibawaan pakaian laki laki, dan academy pangeran Kylian itu khusus laki laki, jadi kalau pakai gaun bakalan mencolok dan menarik perhatian, aku mandi sendiri dan ganti ke pakaian laki laki, setelah beberapa jam, ada yang mengetuk pintuku, "ya?" bilangku dan mengeluarkan kepalaku, ternyata pangeran Kylian, "apa kamu sudah siap? juga apa kejutan yang kamu maksud?" tanya pangeran Kylian, "pangeran masuk dulu, nanti kejutannya langsung kelihatan" bilangku, pangeran Kylian masuk dan berhenti saat melihatku, "ehh? kenapa kamu...?" bilang pangeran Kylian bingung, "haha kaget kan? nanti kalau Crysy memakai gaun akan terlalu mencolok jadi Crysy pakai ini" bilangku, "a...ku nggak nyangka ini, but you look good" bilang pangeran Kylian, aku menguncir satu rambutku, "nah harusnya sekalian ada topeng mata, tapi nggak ada" bilangku, "aku punya" bilang pangeran Kylian, dia membuka laci dibawah tempat tidur yang aku baru tau ada disitu, dan mengeluarkan topeng mata berwarna putih dan emas, pas banget sama bajuku hari ini yang berwarna putih dan emas juga, "woah, so fancy" bilangku, "haha nggak kok, ini bukan emas asli" bilang pangeran Kykian, aku memakainya dan melihat ke kaca, "kalau kayak gini nggak bakalan ada yang kenal Crysy" bilangku, "kamu jadi perempuan cocok jadi laki laki cocok, buat ngerjain orang bakalan seru" bilang pangeran Kylian, "ayo, pastinya bakalan seru, aku pengen lihat muka kak Ray" bilangku, "anak itu ya? hmmm boleh, gini aja kamu jadi murid baru yang aku bawa, ceritanya kamu lagi nyari sekolah, gimana?" tanya pangeran Kylian, "boleh, tapi Crysy sependek ini, pastinya orang orang ngerasa ada yang aneh" bilangku, "pastinya pada percaya lah, nanti juga ada jadwal latihan, dengan kemampuanmu pasti pada percaya" bilang pangeran Kylian, "iya juga, eh? latihan? terus pedangnya gimana?" tanyaku, "aku punya pedang banyak, kamu bisa pinjem, kamu kuat angkat pedang pengawalmu pastinya kuat angkat pedangku" bilang pangeran Kylian, "baiklah, ayo kita berangkat!" bilangku senang, "oh ya, juga kereta kudanya belum ada yang siap, jadi kita naik kuda" bilang pangeran Kykian, "kuda? ehh...Crysy belum bisa menunggang kuda besar" bilangku, "mau naik bareng aku?" tanya pangeran Kykian, "nanti kalau sampai akademi pada curiga lah, Crysy akan akan mencoba naik sendiri" bilangku, "baiklah, hati hati menunggangnya, aku pikihkan kuda yang gampang diajak kerjasama" bilang pangeran Kykian, "lah? kuda diajak kerjasama gimana ceritanya?" bilangku, "yah kamu bakalan tau sendiri nanti" bilang pangeran Kylian. Kita keluar dari istana dan didepan sudah ada para kesatria penjaga dan pengawalku, ada 2 kuda yang kosong, "itu kudamu, namanya snow storm" bilang pangeran Kylian, "karena warnanya putih ya?" tanyaku, aku mendekat dan ternyata tinggi juga ya? "tinggi juga ya kamu" bisikku, "wahh lihatkan nona kecil ini, eh lho? kok aku bisa paham kata katamu?" bilang snow storm, "ceritanya panjang, aku akan menunggangimu, boleh ya?" bisikku, "silahkan, asalkan bukan bocah yang banyak gerak itu" bilang snow storm, "bocah? jangan jangan pangeran Xavien?" bisikku, "mungkin" bilang snow storm, "kamu ngapain?" tanya pangeran Kylian, "hm?! bukan apa apa kok" bilangku, "apa kamu beneran mau naik sendiri?" tanya pangeran Kylian, "iya, lagian kudanya cantik" bilangku, "baiklah, sini aku bantu" bilang pangeran Kylian, dia mengangkatku naik ke kuda, "eh eh, tinggi juga ya?" bilangku, "haha nggak apa apa, nanti