
Di perjalanan pulang Duchess bertanya, "apa Crysy berteman dengan tuan tuan muda bangsawan?" tanya Duchess, "iya, ternyata ada kak Seith juga, dia mengirim surat ke Crysy" bilangku, "ohh Crysy memanggil mereka kakak ya?" tanya Duchess, "iya, jika memanggil tuan rasanya agak aneh, oh ya ibu, kenapa tidak ada putri bangsawan?" tanyaku, "iya, ibu juga bingung, biasanya putri bangsawan yang di ajak, baru kali ini semuanya membawa putranya, ya memang dulu ada sih yang membawa putranya, tapi hanya sedikit" bilang Duchess, "hmm Crysy berharap bisa bertemu putri bangsawan agar menjadi teman Crysy, tapi tidak apa apa, Crysy sudah berteman dengan mereka semua" bilangku, setelah beberapa saat kita sampei di kediaman Duke Leanor, "Crysy, keruangan ayah sekarang, ayah pastinya mencari, Crysy" bilang Duchess, "baik" jawabku, aku jalan ke rungan kerja Duke, kali ini aku tau tempatnya dimana, aku membuka pintu, "ayah" bilangku, Duke yang lagi mengecek surat surat langsung panik, "ohh Crysy, emm jangan masuk dulu" bilang Duke, Duke langsung mengumpulkan surat surat dan memasukannya di keranjang, "nah baru boleh masuk" bilang Duke, aku masuk dan menutup pintu, "ayah, Crysy baru pulang dari pertemuan bangsawan lho" bilangku, "ohh iya? Coba ceritain ke ayah" bilang Duke, aku dan Duke duduk di sofa, "pertemuan bangsawannya ada di kediaman Count Astern" bilangku, "Count Astern?...lho bukannya dia punya putra yang namanya Tasle yang ngirim, ah bukan apa apa" bilang Duke, "iya, memang kak Tasle mengirimku surat, tadi Crysy juga bertemu dia" bilangku, Duke terlihat ingin marah tapi bertanya, "apa Crysy bertemu teman baru? Mungkin putri bangsawan?" tanya Duke, "Crysy punya banyak teman baru" bilangku, aku nggak mau bilang temen baruku laki laki semua, "oh ya? Namanya siapa aja?" tanya Duke, kayaknya nggak bisa ngehindar lagi, "jangan marah dulu ya, ayah, juga jangan kaget" bilangku, "iya, ayah nggak mara kok, kan temen Crysy" bilang Duke, "baiklah, namanya Kak Diez, kak Riskel, kak Gavin, kak Vicient, kak Kith, kak Seith, kak Theo, kak Lance, dan Kak Tasle" bilangku, Duke yang meminum teh jadi disembur tehnya, "apa tehnya terlalu panas, ayah?" tanyaku, "iya, ini terlalu panas, emm apa tidak ada putri bangsawan?" tanya Duke, aku menggeleng, "tidak ada putri bangsawan yang datang" bilangku, "hais pastinya nyonya nyonya bangsawan ingin mendekatkan putranya ke Crysy" gumam Duke, "ayah bilang apa?" tanyaku, "ahh bukan kok" bilang Duke, "apa ayah sedang mengecek surat surat?" tanyaku, "iya, hampir separuh lebih buat Crysy lho" bilang Duke, "apa sebanyak itu?" tanyaku, "iya, Crysy kembali dulu buat siap siap makan malam" bilang Duke, "baiklah, ayah" jawabku, aku keluar dari ruang kerja Duke dan kembali ke kamarku, Nanny, Audrey, dan Nina sudah menunggu, "bagaimana pertemuan bangsawan pertama nona?" tanya Audrey senang, "iya, apa nona bertemu putri bangsawan?" tanya Nina, "pertemuannya menyenangkan, aku berteman dengan teman teman baru, tapi sayangnya tidak ada putri bangsawan yang datang, cuman tuan tuan muda" jawabku, "ehh tidak ada putri bangsawan?" tanya Nina, "bukannya lebih sering putri bangsawan yang diajak untuk pertemuan bangsawan?" bioang Audrey, bahkan Nanny berkata "ini kejadian yang sangat jarang terjadi, tapi apa nonaberteman dengan tuan tuan muda?", "iya, semuanya baik" bilangku, "sebaiknya kita siapkan nona untuk makan malam" bilang Nanny, setelah itu aku mandi, ganti baju, dan turun ke ruang makan, semuanya sudah siap di meja, kakak kakak terlihat tambah capek, "hmm? Apa ada yang salah kak?" tanyaku, kakak kakak hanya diam bersender di kursinya, aku duduk dikursiku dan melihat kak Elliot yang memegang kepalanya, "kalian belajar apa lagi? Kok lemes banget" tanya Duke heran, "perancis" bilang kak Elliot, "inggris" bilang kak Kevin, "perencanaan peperangan" bilang kak Bevin, "sopan santun" bilang kak Micah, "apa kakak kakak belajar ini semua?" tanyaku, kakak kakak mengangguk, "kenapa Crysy dengan mudah bisa menguasainya?!" bilang kak Bevin agak kesal, "sedangkan kita pusing sampai sampai ada badai topan di otak" bilang kak Kevin, "bahasa perancis bikin pusing doang, yang ini lah yang itu lah, aku pilih bahasa inggris aja!" bilang kak Elliot, "kenapa Crysy juga dengan mudah membuat rencana peperangan? Padahal bikin pusing dari ini itu apalah, aku aja pusing" bilang kak Micah, "kalian ini ya" bilang Duke, "kakak kakak jangan terlalu memaksakan diri, nanti dari pada kakak pingsan gara gara pusing gimana?" bilangku, "tapi nanti kita terlihat seperti kakak bodoh di depan Crysy!!" bilang kakak kakak serempak, "sejak kapan Crysy bilang kakak kakak bodoh? Kakak kakak pintar kok, tapi juga dibidang masing masing, kakak kakak tidak harus memaksakan diri, misalkan kak Micah suka belajar tentang peperangan, kak Elliot suka tentang ilmu alam dan sekitar, kak Kevin suka sopan santun, kak Bevin suka sejarah, berarti fokus ke itu saja, jika kakak ingin belajar yang lain pelan pelan saja, kuasai sesuatu dulu baru lanjut ke tahap selanjutnya" bilangku, "tapi kita harus menguasai apa yang Crysy kuasai agar bisa berbisara dengan nyaman" bilang kak Bevin, "kakak kakak tidak harus menguasai apa yang, Crysy kuasai, kakak tetaplah kakak Crysy, pastinya Crysy selalu nyaman dengan kakak kakak" bilangku, tiba tiba Duke berkata "iya, benar apa kata, Crysy, tidak perlu mendorong dirimu terlalu jauh", "kakak tetap lah diri kakak sendiri, bukan orang lain, kakak tidak harus membuat orang lain senang dengan pura pura menyukai apa yang orang lain sukai, jadi lah diri kakak dan buat orang lain senang dengan cara kakak sendiri" bilangku, semuanya terdiam dan melihat kearahku, "Crysy sangatlah bijak!" bilang kakak kakak, dan aku tersenyum, "baiklah, semuanya makan" bilang Duke, Duchess dari tadi terdiam, "ada apa, ibu?" tanyaku, "bukan apa apa, cuman apa Crysy tidak apa