The New Lady of Leanor

The New Lady of Leanor
new friends



Aku masih terjebak di gendongan kaisar, "kapan aku turun!!" bilang dipikiranku, "kayaknya kalau kamu nggak bilang mau turun, kamu bakalan di gendong terus deh" bilang devil, "tapi gimana aku bilangnya!! Aku pengen ketemu kak Xenion!!" bilang dipikiranku, "bilang aja mau ke toilet" bilang angel, "tapi itu nggak sopan" bilang dipikiranku, "hmmm bilang aja kamu mau main sama pangeran" bilang devil, "pintar!" bilang dipikiranku, "siapa dulu gitu lho, devil" bilang devil, "yang mulia kaisar, karena anda sibuk apa saya bileh bermain dengan para pangeran?" tanyaku, "boleh boleh" bilang kaisar senang dan menurunkanku dari gendongannya, "Crysy! Kamu mau main sama pangeran?!" bilang Duke, ohh iya lupa ada Duke, "iya, ayah masih harys berbicara dengan paratuan bangsawan, saya tidak akan mengganggu, saya ijin undur diri" bilangku, "silahkan" bilang para kaisar dan bangsawan lainnya. Pertama aku jalan ke arah pangetan, tapi setelah itu aku membelok tajam ke arah kak Xenion, aku jalan ke arahnya dan karena kak Xenion tinggi aku menarik jubahnya, kak Xenion balik badan dan melihat aku, dia langsung jongkok dan memeluk aku, "Crysantle" bilang kak Xenion, aku memeluknya balik dan berkata "iya, kak Xenion, ini Crysantle", "apa Crysantle baik baik saja?" bilang kak Xenion, "kenapa tiba tiba jadi pakai bahasa formal?" bilangku, "emm sekarang Crysantle lebih tinggi kedudukannya dari pada saya" bilang kak Xenion, "ngomong biasa aja kak" bilangku, "oke kalau itu yanh Crysantle mau, apa mau ambil kue? Aku masih ingat kamu suka itu" bilang kak Xenion, "ayo!" bilangku berbinar, "aku nggak nyangka kamu kenal sama orang ini" bilang angel, "dia kakakku yang dulu ya" bilangku dipikiranku, "dia kelihatannya baik" bilanh devil, "emang dia baik" bilang dipikiranku, "nih" bilang kak Xenion ngasih sepotong kue di piring, aku menerimanya dan langsung memakannya, "pelan pelan makannya, dressmu putih" bilang kak Xenion mengelap bibirku dengan sapu tangannya, "hihi, kakak mau?" tanyaku, "aa" kak Xenion membungkuk, membuka mulut dan aku memasukan sesendok kue, kita merbicara hingga kakak kakak dayang bersama pangeran, "Crysy siapa dia?" bilang kak Bevin, "kenapa kamu deket sama dia?" tanya kak Kevin, "kapan kamu mulai deket?" tanya kak Elliot, "jangan jangan baru aja?" bilang kak Micah, "haduh...kakak kakak coba lihat muka kakak ini" bilangku, kak Xenion lebih muda 1 tahun dari kak Micah, jadi umurnya 16, "ohh kamu Xenion ya?" bilang kak Micah, "iya" jawab kak Xenion, kakak kakak berbincang dan aku tertinggal, "eh lho kok malah jadinya kakak kakak yang ngobrol?! Kan aku yang mau ketemu sam kak Xenion!!" bilang di pikiranku, "yahh begitulah" bilang devil, "kalian juga kenapa sih nggak balik balik?" tanyaku dipikiran, "kita harus siap kalau ada masalah atau apa" bilang angel, "dan disini ada orang itu" bilang devil menunjuk Grand Duke Vian, "emang Grand Duke Vian kenapa?" tanya di pikiranku, "dia juga punya spirit" bilang devil, "tapi cuman spirit katak" bilang angel, "katak? Kayaknya itu lumayan rendah" bilamgku dipikiran, "ya itu memang termasuk spirit terendah" bilang devil, "jadi aman, nggak ada yang bisa melawan kamu" bilang angel, "Crysy, kenapa diem doang?" tanya kak Xenion, "nggak apa apa, cuman agak capek berdiri, gaun ini juga lumayan berat" bilangku, "apa mau kembali duduk?" tanya pangeran Ackley, "tidak, terima kasih" bilangku, "kak Xenion sering sering main ke kediaman Duke Leanor ya" bilangku, "aku merasa terhormat, jika diperbolehkan" bilang kak Xenion.


Acaranya berlangsung dan berhenti disore hari, tapi masih dilanjutkan saat malam hari, dimalam hari ada makan malam bersama dan dansa, untungnya aku sudah bisa berdansa, tapi pastinya akan ada banyak orang yang akan berdansa bersamaku. Aku disuruh istirahat di kamar yang sudah di sediakan kaisar, aku bertemu dengan pangawal pengawalku lagi, "is the party fun, miss?" tanya Sir Mark, "is fun, but exhausting" bilangku, "i heard, miss Crysantle design plan of the war next week" bilang Sir Mark, "how do you know?" i ask, "is true?!" bilang para pengawalku terkejut, "is true, why are you guys so shock?" tanyaku, "our miss is a genius" bilang mereka semua, aku masuk ke kamarku tapi pengawalku tidak masuk, "come in, it's okay" bilangku, Lily masuk tapi yang lain nggak, "is impolite to come in to a lady room" bilang Sir Ace, "is okay, chill" bilangku, semuanya masuk dan berkeliling kemar, sedangkan aku langsung ke kasur, "bed! The heaven of earth" bilangku lompat ke tempat tidur tapi aku nggak nyampe, "kenapa aku pendek banget sehh" bilangku kesal, Sir Jayden mengangkatku ke tempat tidur, "makasih Sir Jayden" bilangku, aku