aku berkuda di sampingmu" bilang pangeran Kylian, pangeran Kylian berbicara ke kesatria pengawal, "ini mau kemana kok rame banget?" tanya snow storm, "mau ke academy Teventele, apa kamu tau?" bisikku, "aku sering kesana, karena si bocah yang banyak gerak itu" bilang snow storm, "bagus kalau kamu tau tempatnya, nanti ikuti kuda yang di sampingmu ya, jangan cepet cepet jalannya, karena aku belum mahir menunggang kuda" bisikku, "baiklah, aku akan hati hati" bilang snow storm, pangeran Kylian menggerakan kudanya ke sampingku, "siap?" tanya pangeran Kylian, aku mengangguk, "baiklah, kita berangkat" bilang pangeran Kylian, Kita berkuda ke academy Teventele, lumayan jauh sih. tapi karena selama perjalanan aku sama pangeran kylian ngobrol jadi kerasa cepet, di gerbang masuk, karena orang disampingku itu putra mahkota pastinya ada yang menyambut, tapi yang dilihatin malah aku, kita turun dari kuda, aku mencoba turun sendiri untungnya aku bisa, pangawalku udah tau alur yang akan aku perankan, jadi drama bisa dimulai, "ayo masuk" bilang pangeran Kylian, aku mengangguk, karena ini belum waktunya masuk jadi banyak murid yang berkeliaran, juga banyak mata yang memperhatikanku, "aku Crysy tetap menarik perhatian?" bisikku, "ya...mungkin itu karena yang lain nggak menggunakan topeng mata sedangkan kamu pakai?" bilang pangeran Kylian, "iya juga, tapi nanti kalau nggak pakai pasti bakalan katahuan kalau murid murid disini hampir setingkat kesatria, matanya pasti setajam elang" bisikku, "kalau kamu bisik bisik malah tambah menarik perhatian" bilang pangeran Kylian, "hmm iya deh" bilangku, kita masuk ke kelas yang aku masuki dulu, dikelas itu rame dengan murid laki laki, dipikiranku "i can do this...i guess? dulu aku juga masuk ke kelas penuh dengan laki laki, jadi nggak masalah kan", kak Ray datang menghampiri kita, "wahh yang mulia, akhirnya kamu masuk juga, juga siapa anak itu?" tanya kak Ray sambil menunjukku, "dia temenku, dia nyari sekolah jadi aku suruh nyoba disini sehari" bilang pangeran Kylian, "hai, aku Ray" bilang kak Ray sambil menglurkan tangannya ke aku, aku menerima tangannya dan bersalaman, "aku Esten" bilangku, aku sudah memikirkan namaku dari awal, Esten diambil dari nama tenganku Estena, "semoga kita bisa berteman baik, juga apa aku boleh tanya kenapa kamu pakai topeng mata?" tanya kak Ray, "ini...karena identitasku sebenarnya belum boleh dilihatankan ke publik, tapi namaku nggak apa apa" bilangku, "ohh, baiklah" bilang kak Ray, aku mengikuti pangeran Kylian ke belakang kelas, "kamu duduk sini" bilang pangeran Kylian, aku duduk di pojok belajang kelas deket jendela, aku mengangguk dan duduk di kursi itu, ya walaupun sedikit kesusahan, pangeran Kylian duduk di sampingku dan kak Ray didepanku, "hari ini cuman ada 2 pelajaran, tapi kebanyakan sih latihan" bilang pangeran Kylian, "pelajaran satunya?" tanyaku, "sejarah, apa kamu ingat tugas ringkasan yang kita kerjakan dulu? hari ini kita bahas itu" bilang pangeran Kylian, "ohh" jawabku, sedangkan Ellena dipikiranku "wahh aku terkenal ya di Retisel, tuh aku lebih terkenal dari kamu, Lex", "iyain aja deh" bilang Lexion, tiba tiba pintu kelas terbuka dan seorang guru masuk, selama pelajaran aku cuman diem ngelihatin luar jendela, aku juga nggak jawab semua pertanyaan yang diajukan, sama dengan pangeran Kylian, dia cuman ngelihat kertas dan memainkan penanya, "baiklah, itu aja untuk hari ini" bilang gurunya dan keluar kelas, aku