The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
new mission



Keesokan harinya aku bangun dan bersiap siap, aku melihat di depan kaca, "lama lama aku jadi kelihatan kayak laki laki beneran" bilangku, "kenapa kamu nggak pake gaun aja?" tanya angel, "kan disuruh pakai ini, juga nanti kan ngecat, kalau kena gaun kan masalah, sama nanti latihan juga" bilangku, "iya juga sih, tapi...banyak putri bangsawan mengira kamu laki laki" bilang angel, "gimana kalian tau?" tanyaku, "well kita bisa baca pikiran orang, dan kemarin saat kalian makan satu murid perempuan berkata murid baru itu tampan ya, ketemennya" bilang angel, "haduh harga diri perempuanku lama lama menghilang, tapi serah aku lah" bilangku, aku keluar kamarku dan jalan ke bangunan utama bersama pengawalku. Aku masuk ke kelas dan hanya ada kak Tasle dan kak Levi, "ohh pada belum datang ya?" bilangku, "biasa orang orang pemalas" bilang kak Levi, "Crysantle menggenakan pakaian laki laki lagi ya?" tanya kak Tasle, "iya, kalau pakai gaun lumayan susah buat latihan dan juga nanti kan artnya mengecat" bilangku, "benar juga" bilang kak Levi, aku mencoba naik ke kursiku, tapi tentu saja tidak bisa, "haha apa perlu bantuan?" tanya kak Levi, aku mengangguk, "ehh aku aja" bilang kak Tasle mencegah kak Levi, "kan aku duluan yang bilang" bilang kak Levi, mereka betengkar dan aku hanya melihat, "emm kakak kakak, jangan bertengkar" bilangku, mereka berdua melihat ke aku, "iya bener tuh kata Crysantle, sadar umur juga" bilang seseorang, aku membalik badan dan ternyata itu kak Luxen, dia jalan ke arah kita dan mengangkatku ke tempat dudukku, "lho!" bilang kak Tasle dan kak Levi, "salah kalian kelamaan" bilang kak Luxen dan duduk di tempatnya, kelasnya masih sepi sih, "apa bell masuk masih lama?" tanyaku, "hmm sekitar 20 menit, kenapa?" tanya kak Luxen, "apa kakak kakak yang lain nggak telat?" tanyaku, "nggak tau tuh, mengkin habis ini datang" bilang kak Luxen, setelah itu pintu kelas terbuka, dan murid murid masuk, "there they are" bilang kak Luxen, sekelas langsung terisi penuh dan luaman berisik, "hari ini hari terakhir Crysantle disini ya?" tanya kak Daniel, "iya, tapi Crysy aka sering sering main kesini" bilangku, "beneran lho ya" bilang kak Levi, "ya kalau dibolehin ayah" bilangku, "ada temanku yang ingin berkenalan dengan Crysantle, apa kamu mau bertemu dengannya?" tanya kak Daniel, "siapa?" tanyaku, "ayo, kelasnya di lantai 3" bilang kak Daniel, "baiklah" bilangku dan turun dari kursi, "ehh aku juga ikut, kan aku disuruh jaga" bilang kak Luxen, "iya deh" bilang kak Daniel. Aku, kak Luxen dan kak Daniel naik ke lantai 3, disitu lebih ramai dan berisik dari lantai 1, "ini kelasnya" bilang kak Daniel, dia membuka pintu dan berkata, "woi! Luke, dicari nih!", ada laki laki yang jalan ke kita, kenapa disini banyak banget murid yang umurnya diatas atau pas 15 sih? aku ngerasa paling kecil lah, "apa?" tanya Luke, "katanya kamu mau ketemu Crysantle kan?" tanya kak Daniel, aku melambalikan tangan, "ohh siapa kamu?" tanya Luke, "aku Crysantle" bilangku, "hah? Crysantle kok laki laki?" tanya Luke, aku menepuk jidat "astaga, apa Crysy sangat sangat terlihat seperti laki laki?" bilangku, aku melepas kuncir rambutku dan rambutku menjadi tergerai, "ahh iya, kamu memang nona Crysantle, maafkan saya nona" bilang Luke, "tidak apa apa, kak Luke ya?" tanyaku, "iya benar, terima kasih nona mau kesini" bilang kak Luke, "bukan masalah besar, apa ini kelas kak Luke?" tanyaku, "iya, apa nona mau masuk, aku ketua kelasnya lho" bilang kak Luke, "boleh" bilangku, aku masuk kelas kak Luke dan kelasnya lebih besar dari kelas yang aku pakai, ya karena muridnya lebih banyak juga, "apa kelasnya lebih besar karena muridnya lebih banyak?" tanyaku, "iya, ini kelas C+, kelas kita kelas A+" bilang kak Daniel, "ohh apa semakin baik hurufnya semakin naik level kesusahannya?" tanyaku, "iya" jawab kak Luxen, "berarti di lantai atas, kelas perempuan ya?" tanyaku, "iya, apa Crysantle mau kesana?" tanya kak Daniel, "lebih baik tidak, Duke melarang untuk naik ke sana" bilang kak Luxen, "kenapa ayah tidak bolehin?" tanyaku, "nggak tau ya" bilang kak Luxen, tiba tiba bell berbunyi, "KRINGG!!", aku, kak Daniel, dan Kak Luxen saling melihat sesama, "kok diem doang? lari lah" bilang kak Luke, aku lari dari keluar duluan, belakangku ada kak Luxen teruk kak Daniel, "yang terakhir masuk kelas adalah pecundang" bilangku sambil lari turun tangga, "the game is on" bilang Luxen, "astaga kalian ini malah main main ya" bilang kak Daniel, kita lari lari ke kelas, karena kelas yang tadi di pojok belakang lantai 3 dan kelasku paling depan lantai 1, aku sampai duluan di kelas, "hosh hosh, aduh capek, tapi Crysy menang!" bilangku, kak Luxen dan kak Daniel menyusul kehabisan nafas, "kalian ngapa kok lari lari?" tanya kak Diez, "hosh hosh...kan bell nya bunyi" bilang kak Luxen, "itu bellnya salah, masih ada 10 menit" bilang kak Seith, "haa?!" bilangku, kak Luxen dan kak Daniel bareng, "kok kesel ya" bilang kak Daniel, "kalau ketahuan pengawal Crysy, Crysy kayaknya bakalan dimarahin" bilangku, "astaga! iya juga dong, wahh bisa aja aku dibunuh Duke kalo ketahuan" bilang kak Luxen, kita duduk ke tempat masing masing kecapekan, tentu aja aku naik kursi dibantu kak Luxen.