apa tadi di pertemuan bangsawan?" tanya Duchess, "iya, Crysy tidak apa apa kok" bilangku, "syukurlah" bilang Duchess, "para tuan muda juga baik" bilangku, kakak kakak melihat ke aku, "para tuan muda?" tanya kak Elliot, "iya, tadi Crysy ikut ke pertemuan bangsawan bersama ibu, sebenernya Crysy ingin bertemu putri bangsawan, tapi yang datang hanya tuan tuan muda" bilangku, "heee?!!" bilang kakak kakak menjatuhkan garpu dan pisaunya, "iya, aku juga diberi tau Crysy kalau dia beteman baik dengan para tuan muda" bilang Duke, "hee?!" bilang kakak kakak, "ibunda, lain kali kalau ada pertemuan bangsawan ijinkan aku ikut" bilang kak Bevin, "ohh, Bevin?" bilang Duchess, "aku juga ibunda" bilang kak Kevin, "lebih baik jika Crysy bermain dengan kakak kakaknya dari pada para tuan muda" bilang kak Elliot, kak Micah mengangguk, "astaga kalian ini ya, lain kali jika ada pertemuan, ibu akan membawa semuanya sekalian" bilang Duchess, "lho aku ditinggal sendiri dong" bilang Duke, "kamu kan harus kerja" bilang Duchess, "nggak apa apa deh, yang penting Micah, Elliot, Bevin, Kevin kalian harus jaga adik kalian baik baik" bilang Duke, kakak kakak mengangguk dengan semangat, setelah itu semuanya makan dengan tenang.
Setelah makan malam aku belum ngantuk karena ya...tidurku terlalu lama, aku sudah tiduran di tempat tidurku tapi nggak bisa tertidur, "hah nyesel aku tidur kelamaan" bilangku, angel dan devil muncul, "ya itu karena kamu kecapekan" bilang angel, "jadi sekarang kamu nggak bisa tidur" bilang devil, "ya mau gimana lagi? Kan nggak bisa membalik waktu" bilangku, "ahh kayaknya kita kedatangan tamu" bilang angel, "tamu siapa?" tanyaku, "lihat siapa yang di balkonmu" bilang devil, "hais...aku tebak pasti, Light" bilangku, pintu baklon terbuka dan Light muncul "yup, kamu betul" bilang Light, "enak aja kamu masuk tampa ijin" bilang angel, "diluar dingin tau" bilang Light, aku berdiri dari tempat tidurku, "silahkan duduk di sofa" bilangku, Light duduk di sofa, aku keluar pintu dan bilang ke penjaga malam ini, "emm permisi tuan kesatria, apa Crysy boleh minta tolong?" tanyaku, "bilang saja nona" bilang salah satu kesatria, "bisa bilangkan pelayan buatkan teh panas? Crysy ingin meminumnya" bilangku, "baiklah, nona" bilang salah satu kesatria dan berjalan pergi, aku menutup pintu dan kembali masuk ke kamarku, Light sedang berbicara ke angel dan devil, "kalian ngomongin apa?" tanyaku, "kata, Light, beberapa hari lagi kita akan kedatangan tamu Grand Duke Vian, Grand Duchess, dan putranya Luxen" bilang devil, "ehh? Memangnya, Light bisa membaca masa depan?" tanyaku, "kind of" bilang devil, "tapi kenapa dia kesini? Kenapa bawa bawa keluarganya juga?" tanyaku, "bukannya sudah jelas?" bilang Middle yang tiba tiba muncul, "mau ngelamar?" tanyaku, "iya, juga berteman kembali dengan kembali dengan keluarga Duke Leanor" bilang Light, "ha? Nggak mudeng aku" bilangku, "pas acara perkenalanmu kamu ngobrol sama tuan tuan bangsawan tentang peperangan beberapa 5 hari lagi, saat itu Grand Duke Vian mengusulkan cara, tapi kamu mengusulkan cara yang lebuh masuk akal, Grand Duke Vian terkagum dengan kemampuanmu" bilang Middle, "tau dari mana?" tanyaku, "kekuatanku" bilang Middle, "hmm ya deh, tapi sebelum perang mengunjungi kediaman orang lain dan bukan bersiap siap untuk perang, bukannya agak aneh ya?" tanyaku, "itu yang pikir juga" bilang Light, tiba tiba ada yang ngetuk pintu, "ahh pasti itu pembantu yang membawa teh, Light kamu sembunyi dulu" bilangku, Light langsung sembunyi dibawah tempat tidur, aku mambuka pintu, "nona ini teh nya" bilang pelayan, "baik, terima kasih, terima kasih juga tuan kesatria" bilangku, pelayan itu masuk dan menaruh teko teh yang berisi penuh dengan teh hangat dan 4 cangkir, "saya membawakan beberapa cangkir, karena mungkin nona ada yang tidak suka" bilang pelayan itu, "ohh terima kasih, kamu bisa kembali" bilangku, "apa tidak perlu saya bantu, nona?" tanya pelayan itu, "tidak, kamu pasti ada pekerjaan lain" bilangku, "baik" jawab pelayan itu, dia keluar dan menutup pintu, "kamu boleh keluar sekarang" bilangku, Light keluar dari bawah tempat tidur, "haduh setelah sekian lama aku sembunyi dibawah tempat tidur" bilang Light, "aku pernah sembunyi di bawah tempat tidur, ya gara gara main petak umpet sih" bilangku, "emang aku sembunyi buat main main?" tanya Light, "nggak tau lah, aku aja baru ketemu kamu kemarin" bilangku, "cara bicaramu kok berbeda?" tanya Light, "cara bicaraku berbeda beda gara gara aku lagi males pakai sopan santun, aku juga harus bertingkah sopan didepan keluargaku" bilangku, "terus aku siapamu dong?" tanya Light, "bukan siapa siapa" bilangku, Light menghela nagas yang panjang, "haaa, yaudah perkenalkan nama saya Light, saya bekerja sebagai mata mata" bilang Light, "mata mata dari?" tanyaku, "diriku sendiri" bilang Light, "ohh, tapi kenapa kamu selalu keliaran malam malam? Harusnya namamu Dark" bilangku, "siang siang aku juga keliaran mencari informasi ya" bilang Light, "itu minum tehnya, kamu bilang diluar dingin kan" bilangku, "terima kasih" bilang Light, dia duduk di sofa dan aku menuangkan teh, "jadi kamu bakalan gimana kalau Grand Duke Vian dan putranya datang" bilang Light, "buat bodoh aja" bilangku, "kamu memang punya muka dua ya?" bilang Light, "itu kenapa aku punya 2 spirit yang sangat bertolak belakang" bilangku, "betul juga" bilang Light, "ya sebenernya kita bertiga mau buat perjanjian sama Crysantle, ehh tapi Middle udah ketemu orang" bilang devil, "ya kamu nggak bilang lebih cepet sih" bilang Middle, "apa kamu sebenernya nggak mau buat perjanjian sama aku?" tanya Light, "biasa aja sih" bilang Middle, "aduh hatiku sakit" bilang Light, "siapa yang gagas" bilang aku dan para spirit, "hais, pa pa deh, kamu beneran bisa nahan kakuatan mereka bertiga ya? Aku aja kekuatan Middle kadang kadang aku nggak kuat" bilang