menyenderkan kepalaku ke kursi dan menghela nafas, kak Ray menghadap ke belakang melihat aku, "gimana? bosenin kan?" bilang kak Ray, "hmm, mayan lah" bilangku, "habis ini kita latihan, jadi nggak bakalan bosenin, ya walaupun latihan hari ini 6 jam" bilang kak Ray, "6 jam?! selama itu kah?" bilangku, "iya, tapi kita kan laki laki pastinya kuat lah" bilang kak Ray, "hmm" bilangku sambil mengangguk, padahal aku perempuan, "kamu nggak banyak ngomong kayak dia ya" bilang kak Ray sambil melihat ke pangeran Kylian, ya kalau aku banyak ngomong aku langsung ketahuan lah, "mungkin" bilangku, pangeran Kylian berdiri dan aku melihat ke arah dia, "ayo latihan, nih pedangmu" bilang pangeran Kylian sambil memberikan sebuah pedang berwarna emas dan silver, "i'm on point today, gold and white" bilangku, pangeran Kylian hanya mengangguk, sekelas keluar ke lapangan, disana sudah ada murid yang lain, karena disini ada 3 kategori yaitu pemula, mahir, dan tingkat kesatria, aku belum tau masuk yang mana, "aku kita ke guru yang bertugas hari ini" bilang pangeran Kylian, kita ke guru yang bertugas dan berkata kalau aku murid baru, dan kata gurunya untuk menentukan aku di mana harus di tes, aku juga oke oke aja, "tapi gimana tes nya? maksudnya apa aku harus lawan satu orang apa orang banyak?" tanyaku, "kamu akan melawan satu orang dari masing masing kekuatan, tentunya kamu mulai dari melawan yang pemula" bilang guru yang bertugas, "baiklah" jawabku, gurunya memanggil satu murid dari masing masing kekuatan, dari pemula aku nggak kenal siapa, sama dengan murid yang dari mahir, tapi dari tingkat kesatria adalah kak Ray, kalau gini jelas jelas aku yang menang, "baiklah, ayo mulai" bilangku, aku melawan murid pemula dengan mudah, sama dengan murid yang mahir, gurunya aja sampai kaget, sekarang gantian kak Ray, "kamu kuat juga ya" bilang kak Ray, "kemungkinan besar aku juga akan mengalahkanmu" bilangku, kak Ray melihat aku kaget, "say what?! kamu yakin bakalan menang dari aku? huh mimpi dulu" bilang kak Ray, "lihat aja nanti" bilangku, "baiklah, gimana kalau kita taruhan?" tanya kak Ray, "oke, not a problem" bilangku, "yang kalah harus mengikuti yang menang sepanjang hari disekolah, juga harus melakukan apa yang disuruh yang menang" bilang kak Ray, "sure" jawabku, "siap siap menerima suruhanku" bilang kak Ray, "kamu terlalu percaya diri" bilangku, pangeran Kylian yang di samping guru mengangguk setuju, "hmm kita lihat dulu aja" bilang kak Ray, nggak perlu diceritain panjang lebar aku yang menang, kak Ray melihat aku kaget, "jangan lupa taruhannya" bilangku, kak Ray hanya melihat aku dengan tatapan kosong, "baiklah, Esten, kamu masuk di tingkat kesatria" bilang guru, aku mengangguk dan jalan ke arah pangeran Kylian, "gimana?" tanyaku, "good, sekarang kamu bisa nyuruh nyuruh Ray semaumu" bilang pangeran Kylian, orang yang di omongin dateng, "huaa, padahal yang bisa ngalahin aku cuman yang mulia Kylian sama Crysy, sekarang tambah satu orang lagi?!" bilang kak Ray, "siapa suruh sombong dulu" bilangku, "iya deh, aku kalah" bilang kak Ray, "memang kamu kalah kan?" bilang pangeran Kylian, "jangan bilang kata kata itu, jlep rasanya di sini" bilang kak Ray sambil memegang dadanya, "memangnya aku gagas?" bilang pangeran Kylian, "bukan masalahku kan?" bilangku, "huaa! kalian jahat" bilang kak Ray, "memang" jawabku dan pangeran Kylian bareng, kak Ray nggak bisa berkata kata, setelah itu kita latihan 1 