Setelah 10 menit, bell sebenarnya berbunyi, "aghh! aku kok jadi sebel ya sama bunyi bell" bilang kak Daniel menutup telinganya, guru art pun masuk, "baik semuanya, ambil canvas yang kemarin kalian gambar dan mulai mengecat" bilang guru, semuanya mengambil canvas masing masing dan mengambil peralatan di guru, kita masing masing mendapat 6 kuas, sebuah paint palette, cat minyak warna dasar, dan juga stand buat canvas, kita minggirin semua meja ke pinggir kelas, kita semua mulai melukis, "angel devil, bantuin" bilang dipikiranku, "no problem, aku juga nggak mau master pieceku dirusa" bilang angel, "seperti kemarin, fokus ke canvas, cat bagian angel dulu, karena aku mau memakai warna gelap" bilang devil. Aku, bukan lebih tepatnya angel mulai mengecat, setelah beberapa menit, karena canvaanya kecil, angel hampir selesai mengecat, "bagus banget, ini kayak air terjun beneran" bilang dipikiranku, "iya kan, nah selesai, gantian kamu devil" bilang angel, "now let's get started" bilang devil, devil mulai dengan warna merah, lalu hitam, lalu abu abu, lalu violet, "kok perasaan warnanya gelap semua ya?" tanya dipikiranku, "ya memang itu tujuannya, ini adalah kerajaan kegelapan" bilang devil, "ohhh" jawab dipikiranku, setelah beberapa menit aku selesai, aku melihat ke gambarannya kak Luxen, sekarang naga lebih kelihatan kayak kadal bersayap yang diracuni sehingga berwarna hijau, "ihh gambar apaan tuh?" tanya angel, "kadal keinjek orang ya?" bilang devil, "bukan, katanya itu naga" bilang dipikiranku, aku melihat ke kak Seith, dia mengambar pemandangan pegunungan, "waahh gambaran kak Seith bagus" bilangku, "ohh apa iya? makasih, punya Crysantle lebih bagus" bilang kak Seith terus melihat gambaranku, "ohh kamu sudah selesai ya? lho?! bagus banget!" bilang kak Seith dan berdiri melihat gambaranku, "apa kak Seith berpikir begitu?" bilangku, "iya, apa Crysantle pernah belajar melukis sebelumnya?" tanya kak Seith, "nggak, ini baru pertama kali Crysy melukis menggunakan cat minyak" bilangku, "Seith, kenapa kamu berdiri? kembali ketempat duduk" bilang guru, "baik guru" bilang kak Seith dan kembali ke tempat duduk, aku mengecat selama 1 jam setengah, dan masih ada 1 jam, aku mengangkat tangan, "iya, nona Crysantle" bilang guru, "Crysy sudah selesai" bilangku, gurunya berdiri dari tempat duduk dan jalan ke aku, saat guru melihat gambaranku dia terlihat shock, "apa ini benar gambaran nona Crysantle?" tanya guru tidak percaya, aku mengangguk, "katanya nona tidak pernah melukis" bilang guru, "iya, ini pertama kali Crysy melukis" bilangku, "talenta yang sangat luar biasa, saya akan menaruhnya di ruang pengeringan, karena cat minyak lama keringnya" bilang guru mengambil lukisanku dan pergi, aku membersihkan mejaku dan mengembalikan peralatan ke depan, tapi saat aku mau kembali duduk ketempatku pintu terbuka dan muka Duke terlihat, semuanya langsung berdiri dan memberi salam, "selamat datang, yang mulia Duke Leanor" bilang semuanya, "ayah? kenapa ayah kesini?" tanyaku jalan ke Duke, "katanya ada kesatria yang ingin Crysy jadikan pengawal, ayo kita menjemput mereka" bilang Duke, "tapi guru belum kembali" bilangku, terus guru datang, "yang mulia Duke" bilang guru, "ahh iya, apa aku boleh meminjam putriku sebentar?" tanya Duke, "silahkan, yang mulia Duke, nona Crysantle juga sudah menyelesaikan tugasnya" bilang guru, aku dan Duke berkuda ke bangunan kesatria, sesampainya disana kita masuk ke ruangan yang kemarin aku masuk bersama Sir Jayden, "ahh yang mulia Duke, apa yang membawa anda kemari?" tanya Sir Stevano, "ada kesatria yang Crysy ingin jadikan pengawal, sekalian aku jadikan kesatria rekomendasi ke regu yang aku punya" bilang Duke, regu yang Duke punya? berarti hampir semua regu terkuat dong, wahh enak banget, nggak pakai tes lagi, "ahh baiklah, saya antar ke tempat latihan" bilang Sir Stevano, "tidak perlu, dibelakang gedung ini kan?" tanya Duke, "iya" jawab Sir Stevano, aku dan Duke keluar dari ruangan lalu ke belakang gedung, aku melihat Sir Jacob dan Sir Reuv, dan lari ke mereka, "Sir Jacob Sir Reuv" bilangku, mereka menengok, "nona? kenapa nona disini?" tanya Sir Jacob kaget, Sir Reuv berlutut, "iya, kenapa nona kesini? bukannya waktunya sekolah?" tanya Sir Reuv, "kemarin Crysy tanya apa Sir Reuv dan Sir Jacob mau jadi pengawal Crysy apa nggak, terus kalian jawab iya" bilangku, Sir Reuv menutup mulutnya dwngan tangan sedangkan Sir Jacob membuka matanya lebar, "jangan bilang" bilang