Light, "biasa aja tuh, apa jangan jangan kamu yang lemah?" jawabku, para spirit tertawa terbahak bahak "bwahahaha!", "aduh, perutku sakit" bilang Middle, "anak kecil ini!" bilang Light, "anak kecil ini lebih pintar dari kamu" bilang devil, "dan lebih cerdik" bilang angel, "tuh kamu jangan kalah sama orang yang kamu bilang anak kecil, aku juga harus menanggung malumu" bilang Middle, "menanggung maluku? Kamu aja ngetawain aku" bilang Light, "hehe karena kamu kalah sama Crysantle yang umurnya 8 tahun" bilang Middle, "kamu ini ya!" bilang Light, "kalau kamu mau mukul aku sia sia, karena aku nggak bisa kamu pegang" bilang Middle, "sabar sabar, huh...oke jadi gimana kamu mau ngatasin masalah yang satunya? Putra Grand Duke Vian melamar kamu?" tanya Light sambil meminum teh, "nggak tau, mungkin ayahku bakalan bunuh semua generasi Grand Duke Vian" bilangku, Light menyemprotkan teh yang ada di mulutnya, "uhuk uhuk, maaf kalau aku tidak sopan, tapi apakah Duke sekejam itu?" tanya Light, "kalau kamu tau gimana Duke menyayangi anak putrinya yang satu ini, kamu pasti akan terkejut" bilang devil, "bahkan kalau kamu ketahuan masuk ke kamar anak putrinya ini bisa aja kamu langsung jadi buruan diseluruh dunia" bilang Light, "aku nggak bakalan ketangkep, karena aku mata mata profesional" bilang Light, aku menuangkan teh untuk diriku sendiri dan seperti tidak mendengar apa apa, "Light vs Crysantle 0:2" bilang angel, "hah? Sejak kapan ada gituan?" tanya Light, "baru aja" bilang angel, "kapan Grand Duke Vian dan putranya datang?" tanyaku meminum teh, "mungkin 3 hari sebelum peperangan" bilang Middle, "hmm aku bisa membuat persiapan" bilangku, "dalam waktu 3 hari?!" tanya Light dan Middle, aku mengangguk "3 hari itu waktu yang lama" bilangku, "aku aja harus menyiapakan persiapan kayak gini mungkin sekitar 1 minggu" bilang Light, "aku beda sama kamu" bilangku, "Light vs Crysantle 0:3" bilang angel, "hais...memang kamu beda sama aku, informasi yang inginku sampaikan sudah terssampaikan, sampai bertemu besok malam, jangan lupa siapkan teh hagat" bilang Light dan jalan ke arah balkon, "tunggu, Light apa aku boleh meminta tolong sesuatu?" tanyaku, "apa itu?" tanya Light, "apa kamu boleh membantuku mencari informasi tentang awal mula permusuhan anrara kekaisaran Clarasis dengan kekaisaran Retisel?" tanyaku, "kenapa nggak tanya Duke aja?" tanya Light, "ya...aku bisa membayangkan muka panik ayah dan ibuku saat bertanya itu, aku juga nggak mau buat mereka hawatir" bilangku, "baiklah" bilang Light, dan lompat dari balkon, "apa dia nggak bakalan patah tulang kalau lompat dari sini?" bilangku, "dia sudah terlatih" bilang devil, "aku harap aku juga bisa terlatih seperti kesatria" bilangku, "kamu boleh minta Light ajarain kamu juga" bilang angel, "ajarin? Apa mau menggunakan padang di kamar tidurku? Akhirnya kamarku bakalan berantakan" bilangku, "ya nggak di kamarmu juga" bilang devil, "terus?" tanyaku, "dia punya tempat rahasia" bilang devil, "ohh, bilang dari tadi dong, kalian tau banyak tentang Light ya?" tanyaku, tiba tiba Phoneix muncul, "lebih tepatnya aku" bilang Phoneix, "hmmm" bilang angel dan devil, "siapa sebenarnya Light itu?" tanyaku, "dia hanya orang biasa, dia tidak punya gelar bangsawan atau apa apa, dia hanya rakyat biasa dari pusat kota" bilang Phoneix, "tunggu pusat kota? Itu sangat jauh" bilangku, "dia memiliki Middle jadi kekuatannya lebih kuat dari pada manusia biasa" bilang Phoneix, "sama seperti kamu" bilang angel, "bahkan kamu lebih kuat dari pada dia" bilang Phoneix, "dan lebih pintar dan cerdik" bilang devil, "itu karena kalian semua" bilangku, "aww kata kata yang sangat lah manis" bilang angel, "terima kasih telah berkata seperti itu" bilang Phoneix, devil mengangguk, "dah dah waktunya untuk tidur" bilang angel, aku jalan ke tempat tidurku dan tiduran, "hmm aku berpikir saat aku besar nanti aku ingin menjadi kesatria pemberani dan kuat" bilangku, "keinginanmu pasti tercapai" bilang Phoneix, aku tersenyum dan tertidur lelap, Phoneix, angel dan devil kembali.
2 hari setelah itu, Grand Duke Vian, Grand Duchess Vian, dan putranya Luxen datang berkunjung pagi pagi, sedangkan aku masih tidur, keluargaku lainnya menyambut mereka, mereka semua berkumpul di ruang tamu, "senang bertemu anda Duke Leanor" bilang Grand Duke Vian tersenyum, "semang bertemu anda juga Grand Duke Vian" bilang Duke, tapi berbeda di pikiran Duke "kenapa ni orang main ke sini? Bukannya dia yang nggak mau main ke sini? Bawa bawa keluarganya juga lagi", "Grand Duchess, lama tidak bertemu" bilang Duchess, "lama tidak bertemu juga Duchess" bilang Grand Duchess Vian, "sebaiknya kita tidak menggangu, apa anda mau meminum teh di halaman?" tanya Duchess, "dengan senang hati" jawab Grand Duchess Vian, para Duchess pergi kehalaman, sedangkan Duke, kakak kakak, Grand Duke Vian dan putranya Luxen duduk di ruang tamu, "apa yang membawa anda ke kediaman ini, Grand Duke Vian?" tanya Duke, "kenapa kayak orang yang bermusuhan saja? Panggil aku Kei" bilang Grand Duke, Duke dan kakak kakak bingung, "bukannya kita memang musuhan ya??" dipikiran Duke dan kakak kakak, "kalau begitu panggil aku Genard" bilang Duke, "baiklah, Genard, perkenalkan ini Putra saya saya Luxen" bilang Grand Duke, "selamat pagi, saya Luxen Ruestu Vian, senang bertemu Duke dan tuan tuan muda dari Leanor" bilang Luxen, "senang bertemu kamu juga, Luxen, dan ini putra putra saya Micah, Elliot, Bevin dan Kevin" bilang Duke, "selamat pagi, saya Micah Faltore Leanor" bilang kak Micah, "saya Elliot Ace Leanor" bilang kak Elliot, "saya Bevin Nolen Leanor" bilang kak Bevin, "dan saya Kevin Nolen Leanor" bilang kak Kevin, "selamat pagi ke kalian semua juga" bilang Grand Duke, "mungkin kamu sudah mengetahui putri saya Crysantle, dia masih tidur karena pagi" bilang Duke, "ahh sebenarnya saya kesini ingin bertemu dengan nona