langsung tiduran, "astaga nona, lepas sepatunya dulu" bilang Lily, aku duduk lagi dan melepas sepatuku, dan tidur lagi, "nona apa saya boleh bertanya?" tanya Sir Ace, "tanya aja" bilangku, "bagaimana rencana perang minggu depan?" tanya Sir Ace, "hmm, apa boleh ambilkan kertas dan pena?" tanyaku, Sir Cleis mengambionya dan menaruh di atas tempat tidur, aku duduk, menganbil pena dan mulai menggambar "jadi saat perang di mulai kita kan di sini bersama lawan, kita memancing mereka mundur, tapi pelan pelan aja, kalau bergerak mundur terlalu cepat, pihak lawan akan mengetahui kalau kita memiliki rencana, dan ada kesatria tersembunyi disini, dan kesatria tersembunyi akan keluar saat pihak lawan sudah mencapai di sini, lalu kita kepung mereka dan pastinya mereka kalah" bilangku,


"aku nggak pernah mikir cara kayak gini, karena ketua regu jarang menggunakan cara memancing, tapi ini bagus juga" bilang Sir Ace, "tadi Grand Duke Vian juga memberi ide untuk mengebom di perbatasan, tapi itu akan terlalu menarik perhatian, dan bisa aja kekaisaran lain mengira kita yang ingin berperang" bilangku, "nona kita genius!" bilang Lily bahagia, "ehh what did miss say?" tanya Sir Mark, "hahhaha oh yeah i forgot about you" bilangku, "hmm i'm mad now" bilang Sir Mark, "don't be mad, Sir Mark, Sir Ace can you translate it?" tanyaku, "ofcourse, miss" bilang Sir Ace. Setelah itu Sir Ace mentranslate ke inggris, "ohh...that is genius!" bilang Sir Mark, "late" bilang Sir Clais, "hey at least i'm better than you" bilang Sir Mark, "better in what?" bilang Sir Cleis, "in language" bilang Sir Mark, "say it, what language? I answer your question" bilang Sir Cleis, "*quel est ton nom?" bilang Sir Mark (*siapa namamu?), "uhh i'm fine, and you?" bilang Sir Cleis, "*tu ne connais pas ton nom?" bilang Sir Mark, (*apa kamu tidak tau namamu sendiri?), "emm...today is...very nice?" bilang Sir Cleis, aku tidak bisa menahan tawa lagi "pfft hahahaha, uhhuhu my tummy hurt" tawaku, "hahhaha i know, is super funny right" bilang Sir Mark, Lily, Sir Ace, Sir jayden dan Sir Cleis diam melihat aku dan Sir Mark bingung, "haduh...the first one is what's your name? And you answer i'm fine, and you?, the second one is do you even know your own name? And you answer today is very nice" bilangku, Sir Jayden menepuk pundak Sir Cleis, "heh makanya jangan sok" bilang Sir Jayden, "hmm okay okay i lost" bilang Sir Cleis, aku menyingkirkan kertas dan pena yang aku gunakan tadi dan turun dari kasur, ya dengan bantuan Sir Ace, "aku bingung nanti siapa pasangan dansaku" bilangku, "kemungkinan besar salah satu kakak nona, atau mungkin semua" bilang Lily, "tapi bisa juga para pangeran" bilang Sir Ace, "ehh? Beneran?!" bilangku, "iya, karena sepertinya kaisar dan permaisuri menyukai, nona" bilang Sir Jayden, "para pangeran juga terlihat nyaman berbicara dengan, nona" bilang Sir Clais, "hmm" bilangku, tiba tiba angel dan devil muncul dengan wujud manusia di depanku, karena aku belum siap aku kaget "ah!" teriakku, "ada apa nona?!" bilang Sir Clais, "what's wrong miss?!" bilang Sir Mark, "i...just forgot...something, but is not importan" bilangku mengarang, "kalian kenapa muncul sih? Bikin kaget" bilangku dipikiran, "hmm kamu harus biasakan, ini akan sering terjadi" bilanh devil, angel berjalan ke pengawal pengawalku, "jadi mereka pengawalmu ya? Yang ini tidak buruk" bilang angel menunjuk Sir Ace dan Sir Jayden, "mereka memang paling kuat di masing masing regunya" bilangku dipikiran, devil jalan ke pengawalku dan mengelilingi mereka "aura mereka baik baik saja, tidak ada tanda tanda spirit sial dan spirit lain, mereka lulus" bilang devil, "yup mereka lulus" bilang angel, "lulus apaan?" tanyaku dipikiran, "lulus untuk menjadi orang yang dekat dengan, nona Crysantle" bilang devil, "panggil aku Crysantle aja, jadi semua orang yang di disekitarku harus melewati tes kalian ya" bilangku dipikiran, "nona, apa nona baik baik saja?" tanya Lily, "nona, melamun" bilang Sir Ace, "ahh, cuman berpikir" bilangku, "berpikir?" tanya Sir Jayden, "berpikir apa rencana perangnya akan berhasil" bilangku, "pastinya akan berhasil, nona" bilang Sir Ace, "jangan terlalu dipikirkan, nona, itu tugas para kesatria dan yang bertanggung jawab" bilang Sir Cleis, "baiklah" bilangku, "angel dan devil, bisa nggak kalian berhenti bikin aku terlihat aneh" bilang dipikiranku, "iyeye, tapi ini lumayan tampan" bilang angel menunjuk ke Sir Jayden, "Sir Jayden, gimana jika ada laki laki lain mengatakan Sir Jayden tampan?" tanyaku, "kenapa tanya itu, nona? Pastinya saya tidak akan menghiraukannya" bilang Sir Jayden, "eishh tampan tapi dingin" bilang angel, "tidak apa apa, cuman penasaran" bilangku.