Sir Jacob, Duke datang dan berkata "iya, kita disini menjemput kalian", semua kesatria memberi salam, "selamat datang, yang mulia Duke" bilang mereka, "kalian akan ikut ke kediaman Duke besok pagi" bilang Duke, "terima kasih, yang mulia Duke" bilang Sir Jacob dan Sir Reuv, "berterima kasih lah ke Crysantle, dia memohon untuk mejadikan kalian pengawalnya" bilang Duke, "terima kasih, nona" bilang mereka berdua, "tidak perlu berterima kasih, Crysy juga senang kalian jadi pengawal Crysy" bilangku, "karena kalian belum masuk regu, kalian akan mendapat rekomendasi untuk masuk ke regu yang aku punya" bilang Duke, mereka berdua terdiam, "kenapa? bukannya bagus kalian mendapat rekomendasi?" tanya Duke, "tidak, kita senang, tapi bukannya itu berlebihan?" tanya Sir Jacob, "tidak, bermainlah dengan mereka Crysy, ayah akan kembali setelah mengurus semuanya" bilang Duke, "baiklah, ayah" bilangku,


Duke pergi sedangkan Sir Reuv mulai menangis, "ehh? Sir Reuv? kenapa kok nangis?" tanyaku, "huaa! saya terharu nona, hiks" bilang Sir Reuv, "astaga, Reuv, kok malah nangis sih? harusnya seneng lah" bilang Sir Jacob, tapi mata Sir Jacob juga barkaca kaca, Sir Reuv malah tambah nangis dan memelukku, "huaa, apa saya pantas mendapat semua ini? hiks hiks ini adalah hari terbaik saya" bilang Sir Reuv, "ini juga hari terbaik saya" bilang Sir Jacob meneteskan air mata, "helah akhirnya kamu juga nangis" bilang Sir Reuv, "sudah jangan menangis, oh ya kalian mendapat rekomendasi kan? Sir Reuv sama Sir Jacob mau masuk regu mana?" tanyaku, "saya ingin masuk ke serigala putih" bilang Sir Reuv, "saya juga" bilang Sir Jacob, "oh ya? tapi Sir Jayden kan di regu singa emas, apa tidak ingin bersama Sir Jayden?" tanyaku, "lebih baik kita berpencar, kalau bersama semua orang akan terpukau dengan ketampanan kita" bilang Sir Reuv, "hemmm" bilangku, "ahaha berlebihan ya?" tanya Sir Reuv, aku dan Sir Jacob menangguk, "hehe maaf" bilang Sir Reuv, "tapi memang Sir Jayden, Sir Jacob dan Sir Reuv tampan, oh juga ada pengawal Crysy yang lain, ada Sir Ace, Sir Cleis, Sir Mark, sama Lily" bilangku, "Ace ya?" bilang Sir Jacob, "si mesin pembunuh kan?" tanya Sir Reuv, "Sir Ace, manusia kok, bukan robot" bilangku, "haha bukan, maksudnya julukannya" bilang Sir Reuv, "sepertinya iya, kalian bisa bahasa inggris kan?" bilangku, "bisa" jawab mereka berdua, "memangnya kenapa nona?" tanya Sir Jacob, "Sir Mark, cuman bisa berbahasa inggris dan perancis" bilangku, "perancis?" bilang Sir Reuv, "iya, apa jangan jangan Sir Reuv bisa bahasa perancis?" tanyaku, "nggak sih, hehe" bilang Sir Reuv, Duke kembali dan berkata "sebaiknya kalian berkemas, besok pagi datang ke bangunan utama" bilang Duke, "baiklah, Duke" bilang Sir Reuv dan Sir Jacob, "ayo, Crysantle" bilang Duke, "dadah" bilangku melambaikan tangan, mereka melambai balik, aku naik ke kuda, "ayah, kalau kuda Crysy sudah datang, apa Crysy akan diajarin ayah?" tanyaku, "jika Crysy mau boleh, tapi ayah sibuk" bilang Duke, "ohh, kalau begitu biar pengawal Crysy aja yang ngajarin" bilangku, "apa Crysy dan pengawal Crysy dekat?" tanya Duke, "iya" jawabku senang, dipikiran Duke "kayaknya aku harus memberi waktu istirahat lebih lama kepengawal, kenapa Crysy lebih dekat ke pengawalnya dari pada ayahnya?!", "oh iya Crysy, kan ini waktu istirahat, apa Crysy mau makan bersama ayah?" tanya Duke, "boleh" jawabku. Aku dan Duke berkuda kearah daerah pertokoan, jujur sih kakiku sudah bergetar, sesampainya di depan tempat makan aku turun dan benar kakiku bergetar, "emm" bilangku, "kenapa Crysy?" tanya Duke, "kaki Crysy bergetar karena berkuda terlalu lama" bilangku, "haha sepertinya Crysy harus terbiasa menunggang kuda kalau mau menjadi kesatria" bilang Duke, "Sir Jayden juga bilang kayak gitu" bilangku, Duke menggendongku dan masuk ke tempat makan itu, aku duduk di samping Duke, "dimana kakak kakak?" tanyaku, "mereka juga mau kesini" bilang Duke, "bukannya kakak kakak juga perlu latihan?" tanyaku, "setelah ini Crysy latihan kan? kakak kakak juga ikut latihan bersama Crysy" bilang Duke, "wahh bakalan rame dong nanti latihannya" bilangku, pintu toko terbuka dan kakak kakak datang, "kakak" bilangku ceria, kakak Micah duduk di sampingku dan yang lain di depanku, "katanya nanti kakak kakak ikut Crysy latihan juga" bilangku, "iya, katanya banyak lawan yang kuat disitu" bilang kak Kevin, "helah kamu ngelawan aku aja kalah" bilang kak Bevin, "heiss terserah aku lah" bilang kak Kevin, kita