Crysantle, tapi masih tidur ya?" bilang Grand Duke, "tidak apa, lebih baik dia bangun" Duke menengok ke arah kak Micah, "Micah, bangunkan Crysantle" bilang Duke, "baik, ayahanda" jawab kak Micah dan jalan ke arah kamarku, tapi di pikiran Duke berkaga "enak aja kamu ganggu waktu tidur putriku!! Tapi kalau tidak artinya keluarga kita tidak sopan, dan Crysantle sangat disiplin dalam sopan santun", kak Micah membuka pintuku dan masuk, "Crysy, bangun ada tamu yang mencari" bilang kak Micah, aku menggerakan tuhuhku menjadi telentang dan membuka mata pelan pelan, "hoam...siapa tamunya pagi pagi?" tanyaku, "keluarga Grand Duke Vian" bilang kak Micah, saat mendengar nama itu aku langsung duduk tegak "hah?!" bilangku kaget, "pelan pelan aja, Crysy, mereka bisa menunggu" bilang kak Micah, "benar" bilangku dan tiduran lagi, tapi aku duduk lagi "tapi itu tidak sopan, aku akan bersiap siap, kakak tunggu di luar" bilangku, kak Micah keluar dan aku cuci muka, mandi terburu buru, memakai baju sendiri, dan keluar, "baik aku sidah siap" bilangku, "cepat sekali" bilang kak Micah, "Crysy saja terburu buru" bilangku, "ayo" bilang kak Micah, di perjalanan ke ruang tamu kak Micah berkata "mungkin ada sesuatu yang aneh dengan Grand Duke Vian" bilang kak Micah, "kenapa kakak bilang kayak gitu?" tanyaku, "tadi Grand Duke Vian berkata kenapa kayak orang musuhan saja?" bilang kak Micah, "ehh? Kok?" bilangku, "makanya aku bilang ada yang aneh, bukannya kita memang bermusuhan dari jamannya kakek?" bilang kakak, memang sudah lama kekuarga Leanor bermusuhan dengan keluarga Vian, "hmm kita harus waspada" bilangku, karena aku tau apa yang akan terjadi, aku dan kakak Micah memasuki ruang tamu, "maaf membuat Grand Duke, menunggu" bilangku memberi salam, "tidak apa apa, maaf menganggu waktu tidur nona Crysantle" bilang Grand Duke, "tidak apa apa, panggil saya Crysantle saja" bilangku, "baiklah, Crysantle, ahh iya ini putra saya Luxen" bilang Grand Duke, "senang bertemu anda nona Crysantle, saya mendengar banyak tentang anda" bilang Luxen, "senang bertemu dengan anda juga tuan muda Luxen" bilangku, aku duduk di samping Duke, ya tentunya aku dibantu buat naik ke sofanya, "aku kesini untuk membahasa tentang permusuhan antara keluarga Leanor dan Keluarga Vian, lebih baik kita mengakhirinya" bilang Grand Duke, "aku juga berpikir seperti itu, ayah kita yang membuat kegaduhan seperti ini, lebih baik kita sebagai putranya menyelesaikannya" bilang Duke, aku berpikir "bukannya tadi kak Micah bilang kalau Grand Duke berkata kenapa kayak orang musuhan? Tapi sekarang membahas tentang menyelesaikan permusuhan? Aku beneran nggak bisa baca alur pikiran orang yang satu ini", kedua ayah saling berjabat tangan dan berbincang, sedangkan aku, karena nyawaku belum terkumpul semua aku masih setengah sadar dan memakan biskuit, "kamu ini ya, bangun bangun langsung makan manis" bilang kak Elliot, "masih bekum sadar sepenuhnya juga" bilang kak Bevin, "dari pada, Crysy ketiduran, mending makan manis" bilangku, "ahh iya, aku juga ingin berterima kasih ke Crysantle" bilang Grand Duke, "hmm? Saya?" tanyaku, "iya, karena Crysantle peperangan kali ini akan jauh lebih mudah dan juga cepat selesai" bilang Grand Duke, "bukan apa apa, itu hanya ide yang saya dapatkan mendadak" bilangku, Luxen terlihat kaget kata kataku, "eham maaf menggangu, tapi apa nona Crysantle mendapat ide itu mendadak?" tanya Luxen, karena Luxen terlihat seumuran dengan kak Micah dia pastinya akan membahas tentang ini, "iya" jawabku, "saya sangat kagum dengan kemampuan, Nona Crysantle" bilang Luxen, "terima kasih atas pujiannya" bilangku, "aku dengar Crysantle juga bisa menggunakan pedang" bilang Grand Duke, "iya, memang dia bisa menggunakan pedanh walaupun cuman sedikit" bilang Duke, "jarang jarang ada anak kecil yang ingin menggunakan pedang dengan keinginannya sendiri, putra saya ini juga ingin menggunakan pedang saat kecil, sekarang dia pengguna pedang handal di academy Lesturn" bilang Grand Duke, Academy Lesturn? Bukannya itu Acedemy yang ada di Duchy Leanor? banyak putra atau putri bangsawan inginnmendaftar kesitu, untuk masuk ke sana kamu harus memiliki ke ahlian sendiri juga biayanya mahal, dan pemilik Academy Lesturn adalah Duke Leanor, nggak kaget sih, kakak kakak tidak ke acedemy karena ada guru pribadi yang datang ke kediaman, "wahh tuan muda Luxen hebar dong" bilangku, "terima kasih pujiannya" bilang Luxen, "apa nona tidak berniat masuk ke Academy Lestrun?" tanya Grand Duke, dipikiranku aku berpikir "bukannya harus tinggal di sama selama 2 tahun di situ? Apa kamu mencara alasan untuk medekatkanku ke putramu?!", "pastinya ayah tidak membolehkan, lebih baik Crysy belajar di rumah saja" bilangku, "ohh, bagitu ya" bilang Grand Duke, "Grand Duke, bukannya 2 hari lagi hari peperangan? Mengapa Grand Duke repot reot ke sini?" tanyaku, "ahh sebenarnya...Luxen sangat ingin betemu dengan, Crysantle, dia menjadikan kamu role modelnya" bilang Grand Duke, "ahh apa itu benar?" tanyaku, Luxen mengangguk malu, "tidak usah malu, saya sangat kagum dengan kemampuan berpedang tuan muda" bilangku, "ayah harus membahas ini, apa kalian tidak apa apa bermain di halaman belakang?" bilang Duke, "baik, ayahanda" bilang kakak kakak, "baik, ayah, tuan muda Luxen, mari kita bermain" bilangku jalan ke Luxen dan menglurkan tangan, bukannya kebalik ya? Harusnya laki laki yang mengulurkan tangan, Luxen menerima tanganku dan berkata "baiklah", kita jalan ke halaman belakang, para Duchess meminum teh di halaman samping yang banyak pepohonan, sesampainya di halaman belakang kita semua betmain petak umpet, kejar kejaran dan banyak lagi.