Setelah itu pesta dimulai lagi, tempat duduk masih sama seperti tadi, tapi kali ini aku masuk sendiri bersama pengawal pengawalku, makanya pengawalku tadi ikut aku, aku jalan melewati red carpet di dan dikawal pengawalku ditambah pengawal dari kekaisaran, pastinya pandangan terpaku ke aku, aku hanya tersenyum dan lanjut jalan, sesampainya di depan pengawal pengawal kembali dan aku duduk di tempatku, pangeran pangeran dan kakak kakak dudah duduk di tempatnya, tapi kaisar, permaisuri, Duke, dan Duchess belum datang, setelah aku memikirkan itu mereka datang, "ohh itu dia" bilangku didalam hati, mereka juga di kawal oleh kesatria, sesampainya mereka di depan kaisar berkata bla bla bla dan pesta dansa dimulai, karena hari ini aku bintangnya, aku mendapat tempat berdansa di tengah, tapi aku bingung siapa pasanganku, tiba tiba ada tangan dan ternyata itu pangeran Ackley, "apa nona Crysantle mau berdansa dengan saya?" tanya Pangeran Ackley, karena ada banyak orang yang melihat, aku menerima tangannya, "saya terima" bilangku, aku dan pangeran Ackley jalan ke tengah tengah ballroom dan lagu pun mulai, "saya tidak menyangka pangeran Ackley akan memilih saya untuk pasangan dansa pangeran" bilangku, "tadi nona Crysy bilang nona sering tidak mematuhi aturan" bilang pangeran Ackley, "uhh pangeran sudah tau sisi buruk saya, jangan kasih tau siapa siapa" bisikku, "haha jujur saya juga sering tudak mematuhi peraturan" bisik pangeran Ackley, "itu rahasia kita berdua" bilangku, "sebenarnya saya didusuruh berpasangan dengan nona dari keluarga Count Belgion, tapi saya tidak suka nona itu, dia lebih tua dari saya" bilang pangeran Ackley, "lebih baik ikuti kata hati dari pada menahannya, sebenarnya dulu saya tidak terlalu tertarik dengan pedang, tapi saat melihat kesatria yang gagah sedang patroli atau berkeliling saya berpikir saya ingin menjadi seperti mereka, saya diam diam belajar pedang dan menguasai beberapa gerakan" bilangku, "tidak usah pakai saya dan anda, aku kamu aja, aku juga tidak jauh tua dari kamu" bilang pangeran Ackley, "baiklah, tapi apa sebenarnya aku memiliki pasangan lain?" tanyaku, "emm kakakku Glen lah pasangan dansamu sebenarnya, kemungkinan besar dia akan marah" bilang pangeran Ackley, "aku ingin tau bagaimana pangeran Glen marah" bilangku, "percayalah kamu nggak mau buat masalah sama dia" bilang pangeran Ackley, "aku percaya pangeran Ackley" bilangku, "ini baru pertama kalinya ada orang yang berbicara seperti itu ke aku" bilang pangeran Ackley, "kenapa tidak ada yang berkata seperti itu ke pangeran Ackley?" tanyaku, "semua berkata aku terlalu kecil untuk dipercaya dan aku sangat ceroboh" bilang pangeran Ackley, "kecerobohan bisa menjadi pelajaran" bilangku, "selama ini aku mengikuti perintah ayah dan ibuku, baru kali ini aku melanggar aturan, ternyata seru juga" bilang pangeran Ackley, "ada serunya ada tidaknya, tapi lebih penting apa yang kamu mau, apa isi hatimu" bilangku, "benar, kali ini aku akan melakukan apa yang aku mau" bilang pangeran Ackley, "tapi jangan terlalu sering melanggar peraturan, kamu adalah pangeran" bilangku, "kamu juga anak dari Duke" bilang pangeran, "emm aku akan memperbaiki diriku" bilangku, "haha" tawa pangeran, setelah beberapa menit lagu pertama selesai dan kita saling memberi salam, selanjutnya adalah dansa untuk orang tua, aku dan pangeran Ackley kembali duduk, aku sudah bisa melihat mata pengran Glen yang berapi api melihat adiknya sendiri, kakak kakakku juga melihat ke arah pangeran Ackley, pangeran Helton menggelengkan kepalanya, "haduh mereka ini ya" bilang pangeran Helton, aku menengok ke pangeran Helton, "apa kamu nggak capek sama mereka?" tanya pangeran Helton, "hmm aku lama lama terbiasa, ah maaf saya berkata tidak sopan" bilangku, "santai aja aku juga capek pakai bahasa formal" bilang pangeran Helton, "apa jarang terjadi kejadian seperti ini?" tanyaku, "jarang, tapi biasanya aku dan Elliot tidak ikut campur, baru kali ini Elliot ikut campur" bilang pangeran Helton, "tidak semua orang bisa di tebak, tapi jika orang itu terlalu mudah di tebak kamu harus lebih berhati hati" bilangku, "kata katamu terlalu bijak buat anak seumuranmu" bilang pangeran Helton, "aku mengikuti isi hatiku" bilangku, aku menengok ke arah pangeran Glen, "apa pangeran baik baik saja?" tanyaku, "aku tidak apa apa, tapi anak itu tidak mematuhi peraturan yang disediakan" bilang pangeran Glen, "apa pangeran marah kepada pangeran Ackley?" tanyaku, "bisa dibilang" bilang pangeran Glen, "jangan salahkan pangeran Ackley, dia hanya mengikuti apa yang ingin dia lalukan, seperti pangeran Glen sekarang, pangeran merasa marah karan keinginan pangeran, tidak ada orang yang sempurna bahkan sesempurna orang itu pasti punya kekurangan, tidak ada salah kalau tidak mematuhi peraturan, kita akan mendapat hukuman, tapi sebagai gantinya kamu merasa senang karena apa yang kamu inginkan atau lakukan terkabul" bilangku, "kata katamu memang bijak" bilang pangeran Glen, "saya tau kenapa pangeran marah kepada pangeran Ackley, karena sebenarnya saya adalah pasangan dansa pangeran dan malah pengeran Ackley yang berdansa dengan saya" bilangku, telinga pangeran Glen memerah, "ehem apa nona Crysantle mau menjadi pasangan dansa saya di lagu selanjutnya?" tanya pangeran Glen, "saya merasa terhormat" jawabku. Setelah lagu dansa orang tua selesai anak anak kembali berdansa, sekali lagi aku berdansa di tengah bersama pangeran Glen, "tadi aku lihat kamu sama Ackley, dansa di tengah sini" bilang pangeran Glen, "tapi serakang