memesan makanan dan makan. Setelah selesai makan aku dan kakak kakakku berkuda lagi ke lapangan, Duke masih mengurus Dokumen, sesampainya di lapangan, semuanya sudah berkumpul disitu bahkan pengawalku juga, aku berkuda bersama kak Micah jadi yang bantu aku turun juga kak Micah, Sir Nico datang "tuan tuan muda juga datang berlatih ya?" tanya Sir Nico, kakak kakak mengangguk, "silahkan memilih lawan kalian" bilang Sir Nico, kakak kakak memilih, sedangkan aku mengobrol dengan para pengawalku, "nona habis dari mana?" tanya Sir Cleis, "dari bangunan kesatria" bilangku, "ngapain, nona?" tanya Sir Ace, "kalian akan punya teman baru" bilangku senang, "jangan bilang Reuv sama Jacob" bilang Sir Jayden, "betul!" bilangku senang, "nona maksud kesatria terkenal akan ketampanannya kan?" tanya Lily, aku mengangguk, "apa harus nona?" tanya Lily, "hmm? apa Lily tidak senang?" tanyaku murung, "tidak tidak, bukan itu...hanya saja apa tidak apa apa disekitar nona ada banyak laki laki tampan?" tanya Lily, "hmm? apa maksud Lily?" tanyaku, "tidak usah dipikirkan lagi" bilang Lily, "kapan mereka akan datang?" tanya Sir Ace, "besok mereka ikut pulang ke kediaman" bilangku, "kok cepet banget?" tanya Sir Cleis, "ayah yang bilang" bilangku, "hah baiklah" bilang pengawalku, semuanya mulai latihan, sedangkan aku malah makan camilan yang dibawa kakak kakak, "Sir Nico, apa tidak apa apa kalau Crysy tidak latihan?" tanyaku, "tidak apa apa, juga tidak ada yang bisa mengalahkan nona disini" bilang Sir Nico, aku lanjut makan camilanku hingga waktu latihan habis, "aduh kenyang" bilangku, "waktunya kembali ke kelas, nona" bilang Lily, "baiklah" bilangku, aku jalan ke kakak kakak, "dadah kak, Crysy mau kembali ke kelas" bilangku, "pelajaran setelah ini apa?" tanya kak Elliot, "sopan santun kayaknya" jawabku, "pastinya Crysy bisa melewati pelajaran itu dengan mudah" bilang kak Kevin, "iya, sampai jumpa, kakak" bilangku,


Setelah pelajaran sopan santun selesai, waktunya istirahat, ini istirahat terakhirku karena besok pagi aku akan pulang ke kediaman, aku disuruh nunggu dikelas, "kenapa?" tanyaku, "pokoknya kamu disini dulu" bilang kak Levi, kak Levi menutup pintu kelas dan dikelas cuman ada aku, "ini mau ngapa coba?!" bilang dipikiranku, angel dan devil muncul, "bukan sesuatu yang buruk kok" bilang angel, "haduh...iya deh, tapi yang penting nggak ada yang mau bunuh aku kan?" tanyaku dipikiranku, "memang siapa yang mau bunuh kamu?" bilang angel, "yang niat bunuh kamu aja bisa aku bunuh sekarang juga" bilang angel, "ahaha...iya ya" bilang dipikiranku, aku melihat keluar jendela, cuman ada lapangan rumput, "apa tudak apa apa jika aku memperlihatkan kemampuanku di depan banyak orang?" tanyaku dipikiran, "bukannya malah bagus? kamu jadi terkenal" bilang angel, "terkenal sih iya, tapi kalau terlalu terkenal juga bahaya, katanya dulu waktu aku masih bayi ada yang mencoba membunuhku, itu sebabnya aku dititipkan ke keluarga Baron Cassevert" bilang dipikiranku, "kamu memang jadi nona yang paling tinggi statusnya, karena kaisar tidak punya putri, tapi kamu juga tidak harus bersikap sangat dewasa" bilang angel, "memangnya aku bersikap dewasa? nggak tuh" bilang dipikiranku, "coba pikir lagi" bilang angel, "biasanya anak di seusiamu masih bermain dengan boneka dan merengek minta dibelikan sesuatu, sedangkan kamu? kamu menggunakan pedang dan menantang para kesatria kuat, bukannya kalah tapi menang" bilang devil, "bukannya kamu ya yang nyuruh nantang? kan juga kekuatanmu, tapi kalau aku bermain dengan boneka memang ada manfaatnya? cuman boneka diajak ngomong, memangnya bakalan bales kata kataku?" bilangku dipikiran, "iya...bener juga sih, well at least kamu merengek minta sesuatu" bilang devil, "tapi minta apa? kuda sudah dibeliin  bahkan sama termat pacuannya, mainan nggak perlu, pedang sudah ada, pengawal sudah tambah 2, baju baju lengkap, perhiasan ada, minta apa coba?" bilang dipikiranku, "emm bener juga ya" bilang angel, "udah ah, pusing malah mikirnya" bilangku, tiba tiba pintu terbuka dan kakak datang membawa banyak bingkisan, "hmm?" bilangku bingung, "karena ini hari terakhir Crysantle disini, kita membawa hadiah" bilang kak Tasle, "wahh terima kasih, kakak kakak" bilangku, aku jalan ke mereka, "Crysy pastinya akan merindukan kakak kakak" bilangku, aku memeluk semua kakak kakak, "Crysy pastinya akan berkunjung lagi, kakak kakak juga boleh mengirim surat ke Crysy" bilangku, tiba tiba bell masuk