Aku melihat sekeliling dan melihat Light yang bersembuyi di atas pohon, "kenapa kamu di situ?" tanyaku, "sudah ketahuannya, tapi aku nggak bisa turun, nanti para tuan muda tau" bilang Light, "hmm iyaya, ini sudah 3 hari, apa informasi yang aku minta sudah?" tanyaku, "belum semua, nanti malam akan aku bawa" bilang Light, "baiklah, aku baru pertama kali lihat kamu di siang hari, ternyata kamu tampan juga" bilangku, rambut hitam pekat bergemerlap di sinar matahari dan mata merah yang tajam melihat aku dengan seksama, "terima kasih pujiannya, tapi sebaiknya kamu kembali, seeprtinya pada mencari kamu" bilangku, tiba tiba Luxen dateng, "nona Crysantle, apa yang anda lakukan di sini?" tanya Luxen, Light langsung menghilang, "ahh Crysy melihat...pohon besar ini" bilangku, tidak masuk akal, tapi mau gimana lagi? "ohh ada apa dengan pohon besar ini?" tanya Luxen, "emm tadi Crysy melihat tupai tapi menghilang" bilangku, "tupai ya? Pastinya lucu" bilang Luxen, "iya, ekornya panjang dan berbulu, tuan muda Luxen tidak perlu menggunkaan bahasa sopan, Crysy kan lebih muda" bilangku, "jika nona Crysantle ingin begitu" bilang Luxen, "panggil Crysantle aja" bilangku, "baik, Crysantle, lebih baik kita kembali, kakak kakakmu juga mencari" bilang Luxen, "baik" kita jalan ke arah tengah halaman, "Crysy!" teriak kakak kakak dan lari memelukku, "kamu pergi kemana aja?" tanya kak Kevin, "jangan buat kakak kakak hawatir" bilang kak Elliot, "not to thight, Crysy nggak bisa nafas" bilangku, kakak kakak melepaskan, "tadi Crysy pergi kemana?" tanya kak Micah, "tadi Crysy lihat tupai, terus Crysy kejar tapi hilang, untung ada tuan muda Luxen yang menemukan Crysy" bilangku, kakak kakak melihat Luxen dengan tatapan mengerikan, "emm?" bilang Luxen bingung, "iya, kita harus berterima kasih untuk menemukan adik yang merepotkan ini" bilang kak Bevin, "bukan apa apa" jawab Luxen, "apa Crysy sangat merepotkan?" bilangku murung, "ahh bukan bukan, Bevin jaga kata kata" bilang kak Kevin, "ya ya, maaf, Crysy nggak merepotkan kok" bilang kak Bevin, tiba tiba Duchess dan Grand Duchess datang, "ahh ini Crysantle ya? Cantik sekali" bilang Grand Duchess, "terima kasih atas pujiannya, Grand Duchess juga cantik" bilangku, "anak anak sebaiknya makan camilan, makannya sudah disiapkan di gazebo" bilang Duchess, "baik, terima kasih ibu" bilangku, "baiklah, ibunda" bilang kakak kakak, "maaf merepotkan, Duchess Leanor" bilang Luxen, "bukan apa apa" bilang Duchess.
Kita semua makan siang dan setelah makan siang keluarga Grand Duke Vian pulang, "akhirnya pulang juga" bilang Duke, "apa ini keajaiban atau apa?" tanya Duchess, "bukannya kita bermusuhan dari jamannya kakek ya?" tanya kak Micah, "apa Grand Duke Vian kesurupan?" tanya kak Elliot, "mukin Grand Duke ingin mendekati kita agar mendapatkan Crysy" bilang kak Bevin, aku yang sedang minum susu berhenti, "iya, apa mungkin karena Grand Duke tarkejut dengan pengetahuan Crysy" bilang kak Kevin, tiba tiba mereka saling melihat sesama dan berkata bersamaan "atau mungkin!", "nggak nggak, jangan sampai itu terjadi" bilang Duke, "atau mungkin apa?" tanyaku, "bukan apa apa" bilang Duke, "Crysy apa tidak mau tidur lagi? Tadi tidurnya kan terganggu" bilang Duchess, "tidak perlu, nanti Crysy terlalu banyak tidur" bilangku, aku lanjut meminum susuku dan tiba tiba angel dan devil muncul, "uhuk uhuk" batukku tersedak, "apa Crysy baik bauk saja?!" tanya Duke, "ehem...Crysy baik baik saja, mereka keluar" bilangku, "mereka?" tanya kakak kakak, Duke dan Ducgess saling melihat, "sepertinya mereka sudah siap" bilang Duke, setelah itu Duke dan Duchess menceritakan spirit yang ada bersamaku, "jadi itu mengapa Crysy sangat kuat" bilang Duke, "hah?!" bilang kakak kakak, "ya itu ekspresi yang aku tebak" bilang devil, "mereka pastinya nggak bakalan percaya adik kecilnya lebih kuat dari mereka semua" bilang angel, "hmm begitulah" bilangku, "begitulah?" tanya kakak kakak" ohh bukan, Crysy berbicara kepada spirit Crysy" bilangku, semuanya diam, "kenapa tiba tiba hening?" tanya angel, "kamu tanya aku? Mana aku tau" bilang devil, tiba tiba Phoneix keluar, "ohh Phoneix, kamu keluar juga" bilangku, "Phoneix?!" bilang Duke dan Duchess, "bukannya Phoneix itu spirit legendaris yang dikasih tau guru?" tanya kak Bevin, "iya, tapi kenapa Crysy bilang kamu keluar juga?" tanya kakak Micah, "sepertinya keluargamu kaget" bilang Phoneix, "heh anak kecil tadi waktu dikasih tau tentang kita kalian nggak bilang kita spirit legendaris? Tapi pas Phoneix kok bilang spirit legendaris?" bilang angel jalan ke depan kak Bevin, "apa yang Crysy maksud spirit yang lain itu Phoneix?" tanya Duke, aku mengangguk, "dan juga kak Bevin, angel lagi depan kakak, pas di depan kakak" bilangku, kaka Bevin langsung lari kebelakang kak Kevin, "kenapa dia di depanku?" tanya kak Bevin, "karena aku nggak bilang aku spirit legendaris" bilang angel, "emm alasan yang tidak masuk akal" bilangku, "ada yang perlu kita becarakan, Crysantle" bilang devil, "baiklah, ayah, ibu, kakak kakak, Crysy akan kembali ke kamar tidur" bilangku, aku memberi salam dan kembali ke kamad tidurku, aku duduk di kasur "ada apa?" tanyaku, "ada sedikit kecelakaan" bilang devil, "kecelakaan?" tanyaku, "pastinya kamu ingat, Light, dia mencari informasi yang kamu inginkan tapi..." bilang Phoneix, "tapi apa?" tanyaku, "dia...tesesat di hutan dekat rumahmu" bilang devil, "haa? Katanya dia mata mata profesional, lha kok tersesat, kalian dikasih tau siapa?" tanyaku, "middle" jawab angel, "tapi ini masih terang, gimana dia tersesat?" tanyaku, "saat perjalanan ke sini dia tersandung ranting pohon dan jatuh, sekarang kakinya terkilir" bilang devil, "apa kakinya patah?" tanyaku, "nggak, tapi dia nggak bisa jalan" bilang angel, "hmm tapi gimana aku ijin keluar kediaman?" bilangku, "bilang aja menemui kakakmu Xenion itu" bilang devil, "pintar, aku akan ganti baju, kalian tau lokasinya kan?" tanyaku, "aku tau" jawab Phoneix, "baiklah" bilangku, mereka kembali dan aku ganti baju, aku keluar kamar dan berpas pasan dengan Duke, "Ahh, ayah apa aku