pangeran juga berdansa di tengah" bilangku, "iya, oh ya aku dengar dari Count Emaric kamu yang membuat rencana perang minggu depan" bilang pangeran Glen, "kok nyebar ya? Tapi memang betul saya yang membuatnya" bilangku, "nggak usah pakai bahasa formal, tapi nggak nyangka kamu yang baru 8 tahun tambah kamu juga perempuan, membuat rencana perang kekaisaran" bilang pangeran Glen, "ini cuman perang kecil, aku juga tidak tau akan menang atau kalah" bilangku, "walaupun cuman perang kecil tapi rencana juga penting, sepertinya peperangan kali ini akan menang dengan mudah" bilang pangeran Glen, "emm tapi apa pengeran nyaman berdansa denganku?" tanyak, karena aku lebuh pendek dari pangeran Glen, "nyaman kok, apa kamu tidak nyaman?" tanya pangeran Glen, "nggak kok, tapi pangeran pandai berdansa ya" bilangku, "terima kasih atas pujiannya" bilang pangeran Glen, "oh ya, apa pangeran tau Grand Duke Vian?" tanyaku, "iya tau, nggak tau kenapa aku nggak mau deket deket dia" bilang pangeran Glen, "karena dia mau mengebom perbatasan kekaisaran Retisel" bilangku, "hah?! Ngebom? Apa dia nggak punya otak?" bilang pangeran Glen, "untungnya aku ngusulin apa yang ada dipikiranku, kalau nggak perang minggu depan bakalan berantakan" bilangku, "untungnya ada kamu, tapi apa kamu bakalan main ke istana kaisar lagi?" tanya pangeran Glen, "nggak tau ya, tapi ayahku pastinya nggak bolehin" bilangku, "hmm halangan paling besarnya Duke, apa mungkin aku boleh main ke kekediaman Duke?" tanya pangeran Glen, "boleh, pastinya kakak kakak juga senang" bilangku, "tapi bukan Duke" bilang pangeran Glen, "ya...aku nggak tau kenapa Duke tidak suka pangeran?" bilangku, "karena kita mau jadi tunanganmu" bisik pangeran Glen, "apa?" tanyaku, "tidak, bukan apa apa" bilang pangeran Glen, "sebisa mungkin aku ke istana kaisar lagi" bilangku, "sering sering main, bahkan ayahanda sudah menyiapkan kamar" bilang pangeran Glen, "hah? Kaisar menyiapkan kamar?" tanyaku, "iya, kamar yang kamu pakai buat beristirahat tadi itu kamar yang disiapkan" bilang pangeran Glen, "wahh jadi merepotkan" bilangku, "nggak kok, ayahanda dan ibunda sangat senang saat medekorasi kamar itu" bilang pangeran Glen, "kaisar dan permaisuri menghias kamarnya sendiri?!" bilangku, "ya bukan sendiri, dibantu para pembantu juga" bilang pangeran Glen, "hmm gimana aku membalas kebaikan kaisar dan permaisuri?" bilangku, "sering sering main pastinya mereka senang" bilang pangeran Glen, "baiklah" bilangku, lagu pun selesai dan dansa terakhir adalah dansa untuk orang tua, aku kembali duduk bersama yang lain, karena aku dan kakak kakakku duduknya agak jauh jadi aku tidak bisa mengobrol dengan mereka, tiba tiba pangeran Helton kembali dan membawakan puding, "nih, aku tau kamu suka ini kan" bilang pangeran Helton, aku menerima pudingnya dan berkata "terima kasih" dengar berbinar binar kesenangan, pangeran Helton duduk dan melihatku makan, "kamu suka manis ya?" tanya pangeran Helton, aku mengangguk sambil mengunyah, "makan pelan pelan" bilang pangeran Helton sambil menepuk kepalaku, "ehh ehh enak aja pegang pegang kepala, Crysy, ehh Crysantle" bilang pangeran Ackley, "panggil Crysy aja" bilangku, "tidak sopan" bilang pangeran Glen, "kayak kamu nggak pernah megang kepala orang aja" bilang pangeran Helton, "emang aku pernah?" tanya pangeran Glen, pangeran Ackley dan pangeran pangeran Helton melihat ke pengarn Glen, "emm mungkin aku pernah" bilang pangeran Glen, aku tidak menghiraukan dan memakan pudingku, mereka lanjut bertengkar hingga penutupan, "apa para pangeran sudah lelah bertengkar?" tanyaku, ketiga pangeran mengangguk.


Setelah semuanya selesai para pelayan keluar dan aku masih melihat diriku di kaca, "hmm pin yang kemarin dikasih kak Xenion aku simpan aja, kalau dipakai terlihat agak mencolok karena bajuku biru tua, ya nggak sih" bilangku, tapi akhirnya aku pakai juga di tengah pinggangku, aku keluar dari kamarku dan pas banget pangeran Ackley yang kebetulan kamarnya di seberangku keluar, "selamat pagi, Crysy" bipang pangeran Ackley, "selamat pagi juga, pangeran Ackley" bilangku, "ayo kita ke ruang makan" bilang pangeran Ackley, aku mengangguk, dan jalan bersama pangeran Ackley ke ruang makan, "apa kemarin kamu kelelahan?" tanya pangeran Ackley, "ya bisa dibilang" bilangku, aku baru menyadari kemarin aku tertidur dikursi, "tunggu sebentar, apa kemarin Crysy tidur di kursi? Apa pangeran juga melihat?" tanyaku, "ya...bukan cuman aku tapi semuanya" bilang pangeran Ackley, "ehh i don't care, tapi malu juga sih, sudah Crysy bilang Crysy sering melanggar peraturan" bilangku, "tapi itu karena kamu kecapekan" bilang pangeran Ackley, "tapi sekarang aku sudah biasa aja" bilangku, tiba tiba pangeran Helton keluar dari kamarnya, aku hampir aja menabrak dia, "woah!" bilangku kaget dan mundur, "ahh maaf, aku tidak melihat, oh Crysy, mau ke ruang makan ya?" tanya pangeran Helton, "hey adikmu ada di sini" bilang pangeran Ackley, "iya, apa pangeran Helton juga mau kesana?" tanyaku, "iya" jawab pangeran Helton, "apa pangeran mau kesana bersama?" tanyaku, "dengan senang hati" bilang pangeran Helton. Aku, pangeran Ackley, dan pangeran Helton jalan ke ruang makan, disana sudah ada kaisar, permaisuri, Duke, Duchess, kakak kakak, dan pangeran Glen, "ahh Crysy telat ya?" bilangku, "nggak kok" bilang peemaisuri, semua duduk di tempat masing masing, kali ini aku duduk di samping Duchess dan kak Micah, sarapan berjalan seperti biasa, dan setelah sarapan aku dan keluargaku kembali ke kediaman Duke Leanor, selama