jam, lalu makan siang, sesuai taruhan kak Ray mengikutiku kemana mana, tapi lumayan menganggu juga sih karena aku harus nenyembunyikan identitasku, istirahat pertama kita ke kelas makan camilan yang aku suruh kak Ray beli, "thanks" bilangku, "hmm, aku jarus menepati apa yang aku katakan sendiri" bilang kak Ray, aku memakan camilannya dan membaginya ke pangeran Kylian juga kak Ray, setelah istirahat pertama kita latihan lagi 2 jam lalu makan siang, kita kumpul di cafetaria, sejarang aku hadi langsung terkenal karena mengalahkan kak Ray, banyak orang yang memintaku duduk bersama, tapi pastinya aku menolak karena kapan aja identidasku bisa kebongkar, aku duduk dekat pangeran Kylian dan kak Ray, kita makan siang dengan tenang, tapi aku nggak karena aku ngerasa semua mata ngelihat ke aku, "apa kalau orang ngalahin kamu bakalan dilihatin kayak gini ya?" tanyaku, "itu karena baru sedikit orang yang bisa ngalahin aku" bilang kak Ray, "ohh, apa habis ini latihan lagi?" jawabku, "iya, 3 jam lagi terus udah" bilang pangeran Kylian, "hmm ternyata capek juga ya latihan 8 jam" bilangku, "hmm kita udah terbiasa, tapi juga pastinya capek" bilang kak Ray, "apa ada yang bisa mengalahkan pange- eh bukan yang mulia putra mahkota?" tanyaku, "belum, dia terlalu mahir untuk dilawan" bilang kak Ray, aku mengangguk.
Setelah makan siang, kita lanjut latihan lagi 3 jam, tanganku sudah nggak ada rasanya, walaupun menggunakan kekuatannya Devil juga Ellena, tapi aku juga pakai kekuatanku sendiri, aku hari ini berhasil nengalahkan 36 murid tingkat kesatria termasuk kak Ray, guru yang menjaga terkagum karena kemampuanku. 30 menit sebelum waktu latihan selesai aku mendekat ke pangeran Kylian, "apa aku bongkar identitas Crysy sekarang?" bisikku, "boleh juga, pastinya semuanya langsung shock dikalahin sama anak kecil perempuan berusia 8 tahun" bisik pangeran Kylian, "haha aku pengen lihat muka mereka semua, tapi mana mungkin langsung membuka topeng mata, kurang menarik perhatian" bisikku, "hmm aku punya ide, kamu bilang mau taruhan sama aku, teruhannya kamu harus membuka topeng mataku, terus nanti aku yang menang dan kamu membuka topeng matamu" bisik pangeran Kylian, "tapi Crysy nggak mau kalah, tapi juga pangeran kan putra mahkota, kalau kalah nanti image bagus pangeran berkurang, hm...baiklah, ayo kita lakukan" bisikku, aku mengeraskan suaraku dari suara biasanya biar sedikit menarik perhatian, dan juga aku harus menjaga suaraku separti suara laki laki, "ehem, yang mulia putra mahkota, apakan anda mau menerima taruhan dari saya?" tanyaku, "apa taruhannya?" tanya pangeran Kylian, "kalau pangeran menang saya akan melepas topeng mata saya, dan jika yang mulia putra mahkota kalah...saya akan memikirnya nanti" bilangku, karena saat itu ada tembok besar di pikiranku yang membuatku nggak bisa berpikir, "hmm baiklah, aku terima taruhanmu" bilang pangeran Kylian, dan itu berhasil menarik perhatian murid murid lain, semuanya berkumpul untuk melihat, aku dan pangeran Kylian mulai saling menyerang, setelah sekitar 10 menit, aku bisa mendengar pangeran Kylian berkata ke aku "jangan pakai semua kekuatanmu, aku nggak bisa ngalahin kamu", "haha maaf, Crysy terlalu bersemangat" bilangku, yang bisa mendengar kata kata itu cuman kita, jadi aman, aku melemahkan kekuatanku dan pangeran Kylian menyingkirkan pedang dari genggamanku, "baiklah saya kalah" bilangku, "sekarang kamu harus melihatkan identitasmu ke semuanya, buka