berbunyi, "lho? sudah waktunya pelajaran ya?" bilangku, "haha kita nggak pekajaran lagi, karena..." bilang kak Luxen, "kita akan piknik sekelas!!" teriak kakak kakak, "apa kakak kakak yang menyiapkan ini semua?" tanyaku, "iya, kita sendiri yang memilih makan apa yang disajikan" bilang kak Seith, "ayo semua! kita piknik bersama, tapi tetap di dalam academy" bilang kak Tasle semangat, kita semua keluar dari kelas dan jalan ke bangunan sebelah, disitu ada meja dan kursi yang sudah didekorasi, makanan makanan tersaji di atas meja, semuanya tertata rapi, "wahh! Crysy kehabisan kata kata" bilangku, "haha ayo semuanya kita makan" bilang kak Tasle semangat, semuanya duduk dan menikmati makanannya, "padahal Crysy baru ketemu kakak kakak kemarin, tapi rasanya sudah deket aja" bilangku, "kita juga merasa nyaman di dekat Crysantle" bilang kak Diez, "semua hadiah akan Crysy buka di rumah" bilangku, "hati hati dengan hadiannya, mungkin ada barang yang mudah pecah" bilang kak Daniel, "iya, sekali lagi Crysy berterima kasih kepada kakak kakak, pastinya susah menyiapkan piknik seperti ini, kalau kakak kakak sudah boleh keluar dari academy jangan lupa mengunjungi rumah Crysy ya" bilangku, "pastinya", "iya dong" jawab kakak kakak. Kita menikmati piknik hingga lebih dari waktu pulang sekolah, "wahh sudah jam 5 aja nih" bilang kak Daniel, "iya nih, mestinya aku akan kangen, Crysantle" bilang kak Tasle sedih, "haha Crysy juga akan merindukan kakak kakak" bilangku, "oh ya, apa Crysy sudah menerima surat dariku?" tanya kak Tasle senang, "surat apa ya? mungkin masih dicek ayah" bilangku, ihh aku sudah baca ya, masak iya aku mau jawab baiklah aku mau jadi tunangan kakak, terlalu murahan, aku mau fokus jadi pintar dan kuat dulu, "hah...kalau begitu tidak apa apa deh" bilang kak Tasle, "tenang aja, besok pagi masih ada upacara" bilang kak Luxen, "upacara lagi? apa harus seberlebihan itu ya?" tanyaku, "ya...begitulah" jawab kak Luxen, pengawalku datang unutuk menjemput, "ahh waktunya Crysy kembali, sapai jumpa besok pagi, kakak kakak" bilangku, aku pergi bersama pengawalku, "besok nona sudah tidak sekolah lagi ya?" tanya Sir Jayden, "iya, pastinya Crysy akan rindu kakak kakak" bilangku, "kenpa nona tidak berikan kenang kenangan saja?" bilang Lily, "ahh benar, Lily pintar" bilangku, Lily tersenyum ke pengawal yang lain seperti dia memenangkan sesuatu, "tapi apa ya?" bilangku, "bagaimana kalau jubah?" bilang Sir Cleis, "hmm itu terlalu biasa" bilangku, Sir Cleis menjadi murung, "bagaimana kalau pin jubah aja?" bilang Sir Ace, "boleh, ayo kita beli" bilangku, Sir Ace gantian tersenyum ke yang lain, "kenapa selalu aku yang kalah!" bilang Sir Cleis, "haha sebagai gantinya, Sir Cleis bisa membantu memilih" bilangku, "baiklah" bilang Sir Cleis senang, kita jalan ke daerah pertokoan, "aduh ternyata jauh juga ya" bilangku, "haha kan saya sudah bilang nona" bilang Sir Jayden, "tapi apa ada toko pin disini?" tanyaku, "ada, itu" bilang Sir Ace dan menunjuk toko yang lumayan jauh, "apakan mata, Sir Ace, mata elang?" bilangku, kita jalan kesana dan masuk, aku dan Sir Cleis memilih pin mana yang bagus, "bagaimana dengan yang ini, nona?" bilang Sir Cleis menunjuk pin yang berbentuk pedang, "hmm...itu terlalu biasa" bilangku, "kalau yang di sebelahnya?" bilang Sir Cleis, disebelahnya ada pin berbentuk sayap, "hmm boleh juga, beli yang itu aja, berarti beli...20 biji, karena sekelas muridnya ada 20" bilangku, "baiklah nona" bilang Sir Cleis dan bilang ke pemilik toko, aku melihat sekeliling dan menemukan pin emas berbentuk matahari, disampinya ada pin bulan dan di bawahnya pin bintang, "ahh yang ini juga, tapi bintangnya 4 ya" bilangku, pemilik toko memgambil pinnya dan mengemasnya, "buat apa?" tanya angel tiba tiba, "buat ayah, ibu, sama kakak kakakku" bilang dipikiranku, "lama lama pengawalmu juga kamu beliin" bilang devil, "oh iya, boleh juga" bilangku, "eh beneran?" bilang devil, aku melihat sekeliling, "hmm yang cocok apa ya?" bilangku, "cocok buat apa, nona?" tanya Sir Ace, "bukan kok" bilangku, aku melihat dibelakang Sir Ace ada pin berbentuk padamg saling menyilang, "ahh sama yang itu 8 buah" bilangku, pemilik toko memgambil dan mengemasnya juga, "nona membeli banyak sekali pin" bilang Sir Jayden, "buat apa sih nona?" tanya Sir Cleis, "rahasia, Sir Ace tolong bayar" bilangku, "baiklah" bilang Sir Ace dan membayar, waktu keluar toko pengawalku membawa banyak paper bag, karena juga ada banyak hadiah