dikereta kuda aku tertidur di pangkuan Duke. Setelah beberapa jam kita sampai di kediaman Duke, aku terbangun dan jalan dengan setengah nyawa terkumpul, "haha kamu ini ya" bilang kak Bevin, "jalan pelan pelan aja" bilang kak Kevin, "apa mau tidur lagi?" tanya kak Elliot, aku menggeleng kepala dengan mata setengah tidur, "nggak, Crysy sydah cukup beristirahat" bilangku, "kamu ini lumayan keras kepala juga ya" bilang kak Micah dan menggendongku, "tapi Crysy tidak mengantuk lagi" bilangku, tapi aku malah tidur digendongan kak Micah, "siapa bilang kamu nggak ngantuk" bilang kak Kevin, semuanya tertawa senang, "astaga pastinya Crysy sangat kecapekan" bilang Duchess, "dia masih lemah" bilang kak Micah yang menggendongku, "kemarin dia berdansa 2 kali dengan pangeran" bilang kak Bevin, "ini pasti rencana si kaisar, kemarin Crysy juga duduk diantara para pangeran" bilang Duke, "tidak perlu marah, ayahanda" bilang kak Elliot, "benar, kita masuk dulu aja" bilang Duke, kita semua masuk dan aku masih digendong kak Micah, Aku ditidurkan di tempat tidurku dan semuanya melakukan aktivitasnya masing masing, Duke membaca dokumen, Duchess membaca buku dan meminum teh, kakak kakak latihan pagi. Aku tertidur hingga siang hari, "hoam...jam berapa sekarang?" bilangku, aku melihat jam dan sudah jam 1, "ehh kok siang banget?" bilangku, aku berdiri dari tempat tidurku untuk cuci muka, "hmm habis ini ngapa ya? Aku tidak boleh menggunakan pedang, aku tadi sudah membaca, aku nggak mau bermain boneka, nggak teman iya, hmmm serba salah" bilangku, aku ke balkon dan melihat pemandangan, tidak ada siapapun di halaman, setelah ini musim dingin akan datang tidak tau keadaan di Duchy Leanor gimana, tapi di kediaman baron Cassvert dingin dan pastinya banyak salju, Itu di wilayah County Sinyeka, apa di Duchy Leanor juga akan turun salju? Aku masuk kekamar dan hanya melihat sekeliling, aku melepas pendant yang diberi kak Xenion ke aku dan memerhatikannya, "ungu ya? Warna aura kak Xenion juga ungu, pastinya berasal dari ini" bilangku, aku menaruhnya di lemari pehiasan, "kemarin adalah hari yang melelahkan" bilangku dan duduk di atas tempat tidur, angel dan devil muncul, kali ini Phoneix juga muncul, "ohh kalian" bilangku biasa aja, "udah nggak kaget lagi?" tanya angel, "udah biasa sekarang, tumben Phoneix kamu keluar" bilangku, "aku memiliki informasi penting" bilang Phoneix, "apa itu?" tanyaku, "ada rumor di antara kaum bangsawan bahwa kamu menjadi calon ratu dimasa depan, karena kamu menginap di istana kaisar" bilang Phoneix, "whaaa? Padahal cuman nginap sehari aja dibilang kayak gitu?" bilangku, "juga ada satu lagi, karena kamu yang merancang rencana perang minggu depan banyak anak laki laki dari bangsawan ingin bekerjasama dengan kamu" bilang Phoneix "pastinya bukan cuman kerjasama tapi juga mendekati kamu" bilang angel, "trik yang terlalu gampang ditebak" bilang devil, "ada lagi, banyak putri bangsawan yang ingin menjadi teman kamu, ada yang berniat baik ada yang berniat buruk" bilang Phoneix, "ya pastinya bangsawan ada yang bersifat buruk" bilangku, "pastinya kamu akan menerima banyak surat" bilang angel, "mungkin" bilangku, tiba tiba Duchess masuk bersama 3 pelayan yang membawa keranjang yang berisi surat, "Crysy, kamu mendapat surat" bilang Duchess, "sebanyak itu?" tanyaku, "iya, semua surat sudah dicek sama ayah, jadi yang keranjang dari putri bangsawan, yang keranjang ini dari tuan dan nyonya bangsawan, dan yang ini dari putra bangsawan, tapi tidak ada surat lamaran, ayahmu sudah mengambilnya" bilang Duchess, "baiklah, aku akan membaca dan membalasnya" bilangku, para pelayan menaruh keranjang surat di samping meja dan keluar bersama Duchess, "told ya" bilang angel, "aku harus membaca semuanya dulu" bilangku, "tenang kita bantu" bilang angel, devil mengangguk, "kita cek dulu" bilang angel, "semuanya harus di cek ya" bilangku, angel melihat lihat keranjang "hmm nggak ada yang aneh" bilang angel, "tapi pasti dalemnya yang aneh" bilang Phoneix, "isinya pasti berbagai kata basa basi karena ingin dekat dengan keluarga Leanor atau Crysantle" bilang devil, "bangsawan ya seperti itu" bilangku, "ehh bentar ada surat yang aneh" bilang angel, aku berdiri dan mengambil surat yang di tunjuk angel di keranjang putra bangsawan, "ini?" tanyaku, angel mengangguk, aku membuka suratnya dan membacanya "salam hormat, Nona Crysantle, kemarin saya melihat anda di acara perkenalan anda, tidak tau anda melihat saya atau tidak, tapi nona terlihat cantik dengan gaun putih, sebenarnya saya ingin berdansa dengan nona, tapi ternyata pasangan nona para pangeran ya, saya harap kita bisa bertemu lagi, dari Delka Seith weltury, apa yang aneh dari surat ini? Siapa Delka Seith Weltury?" tanyaku, "my bad, salah lihat" bilang angel, "Delka Seith Weltury adalah anak dari Marquess Weltury, semua oramg memanggilnya Seith" bilang devil, "nggak kenal tuh" bilangku, "ya makanya, ini tujuannya biar kenalan" bilang angel, "ohhh" bilangku, ku melihat lihat di keranjang, ada satu surat yang mencolok karena warna merah, aku mengambilnya dan membukanya, aku baru membaca didalam hati setengahnya dan langsung menutupnya, "kenapa?" tanya angel, "kok ditutup?" tanya devil, "kayaknya ayahku kelewatan satu surat, ini surat lamaran" bilangku, "surat lamaran?!" bilang angel, devil, dan Phoneix, isi suratnya adalah "mawar putih tertanam di taman yang penuh mawar lainnya, walau dia memiliki warna yang biasa dibandingkan warna yang lain, tapi mawar putihlah yang paling mecolok, dimataku mawar putih itu adalah kamu nona Crysantle, apakah kamu ingin menjadi mawar putihku selamanya? Dari Tasle Midek Astren", "idih mawar putih, jadi bunga paling cantik aja aku nggak mau" bilangku, "kayaknya kasihin ke ayahmu aja deh" bilang angel, "oho aku juga pengen tau mukanya gimana" bilang devil, "aku tebak bakalan shock" bilang Phoneix, "kalian ini" bilangku, aku membuka pintu kamar dan ada pengawal di depan pintuku, yaitu Sir Lucas dan Sir Kelse, "hai Sir lucas, Sir Kelse" bilangku, "hai juga nona" bilang Sir Lucas, "nona mau kemana?" tanya Sir Kelse, "mau ngasih surat ke ayah" bilangku, "Duke baru latihan pedang di halaman latihan" bilang Sir Lucas, "baiklah, sampai jumpa Sir Lucas, Sir Kelse" bilangku,