topengmu" bilang pangeran Kylian, "saya akan menepati kata kata saya" bilangku, semua murid yang melihat kita memperhatian aku dengan serius, aku membuka topengku dan melepas kuncir rambutku, semuanya langsung mengenali aku, "nona Crysantle?!", "haa?! nama mungkin? apa aku ini mimpi?!", "what?!" semua murid kaget karena Esten adalah Crysantle, "selamat Sore, kakak kakak semua, maaf Crysy menipu kakak kakak" bilangku sambil memberi hormat, "aku masih nggak percaya", "apa dia orang yang mirin sama nona Crysantle?" bilang murid murid masih belum percaya, sedangkan kak Ray yang nggak jauh dari aku membuka mulutnya lebar lebar, aku jalan ke kak Ray, "kak Ray, kalah sama Crysy 2 kali nih" bilangku, tunggu tunggu, jadi Esten adalah Crysantle? apa Crysantle adalah Esten?" tanya kak Ray, "dua dua nya" jawabku, murid murid yang samping kak Ray ngelihatin aku, "apa ada sesuatu di muka Crysy?" tanyaku. semuanya menggeleng, aku kembali ke pangeran Kylian, "haha mission success" bilangku, "muka mereka kelihatannya belum percaya" bilang pangeran Kylian, "yah terserah mau percaya apa nggak, Crysy capek" bilangku, "tenagamu pas nyerang aku sekuat itu kamu bilang kamu capek?" bilang pangeran Kylian, "iya, itu Crysy capek" bilangku. Setelah itu aku bermain dengan kakak kakak lain, kakak kakak terkagum dengan kemampuanku berpedang, juga pada bilang iri karena aku pinter berpedang dengan cepat, semuanya baik ke aku, besok aku sudah kembali ke Clarasis, pastinya aku main ke Retisel lagi sih, tanpa disadari sudah waktunya pulang, aku mengatakan selanat tinggal ke kakak kakak, eh tapi ternyata kak Ray ikut pulang bareng, padahal kudanya tinggal kudaku sama pangeran Kylian, "lah, aku kira naik kereta kuda" bilang kak Ray, "nggak. tadi pagi kereta kudanya belum ada yang siap, jadi naik kuda kesini" bilang pangeran Kylian, "yah nggak bisa bareng ya" bilsng kak Ray, sekarang aku agak merasa bersalah sama kak Ray karena aku suruh suruh terus, juga dia melawan aku dengan semua kekuatannya, "apa kak Ray naik bareng Crysy aja? Crysy juga belum terlalu mahir" bilangku, "ha? apa boleh?!" tanya kak Ray berbinar binar, "tentu aja boleh" bilangku, "ehh bahaya kalau kamu naik sama, Ray, bisa bisa kudanya hilang kendali gara dara dia ceroboh" bilang pangeran Kylian, dipikiranku Ellena berkata "ehem kode kode nih", "kelihatan banget laki, ini pangeran bodo apa apa sih?" bilang Lexion, "ya...dia lagi bad mood, mungkin?" bilangku dipikiran, "kalau begitu apa Crysy boleh naik bersama pangeran?" tanyaku, "itu lebih aman dari pada bareng Ray, ayo naik" bilang pangeran Kylian, tapi aku bisa melihat ujung bibirnya naik sedikit. Kita berkuda kembali ke istana, saat aku masuk aku melihat pangeran Glen yang mondar mandir, pangeran Helton yang duduk melihat meja, dan pangeran Ackley yang duduk di seberang pangeran Helton menggerak gerakkan kakinya, "apa terjadi sesuatu?" tanyaku, 3 pangeran itu menengok ke aku, "Crysy!" bilang 3 pangeran mereka lari dan memeluk aku, "aku kira kamu hilang" bilang pangeran Ackley, "kamu kemana aja? kok baru pulang sekarang?" tanya pangeran Helton, "kita sampai nyari kamu keliling istana lho" bilang pangeran Glen, "haha Crysy ikut pangeran Kylian ke academy, Crysy lupa bilang" bilangku, mereka melepas pelukan dan menghela nafas, "yang penting kamu aman" bilang pangeran Hekton, "tapi kenapa kamu pakai pakaian laki laki lagi?" tanya pangeran Ackley, "itu ya, ceritanya panjang" bilangku, setelah