boleh pergi ke kediaman Baron Cassevert?" tanyaku, "semendadak ini?" tanya Duke, "ahh iya, kak Xenion perlu bertemu denganku" bilangku, "baiklah, bawa pengawalmu" bilang Duke, "baik terima kasih ayah" bilangku dan lari mencari para pengawalku, aku perpikir lagi lebih sedikit yang tau lebih baik, lebih baik aku pergi sendiri. Aku keluar pintu rumah dan bertemu dengan Sir Ace, "anda mau kemana nona?" tanya Sir Ace, "ahh Crysy...emmm mau...jalan jalan" bilangku, "nona jangan berbohong" bilang Sir Ace, "baiklah baiklah, ada teman Crysy yang terluka di hutan dekat sini, Crysy harus menolongnya" bilangku serius, "emm lebih baik naik kereta kuda, banyak binatang buas dihutan itu" bilang Sir Ace, "iya, terseran yang penting cepat" bilangku, "ada kereta kuda yang sudah siap di depan, aku akan memanggil pengawal yang lain" bilang Sir Ace, "tidak perlu, Sir Ace saja yang ikut" bilangku dan lari ke arah kereta kuda, "ada apa dengan nona?" bilang Sir Ace, dan ikut lari ke kereta kuda, Sir Ace jadi kusirnya dan menjalankan kereta kuda, "dimana dia sekarang?" tanyaku, "beberapa meter ke depan" bilang Phoneix, aku membuka jendela siap siap berteriak berhenti, "...berhenti" bilang Phoneix, "Sir Ace, berehnti di sini" bilangku, Sir Ace memberhentikan kereta kuda dan aku turun membawa kotak medis, "ini di tengah tengah hutan, bagaimana mungkin teman nona disini" bilang Sir Ace, "tidak ini benar" bilang dan masuk ke hutan, "nona, jangan masuk sendirian" bilang Sir Ace memegang tanganku, "Sir Ace, tolong percaya Crysy, sekali ini saja" bilangku serius, "...baiklah, tapi nona harus ber hati hati, saya bisa saja dibunuh oleh Duke" bilang Sir Ace, "tidak akan" bilangku, dan masuk ke hutan sendirian, "lurus kedepan" bilang Phoneix, aku lari kedepan, "belok kanan" bilang Phoneix, aku mengikuti kata kata Phoneix, di depanku aku melihat Middle, "Middle!" teriakku, "ahh Crysantle, disini!" bilang Middle, aku berhenti di depan Middle, "hosh hosh...aduh capek" bilangku kecapekan, aku melihat Light yang bersandar di pohon, "yo! Akhirnya kamu dateng juga" bilang Light, kakinya berdarah, "lha katanya cuman terkilir, ini berdarah" bilangku, "untungnya nggak patah tulang" bilang Light, "kamu ini, diam!" bilangku, "Light vs Crysantle 0:4" bilang angel, "apa kalian bisa diam?" bilangku, "haha kalain dimarahin Crysantle, angel & devil vs Crysy 0:1" bilang Light, "kamu sama aja" bilangku, semuanya diam dan aku membalut lukanya dengan kain, "kenapa nggak di perban langsung aja?" tanya Light, "ya harus dibersihin dulu lah, apa da sungai didekat sini?" tanyaku, "ada beberapa meter kearah sana" bilang Phoneix, "bagus, apa ada kotak yang bisa kubuat wadah air?" tanyaku, semuanya diam, "nggak ada ya? Nggak ada pilihn lain, sini aku bantu jalan" bilangku, "tapi aku nggak bisa jalan" bilang Light, "heis...apa salah satu dari spiritku bisa menggunakan semacam sihir yang mengapungkan orang?" tanyaku, "aku bisa" bila g Phoneix, "bagus, aku akan gunakan itu" bilangku, "tapi ini menguras banyak tenagamu" bilang Phoneix, "tidak apa apa" jawabku, "baiklah, kamu pemilikku apa yang kamu minta aku kabulkan" bilang Phoneix, dia mengilang "dimana dia?" bilangku, "didalam tubuhmu" bilang Light, "angkat tanganmu dan atahkan ke Light" bilang Phoneix dipikiranku, aku mengarahkan tangan ke Light dan dia mengapung ke udara, "woah! Rasanya aneh" bilang Light, "jalan ke sungai" bilang Phoneix, aku jalan ke sungai yang diberi tahu Phoneix, sesampainya di sungai aku menurunkan Light pelan pelan dan aku berkeringat, tanpa buang waktu aku melepas kain yang membalut luka Light dan memasukannya ke air, darahnya mengalir di air, aku menaruh kain basah itu di atas luka Light, "apa harus serepot ini? Juga kamu mengetahui ilmu medis?" tanya Light, "sedikit" jawabku dan membersihkan luka Light, saat lukanya sudah bersih aku membalutnya dengan perban, "untungnya lukanya nggak terlalu dalam, apa kamu bisa berdiri sekarang?" tanyaku, "bisa" bilang Light dan mencoba berdiri dengan bersandar ke pohon, "definetly not" bilangku, "hmm gimana ya?" bilangku, "jangan menggunakan kekuatan spirit lagi, itu terlalu menguras tenaga" bilang Phoneix, "hmmm" bilangku, aku melihat sekitar dan mematahkan ranting pohon, "ngapain woi?!" bilang Light bersandar ke pohon, aku mengambil patahan ranting yang tebal dan membalutnya dengan perban, "gunakan ini untuk menjadi sandaran, aku membalutnya dengan perban agar tanganmu tidak terluka" bilangku, Light menerimanya dan mencoba jalan dengan itu, "ide yang bagus" bilang Light, kita jalan ke arah kereta kuda, dan saat Light dan Sir Ace melihat sesama mereka kaget, "Ace?" bilang Light, "Ash?" bilang Sir Ace, "ehh? Ash?" bilangku, "apa yang kamu lalukan di sini?" tanya Sir Ace, "harusnya aku yang bertanya" bilang Light, "aku pengawal nona Crysantle, kakimu kenapa?" tanya Sir Ace, "ehh?! Tunggu tunggu, kalian saling kenal?" tanyaku, "kamu kenal dia?" "nona kenal dia?" tanya Light dan Sir Ace bersamaan, "emm Sir Ace itu pengawalku, emm kalau Light...dia temanku" bilangku, "Light?" bilang Sir Ace, aku mengangguk "kalian saling kenal, apa kalian teman masa kecil atau teman apa mungkin?" tanyaku, "bukan, dia kakakku" bilang Light, "ohh Sir Ace punya adik?" bilangku, "iya, dia adik yang keras kepala" bilang Sir Ace, "i can see that" bilangku, "bagaimana nona tau dia keras kepala?" tanya Sir Ace, "setiap malam dia ke kamar tidurku" bilangku, "hah?! Ash! Kamu masuk kamar nona Crysantle malam malam?! Dan juga tanpa ijin!?" bilang Sir Ace marah dan menjewer telinga Light, "aww aww aww, heh apa kamu nggak lihat kakiku?" bilang Light, "nggak ada hubungannya dengan kakimu, enak aja kamu ya, sembrono doang bisanya" bilang Sir Ace, "ya ya ya, ampun" bilang Light, "jadi nona kesini buat nyelamatin dia? Tapi bagai mana nona tau keberadaan dia?" tanya Sir Ace, "emmm ceritanya panjang, ini rahasia