Aku jalan ke halaman latihan dan melihat Duke bersama kesatria lain bertarung pedang, "hmm kayaknya kalau kamu ngasihin sekarang Duke bakalan nggak bisa ngelanjutin latihannya" bilang devil, "ya belum tau pasti tapi yang pasti adalah dia akan shock putrinya baca surat kayak gini" bilang angel, tiba tiba kesatria lainnya melihat aku, "nona, apa yang nona lakukan disini?", "ohh ada nona, dimana?" bilang para kesatria, "Crysy mau bertemu ayah" bilangku, kesatria membuat jalan ke arah Duke, Duke melihat aku dan berhenti latihan, "lho, Crysy sudah bangun?" tanya Duke, "ayah aku mendapat banyak surat, tapi surat ini agak aneh" bilangku dan memberikan suratnya, Duke mengambil suranta dan membukanya "kok aneh? Ayah sudah mengecek- ahh!! Aku belum mengecek yang ini!! Apa kamu sudah membacanya Crysy?!" bilang Duke shock, aku mengangguk, "apa yang Crysy baca lupain, semua isinya, orangnya juga" bilang Duke, "ya gimana caranya mau ngelupain coba?" bilang devil, "Crysy jangan baca surat suratnya dulu!" bilang Duke, "Crysy baru membaca 2" bilangku, "bagus, kenapa Crysy nggak sama pengawal?" tanya Duke, "ini ada pengawal" bilangku, "ohh ada mereka ya, Crysy tadi ngelewatin makan siang, apa mau makan sekarang?" tanyaku, "tidak, Crysy tidak lapar, tapi Crysy bingung mau ngapa" bilangku, "coba Crysy tanya, ibu" bilang Duke, "baik, sampai jumpa ayah, semangat latihan" bilangku sambil jalan pergi melambai tangan, Duke melambaikan tangan juga, aku jalan ke arah kamar Duchess, didepan pintunya ada pengawal, "apa ibu ada di dalam?" tanyaku, "sepertinya Duchess sedang di ruang kerjanya" bilang salah satu pengawal, "baiklah, sampai jumpa" bilangku, aku jalan kesegala arah rumah tapi tidak menemukan ruang kerja Duchess, "aduh capek, kenapa rumahnya juga besar banget?!" bilangku, aku jalan sedikit lagi dan bertemu segerombolah kesatria, "ahh selamat siang tuan tuan kesatria" bilangku, "selamat siang juga nona" bilang para kesatria, "apa mungkin salah satu dari tuan tuan kesatria tau tempat kerja ibu?" tanyaku, "tempat kerja Duchess ada di samping kanan kamarnya" bilang salah satu kesatria, saat aku mendengar itu aku mersa kesal, "what! You kidding me?!" bilabg dipikiranku, "terima kasih, Sampai jumpa" bilangku, aku jalan ke belokan dan mengecek apa ada orang di sekitar, "arghhh!!" teriakku keras, para keasatria yang tadi aku bertanya saling melihat tapi langsung jalan lagi, aku masih marah dengan diriku sendiri, "padahal cuman disampingnya! Kenapa aku nggak tanya dari tadi! Apa ini karma gara gara aku tidur kelamaan?" gumamku, aku berhenti didepan ruang kerja Duchess, untungnya penjaga penjaga sudah ganti, kalau nggak aku nggak bisa nahan malu, aku mengetuk pintu dan Duchess membuka pintu, "ahh Crysy, pas banget ibu mau manggil" bilang Duchess, kalau Duchess tau aku mutar mutar mencari ruang kerjanya padahal aku habis tanya ke penjaga di depan kamarnya gimana ya? Aku dan Duchess masuk keruang kerjanya, diatas meja ada tumpukan dokumen dan satu surat, "apa ibu mencariku?" tanyaku, "iya, Crysy duduk dulu" bilang Duchess, aku duduk di sofa dan Duchess di sebelahku, "Crysy, apa Crysy mau ikut pertemuan bangsawan?" tanya Duchess, "apa itu pertemuan bangsawan?" tanyaku, "nyonya nyonya bangsawan berkumpul dan minum teh, dan putra atau putrinya ikut, dari dulu ibu selalu membawa kakak kakak, jadi apa Crysy mau ikut kali ini?" tanya Duchess berbinar binar, "emm, baiklah" bilangku, "terima kasih Crysy! Ibu sangat sangat senang" bilang Duchess dan memelukku, aku memeluk Duchess balik, "baik, jangan buang bunag waktu lagi, pelayan bantu Crysy siap saip!" bilang Duchess, "lho sekarang?" tanyaku, "iya" bilang Duchess, "tapi gaunnya kan belum datang" bilangku, "sudah ada yang datang" bilang Duchess, setelah itu aku diseret mandi dan ganti baju, aku sudah berganti ke gaun ke-4, "nona bagus menggunakan apa apa" bilang salah satu pelayan, "atau mau menggunakan warna kuning?" tanya salah satu pelayan, "tidak, tidak perlu, Crysy suka yang ini" bilangku, dan menunjuk gaun yang aku gunakan saat ini yaitu warna biru tua, "baiklah, sekarang pitanya" bilang salah satu pelayan, "ahh masih ada? Kalau begitu Crysy yang pilih" bilangku, aku bilang kayak gitu karena aku nggak mau duduk lebih lama lagi, aku melihat dan mengambil pita hitam, "ini aja" bilangku, "baik, sekarang sepatu" bilang salah satu pelayan, "yang hitam juga, perhiasannya juga yang hitam juga" bilangku, karena pasti mereka akan bilang kayak gitu, setelah itu aku didandani lagi. Setelah beberapa menit aku keluar menemui Duchess, "astaga, Crysy imut sekali" bilang Duchess, "ibu juga cantik" bilangku, "mari kita berangkat, Crysy, banyak nyonya bangsawan yang menunggu Crysy" bilang Duchess, aku dan Duchess berangkat ke pertemuan bangsawan, saat di kerate kuda Duchess menceritakan apa yang