itu aku ke kamarku mandi dan ganti baju, setelah itu aku turun dimana para pangeran dan kak Ray ngobrol, "apa yang pangeran angeran dan kak Ray bicarakan?" tanyaku, "oh Crysy, sini sini" bilang kak Ray, aku duduk di samping kak Ray, "huaa! lucu banget, rasanya pengen aku bawa pulang" bilang kak Ray sambil memelukku, "haha" tawaku, aku memeluk kak Ray balik, aku melepas pelukannya, "besok Crysy sudah pulang, mungkin kak Ray nggak bisa lihat Crysy dalam waktu yang lama" bilangku, "lho? besok kamu udah pulang? yah aku sedih nih" bilang kak Ray, "tapi Crysy akan kembali saat upacara kedewasaan pangeran Kylian" bilangku, "itu masih berbulan bulan lagi" bilang kak Ray, "Crysy, juga harud melakukan sesuatu di kediaman Crysy, kalau Crysy boleh berkunjung ke sini, Crysy pastinya akan berkunjung" bilangku, pangeran Xavien dari tadi diem aja, "apa pangeran Xavien tidak enak badan?" tanyaku, "nggak kok, aku sedih aja kamu pulang" bilang pangeran Kylian, "pangeran pangeran sama kak Ray boleh kok mengirim surat ke Crysy" bilangku, "baiklah!" bilang pangeran Xavien senang. Setelah itu kita makan malam, selama kita disini kaisar jarang muncul karena sibuk, tapi katanya besok kaisar bakalan ada, makan malam kali ini berisik dengan kata kata, bahkan pangeran yang dibilang jarang berbicara, berbicara walaupun dengan nada sedikit dingin, setelah makan, malam aku bersiap siap tidur, tapi pangeran Kylian masuk ke kamarku, "maaf aku ganggu ya?" tanya pangeran Kylian, "nggak kok, sini pangeran" bilangku sambil menepuk tempat kosong di tepat tidurku, pangeran duduk di situ, "kamu udah berani ya sama aku" bilang pangeran Kylian, "Crysy nggak takut dama pangeran kok, kenapa harus takut? pangeran juga manusia kayak Crysy" bilangku, "haha iya juga, jujur aku sedih kamu pulang" bilang pangeran Kylian, "jangan sedih, nanti Crysy nangis" bilangku, "haha, ha...pastinya nggak ada yang bantuin tugasku lagi" bilang pangeran Kylian, "kan ada pangeran Xavien" bilangku, "dia aja nggak pinter" bilang pangeran Kykian, "haha padahal adik pangeran sendiri lho" bilangku, aku juga pangeran anggep kamu adikku, apa itu boleh?" tanya pangeran Kykian, "boleh aja, siapa yang ngelarang?" bilangku, aku jadi adik putra mahkota pastinya seneng banget lah, apa lagi 2, "aku punya satu permintaan, apa kamu mau kabulkan permintaanku?" tanya pangeran Kylian, "apa permintaannya?" tanyaku, "apa aku boleh...tidur disini?" tanya pangeran Kylian, ini permintaan yang nggak aku sangka akan dikatakan oleh pangeran Kylian, tapi aku juga berpikir pastinya dia kesepian, dia juga harus mengatasi masalah kekaisaran nantinya, bahkan sekarang dia mendapat tugas yang berat untuk seumurannya, juga orang orang pada berpikir pangeran itu orang yang dingin, juga dia putra mahkota, banyak orang yang takut sama dia, "tentu aja boleh, ini kan kamar pangeran juga" bilangku, pangeran Kylian tersenyum dengan tulus dan lebar untuk pertama kalinya dihadapanku, "terima kasih, aku sangat senang" bilang pangeran Kylian, aku tiduran dan pangeran tidur di sampingku, "aku sangat senang kamu ikut ke sini, kalau kamu nggak kesini aku nggak tau aku bakalan gimana, tidurlah besok perjalananmu panjang" bilang pangeran Kylian, "selamat malam pangeran" bilangku, "selamat malam buat Crysy juga, sweet dream" bilang pangeran Kykian, aku tidur dengan nyenyak, tapi saat tengah malam aku bangun karena....pangeran Kylian ngorok, aku tersenyum dan tidur lagi.