yang hanya sedikit orang yang tahu" bilangku, aku menceritakan dari spiritku hingga bagaimana aku tau keberadaan Light, "nona adalah spirit owner? Kamu juga Ash?!" bilang Sir Ace kaget, "bukannya aku dulu pernah ngasih tau kamu ya?" bilang Light, "aku kira kamu main main" bilang Sir Ace, "tolong rahasiakan ini semua, Sir Ace" bilangku, "baiklah nona, saya menutup mulut tapat rapat" bilang Sir Ace, "apa kamu tau, nonamu juga memiliki muka dua" bilang Light melihat aku, "kenapa kamu lihat aku kayak gitu? Aku juga mau ngasih tau Sir Ace" bilangku, "sudah saya tebak, nona memiliki insting sendiri" bilang Sir Ace, "apa kamu nggak kaget nonamu yang imut imut ini memiliki muka dua?!" bilang Light nggak percaya, "nggak aku sudah menduga duga kejadian kayak gini, lagian seperti yang nona bilang spirit nona angel dan devil, itu kekuatan yang sangat bertolak belakang" bilang Sir Ace, "hmm ya deh" bilang Light, "kalain kakak adik yang dangat akur ya" bilangku, "bagaimana bisa?!" bilang mereka berdua, "kan? Tuh kalian aja ngomong kata kata yang sama" bilangku, "sebaiknya kita mengatarmu pulang, Light" bilangku, "aku bisa pulang sendiri" bilang Light, "apa iya?" bilang Sir Ace, Light mencoba jalan tanpa menggunakan tongkat kayu tadi, tapi hampir terjatuh, "apa beneran nggak apa apa?" tanyaku, "nggak apa apa kok, aku kan laku laki kuat" bilang Light, saat dia selsai berkata itu dia jatuh, "akhh!" bilang Light kesakitan, Sir Ace membantunya bangun dan aku menendangnya masuk ke kereta kuda, aku dan Sir Ace menepuk tangan kita, "huaa! Kalian ini ya, kejam!" bilang Light, aku dan Sir Ace saling melihat lalu melihat Light, "memang" bilang kita, "ishh kalain ini" bilang Light, aku naik ke kereta kuda dan Sir Ace melajukan kereta kuda ke pusat kota, "aku baru tau Sir Ace itu kakakmu" bilangku, "memang, kita berjarak satu tahun, Ace berumur 18 dan aku 17" bilang Light, "hmm" jawabku, tiba tiba ada kuda kuda yang menyusul, "ehh siapa?" bilangku, kereta kudanya bethenti, aku mengeluarkan kepalaku lewat jendela, "siapa mereka, Sir Ace?" tanyaku, "pengawal yang lain menyusul" bilang Sir Ace, Lily melihat aku dan menjalankan kudanya ke arahku, "nona ini ya, merepotkan saja, hampir saja kita dibunuh oleh Duke" bilang Lily, "maaf ini salah Crysy, Crysy terlalu terburu buru, Crysy hanya bertemu Sir Ace" bilangku, "tidak apa apa, nona" bilang Sir Cleis, "ohh dimana Sir Jayden dan Sir Mark?" tanyaku, lihat di belakang kereta kuda nona" bilang Sir Cleis, aku menghadap ke belakang kereta kuda, dan banyak sekali kesatria kesatria yang membawa bendera keluarga Leanor, Sir Jayden didepan bersama Sir Mark, "haiss...apakan ayak sehawatir itu? Sampai sampai mengirin puluhan kesatria?" bilangku, "jika nona melihat wajah Duke nona akan ketakutan" bilang Sir Cleis, "hmm aku bisa membayangkannya" bilangku, "bsst Crysantle, gimana nasibku sekarang?" bisik Light, "diamlah sebentar" bisikku, aku turun dari kereta kuda dan naik ke arah Sir Ace dan bebisik "kayaknya kita harus kekediaman Baron Cassevert beneran, apa bisa setelah memulangkan adikmu?" tanyaku, "kita bisa lewat ibu kota, dan nona harus pura pura ijin membali sesuatu untuk hadiah, nona harus memilih saya untuk jadi pengawal saat itu" bisik baik Sir Ace, "baiklah" bilangku, "mari kita berangkat!" bilangku senang, aku masuk ke kereta kuda dan kereta kudanya jalan, "untung aku nggak kelihatan" bilang Light, "emang kenapa kalau kamu kelihatan?" tanyaku, "bisa aja kepalaku dipenggal oleh Duke" bilang Light, "bisa aja kepalamu aku penggal" bilangku, "memang kamu berani?" tanya Light, aku melihat lurus kematanya, "ahh iya iya, ampun" bilang Light, para Spirit muncul, "Light vs Crysantle 0:5" bilang angel, "apa kamu bisa diam?!" bilang Light, "oh ya, tadi Sir Ace manggil kamu Ash kan? Apa Light bukan nama aslimu?" tanyaku, "Light adalah nama tengahku, Ash adalah nama pertamaku" bilang Light, "aku kira Light adalah nama samaran" bilangku, "nggak, aku nggak punya nama samaran" bilang Light.
setelah beberapa menis kita sampai di ibu kota, "acting dimulai" bilangku, "acting apaan?" tanya Light, "ikuti aja alurnya" bilangku, aku mengeluarkan kepala dan berkata "Sir Ace, apa kita bileh berhenti sebentar? Crysy ingin membeli hadiah" bilangku, "baiklah nona" jawab Sir Ace, kita semua berhenti, aku kembali masuk, "nanti kalau aku memberi sinyal keluar dari kereta kuda secepat mungkin" bilangku, "baiklah?" jawa Light bingung, aku membuka pintu kereta kuda dan 5 pengawalku ada di situ, "hmm Crysy todak mau menarik perhatian, jadi Crysy akan membawa satu pengawal saja" bilangku, 5 pengawalku melihat aku mengharap aku melimilih dia, "Sir Ace, apa Sir Ace mau menemani Crysy?" tanyaku, "dengan senang hati nona" jawab Sir Ace, para pengawal yang lain berbincang dengan kesatria lain di belakang kereta kuda, karen aku berdiri di samping pintu kereta kuda aku menendangnya untuk memberi sinyal, Light keluar dari kereta kuda dan sembunyi di sebuah gang, aku dan Sir Ace mulai jalan ke arah gang itu, "great move" bilangku, "thanks" jawab Light, "ternyata Sir Ace pintar Acting juga ya" bilangku, "itu adalah keahlian keduaku, nona kuga terlihat natural" bilang Sir Ace, "terima kasih, ayo lebih baik kita cepat cepat, sebenarnya aku juga harus mencari hadiah, mana mungkin aku ke kediaman orang lain tidak membawa hadiah" bilangku, kita jalan ke rumah Light dan Sir Ace, Light mengetuk pintinya dan mungkin itu ibunya membuka pintu, "Light! Kamu keliaran kemana aja sih?! Kakimu juga gimana bisa jadi seperti itu!" omel ibu itu, "iya ibu" bilang Light, ternyata benar itu ibunya, "Astaga Ace, kamu juga kesini?!" bilang ibu mereka, "ahh iya ibu, aku kesini mengantar Ash dan juga nona Crysantle" bilang Sir Ace, aku jalan ke depan dan memberi salam "selamat sore, saya Crysantle Estena Leanor, senang bertemu ibu Sir Ace dan Kak Light" bilangku