dilalui saat pergi kepertemuan bangsawan dengan kakak kakak, katnya kalau kak Micah yang ikut nyonya nyonya bangsawan akan terpikat, kalau kak Elliot yang datang dia hanya duduk dan melihat keadaan hingga acara pertemuan bangsawan selesai, kalau kak Kevin dan Bevin yang ikut akan terjadi kegaduhan, "kalau kali ini Crysy yang ikut, pastinya banyak nyonya bangsawan yang berbicara pada Crysy dan juga Crysy bisa mencari teman baru" bilang Duchess, "Crysy tidak sabar bertemu teman baru" bilangku, "kali ini pertemuan bangsawan diadakan dikediaman Count Astern" bilang Duchess, tunggu sebentar kayaknya aku pernah dengar nama kaluarga itu, tapi dimana ya? Angel dan devil muncul "ya karena kamu pernah baca nama itu" bilang angel, "tapi dimana?" bilang dipikiranku, "di surat lamaran yang dikirim anak Count dia sendiri Tasle Midek Astern" bilang devil, "haa?" bilangku keras, "ada apa Crysy?" tanya Duchess, "kasih tau aja" bilang devil, "emm jadi ibu, tadi kan ibu memberi aku bertumpuk tumpuk surat, katanya kan sudah di cek ayah, tapi aku membaca satu surat yang...isinya...em lamaran" bilangku pelan, "hah?! Crysy sudah baca semua isi surat itu?!" tanya Duchess, aku mengangguk dan berkata "dan pengirimnya Tasle Midek Astern" bilangku, "haaaa?! Kita tudak usah ikut pertemuan bangsawan kali ini, kita kembali aja" bilang Duchess, tapi ketera kuda berhenti, aku melihat keluar "tapi ibu, kita sudah sampai" bilangku menunjuk ke jendela, "astaga gimana ini?!" bilang Duchess panik, "ibu tidak usah panik, Crysy akan mengatasi masalah ini sendiri, ibu bersenang senanglah, nikmati waktu ibu" bilangku, "tapi bagaimana jika dia mendekati Crysy?" tanya Duchess, "Crysy akan berteman dengan dia" bilangku, "ehh?...boleh juga, rasanya di friendzone itu sangat sakit" bisik Duchess, "apa yang ibu katakan?" tanyaku, "bukan bukan, baiklah ibu percaya pada Crysy" bilang Duchess, karena ini acara pertemuan bangsawan tidak perlu ada pengawal, karena sudah dijaga oleh kesatria kesatria yang ada di kediaman itu. Aku dan Duchess turun dari kereta kuda dan masuk ke kediaman Astern, sesaat aku masuk nyonya nyonya bangsawan langsung menggerombol, "nyonya Leanor, lama tidak bertemu", "apa kabar anda baik nyonya Leanor", "ohh ini nona Crysantle ya?" kata kata ini keluar dari mulut nyonya nyonya bangsawan, didalam hati Duchess berkata "sejak kapan mereka seramah ini? Jangan bilang mau deketin aku biar anak mereka deket juga? Ihh Crysy apa mau berteman dengan anak anak mereka", "haha iya, Crysy beri salam" bilang Duchess, "selamat sore, nyonya nyonya bangsawan, saya Crysantle" bilangku sambil memberi salam, "astaga, Crysantle imut sekali", "iya, apa Crysantle mau bermain dengan putra saya", "sopan santun Crysantle sangat senpurna" kata kata itu keluar dari mulut para nyonya bangsawan, "astaga, nyonya Leanor maaf menyambut telat" bilang salah satu nyonya bangsawan, "ahh nyonya Astern, tidak apa apa, saya juga baru saja datang" bilang Duchess, "ahh ini nona Crysantle ya? Apa nona Crysantle ingin bermain dengan anak anak yang lain?" tanya Countess Astern, "dengan senang hati" bilangku, "semua anak berkumpul disitu, Crysantle silahkan menyusul" bilang Countess Astern, "Crysy main dengan anak anak lain ya, ibu akan berbincang dengan nyonya nyonya bangsawan" bilang Duchess, "baiklah" bilangku, aku memberi salam dan jalan ke arah pintu yang mengarah ke ruangan sebelah, aku merasakan tatapan dari belakang, ya memang benar para nyonya bangsawan memperhatikanku hingga masuk, hmm ada yang aneh disini, aku membuka pintu tanpa melihat apa yang di dalam dan langsung menutupnya, "haduh lolos dari tatapan nyonya nyonya bangsawan" bilangku, tapi aku tidak menyangka ada rintangan lain, saat aku baik badan dan melihat isi ruangan aku terdiam, karena...isinya laki laki semua, semua tuan muda yang ada diruangan melihat aku, "emm" bilangku bingung, aku baru pertama kali datang ke acara kayak gini, perkenalkan diri dulu aja kali ya? "salam kenal semua tuan muda, saya Crysantle Estena Leanor" bilangku, dan melambaikan tangan, tiba tiba semua tuan muda yang lagi bertengkar, berbicara, atau bermain Berdiri dan berbaris rapi dan memperkenalkan diri, "saya Diez dari keluarga Marquess Roudes", "saya Riskel dari keluarga Viscount Gwans", "saya Gavin dari keluarga Viscount Noire", "saya Vicient dari keluarga Grand Duke Vetrin", "saya Kith dari kelurga Marquess Cosel", "saya Seith dari keluarga Marquess Weltury", "saya Lance dari keluarga Baron Cicel", "saya Theo dari keluarga Grand Duke Fawke", "dan saya Tasle dari keluarga Count Astren" bilang mereka semua bergantian mengenalkan diri, "tidak usah terlalu sopan, Crysy tidak keberatan, pastinya para tuan muda lebih tua dari Crysy" bilangku tersenyum, para hati tuan muda terkena panah keimutan Crysy, "ehem, baiklah, nona Crysantle" jawab mereka bersama serempak, "wow apa kalian bisa telepati? Oh ya panggil aku Crysantle atau Crysy aja" bilangku, "baiklah, Crysy" bilang mereka semua berbinar binar, "kayaknya kalian memang bisa telepati" bisikku, aku jalan dan duduk di sofa, kenyataannya sih aku gugup, baru pertamakali aku diruangan bersama 9 orang laki laki, semuanya diam dan melihat aku yang berusaha duduk disofa yang tinggi, di dalam hati aku berkata "kenapa aku pendek banget sih?! Jadi malu dilihatin! kalau aku meminta bantuan jadi tambah malu", aku berhenti berusaha naik sofa, tapi tiba tiba ada yang mengangkatku dan mendudukanku di sofa, aku melihat orangnya dan ternyata itu Seith, "terima kasih" bilangku, seisi ruangan ini