dari teman kelas, "apa berat?" tanyaku, "nggak kok, nona" bilang Sir Cleis, "oh ya nona, kata pemilik toko pin yang 20 buah ada disini dan di Jayden, yang lainnya di Lily dan Cleis" bilang Sir Ace, "baiklah, taruh di...mana ya? ohh di lemari dekat pintu masuk bangunan" bilangku, "baiklah nona" jawab mereka. Sesampainya di bangunan yang aku tinggali, Sir Ace dan Sir Jayden menaruh barangnya di lemari, Lily dan Sir Cleis mengambil hadiah yang lain, "kita ijin undur diri ya nona" bilang Sir Jayden, "baiklah, sampai ketemu besok pagi" bilangku, aku jalan dan masuk ke kamarku dan bertemu dengan Duke, "ayah? kenapa ayah ada di kamar Crysy?" tanyaku, "ohh Crysy sudah pulang ya? ayah disini untuk berkata besok pagi ada upacara lagi" bilang Duke, "Crysy sudah tau, Crysy dikasih tau kak Luxen" bilangku, "haiss ini pasti ulahnya, Ren" bilang Duke, "tidak apa apa, ayah" bilangku, "oh ya, ayah dengar dari guru sopan santun, Crysy bisa menyeimbangkan buku di kepala saat berpedang" bilang Duke, "ahaha...bagaimana ayah tau?" tanyaku, "apa itu sungguhan?" tanya Duke, tiba tiba kamarku terbuka dan muka kakak kakak muncul, "aku dengar kabarnya" bilang kak Bevin, "apa kabar itu beneran, Crysy?!" bilang kak Elliot, "kabar apa?" tanyaku, "Crysy bisa menyeimbangkan buku saat berpedang!" bilang kakak kakak, "apa Crysy bisa menunjukannya?" tanya Duke dan kakak kakak memohon, "Crysy lumayan lelah" bilangku, semuanya menjadi murung, "mungkin kapan kapan?" bilangku, "baiklah, sebaiknya kita makan malam" bilang Duke, "Crysy tidak perlu makan, tadi Crysy sudah makan bersama kakak kakak" bilangku, "ehh kapan?" tanya kak Micah, "tadi Crysy pulang telat karena piknik bersama teman kelas" bilangku, "hee?!" bilang kakak kakak dan Duke, "terus barang barang yang di dekat pintu masuk?" tanya kak Kevin, "iya punya Crysy, itu hadiah dari teman teman kelas" bilangku, "sebanyak itu?" tanya kak Elliot, aku mengangguk, "ayah dan kakak kakak makan malam dulu, nanti kalau telat makan bisa sakit lho" bilangku sambil mendorong semuanya keluar dari kamarku, "baiklah baiklah" bilang Duke, "tapi Crysy hanya akan menemani" bilangku, kita duduk di ruang makan dan aku melihat ayah dan kakak kakak makan, "oh ya, ayah, apa semua barang yang di depan bisa dimasukan ke kereta kuda?" tanyaku, "setelah makan kita lihat seberapa banyak barangnya dulu" bilang Duke, "baiklah, sama besok pagi waktu upacara Crysy perlu memberikan sesuatu ke teman teman kelas" bilangku, "memberikan apa?" tanya kak Micah, "rahasia" bilangku, "ayolah, Crysy adikku tersayang, terimut, terpintar, tidak sombong" bilang kak Kevin, "tetep rahasia" bilangku.


setelah makan kita ke ruang tengah, ruangan yang dekat pintu masuk dan juga dimana aku naruh barang barang tadi, Duke kaget saat melihat hadiah hadiah yang berkumpul, "kalau sebanyak ini kayaknya nggak bakalan cukup di kereta kuda" bilang Duke, "apa semua ini dari teman kelas?" tanya kak Elliot, "iya, bahkan pengawal Crysy kesusahan membawanya" bilangku, "sepertinya besok kita perlu kereta kuda barang" bilang Duke, aku mencari paper bag yang isinya pin buat teman kelas, keluargaku dan pengawalku, "Crysy mencari apa?" tanya kak Bevin, "bukan apa apa, ada barang yang perlu Crysy cari" bilangku dan saat itu juga aku menemukannya, "aha! ketemu" bilangku, aku mengambilnya dan membawanya, "apa itu?" tanya kak Micah, "nanti kalau sudah sampai di rumah Crysy kasih tau" bilangku, "sekarang aja" bilang kak Kevin semangat, "nggak boleh, disini nggak ada ibu" bilangku, "huh...harus menunggu besok ya? aku paling benci menunggu" bilang kak Kevin, "memang ada yang kamu suka?" bilang kak Bevin, "ada tuh, adik kecilku" bilang kak Kevin sambil memelukku, "Crysy juga sayang kakak" bilangku memeluk balik, "aku juga mau dipeluk Crysy" bilang kakak lainnya dan memeluk aku, dipikiranku "aduh nggak bisa nafas", "bilang lah" bilang devil, "nggak kuat ngomong" bilang dipikiranku, kakak kakak melepaskanku dan aku bisa bernafas lagi, "baiklah, waktunya mandi Crysy" bilang Duke, "baiklah" bilangku dan jalan ke kamar mandi, "apa Crysy perlu bantuan?" tanya Duke, "tidak perlu, Crysy bisa sendiri" bilangku dan masuk kamar mandi. Setelah selesai mandi aku ke kamarku dan memaruh paper bag yang berisi pin tadi, "hmm apa Light akan datang malam ini?" bilangku, angel, devil dan Phoneix muncul, "kenapa kamu nyari bocah itu?" tanya devil, "mau ngasih pin" bilangku, "pin? kamu beliin dia juga?" tanya angel, "iya, terus kenapa aku