sebenarnya aku cuman mau berkata Light, tapi itu kurang sopan, "Astaga nona Leanor! Senang bertemu dengan anda!" bilang ibu mereka sambil memberi salam, "saya juga semang bertemu dengan anda, maaf tapi saya masih ada keperluan lain" bilangku, "ahh iya tidak apa apa, terima kasih sudah mengantar anak yang bandel ini, maaf telah menyusahkan juga" bilang ibu mereka, "tidak apa apa, saya pamit dulu" bilangku, "saya pergi ibu" bilang Sir Ace, "iya, hati hati di jalan" bilang ibu mereka, aku dan Sir Ace jalan pergi, "nona ingin mencari apa untuk hadiahnya?" tanya Sir Ace, "ahh tunggu, tapi kita tidak ada uang" bilangku, "ada di belakang kereta kuda, itu bisa digunakan" bilang Sir Ace, "baiklah" bilangku, aku dan Sit Ace kembali ke kereta kuda dan mengambil sekantung koin emas, "apa ini cukup nona?" tanya Sir Ace, "sudah cukup" bilangku, pengawalku yang lain melihat aku, "lho nona kenapa kebali?" tanya Sir Jayden, "Crysy kelupaan membawa uang, untung Sir Ace mengingatkan Crysy" bilangku, "iya" jawab Sir Ace, aku dan Sir Ace kemabali berkeliling, "hmm aku bingung mau ngasih apa" bilangku, "kenapa tidak membelikan sapu tangan untuk Baron Cassevert?" bilang Sir Ace "pintar, Sir Ace" bilangku, kita masuk ke toko sapu tangan, aku memilih sapu tangan berwarna putih dan emas dengan pola pola mozaik, setelah membayar aku berpikir hadian untuk Baroness, aku ingat Baroness suka meminum teh, "apa disini ata toko peralatan teh?" tanyaku, "ada, didepan situ" bilang Sir Ace, "baik kita ke sana" bilangku, saat kuta masuk ada banyak jenis jenis tea set, Baroness memiliki berbagai jenis dan warna, tapi seingatku dia belum memiliki warna hijau, aku melihat tea set yang warnanya hijau, "saya beli satu set yang ini" bilangku, setelah itu hadiah terpenting untuk kak Xenion, aku ingat kak Xenion sering memakai jubah, jadi pastinya dia membutuhkan pin, aku melihat ada toko pon dan masuk, "hmm apa pin ini bisa membuat sendiri?" tanyaku, "bisa, nona memilih apa yang nona pilih dulu dan pemilik toko bisa menuliskan nama di pin itu" bilang Sir Ace, aku melihat sekeliling dan ada satu pin yang menarik perhatianku, pin perak berbentuk belah ketupat dan ada hiasan yang menggantung dibawahnya, "yang ini" bilangku, pemilim toko mengambilnya dan bertanya "ingin ditulis nama nona tau?" tanya pemilik toko, "ahh tidak, tolong ditulis Xenion, kalau bisa di sebaliknya beri C besar" bilangku, "baik, nona" bilang pemilik toko, setelah itu kita selesai membeli hadiah, kita lanjut perjalanan ke kediaman Baron Cassevert. Sesampainya di sana ada penjaga yang pasukanku, iya bisa dibilang pasukan karena saking banyaknya kesatria, dan langsung lari kedalam, "apa aku semenakutkan itu?" tanyaku, Sir Ace memberhentikan kereta kuda di depan gerbang, aku turun dan bertanya "Sir Ace, tadi aku lihat ada penjaga lari kedalam, apa pada mengira kita akan menyerang, karena saking banyaknya kesatria yang mengikiti di belakang?" tanyaku, "bukan, nona kesini mendadak kan?" tanya Sir Ace, "ahh iya juga ya, hehe aku lupa ngasih tau" bilangku, tiba tiba Baron dan Baroness keluar dari pintu dan melihat aku, "ahh Crysantle, kenapa tidak bilang bilang kalau akan datang berkunjung?" bilang Baroness, "ahh maaf, Crysantle lupa memberi tahu" bilangku, "ayo masuk masuk" bilang Baron, aku dan 5 pengawalku masuk, kita duduk di ruang tamu, "dimana kak Xenion?" tanyaku, "dia buru buru bersiap siap ketika mendengar Crysantle datang berkunjung" bilang Baroness, "apa harus segitunya ya? Oh ya waktu Crysantle perjalanan kesini, Crysantle membeli hadiah kecil" bilangku, aku mengambil sapu tanagan yang aku beli tadi, "ini buat papa, meskipun Crysantle bukan putri kandung, tapi diterima ya" bilangku memberikan kotak yang berisi sapu tangan, Baron membuka kotak itu, "terima kasih, Crysantle, papa akan menggunakannya" bilang Baron, aku mengambil sekotak besar yang isinya tea set, "dan ini untuk mama, Crysantle ingat kalau mama suka meminum teh, jadi ini tea set berwarna hijau, seingat Crysantle mama tidak punya tea set berwarna hijau" bilangku, kotaknya menutupi mukaku katena saking besarnya, Baroness mengambilnya dari tanganku, "aduh jadi merepotkan, terima kasih Crysantle" bilang Baron, tiba tiba kak Xenion datang, "maaf aku telat" bilang kaka Xenion, "kakak!" bilangku dan lari memeluk kak Xenion, kak Xenion berlutut dan memelukku, "kenapa nggak bilang bilang kalau mau berkunjung?" tanya kak Xenion, "mau buat kejutan aja" bilangku, aku mepas pelukanku, "aku melihat Crysy memberi ayah dan ibu hadiah, punya kakak mana?" bilang kak Xenion, "nggak ada" bilangku, "haha kasian sekali kamu Xenion" bilang Baron, "apa beneran Crysantle tidak membawa hadiah untuk kakak?" bilang kak Xenion murung, "haha bercanda" bilangku, aku jalan ke pengawalku dan mengambil kotak pin, dan kembali ke kak Xenion, "ini, nggak tau kakak suka apa nggak tapi ini, Crysantle yang pilih sendiri, semua hadiah Crysantle pilih sendiri" bilangku, kak Xenion membuka kotaknya, "wahh pin ya? Pas banget, padahal besok kakak berencana mau beli pin" bilang kak Xenion, "disitu juga ada nama kakak, di sebaliknya ada C besar yang menandakan itu dati Crysantle" bilangku, "terima kasih, Crysantle, kakak akan memakainya" bilang kak Xenion. Setelah itu kita berbincang tentang apa saja, "oh ya berkat kak Xenion aku sedikit bisa menggunakan pedang" bilangku, "pedang?!" bilang Baron dan Baroness, "kapan kamu ngajarin Crysantle berpedang?!" bilang Baron, "opss keceplosan deh" bilangku, "Crysantle kamu sengaja buat kakak dimarahin ya?" bilang kak Xenion, "hah siapa suruh kamu ngajarin Crysantle berpedang?!"bilang Baroness, "nggak apa apa kok, ahh matahari sudah hampir terbenam, sebaiknya Crysantle pulang" bilangku, "ahh iya, ini bawa camilan" bilang Baroness dan memberikna sekotak camilan, aku menerimanya dan berterima kasih, lalu aku dan pengawalku pamit dan pulang.