sunyi, hmm awkward juga ya, oh ya aku kan kedudukan paling tinggi disini, "tidak usah mengikuti aturan sopan satun, kita sedang sendiri tidak ada guru atau orang tua yang memarahi, apa kalian takut Crysy marahin? Crysy nggak bakalan marah kok, soalnya Crysy juga sering melanggar pelaturan sopan santun" bilangku, "bwahahaha" tawa tuan tuan muda, aku tersenyum, "oh ya, sepertinya tidak nyaman memangil tuan muda dengan tuan, apa boleh memangil dengan kakak?" tanyaku, semuanya setuju, "oh ya, sepertinya kak Seith mengirim surat ke Crysy ya? Maaf belum sempat mejawan karena baru saja Crysy baca tadi siang" bilangku, "tidak apa apa, Crysy membacanya aku sudah senang" bilang kak Sieth, "apa Crysy sudah membaca surat dari aku" bilang kak Tasle, "emm apa kak Tasle mengirim surat? Sepertinya bemun Crysy baca, mungkin masih di cek sama ayah" bilangku, "apa semua sutar dicek oleh Duke Leanor?" tanya kak Tasle, aku mengagguk, didalam hati aku berkata "acting Yang bagus", "mati aku!" bilang kak Tasle, "apa lagi, Tas?" tanya kak Diez, "oh ya aku dengar yang merancang rencana peperangan beberapa hari lagi, Crysy ya?" tanya kak Theo, "kok kakak tau?" tanyaku, "semua yang disini juga tau" bilang kak Vicient, "iya, Crysy yang merancangnya" bilangku, aku melihat rak buku yang ada di ruangan, "kak Tasle, apa Crysy boleh meminjam buku?" tanyaku, "boleh, pilih aja" bilangku, aku turun dibantuin kak Gavin yang duduk di sampingku, aku melihat lihat dan tiba tiba kak Tasle muncul dari samping, "jangan bikin kaget dong kak Tasle" bilangku, "haha maaf, tapi Crysy mau membaca buku apa?" tanya kak Tasle, "tidak tau sih" bilangku, "apa sebelumnya Crysy membaca sebuah buku? Bisa aja disini ada" bilang kak Tasle, "hmm ada sih, kalau tidak salah judulnya sejarah peperangan kekaisaran" bilangku, karena rak buku tidak jauh dari sofa tuan tuan muda yang lain bisa mendengar, "astaga?!", "beneran?!", "itu buku yang betar untuk dibaca anak anak" kata kata itu keluar dari tuan tuan muda, dan kak Tasle yang berada di sampingku membeku, "ehh kayaknya nggak ada deh bukunya disini, apa mungkin mau bermain di taman aja?" bilang kak Tasle, "Wahh ada taman? Crysy mau kesana" bilangku, "baiklah ayo kesana" bioang kak Tasle, kita semua keluar lewat pintu yang tadi aku lewatin, pas keluar nyonya nyonya bangsawan menengok, "ahh maaf, apa kita menggangu?" tanya kak Riskel, "tidak apa apa kok" bilang nyonya Astern, "ibu, apa kita boleh ke taman?" tanya kak Tasle, "boleh, silahkan saja" jawab nyonya Astern, aku dan tuan tuan muda bermain di taman. Sedangkan nyonya nyonya bangsawan berbincang, "nyonya Lenor, saya dengar Crysy yang merancang rencana perang minggu depan" bilang Grand Duchess Fawke, "ahh iya benar" jawab Duchess, "saya dengar Crysantle juga bisa menggunakan pedang" bilang Viscountess Noire, "ahh iya memang, Duke ingin putrinya bisa berperang" bilang Duchess, "Ada rumor, katanya Crysantle bisa fasih berbahasa perancis, apa itu benar?" tanya Viscountess Gwans, "iya, juga ada rumor Crysantle bisa berbahasa inggris juga" bilang Grand Duchess Vetrin, "diumur ke 8 bisa 3 bahasa itu sangat menakjubkan" bilang Baroness Cicel, "ahh iya, memang Crysantle bisa berbicara bahasa inggris dan perancis" jawab Duchess, "apa ada guru yang mengajari?" tanya Marquise Cosel, "tidak, dia belajar sendiri, Crysantle suka membaca buku" bilang Duchess, "dan sopan santunnya sudah sempurna, apa anda memanggil Miss Deline?" tanya Marquise Weltury, (Miss Deline adalah guru sopan satun terbaik di kalangan bangsawan kedudukan tinggi, susah dibuat kontrak dan mahal), "tidak dia juga belajar sendiri, sebenarnya saya juga terkejut saat dia belajar sendiri" bioang Duchess, tapi didalam hati Duchess berkata "astaga gimana aku menjawab pertanyaan pertanyaan ini? Hampir semuanya aku ngarang, tapi aku mengatakan yang sebenarnya, Crysy belajar semuanya sendiri, dan juga kenapa para nyonya bangsawan membawa semua putranya? Apa Crysy baik baik saja?", sedangkan aku lagi bermain dengan tuan tuan muda Di taman, "haichi" bersinku, "apa Crysantle kedinginan?" tanya kak Diez, "nggak kok, mungkin cuman debu" bilangku, aku lihat lihat di taman, ada berbagai janis bunga disitu, aku jongkok di depan bunga mawar putih, "tolong jangan dipegang, Crysantle, itu banyak durinya, berbahaya" bilang kak Kith, aku berdiri dan melihat sekitar, "bunga semua, pastinya sangat lama menanam ini semua" bilangku, "iya, tapi ini karena ibuku suka" bilang kak Tasle, "bunga memang indah, baunya juga harum" bilangku, "apa Crysantle suka mawar putih?" tanya kak Tasle, tiba tiba angel dan devil muncul, "lagi ngomong tentang mawar putih jadi inget surat yang dikirim sama dia sendiri" bilang angel, "ahh aku tidak terlalu suka bunga" bilangku, "ohhh" jawab kak Tasle, "you mess with the wrong person" bilang devil, "untung ada kalian kalau nggak aku bakalan bilang suka" bilang dipikiranku, angel dan devil mengangguk lalu melihat tuan tuan muda yang lain, "hmm semuanya lulus" bilang devil, "yup, tapi yang lagi disampingmu harus jaga jaga" bilang angel. Setelah beberapa jam bermain aku dijemput Duchess bersama nyonya bangsawan yang lain, "Crysy kita pulang ya, Duke pastinya hawatir" bilang Duchess, tapi alasan asli Duchess adalah menjauhkan putrinya dari tuan tuan muda, "baiklah ibu, tuan tuan muda dan nyonya nyonya, Crysy pulang dulu ya" bilangku, "iya, semoga kita bisa bertemu lagi", "sampai jumpa", "hari ini sangat menyenangkan", "hati hati dijalan" kata kata itu dikatakan oleh para tuan muda, aku berpamitan dan pulang.