beli yang ini 8? kan pengawalku 7, mulai besok sih" jawabku, "ya...kamu nggak perlu nyari dia" bilang Phoneix, "kenapa?" tanyaku, "tuh" jawab Phoneix sambil mencondongkan paruhnya ke jendela, disitu Light terbang, "eh lho? dia terbang?" bilangku, aku membuka jendela, "kenapa nggak masuk?" tanyaku, "nanti kalo aku buka jendela tiba tiba aku dikira penjahat, terus kamu teriak terus duke sama tuan tuan muda dateng membunuhku gimana?" bilang Light, "iya juga ya, yaudah masuk" bilangku, aku menjauh dari jendela dan Light masuk, "haduh, capek juga ya, karena academy lebih jauh dari pada kediaman Duke" bilang Light, "tapi kamu tetep kesini tuh" bilangku, "aku bosen di rumah tau" bilang Light, Middle keluar dan berkata "aku bosen ngelihat kamu", "he eh dah, serah mau ngomong apa" bilang Light, aku mengambil satu pin dan memberikannya ke Light, "hmm? apa?" tanya Light, "ini buat kamu" jawabku, Light terlihat kaget, "ini...beneran?" tanya Light, "iya lah beneran, mana mungkin bohong?" jawabku, Light mengambil pinnya dari tanganku, "baru pertama kali aku mendapat hadiah dari orang lain selain ibuku" bilang Light, "semoga kamu suka, semua pengawalku juga akan aku kasih yang sama besok" bilangku, "pengawal?" bilang Light, "iya, kamu sudah seperti pengawalku yang selalu disampingku, ya walaupun  nggak selalu sih" bilangku, "haha thanks, aku suka kok" bilang Light dan memasang pinnya di bajunya, terus dia mengusap kepalaku, "besok aku sudah kembali ke kediaman" bilangku, "iya, aku tau" bilang Light, "aku nggak tau kamu tau dari mana, tapi aku bilang takutnya nanti kalau kamu mau menemui aku malah salah ke academy" bilangku, "seorang Light mana bisa salah informasi" bilang Light, "kamu tau dari aku ya" bilang Middle, "iya deh" bilang Light, "oh ya, kamu bisa kan ngelatih pedang?" tanyaku, "bisa, apa kamu mau langsung mulai besok malam?" tanya Light, "lebih baik kalau kayak gitu, tapi aku juga harus belajar menyulam" bilangku, "buat apa?" tanya Light, "kak Luxen sama kak Daniel menginginkan sapu tangan yang aku sulam, padahal aku nggak tau caranya menyulam" bilangku, "bilang aja ke Duchess, pastinya kamu dicariin guru menyulam" bilang Light, "iya sih, berarti jadwal keseharianku adalah pagi pahi belajar berkuda, siangnya belajar menyulan, sore istirahat, malam latihan berpedang, a lot of work, but i'll be okay" bilangku, "well good night, aku mau balik, see you at your mansion, bye" bilang Light dan pergi lewat jendela, "bukannya kamu nggak perlu belajar pedang ya? kan ada aku" bilang devil, "iya tau, tapi mana mungkin pada percaya anak kecil perempuan bisa bermain pedang dengan mahir tanpa latihan, kalau ada yang bilang kayak gitu aku bakalan bilang aku latihan diam diam saat malam bersama Sir Ace" bilangku, "nggak perlu ngomong panjag lebar, tapi kalau berkuda sama menyulam kita memang nggak bisa" bilang angel, "kalian nggak bisa berkuda?" tanyaku, "ya coba pikir deh, kita kan spirit, juga ada spirit kuda, masak kita naikin sesama spirit?" bilang angel, "iya juga ya, hehe" bilangku, "tidur lah, besok kamu bangun pagi" bilang angel, "bentar, aku ada pertanyaan" bilangku, "apa?" tanya angel dan devil, "aku kan nggak tau banyak tentang spirit, jadi aku dari dulu pengen tanya, apa spirit dulu memiliki wujud dan hidup seperti biasa, misalkan kalian berwujud manusia kan, apa kalian pernah berwujud asli sepertiku?" tanyaku, "iya, kita mendapat kesempatan sebelum menjadi spirit" bilang devil, "dulu aku dan devil itu anak kembar, dan Middle kakak kita" bilang angel, "hmm baiklah, itu menjawab pertanyaanku" bilangku, "sekarang tidur, nggak ada pertanyaan lagi" bilang devil, "baiklah" jawabku, aku ke tempat tidurku dan tidur lelap. Tapi di dalam mimpi aku bermimpi di padang rumput yang luas, "ini...dimana?" bilangku, aku jalan keliling di padang rumput tapi tidak ada ujungnya, tapi ada seseorang berdiri jauh dari aku, jadi cuman kelihatan silhouette nya, "hey! kamu yang disana!" teriakku, aku lari kearah orang itu, tapi kerasanya orang itu semakin jauh, aku berheti berlari, "angel, devil, Phoneix" bilangku, tiba tiba ada suara yang berkata "mereka tidak akan datang", aku melihat sekeliling waspada, "siapa kamu? tunjukan diri" bilangku, tiba tiba ada perempuan dan laki laki yang datang, ada cahaya yang bersinar di sekelilingnya, "are you god or something?" bilangku, "haha bukan, aku adalah spirit owner terkuat" bilang perempuan itu, "dan aku spirit owner pertama" bilang laki lakinya, "haha? i think i'm crazy" bilangku, "hey hey, jangan bilang gitu dulu" bilang laki laki itu, "sebaiknya kita memperkenalkan diri, aku Ellena" bilang perempuan itu, "dan aku Lexion" bilang laki laki itu, "baiklah, aku Crysantle, tapi ini dimana? apa aku jangan jangan mati?" bilangku, "oh no sweety, kita ada di dalam mimpimu" bilang Ellena, "terus?" bilangku, "kayaknya aku memilih penerus yang benar" bilang Lexion, "ya terserah mau ngomong apa, tapi apa kalau kalian datang ada tanda tanda sesuatu yang akan terjadi?" tanyaku, "nggak kok, sifatmu sama kayak aku ya" bilang Lexion, "ohh" bilangku sambil melihat sekeliling, "wahh, the one and only Lexion terkalahkan oleh anak kecil!!" bilang Ellena, "haha iya deh" bilang Lexion, "oke, jadi pernah ada yang bilang, tapi aku lupa siapa, aku adalah reinkarnasi spirit owner pertama, yaitu kamu" bilangku, "iya, memang benar, tapi kamu juga reinkarnasi dari Ellena juga" bilang Lexion, "haa...jadi aku reinkarnasai siapa aja?" bilangku, "kamu adalah reinkarnasi terkuat dari Lexion" bilang Ellena, "iya, terus?" bilangku, "kita mau ngasih tau, kamu harus berhati hati saat menggunakan kekuatanmu" bilang Ellena, "aku memang berhati hati menggunakan kekuatanku, terima kasih untuk mengingatkan" bilangku, "sama satu lagi, ada sesuatu yang harus kamu temukan" bilang Lexion, "aku?" tanyaku, "iya, karena kamu reinkarnasiku, ada sesuatu yang kita butuhkan, yaitu bunga yang hanya tumbuh di kekaisaran Retisel, lebih tepatnya didalam istana kekaisaran Retisel, bunga es biru" bilang Lexion, "apa benar benar cuman tumbuh di sana?" tanyaku, "iya, sebenarnya ada bunga lain tapi sudah aku temuin, bunga api merah, bunga air putih, dan bunga tanah kuning" bilang Lexion, "apa ini bunga paling susah? juga kenapa kamu nggak bisa ngembil bunga ini?" tanyaku, "well you know, dari dulu kekisaran Retisel dan Clarasis tidak terlalu baik, jadi aku nggak bisa kesana buat ngambil bunga itu" bilang Lexion, "terus kalau aku bisa dapetin bunga itu kenapa?" tanyaku, "kamu menjadi spirit owner paling kuat" bilang mereka berdua, "baiklah, tapi gimana aku ke kekaisaran Retisel? mestinya ayah dan ibuku nggak bolehin" bilangku, "ya...itu masalahnya" bilang Ellena, "kan kamu yang mendamaikan kedua kekaisaran, harusnya akan ada suatu acara" bilang Lexion, "tapi aku belum debut di pergaulan kelas atas, pastinya aku nggak boleh masuk kan?" bilangku, "iya juga ya, harus nunggu 8 tahun lagi buat kamu bisa debut" bilang Ellena, "setauku ada pangeran dari kekaisaran Retisel kan?" bilang Lexion, "pangeran di Clarasis juga ada" bilangku, "bukan gitu, harusnya pangeran dari kedua kekaisaran harus bertemu kan?" bilang Lexion, "terus kenapa? dia kan bukan pangeran" bilang Ellena, "bukan, kamu kan deket sama pangeran kan, nah kamu bisa ikut ke pertemuan mereka" bilang Lexion, "woi! itu nggak sopan" bilang Ellena, "memangnya dia punya sopan santun?" bilangku, Lexion dan Ellena melihat aku terkejut, "wahh memang ya" bilang Lexion, "kayaknya bakalan gampang mendapatkan bunganya" bilang Ellena, "aku punya dua muka, nggak akan gampang mengambil bunga di kekaisaran Retisel jika aku menggunakan identitasku yang Crysy" bilangku, "terus kenapa kamu nggak menggunakan identitasmu yang Crysantle?" tanya Lexion, "jika ada orang yang tidak aku mau mengetahui identiiasku yang ini, mungkin nyawanya sudah msnghilang" bilangku, "terus yang tau identitasmu yang ini siapa aja?" tanya Ellena, "cuman spiritku, Light sama Sir Ace, dan sekarang kalian" bilangku, "ya...kayaknya bakalan susah" bilang Ellena, "tapi tenang, aku bukan mau kekutan atau apa apa yang tidak bagys, aku cuman ingin hidup tenang dan bahagia, aku akan berusaha medapatkan bunga itu buat kamu" bilangku, "bagus, aku suka sifatmu" bilang Lexion, "apa kalian akan terjebak dipikiranku seperti spiritku?" tanyaku, "ya...bisa dibilang" bilang Ellena, "tapi dimana spiritku sekarang?" tanyaku, "tuh belakangmu" bilang Lexion, aku baik badan, angel dan devil ada di situ, "ohh dimana Phoneix?" tanyaku, "dia akan datang dalam tiga...dua...satu" bilang devil, dan Phoneix terbang mendarat di samping devil, "ohh okay" bilangku, "Lexion, lama nggak ketemu" bilang angel, "lama nggak ketemu juga, kalian sudah menjaga penerusku dengan baik" bilang Lexion, "not a problem" bilang angel, "sepertinya kamu harus bangun, ada yang masuk kamarmu" bilang Ellena, "jadi aku ini mimpi beneran? oke deh" bilangku, aku menutup mata dan bangun di kehidupan nyata.